ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENGARUH KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP PERKEMBANGAN UMKM DI KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG (Studi Kasus Bank BRI Unit Murung Puda. Siti Nurhalizah* . Indriati Sumarni ichanrhlzh7@gmail. indriatisumarni338@gmail. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung-Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi, karena tingkat penyerapan tenaga kerjanya yang relatif tinggi dan kebutuhan modal investasinya yang kecil. Hal ini membuat UMKM tidak rentan terhadap berbagai perubahan eksternal sehingga pengembangan pada sektor UMKM dapat menunjang pertumbuhan ekonomi yang digunakan sebagai penunjang pembangunan ekonomi jangka panjang yang stabil dan berkesinambungan. Fungsi dan peran UMKM saat ini dirasakan amat penting, selain sebagai sumber mata pencaharian. UMKM juga menyediakan secara langsung lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk. Tujuan dari penelitian ini unutuk menguji dan mengetahui pengaruh pemberian modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap UMKM. Metode penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif karena dasar sampel diambil dari BRI Unit Murung Pudak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Random Sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diperoleh sebanyak 820 populasi pelaku UMKM yang terdaftar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan sampel sejumlah 30 pelaku UMKM yang telah menggunakan pengkreditan pada BRI unit Murung Pudak. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji statistic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perkembangan UMKM di Kabupaten Murung Pudak. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil besarnya pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Perkembangan UMKM yakni sebesar 39,6% sedangkan sisanya sebesar 60,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: KUR. UMKM. MODAL THE IMPACT OF MICRO CREDIT (KUR) ON THE DEVELOPMENT OF MSMEs IN MURUNG PUDAK SUB-DISTRICT. TABALONG REGENCY (Case Study of Bank BRI Murung Pudak Uni. ABSTRACT Micro, small, and medium enterprises (MSME. play an essential role in economic development due to their relatively high labor absorption and low capital investment needs. This makes MSMEs less vulnerable to various external changes, allowing for their development to support economic growth and serve as a foundation for long-term, stable, and sustainable economic progress. The function and role of MSMEs are currently considered highly important, not only as a source of livelihood but also as a direct provider of employment for the majority of the population. The purpose of this study is to examine and determine the effect of providing capital through the People's Business Credit (KUR) on MSMEs. The research method JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB uses a quantitative approach based on a sample taken from the BRI Murung Pudak Unit. The sampling technique employed is purposive random sampling. Based on predetermined criteria, a population of 820 MSME actors registered at the Integrated Business Service Center (PLUT) was identified, with a sample of 30 MSME actors who have used credit services at the BRI Murung Pudak Unit. The data used is primary The data analysis technique applied is statistical testing. The results of this study indicate that the use of the People's Business Credit (KUR) has a positive and significant impact on the development of MSMEs in Murung Pudak Sub-district. This is evidenced by the results showing that KUR has an influence of 39. 6% on the development of MSMEs, while the remaining 60. 4% is influenced by other factors not examined in this Keywords: KUR. MSMEs. Capital PENDAHULUAN Latar Belakang UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Seperti diatur dalam peraturan perundangundangan No. 20 tahun 2008, sesuai pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM dibedakan secara masing-masing meliputi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Pengertian usaha mikro diartikan sebagai usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria usaha mikro. Setiap UMKM yang didirikan memerlukan bantuan modal untuk mengembangkan usahanya, modal tersebut dapat diperoleh salah satunya dari lembaga keuangan. Peran lembaga keuangan dalam hal ini adalah perbankan menyediakan modal bagi pelaku usaha usaha mikro dengan mengalirkan dana dalam bentuk Adapun tujuan dari bank-bank mengalirkan dana untuk pelaku UMKM adalah untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM yang melakukan kegiatan usaha produktif dan mewujudkan pembangunan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro dalam rangka penanggulangan atau pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja. Ada beberapa masalah yang kerap kali muncul dan harus dihadapi oleh pelaku UMKM seperti modal yang terbatas, kurangnya sumber daya manusia dengan kualitas yang baik, dan kesulitan mengakses informasi pasar. Dari banyaknya hal-hal yang menjadi kendala dalam menjalankan usaha, keterbatasan modal merupakan permasalahan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 yang paling sering terjadi dikarenakan hal ini menyebabkan UMKM tidak bisa mengembangkan usahanya dengan baik Dari masalah-masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM tersebut, pada tanggal 5 Nopember tahun 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Maka dari itu Bank Rakyat Indonesia (BRI) ikut serta dalam pembangunan ekonomi di kota Tabalong dengan cara menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para masyarakat Tabalong apabila ingin membuka UMKM. Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto. Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjatmadja tanggal 16 Desember Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pembiayaan/kredit bersubsidi pemerintah dengan bunga rendah, yang 100% dananya milik Bank/Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Penyalur KUR dan disalurkan dalam bentuk dana keperluan modal kerja serta investasi. Program KUR pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank ini diketahui merupakan penyalur terbesar KUR. Berdasarkan simulasi di situs resmi BRI, berikut ini gambaran angsuran pinjaman dalam tabel pinjaman KUR BRI 2023. Adapun bunga yang dikenakan 6% per tahun atau 0,2% per bulan. Bagi yang pertama kali ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB mengajukan KUR, suku bunganya adalah 6% efektif per tahun. Bagi yang kedua kali mengajukan KUR, suku bunganya menjadi 7% efektif per tahun. Penerima KUR ketiga kali dikenakan suku bunga sebesar 8% efektif per Beberapa penelitian awal yang dilakukan yaitu ada 30 pelaku UMKM penerima KUR Bank BRI dapat membeli peralatan penjualan yang makin memadai seperti mesin press minuman, kompor, dan peralatan penjualan lainnya karena dengan adanya pinjaman dari KUR Bank BRI maka pelaku usaha bahkan ada yang ingin menambah menu baru dijualannya dengan menggunakan modal dari KUR Bank BRI Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan tersebut dengan menguji kembali penelitian terdahulu untuk mengetahui peranan KUR bagi perkembangan UMKM mulai dari perkembangan penjualan, perkembangan peralatan dan bahan baku pelaku UMKM yang ada di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Beberapa penelitian yang menguji mengenai pengaruh KUR terhadap perkembangan UMKM telah banyak dilakukan, akan tetapi terdapat perbedaan-perbedaan hasil penelitian yang Pada penelitian yang dilakukan (Sakina Amalia, 2. menunjukkan bahwa variabel Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan (Roza Gustika, 2. menyatakan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif terhadap pendapatan masyarakat yang memiliki Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan (Anis Ayu Purwatiningsih, 2. mengungkap bahwa dana KUR berperan penting dalam menunjang perkembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMKM), hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan keuntungan yang diperoleh UMKM. Kemudian penelitian yang dilakukan (Farhana Muhammad & Toyib Rozali, 2. menunjukkan bahwa baik modal pribadi maupun modal yang diperoleh dari dana KUR memberikan pengaruh secara positif, parsial, dan simultan terhadap perkembangan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 UMKM. Dan yang terakhir menurut (Ari Arya Fitriza, 2. menyatakan bahwa pemberian KUR berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM, modal sendiri dan Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka penulis mengidentifikasi permasalahan yang terjadi yaitu para pelaku UMKM kerap kali menghadapi permasalahan keterbatasan modal dalam menjalankan pelaku yang dimiliki oleh masing masing pelaku UMKM. Batasan Masalah Batasan memfokuskan pada masalah yang akan diteliti, maka penelitan ini memfokuskan pada seberapa besar pengaruh KUR terhadap perkembangan UMKM. Adanya KUR dari BRI Unit Murung Pudak menjalankan usaha UMKM di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu apakah KUR berpengaruh terhadap perkembangan UMKM di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong? Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah terkait dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas yaitu untuk mengetahui apakah KUR berpengaruh terhadap perkembangan UMKM di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis Bagi Pihak Bank Penelitian ini diharapkan sebagai media informasi bagi pihak lembaga keuangan yang menyalurkan dana KUR dalam mengambil keputusan agar penyaluran yang dilakukan dapat terlaksana secara efektif dan efisien bagi pelaku UMKM. Bagi Peneliti ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Penelitian kemampuan intelektual, mengembangkan wawasan berfikir, dan memperdalam pengetahuan tentang pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM. Bagi Pembaca Penelitian ini diharapkan menjadi media informasi untuk masyarakat yang ingin mengambil dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), sumbangsih terhadap perkembangan ilmu pengetahuan bagi pembaca mengenai pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM. Manfaat Praktis Mengembangkan pola pikir yang sistematis dan dinamis bagi peneliti dalam membuat karya tulis ilmiah, dan Memberikan informasi untuk menambah pengetahuan pengambilan pinjaman dan pelayanan di Bank Rakyat Indonesia dan sebagai bahan mengambil kebijakan terutama dalam mengembangkan usaha dengan kredit usaha rakyat (KUR). TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu (Sakina Amalia, 2. Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pendapatan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Metode analisa data yang digunakan adalah regresi linear kuesioner ke nasabah BRI Unit Mataere dengan menggunakan rumus slovin untuk JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 menentukan jumlah sampel yang diambil. Variabel KUR (X) Pendapatan UMKM (Y). (Roza Gustika. Pengaruh Pemberian Kredit Usaha Rakyat terhadap Pendapatan Masyarakat Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman (Studi Kasus Masyarakat Pemilik UKM). Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif terhadap pendapatan masyarakat yang memiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan deduktif dengan menggunakan data primer dengan menggunakan alat analisis yaitu SPSS 0 for Windows. Variabel KUR (X) Pendapatan (Y) (Anis Ayu Purwatiningsih, 2. Pengaruh Penyaluran Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap perolehan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro Kecil yang berada di Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Penelitiannya mengungkap bahwa dana KUR berperan penting dalam menunjang perkembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK), hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan keuntungan yang diperoleh UMK di Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif deduktif dan teknik pengelolaan datanya menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Variabel Modal Sendiri . odal awa. (X. Modal setelah pemberian kredit usaha rakyat (X. Pendapatan pengusaha Usaha Kecil Menengah (UMK) (Y) di Bank BRI Unit Bangkahulu adalah Cukup Efektif. (Farhana Muhammad. Toyib Rozali Pengaruh Penyaluran dana KUR Terhadap Pendapatan bisnis Usaha Mikro dan Kecil di Desa Selagi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian nya menunjukkan bahwa baik modal pribadi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB maupun modal yang diperoleh dari dana KUR memberikan pengaruh secara positif, parsial, dan simultan terhadap perkembangan UMKM yang berada di Desa Selagik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dimana datanya dianalisis menggunakan metode regresi berganda. Variabel Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil (X) Modal sendiri dan Modal Kredit Usaha Rakyat (Y). (Ari Arya Fitriza, 2. Pengaruh Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Modal Sendiri dan Jumlah Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM, modal sendiri dan Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif mengunakan analisis regresi Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Rumus Slovin. Variabel Pemberian KUR (X. Modal sendiri (X. Jumlah tenaga kerja (X. Pendapatan UMKM (Y). KERANGKA TEORI Kredit Kredit berasal dari kata Italia. Credere yang artinya kepercayaan, yaitu kepercayaan dari kreditur bahwa debiturnya akan mengembalikan pinjaman beserta bunganya sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Berdasarkan UU RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Bab I. Pasal 3 ayat . Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Pengaruh Penggunaan KUR JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Pengaruh program KUR bisa dilihat dari besarnya alokasi penyaluran kredit dan sangat tergantung pada distribusi pengalokasiannya, baik menurut sektor ekonomi maupun penerimanya . elaku ekonominy. Menurut (Anugrah, 2. Indikator Pengaruh dalam penyaluran kredit meliputi berhasil atau tidaknya seseorang atau suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan dalam penyaluran kredit, adanya perkembangan dan pertumbuhan yang dialami seseorang ketika adanya penyaluran kredit, dan adanya perbedaan positif secara signifikan antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi sebelum atau sesudah dalam penyaluran kredit. Teori KUR Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola Program KUR dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan sektor rill dan UMKM. Dalam mempercepat pengembangan sektor rill dan pemberdayaan UMKM. Program KUR secara resmi diluncurkan pada tanggal 5 Nopember Program KUR banyak memberika manfaat diantaranya kemudahan dalam proses pengajuan kredit serta bunga KUR yang ringan. Pembiayaan yang disalurkan KUR bersumber dari dana perbankan atau lembaga keuangan yang merupakan penyalur KUR. Dana yang disediakan berupa dana keperluan modal kerja serta investas yang disalurkan kepada pelaku UMKM, individu/perseorangan, badan atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau feasible namun belum bankable. Usaha yang Feasible . adalah calon debitur yang menguntungkan atau memberikan laba sehingga mampu membayar bunga dan mengembalikan seluruh hutang kewajiban pokok kredit pembiayaan dlam jangka waktu yang disepakati antara bank penyalur KUR dengan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB debitur KUR dan sisa keuntungan untuk mengembangkan usahanya. Usaha yang belum Bankable adalah usaha produktif yang tergolong dalam usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum dapat pembiayaan dari bank dalam penyediaan agunan pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan bank. Jenis Pinjaman KUR Sesuai dengan ketentuan Bank BRI tahun 2023 jenis pinjaman KUR 2023 yaitu: KUR Super Mikro BRI Maksimal pinjaman sebesar Rp. 000,per orang. Terdapat 2 jenis pinjaman yaitu Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimal masa pinjam 3 tahun dan kredit investasi dengan maksimal masa pinjam 5 tahun. Suku bunga 3% efektif per tahun. Bebas biaya administrasi dan provinsi KUR Kecil BRI Plafon pinjaman Rp. 000,b. Terdapat 2 jenis pinjaman yaitu Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimal masa pinjam 4 tahun dan kredit investasi dengan maksimal masa pinjam 5 tahun. Suku bunga 6-9% efektif per tahun Angunan sesuai dengan peraturan bank KUR Mikro BRI Plafon pinjaman Rp. 000,b. Terdapat 2 jenis pinjaman yaitu Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimal masa pinjam 3 tahun dan kredit investasi dengan maksimal masa pinjam 5 tahun. Suku bunga 6-9% efektif per tahun Angunan sesuai dengan peraturan bank Cara Mengajukan KUR Pastikan bidang usaha yang akan anda ajukan untuk mendpatkan KUR adalah usaha yang produktif dan berprospek. Siapkan Dokumen pengajuan tersebut antara lain. kartu indentitas (KTP, kartu keluarga, keterangan domisil. , legalitas usaha . kta pendirian usah. , izin usaha, dan persyaratan lainnya. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Setelah dokumen lengkap, silahkan datang ke kantor bank penyalur yang masuk dalam daftar pemerintah. Ikuti prosedur yang ditetapkan di bank tersebut. Biasanya, bank akan melakukan survey atau wawancara untuk menganalisis kelayakan pinjaman. Tunggu hasil penguguman dari bank penyalur apakah pengajuan anda akan cair atau tidak. Unsur-Unsur Kredit Kepercayaan Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap permohonan kredit yang akan diberikan itu dapat dikembalikan sesuai dengan persyaratan yang disepakti Agunan Setiap kredit yang akan diberikan selalu disertai oleh barang yang berfungsi sebagai jaminan bahwa kredit yang akan diterima oleh calon debitur pasti akan meningkatkan kepercayaan pihak bank. Jangka Waktu Pengembalian kredit didasarkan pada jangka waktu tertentu yang layak,setelah jangka waktu berkhir kredit dilunasi. Resiko Jangka waktu pengembalian kredit terhalang,atau terlambat,atau kredit,baik di sengaja atau tidak sengaja,resiko ini menjadi beban bank. Bunga Bank Setiap pemberian kredit selalu disertai imbalan jasa berupa bunga yang wajib dibayar oleh calon debitur,dan ini merupakan keuntungan yang diterima oleh bank. Kesepakatan Semua persyaratan pemberian kredit dan prosedur pengembalian kredit serta akibat hukumnya adalah hasil kesepatan dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dituangkan dalam akta perjanjian yang disebut kontrak kredit. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) Kriteria UMKM Usaha Mikro Pengertian usaha mikro diartikan sebagai usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria usaha mikro. Usaha Kecil Usaha kecil merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang independen atau berdiri sendiri baik yang dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan usaha cabang dari perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah. Usaha Menengah pengertian usaha menengah adalah usaha dalam ekonomi produktif dan bukan merupakan cabnag atau anak usaha dari perusahaan pusat serta menjadi bagian secara langsung maupun tidak langsung terhadap usaha kecil atau usaha besar dengan total kekayaan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan. Peranan UMKM dalam Perekonomian Usaha kecil dan menengah (UKM) dalam perekonomian suatu negara, memiliki peran Bukan saja di indonesia, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa posisi usaha kecil dan menengah mempunyai peranan strategis di negara-negara lain juga. Indikasi menunjukkan peranan usaha kecil dan menengah itu dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), eksport non migas, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cukup berarti (Irfan, 2. Menurut . ukirno, 2002:. pendapatan pengusaha merupakan keuntungan. Dalam ditentukan dengan cara mengurangi berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang Istilah pendapatan digunakan apabila berhubungan dengan aliran penghasilan pasar suatu periode tertentu yang berasal dari penyediaan faktor-faktor produksi . umber daya JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 alam, tenaga kerja dan moda. masing-masing dalam bentuk sewa, upah dan bunga, secara Klasifikasi UMKM Livelihood Activities Yaitu UMKM yang dimanfaatkan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebaga sektor informal. Misalnya pedagang kaki lima. Micro Enterprise Yaitu UMKM yang punya sifat pengrajin namun belum punya sifat kewirausahaan. Small Dynamic Enterprise Yaitu UMKM yang telah memiliki jiwa enterpreneurship dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor, misalnya . Fast Moving Enterptise Yaitu UMKM kewirausahaan dan akan bertransfortasi menjadi sebuah Usaha Besar (UB). Jenis-Jenis UMKM Usaha Kuliner Salah satu bisnis UMKM yang paling banyak digandrungi bahkan hingga kalangan muda Berbekal inovasi dalam bidang makanan dan modal yang tidak terlalu besar, bisnis ini terbilang cukup menjanjikan mengingat setiap hari semua orang membutuhkan makanan. Usaha Fashion Selain makanan. UMKM di bidang fashion ini juga sedang diminati. Setiap tahun mode tren fashion baru selalu hadir yang tentunya meningkatkan pendapatan pelaku bisnis Usaha Agribisnis Di bidang pertanian harus bermodalkan tanah yang luas. Anda bisa memanfaatkan perkarangan rumah yang disulap menjadi lahan agribisnis yang menguntungkan. Peran dan Fungsi UMKM bagi Kondisi Ekonomi Membuka Lapangan Pekerjaan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Mendorong Kondisi Ekonomi yang Lebih Merata Memenuhi Kebutuhan Masyarakat secara Akurat Permasalahan Umum UMKM Kekurangan Modal Masalah kekurangan modal merupakan masalah yang paling sering terjadi bagi pemula UMKM, dikarenakan pelaku usaha memerlukan banyak bahan serta alat untuk awal usaha. Walaupun pada umumnya modal awal bersumber dari tabungan sendiri atau sumber sumber informal, namun permodalan ini sering tidak memadai untuk jangka waktu kedepannya usaha tersebut berjalan atau bisa jadi modal tersebut hanya cukup untuk modal awal bahan saja, namun tidak ada tambahan modal untuk peralatan dan perlengkapan untuk usaha yang akan dilakukan. Tidak Mengetahui Cara Mengembangkan Usaha Cara mengembangkan usaha merupakan salah satu kunci agar usaha terus berjalan, karena jika ingin usaha terus berjalan maka masyarakat sekitar harus mengetahui usaha tersebut dan lebih memperluas promosi tentang usaha tersebut. Tidak Berinovasi Inovasi penting untuk setiap pelaku usaha, dikarenakan apabila pelaku usaha tidak dapat terus berinovasi pada usaha yang dilakukan pendapatannya bahkan bisa juga merugi akibat tidak dapat berinovasi mengikuti perkembangan zaman yang ada. Karena seiring perkembangan zaman, maka akan ada banyak saingan saingan yang lebih unggul untuk menarik minat para masyarakat. Oleh sebab itu penting untuk berinovasi pada tiap penjualan, agar selalu diminati banyak Kerangka Konseptual Gambar. Kerangka Konseptual Pengaruh Kredit Perkembangan Usaha Rakyat UMKM Di (KUR) Kecamatan Bank BRI Murung Pudak (X) Kabupaten JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Tabalong (Y) Sumber: Data diolah, 2024. Keterangan: Variabel X yaitu Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI yang merupakan variabel independen yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel Variabel Y yaitu Perkembangan UMKM di Kabupaten Tabalong yang merupakan variabel dependen yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena terdapat variabel Hipotesis Ho: Diduga tidak terdapat pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Ha: Diduga terdapat pengaruh antara Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif. Karena dasar penelitian diambil sampel (Bank BRI) yang didapat dari hasil pelaku UMKM yang berhubungan dengan Menurut Sugiyono . data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Populasi merupakan objek keseluruhan yang diteliti, dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah nasabah yang mempunyai Usaha Mikro Kecil Menengah yang berlokasi di Kecamatan Murung ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Pudak. Kabupaten Tabalong yaitu sebanyak 820 UMKM yang terdaftar dalam Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), dan yang mengikuti kegiatan pembiayaan KUR di Bank BRI Unit Murung Pudak yaitu sebanyak 30 pelaku usaha. Para pelaku yang berjumlah 30 tersebut ialah yang telah mengikuti KUR di Bank BRI Unit Murung Pudak dan telah menjalankan usaha selama 2 tahun lebih. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi, sampel ini terdiri dari jumlah anggota yang dipilih dari populasi. Sampel pada penelitian ini adalah pelaku UMKM yang menggunakan KUR. Disini peneliti mengambil sebayak 30 sampel pelaku UMKM di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong yang telah mengambil program pengkreditan Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah Data primer yaitu data mentah yang di ambil oleh peneliti sendiri dari sumber utama untuk kepentingan penelitiannya, data yang dihasilkan dari observasi langsung di lapangan yaitu di BRI Unit Murung Pudak, penyebaran kuesioner dan melakukan wawancara dengan pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Langsung (Field Researc. yaitu penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung, meminta data terkait KUR yang disalurkan oleh pihak BRI kemudian melihat data para pelaku UMKM yang mengambil KUR di BRI Penelitian Kepustakaan (Library Researc. yaitu penelitian berbagai literatur, buku, referensi, berkaitan dengan objek pembahasan sebagai bahan analisis. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Angket (Quesione. , adalah dengan menyebarkan survey yang berisi pertanyaan-pertanyaan keberhasilan UMKM dan KUR. Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif (Sugiyono, 2. mengatakan bahwa analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau memeparkan data yang telah terkumpul dalam penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Metode analisis ini menggunakan SPSS versi 24 yang selanjutnya akan dapat digunakan untuk memberikan gambaran sebenarnya mengenai peranan KUR terhadap perkembangan UMKM di Tabalong. Uji Validitas Uji mengukur sah atau valid suatu Suatu kuesioner dikatakan valid jika suatu pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuesioner Perhitungan yang akan bantuan komputer program SPSS. Uji membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, apabila nilai r hitung > nilai r tabel maka kuesioner dikatakan valid dan sebaliknya, dikatakan tidak valid bila nilai dari nilai r hitung < dari nilai r tabel, untuk degree of freedom . = n2, dalam hal ini n adalah jumlah Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel, dan kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB konsistensi kuesioner dalam mengukur suatu variabel yang sama. Kriteria pengujian instrumen dikatakan handal apabila r hitung lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikan 5%. Untuk komputer program SPSS 24 for Windows dengan uji keterandalan Alpha Cronbach. Suatu konstruot atau variabel dikatakan Cronbach Alpha > 0,6. Uji t-hitung (Uji Parsia. Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing atau secara parsial variabel independen (Kedit Usaha Rakya. terhadap variabel dependen (Perkembangan UMKM) dan menganggap variabel dependen yang lain konstan. Signifikansi tersebut dapat diestimasi dengan membandingkan antara nilai t tabel dengan nilai t hitung. t hitung dibandingkan dengan t tabel pada tarif signifikan 5%. Apabila tEaycnycycycuyci > tycycaycayceyco maka terdapat pengaruh signifikan antara variabel bebas dengan variabel terkait. Apabila tEaycnycycycuyci< tycycaycayceyco maka tidak ada pengaruh signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengujian Hipotesis Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam memberikan pernyataan dan penilaian atas pernyataan yang diajukan oleh penulis. Responden dalam penelitian ini adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tablaong yang menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI Unit Murung Pudak. Kuesioner berisikan 12 item pernyataan yang disebarkan peneiti kepada 30 pelaku UMKM. Karakteristik responden JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 didasarkan pada jenis kelamin dan kelompok umur. Karakteristik pelaku UMKM berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1 Karakteristik pelaku UMKM Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2024 Karakteristik pelaku UMKM berdasarkan Umur Tabel 2 Karakteristik pelaku UMKM Berdasarkan Umur Kelompok umur . Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2024 Penyajian Data Hasil Angket Uji Validitas Uji membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, apabila nilai r hitung > nilai r tabel maka kuesioner dikatakan valid dan sebaliknya, dikatakan tidak valid bila nilai dari nilai r hitung < dari nilai r tabel, untuk degree of freedom . = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Sumber: Data Hasil SPSS, 2024 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menggunakan teknik Chronbach Alpha, hasil pengujian dapat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dikatakan reliabel apabila Chronbach Alpha > 0,6. Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Reliability Statistics Cronbach's Alpha ,793 N of Items Sumber: Data Hasil Olah SPSS, 2024 Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif memberikan sebuah gambaran mengenai tanggapan responden terhadap penelitian ini. Tabel 5 Analisis Deskriptif Statistic tetap atau sama dengan nol maka Perkembangan UMKM (Y) nilai skornya sebesar 9,660. Koefisien Regresi . sebesar 0,645 artinya setiap ada peningkatan Kredit Usaha Rakyat (X) sebesar satu satuan maka Perkembangan UMKM (Y) sebesar 0,645. Tabel 7 Korelasi dan Koefisien Determinasi Sumber: Data Hasil Olah SPSS, 2024 Descriptive Statistics Mean Std. Deviation Kredit Usaha Rakyat (KUR) (X) 20,73 2,067 Perkembangan UMKM (Y) 29,27 3,028 Valid N . Sumber: Data Hasil Olah SPSS, 2024 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Uji regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh antara variabel X . terhadap variabel Y . Analisis ini mengestimasi besarnya koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang diajukan. Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Sederhan Sumber: Data Hasil Olah SPSS, 2024 Persamaan hasil perhitungan koefisien regresi sederhana diatas mempelihatkan pengaruh antara variabel independent (X) dengan variabel dependent (X) dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta . sebesar 9,660 artinya apabila Kredit Usaha Rakyat (X) nilainya JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Uji Parsial (Uji . koefisien regresi variabel Kredit Usaha Rakyat (X) sebesar 0,946 dengan tingkat signifikan 0,000 < tingkat alpha 0. 05 dan nilai t hitung 4,472 > 0. 361 nilai t tabel, maka dapat dikatakan bahwa variabel Kredit Usaha Rakyat (KUR) (X) Perkembangan UMKM (Y) di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong, sehingga hal ini mengakibatkan hipotesis Tabel 8 Hasil Analisis Uji t . =0,. Sumber: Data Hasil Olah SPSS, 2024. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data, hasil penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perkembangan UMKM di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil analisis kolerasi (R) Sebesar 0,645. Hal ini juga ditunjukkan dari hasil perhitungan uji t dengan perbandingan t hitung dan t tabel dimana nilai t hitung 4,472 > 0. 361 nilai t tabel pada taraf signifikan 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H. diterima yaitu : Kredit Usaha Rakyat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB (KUR) Perkembangan UMKM di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Berdasarkan penjelasan diatas, hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sakina Amalia . dengan judul AuPengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Pendapatan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Ay yang menyatakan bahwa pembiayaan KUR selaku variabel independen mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen pendapatan UMKM. Perkembangan usaha adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan kepada usaha itu sendiri agar dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan yakni mencapai suatu titik atau puncak menuju kesuksesan. Namun pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sulit untuk mengembangkan usahanya karena mengalami kendala pada modal usaha untuk membiayai segala keperluan usahanya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pelaku UMKM yang menggunakan dana KUR mengalami peningkatan pendapatan pada Hal ini sejalan dengan penelitian (Anis Ayu Purwatiningsih, 2. dengan judul AuPengaruh Penyaluran Dana KUR Terhadap Perolehan Pendapatan Pelaku UMK yang berada di Kecamatan Kepung Kabupaten KediriAy dimana penelitiannya mengungkap bahwa dana KUR berperan penting dalam menunjang perkebangan usaha mikro dan kecil (UMK), hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan keuntungan yang diperoleh UMK di Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Dengan adanya pembiayaan dana KUR Bank BRI Unit Murung Pudak dapat khususnya untuk pelaku usaha mikro kecil menengah di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Dari hasil wawancara dan pembagian kuesioner yang telah JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 dilakukan menunjukkan bahwa dampak positif terhadap jumlah pendapatan UMKM lebih meningkat setelah mengikuti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI Unit Murung Pudak. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi . sebesar 0,396 hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel Perkembangan UMKM (Y) dipengaruhi oleh variasi variabel Kredit Usaha Rakyat (KUR) (X) sebesar 39,6% 60,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong khususnya bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan suatu program yang sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya. Dengan bantuan modal yang tingkat bunganya tidak terlalu tinggi atau terbilang rendah dapat membantu perkembangan usaha mereka. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian KUR berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan UMKM di Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Besar pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perkembangan UMKM yakni sebesar 39,6% sedangkan sisanya sebesar 60,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis ingin memberikan saran sebagai berikut : Bagi Pihak Bank, sekiranya hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk memaksimalkan pemberian KUR kepada pelaku UMKM yang masih sangat sulit memperoleh pinjaman pembiayaan KUR. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Bagi Peneliti Selanjutnya, penulis harap dengan adanya penelitian ini yang sekiranya dapat menambah pengetahuan mengenai pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan UMKM agar dapat meneliti faktor lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Bagi Pembaca. Penelitian ini diharapkan pengetahuan bagi pembaca mengenai pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap perkembangan pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM. DAFTAR PUSTAKA