PROLIFERASI SEL ODONTOBLAS MENGGUNAKAN CAMPURAN MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE (MTA) DENGAN BIODENTINE SECARA IN VITRO Dewa Made Wedagama1. Maya Sari Dewi2. Anggelina Citra Durandt3 Departemen Konservasi Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar *Email Korespondensi: Anggelina Citra Durandt. Email: durandtangel@gmail. ABSTRAK Pulp capping adalah perawatan yang dilakukan dengan cara memberikan suatu bahan bioaktif di atas jaringan pulpa untuk merangsang pembentukan dentin reparatif. Bahan yang sering digunakan dalam kedokteran gigi untuk perawatan kaping pulpa adalah kalsium hidroksida, mineral trioxide aggregate (MTA), dan biodentine. Bahan tersebut dapat menstimulasi pembentukkan odontoblast-like cells. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah proliferasi pada sel odontoblas dengan mencampurkan mineral trioxide aggregate (MTA) dengan biodentine. Metode dari penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang terdiri dari dua kelompok yang diberi perlakuan yaitu kalsium hidroksida (Ca(OH). sebagai kontrol dan campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) dan biodentine. Sebelum diberi perlakuan, sel odontoblas . ell lin. sebagai sampel di aktivasi dan di subkultur terlebih dahulu kemudian diberi perlakuan selama tujuh hari dengan menggunakan metode MTT assay dan hasil analisis data dibaca menggunakan ELISA reader gelombang 595 nm. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat jumlah proliferasi sel odontoblas antara campuran MTA dengan biodentine lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu Ca(OH)2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jumlah proliferasi sel odontoblas antara campuran MTA dengan biodentine dan kelompok kontrol yaitu Ca(OH)2. Kata Kunci : Pulp Capping. Kalsium Hidroksida . MTA. Biodentine. Proliferasi Sel Odontoblas ABSTRACT Pulp capping is a treatment carried out by administering a bioactive material over the pulp tissue to stimulate the formation of reparative dentin. Materials that are often used in dentistry for pulp cap treatment are calcium hydroxide, mineral trioxide aggregate (MTA) and biodentine. This material can stimulate the formation of odontoblast-like cells. This research aims to determine the amount of proliferation in odontoblast cells by mixing mineral trioxide aggregate (MTA) with biodentine. The method of this research was a laboratory experiment consisting of two groups that were treated, namely calcium hydroxide (Ca(OH). as a control and a mixture of two materials, namely mineral trioxide aggregate (MTA) and biodentine. Before being treated, the odontoblast cells . ell lin. as a sample were activated and subcultured first, then treated for seven days using the MTT assay method and the results of data analysis were read using a 595 nm wave ELISA The results of the data analysis showed that there was a higher number of odontoblast cell proliferation between the mixture of MTA and biodentine compared to the control group, namely Ca(OH)2. Based on the results of the research carried out, it can be concluded that there is a difference in the amount of odontoblast cell proliferation between the mixture of MTA and biodentine and the control group, namely Ca(OH)2. Keywords : Pulp Capping. Calcium Hydroxide. MTA. Biodentine. Odontoblast Cell Proliferation PENDAHULUAN Penyakit pulpa awalnya terdiagnosis dengan keluhan gigi berlubang akibat karies gigi yang disebabkan bakteri atau fraktur gigi. Pasien seringkali datang ke dokter gigi setelah kelainan tersebut berlanjut. Keluhan gigi berlubang akibat karies maupun fraktur gigi yang tidak ditangani segera akan menyebabkan bakteri masuk ke dalam pulpa yang terbuka. Penyakit pulpa juga dapat disebabkan oleh trauma akibat benturan benda keras, panas yang berasal dari preparasi kavitas dan efek toksik dari bahan restorasi itu 1 Perlindungan jaringan pulpa atau pulp capping adalah pemberian suatu bahan bioaktif di atas jaringan pulpa untuk mempertahankan vitalitas pulpa dan merangsang pembentukan dentin reparatif. Dentin reparatif, yang menjadi tujuan utama perawatan pulp capping, terbentuk dari sel-sel odontoblas dan sel-sel pulpa lainnya yang mengindikasikan adanya respon reparatif dari jaringan pulpa. Terdapat beberapa pilihan bahan untuk melakukan pulp capping. Bahan yang sering digunakan adalah Kalsium Hidroksida sebagai gold standard. Mineral Trioxide Aggregate (MTA), dan Semen Tricalcium Silicate (Biodentin. Bahan pulp capping ini harus dikontakkan dengan jaringan pulpa, sehingga syarat utama bahan ini adalah nontoksik, biokompatibel, menutup area pulpa yang terekspos dengan baik, memiliki daya larut yang rendah, dan memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi pada prosedur restoratif. 2 Bahan-bahan tersebut dapat menstimulasi pembentukkan odontoblast-like cells. Odontoblast-like cells merupakan sel odontoblas yang dihasilkan dari sel undifferential mesenchyme karena mengalami kematian seiring berjalannya waktu sehingga tidak bisa membentuk matriks ekstraseluler pada saat pembentukkan dentinal bridge yang dihasilkan dari sebuah Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti apakah proliferasi pada sel odontoblas akan lebih baik apabila dilakukan pencampuan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) dengan Biodentine yang akan dilakukan secara invitro. METODE Rancangan dalam penelitian ini adalah ekperimental laboratorium yang dilakukan dengan metode MTT assay secara in vitro dan absorbansinya diukur menggunakan ELISA reader pada 596 nm untuk melihat proliferasi dari sel odontoblas dengan menggunakan campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) dan Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sel odontoblas . ell Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah subkultur dari sel odontoblas secara in vitro dan disimpan di laboratorium. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024, di ILC Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Brawijawa Malang, untuk subkultur sel dontoblas dan uji MTT assay. Suspensi sel dalam medium dimasukan ke dalam dua 96 plate well yang berbeda yang dikondisikan dengan campuran bahan mineral trioxide aggregate (MTA) dengan biodentine dan di plate well yang berbeda yaitu kalsium hidroksida (Ca(OH). sebagai kontrol, selama tujuh hari melalui kolorimetri . ,5-dimethylthiazol-2-y. -2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT). Pada hari ketujuh proliferasi sel odontoblas diukur dengan MTT assay. Perbedaan jumlah proliferasi sel odontoblas antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan, dibaca dengan ELISA reader gelombang 595 nm. HASIL PENELITIAN Uji Deskriptif Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Kelompok Mean Std. Deviation Ca(OH)2 64,30 7,99 MTA Biodentine 76,20 7,94 Dari data yang tercantum dalam tabel, dapat disimpulkan bahwa peningkatan rata-rata proliferasi sel Odontoblas pada kelompok MTA Biodentine , melebihi ratarata peningkatan proliferasi sel Odontoblas pada kelompok Ca(OH)2. Uji T-Test Tabel 2. Hasil Uji T-Test p-value 2,988 0,010 Mean Difference 11,90 Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai probabilitas atau p-value sebesar 0,010, nilai probabilitas ini lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan peningkatan jumlah sel odontoblas antara kalsium hidroksida ((Ca(OH). dengan campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) dan biodentine. PEMBAHASAN Penelitian proliferasi sel odontoblas ini dilakukan di ILC Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Brawijawa Malang, pada bulan Januari 2024. Pengujian proliferasi sel pada penelitian ini menggunakan metode MTT assay. Metode MTT assay menimbulkan reaksi enzimatik, yaitu garam tetrazolium akan bereaksi dengan sel odontoblas yang hidup dan membentuk kristal formazan yang dibantu oleh enzim suksinat dehidrogenase. Setelah garam tetrazolium tereduksi maka akan terbentuk formazan berwarna biru keunguan yang menunjukkan adanya sel hidup. Semakin banyak dan pekat warna biru keunguan yang terbentuk, menandakan bahwa semakin banyak sel yang hidup pada metode ini. Penelitian ini menggunakan sel odontoblas yang di sub kultur kemudian dilakukan perlakuan pada sel odontoblas mengunakan MTA Biodentine dan Ca(OH)2 Setelah hari ketujuh perlakuan diukur melalui kolorimetri MTT assay dan dibaca dengan ELISA reader 595 nm. Setelah data didapatkan kemudian dilakukan uji statistik menggunakan independent sample T-Test. Hasil penelitian pada tabel 5. 1 didapatkan peningkatan rata-rata proliferasi sel odontoblas dengan campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) biodentine dan kalsium trioxide (Ca(OH). sebagai kontrol yang menujukan bahwa, adanya perbedaan peningkatan proliferasi sel odontoblas antara kedua perlakuan tersebut. Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah proliferasi sel odontoblas pada perlakuan dengan campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) biodentine lebih tinggi dibandingkan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH). Hal ini dibuktikan pada penilitian yang dilakukan oleh Panbiyani dkk. 2021 didapatkan perbedaan jumlah odontoblast-like cells yang signifikan pada kelompok mineral trioxide aggregate (MTA) dan biodentine, dengan kelompok kalsium hidroksida (Ca(OH). Jumlah odontoblastlike cells pada mineral trioxide aggregate (MTA) dan biodentine lebih tinggi daripada kalsium hidroksida (Ca(OH). Mineral trioxide agreggate (MTA) dan biodentine memiliki skor yang lebih baik dibandingkan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH). , sebagai bahan capping. Secara kolektif, dari penelitian yang dilakukan Youssef dkk. 2019 menunjukkan bahwa trioxide agreggate (MTA) dan biodentine menjadi alternatif yang menjanjikan dalam proses meningkatkan dentin reparatif setelah pulpa gigi cedera. Kalsium hidroksida (Ca(OH). memiliki beberapa kelemahan yaitu mudah larut dan dapat larut seiring berjalannya waktu, kalsium hidroksida tidak memiliki kualitas adhesive yang baik dan antibakteri yang kurang adekuat. 5 Itu sebabnya mineral trioxide agreggate (MTA) dan biodentine lebih unggul daripada kalsium hidroksida (Ca(OH). Bahan yang digunakan pada perawatan pulp capping harus bersifat dapat merangsang pembentukan dentin reparatif. Pada tahap pembentukan dentin reparatif dimana terjadi penutupan alamiah dari tubulus dentin yang terpotong. Pembentukan dentin reparatif terjadi dengan cara serabut kolagen mendukung tubulus dentin untuk dapat mengkalsifikasi dan mengaktifkan sel odontoblas yang tersebar di dekat pulpa. Kemudian sel odontoblas mensintesis dan mensekresi matriks anorganik sehingga memungkinkan terjadinya mineralisasi matriks dan menghasilkan dentin reparatif. Pembentukan dentin reparatif sangat penting dalam perawatan pulp capping karena memungkinkan gigi untuk dapat mempertahankan diri terhadap karies maupun dari trauma karena dentin reparatif dapat melindungi pulpa dengan menghambat masuknya KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : Terdapat perbedaan jumlah proliferasi sel odontoblas yang signifikan pada perlakuan antara campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) dan biodentine dengan kalsium hidroksida (Ca(OH). Jumlah proliferasi sel odontoblas pada perlakuan dengan campuran dua bahan yaitu mineral trioxide aggregate (MTA) dengan biodentine lebih tinggi dibandingkan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH). DAFTAR PUSTAKA