Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. ANALISIS RASIONALITAS KORTIKOSTEROID PADA FARINGITIS DAN NASOFARINGITIS AKUT PASIEN ANAK DI PUSKESMAS KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2024 Alvina Ajeng Anggraini 1. Lucia Vita Inandha Dewi 2. Jamilah Sarimanah 3 1,2,3 Universitas Setia Budi Surakarta alvinaajeng02@gmail. ABSTRAK Faringitis dan nasofaringitis akut merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang sering ditemukan pada layanan kesehatan primer, terutama pada pasien anak. Kortikosteroid kerap diresepkan untuk mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan gejala, namun penggunaannya harus berdasarkan indikasi dan dosis yang tepat agar rasional dan menghindari efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kortikosteroid yang paling sering digunakan serta mengevaluasi rasionalitas penggunaannya pada pasien anak dengan faringitis dan nasofaringitis akut di Puskesmas Karanganyar tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi deskriptif noneksperimental dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah Evaluasi rasionalitas penggunaan kortikosteroid mengacu pada pedoman BNF for Children 2023 dan Harriet Lane Handbook 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dexamethason merupakan kortikosteroid yang paling banyak digunakan pasien faringitis dan nasofaringitis akut di Puskesmas Karanganyar dengan persentase 89,45%. Rasionalitas penggunaan kortikosteroid berdasarkan indikator tepat pasien . %), tepat rute pemberian . %), tepat dosis . ,02%), tepat lama pemakaian . ,94%), dan tepat frekuensi pemberian . ,85%). Kata Kunci : Faringitis. Kortikosteroid. Nasofaringitis. Rasionalitas. PENDAHULUAN Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi pada sistem pernapasan, mulai dari rongga Penyakit menyerang saluran pernapasan bagian tonsilitis, laringitis, otitis media, dan epiglotitis, maupun saluran pernapasan ISPA umumnya bersifat akut dengan durasi kurang dari dua minggu, namun pada beberapa kasus dapat berlangsung lebih dari 14 hari terutama jika terjadi komplikasi atau infeksi berulang. Salah ditemukan adalah faringitis. ISPA bagian bawah, seperti bronkiolitis. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Amalia et al. , 2. Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar tahun 2023 menunjukkan Faringitis akut dan nasofaringitis akut merupakan penyakit yang sering menempati posisi pertama dari 10 ditemukan dalam pelayanan kesehatan penyakit dengan jumlah kunjungan terbanyak di Kabupaten Karanganyar. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus . -60%) atau bakteri . - sedangkan kasus faringitis akut berada 40%), seperti Group A Streptococcus di posisi ketiga dengan jumlah 26. (GAS). Kondisi ini menimbulkan rasa kasus (Dinas Kesehatan Kabupaten sakit pada tenggorokan. Meskipun Karanganyar, 2. kortikosteroid, baik secara sistemik maupun inhalasi, dalam penanganan kortikosteroid juga sering diberikan faringitis adalah untuk mengurangi sebagai tindakan pencegahan untuk gejala peradangan serta mempercepat proses pemulihan. Berbagai penelitian pendarahan (Tuloli et al. , 2. Tujuan WHO menyatakan bahwa hampir kortikosteroid dapat secara signifikan 20% dari total angka kematian anak mengurangi durasi nyeri tenggorokan. balita di seluruh dunia disebabkan oleh Sebuah Infeksi Akut mengungkapkan bahwa kortikosteroid (ISPA). Berdasarkan laporan Survei mampu mempersingkat waktu yang Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dibutuhkan untuk meredakan nyeri Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saluran Pernapasan terdapat sebanyak 877. 531 kasus ISPA meskipun pengurangan intensitas nyeri di Indonesia. Prevalensi ISPA pada setelah 24 jam hanya sebesar 0,9 poin balita Indonesia yang telah didiagnosis pada skala Visual Analog Scale (VAS) oleh dokter mencapai 4,8% pada tahun dengan rentang 10 poin (Sombuk et al. Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat keenam dengan prevalensi sebesar 6,7%. Data dari Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Penelitian kortikosteroid untuk Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba acak. Penelitian pada pasien mempertimbangkan secara seksama antara risiko dan manfaatnya, dan pengurangan nyeri secara tuntas dalam dilakukan secara khusus serta hati-hati berdasarkan indikasi yang jelas. kemungkinan resolusi nyeri secara Penyediaan tuntas dalam 48 jam. Penggunaan puskesmas, pemahaman terhadap pola antibiotik pada pasien yang diberi resep rasional sangatlah penting. Penggunaan antibiotik, jika diperlukan instruksi tidak membaik atau lebih buruk meningkatkan risiko efek samping (Sadeghirad et al. , 2. Penggunaan kortikosteroid tidak tekanan darah, gangguan suasana hati, selalu direkomendasikan secara rutin. dan infeksi, oleh karena itu, tenaga Penelitian oleh (Dvorin & Ebell, 2. medis perlu diberikan edukasi serta mendukung penggunaan kortikosteroid penggunaan kortikosteroid yang tidak jangka pendek untuk beberapa kondisi, sesuai dapat diminimalkan (Kaikai, termasuk faringitis akut, masih kurang, sementara risiko efek samping tetap Beberapa penelitian sebelumnya dapat muncul meskipun pemakaiannya hanya dalam jangka pendek. Sumber kortikosteroid pada pasien faringitis dan nasofaringitis akut. Penelitian oleh kortikosteroid lebih efektif dalam (Cots et al. , 2. menunjukkan bahwa mengurangi gejala nyeri tenggorokan kombinasi kortikosteroid dan antibiotik dan mempercepat pemulihan pada lebih efektif dalam meredakan gejala pasien faringitis dengan skor centor faringitis dibandingkan dengan terapi tunggal, meskipun pedoman indikasi pasien yang memiliki skor centor penggunaan kortikosteroid masih perlu rendah (Shreidan et al. , 2. Oleh (Ou. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Selanjutnya, studi oleh (Yuniar et al. , 2. melaporkan rasionalitas penggunaan kortikosteroid pada pasien anak rawat jalan dengan kortikosteroid di Puskesmas untuk faringitis dan nasofaringitis akut di kasus faringitis di Indonesia tidak Puskesmas Karanganyar. Kabupaten Karanganyar, pada tahun 2024. 62,43% evaluasi pola pemberian obat di Syarif Mohamad Alkadrie penggunaan kortikosteroid pada anak mencapai 100%, namun hanya 49,06% dosis yang tepat. Ketidaktepatan dosis ini disebabkan oleh pemberian yang evaluasi rasionalitas diperlukan untuk mencegah efek samping. penggunaan kortikosteroid pada anak dengan faringitis dan nasofaringitis akut di puskesmas sangat penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan Metode penelitian ini merupakan non-eksperimental pendekatan deskriptif menggunakan data retrospektif dari rekam medis didiagnosis faringitis dan nasofaringitis akut di Puskesmas Karanganyar pada Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Karanganyar. Kabupaten Karanganyar. Jawa Tengah, dengan pengambilan data dilakukan pada Penelitian mengenai rasionalitas METODE PENELITIAN fasilitas layanan primer. Penelitian (Maudina et al. , 2. di RSUD Sultan dalam penggunaan kortikosteroid pada terapi faringitis dan nasofaringitis akut. Dengan memahami pola penggunaan kortikosteroid, intervensi yang tepat dapat dilakukan untuk memperbaiki praktik klinis serta meningkatkan mutu layanan kesehatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kortikosteroid yang paling sering Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Maret Sampel dan perhitungan ukuran sampel berdasarkan rumus Slovin dan 180 sampel untuk Kriteria inklusi meliputi anak usia 0-18 tahun dengan diagnosis faringitis atau nasofaringitis akut serta kriteria eksklusi meliputi anak dengan imunosupresif, atau data rekam medis Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. tidak lengkap. Alat penelitian terdiri 622/i/HREC/2025. Kendala pada saat pengambilan data ialah terjadi eror dikarenakan aplikasi rekam medis pedoman terapi BNF for Children 2023 online sedang mengalami kendala dan Harriet Lane Handbook 2024, teknis sehingga menyebabkan data sementara data utama berupa dokumen tidak terambil. Data dikategorikan Prosedur eksklusi apabila pada rekam medis tidak terdapat obat kortikosteroid dan proposal, pengajuan izin, pengumpulan data pasien tidak lengkap. Sampel yang dan analisis data rekam medis, dengan digunakan adalah data pasien yang fokus pada rasionalitas penggunaan terdiagnosa faringitis akut sebanyak 32 kortikosteroid berdasarkan aspek tepat pasien dan nasofaringitis akut sebanyak 180 pasien. frekuensi pemberian. Analisis data menggunakan Microsoft Excel dan Disribusi Faringitis Akut Pasien Anak Berdasarkan Usia Data hasilnya dibandingkan dengan standar penelitian ini yaitu menurut kriteria terapi terbaru dari BNF for Children, umur pasien anak 0-18 tahun. Data Harriet Lane Handbook, dan literatur rekam medis pasien dengan diagnosis ilmiah terkait untuk menilai kesesuaian utama faringitis akut sebanyak 32 penggunaan kortikosteroid. kasus yang masuk dalam kriteria HASIL DAN PEMBAHASAN karakteristrik berdasarkan umur pasien Karakteristik Pasien Berdasarkan nasofaringitis akut pasien anak di Puskesmas Karanganyar tahun 2024. Penelitian dilakukan di Puskesmas Karanganyar pada bulan Maret-Juni Penelitian ini telah memiliki Etichal Clearance dari RSUD Dr. Moewardi, inklusi dan kriteria ekslusi. Data Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu dapat diamati pada tabel 1 di bawah ini: Tabel I. Karakteristik Pasien Anak Faringitis di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persentase (%) 12,50 53,12 34,38 Total 100,00 Sumber: Data Sekunder diolah . Penyajian tabel I, menunjukkan kategori kelompok usia anak menurut Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Kemenkes RI tahun 2025. Persentase terdiagnosis faringitis akut pada pasien karakteristik pasien berdasarkan usia anak di Puskesmas Karanganyar tahun yang terbanyak menderita faringitis Data distribusi berdasarkan jenis akut adalah pasien anak usia 5-9 tahun kelamin pasien dapat diamati pada sebanyak 17 pasien . ,12%), pada tabel 2: Tabel II. Distribusi Pasien Anak Faringitis di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Berdasarkan Jenis Kelamin ,38%), sedangkan urutan ketiga yaitu pada usia <5 tahun sebanyak 4 pasien Jenis Kelamin Laki-laki . ,50%). Perempuan Anak usia sekolah dasar lebih rentan terkena faringitis karena sering Jumlah Persentase (%) 50,00 50,00 Total 100,00 Sumber: Data Sekunder diolah . Penyajian tabel II, menunjukkan terpapar di lingkungan sosial seperti sekolah, di mana penularan virus dan berdasarkan jenis kelamin didapatkan bakteri lebih mudah terjadi. Faktor hasil dengan jumlah yang sama yaitu lainnya seperti kebersihan diri pada pada anak laki-laki sebanyak 16 pasien usia ini masih belum optimal. Studi ,00%) oleh Alarcyn-Andrade et al . sebanyak 16 pasien . ,00%). Hal ini menyatakan bahwa faringitis paling menunjukkan bahwa faringitis akut sering terjadi pada anak usia sekolah, tidak memiliki kecenderungan yang terutama akibat infeksi virus atau signifikan berdasarkan jenis kelamin bakteri seperti Streptococcus pyogenes. pada populasi anak-anak yang diteliti. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan Hal ini sesuai dengan beberapa bahwa, tingginya kasus faringitis pada literatur yang menyatakan bahwa tidak anak usia 5Ae9 tahun dalam penelitian ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin dalam kejadian faringitis, mencerminkan pola kejadian yang dipengaruhi oleh paparan terhadap Distribusi Faringitis Akut Pasien sumber infeksi dan daya tahan tubuh. Anak Berdasarkan Jenis Kelamin Bertujuan bukan jenis Studi Alarcyn-Andrade et al. juga tidak mencatat adanya kecenderungan jenis kelamin yang paling banyak dominan pada salah satu jenis kelamin Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. dalam kasus faringitis akut. Hasil . ,88%), pada urutan kedua pasien penelitian ini mencerminkan bahwa anak usia 5-9 tahun sebanyak 64 pasien risiko faringitis akut relatif sama pada . ,56%), dan terakhir paling sedikit pasien anak usia 10-18 tahun dengan laki-laki jumlah 37 pasien . ,56%). kondisi imunnya. Distribusi Distribusi Pasien Nasofaringitis mencerminkan pola kejadian penyakit yang umum, dimana anak usia dini Akut Berdasarkan Usia Data lebih rentan terhadap infeksi saluran penelitian ini yaitu menurut kriteria umur pasien anak 0-18 tahun. Data rekam medis pasien dengan diagnosis Bezshapochny utama nasofaringitis akut sebanyak 180 kasus yang masuk dalam kriteria merupakan salah satu bentuk infeksi inklusi dan kriteria eksklusi. Data saluran napas atas yang paling sering distribusi berdasarkan umur pasien terjadi pada anak-anak, terutama usia dapat diamati pada tabel 3: Tabel i. Distribusi Jumlah Pasien Anak Nasofaringitis di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Berdasarkan Usia kebersihan diri serta aktivitas sosial Usia ahun Jumlah Persentase (%) 43,88 35,56 20,56 Hasil Kurangnya penyakit ini pada kelompok usia nasofaringitis di populasi anak dan berdasarkan kelompok usia didapatkan dengan gambaran umum kejadian berdasarkan Kementrian Kesehatan RI Studi yang tinggi pada anak-anak juga turut Hasil Penyajian tabel i, menunjukkan Total 100,00 Sumber: Data Sekunder diolah . nasofaringitis akut adalah pasien anak usia <5 tahun sebanyak 79 pasien Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu menegaskan pentingnya pencegahan lingkungan tertutup, serta memperkuat imunisasi dan asupan nutrisi anak. Distribusi Pasien Nasofaringitis Akut Berdasarkan Jenis Kelamin Bertujuan untuk mengetahui Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. jenis kelamin mana yang paling banyak terdiagnosis nasofaringitis akut pada pasien anak di Puskesmas Karanganyar Disajikan hasil pengolahan infeksi saluran pernapasan. Variasi kompleks selama masa pertumbuhan Tabel IV. Distribusi Jumlah Pasien Anak Nasofaringitis di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Berdasarkan Jenis Kelamin berkontribusi terhadap peningkatan risiko infeksi (Liu et al. , 2. Distribusi jenis kelamin pada kasus anak laki-laki pada penelitian ini masih Total 100,00 Sumber: Data Sekunder diolah . nasofaringitis banyak dialami oleh Jumlah Persentase (%) 51,67 48,33 Penyajian laki-laki diamati pada tabel IV dibawah : Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan IV. Hal data epidemiologis menunjukkan persentase jenis kelamin mencegah infeksi saluran pernapasan laki-laki, jumlahnya terbanyak yaitu pada pasien disekolah dasar. anak laki-laki sebanyak 93 pasien Jenis . ,67%) dan terakhir pasien anak Kortikosteroid Yang Digunakan Pengobatan . ,33%). Hal ini sesuai dengan faringitis dan nasofaringitis akut di beberapa penelitian yang menunjukkan Puskesmas Karanganyar tahun 2024 menggunakan kortikosteroid, adapun laki-laki kerentanan sedikit jenis kortikosteroid yang digunakan prednison 5 mg. Berikut penyajian data Perbedaan pada tabel 6 penggunaan kortikosteroid nasofaringitis antara anak laki-laki dan perempuan kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan Karanganyar yang telah diolah oleh laki-laki Puskesmas Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Tabel Distribusi Jenis Kortikosteroid Pada Faringitis dan Nasofaringitis Pasien Anak Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 dexamethason sebagai pilihan utama untuk kondisi saluran napas atas dengan inflamasi berat atau nyeri Sumber: Data Sekunder diolah . Rauniyar Studi Penggunaan menunjukkan bahwa satu kali dosis nyeri faringitis tanpa efek samping mengurangi nyeri tenggorokan dan Penelitian lainnya yaitu studi Berdasarkan tabel V, meta-analisis oleh Sadeghirad et al. menunjukkan jenis kortikosteroid yang . pemberian kortikosteroid dosis rendah, terutama dexamethason oral dosis dexamethason 0,5 mg sebanyak 17 pasien . ,29%), methylprednisolon 4 pengurangan nyeri tenggorokan dalam mg sebanyak 11 pasien . ,29%), dan prednison 5 mg sebanyak 4 pasien dibandingkan plasebo. Sehubungan . ,42%). Jenis kortikosteroid yang sering diresepkan dalam pengobatan mempercepat resolusi nyeri secara nasofaringitis adalah dexamethason 0,5 keseluruhan dalam 48 jam tanpa mg sebanyak 144 pasien . ,75%), meningkatkan risiko efek samping methylprednisolon 4 mg sebanyak 21 yang signifikan, maka dexamethason pasien . ,66%), dan prednison 5 mg sebanyak 15 pasien . ,59%). pengobatan faringitis. Dexamethason paling banyak Methylprednisolon digunakan karena memiliki potensi antiinflamasi yang tinggi dan durasi kerja yang panjang . Ae72 ja. , farmakokinetik yang berbeda, namun sehingga cukup diberikan sekali sehari atau bahkan dosis tunggal. Hal ini Prednison, meskipun lebih sesuai dengan BNF for Children 2023 dan Harriet Lane Handbook 2024, faringitis akut, tetap menjadi pilihan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. dalam situasi klinis tertentu tergantung tahun untuk dexamethason sebanyak 3 pada kondisi pasien dan preferensi pasien . ,00%), tanpa penggunaan Methylprednisolon prednison diresepkan lebih sedikit, sebanyak 1 pasien . ,00%). Pasien memiliki durasi kerja sedang . Ae36 ja. , sehingga memerlukan frekuensi . ,06%), methylprednisolon sebanyak pemberian yang lebih sering untuk efek 6 pasien . ,29%), dan prednison yang setara. Menurut pedoman, kedua sebanyak 3 pasien . ,65%). Pasien obat ini umumnya diberikan selama 2Ae 3 hari pada kasus akut, dan lebih cocok digunakan jika dexamethason tidak . ,55%), methylprednisolon 5 pasien ,45%), Penelitian Tingginya umum sudah sesuai dengan pedoman dexamethason, terutama pada anak usia pengobatan dan prinsip rasionalitas 5-9 tahun dan 10Ae18 tahun, disebabkan terapi dengan preferensi penggunaan oleh efek antiinflamasi yang kuat, obat terutama kortikosteroid yang lebih praktis, efektif, dan aman untuk anak- kemudahan pemberian cukup sekali sehari, sehingga cocok untuk anak Disribusi Berdasarkan Kortikosteroid dengan kepatuhan minum obat yang Usia Pada Faringitis Akut Tabel VI. Distribusi Penggunaan Kortikosteroid Berdasarkan Usia Pada Faringitis Pasien Anak di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 (Olympia Kelompok usia 5Ae9 tahun, penggunaan methylprednisolon dan prednison lebih banyak dibanding kemungkinan karena anak usia sekolah lebih mudah diarahkan minum obat dengan dosis yang lebih sering. Obat Sumber: Data Sekunder diolah . Penyajian tabel VI, didapatkan alternatif juga mungkin digunakan jika dexamethason tidak tersedia, atau hasil penggunaan kortikosteroid pada faringitis akut pasien anak umur <5 Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Roddy faringitis akut adalah dexamethason Penggunaan prednison lebih sedikit, . ,259%), terutama pada anak <5 tahun, dan tidak digunakan pada usia 10Ae18 tahun. Hal prednison . ,42%). Dexamethason ini kemungkinan karena rasanya pahit, banyak dipilih karena memiliki efek perlu diminum lebih sering, dan efek antiinflamasi kuat, durasi kerja panjang sampingnya seperti mual atau muntah . Ae72 ja. , dan cukup diberikan anak-anak sekali sehari, sehingga praktis untuk (Dahan et al. , 2. Pemilihan jenis anak-anak (Olympia et al. , 2. kortikosteroid dalam penelitian ini Sebagian pasien menerima frekuensi sudah mempertimbangkan usia anak, pemberian 3x sehari, yang tidak sesuai kenyamanan pemberian, efektivitas, dengan pedoman karena dexamethason dan ketersediaan obat, serta sesuai cukup diberikan 1Ae2x sehari menurut BNF for Childern 2023. Ada juga BNF ,29%) Children 2023. kasus dengan lama pemakaian 4 hari. Disribusi Jenis Kortikosteroid, yang melebihi anjuran maksimal 3 hari Dosis. Frekuensi Pemberian. Rute Pemberian, menurut pedoman, dan berisiko efek Lama samping tanpa manfaat tambahan. Pemakaian Pada Faringitis Akut Semua obat diberikan secara oral, yang Tabel VII. Distribusi Jenis Kortikosteroid Dosis. Frekuensi Pemberian. Rute Pemberian. Lama Pemakaian pada Faringitis Pasien Anak di Puskesmas Karanganyar 2024 merupakan rute pilihan utama pada anak sesuai pedoman BNF for Childern Disribusi Berdasarkan Kortikosteroid Usia Pada Nasofaringitis Akut Tabel Vi. Distribusi Penggunaan Kortikosteroid Berdasarkan Usia Pada Nasofaringitis Pasien Anak Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Sumber: Data Sekunder diolah . Berdasarkan tabel VII, jenis digunakan pada pasien anak dengan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Sumber: Data Sekunder diolah . Penyajian Vi. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. kortikosteroid menunjukkan praktik kortikosteroid pada nasofaringitis akut yang rasional dan sesuai pedoman pasien anak umur <5 tahun untuk (BNF for Children, 2. dexamethason sebanyak 67 pasien Disribusi Jenis Kortikosteroid, . ,75%), methylprednisolon sebanyak Dosis. Frekuensi 5 pasien . ,25%), dan prednison Rute Pemberian, sebanyak 8 pasien . ,00%). Pasien Pemakaian pada Nasofaringitis Akut dexamethason sebanyak 50 pasien . ,36%), methylprednisolon sebanyak 9 pasien . ,29%), dan prednison Pemberian. Lama Tabel IX. Distribusi Jenis Kortikosteroid. Dosis. Frekuensi Pemberian. Rute Pemberian. Lama Pemakaian pada Nasofaringitis Pasien Anak di Puskesmas Karanganyar 2024 sebanyak 4 pasien . ,35%). Pasien dexamethason sebanyak 27 pasien . ,97%), methylprednisolon 7 pasien . ,92%), dan prednison sebanyak 3 pasien . ,11%). Dominasi dexamethason disebabkan karena obat ini bekerja lebih lama . Ae72 ja. dan cukup diberikan sekali sehari atau bahkan dosis tunggal, sehingga lebih praktis untuk anak-anak, terutama usia Dexamethason memiliki potensi antiinflamasi yang tinggi dan efek samping yang lebih ringan, sehingga lebih disukai oleh pasien maupun tenaga kesehatan (Olympia et al. (Dahan Methylprednisolon dan prednison lebih Sumber: Data Sekunder diolah . Penyajian menunjukkan bahwa dexamethason adalah jenis kortikosteroid yang paling antiinflamasi kuat, bekerja lama . Ae 72 ja. , dan cukup diberikan 1Ae2 kali banyak digunakan pada usia yang lebih sehari (Olympia et al. , 2. Banyak besar karena anak lebih kooperatif pasien menerima frekuensi 3 x sehari, untuk minum obat dengan frekuensi termasuk untuk dexamethason, yang tidak sesuai dengan pedoman dan Pemilihan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. disesuaikan dengan berat badan. Begitu pula dengan lama pemakaian lebih dari 3 hari yang ditemukan pada beberapa Tepat Pasien Tabel Analisis Tepat Pasien Kortikosteroid pada Faringitis dan Nasofaringitis Pasien Anak Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 kasus, padahal menurut pedoman dan penelitian terbaru, pemberian lebih dari 3 hari tidak dianjurkan karena tidak semua pasien menerima obat secara Berdasarkan penyajian tabel X, (Rauniyar et al. , 2. Sisi positifnya. Sumber: Data Sekunder diolah . dari 32 kasus faringitis akut dan 180 kasus nasofaringitis akut, menunjukkan Hasil penelitian yang telah yang digunakan pada faringitis dan nasofaringitis akut pasien anak di Puskesmas Karanganyar tahun 2024 prednison 5 mg. Berdasarkan hasil data analisis yang telah diolah dalam penelitian ini penggunaan obat yang rasional dinilai dari beberapa indikator pemakaian, dan frekuensi pemberian. Hasil data tersebut dapat diamati pada tabel yang telah disajikan. menyebabkan kontraindikasi. Menurut pedoman BNF for dilakukan penggunaan kortikosteroid Puskesmas Karanganyar mendapatkan pengobatan Rasionalitas Pengobatan tepat pasien dikarenakan tidak ada untuk katerori akut. Children 2023, kortikosteroid dapat diberikan pada infeksi saluran napas gejalanya berat, dan tidak disarankan pada pasien dengan kondisi seperti infeksi jamur aktif, gangguan imun berat, atau riwayat hipersensitivitas terhadap obat. Penelitian ini, penilaian apakah pasien mengalami faringitis berat dilakukan dengan mengacu pada parameter klinis yang tercantum dalam rekam medis, seperti: demam tinggi (Ou38,5AC), nyeri tenggorokan hebat, kesulitan menelan, pembesaran tonsil dengan eksudat, serta kelesuan umum yang menunjukkan gejala sistemik. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Apabila parameter tersebut tercatat pada rekam pemberiannya didasarkan pada kondisi klinis masing-masing individu dan tidak dilakukan secara asal atau tanpa berat dan pemberian kortikosteroid pertimbangan medis yang tepat. dapat dinilai tepat. Penilaian untuk Tepat Rute Pemberian menilai adanya gangguan imun atau Tabel XI. Analisis Tepat Rute Pemberian Kortisteroid pada Faringitis dan Nasofaringitis Pasien Anak di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 kontraindikasi lain, peneliti merujuk pada data rekam medis mengenai riwayat penyakit penyerta. Jika tidak terdapat keterangan adanya infeksi panjang, atau riwayat alergi obat, maka kortikosteroid, dan dinilai memenuhi indikator tepat pasien. Pendekatan ini, analisis ketepatan pasien dilakukan secara rasional berdasarkan informasi klinis yang tersedia dalam dokumen medis dan pedoman pengobatan yang Alarcyn- Andrade et al. juga mendukung bahwa kortikosteroid dapat digunakan secara aman dan efektif sebagai terapi tambahan pada faringitis akut, dengan kontraindikasi klinis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kortikosteroid tergolong Penyajian tabel XI, didapatkan hasil 32 kasus . %) faringitis akut dan 180 kasus . %) nasofaringitis akut dinyatakan tepat rute pemberian, sejalan dengan formularium berlaku di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Karanganyar yang hanya menyediakan bentuk sediaan oral. Pernyataan ini juga sesuai berdasarkan BNF for childern 2023, dexamethason dan methylprednisolon dapat diberikan Penelitian Sumber: Data Sekunder diolah . Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu melalui rute oral maupun injeksi, rute oral menjadi pilihan utama untuk kondisi non-darurat seperti faringitis dan nasofaringitis akut. Berdasarkan Harriet Lane Hanbook Prednison dapat diberikan melalui oral ataupun injeksi, akan tetapi rute oral menjadi pilihan utama untuk kondisi non-darurat nasofaringitis akut. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Bukti klinis mendukung bahwa dosis oral dexamethason memberikan efek antipengurangan nyeri signifikan mengurangi durasi nyeri hingga 30 jam Tepat Dosis Tabel XII. Analisis Tepat Dosis Kortikosteroid pada Faringitis dan Nasofaringitis Pasien Anak Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 pada kasus faringitis tanpa peningkatan memenuhi prinsip penggunaan obat rasional (Olympia et al. , 2. Sumber: Data Sekunder diolah . Berdasarkan penyajian tabel 12, dari 32 kasus faringitis akut didapatkan Rute oral dianggap paling tepat hasil 20 kasus . ,50%) dinyatakan karena mudah diberikan, lebih nyaman tepat dosis dan 12 kasus . ,50%) untuk anak, serta memiliki efektivitas dinyatakan tidak tepat dosis, sedangkan yang setara dengan rute injeksi dalam 180 kasus nasofaringitis didapatkan hasil 156 kasus . ,67%) dinyatakan Penelitian juga menunjukkan bahwa tepat dosis dan 24 kasus . ,33%) pemberian kortikosteroid secara oral dinyatakan tidak tepat dosis. Penilaian pada faringitis akut memiliki manfaat menurut BNF for Childern 2023 dan serupa dengan injeksi dalam hal Harriet Lane Handbook 2024, yang mempercepat perbaikan gejala tanpa meningkatkan resiko efek samping yang berbahaya (Wing et al. , 2. disesuaikan dengan berat badan dan Ringkasan indikasi klinis, dengan batas aman mendukung temuan ini, menunjukkan Dosis dexamethason ialah bahwa rute oral memberikan manfaat 0,01-0,1 mg/kgBB/hari maksimal 0,3 simptomatik tanpa peningkatan efek mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi dan BMJ samping serius (Spinks et al. , 2. Praktik pemberian oral di Puskesmas Karanganyar, dipatuhi akibat keterbatasan sediaan, pedoman dan didukung oleh bukti ilmiah kuat. dosis methylprednislon ialah 0,5-1,7 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi menurut BNF for Childern 2023. Dosis Harriet Lane Handbook 0,5-2 mg/kgBB/hari sekali sehari. Hasil ini menunjukkan bahwa sebanyak 62,50% dan nasofaringitis sebanyak 86,67% telah mendapat dosis Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. kortikosteroid yang sesuai pedoman. Lama Pemakaian baik pada pasien dengan faringitis Tabel Xi. Analisis Tepat Lama Pemakaian Kortikosteroid Faringitis dan Nasofaringitis Pasien Anak di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Hal mencerminkan penerapan terapi yang cukup rasional oleh tenaga medis. Tingginya ketidaktepatan dosis pada kasus faringitis dan nasofaringitis akut ,98%) disebabkan karena kortikosteroid tidak Kurangnya perhitungan dosis berdasarkan berat badan hingga ditemukan kurangnya dosis dapat menyebabkan terapi tidak Sumber: Data Sekunder diolah . Berdasarkan tabel Xi, dari 32 kasus faringitis akut didapatkan hasil 24 kasus . ,00%) dinyatakan tepat lama pemakaian dan 8 kasus . ,00%) dinyatakan tidak tepat lama pemakaian, semantara itu untuk tercapai dan overdosis mengakibatkan didapatkan hasil 137 kasus . ,11%) timbulnya efek samping yang tidak dinyatakan tepat lama pemakaian dan diinginkan, serta kurangnya konsisten 41 kasus . ,89%) dinyatakan tidak dalam mengikuti pedoman juga turut tepat lama pemakaian. Penilaian ini mengacu pada beberapa pedoman pemberian dosis. Penelitian Alarcyn- mengenai keefektifan kortikosteroid Andrade et al . menegaskan pentingnya akurasi dosis kortikosteroid faringitis akut dalam mengurangi nyeri untuk memastikan efektivitas dan dan sebagai antiinflamasi. mencegah efek samping, terutama pada Berdasarkan anak-anak. Mayoritas referensi, menyarankan penggunaan kortikosteroid dalam penelitian ini kortikosteroid pada anak untuk kondisi sudah memenuhi ketentuan dosis yang akut seperti faringitis dan nasofaringitis hanya dalam jangka pendek, yaitu 1Ae3 hari, tergantung gejala klinis. Pada pedoman pemberian dosis, terutama pada penanganan kasus faringitis akut. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu tergolong kortikosteroid durasi kerja Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. panjang bahkan bisa dosis tunggal kortikosteroid sudah sesuai durasi yang Pada methylprednisolon dan prednison disarankan lama pemakain Penggunaan dalam batas waktu yang sebagian besar praktik di Puskesmas penggunaannya terbagi dalam 2-4 kali Karanganyar Kabupaten Karanganyar sehari tergantung kondisi, akan tetapi telah sesuai dengan pedoman rasional perlu digarisbawahi untuk prednison pengobatan meskipun masih adanya disarankan diberikan sekali sehari 21,87% kasus faringitis dan 22,78% kasus nasofaringitis akut yang tidak untuk pasien anak. Penggunaan yang rasional menekankan durasi yang nasofaringitis umumnya bersifat selflimiting . embuh sendir. Studi oleh Rauniyar et al. menunjukkan dexamethason sudah cukup efektif untuk mempercepat perbaikan gejala berhari-hari. tepat lama pemakaiannya menandakan tenaga kesehatan mengenai pentingnya kortikosteroid, agar manfaat terapi tercapai dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Frekuensi Pemberian Tabel XIV. Analisis Frekuensi Pemberian Kortikosteroid Faringitis dan Nasofaringitis Pasien Anak di Puskesmas Karanganyar Tahun 2024 Temuan ini sejalan dengan Cochrane Review Sumber: Data Sekunder diolah . kortikosteroid memberikan manfaat Penyajian tabel XIV, dari 32 kasus faringitis didapatkan hasil 17 dianjurkan untuk digunakan jangka panjang dalam infeksi saluran napas frekuensi pemberian dan 15 kasus atas ringan hingga sedang (Wing et al. ,12%) ,88%) frekuensi pemberian, sedangkan 180 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faringitis akut sebanyak 75,00% 76,11% Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu kasus nasofaringitis didapatkan hasil 59 kasus . ,77%) dinyatakan tepat frekuensi pemberian dan 121 kasus Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. ,23%) terhadap pedoman terbaru atau karena frekuensi pemberian. Penilaian ini pembagian dosis kecil yang terlalu mengacu pada BNF For Childern 2023 yaitu obat dexamethason diberikan dengan jumlah dosis terbagi 1-2 dosis penggunaan kortikosteroid masih perlu Hasil terbagi 2-4 dosis dalam sehari, dan penanganan kasus nasofaringitis, agar sesuai dengan standar terapi yang aman Handbook Harriet Lane terbagi dalam sekali sehari. dan efektif. KESIMPULAN Penelitian oleh Eissa et al . menunjukkan bahwa kesalahan pada anak di layanan primer masih sering terjadi karena tidak sesuai pedoman dan kurangnya perhitungan Pemberian melebihi anjuran tidak meningkatkan efektivitas, tapi justru meningkatkan risiko efek samping seperti gangguan tidur dan perubahan mood. Banyaknya nasofaringitis 67,23%, kemungkinan yang diterima tidak semua pasien Penggunaan faringitis dan nasofaringitis akut yaitu prednison 5 mg. Jenis kortikosteroid yang paling banyak diresepkan adalah 89,45%. Kesesuaian penggunaan kortikosteroid frekuensi, pada faringitis 46,88% dan Berdasarkan keseluruhan terapi kortikosteroid yang tidak berdasarkan indikasi kuat, karena faringitis akut dan biasanya tidak Ketidaksesuaian frekuensi pemberian kortikosteroid dapat disebabkan oleh kurangnya pembaruan pengetahuan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu pada faringitis dan nasofaringitis akut berdasarkan BNF for Childern 2023 dan Harriet Lane Hanbook 2024, dengan kriteria kerasionalan dapat kortikosteroid berdasarkan tepat pasien 100%, tepat rute pemberian 100%, 83,02%, pemakaian 75,94%, dan tepat frekuensi pemberian 35,85%. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Disarankan bagi Puskesmas Karanganyar untuk terus meningkatkan pedoman terapi yang berlaku, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengobatan serta meminimalkan risiko efek samping akibat penggunaan obat yang tidak tepat. Selain itu, perlu juga meningkatkan kelengkapan data rekam memudahkan proses penelitian. Bagi puskesmas lain dengan menggunakan indikator rasionalitas pemberian obat yang sama, seperti tepat pasien, tepat rute pemberian, tepat dosis, tepat lama pemberian, sehingga hasilnya dapat dijadikan sebagai pembanding untuk studi dan penelitian berikutnya. DAFTAR PUSTAKA Alarcyn-Andrade. Bravo-Soto. , & Sanabria. Are systemic corticosteroids useful for the management of acute pharyngitis in children and adult. Medwave, 17. Amalia. Susanto. , & Umayah, . Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Anak Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tahun Media Informasi Penelitian Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Kabupaten Semarang, 5. , 59Ae Bezshapochny. Sonnik. Podovzhny. , & Dzhirov. Treatment of acute nasopharyngitis in children. OTORHINOLARYNGOLOGY No3. BNF for Children. BNF for Children September BMJ. Group and The Royal Pharmaceutical Society : London Cots. Alys. -I. Byrcena. Boleda. Cayada. Gymez, . Mendoza. Vilaseca. , & Llor, . "Recommendations