PENGARUH RASIO AKTIVITAS DAN KEPUTUSAN PENDANAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016 - 2018 Novis Ariadi1. Mumun Maemunah2. Dian Purwandari3 1,2,3 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Buana Perjuangan. Jalan Ronggo Waluyo Sirnabaya. Puserujaya. Kec. Telukjambe Timur, 41361. Karawang E-mail: ak16. novisariadi@mhs. id 1, mumun. maemunah@ubpkarawang. purwandari@ubpkarawang. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh rasio aktivitas dan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018. Variabel independen dalam penelitian ini adalah rasio aktivitas yang diproksikan dengan total asset turnover dan keputusan pendanaan yang diproksikan dengan debt to equity ratio, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diproksikan dengan price book value. Penelitian ini dilakukan pada periode 2016-2018 pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang menghasilkan sampel sebanyak 90 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, analisis statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa rasio aktivitas secara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan sedangkan keputusan pendanaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Rasio aktivitas dan keputusan pendanaan secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 20162018. FINANCIAL RATIO ANALYSIS IN PREDICTING INCOME CHANGES MANUFACTURING COMPANIES REGISTERED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2015-2019 Abstract This study aims to examine the effect of activity ratio and funding decisions on company value in manufacturing companies consumer goods sectors listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) period 2016-2018. The independent variable in this study is the activity ratio using total asset turnover and funding decisions using debt to equity ratio, while the dependent variable is company value proxied by price book value. This research was conducted in the 2016-2018 period in manufacturing companies consumer goods sectors listed in Indonesia Stock Exchange which collected 90 companies selected by using the purposive sampling method. The data analysis technique used in this research is classical assumption test, descriptive statistical analysis and multiple regression analysis. These results prove that the activity ratio partially has significant effect on company value, while funding decisions has no significant effect on company value. Activity ratio and funding decisions simultaneously has significant effect on company value in manufacturing companies consumer goods sectors listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) period 2016-2018. Keyword : activity ratio, funding decisions, company value Pendahuluan Perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan berbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang dan jasa untuk dijual. Nilai peusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Nilai perusahaan tercermin dari harga saham, dimana jika harga saham turun maka nilai perusahaan akan menurun, sehingga hal ini berdampak pada penurunan kemakmuran pemegang saham dan sebaliknya apabila semakin tinggi harga saham maka nilai perusahaan juga akan naik. Nilai perusahaan merupakan suatu hal yang penting bagi seorang manajer maupun bagi seorang Bagi seorang manajer nilai perusahaan merupakan suatu tolak ukur atas prestasi kerja yang telah dicapainya. Jika seorang manajer mampu untuk meningkatkan nilai perusahaan maka manajer tersebut telah menunjukkan kinerja baik bagi perusahaan. Bagi investor, peningkatan nilai perusahaan merupakan suatu persepsi yang baik terhadap perusahaan. Apabila seoarang investor sudah memiliki suatu pandangan yang baik terhadap perusahaan maka investor tersebut akan tertarik untuk berinvestasi sehingga hal ini membuat harga saham perusahaan mengalami peningkatan. Menurut Maya Septiyuliana . , nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya dengan kinerja perusahaan saat ini dan prospek perusahaan di masa mendatang. Nilai perusahaan yang tinggi dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan dan menyebabkan tingkat kepercayaan kreditor untuk meminjakan dananya pun Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya, termasuk untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada (Hery, 2016:. Hasil laba dan penjualan yang seimbang menjelaskan bagaimana manajemen berhasil mengelola aktivanya. Hal ini berdampak baik pada perusahaan dan manajemen perlu menginformasikan kabar baik ini pada pembuatan laporan keuangan yang baik pula. Untuk mengukur rasio aktivitas menggunakan Total Assets Turnover yaitu digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang ada dalam perusahaan dalam keseluruhan aktivanya yang digunakan dalam satu periode, dengan kata lain yaitu kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan. Pengukuran ini ditujukan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola aktivanya. Keputusan pendanaan adalah sebuah keputusan tentang pencarian sumber dana untuk membiayai investasi dan menentukan seberapa besar komposisi sumber dana yang akan Keputusan pendanaan adalah keputusan tentang bagaimana memperoleh dana untuk membiayai investasi (Syahyunan, 2015:. Selain itu sumber pendanaan bisa berasal dari hutang atau modal sendiri. Manajer keuangan harus menetapkan cara terbaik untuk mendapatkan dana, dapat melalui pinjaman jangka pendek, cara memasuki kesepakatan sewa jangka panjang, atau negosiasi untuk penjualan obligasi atau saham, harus dipahami oleh manajer keuangan. Dengan kata lain, keputusan pendanaan atau struktur modal sangat berpengaruh terhadap rendah atau tingginya profitabilitas suatu perusahaan. Penelitian ini mengambil sektor industri barang konsumsi karena sektor tersebut adalah sektor yang cukup diminati oleh para investor, produk yang dihasilkan pun digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga peneliti tertarik untuk mengambil objek penelitian Seperti yang dilansir oleh w. id, pertumbuhan sektor industri barang konsumsi lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya dalam perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Atas dasar tersebutlah, peneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan dalam perusahaan manufaktur sektor industri barang Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan, penulis melakukan pengamatan selama tiga tahun di Bursa Efek Indonesia pada perusahaan manufaktur pada tahun 2016-2018. Hal tersebut dapat dijadikan dasar oleh penulis untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Rasio Aktivitas dan Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Perusahaan Industri Barang KonsumsiAy. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah rasio aktivitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 Ae 2018? Apakah keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 Ae 2018? Apakah keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 Ae 2018? Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, maka dapat disimpulkan tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh rasio aktivitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 Ae 2018 Untuk mengetahui pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 Ae 2018. Untuk mengetahui pengaruh rasio aktivitas dan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 Ae 2018 Tinjauan Pustaka 1 Packing Order Theory Menurut Sutrisno . , packing order theory tidak mengindikasikan target struktur Packing order theory menjelaskan urutan-urutan pendanaan. Menurut teori ini manajer keuangan tidak memperhitungan tingkat utang yang optimal. Kebutuhan dana ditentukan oleh kebutuhan investasi. 2 Teori Keagenan Jensen dan Meckling dalam Edwin . menyatakan: Auhubungan agensi adalah kontrak di mana satu atau lebih orang . melibatkan orang lain . untuk melakukan beberapa tindakan atas nama mereka yang melibatkan pendelegasian wewenang penentuan keputusan kepada agent tersebutAy. 3 Teori Sinyal Edwin . menjelaskan bahwa signalling theory menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakikatnya menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan investasi. 4 Nilai Perusahaan Menurut Zulbiadi Latief . , price book value adalah rasio untuk menilai harga wajar suatu saham dengan menghitung nilai harga saham terbaru atas nilai buku dari laporan keuangan perusahaan yang terbaru pula. Price book value menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku suatu saham. Semakin besar nilai rasio menggambarkan kepercayaan pasar akan prospek perusahaan tersebut. PBV menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu menciptakan nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal yang Semakin besar rasio menunjukkan semakin besar nilai pasar dibandingkan dengan nilai buku. 5 Rasio Aktivitas Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya, termasuk untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Rasio ini juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari- hari. Berdasarkan hasil pengukuran rasio tersebut dapat diambil kesimpulan apakah perusahaan telah secara efisien dan efektif dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya (Hery, 2016:. 6 Keputusan Pendanaan Menurut Sutrisno . Keputusan pendanaan adalah keputusan tentang bagaimana memperoleh dan untuk membiayai investasi. Fungsi pendanaan harus dilakukan secara Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya dari masing Ae masing sumber dana mempunyai konsekuensi finansial yang berbeda. Oleh karena itu, manajer keuangan harus selalu mencari alternatif Ae alternatif sumber dana dan kemudian dianalisis, dan dari hasil analisis tersebut harus diambil keputusan alternatif sumber dana yang akan dipilih. Pada keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kebutuhan usahanya. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan uji hipotesis. Dalam penelitian ini, tipe penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Explanatory research adalah metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara satu variabel dengan variabel yang lain (Sugiyono, 2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 Ae 2018. Sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 90 data penelitian. Hasil Penelitian Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda. Sedangkan pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t, uji F, koefisien determinasi, dan koefisien korelasi 1 Analisis Statistik Deskriptif Variabel penelitian yang diteliti antara lain adalah rasio aktivitas . otal asset turnove. , keputusan pendanaan dan price book value. Adapun statistik deskriptif yang dimaksudkan yaitu nilai rata-rata dan standar deviasi dari perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 Ae 2018 Berikut adalah hasil statistik deskriptif variabel penelitian: Tabel 4. 1 Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Mean Std. Deviation Y_PBV X1_TATO X2_KEPDANA 76 0. Sumber: diolah penulis . 2 Uji Normalitas Menurut Sunjoyo et al. , . uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas 90 sampel menunjukkan bahwa nilai asymp. yang diperoleh adalah sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,05. Berdasarkan kriteria uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa data residual tidak berdistribusi normal. Atas dasar tersebut, maka peneliti melakukan pemangkasan data outlier, sehingga dari 90 sampel data penelitian yang digunakan menjadi sebanyak 76 sampel. Hasil uji normalitas pada tabel 4. 1 dengan jumlah sampel 76 data menunjukkan bahwa nilai asymp. yang diperoleh adalah sebesar 0,071. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 0,05. Berdasarkan kriteria uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Berikut adalah hasil uji normalitas data 76 sampel: Tabel 4. 2 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Sumber : Hasil Olah Data Sekunder 2020 3 Uji Multikolinearitas Menurut Sunjoyo et al. , . uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda. Pedoman suatu model regresi yang bebas multikolinieritas adalah mempunyai angka tolerance > 0,10 dan mendekati 1 dengan batas VIF adalah 10 (Gujarati, 2012:. Tabel 4. 3 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta Collinearity Statistics Model 1 (Constan. X1_TATO X2_KEPDANA Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: Y_PBV Sumber: Hasil Olah Data Sekunder 2020 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel 4. 2 dapat dilihat bahwa nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan mendekati 1. Nilai VIF lebih kecil dari 10. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas di antara variabel independen yang 4 Uji Heteroskedastisitas Menurut Sunjoyo et al. , . uji heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Berdasarkan hasil grafik scatter plot pada tabel 4. 3 maka disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi karena menunjukkan bahwa titik-titik data menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu y. Selain itu, penyebaran titik-titik data tidak membentuk pola yang jelas dan teratur. Tabel 4. 4 Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Hasil Olah Data Sekunder 2020 5 Uji Autokorelasi Perhitungan uji autokorelasi ini dibantu dengan tabel dL . abel batas bawa. dan dU . abel batas ata. , dengan nilai k . umlah variabel independe. Untuk data n = 76 k = 2, signifikansi 5% diperoleh nilai dU = 1,6819, dL = 1,5740 dan nilai 4-dU = 2,3181. Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 4. 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. X2_KEPDANA. X1_TATO Dependent Variable: Y_PBV Sumber: Hasil Olah Data Sekunder 2020 Durbin-Watson Berdasarkan Tabel 4. 5 terlihat bahwa hasil uji autokorelasi menunjukkan nilai durbin watson (DW) sebesar 0,773. Nilai DW tersebut terletak antara dU dan 4-dU . ,6819 < 1,773 < 2,3. Artinya tidak ada autokorelasi dalam model regresi yang digunakan pada penelitian ini. 6 Persamaan Regresi Berganda Menurut Suharyadi et al. , . analisis regresi berganda dapat digunakan untuk menganalisis besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari dua. Berikut ini disajikan tabel hasil analisis regresi yang diolah dengan bantuan program SPSS 26: Tabel 4. 6 Persamaan Regresi Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Collinearity Statistics Model Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. X1_TATO X2_KEPDANA Sumber : Hasil Olah Data Sekunder 2020 Model regresi yang terbentuk berdasarkan hasil penelitian adalah: = Y = 1,264 1,555 X1 Ae 0,474 X2 e Dari model regresi tersebut dapat dijelaskan: Jika = konstanta sebesar 1,264 artinya apabila variabel independen yaitu rasio aktivitas dan keputusan pendanaan dianggap konstan . , maka variabel dependen yaitu nilai perusahaan akan bernilai sebesar 1,264. Jika nilai koefisien regresi variabel rasio aktivitas sebesar 1,555, artinya apabila variabel rasio aktivitas mengalami peningkatan sebesar . satuan, sedangkan variabel independen lainnya dianggap konstan . , maka variabel nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 1,555. Jika nilai koefisien regresi variabel keputusan pendanaan sebesar -0,474, artinya apabila variabel keputusan pendanaan mengalami peningkatan sebesar . satuan, sedangkan variabel independen lainnya dianggap konstan . , maka variabel nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar 0,474. 7 Uji Statistik t Uji parsial . ji t atau t-studen. digunakan untuk menilai apakah terdapat pengaruh secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Tabel 4. 7 Hasil Uji Statistik t Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Collinearity Statistics Model Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. X1_TATO X2_KEPDANA Sumber : Hasil Olah Data Sekunder 2020 8 Uji Statistik F Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang digunakan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama . terhadap variabel dependen (Ghozali, 2. Tabel 4. 8 Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. X2_KEPDANA. X1_TATO Dependent Variable: Y_PBV Sumber : Hasil Olah Data Sekunder 2020 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis . ji F) pada tabel 4. 8 di atas, didapat nilai signifikansi model regresi secara simultan sebesar 0,015, nilai ini lebih rendah dari taraf signifikansi penelitian yaitu 0. %), . 015 < 0. Maka dapat disimpulkan bahwa H 3 diterima, artinya rasio aktivitas dan keputusan pendanaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018. 9 Koefisien Korelasi Analisis koefisien korelasi bertujuan untuk mengetahui korelasi atau hubungan . esar dan ara. antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil analisis koefisien korelasi dalam penelitian ini yang menggunakan SPSS 26 adalah: Tabel 4. 9 Koefisien Korelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. X2_KEPDANA. X1_TATO Dependent Variable: Y_PBV Sumber : Hasil Olah Data Sekunder 2020 Berdasarkan tabel analisis koefisien korelasi, diperoleh nilai R adalah sebesar 0. dengan demikian besar hubungan antara variabel rasio aktivitas dan keputusan pendanaan mampu menjelaskan perubahan nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018 yaitu sebesar 33% atau hubungan korelasi positif lemah. 10 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013:. Berikut ini adalah hasil analisis koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS 26. Tabel 4. 10 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. X2_KEPDANA. X1_TATO Dependent Variable: Y_PBV Sumber: Hasil Olah Data Sekunder 2020 Berdasarkan tabel analisis koefisien determinasi, diperoleh nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,109, dengan demikian variabel rasio aktivitas dan keputusan pendanaan mampu menjelaskan perubahan nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018 yaitu sebesar 10,9% sedangkan sisanya 89,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti. Pembahasan Hasil Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh rasio aktivitas dan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan. Sesuai dengan hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan yang meliputi uji normalitas, uji multikolineritas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas menggunakan SPSS 26 yang memberikan kesimpulan bahwa model regresi berganda dalam penelitian ini layak untuk diuji. Sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan yang menunjukkan bahwa nilai significance rasio aktivitas adalah 0,013 . urang dari 0. maka disimpulkan bahwa rasio aktivitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018. Koefisien regresi variabel rasio aktivitas bertanda positif, hal ini diartikan bahwa semakin besar nilai rasio total asset turnover maka nilai perusahaan juga semakin besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan harus meningkatkan nilai total asset turnover agar nilai perusahaan menjadi tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa perusahaan harus meningkatkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang Semakin tinggi efektivitas perusahaan maka nilai rasio total asset turnover pun akan semakin tinggi yang menyebabakan nilai perusahaan meningkat. Rasio total asset turnover akan memengaruhi pandangan investor terhadap perusahaan sehingga perusahaan harus melakukan berbagai strategi yang tepat agar nilai perusahaan semakin tinggi. Maka dari itu, rasio aktivitas yang diukur dengan total asset turnover berpengaruh terhadap nilai Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yasni . dan Kurniasari . yang menyatakan bahwa rasio aktivitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Denixartika . yang menyatakan bahwa secara parsial, total asset turnover tidak berpengaruh terhadap nilai Sesuai dengan hasil pengujian pada tabel 4. 6 dengan nilai signifikansi yakni 0,287 atau lebih besar dari 0. 05 maka biaya operasional tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018. Koefisien regresi variabel keptusan pendanaan bertanda negatif, hal ini diartikan bahwa semakin besar nilai keputusan pendanaan maka nilai perusahaan juga akan semakin kecil. Nilai koefisien regresi bertanda negatif menunjukkan bahwa memberikan pinjaman kepada debitur yang memiliki tingkat debt to equity ratio yang tinggi menimbulkan konsekuensi bagi kreditor untuk menanggung risiko keuangan yang lebih besar pada saat debitur mengalami kegagalan keuangan maka nilai DER yang tinggi akan membuat nilai perusahaan rendah. Sebaliknya, apabila kreditor memberikan pinjaman kepada debitur yang memiliki tingkat debt to equity ratio yang rendah maka hal ini dapat mengurangi risiko kreditor pada saat debitur mengalami kegagalan keuangan karena hal ini berarti bahwa akan semakin besar jumlah modal pemilik yang dapat dijadikan sebagai jaminan utang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan pendanaan yang diukur dengan DER tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut dimungkinkan karena banyaknya faktor fundamental lain selain DER yang dapat memengaruhi nilai sebuah perusahaan sehingga menjadikan tidak signifikannya hubungan antara keputusan pendanaan perusahaan terhadap nilai perusahaan, misalnya tingkat likuiditas ataupun kinerja keuangan perusahaan yang seringkali dinilai lebih relevan untuk dijadikan sebagai faktor pertimbangan dalam menilai sebuah perusahaan. Jadi, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ista Yansi . yang menyatakan bahwa variabel debt to equity ratio berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurdina Sidharta . yang menunjukkan bahwa variabel debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sesuai dengan hasil pengujian pada tabel 4. 8 dengan nilai signifikansi yakni 0,015 atau lebih rendah dari 0. 05 maka rasio aktivitas dan keputusan pendanaan berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode Terlihat nilai koefisien determinasinya adalah 10,9% maka menunjukkan bahwa 1% variabel nilai peruashaan dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Rendahnya nilai koefisien determinasi tersebut dikarenakan kurangnya variabel bebas dalam penelitian ini, hal tersebut menjadi salah satu keterbatasan penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama rasio aktivitas dan keputusan pendanaan memengaruhi nilai sebuah perusahaan. Perusahaan harus meningkatkan nilai total asset turnover dan menekan nilai debt to equity ratio agar nilai perusahaan meningkat. Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Dari pembahasan yang diuraikan pada bab sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan bahwa rasio aktivitas dan keputusan pendanaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018. Maka dari itu, kesimpulan dari penelitian ini adalah: Rasio aktivitas yang diproksikan dengan total asset turnover berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018 Keputusan pendan yang diproksikan dengan debt to equity ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 2016-2018 Rasio aktivitas dan keputusan pendanaan berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi periode 20162018 2 Saran Berdasarkan hasil dan kesimpulan pada penelitian ini, penulis memberikan saran sebagai berikut: Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah variabel bebas yang memengaruhi kondisi pertumbuhan laba sehingga nilai koefisien determinasi penelitian menjadi tinggi. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang diduga dapat memengaruhi kondisi pertumbuhan laba dengan mengambil sampel pada objek perusahaan lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti dengan menggunakan software yang lebih baik dan lebih akurat hasilnya 3 Keterbatasan Peneliti menyadari saat dilakukan penelitian terdapat keterbatasan, adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah: Periode penelitian ini hanya selama 5 tahun saja yakni mulai dari tahun 2015 hingga 2019 di mana dari 30 populasi hanya didapatkan sampel sebanyak 18 perusahaan Sehingga jumlah data yang diobservasi adalah 18 perusahaan x 5 tahun pengamatan yang hanya diperoleh sebanyak 90 sampel saja. Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 26 tidak memenuhi uji asumsi klasik, sehingga peneliti harus melakukan pemangkasan data outlier. Sehingga data penelitian berkurang dari 90 sampel perusahaan menjadi 75 sampel perusahaan. Variabel bebas dalam penelitian ini hanya berpengaruh sebanyak 36,1% terhadap variabel terikat sehingga 63,9% nya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak Daftar Pustaka