Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 Hal. ISSN 2775-5134 Peningkatan Sektor Pertanian melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani Annis Nurfitriana Nihayah1*. Eko Prasetyo2. Dyah Maya Nihayah3 . Andryan Setyadharma4. Karsinah5. Maulida Dewi Pangestika6 1,2,3,4,5,6 Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran Gunungpati Semarang. Jawa Tengah. Indonesia e-mail: 1annisnurfitriana@mail. id, 2pekoprasetyo@mail. dyahmaya@mail. id, 4andryan@mail. id, 5iinkarsinah@mail. maulidadewi@mail. Abstrak Desa Patak Banteng memiliki keunggulan sebagai sentra penghasil sayuran di provinsi jawa tengah dengan komoditas utama kentang. Produktivitas pertanian didukung dengan kelompok tani, namun pada tahun 2020 jumlah kelompok tani mengalami penurunan karena kualitas sumber daya manusia yang belum maksimal. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan ekonomi agar upaya yang dilakukan pemerintah lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan atau sosialisi dan pendampingan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta pendampingan dan evaluasi. Dari hasil evaluasi yang dilakukan dengan cara diskusi dan wawancara yang mendalam, pemahaman para anggota kelompok terkait dengan pentingnya KUBE meningkat sebesar 70% dari 20% menjadi 90%. Dengan adanya peningkatan pemahaman tersebut akan membuka jalan dalam menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif melalui peningkatan akses sumber daya, skala ekonomi, menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi petani, melakukan pemasaran bersama, dan terbentuknya diversifikasi usaha. Kata Kunci: Kentang. Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Pertanian Abstract Patak Banteng Village has the advantage of being a vegetable producing center in Central Java province with potatoes as the main commodity. Agricultural productivity is supported by farmer groups, but in 2020 the number of farmer groups has decreased due to the quality of human resources that has not been maximized. The purpose of this PKM is to improve the economy so that the efforts made by the government are more directed, integrated, and sustainable through the formation of Joint Business Groups (KUBE). The method used is to conduct counseling or socialization and assistance in the formation of Joint Business Groups (KUBE), as well as assistance and evaluation. From the results of the evaluation conducted by means of in-depth discussions and interviews, the understanding of group members related to the importance of KUBE increased by 70% from 20% to 90%. This increased understanding will pave the way for creating sustainable and inclusive agriculture through increasing access to resources, economies of scale, providing training and mentoring for farmers, conducting joint marketing, and forming business diversification. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Publikasi oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Keywords: Agriculture. Business Group (KUBE). Potato Pendahuluan Pertanian adalah salah satu sektor pertanian yang menjadi penyumbang terbesar dalam pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai negara agraris, banyak penduduk Indonesia yang bergantung pada sektor pertanian, baik dari aspek pendapatan maupun penyerapan tenaga kerja. Sektor pertanian memiliki multifungsiyang mencakup aspek produksi atau ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani atau pengentasan kemiskinan, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup (Kusumaningrum, 2. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menurut data BPS memiliki kenaikan signifikan selama tahun 3 tahun terakhir. Sektor tersebut berada pada peringkat kedua setelah sektor industri pengolahan (BPS, 2. Kontribusi PDB tahun 2020 memiliki rata rata 13,22%, pertanian tetap menunjukan pertumbuhan yang positif walaupun ekonomi sedang mengalami kontraksi akibat pandemic covid-19 hingga -2,07%. Laju PDB pertanian meningkat 2,13% dan pertanian dalam lingkup luas termasuk kehutanan dan perikanan mengalami peningkatan dari 1. 900,6 triliun tahun 2020 menjadi 2. 253,8 trilun tahun 2021 (Ir. Sabarella et , 2. Adanya pemulihan ekonomi membuat sektor tersebut tumbuh dan kembali karena mobilitas masyarakat dan sudah ada kelonggaran pembatasan sosial. Pengembangan lahan pertanian yang berkelanjutan akan tercapai jika sektor pertanian, yang memiliki berbagai fungsi, dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani dan mengurangi Sektor pertanian, yang berperan sebagai penyedia pangan, memiliki hubungan yang kuat dengan kemiskinan (Sihombing, 2. Karena mengarah langsung ke sektor sentral yang menjadi mata pencaharian penduduk miskin, pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian akan mempercepat pengurangan jumlah penduduk miskin di perdesaan. Sektor pertanian memiliki fungsi ganda . yang mencakup peningkatan kesejahteraan petani, pengentasan kemiskinan, serta pelestarian lingkungan hidup. (Sihombing, 2. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, yang umumnya bergantung pada pertanian, pemerintah perlu menerapkan teknologi pertanian. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen, mengurangi kerusakan tanah, dan menerapkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas, sehingga menghasilkan panen yang melimpah. (Nasfi et al. Contoh program-program dari Kementerian Pertanian antara lain. LUEP. PL2K. Delivery. Poor Farmers (PFI3P/P4UM). Pidra. PKMP . Primatani, dan P4K. Kabupaten Wonosobo yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan sektor pertanian yang dominan menyerap tenaga kerja. Pada tahun 2020, sektor pertanian menyumbang penerapan tenaga kerja sebanyak 165. 497 jiwa dari penduduk yang Laju pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kenaikan di tahun 2019 sebesar 1,9% meningkat menjadi 4,84% ditahun 2020 (BPS Kabupaten Wonosobo, 2. Sektor pertanian menjadi sektor unggulan yang menjadi penopang ekonomi. Adapun sektor tersebut memiliki 5 sub sektor diantaranya: sub sektor 4 tanaman pangan, perikanan, perkebunan, perternakan, dan kehutanan. Sub sektor yang memberikan kontribusi tertinggi yaitu pertanian dengan kontribusi 48,78% terhadap PDRB Kabupaten Wonosobo (Nindhitya, 2. Kecamatan Kejajar terletak di Kabupaten Wonosobo dengan ketinggian http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 336 mdpl Ae 2. 119 mdpl. Kisaran suhu wilayah tersebut mulai 5 sampai 20 derajat celcius. Wilayah tersebut memiliki potensi tinggi terhadap pertanian yang berkontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal daerah tersebut. perkembangan pertanian di wilayah Desa Patak Banteng juga didukung dengan organisasi kelompok tani yang dibentuk dan dikoordinasikan langsung oleh kementrian pertanian. Desa Patak Banteng memiliki keunggulan sebagai sentra penghasil sayuran di provinsi jawa tengah dengan komoditas utama kentang. Pada tahun 2022 luas panen tanaman kentang di kecamatan kejajar sebesar 3. 285 hektar dengan produksi mencapai 507 ribu kuintal (BPS Kabupaten Wonosobo, 2. Namun tingginya produktivitas tidak menjamin memberikan keuntungan layak bagi petani. Hal ini didukung dengan Desa Patak Banteng menjadi wilayah rentan bencana yang berdampak terhadap hasil produktivitas dari petani. Indeks kerugian ekonomi merupakan parameter dalam menentukan kerugian akibat bencana sebesar 1,9 yang dikategorikan tinggi. Penanaman kentang pada dataran dengan kemiringan lahan yang tajam menyebabkan kemungkinan besar terjadi tanah longsor dan kesuburan tanah yang kering (Nugrahapsari et al. , 2. Hal tersebut memicu resiko kerugian akibat adanya bencana Desa Patak Banteng yang memiliki indeks rawan benca tinggi. Penurunan produktivitas para petani bergantung pada sektor pertanian. sehingga perlu adanya kebijakan dalam meningkatkan intervensi kelompok tani melalui kelompok usaha bersama (KUBE) di Desa Patak Banteng. Kelompok tani disini adalah sekumpulan petani, pekebun, atau peternak yang dibentuk dengan tujuan kepentingaan, pengembangan usaha tani dan mengatasi segala permasalahan usaha tani bersama. Kelompok tani juga menjadi jembatan pemerintah dalam memberikan layanan atau fasilitas publik seperti penyediaan modal, pupuk, dan informasi lainnya secara Pendekatan kelompok dalam pengentasan kemiskinan dipilih oleh pemerintah karena beberapa alasan utama. Pertama, pendekatan ini dianggaplebih efektif dibandingkan pendekatan individual, terutama bagi fakir miskin,karena kerja kelompok dapat meningkatkan rasa percaya diri, memberikan kekuatanyang lebih besar, serta menyatukan beragam sudut pandang dan pengalaman dari setiap anggota (Supiadi, 2. Jumlah Kelompok Tani Jumlah Anggota Tani Gambar 1. Jumlah Kelompok Tani dan Anggota Kelompok Tani Desa Patak Banteng tahun Gambar 1 menggambarkan bahwa data jumlah anggota tani memiliki kecenderungan naik walaupun ditahun 2018-2020 mengalami penurunan dari anggota tani sebanyak 698 orang menjadi 646 orang. Sedangkan jumlah kelompok tani relatif stagnan hanya berjumlah 9 di tahun http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 2016-2017, sedangkan ditahun 2019-2020 sebanyak 8 kelompok. Beberapa penduduk tidak menyadari bahwa ketika memiliki usaha di sektor pertanian, mereka . secara otomatis menjadi anggota tani. Namun tingginya produktivitas tidak menjamin memberikan keuntungan layak bagi petani. Hal ini didukung dengan Desa Patak Banteng menjadi wilayah rentan bencana yang berdampak terhadap hasil produktivitas dari petani. Indeks kerugian ekonomi merupakan parameter dalam menentukan kerugian akibat bencana sebesar 1,9 yang dikategorikan tinggi (BPPD Kabupaten Wonosobo, 2. Selain itu petani di Desa Patak Banteng juga menghadapi kesulitan dalam mengakses pasar. Kurangkan akses pasar dan kurangnya pengetahuan tentang pemasaran ini berdampak pada potensi penghasilan yang diterima petani. Banyak petani yang memiliki keterampilan teknis dalam pertanian, tetapi kurangnya pengetahuan tentang manajemen usaha dan keterampilan bisnis dapat menjadi hambatan dalam mengelola usaha pertanian secara efektif. Pelatihan manajemen usaha memberikan manfaat besar bagi mitra dengan meningkatkan kapabilitas dan wawasan mereka (Septika et al. , 2. Oleh karena itu, dengan jumlah kelompok tani dan anggota kelompok tani yang cenderung naik, diperlukan pendampingan yang tepat yang dapat meningkatkan kualitas petani agar dapat mengatasi permasalah-permasalahan yan ada. Perlu kemandirian masyarakat desa dalam mengelola sumber daya sesuai dengan kapasitas. Kemandirian disini sebagai upaya dalam mengembangkan potensi sumber-sumber yang tersedia, sumber fisik/nonfisik pada desa tersebut (Pertiwi et al. , 2. Hal tersebut dapat dicapai melalui kreativitas dan inisiatif (Triyanto, 2. , terbentuknya kolaborasi antara pengelola dan anggota, pemerintah, pemasok, dan pasar (Silvia & Sujianto, 2. , peningkatan akses sumber daya, dan terbentuknya diversifikasi usaha. Berdasarkan hal tersebut, maka diperuntukan pemberdayaan atau pengembangan kelompok usaha tani Desa Patak Banteng. Solusi yang ditawarkan oleh program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah dengan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Patak Banteng sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan ekonomi desa, dan mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif. Program KUBE bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal serta mengeksplorasi peluang usaha yang ada di setiap wilayah. Pemerintah mendukung kelangsungan KUBE dengan memberikan bantuan modal, peralatan, dan pendampingan dari Kementerian Sosial (Sumarni, 2. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi . penyuluhan dan sosialisasi, . pembentukan kelompok usaha, . pendampingan dan evaluasi. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengembangkan pertanian di Desa Patak Banteng dengan menjadikan kelompok tani lebih produktif dan siap untuk memfasilitasi setiap usaha yang ada, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pertanian melaui sebuah kelembagaan Sedangkan manfaat kegiatan pengabdian ini adalah dapat menumbuhkan kesadaran terhadap praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan mendukung penguatan kelembagaan kelompok tani melalui pelatihan administrasi dan manajemen http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Metode Kegiatan pengabdian akan dilaksanakan di Desa Patak Banteng. Kecamatan Kejajar. Kabupaten Wonosobo, dan berlangsung selama delapan bulan yang terdiri dari sosialisasi dan pendampingan dengan sasaran anggota kelompok tani sebanyak 35 orang. Tahap pertama pada kegiatan pengabdian di Desa Patak Banteng adalah dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang arti penting kelompok usaha. Tujuan dari tahap ini adalah agar para petani terdorong untuk memahami kemudahan dan manfaat yang akan didapatkan jika mereka bergabung dalam kelompok usaha bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan tahap pembentukan kelompol usaha. Pada tahap ini tim pengabdi melakukan pendampingan kepada kelompok tani untuk membentuk kelompok usaha atau KUBE (Kelompok Usaha Bersam. , yang diawali dengan penunjukkan salah seorang untuk menjadi ketua kelompok. Tujuan dari pembentukan KUBE ini adalah agar petani dapat melakukan kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi dalam melaksankan kegiatan maupun dalam mekanisme pembinaan. Kolaborasi KUBE tidak hanya melibatkan sesama anggota atau masyarakat, tetapi juga mencakup kerja sama dengan instansi pemerintah terkait. Diharapkan kolaborasi ini akan meningkatkan motivasi untuk bekerja sama dalam kelompok, semangat kewirausahaan sosial, kemampuan yang lebih baik dalam memecahkan masalah, serta hubungan kerjasama yang lebih baik antara masyarakat dan pemerintah, termasuk peningkatan sinergi antara keduanya (Yasin, 2. Kegiatan yang terakhir adalah pendampingan serta rancangan evaluasi. Kegiatan pendampingan dilakukan yang sekaligus evaluasi dengan beberapa indikator penilaian keberhasilan program yang telah disusun. Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab, wawancara, dan diskusi langsung kepada para anggota KUBE. Tabel 1. Solusi Permasalahan Untuk Mitra Masalah Solusi Luaran Kurangnya pemahaman terkait Sosialisasi terkait dengan Materi terkait pentingnya pentingnya kelompok usaha pentingnya Kelompok Usaha KUBE Bersama dalam sektor Bersama (KUBE) dalam sektor Kurangnya pemahaman terkait pembentukan KUBE Sosialisasi dan pembentukan KUBE sektor pertanian di Desa Patak Banteng Modul panduan pembentukan KUBE di sektor pertanian Hasil dan Pembahasan Sosialisasi tentang Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 03 Juli 2024 di Balai Desa Patak Banteng, sosialisasi ini dihadiri oleh 35 anggota kelompok tani Desa Patak Banteng. Dalam kegiatan sosialisasi ini dijelaskan mengapa kelompok usaha tani penting dalam mengembangkan usaha http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 sektor pertanian. Pelaksanaan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dapat dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat menggunakan berbagai media informasi, seperti media elektronik, media cetak, serta komunikasi langsung (Tami Astari Zulkarnain et al. , 2. Dijelaskan beberapa manfaat dari pembentukan KUBE, yaitu dapat mendorong berkembangnya kerja sama di antara angota KUBE dan masyarakat sekitar, mengembangkan diversifikasi produk pertanian, meningkatkan dorongan sosial dalam KUBE maupun dengan masyarakat, serta mendorong peningkatan keterampilan dalam pemecahan masalah. Tim pengabdi menjelaskan bahwa KUBE dapat menjadi komunitas yang dapat membuat sektor pertanian terkelola dengan baik melalui transfer ilmu, pengetahuan, dan pelatihan-pelatihan yang diajarkan dalam komunitas tersebut, sehingga sektor pertanian dapat berkembang dengan berkelanjutan yang pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan primer, yaitu sandang, pangan, dan papan, pendidikan, serta kesehatan (Rindyah, 2. Gambar 2. Sosialisasi tentang Kelompok Usaha Bersama Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat desa Pathak Banteng khususnya petani dalam peningkatan skala usaha. Petani desa tersebut berharap adanya sosialisasi ini dapat membuka tatanan baru bagi petani. Adanya KUBE membuka lembaga usaha yang terintegritas dan transparansi sehingga alokasi bantuan modal, pelatihan sumber daya, termasuk peningkatan jaringan usaha mudah diperoleh ketika bergabung dalam KUBE. Pendampingan Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Dalam proses pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), tim pengabdi menyediakan fasilitas diskusi, pendampingan, dan pemandu dalam menjalankan diskusi dan membuat keputusan. Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dipilih berdasarkan musyawarah mufakat dari seluruh anggota kelompok, dimana calon ketua yang diusulkan harus memiliki kemampuan leadership, integritas, dan komitmen tinggi dalam memajukan kelompok. Setelah ketua terpilih, kemudian diikuti dengan susunan pengurus lainnya diberntuk melalui proses diskusi yang bertugas dalam mengelola administrasi, sekertaris, bendahara, serta divisi khusus seperti produksi, pemasaran dan hubungan eksternal yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Kesediaan masyarakat dalam mengembangkan kelompok sehingga struktur organisasi dapat berjalan efektif dan sinergis. http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Kelompok tani adalah lembaga pertanian yang menyediakan dukungan bagi petani dan pemulia berdasarkan kepentingan bersama serta kondisi lingkungan . osial, ekonomi, dan sumber day. Lembaga ini berfungsi sebagai tempat belajar, kolaborasi, dan unit produksi. Tujuan pembentukan kelompok tani adalah untuk mendorong petani membentuk usaha tani kolektif yang dapat menumbuhkan dan meningkatkan usaha pertanian yang dijalankan oleh anggota dan kelompok. Petani yang bergabung dalam organisasi ini akan mendapatkan bantuan dan pemberdayaan untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengolahan pasca panen. Kelompok tani menyediakan tiga fungsi utama: sebagai unit belajar, unit koperasi, dan unit produksi (Andrian et al. , 2. Pendampingan Pelaksanaan Teknis Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Adanya kelembagaan petani diharapkan menjadi pengembangan petani dari hulu ke hilir serta memberikan kontribusi positif sebagai target pembanguan pertanian. Kelompok usaha menambah perekonomian wilayah ini menjadi lebih produktif dan siap untuk memfasilitasi setiap usaha yang ada (Arsini, 2. Dalam menjalankan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), tim pengabdi melakukan pendampingan mengenai bentuk kegiatan apa saja yang perlu dirancang agar sesuai dengan permasalahan yang ada. Tim pengabdian mendampingi penyusunan rumusan masalah-masalah sektor pertanian, perancangan program penyuluhan, praktik, dan pelatihan terutama dalam penguasaan teknis dan manajerial pengelolaan Lembaga yang ditujukan bagi para anggota KUBE dan masyarakat Desa Patak Banteng untuk meningkatkan produktivitas para petani dan usaha-usaha yang dijalankan. Pelaksanaan teknis KUBE dimulai dari perencanaan kegiatan yang melibatkan penentuan jenis usaha, target, dan strategi pemasaran. Setiap anggota kemudian diberi tugas sesuai struktur organisasi yang telah dibentuk, seperti ketua yang mengkoordinasi keselurahan kegiatan, sekertaris, administrasi, dan bendahara. Evaluasi Pada tahap ini, tim pengabdian meninjau dan melakukan penilaian dengan cara melakukan diskusi dan wawancara dengan para anggota KUBE. Evaluasi ini ditinjau dari beberapa aspek, yaitu, banyaknya masyarakat yang ikut dalam program-program yang diadakan oleh KUBE untuk meningkatkan produktivitas, penguasaan teknis dan manajerial pengelolaan Lembaga, dan keberlanjutan program. Tabel 2. Capaian dari Setiap Aspek Kondisi Awal Pemahaman Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Solusi Sosialisasi berupa Kelompok Usaha Bersama (KUBE) http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Target mengenai Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Hasil 90% anggota kelompok tania berpartisipasi dalam diskusi dan memahami Kelompok Usaha Bersama KUBE. Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 Pemahaman petani mengenai struktur kepengurusan dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) masih 20% ISSN 2775-5134 Pendampingan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) nama KUBE dan KUBE. 90% anggota kelompok tani berpartisipasi dalam bagaimana mana struktur voting pengurus KUBE. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa kondisi awal masyarakat mengenai pentingnya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan bagaimana pembentukannya adalah 20%. Beberapa masyarakat khsusunya petani tidak menyadari bahwa ketika mereka memiliki usaha di sektor pertanian, maka akan secara otomatis menjadi anggota tani. Setelah sosialisasi dilaksanakan, pemahaman masyarakat terutama petani meningkat 70%, yang awalnya 20% menjadi 90%. Dari hasil wawancara dan diskusi, mereka menyadari bahwa KUBE memiliki peran penting bagi keberlanjutan usaha tani dan pentingnya program-program yang dapat dilaksanakan untuk melatih sumber daya manusia dalam pertanian. Selain itu, pemahaman mengenai bagaimana pembentukan KUBE juga meningkat 70% dengan pemahaman awal sebesar 20% menjadi 90%, mereka berpendapat bahwa beberapa anggota mengetahi tentang struktur sebuah lembaga, namun sebagian besar dari mereka tidak memiliki pemahaman tentang pengelolan lembaga yang terstruktur dan sistematis karena kurangnya pendampingan akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya sebuah kelompok atau lembaga. Evaluasi dari pengabdian ini adalah kurangnya sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan yang lebih spesifik terutama pada sektor pertanian. Evaluasi dilakukan pengabdi untuk menilai kinerja dan mencari solusi atas kendala yanng dihadapi, sementara pelatihan dan pengembangan kapasitas rutin diadakan untuk meningkatkan keterampilan anggota. Seluruh kegiatan dan keuangan tentu dicatat transparan dan akuntabel untuk membuat laporan pertanggungjawaban dalam meningkatkan keterampilan. Adanya pencatatan keuangan ini disusun untuk disampaikan kepada anggota dan pihak pendamping, sehingga kube berjalan efektif, berkelanjutan. Dan bermanfaat. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan program pemerintah, yaitu Kelompok Usaha Berssama (KUBE) demi pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif telah dilaksanakan di Desa Patak Banteng. Kabupaten Wonosobo. Jawa Tengah. Kegiatan ini menyasar 35 orang yang merupakan anggota kelompok tani, hasil dari kegiatan ini adalah para anggota kelompok tani memahami pentingnya sebuah lembaga atau komunitas dalam mengelola pertanian dengan sumber daya manusia berkualitas sebagai faktor pendukung yang Melalui sosialisasi dan penyuluhan, kelompok tani memahami tentang penguasaan teknis dan manajerial dalam pengelolaan Lembaga, menyadari kesamaan tujuan dan nasib, dan mendorong keikutsertaan dalam program peatihan maupun praktik mengenai pertanian. Selain itu, pengabdian ini menginisiasi terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Patak Banteng melalui diskusi yang mendalam dengan para anggota kelompok tani dan pendampingan dari tim pengabdi. http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Evaluasi dari pengabdian ini adalah kurangnya sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan untuk KUBE secara spesifik dan mendalam. Hasil dari pendampingan, monitoring, dan evaluasi dari pengabdian ini akan terus dilakukan agar KUBE Desa Patak Banteng dapat mencapai kemandirian yang berkelanjutan. Pengabdian selanjutnya diharapakan mampu membantu dalam mendesain program peningkatan SDM dalam KUBE agar dapat mensejahterakan petani dan masyarakat sekitar. (Andrian et al. , 2. Daftar Pustaka