Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 21 Ae 34 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Peran Orang Tua Dengan Sikap Remaja Putri Menghadapi Menarche Heri Saputro*. Citra Mutiara Ramadhani Fakultas keperawatan dan kebidanan IIK STRADA Indonesia Corresponding author: Heri Saputro . saputro@iik-strada. Received: January 2 2021. Accepted: February 20 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche memerlukan adanya dukungan dari keluarga dan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman serta informasi yang cukup mengenai menarche merupakan tahap awal dari anak-anak menuju remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran orang tua dengan sikap remaja putri menghadapi Metode yang digunakan dengan studi literatur bersumber dari database scopus, dan Google Scholar,yang diterbitkan dari tahun 2017 hingga 2020, dan secara manual memilih artikel yang relevan atau sesuai dengan pertanyaan penelitian. Berdasarkan dari 8 penelitian didapatkan bahwa pentingnya peran orang tua terutama ibu dalam memberikan pemahaman dan kesiapan sikap positif remaja putri dalam menghadapi menarche. Pentingnya peran orang tua terutama ibu dalam membentuk kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Diharapkan orang tua bisa lebih berkomunikasi tentang menarche dan hal-hal yang berkaitan dengan menstruasi dan pula dapat menjadi panutan bagi remaja putri dalam menghadapi menstruasi. Kata Kunci: Menarche. Peran Orang Tua. Sikap Remaja Putri This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Remaja atau adolescence (Inggri. berasal dari bahasa latin adolescere dapat diartikan sebagai tumbuh kearah kematangan, yang memiliki arti yang sangat luar yang mencakup beberapa hal yaitu seperti kematangan mental, emosional, sosial dan fisik(Pieter & Lubis. Klasifikasi remaja yaitu remaja Awal . Ae13 tahu. , remaja Tengah . Ae16 tahu. , dan remaja Akhir . Ae19 tahu. (Janiwarty & Pieter 2. Masa remaja atau pubertas merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa. Jumlah remaja . enduduk usia 10-24 tahu. di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 66,3 juta jiwa. Ini berarti 1 di antara 4 penduduk adalah remaja (BKKBN, 2. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2. , diketahui 37,5% perempuan Indonesia mengalami menarche pada usia 13-14 tahun. 0,1% pada usia 6-8 tahun. 19,8% usia 15-16 tahun dan 4,5% pada usia diatas 17 tahun. Usia menarche remaja putri di Indonesia berkisar antara 12-14 tahun. Di Indonesia didapatkan menarche termuda 9 tahun dan menarche tertua usia 18 tahun dengan nilai ratarata usia menarche terendah terdapat di Yogyakarta . ,5 tahu. dan tertinggi di Kupang . ,86 tahu. (Depkes,2. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. Anak perempuan umumnya merspon negatif menarche yaitu dengan merasa malu atau menyangkal, menurut hasil studi kualitatif Golchin. Hamzehgardeshi. Fakhri . di Iran mayoritas partisipan menyatakan menarche sebagai peristiwa pubertas yang tidak menyenangkan, oleh sebab itu anak perempuan perlu mendapatkan dukungan psikososial dari keluarga pada saat anak menghadapi menarche. Menurut penelitian Jayanti & Purwanti . , didapatkan hasil bahwa anak yang tidak siap menghadapi menarche adalah sebesar 92,30% dan untuk anak yang telah siap mengahdapi menarche adalah sebesar 7,69%, hal ini menunjukan bahwa kesiapan anak masih sangat kurang. Hal ini berkaitan dengan penelitian Fajri & Khairani . yang mendeskripsikan bahwa anak saat menghadapi menarche adalah merasa takut ,kaget,sedih,malu,cemas dan lainlain. Selain perasan negatif yang dialami ada juga anak yang merasa senang atau bahkan biasa saja saat menghadapi menarche Kesiapan mental sangatlah diperlukan, karena perasaan cemas dan takut akan muncul bila kurangnya pemahaman remaja putri tentang menarche. Untuk itu, remaja perlu persiapkan dalam menghadapi datangnya menarche (Sukarni & Wahyu, 2. Remaja dalam mempersiapkan datangnya menarche memerlukan dukungan, baik dukungan secara emosional, informasi, penghargaan dan instrumental. Dukungan tersebut dapat diperoleh dari lingkungan keluarga . rang tu. , lingkungan sekolah . , lingkungan teman sebaya, dan lingkungan masyarakat . osial budaya dan media mass. Lingkungan dalam keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi perkembangan anak (Aryani. Jika seorang remaja tidak diberikan pemahaman tentang menarche dan tidak dipersiapkan untuk menghadapi menarche akan timbul perasaan atau keinginan untuk menolak proses fisiologis tersebut, pada remaja terkadang akan timbul anggapan yang salah tentang menstruasi, mereka akan beranggapan menstruasi itu sesuatu yang kotor, tidak suci, najis dan Terkadang mereka akan beranggapan akan mati karena banyak darah yang keluar dari vagina (Mansur. Budiarti, 2. Orangtua sebaiknya meluangkan sedikit waktunya untuk anaknya karena orang tua mempunyai tanggung jawab dalam memberikan penjelasan atau informasi mengenahi menstruasi kepada anak perempuannya agar anak lebih mengerti dan siap menghadapi menarche (Mayangsari, 2015. Prasetyo, 2. Hasil penelitian Nagar,Aimol . tentang pengetahuan remaja Meghalaya (Indi. tentang menstruasi menunjukan bahwa 50% pengetahuan tentang menstruasi diperoleh remaja dari teman, 36% pengetahuan tentang menstruasi diperoleh dari ibu dan 19% diperoleh dari keluarga terdekat (Setyowati, 2. Menurut Elis dkk dalam Lestari . dukungan orang tua adalah sebagian dari interaksi yang dikembangkan oleh orang tua dalam melakukan perawatan, kehangatan, persetujuan, dan berbagai perasaan positif orang tua terhadap anak. Orang tua merupakan satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung dan mengoptimalkan potensi anak. Sikap dan perilaku orang tua merupakan panutan di dalam membentuk sikap dan perilaku anak. Kasih sayang dan disiplin orang tua merupakan pengalaman yang penting. Kesatuan pandangan dan tujuan pendidikan Islamdari ibu, ayah merupakan landasan penting bagi perkembangan anak (Siswanto, 2. Kesiapan menghadapi menarche adalah keadaan yang menunjukkan bahwa seseorang sudah siap untuk mencapai salah satu kematangan fisik yaitu dengan datangnya menarche (Nagar & Aimol, 2. Kesiapan remaja dalam menghadapi menarche ada 3, diantaranya Kesiapan fisik, psikologis, dan keluarga. Hal ini dikarenakan saat pubertas remaja akan mengalami perubahan fisik. Bagi remaja yang telah menyelesaikan tugas - tugas perkembangan pubertasnya masalah fisik yang sering terjadi berkaitan dengan rasa ketidakpuasan atau keprihatinannya terhadap kondisi fisik yang dimiliki saat ini yang tidak sesuai dengan kondisi Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. fisik ideal yang diinginkannya. Hal ini mendorong mereka untuk selalu membandingkan kondisi danpenampilan fisiknya dengan orang lain . okok idama. (Janiwarti & Pieter, 2. Kesiapan fisik merupakan dasar bagi kemajuan perkembangan berikutnya. Dengan meningkatkan pertumbuhan tubuh, baik yang menyangkut ukuran berat dan tinggi maupun kekuatannya, memungkinkan anak untuk dapat lebih mengembangkan keterampilan fisiknya dan mengeksplorasi lingkungannya dengan atau tanpa bantuan orang tuanya. Perkembangan sistem saraf pusat memberikan kesiapan kepada remaja untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman dan penguasaan terhadap tubuhnya (Mansur & Budiarti, 2. Kemudian Kesiapan psikologis remaja merupakan kesiapan mental remaja dalam membentuk sikap remaja tersebut dalam menghadapi menarche. Sikap ini dapat bersifat positif dan dapat bersikap negatif. Dalam keadaan yang positif remaja akan memahami, menghargai dan menerima adanya menstruasi pertama sebagai tanda kedewasaan seseorang wanita. Sedangkan pada keadaan negatif remaja akan mempunyai kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci tidak menyukai objek tertentu (Mansur & Budiarti, 2. Dan yang terakhir Kesiapan keluarga karena pada dasarnya anak pertama kali melakukan interaksi komunikasi dengan keluarganya yaitu dengan ibunya. Hubungan kedekatan anak dan ibunya akan berlangsung saat anak mencapai usia remaja. Peran itu dalam pendekatan dengan seorang anak, akan timbuh rasa percaya diri pada anak tersebut. Proses ibu sangat penting dalam proses perkembangan anak, terutapa pada saat dia sudah mengandak remaja. Remaja mulai mengenal seksual yang terjadi pada tubuhnya dan jiwanya pertama kali pada ibunya (Mansur & Budiarti. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dengan sikap remaja putri dalam menghadapi menarche. METODE Pencarian artikel dibatasi dari tahun 2015 hingga 2020 serta secara manual mimilih dan menganalisis artikel yang relevan atau sesuai dengan penelitian. Kriteria inkulsi artikel yaitu: sikap remaja tentang menarche . Intervensi yang digunakan adalah peran orang tua, . Hasil penenlitian menunjukkan menunjukkan adanya hubungan peran orang tua dengan sikap remaja menghadapi menarch. semua desain penelitian yang digunakan dalam mengidentifikasi hubungan peran orang tua dan sikap remaja putri menghadapi menarche, sedangkan kriteria eksklusi adalah artikel yang berbahasa . jurnal lebih dari 5 tahun kebelakang . tidak relevan dengan tema penelitian . tidak menjawab pertanyaan peneliti Jurnal yang digunakan dalam literature review didapatkan melalui database penyedia jurnal international Scopus dan jurnal Scientific Indonesia melalui google scholar. Penulis membuka website w. com dan https://scholar. Peneliti menuliskan kata kunci pada scopus AuParentingAy. AuAdolescentAy. AuMenarcheAy,dan pada google scholar AuPeran orang tuaAy. AuSikap remajaAy, dan AuMenarcheAy. Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. Algoritma Penelitian Scopus Google Scholar . Artikel Diidentifikasi . =1. Ekslusi: >5Tahun . Hasil disaring . =845 ) Ekslusi: tidak . Artikel full text yang . =24 ) Ekslusi: tidak menjawab pertanyaan peneliti . Artikel yang inklusi . Menilai kualitas artikel berdasarkan temuan studi literatur N Penulis Nama jurnal Judul Metode Hasil penelitian Vol. No, . Tahun 1 Anwar& Journal of Hubung Kuantitatif Terdapat Rikha Healthcare Analitik hubungan yang Technology Pengeta Dengan bermakna antara and Medicine huan. Pendekatan peran ibu dengan Vol. 3 No. 2 Sikap Cross kesiapan remaja Oktober 2017 Dan Sectional putri menghadapi Universitas Peran 131 Orang menarche dimana Ubudiyah Ibu Remaja diperoleh nilai P Indonesia e- Dengan Putri =0. 040 (P > 0. ISSN : 2615- Kesiapa Analisa Hasil data yang hubungan Remaja digunakan menunjukkan Putri bahwa responden Mengha dan Journal for Quality in Women's Health Kesimpulan Databas Terdapat hubungan yang scholar bermakna antara peran ibu dengan kesiapan remaja hasil uji nilai P =0. 040 (P > Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. 2 Sellia Juwita Menarch dengan uji menarche e Pada Chi-square banyak dijumpai Siswi pada remaja putri Kelas 4yang memiliki ibu 6 Di Sd 3 Peuniti Kota sebanyak 21 orang Banda . Aceh remaja putri yang berperan kurang yaitu 14 orang . 0%). Sedangkan responden yang banyak dijumpai pada remaja putri yang memiliki ibu sebanyak 36 orang . remaja putri yang yaitu 20 orang . 8%). Jurnal Dukung Kuantitatif Sebagian Kesmas an Ibu Analitik Asclepius Dengan Pendekatan mendapat (JKA) Kesiapa Cross dukungan ibu dan Volume 1, n Sectional siap menghadapi Nomor 2. Remaja Study Desember Putri 258 Siswi sebanyak 99 orang Dalam data primer . ,9%), e-ISSN: Mengah diperoleh p-ISSN: Menarch kuesioner Analisa DOI: https://doi. /10. 31539/jka Journal for Quality in Women's Health Berdasarkan hasil chi square scholar didapati p value 0,000 sehingga dengan kesiapan Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. 3 NurAoaini Dkk JURNAL KEBIDANA N Vol 6. No Januari 2020 : 114120 Peran Ibu Dengan Sikap Remaja Putri Mengha Menarch Kuantitatif Dengan Pendekatan Cross Sectional Study Remaja Putri Mengguna Analisa bivariat uji chi quare Peran ibu dalam remaja putrinya menarche di SDIT Muhammadiyah Gunung Terang positif sebanyak . ,9%) sedangkan peran . ,1%). Sikap menarche di SDIT Muhammadiyah Gunung Terang positif sebanyak . ,7%) sedangkan sikap negatif sebanyak . ,3%) 4 Purnamasari & Suhadi Jurnal Warta Bhakti Husada Mulia Vol 5. No 2 ISSN: 23392045 Peran Ibu Terhada Remaja Putri Usia 1012 Deskriptif Dengan Simple Random Sampling Responden Peran ibu dalam penjelasan bagi remaja putrinya Desa Gemarang sebagian besar ibu Journal for Quality in Women's Health Terdapat signifikan antara peran ibu dengan putri . =0,. Peran ibu dalam SDIT Muhammadiyah Gunung Terang sebagian besar positif sebanyak . ,9%) sedangkan peran . ,1%). Sikap SDIT Muhammadiyah Gunung Terang sebagian besar positif sebanyak . ,7%) sedangkan sikap negatif sebanyak . ,3%) Peran ibu dalam terkait menarche Gemarang sudah Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. 5 Rachmawati & Ariska Jurnal Kesehatan Kusuma Husada - Juli Vol. 8 No. Juli 2017 DOI: https:// org/10. 035/jk. 6 Masan& Eka Jurnal Kebidanan, pISSN 22528121, eISSN Volume Nomor 1 Mei Tahun Dalam Menyika Menarch Gemara Kecamat Gemara Kabupat Madiun Peran Orangtu a Dalam Memper Remaja Putri Mengha Menarch Kelurah Kadirejo Kecamat Karanga Kabupat Klaten Hubung Pengeta Dengan Sikap Remaja Putri Kelas Vii Dalam Mengha alat ukur yaitu 36 . ,1%) sebagian kecil 9 ,3%) berperan kurang Kualitatif Dengan Mengguna Pendekatan Fenomenol 90 Orang Tua Data an dengan Peran orang tua menarche cukup Orang tua telah memberikan menstruasi kepada Peran orang tua google menarche cukup Informasi tetang menarche yang diberikan oleh orang tua sudah baik. Penelitian Kuantitatif Mengguna Pendekatan Cross Sectional. 80 Orang Analisis Dari 80 orang orang memiliki . %). Sedangkan dari 80 menunjukan sikap tidak mendukung Hasil analisis google Chi Square scholar value = 0,01 bahwa terdapat hubungan antara kelas VII dalam Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. Menarch data . ,5%). dengan uji Chi Square 7 Devita Hayuningtya Skripsi Stikes bhakti husada mulia madiun Hubung an peran e di SDN Madiun Korelasion al dengan 94 Siswi Proportion al random 8 Bello. Dkk Journal Adolescent Health S35eS41 http://dx. org/10. Adolesc ent And Parental Reaction Puberty Nigeria And Kenya: A CrossCultural And Intergen Qualitative Study Etnograph Sixty-Six Boys And Girls (Aged 1113 Year. And Their Parents Journal for Quality in Women's Health peran ibu dan sikap remaja putri mempunyai peran mempunyai peran Reactions both sites, with few exceptions. AdolescentsAo reactions to bodily from anxiety to Adolescents generally tend to SMP Negeri 02 Sintang Dari 80 responden, 48 kurang . %). Dan . ,5%). Hasil chi- square google p value 0,000 scholar diartikan bahwa peran ibu dengan SDN 01 taman kota Madiun ParentsAo Scopus reactions were their childrenAos transition, but mothersAo approaches may inappropriate in terms of using fear/scare tactics Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. Compari in English urban poor trying to when their pubersity developing bodies from others HASIL PENELITIAN Penekanan masalah yang diangkat untuk penelitian Anwar . mengkaitkan kesiapan remaja menghadapi menarche tidak hanya dengan peran orang tua tetapi juga pengetahuan dan sikap tentang menarche. Penelitian menggunakan metode Kuantitatif Analitik Dengan Pendekatan Cross Sectional yang kemudian analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Menstruasi sering dianggap sebagai pengalaman traumatis. Anak yang belum siap menghadapi menarche dikarenakan pengetahuan yang kurang tentang perubahan fisiologis hal ini akan menimbulkan keinginan menolak dan terancam dan hal ini akan mengarah ke arah yang lebih negatif. berbeda halnya dengan anak yang memiliki pengetahuan baik maka tangan akan mengalami kesiapan dalam menghadapi menarche mereka akan merasa senang dan bangga karena merasa dirinya sudah dewasa secara biologis, remaja dengan informasi yang salah tentang menstruasi cenderung mengarah ke arah negatif karena remaja tidak mengetahui dasar perubahan yang terjadi pada remaja yang tidak dipersiapkan dengan baik tentang perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas akan menganggap menarche sebagai peristiwa yang traumatis sehingga membuat remaja bersikap negatif. di sinilah peran orang tua terutama ibu sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi tentang menstruasi diharapkan dengan adanya dukungan emosi remaja merasa nyaman dan tidak takut menghadapi menarche, pengetahuan yang diberikan kepada remaja tentang menstruasi dapat berupa proses terjadinya menstruasi secara biologis personal hygiene dukungan emosional dan dukungan psikologis. Juwita . kecemasan untuk mengidentifikasi peran orang tua terhadap kesiapan remaja menghadapi menarche, penelitian menggunakan metode Kuantitatif Analitik Pendekatan Cross Sectional Study. Kesiapan psikologis remaja putri menghadapi menarche berhubungan dengan faktor dukungan ibu yang dipengaruhi oleh pendidikan ibu yang baik, dengan semakin tingginya pendidikan maka semakin baik pula pengetahuan yang didapat. Informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi akan mempengaruhi kesiapan remaja dalam menghadapi pubertas kesiapan tersebut akan membantu anak menghadapi dan menerima perubahan secara wajar sehingga mereka terhindar dari pengaruh negatif. adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan anak dalam menghadapi menarche diantaranya pengetahuan usia maturitas dan peran orang tua khususnya ibu. Orang tua dengan pengetahuan yang kurang akan merasa malu dan tidak nyaman dalam memberitahukan informasi tentang Begitu pula dengan sang anak mereka merasa malu untuk bertanya tentang menstruasi kepada orang tua khususnya ibu dukungan yang diberikan ibu kepada remaja mempengaruhi kecemasan jika remaja tidak mendapatkan dukungan mereka tidak akan siap menerima menstruasi dan karena ketidaksiapan akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat. NurAoaini DKK . lebih berfokus mencari hubungan peran positif-negatif terhadap kesiapan remaja menghadapi menarche Kuantitatif Dengan Pendekatan Cross Sectional Study Menggunakan kuesioner. Yang kemudian diuji menggunakan chi quare test. Sikap positif sangat berhubungan dengan pengetahuan pendidikan atau pelatihan pengalaman pribadi kebudayaan media massa dan emosional faktor utama yang berpengaruh dalam perubahan sikap ialah pengetahuan dan informasi yang diterima. remaja dengan informasi yang benar tentang menstruasi akan lebih menerima terjadinya menarche dan mampu menyikapi perubahan secara positif sebaliknya remaja yang tidak dibekali pengetahuan tentang benar akan Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. merasa cemas dengan perubahan yang dialami dan cenderung negatif, remaja yang kurang mendapatkan informasi akan merasa pengalaman menstruasi sebagai pengalaman negatif. Disinilah diperlukan peran ibu untuk memberikan informasi tentang Menarche seperti menjelaskan menstruasi seberapa sering terjadi menstruasi, berapa lama terjadinya, keluarnya darah dan cara menggunakan pembalut. peran ibu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak terutama pada masa remaja pendampingan ibu dalam mengawasi masa pubertas bertujuan untuk menjaga perilaku menyimpang dan bisa mengarahkan anak beranjak dewasa dalam menyikapi perubahan yang terjadi. Purnamasari & Suhadi . meggambarkan peran ibu dalam memberikan pengertian atau penjelasan bagi remaja putri usia 10-12 tahun dalam menyikapi menarche Penelitian menggunkan desain Deskriptif dengan Simple Random Sampling dan alat ukur kuesioner. Pubertas merupakan salah satu tahapan yang terjadi dalam proses kehidupan salah satu tanda pubertas pada perempuan adanya dalam proses pubertas seorang ibu memiliki peranan penting bagi remajanya diantara apalagi menyangkut menarche karena seringkali menyebabkan anak cemas dan khawatir, untuk itulah dibutuhkan peran ibu sebagai pembina pendamping memberi kasih sayang kawan dan motivator Rachmawati&Ariska . Lebih mengidentifikasikan Peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche sebagai pendidik, teman, panutan, pengendali, dan pendukung mereka. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif Dengan Menggunakan Pendekatan Fenomenologis dengan metode wawancara mendalam. orang tua mengenai menstruasi meliputi pengertian tanda fisik dan emosional menstruasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi dalam menghadapi menarche serta hal-hal yang perlu disampaikan berhubungan dengan menstruasi. peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri menghadapi menarche meliputi pendidikan yang memberikan informasi lengkap dan benar teman yang memberikan informasi menstruasi sebagai teladan dan memberikan contoh sebagai pengawas dalam pergaulan sebagai support sistem untuk fisik dan mental mental anak. informasi atau pengetahuan mengenai menstruasi berpengaruh terhadap kesiapan dalam menghadapi menarche dalam menghadapi sesuatu yang hal yang dibutuhkan ialah informasi atau pengetahuan menyeluruh tentang yang akan dihadapinya. Lea Masan& Eka Frelestanty . mengkaitkan sikap remaja menghadapi menarche dengan pengetahuan. Penelitian menggunakan desain Kuantitatif Menggunakan Pendekatan Cross Sectional menggunakan kuesioner yang kemudian diuji dengan Chi Square. Pengetahuan dapat mempengaruhi perubahan sikap pada remaja. Sikap dalam menghadapi menarche yang positif ditunjukkan dengan rasa ikhlas, percaya diri, dan tidak cemas sedangkan sikap negatif menunjukkan perasaan gelisah, takut, kurang percaya diri, dan bingung. Devita Hayuningtyas . membagi beberapa aspek pada peran orang tua maupun sikap remaja, penelitian menggunakan metode Korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan Proportional random sampling dan menggunakan kuesioner. Peran ibu yang positif akan menyiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche dan sikap remaja putri akan cenderung kearah positif pula. Semakin besar peran ibu dalam menyiapkan remaja putri semakin positif pula sikap remaja putri. ibu diharapkan memiliki wawasan yang lebih mengenai menstruasi sehingga dapat menjelaskan siklus menstruasi pada remaja, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, dan mengganti pembalut sesering mungkin, menjelaskan aturan saat menstruasi dan membantu anak melengkapi kebutuhan yang diperlukan saat menstruasi, peran tersebut bermanfaat bagi remaja putri sebagai usaha awal menjaga kesehatan reproduksi. Dalam prosesnya Ibu membutuhkan pendekatan khusus dalam memberikan informasi tentang informasi menghadapi menarche Bello. DKK . menilai reaksi lintas budaya dan antargenerasi remaja muda dan orang tua sampai pubertas memilih pendekatan etnografi dengan melakukan wawancara naratif Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. dalam bahasa Inggris atau bahasa local. Peran orang tua dalam mengkomunikasikan masalah pubertas membantu untuk memastikan seksualitas remaja berjalan baik, dan dalam prosesnya perlu dieksplorasi lebih jauh dalam penggunaan media massa karena tingginya penggunaan internet dan telepon seluler, orang tua dapat memanfaatkan media tersebut untuk membangun komunikasi antara orang tua dan remaja dalam meningkatkan dukungan secara keseluruhan untuk kesehatan dan perkembangan remaja PEMBAHASAN Analisis terhadap persamaan dan perbedaan dari setiap penelitian Dalam permasalahan kesehatan reproduksi khususya masalah menarche Belo dkk . mengharapkan orang tua untuk berkomunikasi lebih baik dengan remaja tentang masalah pubertas karena hal ini sangat membantu untuk memastikan seksualitas remaja sehat salah satu yang perlu dieksplorasi lebih jauh adalah penggunaan media mengingat tingginya penggunaan internet dan telepon seluler menjembatani penggunaan media yang difokuskan kepada pembangunan kapasitas komunikasi antara orang tua dan remaja mungkin terbukti menjadi strategi yang berhasil untuk meningkatkan dukungan secara keseluruhan untuk kesehatan dan perkembangan remaja. Pernyataan tersebut didukung pula oleh Rahmawati dan Ariska . yang menyatakan jika peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri ketika menghadapi menarche meliputi beberapa peran diantaranya sebagai pendidik yang memberikan informasi secara lengkap dan benar tentang menstruasi sebagai teman dalam memberikan informasi tentang menstruasi sebagai teladan yang memberikan contoh bagi perempuan anak perempuan dalam menjaga kebersihan ketika menstruasi sebagai pengawas dalam pergaulan anak serta sebagai pemberi support baik dukungan secara fisik maupun mental ketika menghadapi Sejalan dengan penelitian diatas. Anwar dan Febrianti . Anak yang belum siap menghadapi menarche dikarenakan pengetahuan yang kurang tentang perubahan fisiologis hal ini akan menimbulkan keinginan menolak dan terancam dan hal ini akan mengarah ke arah yang lebih negatif. berbeda halnya dengan anak yang memiliki pengetahuan baik maka tangan akan mengalami kesiapan dalam menghadapi menarche mereka akan merasa senang dan bangga karena merasa dirinya sudah dewasa secara biologis, remaja dengan informasi yang salah tentang menstruasi cenderung mengarah ke arah negatif karena remaja tidak mengetahui dasar perubahan yang terjadi pada dirinya. Maka dibutuhkan peran orang tua dalam mengedukasi anak dan dalam prosesnya ibu seharusnya memiliki peran lebih besar dalam memberikan informasi tentang menstruasi kepada remaja dibandingkan Ayah oleh karena itu diharapkan dapat memberikan dukungan emosional sehingga remaja menjadi nyaman dan tidak takut mengalami menarche pengetahuan yang diberikan kepada remaja tentang menarche dapat berupa tentang proses terjadinya menstruasi secara normal kebersihan pada saat menstruasi ataupun dukungan emosional dan dukungan psikologi. begitupun penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari dan Suhadi . menyatakan jika seorang ibu memiliki peranan penting terhadap remaja putri hal ini berkaitan dengan terjadinya menarche dimana proses menstruasi ini akan menjadikan remaja putri menjadi khawatir dan cemas bila kedua orang tuanya terutama terutama sang ibu tidak memberikan penjelasan secara proporsional, seorang ibu memiliki peranan penting bagi remajanya diantara apalagi menyangkut menarche karena seringkali menyebabkan anak cemas dan khawatir, untuk itulah dibutuhkan peran ibu sebagai pembina pendamping memberi kasih sayang kawan dan motivator. begitupun Hayuningtyas . menyatakan jika peran ibu positif dalam mempersiapkan remaja putri menghadapi menarche akan mengarahkan remaja putri yang menuju ke sikap yang positif pula. diharapkan memiliki wawasan yang lebih mengenai menstruasi sehingga dapat menjelaskan Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. siklus menstruasi pada remaja, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, dan mengganti pembalut sesering mungkin, menjelaskan aturan saat menstruasi dan membantu anak melengkapi kebutuhan yang diperlukan saat menstruasi, peran tersebut bermanfaat bagi remaja putri sebagai usaha awal menjaga kesehatan reproduksi Sedangkan menurut NurAoaini DKK . Informasi tentang pengetahuan biologis dan aspek praktis menstruasi perlu disampaikan oleh seorang ibu kepada remaja putrinya melalui komunikasi yang efektif antara ibu dan remaja putrinya. Peran ibu yang positif dalam menyiapkan remaja putri menghadapi menarche akan membuat sikap remaja putri cenderung ke arah yang positif pula karena Peran ibu yang positif dalam memberikan penjelasan tentang menstruasi dan permasalahan yang dihadapi akan memberikan persepsi yang baik kepada remaja putri tentang menarche jika dibandingkan dengan ibu yang memiliki peran negatif. pembentukan sikap positif bisa dipengaruhi pendidikan disamping adanya pengalaman pribadi juga, sikap juga dipengaruhi oleh budaya, media sosial dan emosi individu. Sikap remaja sendiri terjadi karena respon terhadap sesuatu berdasarkan pengetahuan atau informasi yang Remaja yang memiliki Pengetahuan tentang menstruasi cenderung mampu menerima terjadinya menarche ataupun setiap perubahan yang terjadi dengan positif sedangkan remaja yang kurang informasi atau pengetahuan tentang menarche akan mengalami kecemasan dan cenderung bersikap negatif. Disamping itu peran ibu yang positif juga sangat mempengaruhi kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Peran ibu yang positif juga bisa dipengaruhi tingkat pendidikan ibu dan pekerjaan ibu. dengan pendidikan ibu yang tinggi diharapkan ibu mampu memberikan informasi sedini mungkin tentang menerus dan masa Pada penelitian Masan&eka . menyatakan jika responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang faktor risiko yang dihadapi ketika menarik justru bersikap tidak mendukung atau negatif 3,4 kali lebih besar dibandingkan responden yang mengetahui yang memiliki pengetahuan baik. Penyataan ini didukung pula oleh Juwita . yang menyatakan jika Kesiapan psikologis remaja putri menghadapi menarche berhubungan dengan faktor dukungan ibu yang dipengaruhi oleh pendidikan ibu yang baik, dengan semakin tingginya pendidikan maka semakin baik pula pengetahuan yang didapat. Informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi akan mempengaruhi kesiapan remaja dalam menghadapi pubertas kesiapan tersebut akan membantu anak menghadapi dan menerima perubahan secara wajar sehingga mereka terhindar dari pengaruh negatif. adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan anak dalam menghadapi menarche diantaranya pengetahuan usia maturitas dan peran orang tua khususnya ibu. Orang tua dengan pengetahuan yang kurang akan merasa malu dan tidak nyaman dalam memberitahukan informasi tentang menstruasi. Begitu pula dengan sang anak mereka merasa malu untuk bertanya tentang menstruasi kepada orang tua khususnya ibu dukungan yang diberikan ibu kepada remaja mempengaruhi kecemasan jika remaja tidak mendapatkan dukungan mereka tidak akan siap menerima menstruasi dan karena ketidaksiapan akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat. KESIMPULAN Dari 8 penelitian yang dipaparkan didapatkan bahwa peran orang tua terutama ibu sangat penting dalam membentuk kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Ketika peran ibu positif maka akan membuat remaja putri cenderung bersikap positif pula ketika menghadapi menarche. Penelitian NurAoaini dkk . Juwita . , dan Masan&eka . berfokus pada peran orang tua terutama ibu dipengatuhi oleh pengetahuan orang tua Journal for Quality in Women's Health Peran Orang Tua Dengan Sikap RemajaA. DAFTAR PUSTAKA