Article Kepadatan Larva dan Karakteristik Kontainer Kasus Demam Berdarah di Wilayah Pesisir Kota Tegal Aulia Dwi Nursanti1*. Nissa Kusariana1. Moh Arie Wurjanto1. Martini Martini1 Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro. Semarang. Correspondence: unrsuls@gmail. Abstract: Background: Tegal is an endemic dengue fever city with high Incidence Rate (IR) as 38,4 per 100. 000 population. The district with the highest number of DHF cases was Panggung Village, which is located in the coastal area and directly border with java sea. caused by the high scale of Density Figure (DF). DHF cases are to provide an overview of larval density, characteristics container, and practice level of dengue prevention programs (PSN) using spatial analysis tools. Method: Citation: Nursanti. Kusariana. Wurjant. cross-sectional The The is observational random sampling including all DHF cases that occurred from January to September 2023. Result: The of this study 3 DHF cases Martini. AuKepadatan Larva dan were found. Aedes larva density level in Panggung Village reaching the intermediate level (DF . Karakteristik Kontainer Kasus and RW 9 is the neighbourhood with the highest larva density (DF=. The Charateristics of water Demam Berdarah di Wilayah Pesisir Kota TegalAy Jurnal Riset Kesehatan container as follows such as house with more than 3 container, non-disposable site,ceramic and Masyarakat, vol. 4, no. Jul. plastic, bright colour, artesian well, inside the house, open-mouthed that are larvae positive. 57,5% https://doi. org/10. 14710/jrkm. respondents at good level on dengue prevention practice. Spatial analysis found that 2 houses Received: 30 Maret 2024 inside the 100 buffer area, distribution of temperature and pH on the container that are larvae positive are on the range of 25-300C and 7-9 pH level, distribution of DHF cases is dispersed Accepted: 14 Mei 2024 (ANN>. with 369,09 meters distances between the case. Conclusion: Published: 30 Juli 2024 Dengue transmission in Panggung Village is at an intermediate level, caused by dengue vector migration. Keywords: Larval Density. Container Charactheristics. DHF Pendahuluan Copyright: A 2024 by the authors. Imunisasi ialah Universitas Diponegoro. Powered by Public Knowledge Project OJS Demam Berdarah Dengue merupakan infeksi and Mason Publishing OJS theme. virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes spp dengan manifestasi klinis demam,nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diathesis hemoragik. 1 Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya DBD adalah adanya tempat perkembangbiakan potensial larva DBD seperti kontainer buatan atau artifisial merupakan tempat yang digunakan untuk menaruh air dapat meningkatkan Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 https://ejournal2. id/index. php/jrkm/index Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 79 of 90 kepadatan vektor di suatu tempat sehingga perlu adanya upaya untuk meminimalisir tempat perkembangbiakan larva vektor DBD. Berdasarkan Permenkes no 2 tahun 2023 pengendalian vektor DBD dapat dilakukan dengan pemantaun kepadatan vektor yaitu salah satunya dengan survei larva vektor DBD. Indeks Entomologi merupakan salah indikator yang digunakan untuk mengetahui kepadatan larva pada suatu wilayah dengan mengukur indikator seperti House Index (HI). Container Index (CI). Breteau Index (BI) dan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang nantinya akan dikategorikan angka tersebut kedalam tabel density figure untuk mengetahui tingkat kepadatan larva di suatu wilayah. Berdasarkan penelitian Dian et al diketahui bahwa 3 kabupaten/kota di Provinsi Maluku memiliki risiko penularan DBD sedang karena perhitungan indeks entomologinya menunjukkan hasil Container Index (CI) sebesar . ,5%). House Index (HI) sebesar 35,3% dan Breteau Index (BI) sebesar 69,2%, sedangkan Angka Bebas Jentik sebesar 64,7% sehingga rentang desity figure berada pada kisaran 5-8 dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dan penelitian yang dilakukan oleh Astri et al . ditemukan faktor risiko yang mempengaruhi keberadaan larva di Sindangkasih yaitu wadah semen dan plastik, ember, wadah bervolume air >1L dan 20-100 L, tatakan dispenser, dan penampungan air pada kulkas yang dibuktikan dengan nilai . <0,. 4, 5 Wilayah pesisir merupakan wilayah yang mempunyai potensi pembangunan yang sangat tinggi dengan adanya sumber daya lingkungan dan pariwisata yang tinggi akan tetapi pada wilayah pesisir aspek kesehatan sering menjadi masalah terutama masalah kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan. 6,7 Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dilaporkan bahwa angka kejadian DBD pada tahun 2022 sebesar 1 per 100. 000 penduduk menunjukkan bahwa IR DBD di Provinsi Jawa Tengah lebih rendah dari target nasional (<51/100. 000 pendudu. dan target Renstra (<46/100. dan nilai CFR Jawa Tengah pada 2022 mencapai 2% (>1 perse. angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan target nasional. Kota Tegal memiliki kejadian DBD yang tinggi dalam 3 tahun berturut-turut dengan data Dinas Kesehatan Kota Tegal Incidence Rate (IR) pada tahun 2022 sebesar 38,28 per 100. 000 penduduk dan angka Case Fatality Rate (CFR) tertinggi di Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 7,5% dengan Kelurahan Panggung sebagai Kelurahan dengan angka kejadian dan kematian akibat DBD paling tinggi di Kota Tegal. Kelurahan Panggugng merupakan kelurahan yang berada di wilayah pesisir Kota Tegal dan berbatasan langsung dengan laut jawa. Berdasarkan fakta tersebut maka perlu dilakukan survei larva vektor DBD di Kelurahan Panggung untuk mengetahui tingkat kepadatan larva, karakteristik kontainer yang disukai, serta mengukur tingkat praktik warga setempat terhadap program PSN sebagai upaya dalam pengendalian vector DBD dan menggambarkan secara spasial distribusi kasus DBD pada wilayah Kelurahan Panggung dengan menganalisis secara spasial kasus DBD, kontainer positif larva, dan pola sebaran suhu dan pH kontainer air yang ada di Kelurahan Panggung. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 80 of 90 Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan dengan pendekatan spasial. Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah yang ada di Kelurahan Panggung, sampel yang diambil pada penelitian ini adalah besar sampel minimum yang setelah dilakukan perhitungan menggunakan rumus CochranAos didaptkan sampel sebanyak 40 sampel10 dan dilakukan metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang diambil dengan berdasarkan data kasus DBD di Kelurahan Panggung pada periode Januari sampai September pada Tahun 2023 yang diperoleh pada kader jumantik RW setempat. Pemeriksaan larva dilakukan dengan metode single larva dengan mengambil satu larva untuk dilakukan identifikasi larva nyamuk pada tingkat genus. Selain dilakukan pemeriksaan larva penelitian ini juga melakukan wawancar terkait praktik PSN pada 40 responden untuk mengetahui tingkat skor praktik responden yang akan dikategorikan menjadi baik atau buruk. Perhitungan kepadatan larva dilakukan mengukur nilai HI,CI,BI dan ABJ pada Kelurahan Panggung dengan rumus sebagai Setelah dilakukan pengukuran indeks entomologi diatas, nilai tersebut akan dikategorikan pada tabel density figure dengan kriteria kepadatan larva vektor rendah (DF=. , kepadatan larva vektor sedang (DF= 2-. , dan kepadatan larva vektor tinggi (DF= 6-. Tabel 1. Density Figure Density Figure Kategori Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Ou77 Ou41 Ou200 Tinggi Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 81 of 90 Analisis spasial yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis buffer area 50 dan 100 meter yang dilakukan berdasarkan perkiraan jarak terbang nyamuk, analisis pola sebaran suhu dan pH kontainer air dengan menggunakan overlay, dan analisis average nearest neighboor (ANN) yang dikategorikan apabila ANN<1 maka pola sebaran bersifat clustered/berkerumun. ANN=1 maka pola sebaran random/acak. ANN>1 maka pola sebaran tersebar/dispersed dan melihat jarak rata-rata satu kasus dengan kasus yang lain menggunakan observed mean pada perhitungan average nearest neighboor. Hasil Kepadatan Larva Vektor DBD Tabel 2. Kepadatan Larva Vektor DBD Kelurahan Panggung Larva Vektor DBD Diperiksa Ada Tidak Kontainer Rumah ABJ (%) (%) (%) (%) Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 116 kontainer yang diperiksa, kontainer yang positif ditemukan jentik sebanyak 10,3% atau sebanyak 12 kontainer dengan nilai CI sebesar 10,3%. Sedangkan dari 40 rumah responden yang diperiksa terdapat 9 rumah yang positif jentik . ,5%) dengan nilai HI 22,5%, nilai Breteu Index sebesar 30% dan angka bebas jentik sebesar 77,5% berdasarkan nilai HI,CI,BI di 3 RW yang diperiksa pada Kelurahan Panggung maka diketahui bahwa kepadatan larva . ensity figur. berada di angka 4 yang berarti kepadatan larva termasuk sedang. Sedangkan untuk angka HI,CI,BI dan ABJ per RW sebagai berikut: Tabel 3. Perbandingan Kepadatan Larva Vektor per RW di Kelurahan Panggung Kepadatan Larva Keterangan HI(%) CI(%) BI(%) Tinggi Sangat Rendah Sedang Berdasarkan Tabel 3 Kepadatan Larva pe RW diketahui bahwa RW dengan kepadatan tertinggi adalah RW 9 dengan DF 6 melebihi DF dari Kelurahan Panggung, sedangkan untuk RW 12 memiliki DF sebesar 3 dengan kepadatan sedang dan untuk RW 10 tidak ditemukan sama sekali larva nyamuk dari 10 rumah yang diperiksa sehingga memiliki DF sebesar 0 dengan kepadatan larva sangat rendah. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 82 of 90 Karakteristik Kontainer Tabel 4. Karakteristik Kontainer Karakterististik Kontainer Keberadaan Jentik Jumlah N(%) positif n(%) Negative n(%) Ou3 Bak mandi Ember Tempayan 0. Kaleng Bekas 1. Semen Plastik Keramik Seng Tanah Gelap Terang Sumur Bor PDAM Air freon AC Dalam 11. Luar 1. Tertutup 3 . Tidak Tertutup 9 . Jumlah 12. Jumlah Kontainer Jenis Kontainer Bahan Kontainer Warna Kontainer Sumber Air Kontainer Letak Kontainer Keberadaan Tutup Keterangan : kontainer yang diperiksa 116 kontainer dengan 12 kontainer positif Pada Tabel 4 dapat dilihat bahwa 116 kontainer positif larva dan 9 rumah positif larva diketahui bahwa karakteristik kontainer yang paling banyak ditemukan larva adalah rumah yang Ou 3 dengan kontainer . ,7%). Kontainer penampung air (TPA) paling banyak ditemukan . ,5%) adalah jenis bak mandi . ,2%) , bahan dasar plastic dan keramik . ,3%), warna terang . %),sumur bor . ,2%), dalam rumah . ,5%), tanpa tutup . ,8%). Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 83 of 90 Tabel 5. Distribusi Frekuensi Praktik PSN No. Praktik Responden Baik Kurang Jumlah Tabel 5 di atas menunjukkan distribusi frekuensi praktik responden terkait upaya PSN. Diketahui bahwa responden dengan praktik kurang sebanyak 42,5% responden dan 57,5% responden memiliki praktik baik. Berdasarkan hasil uji normalitas data praktik responden memiliki distribusi data tidak normal, maka dalam menentukan kategori praktik diambil dari nilai median yaitu 5. Praktik Responden dikategorikan baik apabila total skorOu5 dan dikategorikan buruk bila skor < 5. Berdasarkan kuesioner praktik PSN yang diberikan praktik yang paling banyak dilakukan oleh warga adalah menguras bak mandi dengan 70% dan 67,5% responden menguras bak mandi <1 minggu. Sedangkan untuk praktik yang paling tidak dilakukan responden adalah mengubur kaleng bekas dan menyikat bak mandi dengan masing-masing persentase jawab 32,5% dan 35%. Gambar 1. Peta Analisis buffer kasus 50 dan 100 meter Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa 2 kasus demam berdarah terdapat di wilayah RW 9 dan 1 kasus demam berdarah terdapat di wilayah RW 12, salah satu kasus yang terjadi di RW 9 terjadi berada dalam lingkup buffer 100 meter dan 2 rumah dengan positif larva dan 7 larva positif ditemukan di luar lingkup 100 meter. Hal ini menunjukkan bahwa 1 kasus yang terjadi di RW 9 diakibatkan oleh migrasi vektor dengan mempertimbangkan bahwa jarak terbang nyamuk berkisar sekitar 50-100 meter. Sedangkan untuk buffer 50 meter tidak ada rumah yang ditemukan positif larva nyamuk. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 84 of 90 Gambar 2. Sebaran Suhu Air Kontainer Positif Larva Pada pengukuran suhu pada kontainer air yang diteliti ditemukan pola sebaran seperti gambar 2 yang dapat di interpretasikan bahwa kontainer dengan positif larva vektor DBD berada pada kisaran suhu 25-300C dan pada RW 10 tidak ditemukan kontainer larva positif tetapi memiliki kisaran suhu sebesar 28,4-300C. Gambar 3. Sebaran pH Air Kontainer Positif Larva Berdasarkan pengukuran pH pada kontainer air yang diteliti ditemukan pola sebaran seperti gambar 3 bahwa kisaran pH yang ditemukan pada 12 kontainer positif larva adalah pada pH 7-9 dan tidak ditemukan larva positif pada RW 10. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 85 of 90 Tabel 5. Hasil Perhitungan Average Nearest Neighbor Average Nearest Neighbor Summary Skor Observed Mean Distance 369,0901 Meter Nearest Neighbor Ratio 3,335989 z-score 7,740380 p-value 0,000000 Gambar 6. Jarak Rata-Rata Antar Kasus DBD Berdasarkan analisis statistik spasial pada Tabel 5 dengan ANN diperoleh hasil output dengan nilai z-score = 7,740380 dan p-value = 0,000000. Hasil ini menunjukkan bahwa pola sebaran kasus DBD di Kelurahan Panggung adalah dispersed/menyebar. Selain itu diketahui bahwa jarak rata-rata antar kasus DBD yang ditemukan di wilayah Kelurahan Panggung yaitu 369,09 meter yang digambarkan pada Gambar 6. Pembahasan Kepadatan larva vektor DBD Kelurahan Panggung berada pada nilai DF=4 indeks HI,CI,BI sebesar 22,5%. CI 10,3%. BI 30% dan parameter ABJ sebesar 77,5% hal ini menujukkan bahwa kepadatan larva pada Kelurahan Panggung masuk dalam kategori sedang. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Widjayanti. et al diketahui bahwa semakin tinggi nilai density figure suatu tempat maka semakin tinggi risiko penularan DBD di wilayah tersebut karena terdapat faktor lain diketahui mempengaruhi penularan DBD yaitu mobilisasi penduduk, pengendalian vektor yang lemah yang dapat meningkat risiko suatu wilayah terkena penyakit demam berdarah, umur nyamuk dan status imunologi manusia. 11,12 Hasil survei larva pada penelitian ditemukan bahwa rumah yang memiliki banyak kontainer jumlahnya 77,5% dan rumah dengan sedikit kontainer hanya ditemukan 22,5%, pada rumah dengan jumlah kontainer lebih banyak jumlah yang Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 86 of 90 positif larva ada 66,7% dan 33,3% dengan sedikit kontainer yang ditemukan larva positif. Hal ini sesuai dengan penelitian Triwahyuni et al . yang juga menemukan rumah yang memiliki kontainer lebih banyak memiliki larva positif yang lebih banyak yaitu sebesar 31,1% dan rumah dengan jumlah kontainer lebih sedikit memiliki larva positif hanya sebesar 23,5%. Hasil survei larva pada penelitian ditemukan banyak dari 116 kontainer yang disurvei ditemukan bahwa 9,5% kontainer merupakan jenis TPA yaitu bak mandi, ember, dan tempayan dan hanya 0,9% yang merupakan Non TPA yaitu kaleng bekas. Hal ini sesuai dengan penelitian Al Thabany et al . bahwa kontainer yang paling banyak ditemukan pada perumahan di mekah ditemukan lebih banyak kontainer dengan jenis TPA yaitu 71,42% dan sesuai dengan Tomia et al . bahwa kontainer yang paling sedikit ditemukan adalah Non TPA 30,29%. 14,15 Sedangkan untuk kontainer dengan larva positif yang sering ditemukan di Kelurahan Panggung adalah bak mandi . ,2%) dan paling sedikit ditemukan larva adalah kaleng bekas . ,9%) hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Budiman . bahwa bak mandi merupakan kontainer yang paling sering ditemukan jentik nyamuk dengan persentase 61,9%. Hasil suvei untuk keberadaan larva positif pada bahan kontainer yang paling sering ditemukan larva nyamuk adalah kontainer plastic dan keramik . ,3% dan 4,3%) hal ini sesuai dengan penelitian Nurjannah . yang dilakukan di bandar lampung dengan kontainer plastic yang ditemukan larva positif adala 68,5%. Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan bahan keramik dan plastic yang ditemukan di lapangan kebanyakan memiliki lumut dibandingan dengan bahan kontainer lainnya hal ini menyebabkan kontainer tersebut lebih disukai karena ketersediaan makanan terkait dengan bahan dasar tempat penampungan air dapat mempengaruhi kemampuan nyamuk untuk bertelur. Hasil survei untuk keberadaan larva positif ditemukan bahwa kontainer yang paling banyak ditemukan larva adalah kontainer dengan warna terang dengan jumlah 6% hal ini sesuai dengan penelitian Dwilan . yang menyebutkan bahwa kontainer yang terdapat larva positif adalah kontainer berwarna terang dengan jumlah 44,5%. Namun hasil penelitian ini berbeda dengan Arfan et al . karena keberadaan larva positif lebih banyak ditemukan di kontainer gelap hal ini dikarenakan nyamuk vektor DBD terdapat organ kemoreseptor dan mekanoreseptor yang dapat membantu nyamuk untuk meletakkan telur dan organ fotoreseptor yang ada pada mata majemuknya . dapat membedakan warna. Reseptor ini berfungsi sebagai alat sensor suhu dan kelembaban sehingga mampu membedakan panas yang dipancarkan dari warna tertentu dan warna gelap merupakan warna yang mudah menyerap panas dan memancarkan panas sehingga disukai nyamuk. 17,18 Hasil survei keberadaan larva positif berdasarkan sumber air yang paling banyak ditemukan larva positif adalah kontainer dengan sumber air sumur sebesar 5,2% dengan kontainer yang memiliki sumber air PDAM 4,3%, serta pada penelitian ini juga ditemukan larva positif pada air yang bersumber dari genangan air freon AC. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Amalan . yang di lakukan di Kelurahan Gambesi Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 87 of 90 karena 98,07% larva positif ditemukan di sumber Air PDAM. Namun pada penelitian yang dilakukan Choirunnisa . pada Kelurahan Nogosari kabupaten Boyolali sumur gali menjadi sumber air kontainer dengan jumlah larva positif paling banyak hal ini disebabkan karena zat-zat organik didapatkan dari sumur gali karena air yang berasal dari sumur gali kaya akan zat organik serta bakteri-bakteri yang dibutuhkan oleh larva. 19,20 Hasil survei keberadaan larva positif juga berdasarkan letak kontainer paling banyak ditemukan berada di dalam rumah . ,5%). Hal ini sejalan dengan penelitian Riyandi et al . yang dilakukan pada kabupaten Cikalang dan Cibunigeulis menunjukkan bahwa larva positif paling banyak ditemukan pada kontainer yang berada di dalam rumah hal ini dapat dipengaruhi oleh sifat nyamuk Aedes yang sangat antropofilik sehingga lebih memilih untuk beristirahat di dalam rumah dan berkembang biak pada dalam rumah dan sekitar teras rumah. 21,22 Penelitian lain yang dilakukan oleh Cardo et al . di argentina juga menemukan bahwa pada wilayah urban nyamuk Aedes memiliki kecenderungan untuk berada pada kontainer yang teduh dan memiliki atap untuk menghindari paparan langsung dari sinar Hasil survei keberadaan tutup kontainer yang paling banyak larva positif ditemukan pada kontainer tidak tertutup yaitu . ,8%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Santoso et al . yang menyebutkan bahwa 18,3% positif larva ditemukan pada kontainer yang tidak tertutup hal ini disebabkan karena kontainer dengan tidak tertutup memudahkan nyamuk untuk meletekakkan telur secara langsung tanpa penghalang yang dapat menghalangi nyamuk untuk bertelur hal ini juga sesuai dengan gerakan 3M . enutup, mengubur , mengura. yang menjadi program kementrian kesehatan untuk melakukan pencegahan terhadap kepadatan larva vektor DBD di suatu wilayah. 24,25 Berdasarkan hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa responden dengan praktik PSN kategori baik lebih banyak dibandingkan dengan responden dengan praktik PSN kategori buruk dan rumah dengan positif larva lebih banyak ditemui pada responden dengan praktik PSN kategori baik . ,5%) sedangkan untuk responden dengan praktik PSN kategori buruk . ,5%). Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Sulaeman . pada wilayah kerja puskesmas Perumnas Antang di Makassar mengatakan bahwa tindakan PSN tidak mempengaruhi keberadaan larva nyamuk Aedes karena keberadaan vektor nyamuk Aedes terjadi dipengaruhi juga oleh pengaruh lingkungan seperti tempat-tempat yang potensial menjadi perkembangbiakan dan disukai nyamuk untuk bertelur. Berdasarkan analisis buffer pada 50 meter dan 100 meter yang dilakukan berdasarkan rata-rata jarak terbang nyamuk di Kelurahan Panggung ditemukan bahwa terdapat larva positif yang ditemukan di dalam radius kasus pada buffer 100 meter dan memiliki pola berkelompok sehingga dapat disimpulkan bahwa kejadian DBD di Kelurahan Panggung diestimasikan dan dihititung dari penderita lain yang masih dalam jangkaun terbang Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 88 of 90 27 Sedangkan untuk pola sebaran suhu air kontainer pada 12 kontainer positif larva diketahui bahwa kisaran suhu 25-300C hal ini menggambarkan bahwa suhu 25-300C merupakan suhu optimal untuk perkembang biakan nyamuk. 28 Hal ini sejalan dengan literature review yang dilakukan oleh Reinhold et al . diketahui bahwa pertumbuhan nyamuk Aedes akan berhenti pada suhu kurang dari 10 0C dan lebih dari 35 C nyamuk Aedes betina sudah tidak dapat terbang dengan maksimal dan hanya dapat bertahan pada periode yang singkat. Pola sebaran pH Air kontainer pada 12 kontainer diketahui bahwa pH berada pada kisaran 7-9 hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Multini et al . yang dilakukan pada breeding site di Sao Paolo menyebutkan bahwa pH air merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kelimpahan nyamuk Aedes dan pada beberapa sumber disebutkan bahwa larva Aedes tidak dapat bertahan pada pH yang terlalu basa atau pH>9 serta pH yang terlalu asam atau pH<3 dan akan berkembang optimal pada pH air netral. 30,31 Pola sebaran kasus DBD yang diukur dengan analisis average nearest neighbor (ANN) diketahui bahwa nilai ANN>1 hal ini menggambarkan bahwa pola sebaran kasus DBD pada Kelurahan Panggung memiliki pola dispersed/menyebar. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnama et al . yang menyebutkan bahwa ANN<1 yang berarti pola sebaran clustered/berkerumun dan penelitian Siga et al . yang mengatakan bahwa pola clustered/berkerumun sering terjadi pada daerah dengan kepadatan yang tinggi dan menunjukkan terdapat adanya potensial breeding site yang dapat meningkatkan transimisi demam DBD dan jarak rata-rata antar kasus DBD yang diukur dengan observed mean adalah 369,09 meter yang menggambarkan bahwa pola sebaran kasus satu dan kasus lainnya yaitu 369,09 meter karena pada beberapa literatur diketahui bahwa nyamuk Aedes betina dapat berpindah 250 to 750 meter sehingga pada buffer 369,09 meter di Kelurahan Panggung memiliki kemungkinan untuk adanya perpindahan nyamuk betina. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan Pembahasan diatas penelitian ini menyimpulkan bahwa kelurahan Panggung memiliki kepadatan larva sedang (DF=. dan RW dengan tingkat kepadatan tertinggi adalah RW 9 dengan kategori kepadatan larva tinggi (DF 6-. Karakteristik kontainer yang paling banyak ditemukan larva positif berdasarkan 12 kontainer dengan larva positif adalah rumah yang Ou 3 dengan kontainer . ,7%). Kontainer penampung air (TPA) paling banyak ditemukan . ,5%) adalah jenis bak mandi . ,2%) , bahan dasar plastic dan keramik . ,3%), warna terang . %),sumur bor . ,2%), dalam rumah . ,5%), tanpa tutup . ,8%). Praktik PSN pada Kelurahan Panggung adalah 57,5% berkategori baik dan 42,5 % berkategori buruk, responden dengan praktik PSN kategori baik lebih banyak ditemukan positif larva . ,5%) sedangkan untuk responden dengan praktik PSN kategori buruk hanya ditemukan positif larva . ,5%). Berdasarkan hasil dari overlay union buffer 50 dan 100 meter dari rumah kasus DBD. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat 2024, 4, 3 ISSN: 2807-8209 DOI: 10. 14710/jrkm. 89 of 90 ditemukan larva baik di dalam atau luar buffer 100 meter. Dengan larva positif dalam buffer 100 meter titik kasus mengindikasikan bahwa kasus pada RW 9 disebabkan oleh adanya migrasi vector DBD. Berdasarkan pengukuran karakteristik pada kontainer air dengan parameter suhu dan pH air yang dilakukan dengan overlay data suhu dan pH dengan titik kontainer positif diketahui bahwa suhu berada kisaran 25-300C dan pH berada pada kisaran 7-9 dengan tidak ditemukan larva positif pada RW 10. Pola persebaran kasus DBD di Kelurahan Panggung adalah dispersed dengan jarak rata-rata antar kasus DBD yaitu 369,09 meter. Referensi