MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 ANALISIS FAKTOR RISIKO NEGATIVE AFFECTIFITY. SOCIAL INHIBITION DAN STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI USIA 15Ae44 DI PUSKESMAS KEMARAYA KOTA KENDARI Risk Factors Analysis Of Negative Affectivity. Social Inhibition. And Stress With Hypertension Age 15-44 In Health Center Kemaraya Muzaki Alfikri1. Toto Surianto S2 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari. Program Studi D3 Teknik Elektromedik STIKES Mandala Waluya Kendari, . lfikrimuzaki@gmail. com, 081322207. ABSTRAK Puskesmas kemaraya mendapatkan data bahwa di tahun 2018 hipertensi tidak hanya di derita oleh lansia, tetapi juga diderita oleh usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah NA. SI dan stress merupakan faktor risiko terhadap penyakit hipertensi pada usia 15-44 di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini adalah 908 orang, degnan teknik penerikan sampel secara accidental sampling, dengan jumlah sampel 55 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NA. SI, dan Stres merupakan faktor risiko Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji statistik NA (OR= 4,. SI (OR= 3,. dan Stres (OR= 4,. dimana p < yang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Negative affectifity. Social inhibition, dan Stres merupakan faktor risiko hipertensi. Diharapkan Perlu diadakan pengecekan tekanan darah oleh pihak puskesmas secara rutin minimal sekali setahun untuk mendeteksi kasus hipertensi pada usia muda terurtama di sekolah menengah atas dan penderita hipertensi agar selalu mengontrol tekanan Kata kunci: Negative affectivity, social inhibition, hipertensi ABSTRACT PHC kemaraya have shown that in 2018 the hypertension is not only suffered by the elderly, but it also affects young age. This study aimed to determine whether NA. SI and stress is a risk factor for hypertension at the age of 15-44 at the health center Kendari. Jenis City Kemaraya this research is to design analytic Case Control Study. The population in this study were 908 people. Degnan penerikan engineering sample by accidental sampling, with a sample of 55 people. The analytical method using statistics test Odds Ratio. Hasil research shows that NA. SI, and stress is a risk factor for hypertension. It can be seen from the statistical test value NA (OR = 4. (OR = 3. and stress (OR = 4. , where p < which showed a significant difference. Based on the results of the study it can be concluded that Negative affectifity. Social inhibition, and Stress are risk factors for hypertension. It is expected that blood pressure checks should be carried out by the health center routinely at least once a year to detect cases of hypertension at a young age terurtama in high school and hypertension sufferers to always control their blood pressure. Keywords: Negative affectivity, social inhibition, hypertension MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 berdasarakan hasil pengukuran penduduk PENDAHULUAN Data e- ISSN: 2622-7762 WHO sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita umur Ou18. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Artinya, 1 dari 3 orang di dunia Provinsi hipertensi merupakan penyakit yang paling 36,8% di antaranya yang minum obat. sering berada dalam 10 besar penyakit yang Prevalensi kejadian hipertensi di seluruh terdapat di Sulawesi tenggara. Hipertensi di dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% Sulawesi 743 kasus dengan prevalensi Angka ini kemungkinan akan mengalami . ,16%), pada tahun 2016 angka kejadian peningkatan menjadi 29,2% di tahun 2030. hipertensi sebanyak 31. 817 kasus . ,60%) Dari 972 juta penderita hipertensi, 333 juta dan 8% diantaranya meninggal dunia, dan berada di negara maju dan sisanya . pada tahun 2017 angka kejadian hipertensi berada di negara berkembang. Prevalensi meningkat menjadi 54. 127 kasus . ,65%). Sulawesi Tenggara Tenggara hipertensi tertinggi berada di daerah Afrika Berdasarkan data di Dinas Kesehatan yaitu 46% orang dewasa berusia di atas 25 Kota kendari menunjukan bahwa angka tahun telah didiagnosis hipertensi. kejadian hipertensi pada tahun 2015 terdapat Dalam sistem kesehatan Indonesia 595 kasus . ,1%), pada tahun 2016 yaitu 038 kasus . ,16%), dan pada terdapat penurunan penyakit menular dan tahun 2017 yaitu sebesar 18. 028 kasus peningkatan dalam penyakit tidak menular . ,23%). salah satunya yaitu hipertensi. Prevalensi Indonesia Selama tiga tahun terakhir, penyakit diagnosis dokter pada penduduk umur Ou18 penyakit terbesar sehingga masih menjadi yaitu sebesar . ,8%), prevalensi hipertensi masalah kesehatan di Puskesmas Kemaraya. menurut hasil diagnosis atau minum obat Pada tahun 2016 jumlah penderita hipertensi pada penduduk pada umur Ou18 sebesar . ,8%), . ,53%), pada tahun 2017 terdapat 781 pengukuran pada masyarakat umur Ou18 tahun kasusdengan insidensi . ,36%) dan pada adalah sebesar . ,1%). prevalensi didapat tahun 2018 sebanyak 906 kasus dengan data dengan angka kejadian tertinggi terdapat insidensi . ,84%). Berdasarkan data tersebut di daerah Kalimantan Selatan . ,1%), dari dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan angka nasional yang berjumlah 34,1 persen pada tahun 2018. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Berdasarkan fakta tersebut, maka e- ISSN: 2622-7762 HASIL peneliti ingin melakukan penelitian tentang Pada AuAnalisis Faktor Risiko Negative Affectivity, responden bervariasi mulai dari kelompok Social Inhibition dan Stres dengan Kejadian umur 15 - 25 tahun sampai dengan kelompok Hipertensi Usia 15 Ae 44 tahun di Puskesmas umur 36 - 44 tahun. Sebagian besar Kemaraya Kota Kendari Tahun 2019Ay. responden berada pada kelompok umur 36 44 tahun yaitu sebanyak 50 orang . BAHAN DAN METODE sedangkan terendah adalah kelompok umur Penelitian ini menggunakan metode 15 Ae 25 tahun yaitu sebanyak 8 orang . ,5%). Sebagian besar responden adalah penelitian yang digunakan adalah penelitian Jenis Kelamin Laki Ae laki dengan jumlah 80 case control study yaitu penelitian analitik orang . ,7%). Dan responden yang berjenis yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan responden yang bekerja sebagai wiraswasta Penelitian ini telah dilaksanakan yakni sebanyak 41 orang . ,3%), sedangkan pada bulan juni hingga Juli tahun 2019. yang terendah terdapat pada jenis honorer bertempat di Puskesmas Kemaraya Kota yaitu hanya sebanyak 7 orang . ,4%). Kendari Sulawesi Tenggara. ,3%). Hasil penelitian tentang hubungan Populasi dalam penelitian ini adalah negative affectifity dengan kejadian hipertensi semua pasien hipertensi yang berusia 15 dapat dilihat pada tabel 2 menunjukan bahwa hingga 44 tahunyang berkunjung di Poli dari 110 responden terdapat 53 responden Umum yang tercatat pada buku registrasidi . ,2%) yang memiliki risiko tinggi terhadap Puskesmas Kemarayaselama bulan Januari Negative Hingga Desember pada tahun 2018 yaitu responden . ,8%) yang memiliki sebanyak 120 kasus dan jumlah sampel dalam Adapun Hasil uji statistik dengan Odds Ratio (OR) sebesar 4,235. Lower Limit menggunakan teknik accidental sampling = 1,908 dan nilai Upper Limit = 9,402. Instrumen atau alat pengumpulan data dalam Dengan interpretasi nilai lower limit dan penelitian ini adalah kuesioner yang berisi upper limit tidak mencakup nilai 1, maka dapat dikatakan bahwa Negative affectivity independent yang ada dalam penelitian yang merupakan faktor risiko kejadian hipertensi kemudian di uji dengan uji statistik Odds pada usia 15 - 44 di Puskesmas Kemaraya Ratio Kendari Juli menggunakan kamera. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 artinya seorang yang memiliki usia 15 Ae 44 kali dibandingkan dengan NA berisiko tahun dengan dengan NA berisiko tinggi rendah pada usia 15 - 44 tahun. memiliki risiko mengalami hipertensi 4,235 Tabel 1. Distribusi Responden Menurut Karakter Responden di PuskesmasKemaraya Kota Kendari Tahun 2019 KAREKTERISTIK Umur KATEGORI 15 Ae 25 Tahun 26 Ae 35 Tahun 36 Ae 44 Tahun Laki Ae Laki Perempuan IRT PNS Honor Wiraswasta Pelajar JenisKelamin Pekerjaan Sumber : Data Primer, 2019 Tabel 2. Distribusi Hasil Uji Odds Ratio Pada Penelitian di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Tahun 2019 Variabel Negative Affectivity Risiko tinggi Risiko rendah Social Inhibition Risiko tinggi Risiko rendah Stress Risiko tinggi Risiko rendah Sumber : Data Primer, 2019 KejadianHipertensi Total Kasus Kontrol Hasil Uji OR 4,235 51,8 (LL=1,908 LU= 9,. 3,353 54,5 (LL= 1,528 LU= 7,. 4,266 46,4 (LL= 1,916 LU= 9,. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Distribusi Social inhibition pada usia 15 Ae 44 tahun di Puskesmas Kemaraya Kendarimenunjukkan e- ISSN: 2622-7762 4,266 kali menderita Hipertensi dibanding dengan yang berisiko stress rendah. Kota PEMBAHASAN responden terdapat 50 responden . ,5%) Negative affectivity (NA) merupakan yang memiliki risiko tinggi terhadap SI dan 60 responden . ,5%) yang memiliki risiko AuDistressedAy sebagai kecenderungan untuk rendah terhadap SI. Hasil uji statistik dengan mengalami emosi negatif di setiap waktu dan Odds Ratio (OR) sebesar 3,353. Lower Limit = 1,528 dan nilai Upper Limit = 7,360. ketegangan, dan khawatir. dengan Odds Ratio Interpretasi dari hasil tersebut bahwa Social menunjukan responden usia 15-44 tahun Inhibition merupakan faktor risiko kejadian dengan NA berisiko 4,235 kali menderita Hipertensi pada usia 15 Ae 44 tahun di hipertensiSehingga Puskesmas Kemaraya Kota kendari tahun dikatakan memperkuat teoriyang menyatakan 2019 yang berarti bahwa seseorang yang bahwa NA merupakan faktor risiko terjadinya berusia 15 Ae 44 tahun dengan kepribadian SI 6 Pada penelitian ini terdapat pada memiliki peluang 6. 652 kali menderita kelompok kasus responden yang memiliki Hipertensi. risiko rendah terhadap NA yaitu berjumlah 19 Distribusi dysphoria,perasaan Penelitian . ,5%) Stres pada usia 15 Ae 44 tahun di Puskesmas responden yang kurang memahami kuesioner Kemaraya Kota Kendari tahun 2019 dapat yang telah diberikan atau penderita hipertensi dilihat pada tabel Tabel 2 disebakan oleh factor risiko lain yang diteliti bahwa dari 110 terdapat 69 responden seperti stress dan SI atau factor riskio yang . ,6%) yang memiliki risiko tinggi terhadap tidak diteliti. Adapun pada kelompok kontrol stress dan 51 responden . ,4%) yang yang memiliki risiko tinggi terhadap NA memiliki risiko rendah terhadap stres. Hasil yaitu 17 responden . ,9%) dikarenakan dia uji statistik dengan Odds Ratio (OR) sebesar tidak menderita hipertensi karena kebiasaan 4,266. Lower Limit = 1,916 dan nilai Upper atau pola hidup yang baik. Limit = 9,496. Dengan demikian dapat Hasil analisis bivariat menunjukan disimpulkan bahwa Stres merupakan faktor bahwa responden yang SInya berisiko tinggi risiko kejadian Hipertensi pada usia 15 Ae 44 namun tidak menderita hipertensi adalah 17 tahun di puskesmas kemaraya kota kenari responden . ,9%) artinya mereka adalah Interpretasi ini berarti bahwa kepribadian yang tertutup namun masih orang yang berusia antara 15 - 44 berpeluang menjaga pola hidupnya seperti tidak merokok MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 dan konsumsi alkohol, dan untuk yang Stres berisiko rendah terhap SI namun menderita memicu terjadinya hubungan stress dengan . %) simpatis meningkatan saraf dapat menaikkan dikarenakan factor risiko lain seperti stres dan tekanan darah. Sebagian besar responden Negative affectivity. Risiko tinggi Social kurang kebal terhadap stress yaitu sebesar inhibition yang memberikan kecenderungan 53,6% hal ini disebabkan karena beberapa factor salah satunya yaitu sulit untuk tidur emosinya ini mengakibatkan emosi yang dikarenakan persoalan yang dialami dalam terus terpendam dalam diri meluap luap keluarga maupun lingkungan sekitar. Untuk sehingga membuat tekanan darah tidak stabil penderita hipertensi yang tidak merasa stres dan bahkan meningkat. Bukti untuk hasil yaitu 16 responden . ,1%) dikarenakan dia penelitian ini berasal antara lain dari temuan kurang bersosialisasi dengan masyarakat peningkatan prevalensi hipertensi pada pada banyak factor pendukung lainnya seperti pasien perawatan primer dan peningktan kebiasaan merokok kurang tidurdan lainya, kehadiran plak arteri koroner pada individu stress juga sering didak disadari oleh dengan risiko SI tinggi. Orang yang memiliki kecendrungan Stress yang berkepanjangan dapat berfikir negative berakibat pada kesalahan mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. pola hidup yang selalu mengarah pada Walaupun hal ini belum terbukti akan tetapi kebiasaan yang negative seperti merokok, angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih konsumsi alcohol dan lain sebagainya. Hal ini tinggi dibandingkan di pedesaan. Hal ini diperkuat dengan pendapat. yang mengatakan dihubungkan dengan pengaruh stress yang bahwa kepribadian memberikan tatatertib dan dihubungkan dengan kelompok masyarakat keharmonisan terhadap segala macam tingkah Stress Hal tersebut juga berlaku pada tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal Negative affectivity yang menjadi salah satu ini belum terbukti akan tetapi angka kejadian bagian dari kepribadian tipe D. Stres sebagai pengalaman emosional Hal negatif disertai perubahan reaksi biokimiawi, dihubungkan dengan pengaruh stress yang dihubungkan dengan kelompok masyarakat yang tinggal di kota. menyesuaikan diri terhadap situasi yang menyebabkan stres yang disebut juga dengan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Health Statistics 2015. Geneva. KESIMPULAN DAN SARAN Dapat disimpulkan bahwaNegative Social Stresmerupakan Inhibition, e- ISSN: 2622-7762 hipertensi pada usia 15 - 44 di Puskesmas Badan Penelitian Kesehatan Pengembangan Kementerian Kesehatan. Riskesdas 2018. Jakarta. Dinas Kesehatan Sulawesi Kesehatan Provinsi Kemaraya Kota Kendari. Perlu diadakan Tenggara. pengecekan tekanan darah Sulawesi Tenggara Tahun 2017. Kendari. minimal sekali setahun untuk mendeteksi kasus hipertensi pada usia muda terurtama di Profil Provinsi Dinas Kesehatan Kota Kendari. Jumlah Penderita hipertensi. hipertensi agar selalu mengontrol tekanan Puskesmas Kemaraya. Profil Puskesmas Untuk peneliti yang selanjutnya Kemaraya Kota Kendari. Kendari. agar mengambil topic yang sama namun Nina Kupper. Jenis Kepribadian Tipe D memfokuskan pada penderita hipertensi di Sebagai Faktor Risko Penyakit Jantung usia sekolah. Koroner. Belanda. Denollet. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis Johan. Assessment DS14: Negative Social kasih yang tidak terhingga. Ucapan terima Personality. Amerika. : 89-97 Yayasan Lindzey. Teori-teori Sifat Behavioristik. Yogyakarta. sampaikan pula pada :Pihak Mandala Waluya yang telah memberikan Affectivity, penuh rasa hormat, mengucapkan terima Inhibition. Standard Psychosomatic Type Medicine Taylor. Health Psychology. Singapore: Mc Graw Ae Hill. Inc. melaksanakan perguruan tinggi khususnya Pihak STIKES Mandala Waluya yang telah memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu dan Pihak Puskesmas Ranomeeto yang telah bersedia memberikan Ratnaningtyas. Yosefin. Hubungan Kepribadian Tipe D Dengan Kejadian Hipertensi Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Jurnal Mandala of Health Purwekerto. waktu dan lokasi selama penelitian. DAFTAR PUSTAKA