Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education Volume 1 Number 1. Mei . DOI : Peran Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia Nurdewi Asyarotun1*. Miftahul Ardiansyah 2. Armin Subhani3 TK Asy-Syifa Keruak1. Universitas Hamzanwadi2,3. Lombok Timur. Indonesia Email: nurdewiasyarotun@gmail. com1*, miftahulardiansyah20@gmail. arminsubhani@hamzanwadi. Riwayat Artikel Abstrak Dikirim : 6/5/2025 Direvisi : 8/5/2025 Diterima : 23/5/2025 Dipublikasi : 31/5/2025 Sistem pendidikan Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan, dengan kebijakan baru pada tahun 2025 yang bertujuan untuk menciptakan pendidikan yang lebih adil dan berkualitas bagi generasi masa depan yang cerdas dan Adapun penelitian ini bertujuan untuk membahas kontribusi guru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan teknik studi literatur dari berbagai penelitian yang sudah ada dimana peneliti memberikan penjabaran tentang peran guru dalam meninigkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Guru memegang peranan penting dalam sistem pendidikan Indonesia, yaitu mengubah kepribadian, moral, dan nilai-nilai sosial siswa menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing. Guru menguasai teknologi, menciptakan pembelajaran interaktif, dan mendorong keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis dan kolaborasi. Untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan guru, diperlukan upaya berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Program pelatihan, sertifikasi, kenaikan gaji, dukungan hukum, dan pemanfaatan teknologi pendidikan merupakan langkah konkret. Dengan dukungan dan komitmen yang optimal, guru dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan sistem pendidikan yang bermutu, inklusif, dan Peningkatan peran dan kapasitas guru merupakan kunci kemajuan pendidikan dan masa depan bangsa. Kata Kunci : Peran Guru. Peningkatan Mutu Pendidikan. Kompetensi dan Profesionalisme Guru Keywords : Role of Teachers. Improving the Quality of Education. Competence and Professionalism of Teachers Abstract The Indonesian education system is undergoing a significant transformation, with a new policy in 2025 aimed at creating a fairer and more quality education for the intelligent and characterful future generation. This study aims to discuss the contribution of teachers in efforts to improve the quality of education. The method used in this study uses literature study techniques from various existing studies where researchers provide an explanation of the role of teachers in improving the quality of education in Indonesia. Teachers play an important role in the Indonesian education system, namely changing the personality, morals, and social values of students into intelligent, integrated, and competitive Teachers master technology, create interactive learning, and encourage 21st century skills such as critical thinking and collaboration. improve teacher competence, professionalism, and welfare, ongoing efforts are needed from the government, schools, and society. Training programs, certification, salary increases, legal support, and the use of educational technology are concrete steps. With optimal support and commitment, teachers can make a significant contribution to creating a quality, inclusive, and adaptive education system. Increasing the role and capacity of teachers is the key to the progress of education and the future of the nation. A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License (CC BY 4. license Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: x-x . P-ISSN: x-x PENDAHULUAN Sistem pendidikan Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan, dengan kebijakan baru pada tahun 2025 yang bertujuan untuk menciptakan pendidikan yang lebih adil dan berkualitas bagi generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter. Namun. Indonesia masih menghadapi masalah struktural dan filosofis, seperti kesenjangan akses pendidikan, kualitas guru yang belum memadai, dan kurangnya relevansi dengan dunia kerja modern. Daerah terpencil menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu karena jarak, keterbatasan fasilitas, dan infrastruktur, sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan kualitas Guru di daerah terpencil sering kali tidak memiliki pelatihan dan sertifikasi yang memadai, yang berdampak pada motivasi dan efektivitas mereka dalam mengajar. Kurikulum saat ini kurang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, yang lebih menekankan menghafal daripada keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Tekanan psikologis dan kesehatan mental juga menjadi tantangan yang signifikan, dengan ujian nasional dan tuntutan akademis yang tinggi menyebabkan tekanan psikologis pada siswa dan guru. Ketimpangan digitalisasi menjadi masalah lain, dengan tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan internet, yang memperlebar kesenjangan dalam kualitas pendidikan. Pengelolaan anggaran yang tidak efisien menjadi kendala lain dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Mengatasi tantangan ini sangat penting untuk memastikan sistem pendidikan yang lebih adil dan efektif bagi semua warga negara. Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan Indonesia, karena guru tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pengelola pembelajaran. Guru menerapkan kurikulum, memanfaatkan teknologi pembelajaran, dan memotivasi siswa untuk mencapai potensinya secara maksimal. Di era Society 5. 0, guru harus beradaptasi dengan media dan metode pembelajaran yang inovatif. Peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, sertifikasi, dan kesejahteraan guru sangat penting untuk mencapai kinerja yang optimal. Guru juga membentuk karakter siswa melalui pendidikan nilai-nilai moral, etika, dan sosial, serta menumbuhkan kecerdasan akademis, integritas, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan akses, kualitas guru, relevansi kurikulum, tekanan psikologis, dan kesenjangan digital. Penanganan berbagai masalah tersebut sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi prioritas untuk melahirkan generasi penerus unggul yang siap menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penanganan berbagai masalah tersebut sangat penting untuk keberhasilan pendidikan Indonesia. Adapun penelitian ini bertujuan untuk membahas kontribusi guru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan METODE Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan teknik studi literatur dari berbagai penelitian yang sudah ada dimana peneliti memberikan penjabaran tentang peran guru dalam meninigkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Studi literatur adalah pendekatan dimana peneliti mencari beberapa teori dari referensi-referensi yang relevan dengan topik pembahasan atau masalah yang ditemukan. Disini peneliti menggunakan jenis data sekunder atau data pendukung yang bersumber dari literatur atau referensi-referensi yang ada. Referensi yang dimaksud ialah referensi yang didapat dari buku, jurnal, artikel laporan penelitian maupun berbagai situs di Tujuan dari adanya studi literatur yaitu untuk memperkuat masalah yang ditemukan sebagai dasar teori untuk melakukan studi. Peneliti melakukan analisis data dengan cara mengumpulkan data atau informasi mengenai topik pembahasan yang ditemukan dan menyaringnya sesuai dengan konteks yang tengah diteliti untuk dijadikan sebagai kesimpulan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Guru memegang peranan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui transfer ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter siswa. Guru harus menguasai materi, menciptakan suasana Volume 1 | Issue 1 | May, 2025 Nurdewi Asyarotun. Miftahul Ardiansyah. Armin Subhani / Peran Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia belajar yang kondusif, serta memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran yang interaktif. Guru juga berperan sebagai panutan dalam hal sikap, etika, dan nilai moral, serta membimbing siswa agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas moral yang kuat. Di era digital, guru harus menjadi fasilitator, motivator, dan inovator, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, mendorong keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan mandiri, serta mengarahkan siswa untuk menggunakan teknologi secara positif dan produktif. Peran guru sebagai pendidik dan tenaga kependidikan tidak dapat dipisahkan, dan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesi sangat penting untuk mendukung peran tersebut serta menciptakan pendidikan yang bermutu. Mutu pendidikan sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan membentuk karakter siswa. Dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan, menciptakan suasana kelas yang positif, aman, dan inklusif, serta menyediakan berbagai sumber belajar. Mereka juga mendorong partisipasi siswa melalui diskusi kelompok, proyek berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis permainan. Guru juga berperan dalam memotivasi siswa dengan memberikan dorongan, pujian, dan penghargaan atas usaha mereka, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membantu mereka memahami tujuan pembelajaran. Mereka juga membantu siswa menghubungkan materi dengan kehidupan nyata dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Baik guru maupun siswa mendapat manfaat dari lingkungan belajar yang mendukung, karena motivasi yang kuat dari dalam diri dan lingkungan belajar yang mendukung sangat penting untuk hasil belajar yang optimal. Sebagai kesimpulan, peran guru sebagai fasilitator dan motivator memungkinkan mereka untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi, dan hasil belajar secara keseluruhan. Selain itu. Guru harus terus mengembangkan diri melalui pelatihan, lokakarya, dan kegiatan pengembangan profesional untuk menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan zaman. Mereka juga memimpin perubahan di sekolah dengan memulai dan menerapkan perubahan dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan budaya sekolah yang inklusif, sekaligus mendorong kolaborasi dengan komunitas sekolah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif. Guru juga membawa perubahan sosial melalui pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai sosial seperti empati, toleransi, dan inklusivitas, yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam perubahan masyarakat yang positif. Sebagai kesimpulan, guru memiliki tanggung jawab strategis untuk memimpin dan mendorong inovasi pendidikan dan pembelajaran seumur hidup, serta menciptakan generasi yang kompetitif dan positif untuk menghadapi tantangan masa depan. Guru juga berperan sebagai pembimbing moral dan etika, yang membimbing siswa untuk memahami dan menghayati nilai-nilai seperti kejujuran, toleransi, kerja sama, dan integritas. Guru membantu siswa mengembangkan kesadaran akan pentingnya mematuhi norma-norma sosial dan nilainilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga menanamkan rasa kebangsaan, menumbuhkan jati diri bangsa yang kuat, dan berperan aktif dalam pembangunan nasional. Pendidikan karakter yang dibina oleh guru meliputi aspek religius, jujur, disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab, yang membantu siswa menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, dewasa secara emosional, dan sosial. Guru juga memiliki pendekatan personal, memahami latar belakang, minat, dan kepribadian siswanya untuk melaksanakan pembangunan karakter secara efektif. Dengan demikian, guru merupakan tokoh sentral dalam membentuk karakter siswa yang berintegritas dan bertanggung jawab, yang sangat penting bagi keberhasilan akademis dan sosialnya serta kemajuan bangsa. Penilaian pembelajaran yang efektif dan objektif sangat penting bagi guru, mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa secara berkala dengan menggunakan teknik yang valid dan reliabel. Penilaian ini mengukur aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif tentang perkembangan siswa. Guru harus memastikan penilaian dilakukan secara objektif tanpa bias, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memberikan umpan balik yang membangun. Guru berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui manajemen kurikulum yang tepat dan evaluasi yang akurat, yang pada akhirnya mendukung pengembangan potensi siswa yang Tantangan yang Dihadapi Guru di Indonesia May, 2025 | Issue 1 | Volume 1 29 Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: x-x . P-ISSN: x-x Guru di Indonesia menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas dan pemerataan pelatihan, kesejahteraan dan apresiasi, beban administratif, keterbatasan sarana dan prasarana, perubahan kurikulum, serta tuntutan teknologi. Kualitas dan pemerataan pelatihan guru belum merata, yakni hanya 30% guru yang mengikuti pelatihan dalam satu tahun terakhir. Hal ini mengakibatkan kesenjangan kompetensi antarguru, yang berdampak pada kualitas pendidikan di berbagai daerah. Rendahnya kesejahteraan dan apresiasi guru menjadi masalah penting lainnya, dengan 42,4% guru menerima gaji kurang dari Rp2 juta per bulan, yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama di daerah perkotaan dengan biaya hidup yang tinggi. Beban kerja yang tinggi dan minimnya apresiasi dari masyarakat dan pemerintah turut menurunkan semangat guru dalam menjalankan tugasnya. Kondisi ini diperparah dengan ketidakpastian status guru honorer yang berkontribusi besar terhadap pendidikan namun menghadapi risiko kehilangan pekerjaan akibat kebijakan Non ASN 2025. Beban administratif yang tinggi menjadi tantangan utama guru lainnya, karena mereka harus menangani berbagai tugas administratif yang menyita banyak waktu dan tenaga, sehingga mengurangi fokus mereka terhadap proses pembelajaran. Pakar pendidikan Prof. Rhenald Kasali berpendapat, reformasi manajemen administrasi diperlukan agar guru dapat lebih fokus pada pengajaran dan pengembangan siswa. Keterbatasan sarana dan prasarana di banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, menjadi tantangan utama bagi guru. Sekitar 60% sekolah di daerah terpencil masih kekurangan sarana dan akses teknologi yang memadai untuk mendukung pembelajaran digital, sehingga menghambat pembelajaran yang efektif dan inovatif. Perubahan kurikulum yang dinamis dan tuntutan penguasaan teknologi juga menjadi tantangan bagi guru di Indonesia. Mereka harus terus beradaptasi dan menerapkan kurikulum baru secara efektif, sementara keterbatasan pelatihan dan akses teknologi menjadi kendala untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Upaya Peningkatan Peran Guru Indonesia tengah fokus meningkatkan peran guru melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan profesionalisme, kesejahteraan dan perlindungan hukum, teknologi dalam pembelajaran, serta dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasme. tengah melaksanakan berbagai program peningkatan kompetensi guru, antara lain Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang bertujuan untuk menghasilkan guru yang profesional dan kompeten dengan memenuhi kualifikasi minimal S1/D-IV dan menguasai empat kompetensi dasar Program pertukaran guru Indonesia-Korea (IKTE) juga memberikan kesempatan bagi guru untuk memperluas wawasan, membangun keterampilan komunikasi antarbudaya, dan berbagi praktik pedagogi dengan negara lain. Program ini memperkuat kesadaran guru sebagai warga dunia dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. Pelatihan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, tetapi juga mendorong inovasi metode pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan kurikulum dan tuntutan zaman. Guru didorong untuk menjadi fasilitator yang membantu siswa menemukan potensi terbaiknya melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sebagaimana diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Penguatan profesionalisme guru sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini meliputi sertifikasi wajib bagi guru, pemutakhiran sistem manajemen kinerja bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas, serta mendorong redistribusi guru ASN ke sekolah swasta untuk pemerataan tenaga Guru profesional juga berperan sebagai pembimbing, mentor, dan fasilitator, yang mengembangkan karakter dan kepemimpinan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran Pemerintah Indonesia telah menerapkan skema peningkatan kesejahteraan dan perlindungan hukum untuk meningkatkan gaji guru ASN dan non-ASN mulai tahun 2025. Guru ASN menerima tambahan satu kali gaji pokok per tahun, sedangkan guru non-ASN menerima tunjangan tetap sebesar Rp2 juta per bulan. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan anggaran pendidikan yang mencapai Rp81,6 triliun pada tahun 2025, naik dari Rp64,9 triliun pada tahun sebelumnya. Selain kenaikan gaji, guru dengan sertifikasi guru menerima tunjangan profesi yang lebih tinggi, termasuk guru honorer bersertifikat. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp16,7 triliun untuk mendukung skema peningkatan kesejahteraan ini, dengan target 600. 000 guru Volume 1 | Issue 1 | May, 2025 Nurdewi Asyarotun. Miftahul Ardiansyah. Armin Subhani / Peran Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia menerima tunjangan profesi yang lebih tinggi. Perlindungan hukum bagi guru juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman dan penghargaan bagi profesi guru. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi hal yang krusial di era digital. Guru didorong untuk menguasai teknologi pendidikan guna menciptakan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan abad 21. Pelatihan berkelanjutan yang diberikan pemerintah meliputi pengembangan kompetensi digital guru. Kurikulum Mandiri menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, sehingga guru dapat menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan mengakses sumber belajar yang lebih luas. Program pertukaran guru dan pelatihan global membantu guru memahami praktik terbaik dalam memanfaatkan teknologi pendidikan dari berbagai negara. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan sekolah sangat penting untuk meningkatkan peran guru secara optimal. Pemerintah telah menetapkan program pendidikan prioritas yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta pemerataan tenaga kependidikan melalui redistribusi guru ASN. Sekolah juga harus menyediakan lingkungan kerja yang kondusif, fasilitas yang memadai, dan penghargaan bagi guru. Keterlibatan masyarakat dalam pendidikan dapat menciptakan sinergi positif antara guru, sekolah, dan lingkungan sekitar. KESIMPULAN Guru memegang peranan penting dalam sistem pendidikan Indonesia, yaitu mengubah kepribadian, moral, dan nilai-nilai sosial siswa menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing. Guru menguasai teknologi, menciptakan pembelajaran interaktif, dan mendorong keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis dan kolaborasi. Namun. Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pelatihan yang merata, rendahnya kesejahteraan, beban administrasi, terbatasnya fasilitas belajar, dan dinamika kurikulum. Untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan guru, diperlukan upaya berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Program pelatihan, sertifikasi, kenaikan gaji, dukungan hukum, dan pemanfaatan teknologi pendidikan merupakan langkah Dengan dukungan dan komitmen yang optimal, guru dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan sistem pendidikan yang bermutu, inklusif, dan adaptif. Peningkatan peran dan kapasitas guru merupakan kunci kemajuan pendidikan dan masa depan bangsa. DAFTAR PUSTAKA