Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI AuPEMIMPIN DI SEKITARKUAy MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 173243 AEK BOTIK Oleh: Tetty Zalukhu1*. Zulfadli2. Royhanun Siregar3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email: tettyzalukhu298@gmail. Article history: Received: 23 Juni 2022 Revised: 01 Oktober 2022 Accepted: 24 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa serta untuk mengetahui apakah dengan penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn materi AuPemimpin di SekitarkuAy melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah: . Observasi, . Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar pada materi AuPemimpin di SekitarkuAy di kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 60% siswa yang tuntas, pada siklus II yaitu: 87% siswa yang Hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Kata Kunci: Hasil Belajar. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang berlangsung di sekolah atau luar sekolah. Pendidikan sekolah dasar merupakan salah satu bentuk pendidikan sekolah yang terdapat dijalur pendidikan sekolah. Tugas utama sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan sekolah adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap atau perilaku, keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah. Hasil belajar merupakan sejumlah pengalaman yang diperoleh siswa yang mencakup ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik dalam rangka untuk mencapai tujuan belajar. Hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan Berdasarkan pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hal yang dicapai setelah individu yang bersangkutan menjalani proses belajar terhadap pengetahuan tertentu yang dinyatakan dengan nilai atau skor dimana hasil belajar berfungsi sebagai alat ukur pencapaian tujuan suatu mata pelajaran atau bidang studi. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari Jumat tanggal 26 November 2021 dengan guru kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik yaitu ibu Tiurnauli Simanjuntak. Pd. SD. Jumlah siswa kelas VI sebanyak 15 orang, 11 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Kurangnya interaksi siswa dengan guru dan minimnya rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan pendapat sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran, kurangnya minat belajar siswa dalam proses pembelajaran yang dianggap monoton sehingga prestasi belajar siswa rendah, model pembelajaran yang digunakan tidak meningkatkan motivasi siswa dan tidak menggunakan media yang bervariatif sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran, dan metode yang digunakan kebanyakan metode ceramah membuat siswa mudah bosan di dalam kelas. Hasil belajar yang dicapai belum memenuhi KKM yang ditentukan yaitu 75. Hal ini dapat diketahui dari hasil ulangan tengah semester (UTS) sebagai berikut: Nilai Ulangan Tengah Semester (UTS) siswa kelas VI di SD Negeri 173243 Aek Botik o Kriteria Siswa Jumlah Siswa Presentse 1 Tidak mencapai KKM 2 Mencapai KKM Total (Sumber: Guru Kelas VI SD Negeri 173243 Aek Boti. Berdasarkan uraian diatas, adanya upaya nyata yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dilakukan perubahan dalam proses belajar mengajar untuk berhasilnya tujuan pembelajaran dengan menerapkan suatu sistem pembelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif, pembelajaran bersifat kepada siswa dan guru hanya sebagai pembimbing. Mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena melalui model ini siswa dapat mengemukakan pemikirannya, saling betukar pendapat, dan bekerja sama dengan kelompoknya masing-masing serta mendapatkan pengetahuan yang baru. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran bagi siswa dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen. Model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok, ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakannya dengan pembagian kelompok asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model kooperatif dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial. Model pembelajaran Jigsaw merupakan sebuah model belajar kooperatif yang di dalamnya menuntut siswa dalam bekerja kelompok yang berbentuk kelompok kecil. Siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang dan siswa bekerja sama. Selain itu, siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat, dan mengolah informasi yang didapat maupun dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Setiap kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyampaikan kepada kelompok lain. Sehubungan dengan masalah diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang tindakan kelas dengan judul : AuPeningakatan Hasil Belajar Siswa Materi Pemimpin di Sekitarku Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa Kelas VI SD Negeri 173243 Aek BotikAy. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pembelajaran yang dapat membuat perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. Belajar merupakan usaha seseorang untuk mendapatkan suatu perubahan. Menurut pasal 1 ayat 4 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Wasliman . alam Susanto 2016:. hasil belajar adalah hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun eksternal. Menurut Sinar . hasil belajar merupakan prestasi yang dicapai setelah siswa menyelesaikan sejumlah mata pelajaran. Berdasarkan pendapat beberapa ahli tentang hasil belajar, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu kemampuan atau keterampilan sebagai wujud dari tingkat penguasaan terhadap suatu pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan program pendidikan yang menekankan pada pembentukan warga negara agar dapat melaksanakan hak dan kewajiban. Sebagimana disebutkan dalam Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2016 yaitu: AuMata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945Ay Menurut Winataputra . menjelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran dengan visi utama sebagai pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional karena merupakan pendidikan nilai demokrasi, pendidikan moral, pendidikan sosial, dan masalah pendidikan Namun, yang paling menonjol adalah sebagai pendidikan nilai dan pendidikan moral. Oleh karena itu. PKn dinilai sebagai mata pelajaran yang mengusung misi pendidikan nilai dan moral. Susanto . AuPendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang memberikan pemahaman dasar tentang pemerintah, tata cara demokrasi, tentang kepedulian, sikap, pengetahuan politik, yang mampu mengambil keputusan politik secara rasional, sehingga dapat mempersipkan warga negara yang demokratis dan partisipatif melalui suatu pendidikan yang berorientasi pada pengembangan berfikir kritis dan bertindak demokratisAy. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara. Pemimpin adalah seseorang yang memimpin orang lain maupun organisasi demi mencapai tujuan Beberapa pemimpin di sekitar kita, antara lain: Ayah pemimpin dalam sebuah keluarga . Ketua RT pemimpin dalam lingkungan Rukun Tetangga (RT) . Ketua RW pemimpin dalam lingkungan Rukun Warga (RW) . Kepala Desa pemimpin sebuah desa . Lurah pemimpin sebuah kelurahan . Camat pemimpin sebuah kecamatan . Bupati sebagai pemimpin sebuah kabupaten . Walikota sebagai pemimpin sebuah Kota Madya . Gubernur sebagai pemimpin sebuah propinsi . Presiden sebagai pemimpin sebuah Negara Beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain: Berkapasitas dalam membuat keputusan Berpengetahuan luas, baik teoritis ataupun efektif Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Bisa jadi anggota kelompok yang baik Memiliki sifat adil, jujur, arif dan bijaksana Memiliki sifat prosfektif Mempunyai fisik yang kuat Mempunyai intelegensi yang tinggi Mempunyai kestabilan emosi yang tinggi Percaya diri Sehat jasmani dan rohani Tegas dan memiliki inisiatif Makna Sila Pertama Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari. Pancasila sila pertama berbunyi AuKetuhanan Yangg Maha EsaAy. Sila tersebut mengandung arti bahwa bangsa Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilainilai yang terkandung pada sila pertama Pancasila diantaranya sebagai berikut. Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan agama dan kepercayaan masing-masing. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Membina kerukunan hidup antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain. Bunyi Sila kedua dalam Pancasila adalah AuKemanusiaan Yang Adil dan BeradabAy memiliki kandungan nilai-nilai kemanusiaan, mempunyai makna jika seluruh bangsa Indonesia diakui dan harus diberlakukan sebagaimana mestinya seperti harkat martabatnya sebagai makluk Nilai sila ke-2 pancasila ini didasari pada pengakuan jika semua manusia mempunyai derajat, martabat, hak dan kewajiban yang sama. Adapun arti atau makna yang terkandung di dalam sila ke2, yaitu sebagai berikut: Mengakui dan juga memperlakukan manusia sesuai dengan hrakat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa Rajin melakukan kegiatan kemanusiaan Berani membela kebenaran dan keadilan Mengembangkan sikap tidak semena-mena kepada orang lain Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira Mengembangkan sikap saling menghormati dan mencintai sesame Mengakui persamaan derajat, hak serta kewajiban setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku ras, agama dan keturunan Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan Menurut Rusman . alam Shoimin 2019:. Model pembelajaran kooperatif model jigsaw menitik beratkan kepada kerja kelompok dalam bentuk kelompok kecil. Model jigsaw merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen. Siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Model pembelajaran jigsaw siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya. Menurut Arafat . Model pembelajaran jigsaw merupakan sebuah model belajar kooperatif yang di dalamnya menuntut siswa dalam bekerja kelompok yang berbentuk kelompok kecil. Cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang dan siswa bekerja sama. Selain itu, siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat, dan mengolah informasi yang didapat maupun dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Setiap kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari dan dapat menyampaikan kepada kelompok lainnya. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. objek dari penelitian ini yaitu peningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemimpin di sekitarku di kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik T. A 2021/2022. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik dengan jumlah 15 orang terdiri dari 11 laki-laki dan 4 siswa perempuan. Alasan peneliti memilih peserta didik kelas VI karena peneliti menemukan masalah tentang hasil belajar kelas VI. Alur Penelitian PTK dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang dikenal dengan istilah siklus . Siklus . dalam PTK meliputi 4 tahap, yaitu perencanaan . , pelaksanaan . , pengamatan . , dan refleksi . Keempat tahapan tersebut merupakan siklus . , sehingga setiap tahap akan selalu berulang kembali. Hasil refleksi dari siklus sebelumnya yang telah dilakukan akan digunakan untuk merevisi rencana atau penyusunan perencanaan berikutnya, jika Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memperbaiki proses pembelajaran atau belum berhasil memecahkan masalah yang menjadi kerisauan guru (Daryanto 2018:23-. Gambar 1 Bagan Siklus menurut Arikunto . Instrumen Pengumpulan Data Untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran jigsaw peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi tes. Teknik Analisis Data: observasi, tes untuk mengetahui peningkatakan hasil belajar siswa secara individu untuk siswa dan guru dilakukan dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: ya Dengan rumus: ycE = ycA ycu100% ( Sudijono, 2004:. Keterangan: P = Deskriptif persentase F = Jumlah skor yang diperoleh N = Nilai maksimal Kriteria taraf keberhasilan ditentukan sebagai berikut: 80% - 100% = Sangat Baik 60% - 80% = Baik 40% - 60% = Cukup 1% - 40% = Kurang Indikator keberhasilan untuk aktivitas dan hasil belajar siswa secara klasikal adalah 75%. Jika rata-rata aktivitas dan hasil belajar siswa telah mencapai Ou 75% berarti hasil belajar siswa sudah Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Siklus I Hasil Nilai Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Siklus I Indikator Pembukaan Pembagian kelompok Jigsaw dan pembagian Diskusi Presentasi hasil dan Menutup Jumlah Persentase Kategori Jumlah Skor Baik Berdasarkan tabel 4 maka diketahui hasil lembar observasi pada siklus I diperoleh jumlah skor keseluruhan sebesar dengan persentase 78% yakni berada pada kategori baik, dapat disimpulkan nilai hasil observasi guru sudah mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Peneliti belum merasa puas atas nilai yang dicapainya pada siklus I untuk itu peneliti menyarankan untuk melanjutkan perbaikan nilai disiklus II. Hasil Nilai Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Siklus II Indikator Jumlah Skor Pembukaan Pembagian kelompok Jigsaw dan pembagian Diskusi Presentasi hasil dan Menutup Jumlah Persentase Kategori Sangat Baik Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan tabel 5 maka diketahui hasil lembar observasi pada siklus II diperoleh jumlah skor keseluruhan 55 dengan persentase 86% termasuk ke dalam kategori sangat baik. Perbandingan hasil lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran Jigsaw Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada siklus I dan siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan hasil jumlah keseluruhan yang tercapai dengan nilai persentase 78% pada siklus I, sedangkan siklus II mengalami peningkatan hingga jumlah keseluruhan yang dicapai dengan presentase 86%. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dan grafik dibawah ini: Hasil Perbandingan Lembar Observasi Guru Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw Sikkus I dan Siklus II Siklus Siklus I Siklus II Jumlah Keseluruhan Presentase Kategori Baik Sangat Baik Siklus I Siklus II Grafik 1 Perbandingan lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran Jigsaw Siklus I dan Siklus II Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Pembelajaran dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pemimpin di Sekitarku Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II Penjelasan Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan soal, setelah semua siswa selesai mengerjakan soal, peneliti meminta untuk mengumpulkan lembar tes yang telah diisi oleh siswa. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I, maka dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini: Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus I Nama Siswa Skor Nilai AMN AWS ASG EFS FSD LHG RMB Jumlah Rata-rata Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan Belajar Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tabel 6 dapat diketahui dari 15 siswa yang mengikuti tes, maka terdapat 9 siswa 60% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 6 siswa 40% yang mendapat nilai tidak tuntas, rata-rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 74. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada tabel 8 berikut: Rekapitulasi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Nilai Jumlah Kriteria Persentase Siswa Jumlah Siswa >75 9 Tuntas <75 6 Tidak Tuntas Jumlah Berdasarkan tabel di atas diperoleh persentase ketuntasan masih 60%, sehingga peneliti perlu untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa dengan cara melakukan siklus II. Penjelasan Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan soal, setelah semua siswa selesai mengerjakan soal, peneliti meminta untuk mengumpulkan lembar tes yang telah diisi oleh siswa. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II, maka dapat dilihat pada tabel 9 berikut ini: Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus II Nama Siswa AMN Skor Nilai AWS ASG EFS FSD LHG RMB Jumlah Ratarata Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan Belajar Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tabel 10 dapat diketahui dari 15 siswa yang mengikuti tes, maka terdapat 13 siswa 87% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 2 siswa 13% yang mendapat nilai tidak tuntas, rata-rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus II adalah 84. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada tabel 10 berikut: Rekapitulasi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Nilai Jumlah Siswa Kriteria >75 <75 Jumlah Tuntas Tidak Tuntas Persentase Jumlah Siswa Berdasarkan tabel 10 diperoleh persentase ketuntasan adalah 87%, terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran materi Pemimpin di Sekitarku dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik selama proses pembelajaran. Siswa yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan mandiri berupa latihan-latihan atau remedial yang dipantau oleh pendidik sehingga diharapkan semua siswa dapat tuntas belajar. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu 87% dari jumlah seluruh siswa sudah tuntas belajar sehingga penelitian tindakan kelas ini diberhentikan pada siklus II. Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I dan Siklus II Siklus Jumlah Presentase Siklus Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus Siklus I Siklus II Grafik 2 Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I dan Siklus II Tabel dan grafik diatas menjelaskan selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw hasil belajar siswa meningkat. Hal itu dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 27%. Persentase ketuntasan 60% dari siklus I, kemudian pada tes siklus II meningkat menjadi 87%. Pembahasan Meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pemimpin di Sekitarku pada siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik Pada proses pembelajaran siklus II ini peneliti menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw yang dimana pembelajaran ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan sama seperti siklus sebelumnya dengan melakukan beberapa perbaikan berdasarkan refleksi dan diskusi dengan observer. Kegiatan belajar tetap mengedepankan penggunaan model pembelajaran Jigsaw. Hal tersebut ditunjuk dengan sikap siswa yang sudah terlihat lebih serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan, adanya kompetisi dalam melaksanakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar, disamping itu juga siswa sudah terlihat senang dalam mengikuti kerja kelompok dengan siswa lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut sangat baik disebabkan karena model pembelajaran jigsaw ini merupakan model pembelajaran yang baru bagi Siswa menjadi lebih antusias dari biasanya. Hasil Perbandingan Lembar Observasi Guru Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw Sikkus I dan Siklus II Siklus Presentase Kategori Siklus Jumlah Keseluruhan Baik Siklus Sangat Baik Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I Siklus II Grafik 3 Perbandingan lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran Jigsaw Siklus I dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik di atas dilihat hasil perbandingan lembar observasi guru menggunakan model pembelajaran jigsaw yang dilakukan pada siklus I dan siklus II pada setiap pertemuan mengalami peningkatan dengan hasil 55 jumlah keseluruhan yang tercapai dengan nilai persentase 78% pada siklus I, sedangkan siklus II mengalami peningkatan hingga 55 jumlah keseluruhan yang dicapai dengan persentase 86%. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pemimpin di sekitarku pada siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik Secara umum hasil belajar siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan walaupun baru Hal tersebut ditunjukkan dengan sikap siswa yang sudah terlihat serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan, adanya kompetisi dalam melaksanakan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengikuti pelajaran, disamping itu juga siswa sudah terlihat senang dalam mengikuti kerja kelompok dengan siswa lainnya. Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I dan Siklus II Siklus Jumlah Siklus Siklus Presentase Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Siklus I Siklus II Grafik 4 Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I dan Siklus II Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa apabila dibandingkan dengan siklus I. pada siklus I didapatkan total skor keseluruhan 1110, setelah itu dilakukan perbaikan disiklus II mengalami peningkatan dengan total skor 1260. Perbandingan tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap siklusnya setelah menerapkan model pembelajaran jigsaw pada materi Pemimpin di Sekitarku . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada Bab IV, maka peneliti simpulkan sebagai berikut: Model pembelajaran merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki proses pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan cara guru untuk dapat membagikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain, dengan menerapkan model pembelajaran Koopertaif Tipe Jigsaw, adapun langkah-langkahnya yaitu, membentuk kelompok, memberi sub topik yang berbeda, membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan menetapkan anggota ahli, kelompok ahli berdiskusi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing, kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya, tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran, siswa mengerjakan tes individual yang mencakup semua topik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar materi Pemimpin di Sekitarku pada siswa kelas VI SD Negeri 173243 Aek Botik. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 27%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I 60% siswa tuntas belajar, siklus II 87% siswa tuntas belajar. Siswa yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remedial yang dipantau oleh pendidik sehingga diharapkan semua siswa dapat tuntas belajar. DAFTAR PUSTAKA