Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PEMBERDAYAAN KUALITAS USAHA MELALUI INOVASI DIGITALY UMKM Windayanti1* dan Wenny Desty Febrian2 Universitas Dian Nusantara. Jakarta Barat. Indonesia Corresponding author: wenny. febrian@undira. Abstrak: Kesuksesan seseorang bisa jadi diawali dari pendidikan yang ada di dalam keluarganya, karena dari situlah awal mula anak mengenal Individu yang ingin menjadi maju dalam usahahnya tentunya ia juga bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses. Yang nantinya tidak hanya menggantungkan diri sendiri tetapi bisa membiayai minimal dirinya sendiri sampai keluarganya. Oleh karena itu, seorang pelaku umkm harus melek teknologi dan melihat peluang-peluang apa yang dapat digali dan dimanfaatkan untuk membuka usaha yang dapat menghadirkan uang. Lokasi mitra PKM berada pada area Universitas Dian Nusantara. Mitra yang dilayani berada di wilayah Tanjung Duren yang merupakan kawasan padat penduduk yang terpadu antarapemukiman warga, pasar, sekolah. Daerah ini termasuk strategis karena dilalui oleh transportasi umum sehingga otomatis mudah dijangkau oleh banyak orang. Adapun kegiatan-kegiatan yang Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, yaitu Melakukan studi pustaka tentang materi Diterima : 19/09/2021 terkait dengan kewirausahaan. Melakukan persiapan bahan dan alat pendukung seminar wirausaha. Melakukan uji coba desain materi yang Direvisi : 27/12/2022 akan disampaikan. Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan Dipublikasi : 31/05/2024 pengabdian bersama- sama tim pelaksana. Mengirim surat kesediaan peserta terkait dengan kesediaannya untuk mengikuti seminar, dan Menerima tanggapan yang cukup antusias dari peserta atas kesediaannya dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kata Kunci : Pemberdayaan. Kualitas Usaha. Inovasi. Digitalisasi Abstract: A person's success can be started from the education that is in his family, because that's where the child begins to know the world. Individuals who want to be advanced in their business of course he can also become a successful entrepreneur. Who will not only depend on themselves but can at least pay for themselves and their families. Therefore, an MSME actor must be technology literate and see what opportunities can be explored and utilized to open a business that can generate money. The location of PKM partners is in the Dian Nusantara University area. The partners served are located in the Tanjung Duren area which is a densely populated area that is integrated between residents' settlements, markets, schools. This area is strategic because it is traversed by public transportation so that it is automatically easily accessible by many people. The activities carried out before carrying out community service, namely conducting library research on materials related to entrepreneurship, preparing materials and supporting tools for entrepreneurial seminars, conducting trials of material designs to be delivered, determining the implementation time and duration. service activities together with the implementing team. Sending participants' willingness letters regarding their willingness to attend seminars, and Receiving enthusiastic responses from participants for their willingness to carry out community service activities. Keywords: Empowerment. Business Quality. Innovation. Digitization Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 22 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PENDAHULUAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen Perguruan Tinggi merupakan salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra PKM yang berlokasi di sekitar Universitas Dian Nusantara, terutama di wilayah Tanjung Duren. Jakarta Barat, adalah keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk peningkatan kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meskipun Tanjung Duren merupakan area yang strategis dengan kepadatan penduduk tinggi dan akses mudah terhadap transportasi umum, para pelaku UMKM di wilayah ini masih kesulitan untuk meningkatkan penjualan melalui platform Selain itu, ada pemikiran di kalangan pelaku UMKM yang menganggap bahwa modal besar dalam bentuk uang adalah syarat utama untuk memulai usaha. Mereka juga merasa takut akan kegagalan dan enggan mengorbankan waktu untuk mencoba kegiatan baru, seperti memanfaatkan media sosial atau platform e-commerce untuk pemasaran produk. Hal ini menjadi kendala utama dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar mereka. Sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan ekonomi. UMKM di Tanjung Duren membutuhkan intervensi yang dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya digitalisasi dalam bisnis (Putra, 2. Pelaku UMKM perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha mereka, mulai dari penggunaan media sosial untuk promosi hingga memanfaatkan ecommerce untuk transaksi penjualan (Nurpratama dan Anwar, 2. Pada saat ini, meskipun sebagian besar masyarakat telah familiar dengan penggunaan media sosial, banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan bisnis (Fawahan dan Purnasari, 2. Mereka masih cenderung menggunakan media sosial untuk keperluan pribadi daripada sebagai alat pemasaran yang efektif. Di sisi lain, penggunaan platform e-commerce seperti Shopee. Tokopedia, atau Bukalapak juga belum dimaksimalkan, padahal platform-platform ini menawarkan peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk operasional (Nugroyanti. Analisis situasional ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengubah pola pikir para pelaku UMKM di Tanjung Duren mengenai pentingnya inovasi digital (Arianto. Pengetahuan yang minim tentang kewirausahaan digital dan keterampilan yang terbatas dalam penggunaan teknologi menjadi faktor penghambat utama yang harus diatasi melalui program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur (Hasibuan, 2. Kegiatan PKM ini berfokus pada pemberdayaan UMKM dengan memberikan pelatihan yang relevan dan berkelanjutan dalam penggunaan media digital untuk promosi dan penjualan. Dalam konteks yang lebih luas, permasalahan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak UMKM di Indonesia, terutama yang berada di kawasan padat penduduk dengan akses teknologi yang relatif baik (Tambunan, 2. Meskipun akses terhadap teknologi sudah ada, banyak UMKM yang masih enggan atau belum mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan bisnis (Nuvitasari dan Martiana, 2. Padahal, di era digital seperti sekarang ini, kemampuan untuk menggunakan teknologi secara efektif dapat menjadi pembeda antara UMKM yang berkembang dan yang stagnan (Sedyastuti, 2. Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 23 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Selain itu, tantangan lainnya adalah kurangnya motivasi untuk berwirausaha di kalangan masyarakat, terutama mahasiswa yang menjadi mitra dalam program PKM ini. Banyak dari mereka yang masih berorientasi untuk menjadi pencari kerja setelah lulus daripada menjadi pencipta lapangan pekerjaan melalui wirausaha. Hal ini terkait dengan kurangnya pemahaman tentang potensi dan peluang yang dapat digali melalui wirausaha, serta ketakutan akan risiko yang harus dihadapi. Kesuksesan seseorang bisa jadi diawali dari pendidikan yang ada di dalam keluarganya, karena dari situlah awal mula anak mengenal dunia (Zahrok dan Suarmini, 2. Individu yang ingin menjadi maju dalam usahahnya tentunya ia juga bisa menjadi seorang pengusaha yang Yang nantinya tidak hanya menggantungkan diri sendiri tetapi bisa membiayai minimal dirinya sendiri sampai keluarganya. Oleh karena itu, seorang pelaku umkm harus melek teknologi dan melihat peluang-peluang apa yang dapat digali dan dimanfaatkan untuk membuka usaha yang dapat menghadilkan uang (Febrian et al, 2. Karena menjadi wirausaha tidak serta merta langsung sukses tetapi mereka yang mau konsisten menjalani dan belajar dari pengalaman serta risiko yang akan mereka hadapi. Program PKM ini juga menghadapi tantangan dalam hal penerimaan dan respons dari Meskipun ada antusiasme dari peserta yang ingin belajar dan mengembangkan keterampilan baru, tetap ada kekhawatiran mengenai efektivitas pelatihan yang diberikan, terutama dalam hal penerapan pengetahuan yang mereka peroleh ke dalam praktik bisnis seharihari. Dalam hal ini, keberlanjutan program dan pendampingan jangka panjang menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diberikan benar-benar dapat diimplementasikan dan membawa manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Selain itu, permasalahan lain yang dihadapi adalah bagaimana cara memotivasi peserta untuk benar-benar menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam program PKM ke dalam bisnis Motivasi adalah kunci keberhasilan dalam wirausaha, dan tanpa motivasi yang kuat, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan melalui pelatihan mungkin tidak akan berdampak signifikan pada kinerja bisnis mereka. Oleh karena itu, program PKM ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun motivasi dan kepercayaan diri para peserta untuk menjadi wirausaha yang sukses. Secara keseluruhan, situasi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Tanjung Duren mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui teknologi digital. Program PKM ini berusaha untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan solusi yang tepat sasaran, namun tetap perlu diakui bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan komitmen dari semua pihak yang terlibat. Dengan pendekatan yang tepat, program ini memiliki potensi untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas usaha dan kesejahteraan ekonomi pelaku UMKM di wilayah ini. Mitra Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan mahasiswa Universitas Dian Nusantara yang terdiri dari semester 3 dan 4 berada di wilayah kampus Tanjung duren dan Bekasi. Mitra belum dapat memaksimalkan peningkatkan penjualan melalui inovasi digitaly UKM. Hal itu dapat diselesaikan dengan pengetahuan dengan membuat memaksimalkan penggunaan media sosial untuk kegiatan promosi sekaligus menggunakan fasilitas internet. Lokasi mitra PKM berada pada area Universitas Dian Nusantara. Mitra yang dilayani berada di wilayah Tanjung Duren yang merupakan kawasan padat penduduk yang terpadu antarapemukiman warga, pasar, sekolah. Daerah ini termasuk strategis karena dilalui oleh Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 24 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 transportasi umum sehingga otomatis mudah dijangkau oleh banyak orang. Permasalahan Yang Dihadapi Peserta PKM bertujuan untuk dapat berupaya terus belajar dan mengenal tentang pentingnya meningkatkan hasil penjualan. Pemikiran Peserta PKM yang membayangkan bahwa jika mau menjadi wirausaha adalah yang memiliki modal dalam segi uang yang besar, ketakutan akan gagal dan mengorbankan banyak waktu untuk kegiatan barunya. SOLUSI PERMASALAHAN Solusi yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Tanjung Duren adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan intensif mengenai penggunaan teknologi digital dalam bisnis. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM dan mahasiswa mitra PKM untuk mengubah pola pikir mereka tentang pentingnya inovasi digital dalam bisnis. Ini bisa dilakukan melalui seminar motivasi yang menghadirkan para wirausahawan sukses yang telah berhasil memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Selanjutnya, pelatihan intensif mengenai penggunaan media sosial untuk promosi produk harus diberikan. Pelatihan ini akan mencakup cara membuat konten yang menarik, strategi pemasaran digital, dan penggunaan platform seperti Instagram. Facebook, dan WhatsApp untuk mempromosikan produk. Pelatihan ini juga akan mengajarkan cara memanfaatkan fitur-fitur iklan berbayar di media sosial untuk meningkatkan jangkauan dan visibilitas produk. Selain itu, pelatihan mengenai penggunaan platform e-commerce seperti Shopee. Tokopedia, dan Bukalapak juga sangat penting. Para pelaku UMKM akan diajarkan cara membuat toko online, mengelola inventaris, dan memproses pesanan melalui platform tersebut. Mereka juga akan diberikan panduan tentang cara memanfaatkan fitur-fitur promosi yang tersedia di platform e-commerce untuk meningkatkan penjualan. Pendampingan berkelanjutan juga menjadi solusi kunci dalam program ini. Setelah pelatihan selesai, para peserta harus terus dipantau dan diberikan bimbingan dalam menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh. Pendampingan ini bisa dilakukan melalui konsultasi rutin, diskusi kelompok, atau mentoring satu-satu. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa peserta benar-benar dapat mengimplementasikan strategi yang mereka pelajari dan mendapatkan hasil yang nyata dari upaya mereka. Pengenalan Media Sosial untuk Promosi adalah dengan mengadakan pelatihan mengenai media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk promosi, seperti Instagram, dengan menggunakan fasilitas paid promote untuk akun yang kita miliki, ataupun pemanfaatan e-commerce . hopee, bukalapak, tokopedi. yang tidak memerlukan biaya pada saat penjualan produknya. Alternatif produk yang diperdagangkan Pengenalan mengenai produk yang dalam hal ini bisa jadi berupa barang ataupun jasa yang dapat dijadikan alternatif pilihan untuk produk yang mereka jual, contohnya produk donat dapat dimodifikasi dengan berbagai bentuk dan varian topping yang sedang kekinian. Target luaran setelah pelatihan ini dilaksanakan adalah diharapkan manfaat yang akan diperoleh adalah: Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 25 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Peserta PKM termotivasi untuk menambah aktivitasnya dengan berjualan memanfaatkan media yang mereka miliki. Peserta PKM dapat menggali minat dan bakatnya untuk mencari ide peluang bisnisnya. Peserta PKM siap untuk menjadi bagian dari wirausaha yang memiliki kemampuan dan skill untuk meningkatkan penjualan. Selain target luaran dalam segi mitra PKM, dalam segi akademik diharapkan hasil dari PKM ini dapat dipublikasikan sebagai karya ilmiah yang dapat dibagikan kepada masyarakat. METODE Pelaksanaan program PKM ini akan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah persiapan, yang mencakup pengumpulan data awal tentang kondisi UMKM di Tanjung Duren, identifikasi kebutuhan pelatihan, dan penyusunan materi pelatihan. Pada tahap ini, tim pelaksana juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti universitas, pemerintah setempat, dan komunitas UMKM untuk memastikan dukungan dan partisipasi yang optimal dalam program ini. Tahap kedua adalah pelaksanaan pelatihan. Pelatihan akan dilakukan secara tatap muka dan online, tergantung pada kondisi dan preferensi peserta. Setiap sesi pelatihan akan berlangsung selama beberapa jam dan mencakup presentasi materi, diskusi, dan praktik langsung. Peserta akan diberikan tugas-tugas praktis yang harus mereka selesaikan di antara sesi pelatihan untuk memastikan pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang terasah. Tahap ketiga adalah pendampingan berkelanjutan. Setelah pelatihan selesai, peserta akan diberikan akses ke forum diskusi online, di mana mereka dapat bertanya, berbagi pengalaman, dan mendapatkan masukan dari mentor. Pendampingan ini juga akan melibatkan kunjungan lapangan oleh tim pelaksana untuk memantau perkembangan peserta dan memberikan bimbingan tambahan jika diperlukan. Tahap terakhir adalah evaluasi dan pelaporan. Pada tahap ini, tim pelaksana akan mengumpulkan data hasil pelatihan dan pendampingan, melakukan analisis terhadap efektivitas program, dan menyusun laporan akhir yang akan dipresentasikan kepada pihak-pihak terkait. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk perbaikan program di masa mendatang dan untuk merumuskan rekomendasi yang relevan untuk kegiatan PKM selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari pelaksanaan program PKM ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan teknologi digital untuk bisnis. Para pelaku UMKM yang sebelumnya ragu untuk memanfaatkan media sosial dan e-commerce kini mulai aktif menggunakan platform-platform tersebut untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Sebagai contoh, banyak peserta yang melaporkan peningkatan penjualan setelah memanfaatkan fitur iklan berbayar di Instagram dan mulai berjualan di Shopee dan Tokopedia. Namun, tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program ini juga tidak sedikit. Beberapa peserta masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan strategi yang mereka pelajari, terutama dalam hal manajemen waktu dan konsistensi. Pendampingan berkelanjutan Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 26 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 yang diberikan setelah pelatihan sangat membantu mereka untuk tetap termotivasi dan fokus pada tujuan bisnis mereka. Secara keseluruhan, program PKM ini berhasil memberikan dampak positif bagi UMKM di Tanjung Duren, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal pendampingan dan dukungan jangka panjang. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, teknologi digital dapat menjadi alat yang efektif untuk memberdayakan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa intervensi melalui pelatihan dan pendampingan intensif dalam penggunaan teknologi digital bagi UMKM di Tanjung Duren telah memberikan dampak positif yang signifikan. Para pelaku UMKM yang sebelumnya tidak memahami atau meragukan manfaat digitalisasi dalam bisnis kini mampu mengoptimalkan penggunaan media sosial dan platform e-commerce untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Hasilnya, banyak peserta yang melaporkan peningkatan penjualan dan jangkauan pasar yang lebih luas. Namun, tantangan masih ada dalam hal konsistensi penerapan ilmu yang didapatkan, serta manajemen waktu yang efisien di kalangan pelaku UMKM. Untuk kegiatan selanjutnya, disarankan agar program ini terus dilanjutkan dengan penekanan pada pendampingan jangka panjang dan monitoring berkala. Pemberian insentif atau penghargaan bagi UMKM yang berhasil menerapkan teknologi digital secara efektif dapat menjadi motivasi tambahan. Selain itu, pengembangan modul pelatihan yang lebih mendalam dan penyesuaian terhadap kebutuhan spesifik masing-masing UMKM juga penting untuk meningkatkan efektivitas program. Melibatkan lebih banyak mitra strategis, seperti perusahaan teknologi dan platform e-commerce, dapat membuka peluang baru dan memperkuat jaringan pemasaran bagi UMKM di wilayah ini. Dengan demikian, diharapkan program ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas bisnis UMKM tetapi juga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. DAFTAR RUJUKAN Arianto. Pandemi Covid-19 dan transformasi budaya digital di Indonesia. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 5. , 233-y. Fawahan. , & Purnasari. Membangun Branding Produk UMKM Melalui Media Sosial Tiktok. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah, 4. , 280-289. Febrian. Fathihani. , & Purnama. MOTIVASI BAGI PARA IBU RUMAH TANGGA UNTUK BERWIRAUSAHA DI MASA PANDEMI. Andhara, 2. Hasibuan. Apri. Pelatihan Tentang Peningkatan Dan Pengembangan Usaha Bagi UMKM Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi (Studi Pada Kelurahan Tegal Sari i Medan Are. In Talenta Conference Series: Local Wisdom. Social, and Arts (LWSA) (Vol. No. NUGROYANTI. Pembentukan Platform Digital E-commerce dan Pembinaan Ecommerce UMKM oleh Rumah BUMN BRI DI Yogyakarta (Doctoral dissertation. UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA). Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 27 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 3. Issue 1. Mei 2023 Page 22 - 28 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Nurpratama. , & Anwar. Penerapan digital marketing bagi usaha mikro, kecil dan menengah . di kelurahan karangmalang kecamatan indramayu kabupaten indramayu: Implementation Of Digital Marketing For Micro. Small And Businesses Medium (UMKM) In Kelurahan Karangmalang Kecamatan Indramayu. Kabupaten Indramayu. Jurnal Investasi, 6. , 87-102. Nuvitasari. , & Martiana. Implementasi SAK EMKM sebagai dasar penyusunan laporan keuangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). International Journal of Social Science and Business, 3. , 341-347. Putra. Peran UMKM dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Blora. Jurnal Analisa Sosiologi, 5. , 40-52. Sedyastuti. Analisis pemberdayaan UMKM dan peningkatan daya saing dalam kancah pasar global. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis Dan Manajemen Indonesia, 2. , 117-127. Tambunan. UMKM di Indonesia: perkembangan, kendala, dan tantangan. Prenada Media. Zahrok. , & Suarmini. Peran perempuan dalam keluarga. IPTEK Journal of Proceedings Series, . , 61-65. Available Online: https://jurnal. id/index. php/andhara/index Page 28 Jurnal Andhara is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License