Vol. No. Mei 2025, hal, 52-60 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Pelaksanaan Bimbingan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Arab di SD Muhammadiyah Al-Fatih Kelas 5 Unggulan Davin Afzaal Syah. Ammar. Abdul Karim. Budi Santoso. 1,2,3,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: afzaal. davin@gmail. com, . ikiammar17@gmail. com, . abdulkarimcontact@gmail. santoso@stai-ali. Info Artikel Kata kunci : Bimbingan Belajar Bahasa Arab Metode Interaktif Metode Langsung Metode Inquiry Penulis Koresponden : Davin Afzaal Syah E-mail : afzaal. davin@gmail. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih memiliki potensi untuk dioptimalkan karena melihat dari kemampuan penalaran peserta didik di sana dan pelajaran bahasa arab yang sudah dioelajari sedari kelas 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan bimbingan belajar bahasa Arab dengan pendekatan interaktif, metode langsung, dan metode inquiry. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Program bimbingan belajar dilaksanakan selama dua minggu dengan frekuensi satu kali per minggu untuk siswa kelas 5 unggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interaktif meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, metode langsung membantu siswa memahami konteks penggunaan kosakata, dan metode inquiry mendorong siswa berpikir kritis dalam memahami bahasa Arab. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata dan pemahaman konsep. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bimbingan belajar berbasis interaktif dan kontekstual dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Arab siswa secara Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya alokasi waktu khusus untuk bimbingan belajar secara rutin serta pelatihan tambahan bagi guru untuk mengadopsi metode pengajaran yang lebih inovatif. PENDAHULUAN Belajar adalah proses seumur hidup yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Dengan belajar, manusia dapat mengembangkan potensi yang dianugerahkan dalam dirinya sehingga mampu menjadi sumber daya manusia yang berkarakter, kompeten, dan unggul. Sedangkan untuk bimbingan belajar memiliki dua makna yaitu bimbingan secara umum yang mempunyai arti sama dengan mendidik atau menanamkan nilai-nilai, membina moral, mengarahkan peserta didik supaya Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Davin Afzaal Syah dkk. menjadi orang baik. Sedangkan makna bimbingan yang secara khusus yaitu sebagai suatu upaya atau program membantu mengoptimalkan perkembangan peserta didik(Erica & Lasmono, 2. Desa Putat. Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah dengan potensi pendidikan yang menjanjikan, ditunjukkan dengan keberadaan beberapa lembaga pendidikan tingkat dasar, termasuk SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih. Sebagai salah satu sekolah unggulan di desa tersebut. SD Muhammadiyah Al-Fatih memiliki sejumlah kelebihan, terutama dalam penguasaan bahasa Arab. Hal ini ditunjukkan oleh beberapa aspek, seperti jumlah siswa yang cukup banyak, pengajaran bahasa Arab yang dimulai sejak kelas 1, serta keberadaan siswa-siswa yang cerdas dan cepat memahami materi. Meskipun demikian, pembelajaran bahasa Arab di sekolah ini masih didominasi oleh metode menghafal sehingga berpotensi membatasi kemampuan siswa dalam mengaplikasikan kosakata yang telah dipelajari ke dalam kalimat sehari-hari. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, diperlukan sinergi dan integrasi seluruh komponen yang ada dalam sistem pendidikan. Salah satu komponen penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan adalah bimbingan belajar. Sebagaimana diungkapkan oleh Juntika,(Tohirin, 2015, hlm. bimbingan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan dan memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian keberhasilan siswa dan juga dengan bimbingan yang maksimal akan memudahkan siswa untuk mencapai tujuannya. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, kedudukan bimbingan belajar di sekolah dasar telah diatur dalam Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Pasal 10 Ayat . , yang menyatakan bahwa layanan bimbingan pada jenjang SD atau sederajat dilaksanakan oleh konselor atau guru yang memiliki kompetensi dalam bimbingan. bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan dari guru pembimbing kepada siswa dengan cara mengembangkan suasana belajar yang kondusif dan menumbuhkan kemampuan agar siswa terhindar dari dan atau dapat mengatasi kesulitan belajar yang mungkin dihadapinya sehingga mencapai hasil belajar yang optimal(Sormin dkk. , 2. Pengetahuan dan pemahaman dasar yang baik dapat membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran pada tingkat yang lebih tinggi (Farhana dkk. , 2. Oleh karena itu, bimbingan ini bertujuan untuk memecahkan masalahmasalah belajar siswa dan mengembangkan potensi mereka terutama dalam berbahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih saat ini masih menghadapi beberapa kendala yang memengaruhi optimalisasi hasil belajar siswa. Salah satu kendala utama adalah sebagian besar siswa memiliki kemampuan bahasa Arab yang berada di bawah target yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang selama ini lebih banyak bertumpu pada metode hafalan. Meskipun siswa mampu menghafal kosakata atau materi tertentu, pemahaman mereka terhadap materi yang dihafal masih jauh dari sempurna. Dengan kata lain, mereka belum sepenuhnya memahami makna dan penggunaan materi tersebut Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelaksanaan Bimbingan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Araba secara aplikatif. Selain itu, kompetensi guru dalam mengajarkan bahasa Arab juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Guru cenderung menggunakan metode pembelajaran tradisional yang kurang inovatif, sehingga pembelajaran kurang menarik dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara kontekstual. Berdasarkan observasi di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih, bimbingan belajar mengacu kepada guru yang memiliki kompetensi dan terkadang kepala sekolah langsung turun tangan untuk melaksakan bimbingan belajar. Namun bimbingan pelajar di SD Muhammadiyah AlFatih terbilang belum optimal khususnya di pelajaran bahasa arab. Salah satu kendala utamanya adalah belum adanya waktu khusus yang dialokasikan untuk kegiatan bimbingan belajar. Saat ini, bimbingan belajar hanya dilakukan ketika guru memiliki waktu luang, yang sering kali terbatas karena kesibukan guru dan padatnya jadwal mengajar. Selain itu, beberapa siswa yang sebenarnya memiliki potensi baik dalam penalaran justru menunjukkan kemampuan bahasa Arab yang kurang dari target, sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam proses bimbingan. Namun, meskipun terdapat berbagai kendala. SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih memiliki sejumlah potensi besar dalam pengembangan kemampuan bahasa Arab siswa. Salah satu potensi tersebut adalah keberadaan konsep bimbingan belajar yang sudah dirancang dengan baik, meskipun penerapannya masih perlu ditingkatkan. Selain itu, antusiasme siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab sangat tinggi, yang menjadi modal penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa mereka. Beberapa siswa juga menunjukkan kemampuan belajar yang cepat dan pemahaman yang baik, sehingga mereka dapat menjadi motivator bagi teman-teman lainnya dalam proses pembelajaran. Dengan melihat kendala dan potensi yang ada, perlu dilakukan upaya strategis untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih. Salah satunya adalah melalui pelaksanaan bimbingan belajar bahasa Arab yang terstruktur dengan pendekatan interaktif, metode langsung, dan metode inquiry. Melalui langkah ini, potensi siswa yang antusias dan mudah belajar dapat dimaksimalkan, sekaligus mengatasi kendala yang selama ini menjadi Bimbingan belajar yang terarah dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa secara signifikan. Selain memberikan pemahaman yang lebih mendalam, kegiatan ini juga dapat membantu siswa mencapai target pembelajaran bahasa Arab yang telah ditetapkan oleh sekolah. Dengan demikian. SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih dapat menjadi salah satu sekolah unggulan dalam pengembangan bahasa Arab di tingkat sekolah Oleh karena itu, kegiatan bimbingan belajar ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, memotivasi siswa, dan mengasah potensi mereka dalam berbahasa Arab. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Davin Afzaal Syah dkk. METODE PENGABDIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif sebagaimana menurut sugiyono (Sugiyono, 2018, hlm. penelitian kualitif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrument kunci. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data-data deskriptif yang diperoleh dari pengumpulan data dengan pendekatan kualitatif yang dituangkan dengan kata-kata. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Unggulan Al-fatih yang beralamat di di Jalan Wonosari Km,24,6 Putat wetan. Desa Putat. Kec. Patuk. Kab. Gunung Kidul. Yogyakarta. Pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti terkait potensi yang dimiliki siswa-siswa di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih yang diantaranya adalah keberadaan konsep bimbingan belajar yang sudah dirancang dengan baik, meskipun penerapannya masih perlu ditingkatkan. Selain itu, antusiasme siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab sangat tinggi, yang menjadi modal penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa mereka. Beberapa siswa juga menunjukkan kemampuan belajar yang cepat dan pemahaman yang baik, sehingga dengan potensi yang dimiliki siswa-siswa disana, peneliti berupaya untuk meningkatkan potensi bahasa arab mereka dengan bimbingan belajar yang dilakukam di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk. Program bimbingan belajar yang berlangsung selama dua minggu. Bimbingan belajar diadakan pada hari Sabtu, yaitu pada tanggal 18 dan 25, dengan durasi satu kali per minggu. Setiap pertemuan terdiri dari dua sesi, di mana sesi pertama dimulai pada pukul 07. 00 hingga 08. kemudian dilanjutkan dengan waktu istirahat selama 10 menit. Setelah itu, sesi kedua berlangsung dari pukul 08. 10 hingga 09. Dengan jadwal yang terstruktur ini, diharapkan siswa dapat mengikuti bimbingan belajar dengan fokus dan memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diberikan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 Unggulan SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih Patuk. Siswa-siswa kelass 5 Unggulan dijadikan subjek penelitian fundamental karena berperan sebagai pertisipan bimbingan belajar bahasa arab. Selain itu, siswa juga objek yang paling mengetahui penigkatan kemampuan dan pengetahuan bahasa arab melalui bimbingan belajar yang dilakasanakan peneliti. Selanjutnya adalah kepala sekolah dan guru-guru. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data karena keterlibatannya secara langsung dalam bimbingan belajar bahasa arab yang memungkinkan pengamatan yang lebih komprehensif serta menentukan hasil yang lebih mendalam. Selain itu, peneliti juga menggunakan berbagai instrumen pendukung seperti panduan observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi untuk memastikan validitas data yang dikumpulkan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelaksanaan Bimbingan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Araba Program bimbingan belajar bahasa Arab ini berlangsung selama dua minggu, dengan pelaksanaan pada hari Sabtu, yaitu pada tanggal 18 dan 25. Kegiatan dilaksanakan satu kali dalam seminggu dengan durasi setiap pertemuan terdiri dari dua sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul 00 hingga 08. 00, kemudian dilanjutkan dengan waktu istirahat selama 10 menit. Setelah itu, sesi kedua berlangsung dari pukul 08. 10 hingga 09. Dengan jadwal yang terstruktur ini, diharapkan siswa dapat mengikuti bimbingan belajar dengan fokus dan memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diberikan. Tahap persiapan, sebelum bimbingan belajar dilaksanakan, dilakukan tahap persiapan dengan mengelompokkan siswa unggulan dari kelas 5. Proses ini dilakukan dengan bantuan pihak sekolah agar peserta bimbingan lebih terarah dan sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Pelaksaan bimbingan belajar, setelah tahap persiapan, kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan dengan diawali tahap pembukaan, di mana siswa diberikan ulasan kembali mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman mereka sebelum masuk ke materi baru. Pada tahap inti, kegiatan bimbingan belajar menggunakan beberapa metode untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Evaluasi, sebagai bentuk evaluasi, siswa juga diminta memberikan umpan balik mengenai metode pembelajaran yang telah digunakan untuk mengetahui efektivitas pendekatan yang diterapkan dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Dengan tahapan yang sistematis ini, diharapkan bimbingan belajar dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab siswa di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan bimbingan belajar Bahasa Arab di SD Muhammadiyah Al-Fatih Kelas 5 Unggulan berlangsung selama 2 pekan, dengan frekuensi pertemuan 1 pekan sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan bahasa Arab siswa, terutama dalam hal kosa kata, cara membaca yang benar, serta memperkenalkan wawasan baru mengenai bahasa Arab. Pada pertemuan pertama, siswa diperkenalkan dengan kosa kata yang berkaitan dengan profesi, seperti "A( "OAdokte. , "A( "IEIAgur. , "A( "INIAinsinyu. , dan lain-lain. Di setiap pertemuan, siswa diajarkan cara membaca kata-kata baru dengan pengucapan yang tepat. Guru memberikan latihan pengucapan secara langsung, serta melibatkan siswa dalam kegiatan interaktif seperti permainan kata untuk memperkuat daya ingat mereka. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan struktur kalimat yang umum digunakan dalam percakapan mengenai profesi dalam bahasa Arab. Pada pertemuan kedua, siswa diajarkan kata kerja yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti A"IA "A(IEAsaya bekerj. , dan penggunaan dhomir A(IAsay. dan ANOA,A(NOAdi. , dan kosa kata seperti AIA . ,A uA,. A( IAOArumah saki. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Davin Afzaal Syah dkk. Setelah setiap pertemuan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan kosa kata profesi serta kemampuan membaca dengan benar. Sebagian besar siswa dapat mengucapkan kata-kata profesi dengan baik dan memahami maknanya. Selain itu, siswa juga dapat mengaplikasikan kosa kata baru dalam kalimat sederhana. Gambar 1&2. Proses Kegiatan Bimbel Bahasa Arab Bimbingan belajar Bahasa Arab yang dilakukan di SD Muhammadiyah Al-Fatih Kelas 5 Unggulan menunjukkan hasil yang positif dalam pengembangan keterampilan berbahasa Arab Materi mengenai profesi sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yang membuat siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar. Hal ini sejalan dengan teori bahwa keterkaitan materi dengan pengalaman atau kebutuhan siswa akan meningkatkan minat belajar mereka. Bimbel dilaksakan dengan metode pengajaran yang variatif diantaranya Metode interaktif. Metode interaktif diambil dari interaksi antara guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar. (Darmadi, 2017, hlm. model pembelajaran interaktif adalah model pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, dimana peserta didik dilibatkan langsung dalam berbagai jenis kegiatan pembelajaran dikelas. Membuat peserta didik menjadi saling berinteraksi dalam berbuat dan berfikir yang menghasilkan umpan balik dan agar peserta didik dapat bertanya dan menemukan jawaban mereka sendiri (Ulviana dkk. , 2016, hlm. Metode interaktif diterapkan dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok kecil, simulasi dialog, serta aktivitas tanya jawab menggunakan bahasa Arab untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Selain itu, metode langsung digunakan untuk mengenalkan kosakata baru dalam konteks percakapan nyata, seperti kosakata yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, misalnya makan, bermain, dan belajar. Sebagaimana hakikat dari metodi ini adalah dengan mengajarkan materi bahasa asing dimana guru langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pelaksanaan Bimbingan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Araba dan tanpa menggunakan bahasa anak didik sedikit pun dalam mengajar (Abd. Rahman, 2017, hlm. metode ini akan mengikutsertakan siswa dalam berpikir yang mana akan menigkatkan penyerapan siswa terhadap materi yang disampaikan. Terkait dengan kosakata atau kalimat yang sulit dimengerti maka pengajar akan menggunakan gambar atau memperagakan kalimat tersebut. Sementara itu, diantara metode yang digunakan dalam mengajar di bimbel bahasa arab adalah metode inquiry learning yang mana metode inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab anatara guru dan peserta didik. (Sanjaya, 2008, hlm. Metode inquiry diterapkan dengan mendorong siswa menemukan arti kosakata atau memahami maknanya melalui petunjuk dan contoh kalimat, sehingga mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran. Untuk memperkuat pemahaman siswa, mereka diberikan latihan berupa penyusunan kalimat menggunakan kosakata baru yang telah dipelajari. Tahap penutup dilakukan dengan refleksi bersama siswa mengenai materi yang telah dipelajari serta bagaimana mereka dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa diberikan tugas ringan berupa praktik percakapan di rumah dengan orang tua atau teman agar mereka terus mengasah keterampilan bahasa Arab. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan bimbingan belajar juga berperan penting dalam hasil yang dicapai. Dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbicara dan berinteraksi, mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran yang berfokus pada partisipasi siswa lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan Menurut hasil wawancara siswa, para siswa merasakan perkembangan dalam kemampuan berbahasa arab. Berkata Azzam siswa kelas 5 : Aubanyak kosakata dan ungkapanungkapan yang kami baru tahu disiniAy. Begitu juga Lana siswi kelas 5 mengatakan : Auaku dapet banyak ilmu dari bimbel bahasa arab iniAy. Bahkan pengadaan bimbel ini juga mendapatkan respon positif dari kepala sekolah SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih. Ustadzah Indah berkata : Aualhamdulillah kami senang dari KKN ada program seperti ini, pokoknya kami manut saja, ini lebih baik dari pada siswa-siswi kami main HP saat libur lebih baik bimbel seperti iniAy. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Beberapa siswa membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pengucapan kata-kata tertentu, terutama yang memiliki huruf yang mirip namun pengucapannya berbeda. Oleh karena itu, latihan pengucapan dan pengulangan secara berkala sangat diperlukan untuk memperkuat pemahaman siswa. Secara keseluruhan, bimbingan belajar Bahasa Arab di SD Muhammadiyah Al-Fatih Kelas 5 Unggulan telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa, baik dalam hal kosa kata, cara membaca, maupun wawasan mengenai profesi. Dengan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Davin Afzaal Syah dkk. evaluasi yang terencana dan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penguasaan bahasa Arab oleh siswa. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pelaksanaan bimbingan belajar bahasa Arab di SD Muhammadiyah Unggulan Al-Fatih menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan siswa, terutama dalam penguasaan kosakata, pelafalan, dan pemahaman struktur bahasa. Pendekatan interaktif membuat siswa lebih terlibat dalam pembelajaran, metode langsung membantu mereka memahami kosakata dalam konteks nyata, dan metode inquiry mendorong mereka berpikir kritis dalam memahami makna kata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab dan memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan sebelum bimbingan belajar dilakukan. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab serta adanya perubahan positif dalam metode pengajaran yang lebih dinamis dan kontekstual. Untuk memastikan keberlanjutan program ini, direkomendasikan agar sekolah mengalokasikan waktu khusus untuk bimbingan belajar bahasa Arab secara rutin. Selain itu, pelatihan tambahan bagi guru perlu dilakukan agar mereka dapat menerapkan metode pengajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. DAFTAR PUSTAKA