Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT. ANALISIS DAN TEMUAN (DAT) BERBASIS DIGITAL LIFE SKILL Apdoludin1. Reni Guswita2. Diyan Andriani3. Dexza Isma Putri4 1,2,4 Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Indonesia Universitas Merangin. Indonesia Email: apdoludinstkipmb@gmail. com1, guswitareni@gmail. fahmidiyan35@gmail. Dexzaismaputri0@gmail. ABSTRAK Keterbatasan sumber belajar, kurangnya kemampuan pendidik, rendahnya kemampuan berfikir siswa, kesulitan melatih keterampilan, dan menganalisis materi merupakan masalah serius dalam penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R & D). Tujuan penelitian untuk mengetahui validitas, praktikalitas dan efektivitas model pembelajaran DAT berbasis digital life skill yang dikembangkan. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 106/II Sungai Binjai sebanyak 124 siswa. Teknik penyampelan yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian sebanyak 36 siswa. Ujicoba terbatas pada 9 siswa. Tekknik pengumpulan data yaitu lembar validasi model, observasi, angket, dan wawancara. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan besarnya reliabilitas instrumen adalah 74 dengan persentase 92,5% . oleh ahli desain model pembelajaran. 63 dengan persentase 78,75% . oleh ahli bahasa. 76 dengan persentase 95% . oleh ahli materi dan 2880 dengan persentase 89,51% . angat setuj. oleh siswa. Teknis analisis data menggunakan uji-t. Bagi peneliti lanjutan disarankan agar dapat memperhatikan keterbatasan penelitian, sehingga dapat lebih menyempurnakan model yang telah dikembangkan. Kata kunci: Model Pembelajaran Debat. Analisis. Temuan. Digital Life Skill ABSTRACT Limited learning resources, lack of educators' abilities, low student thinking skills, difficulty in training skills, and analyzing materials are serious problems in this study. This study is a development research or Research and Development (R & D). The purpose of the study was to determine the validity, practicality, and effectiveness of the DAT learning model based on digital life skills that was developed. The population of the study was 124 students of grade IV of Elementary School 106/II Sungai Binjai. The sampling technique used was simple random sampling. The sample in the study was 36 students. The trial was limited to 9 students. Data collection techniques were model validation sheets, observations, questionnaires, and interviews. The reliability test in this study used a Likert scale. The results showed that the reliability of the instrument was 74, with a percentage of 92. 5% . by learning model design experts. 63 with a percentage of 78. 75% . by language experts. 76 with a percentage of 95% . by material experts and 2880 with a percentage of 89. 51% . trongly agre. by students. For further researchers, it is recommended to pay attention to the limitations of the study, so that they can further refine the model that has been developed. Keywords: Debate Learning Model. Analysis. Findings. Digital. Life Skills PENDAHULUAN Kemajuan merupakan suatu keniscayaan yang ingin dicapai semua bangsa, termasuk di Indonesia. Indonesia seolah-olah tidak bertepi dan tidak memiliki solusi seiring perkembangan zaman, sehingga kemajuan dibidang pendidikan akan sulit tercapai. Fakta menunjukkan berbagai kurikulum telah dilakukan penyempurnaan, masalah pendidikan tetap ada. Kurikulum merdeka telah berjalan selama 2 tahun lebih, namun pelaksanaan pembelajaran di kelas masih mengalami banyak kendala dari segi teknis maupun non teknis. Studi saat ini tidak memberikan bukti yang cukup bahwa sumber belajar dan kualitas SDM pendidik sudah merata di seluruh Indonesia terutama di sekolah dasar. Salah satu sekolah dasar yang memprihatinkan adalah sekolah dasar yang berada di Kecamatan Bathin i. Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil interview diketahui bahwa sekolah ini memiliki keterbatasan sumber belajar dan kurangnya kemampuan pendidik dalam mendesign pembelajaran. Beberapa ketersediaan sumber belajar yang dapat https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 299 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. membantu mereka dalam pembelajaran, kemampuan berfikir siswa, kesulitan melatih Berdasarkan fakta tersebut, maka focus penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis debat, analisis dan temuan (DAT) (Apdoludin et al. , 2. (Apdoludin & Martinisyamin, 2. , (Mukminin, 2. , (Parianom et al. , 2. , (Habibi et al. berbasis digital life skill dan (Hadiyanto et , 2. yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pendidik dan peserta didik di masa depan. Pendidik diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang memacu pada kreativitas peserta sehingga perlu modifikasi dan Pentingnya digital life skill bagi siswa adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan teknologi di zaman globalisasi (Tlili et al. , 2. , (Paneque et al. dan (Thatcher & Perrewy, 2. Mengajarkan teknologi dan kecakapan hidup membantu siswa memperoleh keterampilan dan modal penting untuk hidup mandiri dan bertahan hidup di lingkungannya. Dengan mengajarkan teknologi dan kecakapan hidup, diharapkan siswa mampu menjaga diri . elf-hel. , membangun citra diri . elf-imag. , memperluas kesadaran diri . elf-knowledg. , dan pada akhirnya mampu membantu orang lain sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai individu dan sebagai makhluk sosial . ocial Model DAT menekan pada kemampuan menggunakan teknologi, dan kecakapan hidup. Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran berpusat kepada peserta didik atau student menemukan pengetahuan baru (Apdoludin & Martinisyamin, 2. Model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik sangat mempengaruhi pembelajaran peserta didik (HernyndezGonzylez & Pyrez, 2. dan (Joyce & Weil. Penelitian ini adalah kelanjutan dari penelitian yang berjudul AuModeling Analysis. Findings. Development. Organizing the Material and Learning for Students in Islamic Boarding SchoolsAy. Penelitian ini memiliki kelemahan yang perlu penelitian lebih lanjut, karena model ini hanya bisa diterapkan pada sekolah berasrama dan tidak mampu mengikuti perkembangan pendidikan di Indonesia yang terus berkembang memasuki abad 21 dimana peserta didik harus memiliki kecakapan hidup di dunia digital atau teknologi elektronik yang menghasilkan. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 data-data Model yang dikembangkan memiliki kebaruan yaitu . model yang dikembangkan berbasis digital life skill, . memiliki kecakapan dalam berkomunikasi, menganalisis materi, menemukan pengetahuan baru . memiliki kecakapan menggunakan digital atau teknologi sesuai perkembangan pendidikan, . model yang dikembangkan bisa diterapkan pada semua sekolah tidak hanya pada sekolah berasrama seperti pada penelitian sebelumnya Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan student center dengan menerapkan model pembelajaran DAT berbasis digital life skill (Apdoludin, 2. Adapun komponen model DAT adalah . sintak model, . sistem soasial, . prinsip reaksi, . sistem pendukung, dan . dampak instruksional (Apdoludin et al. Adapun sintak model pembelajaran DAT adalah (Apdoludin & Wiryotinoyo, 2. Tabel 1. Sintak Model DAT berbasis digital life Fase Komponen Model Komunikasi Membimbing Strategi Implementasi Monitoring Evaluasi Formatif Kegiatan Pembelajaran Terkomunikasikannya Siswa memperoleh informasi dari dari guru Siswa belajar dan penugasan dari guru Membentuk kelompok pro dan Menentukan pembicara utama Membaca tata tertib debat Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topik debat Meluruskan alur berpikir peserta Menciptakan situasi debat yang Memberi stimulus Mencegah Mendorong secara aktif Menumbuhkan rasa percaya diri Mendorong siswa menyelidiki Mendorong siswa menemukan ilmu baru dari topok yang Mendorong menemukan ilmu tersirat Implementasi komponen model pembelajaran debat, analisis dan temuan pada pembelajaran sains. Mengamati perobahan perilaku belajar siswa Mengidentifikasi Membimbing AutemanAy belajar Mengamati minat dan bakat Memberikan motivasi Pemahaman Keberanian https://ejournal. id/index. php/mp | 300 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Kelancaran berbicara Kerjasama tim Revisi Evaluasi Sumatif Meringkas data yang ditemukan pada evaluasi sumatif Mengetahui letak masalah dan Menerima masukan dari siswa Mengevaluasi model pembelajaran debat, analisis dan temuan yang sudah diperbaiki untuk mengetahui model layak digunakan atau tidak Sistem Sosial adalah interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran berbasis student-centered(Li et , 2. , dimana pendidik berperan sebagai fasilitator(Premsagar et al. , 2. Prinsip Reaksi, pendidik memberikan tanggapan dan respons dengan menggutamakan tugas-tugas kognitif(Herzog ny Hoffmann et al. , 2. pendidik harus yakin bahwa tugas-tugas kognitif tersebut muncul dengan instruksi yang optimal pada saat yang tepat(Joyce & Weil, 2. Sistem Pendukung adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh peserta didik untuk menggali informasi dalam pembelajaran, seperti media pembelajaran (Apdoludin, 2023. Dampak Instruksional adalah adanya pemahaman konsep yang lebih mendalam dan hasil belajar meningkat(Susanto. Krida Singgih Kuncoro. Ferdinand S. Leuwol. Astuti Wijayanti. Fina Hiasa et al. , 2. Sedangkan dampak pengiringnya adalah meningkatkan antusiasme belajar peserta didik, menimbulkan sikap kritis dan kebiasaan berpikir kreatif(Apdoludin. Dalam model debat analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill ada tiga kelompok yaitu: kelompok satu dan dua saling berhadapan disebut sebagai kelompok pro dan kelompok kontra sedang kelompok ke tiga adalah kelompok netral disebut sebagai kelompok ahli. Adapun posisi masing-masing kelompok dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Posisi Meja Belajar (Apdoludin. Reni Guswita. Diyan Andriani. Keterangan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Garis perdebatan kelompok pro dan kontra Garis Garis komunikasi Sebelum dimulai perdebatan ditentukan terlebih dahulu dua pembicara dari setiap Debat dimulai dengan memberi kesempatan kepada pembicara pertama dari salah satu kelompok untuk merumuskan argumentasinya dengan jelas dan teliti (Peace, 2. , (Kennedy, 2. , dan (Dantas & Cunha. Pembicara menanggapi pendapat pembicara pertama, tetapi tidak boleh mengulangi pikiran yang sudah Selanjutnya para pembicara kedua dari setiap kelompok diberi kesempatan untuk berbicara sesuai urutan pada para pembicara pertama (Cariyanos-Ayala et al. dan (Cole et al. , 2. Life Skill kecakapan hidup diartikan sebagai suatu keterampilan yang dipelajari untuk melakukan sesuatu dengan baik(Sarbiran. Kecakapan hidup dapat diartikan sebagai Auskills that help an individual be successful in living a productive and satisfying lifeAy(Lau et al. Senada dengan pendapat Hadiyanto, life skill adalah kecakapan yang dimiliki seseorang dalam menghadapi masalah secara wajar, tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari solusi(Hadiyanto et al. , 2. Berdasarkan definisi yang telah diuraikan dapat diketahui bahwa life skill adalah kebisaan tingkah laku positif dan adaptif yang memungkinkan setiap individu berhubungan secara efektif dengan permintaan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. METODE Research Design. Site, and Participants Jenis penelitian ini adalah penelitian Research Development (R & D), (Ermawati et al. , 2. dan (Eny Winaryati. Muhammad Munsarif. Mardiana. Suwahono, 2. Tujuan utama penelitian dan pengembangan yaitu untuk menghasilkan produk-produk kependidikan yang secara efektif dapat dimanfaatkan di dalam lembaga pendidikan(Hardani et al. , 2. Data Collection and Analysis Data pengembangan dalam penelitian ini merujuk pada model tahap Research and Development (R & D) yang direkomendasikan Borg dan Gall(Firdaus & Wilujeng, 2. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu lembar validasi model, observasi, angket, dan wawancara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui validitas, praktikalitas dan efektivitas model pembelajaran DAT https://ejournal. id/index. php/mp | 301 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. berbasis digital life skill yang dikembangkan. Prosedur pengembangan dalam penelitian mengacu pada tahapan-tahapan berikut: E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 (Sangat Laya. , 3 (Laya. , 2 (Tidak Laya. dan 1 (Sangat Tidak Laya. (Juliandi, 2. Teknik analisis data dilakukan dengan cara sebagai Merubah data skor menjadi nilai Menentukan rentang nilai (Hardani et al. , 2. Teknik analisis data, data yang diperoleh dari hasil instrument penelitian yaitu berupa lembar validasi ahli model, ahli bahasa dan ahli materi dianalisis untuk mengetahui tingkat kevalidan model pembelajaran DAT berbasis digital life skill yang dikembangkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Gambar 2. Prosedur Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di sekolah dasar Kecamatan Bathin i. Kabupaten Bungo. Provinsi Jambi. Indonesia. Subjek penelitian pada saat ujicoba terbatas sebanyak 9 orang dan uji coba diperluas sebanyak 36 orang peserta pendidik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi wawancara(Sahir, 2. Lembar validasi digunakan untuk mengukur kevalidan dan keefektivan model yang dikembangkan(Feny Rita Fiantika Mohammad Wasil Sri Jumiyati Leli Honesti Sri Wahyuni et al. , 2. Setelah validasi data dilakukan, selanjutnya dilakukan interpretasi data dengan menggunakan kategori interpretasi data skor sebagai berikut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Validitas Model Validasi model dalam penelitian ini telah dilakukan oleh ahli model pembelajaran, ahli bahasa dan ahli materi, hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi, kritik, dan saran agar model pembelajaran Debat Analisis dan Temuan (DAT) berbasis digital life skill dikembangkan menjadi produk yang berkualitas. Adapun aspek yang divalidasi oleh ahli adalah sebagai berikut: Tabel 3. Aspek validasi ahli Indikator Table 2. Validity test criteria Qualification 86%-100% Very Feasible 71%-85% Worth 61%-70% Decent Enough 46%-60% Less Feasible O45% Very Less Feasible Description Very suitable for use and no need for improvement Feasible to use Decent Less feasible and Very inadequate Kualitas Tampilan Feasibility Percentage Kualitas Bahasa (Ermawati et al. , 2. Analisis data pada penelititan ini menggunakan teknik analisis deskriptif (Farhana et al. , 2. Data kualitatif dan data kuantitatif tuntas(Nanda et al. , 2. Data yang didapat dari lembar validasi yang diberikan oleh ahli materi, bahasa, pengguna dan peserta didik menggunakan skala Likert yang terdiri dari 4 Aspek yang dinilai Komponen pembelajaran Debat Analisis dan Temuan (DAT) berbasis digital life skill sudah benar Instrumen model mempunyai komponen berupa warna, garis lengkung, huruf, kata kunci dan Panduan penggunaan instrumen dapat digunakan sebagai media Panduan pengguna instrumen model memberikan pemahaman yang mudah Panduan penggunaan instrumen model dapat memacu kreativitas Panduan pengguna instrumen model mudah digunakan Desain panduan penggunaan instrumen model menarik Tata letak gambar sudah benar Gambar yang digunakan sesuai dengan bahannya Komposisi warna teks background sudah sesuai Hasil jilidan sudah tepat dan rapi Tulisannya jelas Tulisan yang mudah dibaca Penggunaan dipahami dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia Bahasa yang dipilih sederhana dan mudah diingat Penyampaian materi telah selesai Bentuk dan jenis hurufnya sesuai https://ejournal. id/index. php/mp | 302 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Ukuran font sudah benar Warna hurufnya benar Ukuran gambar yang digunakan sudah sesuai Pada lembar aspek kelayakan isi terdapat masing-masing pernyataan yang telah di isi oleh validator ahli Expert Validation Validator Ahli Model Pembelajaran Validator Ahli Bahasa Validator Ahli Materi Tabel. 3 Hasil validasi Produk Max Score Total Score Percentage Category 92,5% Good 78,75% Good Good Tabel di atas menunjukkan validasi produk model pembelajaran debat, analisis dan temuan (DAT) berbasis digital life skill pada validator Ahli Model Pembelajaran memperoleh persentase sebesar 92,5% dengan kriteria Ausangat layakAy tetapi dengan perbaikan. Kemudian, validator ahli bahasa memperoleh persentase sebesar 88,75% dengan kriteria AulayakAy tetapi dengan Hal ini membuktikan bahwa produk Model pembelajaran debat, analisis dan temuan (DAT) berbasis digital life skill layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat (Ermawati et al. , 2. (Apdoludin et al. , 2. , bahwa penilaian pembelajaran dapat meningkatkan kualitas capaian pembelajaran. Rata-rata hasil validasi per indikator instrumen penilaian yang disampaikan peneliti kepada validator penilaian ditinjau dari kategori penilaian, rubrik soal, dan rubrik penilaian. Berikut ini adalah hasil validasi penilaian per indikator instrumen penilaian. Kualitas Grafik model pembelajaran, validator ahli bahasa dan validator ahli materi. Aspek kelayakan ini berisi tentang pernyataan yang membahas mengenai ketepatan desain model, ketepatan penggunaan bahasa dan ketepatan materi. Adapun hasil validitas dapat dilihat pada tabel berikut: Hasil Uji Coba Terbatas Uji coba terbatas model adalah mengevaluasi kecocokan antara sampel dengan populasi, bila hasilnya sesuai berarti model mendapat dukungan secara empiris sehingga tidak diperlukan perbaikan. Jika sebaliknya, berarti perlu dilakukan perbaikan. Uji coba secara terbatas dilakukan untuk melihat kelayakan penguasaan model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill yang dikembangkan sehingga dapat digunakan dalam Ujicoba terbatas juga dilakukan pada siswa, dengan jumlah total siswa sebanyak 9 siswa di sekolah dasar Negeri 106/II Sungai Binjai Kecamatan Bathin i. Kabupaten Bungo. Hasil uji coba terbatas adalah sebagai berikut: Tabel. 4 Hasil Uji Coba Terbatas Kualitas Tampila Kualitas Gambar 3. Hasil Validasi Ahli Model Hasil pembelajaran berdasarkan pada tiga indikator yaitu: Kualitas tampilan produk model, kualitas bahasa dan kualitas grafik. Kualitas tampilan produk model memperoleh 72,72 %. Kualitas memperoleh 75% dan kualitas grafik model memperoleh 85,21%. Kemudian hasil penilaian per indikator instrumen penilaian oleh ahli bahasa adalah sebagai berikut: Tabel 4 menjelaskan bahwa skor perolehan yaitu 625 dari jumlah skor maksimum https://ejournal. id/index. php/mp | 303 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Maka dapat diketahui bahwa persentase kualitas model debat, analisis, dan temuan (DAT) digital life skill berdasarkan hasil angket siswa yaitu 86,80% dengan kategori sangat setuju. Dengan demikian 13,02% adalah kelemahan atau kekurangan produk yang belum tercapai dan dilakukan perbaikan produk pada tahap berikutnya. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 dan materi belum ditampilkan dalam produk, menjadi lebih sistematis, terstruktur dan materi yang mudah dipahami. Secara kelseluruhan dari revisi produk dapat dilihat pada tabel 6 berikut. Tabel 6. Hasil Revisi Produk Sebelum Cover Depan Sesudah Cover Depan Perbaikan Produk Berdasarkan komentar dan saran dari validator dan pengguna, maka peneliti perbaikan-perbaikan Tabel 5. Hasil Revisi Komponen Produk Sebelum model debat, analisis dan temuan (DAT) analisis, dan digital life skill pada . temuan (DAT) bimbingan mandiri, komponen model debat, analisis, dan temuan (DAT) digital life skill kegiatan di rumah, dan model debat, analisis, dan temuan (DAT) analisis, dan digital life skill pada aktivitas di temuan (DAT) kelas, . materi pelajaran pada aktivitas ditekankan di kelas, pembelajaran debat analisis, dan temuan (DAT) digital life model debat, skill materi yang ditampilkan analisis, dan adalah temuan (DAT) mengandung di kontroversi terbaru bagi siswa debat, materi yang ditampilkan mengandung ilmu tersirat, . Perbaikan sebelumnya tidak ada kisi-kisi instumen angket tanggapan untuk guru dan siswa, . buku model debat, analisis, dan temuan (DAT) digital life skill didesain dengan sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipahami oleh pengguna. Peneliti memutuskan untuk perintah yang harus dilakukan memperjelas isi komponen model dalam setiap tahapan, langkah dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Cover Belakang Cover Belakang Daftar Isi Daftar Isi Desain Pengembangan Desain Pengembangan Posisi Meja Siswa Posisi Meja Siswa Tabel 5 di atas dapat diketahui adanya perbaikan pada komponen model debat, analisis, dan temuan (DAT) digital life skill. Dimana bagaimana petunjuk penggunaan model secara sistematis, sintak model yang belum terstruktur, https://ejournal. id/index. php/mp | 304 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Sintak Model Sintak Model Hasil Uji Coba di Perluas Setelah dilakukan perbaikan terhadap perangkat model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill sesuai saran dari para pelaksana di lapangan, selanjutnya dilakukan uji coba diperluas. Uji coba model kesesuaian model sekaligus memperbaiki model yang sudah diperoleh pada tahap uji coba terbatas (Eny Winaryati. Muhammad Munsarif. Mardiana. Suwahono, 2. Uji coba model diperluas dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 106/II Sungai Binjai Kabupaten Bungo. Uji coba perangkat model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill dilakukan pada siswa sebanyak 36 siswa. Hasil uji coba diperluas dinyatakan dalam tabel Tabel. 6 Hasil Uji Coba diperluas E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Tabel 4. menjelaskan bahwa skor penilaian atau skor perolehan yaitu 2. 576, skor maksimum yaitu 2. 880, dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba diperluas model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill berdasarkan angket siswa yaitu 89,51 dengan kategore sangat setuju. sesuai dengan pendapat (Mesra, 2. yang mengatakan produk yang dikembangkan diujicoba jika hasil ujicoba tersebut memeproleh kategori sangat setuju dapat diterapkan pada skala yang lebih KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan validasi instrumen sebesar 74 dengan presentase 92,5% . oleh ahli desain model pembelajaran. dengan presentase 78,75% . oleh ahli 76 dengan presentase 95% . oleh ahli materi dan 2880 dengan presentase 89,51% . angat setuj. oleh peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa produk atau model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill yang dikembangkan dirancang untuk menjawab permasalahan. Sebelum produk atau model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill diterapkan, terlebih dahulu divalidasi oleh ahli model pembelajaran, ahli bahasa, ahli materi, kemudian diujicobakan dan direvisi. Hasil dari revisi melahirkan produk atau model model debat, analisis, dan temuan (DAT) berbasis digital life skill yang berkualitas tinggi sehingga layak diterapkan di skala luas dan dapat mempermudah guru dan siswa dalam DAFTAR PUSTAKA