Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tahun 2014 Review of MotherAos Knowladge and Attitude About Early Detection of Breast Cancer At Indonesia Cancers Foundation. South Kalimantan 2014 Nina Rahmadiliyani1*. Tri Handayani2. Eva Rahmawati3 STIKES Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan Alumni STIKES Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan Alumni STIKES Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan *korespondensi : nina_roshan@yahoo. Abstract Background : Cancer constitutes disease that really been discouraged society because frequent causes death. Breast cancer happens since be troubled sistem cell growth at deep breast network. To the effect : Knowing motherAos knowladge and attitude about early detection of breast cancer at Indonesian Cancer Foundation. South KalimantanAos Observational method : This research utilize descriptive method. Research is done April May 2014. Population are exhaustive mother about cancer early detection breast as much 70 person and sample that taking to utilize accidental is sampling . Observational instrument by use of kuesioner. Analysis did by analisis's data univariat's ala. Observational result: knowladge Level description and mother attitude about cancers early detection breast as much 70 mother that do early detection of breast cancer which is available 29 respondents . ,42%) with enough knowledge, 25 respondents . ,72%) with good knowledge, 16 respondents . ,86%) with subtracted knowledge. Meanwhile mother attitude to early detection of breast cancer available 45 respondents . ,28%) with positive attitude, and 25 respondents . ,72%) with negative attitude. Keywords: : knowladge level, attitude, cancers early detection. Pendahuluan Kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti masyarakat karena sering menyebabkan kematian. Prevalensi kanker di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, baik di negara-negara barat maupun di negara-negara bagian Asia. Laporan kanker dunia memperkirakan angka kejadian kanker akan meningkat menjadi 15 juta kasus baru di tahun 2020 . WHO (World Health Organization. tahun 2008, menyebutkan sebanyak 000 mortalitas per tahun akibat kanker Jumlah penderita kanker payudara di Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya menduduki peringkat pertama . Data Pathology Based Cancer Registry bekerja sama dengan yayasan kanker Indonesia, menunjukkan kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat kedua dari semua jenis kanker yang sering diderita . Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2009, kanker payudara menempati urutan pada pasien rawat inap di seluruh rumah sakit di Indonesia 21,69%, disusul kanker leher rahim 17% . Berdasarkan data Global Burden of Cancer, angka kejadian kanker payudara di Indonesia sebanyak 26 per 000 perempuan . Dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Kanker Dharmais yaitu Sutjipto . menyatakan saat ini penderita kanker payudara di Indonesia mencapai 100 dari 100. Sekitar 60-70% dari penderita tersebut datang pada stadium tiga, yang kondisinya terlihat semakin parah . Angka kejadian kanker payudara meningkat secara global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang Prognosis kanker payudara berhubungan dengan tahap penyakit saat diagnosa dan pengobatan, jika semakin dini Skrining rutin kanker kanker mendeteksi secara klinis tumor yang tidak meningkatkan kelangsungan hidup 95,1% setelah hampir 20 tahun ( . Jurkessia. Vol. No. Juli 2015 Nina Rahmadiliyani, dkk. Kaum wanita masih sangat rentan menderita penyakit kanker payudara yang dapat mengakibatkan kematian. Kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia . ,85%), disusul kanker leher ,78%) dan kejadian kanker ,69%), dibandingkan kanker leher rahim . %). Kanker tertinggi yang diderita wanita Indonesia adalah kanker payudara dengan angka kejadian 26 per 100. 000 perempuan, disusul kanker rahim dengan 16 per 000 perempuan . Kanker payudara adalah kanker yang terjadi karena terganggunya sistem pertumbuhan sel di dalam jaringan Payudara tersusun dari kelenjar susu, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara. Sel abnormal dapat tumbuh di bagian tersebut, mengakibatkan kerusakan yang lambat, dan menyerang payudara . Kanker payudara terjadi karena terganggunya sistem pertumbuhan sel di dalam jaringan payudara. Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko terjadinya kanker Faktor-faktor tersebut meliputi riwayat pribadi tentang kanker payudara, riwayat keluarga dengan kanker payudara, menstruasi dini, menopause pada usia lanjut, terapi pengganti hormon, radiasi, masukan alkohol, dan stres . Tanda dan gejala kanker payudara yaitu terdapat benjolan pada payudara yang berubah bentuk, kulit payudara berubah warna, puting susu masuk ke dalam, bila tumor sudah membesar muncul rasa sakit hilang-timbul, kulit payudara terasa seperti terbakar, dan payudara mengeluarkan darah atau cairan lain. Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya ulkus pada payudara . Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan kemoterapi, dan terapi kombinasi. Masingmasing cara dari pengobatan kanker memiliki kelemahan, umumnya sampai saat ini belum ada yang menunjukkan hasil yang memuaskan. Salah satu pengobatan yang dilakukan pasien kanker payudara adalah kemoterapi. Pengobatan ini menggunakan obat anti kanker untuk membunuh sel kanker . Manfaat dari kemoterapi adalah untuk mencegah, mengurangi pertumbuhan sel yang ganas, dan mehindari terjadinya 4 pengobatan jenis ini dapat dilakukan sebelum dan sesudah operasi Pengobatan ini menimbulkan efek samping . Efek tergantung pada jenis obat yang digunakan. Efek samping yang sering terjadi dari kemoterapi adalah mual dan muntah, supresi sumsum tulang, mukositis, diare, alopesia, dan infertilitas . Pasien membutuhkan waktu jangka panjang untuk secara rutin mengikuti kemoterapi di rumah sakit dalam beberapa bulan. Kemoterapi dilakukan setiap 3 minggu sekali, selain itu kemoterapi masih perlu dilakukan 5 sampai 10 tahun kemudian untuk menurunkan risiko kanker muncul kembali . Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami dampak psikologis yang semakin beragam, berbeda intensitasnya antara penderita satu dengan yang lain mulai dari intensitas ringan sampai kuat atau sampai munculnya gangguan mental. Dampak psikologis adalah suatu bentuk perilaku positif maupun negatif yang muncul dalam bentuk perilaku sebagai hasil dari adanya stimulus dan respon yang bekerja pada diri seseorang . Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami dampak psikologis berupa rasa takut akan kematian, takut menjadi beban, takut ditinggalkan, ketidakmampuan, dan gangguan harga diri . Hasil penelitian Wijayanti tahun 2007 menyatakan dampak psikologis yang dialami pasien kanker payudara yang dialami pasien kanker payudara yang ketidakberdayaan, cemas, malu, harga diri menurun, stres, depresi, dan marah. Sesuai Hadjam mengungkapkan, pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi memperlihatkan adanya stres yang ditunjukkan dengan perasaan sedih, putus asa, pesimis, merasa Jurkessia. Vol. No. Juli 2015 Nina Rahmadiliyani, dkk. dirinya gagal, tidak puas dalam hidup, merasa lebih buruk dibandingkan orang lain, penilaian rendah terhadap tubuhnya, dan merasa tidak berdaya. Carpenter & Brockopp . menyatakan bahwa pasien kemoterapi, mengalami penurunan yang signifikan terhadap harga dirinya. Mayoritas wanita usia sekitar 25Ae40 tahun yang menderita kanker payudara cenderung akan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang dialaminya dan berpandangan negatif terhadap dirinya. Gangguan psikologis yang dialami pasien kemoterapi akan mempengaruhi harga dirinya . Berdasarkan prasurvey pada bulan April 2014 jumlah ibu yang melakukan deteksi dini kanker payudara pada bulan AprilAeMei tahun 2014 sebanyak 70 ibu yang melakukan deteksi dini kanker payudara. Penulis melakukan pembagian kuesiner terhadap ibu yang terdeteksi dini kanker payudara ada 29 responden . ,42%) dengan pengetahuan cukup, 25 responden . ,72%) dengan pengetahuan baik, 16 responden . ,86%) dengan pengetahuan Sedangkan sikap ibu terhadap deteksi dini kanker payudara ada 45 responden . ,28%) dengan sikap positif, dan 25 responden . ,72%) dengan sikap Berdasarkan didapatkan bahwa banyak ibu yang melakukan deteksi dini kanker payudara yang berpengetahuan cukup mengenai deteksi dini kanker payudara dan sikap yang positif mengenai deteksi dini kanker payudara di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tahun 2014. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti tentang gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang deteksi dini kanker payudara di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tahun 2014. yang ada di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini accidental sampling, yaitu mengambil kasus yang kebetulan ada atau tersedia. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang deteksi dini kanker payudara . Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner. Kuesioner berisi beberapa pertanyaan yang mengacu pada parameter yang sudah dibuat oleh peneliti terhadap penelitian yang akan Kuisioner penelitian ini dibuat pertanyaan yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti dan akan dilakukan uji validitas dan reabilitas, dengan valid dan reliabel yaitu semua kuesioner sebanyak 10 pengetahuan dan 10 sikap. Analisis data dilakukan untuk mengolah data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan di interpretasikan. Setelah semua data yang dikumpulkan data dianalisis secara univariat yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu Hasil Penelitian Gambaran Khusus Responden Umur Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Umur Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Yayasan Kanker Indonesia Cabang kalimantan Selatan Tahun 2014. Umur Frekuensi Persentasi . (%) < 40 tahun 81,42 > 40 tahun 18,58 Jumlah Berdasarkan tabel 4. 2 dari 70 ibu tentang deteksi dini kanker payudara sebanyak 57 orang ( 81,42%) berumur <40 tahun, 13 orang . ,58%) berumur >40 Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang datang untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara Pendidikan Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tahun 2014. Jurkessia. Vol. No. Juli 2015 Nina Rahmadiliyani, dkk. Sumber : Data Primer Pendidikan Frekuensi Persentasi . (%) Dasar 65,71 Menengah 25,72 Tinggi 8,57 Jumlah Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel 4. 3 dari 70 ibu tentang deteksi dini Akanker payudara sebanyak 46 orang . ,71%) berpendidikan Dasar, sebanyak 18 orang . ,72%) berpendidikan Menengah, dan sebanyak 6 orang . ,57%) berpendidikan Tinggi. Berdasarkan tabel 4. 5 dari 70 responden, paling banyak 45 responden ,28%) memiliki sikap positif tentang deteksi dini kanker payudara, dan 25 ,72%) negative tentang deteksi dini kanker Pembahasan Karakteristik berdasarkan umur Hasil penelitian pada tabel 4. 2 dari 70 ibu tentang deteksi dini kanker payudara sebnayak 57 orang . ,42%) berumur <40 tahun, 13 orang . ,58%) berumur >40 Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin berkembang pula daya tangkap dan pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Mayoritas wanita usia yang sekitar 25-45 tahun cenderung akan terdeteksi dini kanker Pengetahuan ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Hasil penelitian pada 4 menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker payudara berdasarkan tingkat pengetahuan dari 70 responden, paling banyak 29 responden . ,42%) ibu memiliki pengetahuan yang Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal. Pengetahuan pendidikan, diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seorang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan, tidak mutlak diperoleh dari pendidikan non formal. Pengetahuan mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan aspek negatif. Kedua aspek ini yang akan menentukan sikap seseorang semakin banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap makin positif terhadap objek tertentu. satu bentuk objek kesehatan dapat diperoleh dari pengalaman sendiri. Analisis Data Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tahun 2014. N Pengetahuan Frekuensi Persenta . si (%) Baik 35,72 Cukup 41,42 Kurang 22,86 Jumlah Sumber : Data Primer Berdasarkan tabel 4. 4 dari 70 responden, paling banyak 29 responden . ,42%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang deteksi dini kanker payudara, 16 reponden . ,86%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang deteksi dini kanker payudara, dan 25 responden . ,72%) memiliki pengetahuan yang baik tentang deteksi dini kanker payudara. Sikap Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Tahun 2014. Sikap Positif Negatif Frekuensi . (%) 64,28 35,72 Jumlah Jurkessia. Vol. No. Juli 2015 Nina Rahmadiliyani, dkk. Pengetahuan mempunyai fungsi yaitu Sikap ibu tentang deteksi dini kanker yang payudara terbanyak yaitu sikap positif terstruktur dan teratur, karena itu secara sebanyak 45 responden . ,28%). konsisten mereka mencari stabilitas, definisi, dan pemahaman. Dari sini timbul Daftar Pustaka sikap memproses pengetahuan. Apa yang 1. Ashten Et Al. Buku Ajar Tentang ingin diketahuinya pun cenderung spesifik. Kanker. Jakarta: JNPK-KR tertuju pada apa yang perlu atau tidak perlu Luwia. Pathology Based Cancer dipahaminya . Registry. Tim 2009. Menurut hasil penelitian dari Monika Rini Puspitasari Bahwa 3. Rasjidi. Data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS). RS. Indonesia. pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker payudara berdasarkan tingkat 4. Bambang. Global Burden Of Cancer. Jakarta: ECG. pengetahuan dari 189 responden, paling banyak memiliki pengetahuan baik . ,8%). Sutjipto. Dokter Spesialis Bedah Kanker. RS. Kanker Dharmais. Sikap ibu tentang deteksi dini kanker payudara Hasil penelitian pada tabel 4. Depkes RI. Asuhan Esensial Pencegahan Dan Penanggulangan menunjukan bahwa pengetahuan ibu Segera Komplikasi Kanker Payudara. tentang deteksi dini kanker payudara Edisi Revisi. Jakarta: JNPK AeKR. berdasarkan sikap yaitu dari 70 responden. Tentang Angka paling banyak 45 responden . ,28%) 7. Muttarak. Kejadian Secara Global. Jakarta: Tim memiliki sikap positif tentang deteksi dini kanker payudara. Kesehatan Republik Sikap Kementrian Indonesia. Profil Kesehata faktor-faktor Tahun Jakarta: mempengaruhi terbentuknya sikap, antara Kementrian Kesehatan Republik lain : pengalaman pribadi, pengaruh orang Indonesia. lain yang dianggap penting, pengaruh Ranggiansanka. Pengertian kebudayaan, media massa, lembaga Tentang kanker payudara. Jakarta YBPpendidikan dan lembaga agama, pengaruh faktor emosional . Berdasarkan hasil penelitian dari Monika 10. Bobak. Buku Acuan Kebidanan. Jakarta: JNPK-KR. Rini Puspitasari tahun 2012 bahwa sikap ibu tentang deteksi dini kanker payudara 11. Ramli. Buku Acuan Kedokteran. Jakarta: EGC. berdasarkan sikap dari 189 responden, paling banyak memiliki sikap positif . ,8%) 12. Sudoyo. Penatalaksanaan Kanker Payudara. Edisi Revisi. Jakarta: JNPK AeKR. responden memiliki sikap yang positif terhadap kesiapan dalam mendapatkan 13. Haryono & Rachmawati. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: tentang deteksi dini kanker Konsep. Proses. Dan Praktik. Edisi 4. Jakarta: ECG. Wijayanti. Pasien Kanker Kesimpulan Payudara. Jakarta: EGC Dari pembahasan maka didapatkan kesimpulan 15. Kova & 5 Kova. Ilmu Kedokteran. Jakarta: ECG. bahwa tingkat pengetahuan dan sikap ibu Hadjam. Kamus Besar tentang deteksi dini kanker payudara di Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Yayasan Kanker Indonesia Cabang Pustaka.