AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies Volume 6 Nomor 2 Desember 2025 . Submitted: July. Accepted: Oktober. Published: Desember ANALISIS METODE SYARAH HADIS SYAIKH MUHAMMAD AL-AMIN ALHARARI DALAM AL-KAUKAB AL-WAHHAJ SYARAH SAHIH MUSLIM Hifdhul Ulum,1 Mohammad Anang Firdaus2 MaAohad Aly Hasyim AsyAoari. Indonesia UIN Syekh Wasil Kediri. Indonesia E-mail: hifdhululum23@gmail. Abstrak Syaikh Muhammad al-Amin al-Harari merupakan salah satu ulama yang dikenal menguasai banyak bidang ilmu agama khususnya tafsir, hadis, bahasa, fiqh akan tetapi banyak dari akademisi yang meneliti beliau dari segi tafsirnya dan masih belum ditemukan penelitian yang membahas beliau dari segi hadis. Oleh karenanya peneliti mengulas biografi dan kontribusi Syaikh Muhammad Amin al-Harari di bidang hadis dengan cara melihat bagaimana metode Syarah hadis yang beliau gunakan dalam kitab Syarah Sahih Muslim yang beliau tuliskan serta komposisi apa saja yang dipakai beliau dalam menSyarah hadis Sahih Muslim. Melalui metode library research, oleh karena itu penelitian ini butuh terhadap sumber data yakni berupa kitab al-Kaukab al-Wahhaj Syarah Sahih Muslim ibn al-Hajjaj, buku metode Syarah hadis dan jurnal ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan ini. Untuk mendapat hasil yang sempurna analisis penelitian ini dilakukan dengan membahas buku metode Syarah hadis dan jurnal ilmiah serta membandingkan kitab Syarah hadis sayaikh Muhammad Amin al-Harari dengan kitab yang al-Minhaj. penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Syaikh Muhammad Amin alHarari dalam menSyarah hadis kitab Sahih Muslim adalah metode tahlili dan muqarin. Komposisi Syarah hadis yang digunakan syaikh Amin al-Harari mencakup : penjelasan perawi hadis,fiqh, uraian lafadz, nahwu, perbedaan pendapat ulama dalam memahami hadis, perbedaan lafadz periwayatan hadis. Kata Kunci: Metode Syarah. Muhammad al-Amin al-Harari. Sahih Muslim Abstract Shaykh Muhammad al-Amin al-Harari is one of the scholars who is known to master many fields of religious science, especially tafsir, hadith, language, fiqh, but many academics have studied him in terms of his interpretation and there is still no research that discusses him in terms of Therefore, the researcher reviews the biography and contribution of Shaykh Muhammad Amin al-Harari in the field of Hadith by looking at how the method of Hadith narration he used in the book of Sahih Muslim that he wrote and what composition he used in narrating the Hadith of Sahih Muslim. Through the library research method, therefore this research needs data sources in the form of the book of al-Kaukab al-Wahhaj, the book of the method of hadith scribing and scientific journals related to this discussion. To get perfect results, the analysis of this research is carried out by discussing the book of hadith analysis methods and scientific journals and comparing the book of hadith analysis of sheikh Muhammad Amin al-Harari with the book al-Minhaj. this research concludes that the method of sheikh Muhammad Amin alHarari in synthesizing the hadith of the Sahih Muslim book is the tahlili and muqarin method. the composition Syarah hadis used by sheikh Amin al-Harari includes: explanation of the narrator of the hadith, fiqh, description of the lafadz, nahwu, differences of opinion of scholars . in understanding the hadith, differences in the lafadz of hadith narration. Keywords: Syarah Method. Muhammad Al-Amin Al-Harari's. Sahih Muslim Copyright A2025. AL ISNAD. ISSN 2775 Ae 0167 (Prin. ISSN 2775 Ae 3247 (Onlin. AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus PENDAHULUAN Kitab Sahih Muslim merupakan salah satu kitab indukan dalam bidang hadis kitab ini dituliskan oleh al-Imam Abu Husein Muslim bin Husein bin Hajjaj al-qusyairi an Ae kitab Sahih Muslim sendiri memiliki banyak keistimewaan dan banyak memberikan manfaat pada umat islam sehingga para ulama banyak yang memuji keagungan kitab Sahih Muslim, para ulama sepakat bahwasannya kitab Sahih Muslim adalah kitab yang paling shahih ketiga setelah Al-QurAoan dan Shahih al-Bukhari jika dilihat dari segi kedudukan para perawi hadis-nya karena pensyaratan imam al-bukhori lebih ketat daripada imam muslim, akan tetapi ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa Sahih Muslim itu kitab shahih yang kedua setelah Al-QurAoan jika dilihat dari sistematis bab yang dituliskan oleh imam muslim. alidin, 2. Seperti kebanyakan kitab hadis lainnya yang memiliki banyak kitab Syarah yang merupakan bentuk perhatian ulama terhadap kajian hadis nabawi kitab Sahih Muslim juga banyak memiliki kitab Syarah yang dituliskan oleh para ulama baik dari masa ulama salaf, ulama kholaf, atau ulama kontemporer seperti contoh dari kalangan ulama salaf lahirlah kitab Syarah Sahih Muslim yang berjudul Ayal-MuAolim bi Fawaidi Sahih MuslimAy yang dituliskan al maziriy . H) kemudian pada periode ulama kholaf muncullah kitab Syarah Sahih Muslim lain yang berjudul Ayal-Minhaj Syarah Sahih Muslim ibn al-HajjajAy yang dituliskan oleh imam an nawawi ( 676 H ). flaha, 2. Pada periode ulama kontemporer muncullah karya monumental Syarah kitab Sahih Muslim yang berjudul Ayal-Kaukab al-Wahhaj fi Syarah Sahih Muslim bin HajjajAy yang dituliskan oleh Syaikh Muhammad al-Amin al-Harari. Syaikh Muhammad Amin al-Harari merupakan ulama yang menguasai banyak bidang dalam ilmu agama seperti tafsir, hadis, fiqh, bahasa dan lain-lain. Akan tetapi banyak dari para cendekiawan yang mengkaji beliau dari segi ilmu tafsirnya saja dan masih belum ada yang mengkaji beliau dari segi Ada beberapa penelitian terdahulu yang membahas tentang Syarah Sahih Muslim dan syaikh Amin al-Harari seperti jurnal yang dituliskan nizar ali yang berjudul AyKontribusi an-Nawawi dalam Penulisan Syarah HadisAy jurnal ini membahas tentang metode Syarah hadis imam an nawawi dalam kitab al-Minhaj Syarah Sahih Muslim hasil dari penelitian ini menyimpulkan metode yang digunakan an nawawi dalam al-Minhaj adalah metode muqarin saja. li, 2. Kemudian jurnal yang dituliskan Aeni Nahdhiyati yang berjudul AyMetodologi Penafsiran Muhammad Al-Amin Al-Harari dalam Kitab Tafsir Hadaiq al-Rauh wa Al Raihan fi Rawabi Ulum Al-QurAoanAy jurnal ini membahas metodologi penafsiran Syaikh Muhammad Amin al-Harari dalam kitab tafsirnya kesimpulan dari jurnal ini adalah metode yang digunakan Syaikh Muhammad Amin al-Harari dalam kitab tafsirnya adalah metode tahlili yakni menjelaskan makna yang terkandung dalam al QurAoan secara . ahdhiyati, 2. Analisis Metode Syarah HadisA | 159 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus Penelitian ini termasuk penelitian library research yang mana membutuhkan sumber data utama yang berupa kitab al-Kaukab al-Wahhaj Syarah Sahih Muslim bin Hajjaj, buku-buku tentang metode Syarah hadis, dan jurnal-jurnal ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan ini. Dalam menganalisis data peneliti menganalisiss pengertian Syarah serta pembagiannya dalam buku metodologi Syarah hadis dan jurnal ilmiah, kemudian peneliti melakukan perbandingan terhadap metode Syarah hadis yang digunakan Syaikh Muhammad Amin al-Harari dalam kitabnya dengan metode Syarah hadis imam an nawawi dalam al-Minhaj. Oleh karena itu peneliti disini bertujuan mengkaji beliau dari segi hadisnya dengan cara mengkaji beliau dalam metode syarah hadis yang beliau tuliskan dalam kitabnya Ayal-Kaukab al-Wahhaj Syarah Sahih Muslim ibn al-HajjajAy. disisi lain juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode Syarah hadis Syaikh Muhammad Amin al-Harari serta komposisi Syarah apa saja yang METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan studi pustaka . ibrary researc. , yakni jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisiss data yang telah diperoleh (Muzakki, 2. Sumber data utama penelitian kualitatif mengandalkan literature atau referensi yang bersifat kepustakaan agar dapat mengeksplorasi dan mengidentifikasi informasi baru. holihin, 2. Untuk mendapat hasil yang maksimal dalam penelitian ini, peneliti melakukan tinjauan pustaka atau library research karena desain penelitian ini adalah penelitian sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah sember data primer yang terdiri dari kitab Ayal-Kaukab al-Wahhaj Syarah Sahih Muslim ibn HajjajAy. Serta sumber data sekunder yang terdiri dari buku-buku yang membahas tentang kajian Syarah hadis, jurnal ilmiah yang pembahasannya masih berhubungan dengan judul penelitian ini. Adapun analisi data yang dilakukan oleh peneliti adalah menelaah dan menganalisiss secara mendalam isi kitab-kitab Syarah hadis dan buku-buku yang membahas tentang Syarah hadis, serta mengkaji jurnal-jurnal yang membahas tentang Syarah hadis dan Syaikh Muhammad al-Amin al-Harari. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Syaikh Muhammad al-Amin al-Harari Syaikh Muhammad al-Amin al-Harari merupakan seorang ulama yang lahir di daerah habasyah ethiopia. Syaikh Muhammad al-Amin al-Harari lahir hari jumAoat akhir bulan dzulhijjah tahun 1348 H atau 1929 M. Dan wafat pada tahun 2019 M di usianya yang ke 95 tahun. Syaikh Muhammad Amin al-Harari merupakan putra dari syaikh abdullah bin yusuf al buwaiti dan halimah binti saAoad. Ibunya wafat ketika beliau usia 4 tahun kemudian Muhammad amin kecil diasuh oleh ayahnya dan ditarbiyah sendiri oleh ayahnya sampai dia menghafal diusia 6 tahun. aepulloh, 2. Analisis Metode Syarah HadisA | 160 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus Kemudian Syaikh Muhammad al-Amin melanjutkan pengembaraan ilmunya kepada banyak ulama seperti syaikh yusuf bin utsman al waroqiy kepada beliau Syaikh Muhammad amin belajar kitab-kitab fiqh seperti fathul wahhab, kanzur roghibin, mughni muhtaj, hasyiyah jamal ala Syarah minhaj. Kemudian Syaikh Muhammad Amin al-Harari belajar kepada syaikh ahmad bin ibrahim al kurri kepada beliau syaiakh Muhammad amin belajar kitab shahih bukhori. Sahih Muslim dan sebagian kitab-kitab mustholah hadis. Kemudian Syaikh Muhammad amin juga belajar dan mendapatkan sanad-sanad semua kitab khusunya kitab-kitab hadis dari al-Muhaddist al-Musnid ad-Dunya Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani. Dan beliau dikenal sebagai ulama yang memegang sanad-sanad kitab setelah kewafatan Syaikh Muhammad yasin bin isa al fadani. Syaikh Muhammad amin terkenal seorang ulama yang menguasai semua bidang ilmu agama khususnya tafsir, hadis, fiqh. Dan beliau terkenal ulama yang produktif hal ini dibuktikan dengan banyaknya karya-karya beliau di berbagai macam bidang ilmu agama. Setelah selesai menimba ilmu kepada banyak ulama Syaikh Muhammad Amin alHarari fokus untuk mengajarkan dan menyebarkan ilmu-ilmu yang telah dia dapatkan. Syaikh Muhammad Amin al-Harari mulai mengajar sejak beliau masih di habasyah. Syaikh Muhammad Amin al-Harari mulai mengajar pada tahun 1373 H / 1954 M dan diikuti oleh seribu orang, adapun pengajaran syaikh muhammd Amin al-Harari dimulai sejak setelah sholat subuh sampai setelah sholat isyaAo. dan dalam kurun waktu tersebut Syaikh Muhammad Amin al-Harari mengajarkan kurang lebih empat belas macam bidang ilmu agama dan dari berbagai macam judul kitab. Setelah terjadi konflik di habasyah Syaikh Muhammad Amin al-Harari hijrah ke makkah al mukarromah kemudian beliau menetap di sana dan menjadi pengajar aktif di masjid al haram selama kurang lebih empatbelas tahun. arim, 2. Selain mengajar Syaikh Muhammad Amin al-Harari juga memberikan banyak kontribusi bagi dunia islam kontemporer khususnya di bidang hadis. Dia telah memberikan banyak sumbangsih berupa karya-karya monumental atas penelitiannya dalam kitab hadis maupun ilmu mustholah hadis. Adapun karya-karya beliau di bidang hadis diantaranya : Al-Kaukab al-Wahhaj Syarah Sahih Muslim bin Hajjaj Mursyidu Dzawi al-Hijaa Wa al-Hajat Syarah Sunan Ibn Majah Al-Bakurah al-Janiyah Aoala Mandzumah al-Baiquniyah Khulasoh Qaul al-Mufhim Aoala Tarajim Rijal Sahih Muslim Jauhar ad-Durori Aoala Alfiyah al-Atsar li Abdirrahman as-Suyuti An-Nahr al-Jari Aoala Tarajim Rijal Shahih al-Bukhari wa Musykilatihi RofAoul Sudud Aoala Sunan Abi Dawud (Belum Sempurna ) MajmaAo al-Asanid wa Mudzfar al-Maqosid fi Asanid Al-Juhayriyat fi JamAoi Tsumaniyat Al Maqasid al-Wafiyah fi JamAoi Ma WaqaAoa fi Muslim Minal Asanid al-Rubaiyah. Syaikh Muhammad Amin al-Harari wafat pada tahun 2019 M di usianya yang ke 95 tahun. (Al-Harari, 2. Analisis Metode Syarah HadisA | 161 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus Munculnya Syarah Hadis dan Perkembangan Syarah Hadis Syarah hadis sebenarnya sudah muncul sejak zaman nabi Muhammad Saw dan para sahabat, akan tetapi penSyarahan hadis di zaman nabi Saw dan para sahabat masih belum berbentuk Syarah seperti umumnya Syarah hadis zaman sekarang. dan orang yang pertama kali menSyarah hadis adalah nabi Muhammad Saw sendiri terkadang bentuk Syarah hadis yang digunakan adalah menjelaskan terhadap para sahabat lafadz yang masih musykil contoh : a a a a a a a ca a a e a a a e a e a a aeae a a a AE a aO a aO eO aN EAE CEO aO aI EAE CE EE aE aI EA aE O e aI aN E eIA Tidak ada tiyaroh . engundi nasib dengan perilaku burun. dan sebaik-baiknya adalah faAolu . asib bai. Sahabat bertanya apa faAolu itu wahai rasulullah ? nabi saw menjawab : yakni ungkapan yang baik yang didengar oleh salah satu dari kalian. (Bukhari, 2. Dan setelah wafatnya nabi Muhammad SAW para sahabat dan tabiin melanjutkan kajian tentang Syarah hadis, di era ini bentuk Syarah hadis berubah para sahabat dan tabiin berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyaringan terhadap hadis-hadis yang aslinya tidak bersumber dari nabi Muhammad SAW akan tetapi disandarkan pada nabi Muhammad SAW, hal ini dinamakan taqlil al lafdz. Dan di era ini pula para sahabat dan tabiin melakukan kritik matn . aqd al-mat. lama'i, 2. Setalah abad kedua hijriyah mulai berkembanglah kajian Syarah hadis dengan cara pengumpulan hadis-hadis yang dilakukan oleh para ulama, pada abad ketiga hijriyah memberikan kontribusi dengan menulislan kitab-kitab hadis dan memberikan pembahasan pada hadis-hadis tersebut. Dan diera ini pula sudah ditemukan kitab Syarah hadis yang berjudul AuaAolam as sunan Syarah al jamiAo as shahihAy yang dituliskan oleh abu sulaiman ahmad bin Ibrahim bin al khatobi . H) dan hal ini berlanjut sampai abad keenam Pada abad ketujuh hijriyah kajian Syarah hadis berkembang pesat sehingga abad ini dikenal Aual ashr as syuruhAy hal ini disebabkan oleh dua alasan. Pertama para ulama di masa ini masih berfokus terhadap pengumpulan hadis saja sedangakan pengumulan hadis sebenarnya sudah selesai di abad-abad sebelumnya, kedua umat muslim hanya bersandar pada kajian-kajian ulama terdahulu tanpa memberikan inovasi baru. Oleh karenanya para ulama di abad ini memberikan inovasi baru terhadap kajian hadis dengan membuat kitabkitab Syarah hadis. Adapun kitab-kitab yang muncul dizaman ini diantaranya Aual-Minhaj Syarah Sahih Muslim bin HajjajAy karya an nawawi kemudia Au kasyf al ghitoAo Syarah mukhtasor al muwathaAo Au karya abi Muhammad bin abi qasim al farhuni at tunisi. uryadilaga, 2. Metode Syarah Hadis Syaikh Muhammad Amin al-Harari Dalam memberikan Syarah atau komentar dalam kitab hadis para ulama memiliki beragam macam metode yang digunakan, adapun metode-metode Syarah hadis sebagai Metode tahlili: dalam metode ini penSyarah menguraikan atau menjelaskan makna yang terkandung dalam setiap lafadz hadis secara terperinci yang mencakup beberapa aspek keilmuan seperti aqidah, fiqh, ushul fiqh, bahasa dan lain-lain dan menjelaskan Analisis Metode Syarah HadisA | 162 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus masalah-masalah yang berhubungan dengan hadis seperti biografi dan keadaan perawi hadis, permasalahan fiqh, permasalahan hukum hadis, masalah nahwu. Dan sistematika penulisan bab dan penomoran hadis pada kitab Syarah hadis tahlili urut mengikuti kitab asal. (Al-Awda, 2. Metode ijmali: dalam metode ini penSyarah cenderung memberikan penjelasan terhadap hadis secara global tanpa menguraikan makna-makna yang terkandung dalam setiap lafadz hadis. uryadilaga, 2. Metode muqarin: dalam metode ini terdapat dua macam jenis Syarah pertama Syarah muqarin lafadz hadis yakni penSyarah membandingkan perbedaan lafadz periwayatan yang terdapat dalam satu hadis, kedua Syarah aqwal al-ulama yakni penSyarah membandingkan pendapat para ulama dalam memahami hadis dan hukum hukum yang berkaitan dengan hadis. (Al-Salami, 2. Dari pemaparan terhadap pengertian metode Syarah hadis dan pembagiannya diatas. Syaikh Muhammad Amin al-Harari memberikan inovasi baru dalam kajian Syarah hadis dengan cara menggabungkan antara metode tahlili dan muqarin dalam kitabnya. Hal ini dapat dilihat dari sistematika penulisan bab dan penomoran hadis Syaikh Muhammad Amin al-Harari mengikut terhadap kitab Sahih Muslim seperti pada sampel Syarah hadis dibawah, kemudian dalam kitab Syarah Sahih Muslim ini peneliti menemukan beberapa point yang menjadi kandungan isi / komposisi yang ada pada metode Syarah hadis tahlili dan muqarin, seperti contoh Syaikh Muhammad Amin alHarari menguraikan setiap lafadz hadis secara terperinci baik dalam segi aspek musthalah hadis, bahasa, dan fiqh. Syaikh Muhammad amin juga memberikan penjelasan terhadap perbedaan pendapat ulama dalam memahami kandungan hukum hadis ini serta perbedaan lafadz periwayatan hadis ini. Berikut contoh sample hadis yang di Syarah syaikh nuhammad Amin al-Harari dalam kitabnya: Hadis yang dirirwayatkan oleh al qamah dengan nomor hadis 3279 a U a a e a e cU a a a a ca a e a a e a a a e a e a caa a a a a a a AEIOI acO aO aO a eE eA A(OEEAA A aIO eI aO IOOA. AE E aN eI aI acOA AEA AIA AIA AIA AOA AOA AOA AIA a a AI o I oA a e a a a aea a a a aa U a A a aI aO aI aA ca A a eI uAUA aI E e aIAUAOO aA A AE aC aONA. A EI eI aO aI a e a NEEa a aIIOA:A CEAUA eI EC aIAUAOIA ANA )AaE aO aOOA a a e ca e a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a e a a a a a a ca a a ca a U a a a a a a eAO IIA A O a EI aI! E I aOE aO EEN aEE I IA:A ACE EN IIA. A ACI IN O aNA. AIIA ca a a a a a a a e a a a a a e a e a ca a e a a a a a a a a a ca a a e a a a ca ANEE acEOA a AEA a ANEE a aE eONa aO aacEA A aI aIAUAA AIA AOA AIA A EC CE EI OEAUA E aI CE EA: ANEEA a A ACE A: AI aIE CEA a ca a ca a a e ca a a ca a e ca a a a e a a a a e a a e a a a e e A aO aI eI E eI Oa e a e u aA a aEAUA aO e aA aI E eE aA eAUa U AEA eOI u AuI aN E aN O aA AOA aANA a A A auIN aEEAUA aIIEI E u AEOOA Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamimi. Abu Bakr bin Abu Shaiba, dan Muhammad bin al-Ala al-Hamdani, semuanya dari Abu Muawiyah . an lafazh ini milik Yahy. Mereka memberitakan kepada kami dari al-AAomash, dari Ibrahim, dari Alqamah, ia berkata: 'Aku sedang berjalan dengan Abdullah di Mina. Lalu ditemui oleh Utsman. Ia berdiri bersamanya dan berbicara. Utsman berkata kepadanya: "Wahai Abu Abdullah ar-Rahman! Tidakkah kita menikahkanmu dengan seorang gadis muda, agar dia bisa mengingatkanmu tentang masa-masa yang telah berlalu?" Abdullah pun Analisis Metode Syarah HadisA | 163 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus menjawab: "Jika kamu mengatakan itu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah berkata kepada kami: 'Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan bagi yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah pelindung baginya. Analisis Metode Syarah HadisA | 164 aL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025AA AAHifdhul Ulum. Mohammad Anang FirdausAA AAGambar 1- 4 . Sampel Syarah hadis dalam kitab al-Kaukab al-WahhajAA adapun komposisi Syarah tahlili dalam hadis diatas yang dicantumkan SyaikhAA AAMuhammad Amin al-Harari dalam kitabnya mencakup 5 hal:AA AATabel 1. komposisi Syarah hadis tahlili dalam kitab al-Kaukab al-Wahhaj Syarah SahihAA AAMuslim ibn al-Hajjaj karya Syaikh Muhammad Amin al-HarariAA AABentuk Syarah hadis danAA AASyarah hadisAA AAMatn hadisAA AApenerapannya AI o I o EIOIO)A AEIo (OO E I O OA AO) O EO (II I EEA AENIIO) EEOAO IOU I OA AIOO II I I EOA AEIOIO EEOAO (OEEA) EO(A AEo I O IOO) OAOA A EI A( :AOEEA Eo CE) A:AA AABiografi perawi hadisAA AO aOaaO O o I O IOO (IA AacI OaOaO e aI Oa eOaO EacIa O aI acA AeA Aa eE a e aI aaO aOaa aO aI a acIa e aI EaEa EI I uNOI ) I OO IA A eI aaO aIaOOaA ACO EIO EEOAO (I ECI) IA AOAa . A aIOU aA A eE aN eIaIa acA ACO EIO EEOAO ONO IIA A(OEEUc eAa aEOa eOaO)A . a aIa aaOA a a AA I IOA UACE EA A:AA A eIA A aI E e aI a UAA AaIaOOa UAA AeA AON uEI II E IN AA AECa aIaA UACaEA :AEa eIaA Aua acA A eI aA AaOIAa UAA AN aA a AEIOA UAONO OO EI IA A e a NEEa a aIIUOA . aE aCOaNaA A a eIaO aI a aA AuNOI EIO I ECI I IA AI aIaNa Oa a aaNaA . aCaE EaNaA Aa aIIaA . aCa aA a AIOA AE e aI aI! EA A e a acA Aa aIIa A :AOa aa aA A(E) EAOA A u ONOA AOaU aac EaaEac aN aaE aaEaA AIaa aOaEa a aA AO Ia eI a aIIaEa Ca aE A :AEE AC OEOIA UAO AA A aI aI aA Aa e aA AeA a a a a AeA AcEEa A :AEaI CEa Ea A UAECaeA A ea acA AAPenjelasan permasalahanAA AO IIO NE EO ONOA aCa aE aA AacA a AAnahwuAA AEE Ou EI NO ICA AAEO acA ACa aE EaIa aaO aE acA AE eO aNA AcEEa aA AcEEa aA AEac aI " A :AOa aI e aa E acA AAO EI EIO O NEA. a UAI aIA Aa aA AaO aA AeA AeA a a AeA AacA a a A eaa aIIE aI Ea a a u AEOa aa acOeA UAAuaINa (II IIEI E) O IIA AAUAA AC IIEI E O II EIE OA Aa acA AA a UAO a e aA Aa aE eEa aA AA aI aE eEA ea aA AA eO aI uA AII O IIEI I OO N II INA AaO aI eI Ea eI Oa eaa e u aEa eO aN aE acA auaIacNa EaNa aO a UA. AOIAC OOI OEOEA UAOE EO uA AE EECOI EO EAE OuE EIA AAUraian lafadzAA AOCI COEN" A:AOII EI O AEONA AEAOI"A UAOAO E EA AEAAO EINO IIN E EIA AOENA UAOEIO E E IA UAOEEA AE EI E NA UAOE ENA ANOI E IA. AAPenejelasan masalah fiqhAA ACE EIo A:AAON IEA analisis Metode Syarah HadisA | 165AA AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus Takhrij hadis AE EIN EIAE EICA EIEA AAuIN E IU OO IENA AO AO EI EO NOA AICAO EIE OI OAENA AI OIEA U AII OEOI IEIA AOON ONA a AOC uEO IA AEEC EO OON NAA AC E E O NA AEO II OO ECI EO OA AAO E EIN EA IEAA A OEA: AOIE N CE EA AEIEA AO OO N EO IA 2048[ A OO OA. ]1845[ AINA ] 3208[ A OEIOAU] Dalam menSyarah hadis kitab Sahih Muslim Syaikh Muhammad Amin al-Harari dengan metode tahlili beliau mencantumkan beberapa komposisi Syarah tahlili, adapun komposisi Syarah tahlili hadis diatas dan ulasan bagan diatas sebagai berikut : Pertama: biografi perawi hadis yang mencakup penjelasan nama para periwayat hadis, pendapat ulamaAo tentang keadaan para perawi hadis, jenis sanad hadis. Seperti contoh dalam hadis diatas Syaikh Muhammad Amin al-Harari menjelaskan nama-nama setiap perawi secara detail missal nama perawi pertama yahya bin yahya at tamimi an naisaburi, perawi kedua abu bakr bin abi syaibah dan abu quraib bin Muhammad bin aalaAo al hamdani al kufi sampai pada perawi terakhir yakni alqamah bin qois an-naqoi al kuufi dan dia termasuk sahabat ibnu masAoud, kemudian Syaikh Muhammad Amin alHarari juga menyebutkan pendapat al hafidz ibn hajar al asqolani bahwa riwayat aAomas dari alqamah dan dari ibn masAoud ini adalah riwayat yang paling shahih. Kedua: pembahasan nahwu Syaikh Muhammad Amin al-Harari menjelaskan aspek bahasa seperti masalah nahwu dalam sample hadis di atas Syaikh Muhammad Amin al-Harari memberikan penjelasan terhadap lafadz ) A( EA, syaikh menjelaskan perbedaan jenis dan makna pada huruf ) A ( EAsebagai berikut : Dengan tanpa ditasydid . uruf ardA. : yakni menunjukkan permintaan dengan cara Dengan ditasydid . uruf takhdid. : yakni menunjukkan permintaan memaksa Penjelasan tentang perbedaan jenis huruf dan makna pada huruf ) A ( EAini juga di jelaskan oleh syaikh thahir yusuf al khatib dalam kitab al muAojam mufassol fi al IAorob. (Al-Khatib, 1. Ketiga: uraian lafadz ( tahlil lafdzi ) dalam hadis ini Syaikh Muhammad Amin alHarari menjelaskan makna pada lafadz ) A ( EAadapun makna lafadz tersebut adalah bekal nikah yang meliputi mahar, nafkah. Syaikh Muhammad Amin al-Harari juga menjelaskan bahwa pada lafadz tersebut terdapat empat macam model bacaan yakni : dengan dibaca panjang serta diakhiri huruf ha ) A ( EAini bacaan yang paling fasih dikalangan orang arab. Analisis Metode Syarah HadisA | 166 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus dibaca pendek serta diakhiri huruf haAo ) A( EA, dibaca panjang tanpa huruf haAo )A ( EAdibaca panjang dengan dua huruf haAo ) A( ENA. Keempat: penjelasan permasalahan fiqh, dalam hadis ini Syaikh Muhammad Amin al-Harari menjelaskan kandungan hukum fiqh karena sample hadis diatas menjelaskan tentang hukum pernikahan, kandungan hadis diatas menurut an nawawi adalah kesunnahan untuk menikahi perempuan yang masih muda. Kelima: tahrij hadis. Syaikh Muhammad Amin al-Harari mencantumkan tahrij hadis pada kitab-kitab induk hadis seperti shahih al bukhari, sunan abi daud dan selainnya, akan tetapi pada tahrij hadis Syaikh Muhammad Amin al-Harari penyebutannya berbeda dengan para syaarih yang lain, dalam kitabnya Syaikh Muhammad amin menyebutkan dengan lafadz ) A ( O E EIEA AO OO N EOAtidak mengguanakan lafadz A NA/ A( NA ) seperti ulama yang lain. Dan dalam hadis diatas peneliti melakukan pengecekan ulang terhadap ungkapan Syaikh Muhammad Amin al-Harari bahwasannya hadis diatas diriwayatkan dalam tiga kitab induk hadis yakni sunan abi daud, sunan ibnu majah, dan sunan nasaAoi. setelah melakukan pengecekan peneliti menemukan hadis yang sama dalam tiga kitab yang telah disebutkan. Adapun redaksi hadis yang ada dalam kitab sebagai berikut: Sunan ibnu majah nomor hadis 1845: A ACE EN IIA. A AE CO IINA. A AE N IIA. A EI I NEE I IO IIOA: AI ECI I CO CEA ANE EE I OE O E EE II IAE I C IO AEI O NEE IN EO EN OOA A A ONO OCOE EI CE EE EC CE OE NEE AEO NEE EON O EI ( O I E IIA. AN uEO ONA ) A OII EI O AEON EAOI AuIN EN OA. A AuIN EEA OAI EEAA. A IIEI E AEOOA (Al-Qazwini, 1. Sunan abu daud nomor hadis 2048: a a a aea a a e a e a e ca a e a ca a a a e a e a a a e a a a a e U a e a e ca e a a a ANEE I EO ENA AO a aIIO au E aCON II AA a AE aN AEI aO A a A eI EC aI CE a auIO E eI aO I aA s ANEE aI IA a a U a a e ca e a a a a a a a a a a e a a a a a a a e a a a a e a a a a a a a a ca a a e AE aI aI a a aO s aE s EEN aO e a a auE eOE aI eIA A CE aEO E O ECI A a ACE EN II E I aOE O aA a a ca a a aa a e e a a a a a e a e a ca a e a a a a a a e a a e a a a e a A aOCOE A aI aI eA-AAEO NEE EON OEIA- ANEEA a ANEE E aI CE E EC a aI a aOEA a AIA aE I EI N ACE A a ca a a a a e ae a ea a e a e ca a a a a e a e ca a ca a (Al- . A AaIIE aI E a a AE aO aacO e A auI aN aEE aA a aOA aI aEEA e a aO aI eI E eI O e a e aIIE eI A aE eONa aEA eO aI A auI aN E aN aO a UA Sijistani, 1. Sunan an nasaAoi nomor hadis 3028: a a a e a a a e a e a a e a a a e e a e a a a e e a a ca a a e a a a ca ca a ca a a a a a a a a a ca e a a ANEE AEO NEE EONa OEI II IIEI EA a ANEE CE CE EI OEA a AI aA aA AE aOacO aOII E eI O e a AE eONA a ca a ca (Al-Nasa'i, 1. AaEA eO aI A auI aN E aN aO a UA Adapun komposisi Syarah muqarin dalam hadis diatas yang dicantumkan Syaikh Muhammad Amin al-Harari dalam kitabnya mencakup 2 hal : Analisis Metode Syarah HadisA | 167 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus Tabel 2 . komposisi Syarah hadis muqarin dalam kitab al-Kaukab al-Wahhaj Syarah Sahih Muslim ibn al-Hajjaj karya Syaikh Muhammad Amin al-Harari Bentuk Syarah Syarah hadis Matn hadis hadis dan penerapannya AE OCA: A CE EAA: ACE EA AO aOaaOA ca acI OaOaO e aI Oae OaO E ac aIOIA A OAOAUAEA (IIO) AO E EOOA a eE a e aI aaO aOaa aO aI a acIa e aI eEaEA AOO O I O IO IA aA eI aaO aIaOOA Perbandingan lafadz hadis a A a aIOUA. AOA ca aA eE aN eIaIA )AEI I I I (EIOIA UaA aa aIa aaO aIaOOaA. )A(OEEUc eAa aEOa eOaOA A OEAO I NI EAAUAONO A eAIA ca aAI uA a UAaOIA a UA aI E e aI aA a ANA AIIOA aA e a NEEA a A EIa eIaO aI aA:A CEAUAEC aIA AOE I AIA: Aa OCE EIoA aAI aIaNa Oa a aNA a A ACA. aA AE aCOaNa a aIIA. Aa aIIOA UANO II E OEI OO EEOI IA !AE e aI aIA ca A e aA a A Oa a:aCaE EaNa a aI aIA A uEOA: AOCE ENA: AOCE ECOA aA aOU aac Ea aEac aN aaE aaEA a AaE Iaa aOaEa aA A I uEO IOIA : AO Ia eI a aIIaEa Ca aEA a A aI aIA a Aa eA AOEOI I ENE OE ENA A EaCae Ca aEAU aA Ea eaI Ca eEa aEA: AcEEA Perbandingan pendapat a ca aA eA a aCa aEA A OCE I EIEEOAUAEIOA ca AAEacOA : AEac aIA ulama dalam memahami a AEaIa aA a ca AO aEA a aAcEEA a AEa eO aN aOA a AcEEA A OuIIAUAuEO OIA: AAO EONA a a A aI aI eAUAA ca A" aO aI e aa EA a AA a A aA AA E E EI EEA a ca A AauaIacNa aAUeAaI eIEa aI eE a a a u Aa eE aO aa acOA AOO CO EO AONI uEO EIEA A aO aI eI Ea eIAUAA a A aO a eAUAA aA a AaE eE aA a AA aI aE eEA eaA AEA EOO OuI EI EIIOA a eO aI u AauaIacNa EaNA ca AaO eaa e u Aa aEa eO aN aEA AI u O E AO EENOEA AaO a UA AOEOO OUA Dalam menSyarah hadis kitab Sahih Muslim Syaikh Muhammad Amin al-Harari dengan metode muqarin beliau mencantumkan 2 model Syarah muqarin sebagai berikut, adapun komposisi Syarah muqarin hadis diatas dan ulasan bagan diatas sebagai berikut: Pertama: muqaranah lafdzi al hadis . erbandingan lafad. , dalam menSyarah hadis diatas Syaikh Muhammad Amin al-Harari mencantumkan perbedaan lafadz hadis dengan mengutip perkataan al-Hafidz ibn Hajar al-Asqalani bahwasanya ada perbedaan disebagian riwayat seperti riwayat zaid bin abi unaisah yang menggunakan redaksi lafadz )A (EIOIAakan tetapi riwayat yang menggunakan redaksi ini dihukumi syadz. kebanyakan periwayatan hadis diatas menggunakan lafadz )A(IIOA. Kedua: muqaranah antara pendapat ulama . erbandingan pendapat ulam. , dalam menSyarah hadis diatas Syaikh Muhammad Amin al-Harari mencantumkan perbedaan pendapat ulama dalam memberi batasan dan pemahaman dalam kata ) A( EA, adapun perbedaan pendapat ulama sebagai berikut : Menurut Imam an-Nawawi penganut madzhab syafiAoi seseorang bisa disebut ) A( EA pemuda, itu ketika dia sudah baligh dan usianya belum melewati tiga puluh tahun. Menurut Imam al-Qurthuby penganut madzhab maliki seseorang bisa disebut ) A( EA pemuda, itu ketika usianya mencapai dua puluh tahun sampai tiga puluh tahun. Ibnu Syas al-Maliki seseorang bisa disebut ) A ( EApemuda, itu ketika usianya belum melewati empat puluh tahun. Analisis Metode Syarah HadisA | 168 AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies. Vol. 6 No. 2 Desember 2025 Hifdhul Ulum. Mohammad Anang Firdaus Imam Zamahsyari penganut madzhab hanafiyah seseorang bisa disebut ) A( EA pemuda, itu ketika usianya mencapai dua puluh tahun sampai tiga puluh tahun. Kelebihan dan Kekurangan Adapun kelebihan dari kitab ini adalah memperkaya wawasan pembaca, mendorong sikap toleransi, dan menyajikan keragaman pendapat ulama beserta berbagai model hadis. Dan adapun kekurangan dari penulisan kitab ini adalah penyajian Syarah hadis yang sangat menjabar dari berbagai aspek fan ilmu sehingga terkadang terkesan membingungkan bagi orang yang baru belajar turast. KESIMPULAN Syaikh Muhammad Amin al-Harari adalah ulama yang terkenal menguasai berbagai bidang ilmu agama khususnya ilmu hadis, banyak kontribusi yang beliau sumbangkan baik dari segi riwayah maupun diroyah dan beliau banyak melahirkan karyakarya kitab hadis dan musthalah hadis, salah satu buah karya monumental beliau dalam hadis adalah kitab al-Kaukab al-Wahhaj wa ar-Raud Bahhaj fi Syarahi Sahih Muslim bin Hajjaj, kitab ini menjelaskan secara detail hadis-hadis dalam kitab Sahih Muslim. Dalam penulisan kitab Syarah hadis terdapat berbagai macam metode yang disajikan dan digunakan para ulama hadis seperti an nawawi yang menuliskan kitab al-Minhaj Syarah Sahih Muslim bin Hajjaj dengan metode muqarin. Sedangkan metode Syarah hadis yang digunakan Syaikh Muhammad Amin al-Harari dalam kitabnya adalah penggabungan antara metode tahlili dan muqarin, serta komposisi yang digunakan dalam Syarah hadis tahlili mencakup lima hal : pertama penjelasan perawi hadis, penjelasan bahasa / nahwu, penjelasan masalah fiqh, uraian lafadz . ahlil al lafdz. , tahrij hadis. Sedangkan komposisi pada Syarah hadis muqarin mencakup dua hal: pertama perbandingan lafdz hadis, kedua perbandingan pendapat ulama dalam memahami hadis. DAFTAR PUSTAKA