Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 MOTIVASI KERJA. KEPUASAN KERJA. KOMITMEN ORGANISASI, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) (Studi Empiris Pada SMK Swasta Kecamatan Gayamsari Semaran. YULIATI. SE. MM yuliatidewayanto@gmail. Program Studi Manajemen. STIE Pelita Nusantara Semarang ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior (OCB) dan komitmen organisasi sebagai mediasi. Penelitian dilaksanakan pada guru SMK Kecamatan Gayamsari Semarang dengan jumlah sampel 160 Teknik analisis yang digunakan adalah teknik Structural Equation Model (SEM) dengan software AMOS Ver 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan kausalitas antar variabel-variabel secara signifikan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa variabel motivasi dan komitmen merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karena sebagai dorongan mental yang di miliki oleh seorang dalam melakukan pekerjaan sebagai guru. Tetapi sikap sukarela sebagai wujud kepuasan kerja harus dikedepankan demi kepentingan Kesemuanya ini akan mampu membawa peserta didik untuk lebih belajar dengan sungguh-sungguh. Kata Kunci :Motivasi Kerja. Kepuasan Kerja. Komitmen Organisasi, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) ABSTRACT The purpose of this study to analyze the influence of work motivation, job satisfaction on organizational citizenship behavior ( OCB ) and organizational commitment as implemented in vocational teachers mediasi. Penelitian Gayamsari District Semarang with a sample of 160 Teknik analysis technique used is Structural Equation Model ( SEM ) with software AMOS Ver 22. Hasil this study indicate that the causal relationships between variables significantly. The results of this study explains that variabel motivation and commitment is an important factor for improving the quality of learning , because as mental stimulation which is owned by a person in doing voluntary work as guru. But attitude as a form of job satisfaction should be encouraged in the interests of the organization. All of these will be able to bring more students to study in earnest . Keywords :Work Motivation. Job Satisfaction . Organizational Commitment , and Organizational Citizenship Behaviour(OCB) Pendahuluan Salah satu masalah yang hingga kini masih menjadi persoalan bangsa Indonesia adalah isu seputar kebijakan pendidikan. Pendidikan di Indonesia menghasilkan alumni yang siap SMU/SMK tidak siap memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia Isu mutu pendidikan terkait dengan kualitas guru dan tenaga Dalam pendidikan yang lebih baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya, sehingga kinerja guru menjadi tuntutan Menurut Mathis dan Jackson . , kinerja individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu: kemampuan individual untuk melakukan pekerjaan, tingkat dukungan organisasi. Kinerja maksimal merupakan tingkat usaha guru yang ditunjukkan tidak hanya dalam perilaku in-role tapi juga extra-role yang disebut sebagai behavior(OCB). Menurut Organ . dan Robbins . OCB itu sendiri berarti suatu perilaku atau sikap sukarela sebagai wujud dari kepuasan karyawan berdasarkan performa, yang dilakukan dalam organisasi dan perilaku sukarela yang dilakukannya ini tidak berkaitan secara langsung dengan sistem penghargaan yang formal. Menurut Podsakoff, dkk . , faktor yang mempengaruhi OCB . eliputi motivasi, kepuasan kerja, organisasi, kepribadia. Sedangkan menurut Luthans . motivasi adalah proses sebagai langkah awal seseorang melakukan tindakan akibat kekurangan secara fisik dan psikis, ditunjukkan untuk memenuhi tujuan Kegiatan yang dilakukan seseorang didorong dalam diri orang tersebut, kekuatan pendorong inilah yang disebut motivasi. Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan belajar dengan sungguhsungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi kerja guru bisa di artikan sebagai dorongan mental yang di milikioleh seorang guru dalam melakukan pekerjaan sebagai Dengandemikian disimpulkan bahwa motivasi adalah sesuatu yang menimbulkansemangat untuk mencapai tujuan. Jadi motivasi yangmembuat diri pribadi guru kegiatan belajar mengajar agar rencana(Hasibuan,2. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Sedangkan menurut Robbins . Motivasi adalah proses yang berperan pada intensitas, arah, dan lamanya berlangsung upaya individu kearah pencapaian sasaran. Intensitas terkait dengan seberapa keras seseorang berusaha, upaya tersebut harus disalurkan kepada arah yang benar pula, agar dapat memenuhi pencapaian sasaran. Motivasi kerja merupakan proses sedangkan kepuasan kerja merujuk kepada perasaan positif terpenuhinya harapan atas pekerjaan yang Saat individu termotivasi dan ada kepuasan, maka individu akan berusaha melakukan aktivitas pekerjaan yang lebih baik lagi, bahkan pekerjaan yang bukan menjadi tugas utamanya. Kepuasan kerja merupakan hal yang sangat personal, artinya yang paling dapat merasakan hanyalah yang bersangkutan saja dan sifatnya tidak selalu sama antara orang yang satu dengan yang lain. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan pada karyawan Terlihat positif karyawan dalam pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan pekerjaannya. (Handoko. Krietner dan Kinicki . menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan respon afektif atau emosional dari sebuah pekerjaan. Faktor yang menyebabkan kepuasan pemenuhan kebutuhan, pencapaian tujuan, deviasi dari yang seharusnya diterima dengan yang didapatkan, dan keadilan. Robbins dan Judge . mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perasaan positif pada suatu pekerjaan, yang merupakan dampak atau hasil evaluasi dari berbagai aspek pekerjaan tersebut. Kepuasan kerja akan meningkatkan komitmen organisasi. Allen dan Meyer . mengajukan tiga organisasi dan direfleksikan dalam commitment, normative commitment. Dalam dunia kerja komitmen sangatlah penting, karena seberapa jauh komitmen karyawan terhadap organisasi tempat mereka bekerja, sangatlah menentukan organisasi itu dalam mencapai tujuannya. Semakin tinggi komitmen maka kinerja akan komitmen organisasi berpengaruh (Laurensia, 2. Sedangkan menurut Christina T. komitmen dapat tercapai apabila individu dalam organisasi sadar akan hak dan kewajibannya dalam organisasi tanpa melihat jabatan dan kedudukan masingmasing individu, karena pencapaian tujuan organisasi merupakan hasil kerja semua anggota organisasi yang bersifat kolektif. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi dan pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja dan organizational citizenship behaviour (OCB). Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Kajian Pustaka Dan Pengembangan Hipotesis Motivasi Kerja Motivasi kerja terdiri dari dua kata yaitu motivasidan kerja. Motivasi pemberian daya penggerak yang seseorang agar mampu bekerjasama dengan efektif dan terintegrasi dengan segala daya dan upayanya untuk mencapai kepuasan. Kerja adalah sejumlah aktivitas fisik dan mental untuk mengerjakan suatu (Hasibuan. Motivasi sebagai keadaan dalam diri individu yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Motivasi yang ada pada seseorang akan diwujudkan dalam satu perilaku yang diarahkan pada tujuan (Herzberg dalam Robbins, 2. Teori motivasi menurut pendapat David Mc Clelland dalam Robbins . dijelaskan bahwa setiap orang mempunyai 3 . jenis kebutuhan di tempat kerja, yaitu : Kebutuhan akan prestasi . eed for achievement = n. Ac. Kebutuhan ini akan mendorong seseorang untuk mengembangkan kreativitas dalam menggerakakan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya untuk mencapai prestasi optimal. Kebutuhan akan afilisiasi . eed for affiliation = n. Kebutuhan ini menjadi daya penggerak yang memotivasi seseorang karena setiap orang menginginkan . kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain di lingkungan ia berada . ense of belongin. , . kebutuhan akan perasaan dihormati . ense of perasaan maju dan tidak gagal . kebutuhan akan perasaan ikut serta . ense of participatio. Kebutuhan akan kekuasaan . eed for power = n. Po. Kebutuhan ini merupakan daya penggerak untuk semua kemampuan untuk mencapai kekuasaan atau kedudukan yang Dari beberapa definisi para ahli yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang yang termotivasi, orang tersebut akan melakukan pekerjaannya dengan baik untuk keberhasilan perusahaan. Kerja keras yang dilakukan dengan adanya dorongan atau motivasi akan menghasilkan sebuah kepuasan tersendiri bagi karyawan. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan halyang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku MenurutKreitner dan Kinicki ada . yaitu sebagai berikut : Pemenuhan kebutuhan (Need Kepuasan memberikan kesempatan pada Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Perbedaan (Discrepancie. Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan perbedaan antara apa yang Apabila harapan lebih besar dari apa yang diterima, orang tidak akan Sebaliknya individu akan puas bila menerima manfaat diatas harapan. Pencapaian (Value Kepuasan merupakan hasil dari persepsi pekerjaan yang memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting. Keadilan (Equit. Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan di tempat kerja. Komponen genetik (Genetic component. Kepuasan kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. Hal ini menyiratkan perbedaan sifat individu mempunyai arti penting untuk menjelaskan kepuasan kerja disamping karakteristik lingkungan pekerjaan. Berkaitan dengan masalah kepuasan mempengaruhi diantaranya adalah sistem imbalan yang tidak adil perlakuan yang tidak sama baik dalam reward maupun punishment merupakan sumber kepuasan atau ketidakpuasan pegawai (Suwardi dan Joko Utomo, 2. Dari beberapa definisi para ahli yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah sikap atau perilaku dari seseorang yang menimbulkan rasa menyenangkan dari pekerjaanpekerjaan yang mereka kerjakan. Hal tersebut merupakan hasil persepsi mereka yang erat kaitannya imbalan-imbalan mereka yakni akan mereka terima setelah melakukan pekerjaan. Kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri, kepuasan dengan promosi, kepuasan dengan gaji, kepuasan dengan atasan dan kepuasan dengan rekan kerja (Luthans, 2. Dari beberapa definisi para ahli yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan yang didapat bukan ditentukan dari pemberi kerja, tetapi dari karyawan itu sendiri, apakah bagi mereka hal yang diberikan perusahaan sudah dapat memenuhi kepuasan mereka. Komitmen Organisasi Keberhasilan pengelolaan organisasi sumber daya manusia. Seberapa jauh organisasi tempat mereka bekerja, sangatlah menentukan organisasi itu Komitmen menurut Robbins . adalah sebagai suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuantujuannya serta berniat memelihara Sedangkan Miftahun . komitmen organisasi bukan sekedar loyalitas karyawan yang pasif terhadap organisasi, tetapi juga Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 karyawan dengan organisasi secara aktif, yang ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam kegiatan organisasi dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Menurut Allen dan Meyer . ada tiga komponen dalam komitmen yaitu : Affective. Komitmen affektive merupakan proses sikap dimana hubungannya melibatkan diri mempertimbangkan kesesuaian antara nilai dan tujuannya Komitmen affektive yang berkaitan dengan aspek identifikasi, dan keterlibatan karyawan dalam Continuance. Komitmen karyawan tentang kerugian yang akan dihadapinya jika ia Komitmen kehilangan manfaat yang biasa diperoleh dari organisasi. Normative. Komitmen yang muncul karena karyawan merasa Komitmen normative merupakan perasaanperasaan seperti tanggungjawab, loyalitas, atau kewajiban moral terhadap organisasi. Komitmen dapat tercapai apabila individu dalam organisasi sadar akan hak dan kewajibannya dalam organisasi tanpa melihat jabatan dan kedudukan masing-masing individu, karena pencapaian tujuan organisasi merupakan hasil kerja semua anggota organisasi yang bersifat kolektif (Christina , 2. Berdasarkan definisi komitmen organisasi tersebut maka dapat organisasi bukan sekedar loyalitas karyawan yang pasif terhadap karyawan dengan organisasi secara aktif, yang ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam kegiatan organisasi dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Organizational Citizenship Behaviour (OCB) Bateman dan Organ adalah tokoh yang pertama kali menggunakan istilah ini untuk menggambarkan konsep perilaku OCB. Adapun definisi yang diberikan terhadap OCB extra-role bermanfaat yang dilakukan atas kemauan karyawan sendiri, terlepas dari ketentuan atau kewajiban yang dibebankan kepadanya dengan tujuan untuk membantu orang lain dalam mencapai tujuan organisasi (Bateman dan Organ dalam Organ. Istilah Organizational Citizenship Behavior (OCB)pertama kali diajukan oleh Organ . , yang mengemukakan lima dimensi primer dari OCB: Altruism yaitu perilaku membantu rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaannya, misalnya bersedia secara sukarela membantu rekan kerja yang kurang paham dan rekan kerja baru, membantu rekan kerja yang mendapat pekerjaan overload, mengerjakan pekerjaan rekan kerja yang tidak Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 masuk tanpa ada paksaan pada tugas-tugas yang berkaitan erat denganoperasi-operasi Courtesy mencegah terjadinya masalah yang berkaitan dengan hubungan pekerjaan, misalnya karyawan segala dampak dari apa yang dilakukannya terhadap rekan kerja yang lain yang berkaitan dengan hubungan pekerjaan itu. Civic Virtue yaitu perilaku berpatisipasi dalam aktivitas kehidupan perusahaan, misalnya menghadiri pertemuan yang tidak diperlukan bagi dirinya tetapi bermanfaat bagi perusahaan, bersedia mengikuti atau mentaati perubahan-perubahan Conscientiousness yaitu dedikasi untuk bekerja dan mencapai hasil diatas standar yang ditetapkan, misalnya bekerja sepanjang hari, tidak membuang waktu, mentaati semua peraturan perusahaan, melakukan pekerjaan yang tidak menjadi tanggung jawabnya. Sportmanship yaitu perilaku sesuatu yang mengarah positif untuk perusahaannya. Dari beberapa definisi para ahli yang dikemukakan di atas, dapat OCB merupakan perilaku yang bersifat sukarela, bukan merupakan tindakan yang terpaksa terhadap hal-hal yang mengedankan kepentingan pribadi. Hubungan Motivasi Kerja Dengan Komitmen Organisasi Pemberian motivasi yang tepat melaksanakan tugasnya, karena pribadi para anggota organisasi akan terpenuhi pula. Dengan motivasi yang tinggi akan menciptakan sebuah komitmen terhadap apa yang menjadi tanggungjawabnya dalam menyelesaikaan setiap pekerjaan (McNeese Smith et al, 1. Menurut Sopiah . dalam organisasi yaitu diantaranya adalah nilai-nilai berdasarkan adanya kesamaan. Setiap anggota organisasi memiliki kesempatan yang sama,misalnya untuk promosi maka dasar yang digunakan untuk promosi adalah kemampuan, keterampilan, minat, motivasi,kinerja. Dengan mempunyai hubungan yang penting motivasi merupakan salah satu aspek proses terjadinya komitmen Sedangkan Hersey dalam Musparni . mengungkapkan ada mempengaruhi komitmen pegawai yaitu : faktor usia, faktor pengalaman kerja, faktor iklim kerja, faktor motivasi kerja yang merupakan daya gerak yang mencakup dorongan, alasan dan Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 kemauan yang timbul dalam diri seseorang yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Berdasar pendapat ahli di atas salah satunya yaitu faktor motivasi kerja. Motivasi kerja secara positif dapat berpengaruh pada komitmen kerja Dapat diartikan terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan komitmen organisasi. Jika motivasi karyawan tinggi, maka Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 :Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hubungan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Organisasi Penelitian yang dilakukan oleh Azeem . telah memberikan kontribusi terhadap teori perilaku Temuan informatif dalam menjelaskan aspek faktor-faktor yang berkontribusi Kepuasan kerja ditemukan sebagai prediktor dari komitmen organiasi, oleh sebab itu organisasi harus mempertimbangkan faktor kepuasan kerja yang memiliki dampak kuat pada komitmen organisasi, dalam hal ini ditemukan adanya hubungan yang positif atara kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Hal ini menyiratkan bahwa jika kepuasan kerja meningkat maka komitmen organisasi akan ikut meningkat. Hasil penelitian yang dilakukan Dwi Lusi . berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Jika kepuasan kerja semakin tinggi, komitmen organisasi yang ada. Komitmen keterlibatan karyawan sesuai dengan peran dan tanggung jawab dalam organisasi, mempunyai kesamaan nilai-nilai organisasi , peduli dengan nasib Sehingga karyawan akan merasa puas untuk Teori yang disampaikan Luthans . bahwa jika variabel yang positif terhadap kepuasan kerja yaitu tipe pekerjaan itu sendiri, gaji dan bayaran, kesempatan mendapat promosi, atasan mereka dan rekan kerja dapat terpenuhi, maka komitmen terhadap organisasi akan timbul dengan baik. Sehingga kepuasan kerja berkorelasi positif Selanjutnya Pahmi. Idrus. Mahlia . pegawai merasa puas dengan gaji yang diterima, merasa senang dengan promosi jabatan. Hubungan yang baik antar pegawai menyebabkan pegawai merasa puas Hasil dari penelitiannya signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Sedangkan dilakukan oleh A Soegihartono . menemukan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap komitmen. Semakin puas karyawan maka akan meningkatkan Dimana kepuasan kerja dipengaruhi melalui faktor kerja yang secara mental menantang, imbalan yang pantas. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 kondisi kerja yang mendukung, rekan sekerja yang mendukung, dan adanya kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat H2 : Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Organizational Citizenship Behavior Organizational Citizenship Behavior dapat timbul dari berbagai faktor dalamorganisasi, di antaranya karena adanya kepuasan kerja dan komitmen karyawan(Robbin & Judge, 2. Ketika karyawan merasa puas dengan apa yang ada dalam organisasi, maka karyawan akan memberikan hasil kinerja yang maksimal dan terbaik. Begitu juga dengan karyawan yang memiliki komitmen tinggi pada organisasi, akan melakukan apapun untuk memajukan perusahaan karena yakin danpercaya pada organisasi di mana karyawan tersebut bekerja (Luthans, 2. Karyawan yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan, maka karyawan tersebut dengan sepenuh hati memiliki kepuasan dalam bekerja, dan rela melakukan tindakan yang bertujuan memajukan Reilly dan J. Chatman . dalam Luthans . komitmen organisasi secara jelas berhubungan dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Sedangkan menurut Merry Ristiana M . komitmen organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai H3 :Komitmen organisasi berpengaruh positif terhadapOCB Hubungan Motivasi Kerja Dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Motivasi karyawan adalah indikator kinerja inti dalam sumber daya manusia, karena memiliki hubungan yang kuat dengan produktivitas. Motivasi seorang untuk bekerja kompleks karena melibatkan faktorfaktor Faktor meliputi kebutuhan, tujuan dan Sedangkan yang termasuk pada pembayaran, keamanan, rekan kerja, pengawasan, pujian dan pekerjaan itu sendiri (Gomes 1. Hasil Muhammad Aslinda. menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik keduanya berpengaruh terhadap OCB tetapi pengaruh langsung motivasi intrinsik lebih besar dari pengaruh langsung motivasi ekstrinsik. Demikian pula temuan Mohammadreza . menyimpulkan bahwa motivasi terhadap OCB. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 H4 :Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap OCB Pengaruh Antara Kepuasan Kerja Dengan OCB Sumber daya manusia merupakan bagian dalam organisasi yang memiliki peranan yang penting dalam menentukan pencapaian hasil sesuai dengan tujuan organisasi Dengan mengetahui kepuasan kerja karyawan, melalui respon karyawan tersebut terhadap rencana yang telah ditetapkan oleh organisasi, hal ini dapat menjadi umpan balik yang berharga bagi Kepuasankerja (Robbins. Temuan penelitian Organ terkait dengan pengaruh kepuasan terhadap OCB adalah Werner menegaskan bahwa hanya karyawan puas tampaknya lebih cenderung menampilkan perilaku positif yang dapat secara efektif berkontribusi Kepuasan kerja memiliki hubungan sikap yang paling kuat dengan OCB (Organ dan Ryan. Karyawan akan cenderung menampilkan perilaku organisasi yang lebih yaitu mereka merasa puas dengan pekerjaan mereka. Demikian pula temuan Mohammad . dan Saepung dkk. dimana kepuasan kerja baik intrinsik maupun ekstrinsik berpengaruh OCB. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai H5 : Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap OCB Metode Penelitian Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli dan data pertanyaan penelitian yang sesuai dengan keinginan peneliti (Fuad MasAoud, 2. Data primer dalam penelitian ini adalah data guru yang berjumlah 160 orang. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK Kecamatan Gayamsari Semarang berjumlah 320 Teknik Analisis Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM (Struktural Equation Modellin. yang dioperasikan melalui program AMOS 22, dengan terlebih dahulu dimensidimensinya dengan confirmatory factor analysis . nalisis faktor Dalam model SEM mendapatkan dan mengevaluasi kecocokan model yang diajukan. Setelah diketahui semua hasil pengolahan data, selanjutnya akan dibahas dan yang terakhir adalah menarik kesimpulan yang didasarkan pada hasil analisis tersebut. Untuk Regression Weight. Identitas Responden Responden dalam penelitian ini guru SMK Kecamatan Gayamsari Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 sejumlah 160 orang. Jumlah guru SMK 160 orang berpartisipasi dalam berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan masa kerja sebagai guru di SMK Kecamatan Gayamsari. Keempat aspek demografi tersebut mempunyai peran penting dalam Guru SMK Kecamatan Gayamsari Semarang. Analisis terhadap data jenis kelamin responden perlu untuk dilakukan karena adanya mayoritas untuk guru produktif di SMK berhubungan dengan jurusan bidang Jurusan tersebut antara lain teknik komputer dan jaringan, otomotif, listrik, elektronika, teknik audio video yang sementara ini masih didominasi oleh guru lakilaki. Usia responden pada saat menjadi 5 kelompok, yaitu kurang dari 30 tahun, 31-35 tahun, 36-40 tahun, 41-45 tahun, dan lebih dari 45 Responden dengan tingkat pendidikan yang tinggi mampu bekerja dengan tingkat kesulitan dan tanggung jawab yang lebih tinggi (Robbins, 2. Sebagian besar responden . ,33%) adalah lulusan S1. Hal ini sesuai dengan kebutuhan guru SMK , dimana dalam proses rekrutmen membutuhkan pendidikan terakhir minimal sarjana (S. Sebagian besar responden memiliki masa kerja 11Ae 20 tahun . %). Hal ini menjadi indikasi bahwa sebagian besar responden di tempat penelitian memiliki loyalitas yang tinggi dan tingkat pengunduran diri . urn ove. yang rendah. Hasil Penelitian Hasil Analisis Konfirmatory full model SEM dengan menggunakan AMOS seperti tampak pada gambar Hasil analisis konfirmatory pada gambar di atas terlihat bahwa nilai chi square yang dihasilkan 212. Angka ini dinyatakan kecil karena lebih kecil dari nilai chi square tabel yang diperoleh dengan = 0,05 dan degree of fredom sebesar 184, diperoleh nilai chi square tabel Dengan membandingkan chi square hitung dengan chi square tabel . 969<216. , maka model dapat dinyatakan layak (Gozali , 2. Berdasarkan hasil yang disajikan dalam tabel 1 terlihat bahwa nilai chi square 212,969 dengan probabilitas 0,071 menunjukkan bahwa model yang digunakan dapat diterima sebagai model persamaan struktural yang baik. Indeks pengukuran GFI. TLI. CFI, dan RMSEA berada dalam Dengan demikian uji kelayakan model SEM sudah memenuhi syarat penerimaan. Pengujian menggunakan SEM (Tabel . , dengan cara menganalisis nilai regresi (Regression Weights Analisis Structural Equation Modelin. Pengujian hipotesis ini adalah dengan menganalisis nilai Critical Ratio (CR) dan nilai Probability (P) hasil olah data, dibandingkan dengan batasan statistik yang disyaratkan, yaitu diatas 1,96 untuk nilai CR dan dibawah 0,05 untuk nilai P . Apabila hasil olah data menunjukkan nilai yang memenuhi syarat tersebut, maka hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Kesimpulan Berdasarkan sebanyak 5 hipotesis yang dibangun, secara empiris terbukti signifikan, walau pada tingkat signifikan yang berbeda-beda. Hipotesis pengaruhmotivasi kerja terhadap komitmen organisasi telah teruji Temuan ini mendukung hasil penelitiannya Sopiah . hubungan positif yang signifikan antara motivasi kerja dan komitmen Hasil penelitian yang dilakukan oleh Musparni . berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Hipotesis pengaruhantara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi telah teruji signifikan. Hal ini mendukungpenelitian yang dilakukan oleh Azeem . menemukan hubungan positif antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Penelitian Dwi Lusi . Selain itu hasil penelitian Luthans . adalah kepuasan kerja berhubungan positif terhadap komitmen organisasi. Pengujian hipotesis yang dilakukan pengaruhantara komitmen organisasi dengan organizational citizenship (OCB). Hal mendukungpenelitian Robbin dan Judge. organizational citizenship behavior (OCB). Selain itu Merry Ristiana M komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behavior (OCB) Pengujian hipotesis yang dilakukan membuktikan bahwa ada pengaruh antara motivasi kerja dengan organizational citizenship behavior (OCB). Hal ini mendukung penelitian Muhammad dan Aslinda. menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational citizenship (OCB). Sedangkan penelitian menurut Mohammadreza . hasilnya ada pengaruh yang behavior (OCB). Pengujian hipotesis yang dilakukan membuktikan bahwa ada pengaruh antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior (OCB). Hal ini mendukungpenelitian Organ dan Lingl . yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Selain itu hasil Mohammad . dan Saepung dkk. kepuasan kerja mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap OCB. Implikasi Temuan dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa variabel motivasi dan komitmen merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas dorongan mental yang harus di miliki oleh seorang guru dalam profesinya sebagai guru. Namun harus dibarengi dengan sikap sukarela (OCB) sebagai wujud dari adanya kepuasan kerja. Sikap ini kepentingan lembaga pendidikan dimana guru tersebut bekerja. Serat Acitya Ae Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang ISSN : 2302-2752. Vol. 5 No. 1, 2016 Kesemuanya ini akan mampu membawa peserta didik untuk lebih belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian guru mampu peningkatan kualitas lulusan. Agenda Penelitian Mendatang Penelitian mendatang hendaknya mengarahkan pada obyek penelitian yang lebih luas dengan mengambil obyek semua lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Semarang. Perlu menambah atau memasukkan variabel lain yang mempengaruhi citizenship behavior (OCB). Daftar Pustaka