65 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFIS DENGAN PENGETAHUAN METODE PENCEGAHAN MALARIA MASYARAKAT PEGUNUNGAN DI PROVINSI NTT Oleh Elisabeth E. Wutun1. Robertus D. Guntur2*. Keristina Br. Ginting3. Jusrry R. Pahnael4. Damai Kusumaningrum5 1,2,3,4Program Studi Matematika Fakultas Sains Dan Teknik Universitas Nusa Cendana Jl Adicipto Penfui. Kupang. NTT. Indonesia, 85001 5Program Studi Kesehatan Hewan Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jl. Prof. Dr. Herman Johanes. Lasiana. Kec. Klp. Lima. Kota Kupang. NTT. Indonesia. E-mail: 2*robertus_guntur@staf. Article History: Received: 20-09-2024 Revised: 03-10-2024 Accepted: 21-10-2024 Keywords: Eliminasi Malaria. Pengetahuan Metode Pencegahan Malaria. Masyarakat Pegunungan Abstract: Malaria adalah penyakit menular yang ditularkan pada manusia oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang terinfeksi parasit protozoa genus plasmodium. Di Indonesia wilayah yang paling banyak kasus malaria yaitu Wilayah Indonesia Timur. Untuk mencapai eliminasi malaria dibutuhkan tingkat pengetahuan metode pencegahan malaria yang baik dari masyarakat. Karenanya, dilakukan penelitian untuk menyelidiki hubungan variable demografi dan pengetahuan metode pencegahan malaria (PMPM) masyarakat pegunungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sumber data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari jurnal Intenasional yang bersifat open access. Total responden yang di analisis adalah 986. Variabel yang digunakan yaitu variabel dependen yakni tingkatan PMPM dan variabel independen yaitu kelompok umur, jenis kelamin, jenjang pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan berdasarkan upah minimum provinsi, jumlah anggota keluarga, status sosial ekonomi. Data dianalsis dengan menggunakan analisis descriptive dan metode chisquare. Hasil penelitian menunjukkan dari total responden yang dianalisis, prevalensi tingkatan PMPM yang baik dari masyarakat pegunungan adalah 28,3%. Analisis chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara tingkatan PMPM dengan kelompok umur, jenis kelamin, jenjang pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, jumlah anggota keluarga, status sosial ekonomi dari masyarakat pegunungan di Provinsi NTT. Persentasi masyarakat yang memiliki PMPM yang baik meningkat seiring meningkatnya tingkatan pendidikan masyarakat dan menurun seiring dengan meningkatnya usia responden penelitian. PENDAHULUAN Malaria adalah penyakit menular yang ditularkan pada manusia oleh gigitan nyamuk a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 anopheles betina yang terinfeksi oleh parasit protozoa genus plasmodium . Setiap tahun laporan malaria dunia dari World Health Organization (WHO) memberikan penilaian komprehensif dan terkini mengenai tren pengendalian dan eliminasi malaria di seluruh Laporan malaria tahun 2022 didasarkan pada informasi yang diterima dari 85 negara endemis malaria di seluruh wilayah WHO. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah kasus malaria pada periode tersebut adalah 249 juta kasus dan terdapat 619. 000 kematian akibat malaria secara global . Di Indonesia prevalensi malaria menunjukkan trend yang menurun dalam satu decade terakhir dari 1. 4 per 1000 penduduk ditahun 2013 menjadi 0,8 per 1000 penduduk ditahun 2019, akan tetapi nilai ini meningkat secara signifikan selama COVID-19 pandemi dari 0,9 per 1000 penduduk di tahun 2020 menjadi 1,6 per 1000 penduduk ditahun 2023. Kawasan timur Indonesia terutama Provinsi Papua. Papua Tengah. Papua Selatan. Papua Barat. Papua Barat Daya. Papua Pegunungan. Gorontalo, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan penyumbang kasus malaria yang paling banyak di tahun 2023. Sementara itu, di Kawasan Barat Indonesia, sudah banyak wilayah yang dikategorikan sebagai daerah eliminasi malaria dan bahkan terdapat 8 provinsi yang sudah dinyatakan sebagai daerah yang bebas malaria yaitu Riau. Bengkulu. DKI Jakarta. Jawa Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. Bali, dan Banten. Sampai saat ini total daerah dengan status eliminasi malaria sebanyak 389 kabupaten/kota dari total 514 Kabupaten/kota yang ada di Indonesia . Provinsi NTT berada pada posisi ketujuh terbanyak kasus malaria pada tingkat Nasional pada tahun 2023 dengan total kasus sebanyak 6931 kasus . 8%) dari total kasus 165 kasus di wilayah Kesatuan Republic Indonesia . Selama periode COVID19, jumlah kasus malaria menunjukkan trend yg terus meningkat dalam wilayah ini . Dari sejumlah kasus malaria di provinsi NTT, umumnya plasmodium penyebab penyakit malarianya adalah plasmodium falciparum, akan tetapi prevalensi kejadian malaria karena plasmodium vivax juga cukup tinggi di wilayah ini . Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri dalam mencapai eliminasi malaria mengingat bahwa pengobatan malaria karena plasmodium vivax membutuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk mengkonsumsi obat malaria sampai tuntas selama 14 hari agar pengobatannya mencapai hasil yang optimal . Penemuan kasus malaria di Provinsi NTT sebagian besar atau 84% menggunakan mikroskop, sedangkan 14% menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) ) . Sedangkan untuk pengobatan malarianya, hampir semua kasus positif malaria hasil pemeriksaan laboratorium . %) sudah diobati dengan menggunakan Artemisinin Combination Therapy (ACT) . Mengikuti komitment global untuk mengeliminasi malaria sebelum tahun 2030. Indonesia juga berkomitment untuk mewujudkan komitment ini di wilayah Republik Indonesia sebelum 2030 . Untuk mencapai eliminasi malaria, partisipasi aktif masyarakat sangat penting . dan untuk itu masyarakat harus memiliki kesadaran malaria yang tinggi agar bisa berpartisipasi dalam berbagai program eliminasi malaria yang dilakukan Dinas Kesehatan pemerintah setempat. Hasil kajian tentang kesadaran malaria di Provinsi NTT menunjukkan bahwa kesadaran malaria masyarakat pedesaan sangatlah rendah . dan suku sumba mempunyai kesadaran malaria yang rendah dibandingkan dengan suku-suku yang lainnya di provinsi kepulauan ini . Kajian pada aspek praktek a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 pencegahan malaria menunjukkan bahwa penggunaan kelambu sebagai metode pencegahan malaria paling tinggi di daerah endemis rendah jika dibandingan dengan daerah endimis tinggi dalam wilayah ini . Kemudian penelitian pada aspek prilaku malaria menunjukkan bahwa presentasi masyarakat pedesaan yang mempunyai prilaku pengobatan malaria yang benar sangatlah rendah . Kondisi ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi pengelola program malaria terutama untuk pengobatan malaria vivax yang membutuhkan kesadaran untuk melakukan pengobatan selama 14 hari agar mendapatkan hasil yang optimal . Untuk mendukung Gerakan eliminasi malaria, tingkat kesadaran malaria masyarakat setempat perlu ditingkatkan termasuk pengetahuan tentang tindakan pencegahan malaria . Memiliki pengetahuan metode pencegahan malaria yang tinggi akan menyebabkan tingginya praktek metode pencegahan malaria dan tingginya partisipasi dalam berbagai program eliminasi malaria yang pada akhirnya mempercepat eliminasi malaria . Penelitian sebelumnya tentang metode pencegahan malaria yang dilakukan di pedesaan Provinsi NTT menunjukkan bahwa tingkatan pengetahuan pencegahan malaria yang baik dari masyarakat pedesaan Provinsi NTT sangatlah rendah . , tingkatan pengetahuan tentang kelambu berinsektisida paling tinggi di daerah endimis tinggi jika dibandingkan dengan daerah endemis rendah dan sedang . Akan tetapi variasi tingkat pengetahuan metode pencegahan malaria masyarakat pegunungan diantara variable demografi belum diselidiki dalam penelitian-penelitian tersebut. Kajian tingkatan pengetahuan metode pencegahan malaria masyarakat pegunungan sangat penting untuk diteliti, mengingat penyebaran malaria menunjukkan pola yang berbeda dalam setiap kondisi geografis . dan tingkat kepadatan jentik nyamuk di wilayah pegunungan lebih besar dibandingkan dengan wilayah pesisir . Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki hubungan berbagai factor demografis dengan tingkatan pengetahuan metode pencegahan malaria dari masyarakat pegunungan di wilayah Provinsi NTT. Hasil penelitian ini diharapakn dapat membantu pemerintah setempat dalam merumuskan kebijakan penanganan malaria dalam wilayah ini. METODE PENELITIAN Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari jurnal internasional yang bersifat open accsess . Data diambil dari jurnal yang berjudul:Ay The Variation of Malaria Prevention Measures Knowledge and their Associated Factors in Rural East Nusa Tenggara Province. IndonesiaAy . Data dalam penelitian tersebut dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dipublikasikan dalam publikasi sebelumnya . Dengan total responden yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 986 responden yang mana semuanya berdomisili di wilayah pegunungan dalam daerah endemis tinggi, rendah dan sedang. Variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel dependen dan variabel Variabel dependen (Y) yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkatan pengetahuan metode pencegahan malaria yang dikategorikan menjadi menjadi tingkatan yang baik (Y=. dan tingkatan yang tidak baik (Y=. Variabel independen (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok umur . cU1 ). Jenis kelamin . cU2 ) jenjang a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 68ocial68kan . cU3 ), pekerjaan . cU4 ), tingkat pendapatan berdasarkan upah minimum provinsi . cU5 ), jumlah anggota keluarga . cU6 ), status 68ocial ekonomi . cU7 ). Metode Analisis Pada tahap awal, metode analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan atau menganalisis distribusi responden peneltian dalam bentuk persentasi. Kemudian analisis dilanjutkan dengan pengujian Chi-Square. Uji Chi-Square merupakan jenis uji yang menggunakan skala data ordinal yang dilakukan pada dua variabel, di mana skala data kedua variabel adalah nominal. Hipotesis yang digunakan sebagai berikut: ya0 : Tidak ada hubungan antara variabel dependen dan independen ya1 : Ada hubungan antara variabel dependen dengan independen Nilai statistik yue 2 dihitung dengan rumus: ceycu Oe yceyce )2 yue2 = yceyce Dengan kriteria pengambilan keputusannya jika nilai hitungan dari yue 2 kurang dari nilai yue 2 tabel atau nilai signifikan > 5% . maka keputusan yang di ambil terima ya0 dan sebaliknya. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh total jumlah responden yang tinggal didaerah pegunungan dalam artikel yang berjudul AuThe Variation of Malaria Prevention Measures Knowledge and their Associated Factors in Rural East Nusa Tenggara Province. IndonesiaAy adalah sebanyak 986 responden. Dari data tersebut diperoleh umur responden pada masyarakat pegunungan di Provinsi NTT yang berumur kurang dari 30 tahun sebesar 14,10%, sebesar 27,59% untuk responden yang berumur 30-39 tahun, responden dengan umur 40-49 tahun sebesar 24,34%, usia 50-59 tahun sebesar 20,28% responden, dan berusia lebih dari 60 tahun (> 60 tahu. sebesar 13,69% responden, seperti terlihat dalam Gambar 1 berikut ini: Gambar 1. Kelompok Umur a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Berdasarkan jenis kelamin responden terlihat bahwa masyarakat pegunungan di Provinsi NTT yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 44,93% dan sebesar 55,07% untuk responden yang berjenis kelamin perempuan seperti yang terlihat dalam Gambar 2 berikut: Gambar 2. Jenis Kelamin Berdasarkan jenjang pendidikan responden terlihat bahwa dari total masyarakat pegunungan di Provinsi NTT diperoleh sebesar 64,81% responden yang berpendidikan dasar atau kurang dari dan sebesar 35,19% untuk responden yang berpendidikan menengah atau lebih tinggi, seperti yang terlihat dalam Gambar 3 berikut: Gambar 3. Jenjang Pendidikan Berdasarkan pekerjaan responden terlihat bahwa dari total masyarakat pegunungan di Provinsi NTT diketahui sebesar 58,1% responden bekerja sebagai petani, 27,38% responden sebagai ibu rumah tangga, sebesar 5,27% responden dengan pekerjaan lainnya dan 9,33% bekerja sebagai pegawai, seperti yang terlihat dalam Gambar 4 berikut: Gambar 4. Pekerjaan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Berdasarkan pendapatan responden terlihat bahwa dari total masyarakat pegunungan di Provinsi NTT sebesar 92,09% responden dengan pendapatan kurang dari upah minimum dan sebesar 7,91% responden yang berpendapatan lebih dari atau sama dengan upah minimum, seperti yang terlihat dalam gambar 5 berikut: Gambar 5. Tingkat Pendapatan Berdasarkan Upah Minimum Provinsi Berdasarkan jumlah anggota keluarga responden terlihat bahwa dari total masyarakat pegunungan di Provinsi NTT diperoleh sebesar 54,97% responden dengan anggota keluarga kurang dari sama dengan 4 anggota dan sebesar 45,03% responden lebih dari 4 anggota, seperti yang terlihat dalam Gambar 6 berikut: Gambar 6. Jumlah Anggota Keluarga Berdasarkan status sosial ekonomi responden terlihat bahwa dari total masyarakat pegunungan di Provinsi NTT diperoleh 326 responden yang berstatus sosial ekonomi rendah, 549 responden status sosial ekonomi sedang dan 111 responden berstatus sosial ekonomi tinggi, seperti yang terlihat dalam Gambar 7 berikut: http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Gambar 7. Status Sosial Ekonomi Pengujian hubungan tingkatan pengetahuan pencegahan malaria dengan metode Analisis Chi-Square Analisis chi-square merupakan salah satu analisis korelasional yang digunakan untuk melihat hubungan antar variabel dependen dengan variabel independen yang berkategori nominal atau ordinal. Hipotesis yang digunakan sebagai berikut: ya0 : Tidak ada hubungan antara variabel dependen dan independen ya1 : Ada hubungan antara variabel dependen dengan independen Dengan kriteria pengambilan keputusannya jika nilai signifikan > 5% . maka keputusan yang di ambil terima ya0 dan sebaliknya. Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Umur dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Kelompok Umur <30 >60 Total Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria ,4%) ,3%) ,8%) ,5%) ,0%) ,0%) Tidak . ,6%) . ,3%) . ,8%) . ,8%) . ,6%) . ,0%) Person ChiSquare Sig. 14,605 0,006 Dari Tabel 1 terlihat bahwa prevalensi pengetahuan metode pencegahan malaria a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 masyarakat pegunungan di Provinsi NTT adalah 28,3% . dari total 986 responde. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria pada masyarakat dengan umur 30-39 tahun . ,3%) lebih besar dibandingkan dengan kelompok umur yang lain. Kemudian persentasi tingkatan pengetahuan pencegahan malaria yang baik menurun seiring dengan kenaikan kelompok umur dari responden Hasil pengujian nilai person Chi- Square di peroleh nilai signifikansi 0,006 < 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kelompok umur dengan tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Tingkatan Yang Baik Pada Jenis Pengetahuan Pencegah an Person Sig. Kelamin Malaria Chi-Square Tidak Laki-laki . ,3%) . ,4%) Perempuan . ,7%) . ,6%) Total ,0%) ,0%) 6,292 0,012 Dari Tabel 2 terlihat bahwa 279 responden memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria dengan jenis kelamin laki-laki . ,3%) lebih besar dibandingkan perempuan . ,7%). Hasil pengujian nilai person Chi- Square di peroleh nilai signifikansi 0,01< 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antar jenis kelamin dengan tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Tingkatan Yang Baik Person Pada Pengetahuan Jenjang ChiSig. Pencegahan Malaria Pendidikan Square Tidak Pendidikan Dasar atau . ,7%) . ,1%) 44,012 0,000 Pendidikan Menengah . ,3%) . ,9%) atau lebih a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Total ,0%) ,0%) Dari Tabel 3 terlihat bahwa 279 responden memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria yaitu masyarakat yang berpendidikan menengah atau lebih tinggi . ,3%) lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang berpendidikan dasar atau kurang dari . ,7%). Hasil pengujian nilai person Chi- Square di peroleh nilai signifikansi 0,00 < 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya terdapat hubungan yang siginifikan antara jenjang pendidikan dengan tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Person ChiPekerjaan Sig. Pencegahan Malaria Square Tidak Petani Ibu Lainnya Pegawai Total ,9%) ,3%) ,4%) ,1%) ,1%) ,6%) ,0%) ,7%) ,0%) 57,212 0,000 Dari Tabel 4 terlihat bahwa 279 responden memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria yaitu masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai petani . ,9%) lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Hasil pengujian nilai person Chi- Square di peroleh nilai signifikansi 0,00 < 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya terdapat hubungan yang siginifikan antara pekerjaan dengan tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan Berdasarkan Upah Minimum dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Tingkat Tingkatan Pendapatan Pengetahuan Person Berdasarkan Sig. Pencegahan Malaria Chi-Square Upah Minimum Tidak Provinsi a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Kurang dari upah minimum Lebih dari upah minimum Total ,5%) ,5%) ,0%) ,0%) 19,665 0,000 Dari Tabel 5 terlihat bahwa 279 responden memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria yaitu masyarakat dengan pendapatan kurang dari upah minimum . %) lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang berpendapatan lebih dari upah minimum . %). Hal ini dikarenakan pendapatan yang rendah akan berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan maupun pencegahan penyakit. Hasil pengujian nilai person Chi-Square di peroleh nilai signifikansi 0,00 < 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan berdasarkan upah minimum provinsi dengan tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Angota Keluarga dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Tingkatan Yang Baik Jumlah Pada Pengetahuan Person Anggota Sig. Pencegahan Malaria Chi-Square Keluarga Tidak O4 ,4%) ,6%) Ou4 6,811 0,009 ,6%) ,4%) Total Dari Tabel 6 terlihat bahwa 279 responden memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pencegahan malaria yaitu masyarakat dengan jumlah anggota keluarga lebih dari sama dengan 4 . , 6%) lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang jumlah anggota keluarganya kurang dari sama dengan 4 . ,4%). Hasil pengujian nilai person Chi-Square di peroleh nilai signifikansi 0,00 < 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah anggota keluarga dengan pengetahuan pencegahan malaria. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 Tabel 7. Distribusi Responden Berdasarkan Status Sosial Ekonomi dan Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria. Status Sosial Ekonomi Rendah Sedang Tinggi Total Tingkatan Yang Baik Pada Pengetahuan Pencegahan Malaria Tidak . %) . ,7%) . ,3%) . %) . ,6%) . ,3%) Person ChiSquare Sig. 21,523 0,000 Dari Tabel 7 terlihat bahwa 279 responden memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria. Persentase masyarakat yang memiliki tingkatan yang baik pada pengetahuan pencegahan malaria yaitu masyarakat yang memiliki status sosial ekonomi sedang . ,3%) lebih besar dibandingkan status sosial ekonomi yang lain. Hasil pengujian nilai person Chi-Square di peroleh nilai signifikansi 0,00 < 5% . maka kesimpulan yang diambil tolak ya0 yang artinya ada hubungan antara status sosial ekonomi dengan pengetahuan pencegahan malaria. Hasil penelitian menunjukkan jenjang pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan metode pencegahan malaria dari masyarakat pegunungan di Provinsi NTT. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lainnya yang menyatakan ada hubungan yang positif antara tingkat Pendidikan dan pengetahuan metode pencegahan malaria. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat Pendidikan seseorang, maka tingkat pengetahuan pencegahan malaria juga semakin tinggi. Dalam penelitian sebelumya diketahui bahwa tingkat Pendidikan dari masyarakat pedesaan di Provinsi NTT umumnya berpendidikan rendah . dan bahkan banyak anak-anak yang putus sekolah . Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah setempat dalam upaya mencapai eliminasi malaria. Dalam merancang intervensi untuk mengurangi kejadian malaria di wilayah ini, sebaiknya kondisi demografis masyarakat pegunungan ini hendaknya dipertimbangkan agar intervensi yang dirancang dapat tepat sasaran. Kajian di tempat lain menunjukkan penerapan intervensi yang berbasis pengeras suara . dan menggunakan music . sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pedesaan yang mempunyai tingkat literasi yang Kedua jeni intervensi ini mungkin bisa diterapkan dalam rangka meningkatkan pengetahuan metode pencegahan malaria masyarakat pegunungan di Provinsi NTT. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi pengetahuan metode pencegahan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Oktober 2024 malaria masyarakat pegunungan di Provinsi NTT masih sangat rendah. Faktor demografi seperti jenis kelamin, kelompok umur, tingkat Pendidikan, ukuran anggota keluarga, tingkat social ekonomi masyarakat, pendapatan rumah tangga, jenis pekerjaan menunjukkan hubungan yang nyata dengan tingkatan yang baik dari pengetahuan metode pencegahan malaria dari masyarakat pegunungan di Provinsi NTT. Kondisi masyarakat setempat perlu dipertimbagkan dengan baik dalam merancang intervensi untuk mendukung Gerakan Nasional untuk mencapai eliminasi malaria sebelum tahun 2030. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Saya mengucapkan terima kasih kepada pembimbing satu saya yang sudah berkenan menyiapkan data dalam penelitian saya. Kemudian saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pembimbing kedua dan penguji yang sudah membimbing saya dalam penyusunan artikel hasil penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA