Hamdan: Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah melalui Model Pemecahan Masalah Ideal Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Melalui Model Pemecahan Masalah Ideal Oleh: Hamdan1 Abstrak Tujuan secara umum adalah untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan model pemecahan masalah dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Secara khusus tujuan penerapan model pemecahan masalah sebagai upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dengan demikian model pemecahan masalah ini bertujuan membantu para manajer pendidikan . alam hal ini kepala sekolah atau pengawas sekola. untuk melaksanakan tugas sehari-hari dalam menghadapi berbagai masalah yang harus diatasi dan diselesaikan. Untuk melakukan pengendalian mutu pendidikan dapat dilakukan dengan model pemecahan masalah. Langkah-langkah pemecahan masalah dapat disingkat IDEAL, yaitu: Identifikasi masalah. Dipilih masalah yang penting dan mendesak . Ekspos pemecahan masalah yang terbaik dari sejumlah alternatif pemecahan masalah. Aksi . pemecahan masalah terbaik tersebut, dan Lihat hasilnya untuk umpan balik Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemecahan masalah adalah: . komitmen seluruh penyelenggara pendidikan di Satuan Pendidikan, . perubahan paradigma dari paradigma lama ke paradigm baru, . sikap mental/budaya kerja, dan . pengorganisasian dan mekanisme kerja organisasi yang tepat dan disepakati oleh seluruh pihak yang berkepentingan. Langkah-langkah pemecahan masalah adalah: . menyelidiki situasi masalah, . mengembangkan alternative, . mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif yang terbaik, dan mengambil keputusan dan melakukan tindak lanjut. Kata Kuci: model pemecahan masalah. IDEAL Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai wujud merealisasikan amanat UUD 1945, sekolah sebagai satuan pendidikan merupakan ujung tombak penyelenggaraan Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan agar terbentuk masyarakat Indonesia yang cerdas. Untuk itu, perlu adanya pengendalian mutu . uality contro. dan penjaminan mutu . uality assuranc. Pengendalian mutu . uality contro. merupakan kegiatan operasional yang digunakan untuk Hamdan adalah Pengawas SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Jurnal Pendidikan. Volume 20. Nomor 2 Desember 2019, 149 - 156 memenuhi persyaratan mutu. Tujuannya adalah mendeteksi dan mengeleminasi komponenkomponen atau hasil akhir suatu produk yang tidak cocok dengan standar dalam hal ini delapan Standar Nasional Pendidikan . SNP). Sebagai wujud dari upaya melakukan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 tahun 2009 tentang Sistim Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) yang diperbaharui dengan Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Untuk melakukan pengendalian mutu pendidikan ada beberapa model yang dapat dilakukan. Model-model tersebut sebagaimana yang dikemukakan Husaini Usman . dalam (Power Point Materi Kuliah ke-10 Teknik Mutu, 2. adalah sebagai berikut: . Patok Duga, . Curah Pendapat, . Diagram Tulang Ikan, . Pohon Masalah, . Diagram Medan Kekuatan, . Charts Pengukuran, . Analisis Pareto, . Pemecahan Masalah IDEAL, . Delta, . Kaizen, . Deming, . Juran, . Crosby, . TC dan TQC, . QA, . Six Sigma, . TQM, . ISO 9000:2008, . Walls, . Conway, dan . MPMBS (MBS). Salah satu dari model tersebut di atas adalah Model Pemecahan Masalah IDEAL Usman . , menyatakan bahwa pemecahan masalah adalah suatu proses pengamatan dan pengenalan serta usaha mengurangi perbedaan antara keadaan sekarang . as sei. dengan keadaan yang akan datang yang diharapkan . as solle. Selanjutnya dijelaskan bahwa pemecahan masalah mengusahakan pendekatan antara jurang pemisah kesenjangan yang ada (Usman, 2010: . Bransford & Stein . 4: . dalam Agustina . anpa tahu. , menyatakan IDEAL adalah akronim dari komponen-komponen model: . Identifying problems, . Define and represent the problem, . Explore possible strategies, . Act on the strategies, dan . Look back and evaluate the effects of your activities. Sejalan dengan pendapat tersebut. Usman . , menyatakan bahwa secara sederhana, langkah-langkah pemecahan masalah dapat disingkat IDEAL, yaitu: Identifikasi masalah. Dipilih masalah yang penting dan mendesak . Ekspos pemecahan masalah yang terbaik dari sejumlah alternatif pemecahan masalah. Aksi . pemecahan masalah terbaik tersebut, dan Lihat hasilnya untuk umpan balik. Pemecahan masalah IDEAL berasumsi bahwa dengan belajar sesuatu yang abstrak, kecakapan pemecahan masalah merupakan satu-satunya kecakapan yang dapat ditransfer Hamdan: Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah melalui Model Pemecahan Masalah Ideal untuk berbagai situasi lain. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa terdapat 5 komponen pemecahan masalah IDEAL. Lima komponen dari kerangka kerja IDEAL tersebut akan selalu dilibatkan dalam siklus kegiatan pemecahan masalah. Proses perubahan dari pemecahan masalah yang terkecil, ke tujuan menengah, dan besar. Sebagai contoh dalam kelas kelompok individu, yang masing-masing berusaha untuk memecahkan masalahmasalah dasar seperti: . apa yang harus saya kerjakan untuk memaksimalkan peluang saya mencapai tujuan?, . materi apa yang harus disajikan pada hari ini?, . metode mengajar apa yang harus digunakan untuk kelompok pebelajar ini?, . cara apa yang paling baik untuk menangani kekacauan yang diakibatkan oleh pebelajar tersebut? Semua pertanyaan tersebut dapat diimplementasikan ke dalam kerangka penjaminan mutu. Standar Baru Peningkatan Mutu Terus Menerus Pemantauan Pelaksanaan Rumusan Koreksi Audit Internal Evaluasi Diri Gambar 1: Mekanisme Penjaminan Mutu Sumber: Manajemen: Teori. Praktik, dan Riset Pendidikan (Husaini Usman, 2. Untuk memecahkan suatu masalah harus ada keinginan untuk itu. Ada beberapa syarat keberhasilan penjaminan mutu yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut menurut Husaini Usman . adalah: . komitmen seluruh penyelenggara pendidikan di Satuan Pendidikan, . perubahan paradigma dari paradigma lama ke paradigm baru, . sikap mental/budaya kerja, dan . pengorganisasian dan mekanisme kerja organisasi yang tepat dan disepakati oleh seluruh pihak yang berkepentingan. Motivasi dan aspek-aspek sikap seperti usaha, keyakinan, kecemasan, kegigihan dan pengetahuan tentang diri kesemuanya menentukan bagi proses pemecahan masalah. Strategi yang tersedia akan dipilih untuk diterapkan jika informasi masalahnya bisa dibaca dan dapat dipikirkan. Langkah berikutnya adalah pelaksanaan strategi pemecahan Langkah terakhir adalah menentukan alternatif pemecahan yang akurat. Seringkali sulit untuk mengetahui apakah alternatif pemecahan yang akurat benar adanya dapat Jurnal Pendidikan. Volume 20. Nomor 2 Desember 2019, 149 - 156 memecahkan masalah, untuk itu perlu dilakukan koreksi ulang melihat pada tahapan-tahapan Ada dua alasan pentingnya melakukan koreksi ulang, pertama bahwa jika memang benar pilihannya maka dapat mengungkap masalah dan tujuan tercapai. kedua, gagal atau sukses dalam mencoba memecahkan masalah memberi pengaruh terhadap tindakan pendekatan pemecahan masalah berikutnya mungkin semakin efektif, tetapi juga bisa semakin tidak efektif jika menderita gagal lagi. Mengutip tulisan Agustina yang berjudul Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Pembelajaran Kolaboratif dengan Pendekatan Pemecahan Masalah bahwa satu contoh model pemecahan masalah yang dikembangkan oleh Bransford & Stein . adalah model pendekatan IDEAL. Model ini terdiri dari komponenkomponen: . Identifying problems, . Define and represent the problem, . Explore possible strategies, . Act on the strategies, dan . Look back and evaluate the effects of your activities. Menurut Usman . bahwa proses pemecahan masalah secara umum digambarkan sebagai berikut: Selidiki situasi - Tentukan - Kenali tujuan dan keputusan - Diagnosis Kembangkan - Cari alternatif kreatif. - Jangan Evaluasi alternatif dan pilih yang - Evaluasi - Pilih Lakukan tindak lanjut - Rencana - Lakukan - Monitor & adakan Gambar 2: Proses Pemecahan Masalah Sumber: Manajemen: Teori. Praktik, dan Riset Pendidikan (Usman, 2010: . Selanjutnya menurut Usman . terdapat delapan langkah pemecahan masalah yaitu: . menemukan persoalan, . mencari sebab persoalan, . mencari faktor yang paling berpengaruh, . merencanakan langkah-langkah yang tepat, . menerapkan langkah yang tepat, . memeriksa hasilnya, . mencegah timbulnya persoalan yang sama, dan . memperhatikan persoalan yang masih ada. Hamdan: Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah melalui Model Pemecahan Masalah Ideal Menemukan persoalan, yaitu mengetahui mengapa persoalan itu harus dipecahkan dan mana yang benar-benar bermakna, dan membedakan persoalan. Mencari sebab persoalan, yaitu mencari semua penyebab yang mungkin menimbulkan persoalan tersebut. Mencari faktor yang paling berpengaruh, yaitu menemukan penyebab utama dari semua penyebab yang mungkin dan mengakibatkan penyelesaian masalah yang paling bermakna. Merencanakan langkah-langkah yang tepat, yaitu menentukan tindakan yang perlu dilakukan dengan menggunakan 5W 1H. Menerapkan langkah yang tepat, yaitu menjalankan semua sesuai rencana. Memeriksa hasilnya, yaitu membandingkan hasil dengan rencana untuk mengetahui penyim-pangan-penyimpangan yang terjadi. Mencegah timbulnya persoalan yang sama, yaitu apabila rencana tercapai maka membuat standardisasi dan apabila ada penyimpangan maka perlu membuat tindakan korektif dan perbaikan. Memperhatikan persoalan yang masih ada, yaitu melihat kembali persoalan yang belum terselesaikan dan memulai kembali dengan langkah pertama. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, maka pemecahan masalah IDEAL dapat diawali dengan melakukan identifikasi masalah dengan menyelidiki situasi yang ada. Suatu hal yang tidak bisa dihindari bahwa sebagai leader dan sekaligus manajer, kepala sekolah menghadapi persoalan atau masalah-masalah yang harus dipecahkan. Model pemecahan masalah IDEAL tentu dapat membantu leader dan manajer dalam proses pengambilan Dengan menentukan masalah dan mengenali tujuan dan keputusan, serta mendiagnosis penyebab masalah maka dapat ditentukan alternatif-alternatif pemecahan. Selanjutnya alternatif pemecahan dievaluasi dan dipilih alternatif yang terbaik untuk digunakan melakukan keputusan dan tindak lanjut pemecahan masalah dan pengambilan Kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi di sekolah sangat berperan dalam penjaminan mutu pendidikan di sekolah. Peran kepala sekolah meliputi pengelolaan dan pembinaan profesional sebagai upaya penjaminan mutu pendidikan. Pengelolaan sekolah mencakup beberapa unsur, antara lain: mengembangkan dan merawat fasilitas sekolah. merencanakan dan mengusahakan pengadaan sumber belajar, buku, alat, dan bahan yang dibutuhkan guru untuk mengajar. bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat. dan yang paling penting adalah menjamin mutu pendidikan yang diterima siswa. Dalam pembinaan professional, kepala sekolah berperan melaksanakan peningkatan mutu proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan. Volume 20. Nomor 2 Desember 2019, 149 - 156 inovasi-inovasi, monitoring, pembinaan kepada guru, peningkatan partisipasi orang tua dan masyarakat, dan cara menghadapi masalah dan tantangan yang dihadapi sekolah. Sebagai contoh sederhana proses pemecahan masalah yang dilakukan kepala sekolah dalam mengembangkan dan merawat fasilitas dapat diilustrasikan dalam tabel berikut. Identifikasi Uraian Sarana dan Parasarana yang Sudah dimiliki dan yang perlu dimiliki Sarana/Prasarana RKB (Ruang Kegiatan Belaja. Laboratorium IPA Laboratorium Bahasa Laboratorium Komputer - Komputer - Printer - Instalasi jaringan Perpustakaan Ruang Kantor Ruang Guru Ruang Kesenian Ruang OSIS UKS Keterampilan BP/BK Koperasi Siswa AULA Mushola WC Guru WC Siswa Lapangan Upacara Lapangan Voli Lapangan Batminton Lapangan Basket Lapangan Tenis Meja Lapangan Tolak Peluru Lapangan Lompat Tinggi Lapangan Lompat Jauh Lapangan Lempar Lembing Perlu Sudah Belum dimiliki Dimilki dimiliki Jumlah Jumlah Jumlah Keterangan - 8 rusak berat - 3 rusak total - rusak berat Hamdan: Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah melalui Model Pemecahan Masalah Ideal Memilih masalah prioritas. Sarana/prasarana yang perlu direhabilitasi adalah ruang kegiatan belajar (RKB) dengan spesifikasi sebagai berikut. Kondisi Kerusakan Keterangan RKB bangunan kayu 3 lokal 9 X 27 Rusak Total Rehab Total RKB beton 8 lokal 9 X 72 Rusak Berat Rehab Berat No. Sarana/Prasarana Jumlah Ukuran PXL Mengekspos pemecahan masalah terbaik dari sejumlah alternatif. Setelah melalui rapat sekolah dengan komite yang memperoleh beberapa alternatif solusi untuk mengatasi persoalan kondisi bangunan yang rusak. Yaitu prioritas untuk rehabilitasi RKB, dengan mengambil kebijakan dan keputusan yang dipilih yaitu menyusun dan mengusulkan proposal kepada pemerintah daerah. Aksi pemecahan masalah: . membentuk panitia rehab RKB, . menentukan waktu pelaksanaan kegiatan rehab RKB, . menyusun proposal rehab RKB, . mengadakan sosialisasi rencana kegiatan, . melaksanakan kegiatan rehab RKB, dan . mengevaluasi pelaksanaan kegiatan rehab RKB. Lihat hasil untuk umpan balik: . mengadakan pemantauan hasil pelaksanaan kegiatan rehab RKB dan membuat laporan persentase pelaksanaan kegiatan setiap tahap, dan . mengevaluasi hasil pelaksanaan kegiatan sampai pada penyelesaian untuk tindak lanjut. Kesimpulan Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah bertujuan meningkatkan mutu pendidikan. Untuk melakukan pengendalian mutu pendidikan dapat dilakukan dengan model pemecahan masalah. Langkahlangkah pemecahan masalah dapat disingkat IDEAL, yaitu: Identifikasi masalah. Dipilih masalah yang penting dan mendesak . Ekspos pemecahan masalah yang terbaik dari sejumlah alternatif pemecahan masalah. Aksi . pemecahan masalah terbaik tersebut. Lihat hasilnya untuk umpan balik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaukan pemecahan masalah adalah: . komitmen seluruh penyelenggara pendidikan di Satuan Pendidikan, . perubahan paradigma dari paradigma lama ke paradigma baru, . sikap mental/budaya kerja, dan . pengorganisasian dan mekanisme kerja organisasi yang tepat dan disepakati oleh seluruh pihak yang berkepentingan. Langkah-langkah pemecahan masalah Jurnal Pendidikan. Volume 20. Nomor 2 Desember 2019, 149 - 156 adalah: . menyelidiki situasi masalah, . mengembangkan alternatif, . mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif yang terbaik, dan mengambil keputusan dan melakukan tindak lanjut. Daftar Pustaka