BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 11. No 1. Juni 2026. Hal 45 - 70 Peran Blockchain dalam Akuntansi Sektor Publik: Analisis Bibliometrik Oleh : Info Artikel : Desiana Rachmawati1 Universitas Tidar. Magelang. Jawa Tengah. Indonesia desiana@untidar. Diterima : 7 Februari 2026 Direview : 7 Maret 2026 Disetujui : 4 April 2026 Dwike Rachmaningtyas2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Yogyakarta. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia 242241014@student. Rischa Inung Fauziah3 Universitas Tidar. Magelang. Jawa Tengah. Indonesia rischainungfauziah@untidar. Fandi Galang Wicaksana4 Universitas Tidar. Magelang. Jawa Tengah. Indonesia fandi@untidar. Co Author *desiana@untidar. ABSTRACT This study maps the development and research direction of blockchain applications in public sector accounting using a bibliometric approach. A total of 58 Scopus-indexed articles published between 2017 and 2025 were analyzed using keyword co-occurrence and visualized through VOSviewer. The findings indicate a significant increase in publications, particularly during 2021Ae2025, reflecting growing academic interest. Computer science dominates the field, followed by business, management, and accounting, highlighting its multidisciplinary Citation analysis reveals a mix of highly influential foundational studies and emerging recent works. However, collaboration networks among authors, institutions, and countries remain limited and not yet globally integrated. Keyword co-occurrence analysis shows blockchain as the central theme, with a shift from technical aspects toward applications in accounting, auditing, and governance. Overall, this research confirms that blockchain studies in the public sector are in a growth and maturation phase with substantial future potential. Keywords: Accounting. Bibliometric. Blockchain. Publik Sector ABSTRAK Penelitian ini memetakan perkembangan dan arah riset penerapan blockchain dalam akuntansi sektor publik menggunakan pendekatan bibliometrik. Sebanyak 58 artikel terindeks Scopus periode 2017Ae2025 dianalisis melalui teknik keyword co-occurrence dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan jumlah publikasi, terutama pada 2021Ae2025, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik. Bidang ilmu komputer mendominasi, diikuti bisnis, manajemen, dan akuntansi, sehingga menunjukkan sifat multidisipliner. Analisis sitasi mengungkap kombinasi antara penelitian dasar yang berpengaruh tinggi dan studi terkini yang berkembang pesat. Namun, jaringan kolaborasi penulis, institusi, dan negara masih terbatas serta belum terintegrasi secara global. Analisis keyword menempatkan blockchain sebagai tema utama dengan pergeseran fokus dari aspek teknis menuju implementasi dalam akuntansi, audit, dan tata kelola sektor publik. *Corresponding AuthorAos Email ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 https://ojs. um-palembang. id/index. php/balance . Email : balance. aktfeb@gmail. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kajian blockchain berada pada fase pertumbuhan dan pematangan dengan peluang pengembangan yang luas. Kata Kunci: Akuntansi. Bibliometrik. Blockchain. Sektor Publik PENDAHULUAN Akuntansi sektor publik (ASP) berperan penting dalam menjamin transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab. Pemerintah di berbagai negara telah mengadopsi sistem informasi keuangan terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi pelaporan dan pengawasan. Namun sistem akuntansi pemerintahan terpusat masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, seperti terbatasnya jalur audit, risiko manipulasi data, penundaan pelaporan, dan rendahnya interoperabilitas antarsistem (Wali & Firdaus, 2. Tantangan tersebut berimplikasi pada kualitas informasi keuangan publik dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara. Perkembangan teknologi digital membuka peluang transformasi ASP menuju sistem yang lebih transparan dan andal (Balta & Krcmar. Salah satu teknologi yang mendapat perhatian luas adalah blockchain, yaitu teknologi buku besar terdistribusi yang memungkinkan pencatatan transaksi secara terdesentralisasi, tidak dapat diubah, dapat dilacak, dan diverifikasi oleh banyak pihak (Batubara et al. , 2. Karakteristik tersebut menjadikan blockchain dianggap relevan untuk mendukung pencatatan transaksi keuangan masyarakat, pelaporan keuangan pemerintah, pengelolaan aset negara, serta proses audit dan Dalam konteks ASP, blockchain dipandang berpotensi mengubah paradigma pencatatan dan pelaporan keuangan pemerintah dari sistem pelaporan ex-post menjadi sistem yang lebih real-time berdasarkan verifikasi berkelanjutan (Schmitz & Leoni, 2. Penerapan Blockchain memungkinkan setiap transaksi keuangan publik dicatat secara otomatis dan tidak dapat diubah, sehingga berpotensi memperkuat integritas data akuntansi dan mengurangi risiko fraud dan korupsi (Azmi & Nugroho, 2. Arwin et al. melakukan kajian literasi blockchain pada bidang akuntansi, namun masih terbatas pada korporasi. Seiring meningkatnya perhatian terhadap potensi blockchain di sektor publik, muncul sejumlah penelitian yang mengkaji penerapan blockchain di sektor publik. Cheng et al. berpendapat bahwa blockchain dapat meningkatkan pengelolaan data pemerintah dan menyoroti perlunya standar, keamanan, dan model inkubasi kebijakan yang cermat. Muller et al. memetakan 165 studi kasus di Eropa dan menemukan bahwa nilai-nilai publik yang paling diinginkan adalah keamanan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Haq et al. menekankan bahwa keberhasilan adopsi blockchain di organisasi publik sangat ditentukan oleh kompetensi Lee et al. menawarkan kerangka kerja untuk mengevaluasi kegunaan layanan blockchain di sektor publik untuk menilai urgensi penerapan blockchain dalam suatu layanan. Brinkmann implementasi blockchain di Eropa masih sangat bergantung pada tata kelola dan regulasi blockchain yang jelas, sementara Bustamante et al. kesenjangan digital secara lebih realistis sebelum benar-benar dapat meningkatkan tata kelola sektor Sebagian besar penelitian berfokus pada studi kasus atau pendekatan konseptual, sementara tinjauan komprehensif mengenai tren publikasi, kelompok tematik, dan aktor ilmiah utama dalam bidang ini masih belum diteliti. Selain itu, belum banyak yang memetakan kuantitatif berbasis bibliometrik, sehingga diperlukan pendekatan analisis bibliometrik untuk mengisi kesenjangan ASP dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti tantangan dalam penerapan basis akrual. Penerapan akuntansi akrual menuntut sistem informasi akuntansi yang mendukung pencatatan transaksi dengan basis akrual. Implementasi sistem informasi keuangan terintegrasi berbasis akrual memudahkan pencatatan transaksi secara real-time, meminimalisir kesalahan entri, serta meningkatkan efisiensi pelaporan keuangan melalui integrasi data antarinstansi di platform digital (Direktorat Jenderal Perbendaharaan, 2. Selain itu terdapat tantangan berupa risiko pemalsuan data, keterlambatan laporan, dan minimnya kompatibilitas sistem, yang merusak mutu data keuangan publik serta kepercayaan masyarakat (Maulidina et al. Tiron-Tudor et al. , 2025. Liao et al. , 2. Walaupun pencatatan ke model real-time, terdesentralisasi, dan tak bisa diubah untuk meminimalkan penipuan serta korupsi, riset mayoritas masih konseptual atau berbasis studi kasus, tanpa analisis bibliometrik mendalam soal pola publikasi, klaster tema, dan pelaku penelitian kunci. Rumusan masalah dalam Desiana. Dwike. Richa. Fandi penelitian ini adalah: . bagaimana tren penelitian blockchain di akuntansi sektor publik pada periode jangka panjang . dan jangka menengah . Bagaimana dokumen dengan sitasi paling banyak dan mencerminkan dampak ilmiah riset blockchain di sektor publik. Apa arah pengembangan penelitian blockchain dalam akuntansi sektor publik berdasarkan all keyword cooccurrence. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik untuk memetakan perkembangan dan arah penelitian jangka panjang dan menengah implementasi blockchain pada ASP. Analisis bibliometrik bertujuan untuk mengidentifikasi secara kuantitatif tren, pola kolaborasi, dan kelompok topik dalam literatur blockchain sektor publik. Bolyvar & Scholl . menggunakan bibliometrik . eyword co-occurrenc. , pemetaan . eta konse. , dan kerangka analisis tentang hubungan topik, evolusi waktu, teori, dan tema utama. Michael . memetakan lanskap penelitian selama 15 tahun terakhir, termasuk tren jumlah publikasi tahunan, lonjakan seiring perubahan teknologi, dan pergeseran fokus dari masalah administratif ke perilaku kepatuhan dan teknologi digital. Penelitian ini memiliki tiga tujuan: pertama, untuk memetakan tren penelitian blockchain di sektor publik dalam dua jangka waktu, yakni jangka panjang dan jangka Kedua, untuk memeriksa sitasi dokumen untuk penelitian blockchain di sektor publik dalam jangka panjang dan jangka menengah. Ketiga, memperoleh arah pengembangan penelitian melalui kemunculan kata kunci penulis . ll keyword cooccurrenc. KAJIAN PUSTAKA Akuntansi Sektor Publik Akuntansi sektor publik (ASP) merupakan sistem akuntansi yang dipakai organisasi publik untuk melaporkan kinerja kepada masyarakat. ASP merujuk pada metode akuntansi beserta alat analisis yang diterapkan dalam pengaturan dana publik pada berbagai tingkatan lembaga negara, mulai dari pusat hingga daerah, mencakup pemerintahan daerah. BUMN, institusi pemerintah, industri publik, perusahaan. LSM, organisasi masyarakat sipil, serta proyek kemitraan publik-swasta (KPBU) (Belinda & Costari, 2. ASP bukan sekadar alat pencatatan transaksi keuangan, melainkan berfungsi sebagai sarana strategis untuk mendukung good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan (Bastian. ASP bertujuan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat, sehingga seluruh aktivitas yang dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik (Maulina et al. ASP berkontribusi krusial dalam mendorong keterbukaan dan akuntabilitas, dengan menyediakan informasi tentang operasional keuangan serta kondisi pemerintah daerah (Rosyidah et al. , 2. Blockchain Blockchain adalah sebuah teknologi untuk mencatat transaksi secara aman, tidak bergantung pada satu pihak pusat, dan dapat dilihat secara terbuka oleh semua pihak yang berwenang (Tanjung et al. , 2. Blockchain merupakan basis data terdesentralisasi . ecentralized databas. yang memanfaatkan node-node independen guna menyimpan serta mengakses data, semua transaksi akan dicatat dan dapat diakses secara transparan (LaFountain, 2. Perpaduan teknologi dalam blockchain, seperti jaringan peer-to-peer, smart contracts, dan mekanisme konsensus . onsensus mechanism. , memungkinkan pembentukan basis data inovatif yang semakin populer berkat kelebihannya, terutama pada aspek keamanan (Utomo, 2. Salah satu keuntungan utama blockchain adalah kemampuannya dalam mencegah manipulasi data (Wahyudi et al. , 2. Dalam konteks praktik akuntansi, penerapan blockchain diposisikan sebagai langkah kunci untuk merespon percepatan transformasi digital dan memenuhi kebutuhan pelaporan yang lebih presisi serta berlangsung secara real-time. Implementasi blockchain pada bidang akuntansi menjanjikan peluang luas untuk digunakan di beragam bidang, meliputi pencatatan transaksi, proses audit, pelaporan keuangan, pengelolaan perpajakan, sektor keuangan syariah, serta pendidikan akuntansi (Bullah & Abrori, 2. Blockchain berpotensi mengubah sistem akuntansi melalui peningkatan efisiensi, keamanan, serta transparansi pada pengolahan data keuangan (Yusran & Yusran. Blockchain pada Akuntansi Sektor Publik Blockchain transaksi yang bersifat immutable . idak dapat diuba. , sehingga setiap aktivitas keuangan instansi pemerintah dapat diverifikasi oleh auditor maupun publik secara luas (Prux et al. , 2. Integrasi blockchain pada sistem perpajakan, pelaporan anggaran, dan pengadaan pemerintah berpotensi menguatkan pengawasan, menghasilkan jejak audit permanen yang tak terhapuskan, serta akhirnya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam Desiana. Dwike. Richa. Fandi pengelolaan keuangan negara (Parapat et al. , 2025. Pratama et al. , 2. Dalam konteks pengadaan barang dan jasa pemerintah, penggunaan blockchain telah diuji coba untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi praktik korupsi, dan memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran publik (Pryangan et al. , 2. Hal ini sejalan dengan hasil temuan Kusumawati et al. bahwa blockchain berpotensi untuk meningkatkan meningkatkan efisiensi pengadaan barang melalui akses real-time yang pada akhirnya secara langsung membantu menekan risiko korupsi dan manipulasi Melalui teknologi blockchain, publik bisa mengakses data alokasi dana publik, sehingga memperbesar kepercayaan terhadap pemerintah dan menguatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan nasional (George & Al-Ansari, 2. Penerapan blockchain di sektor publik memiliki beberapa risiko dan keterbatasan antara lain ketidakpastian regulasi dan tata kelola karena belum matangnya kerangka regulasi, pembagian kewenangan dan mekanisme akuntabilitas. Implementasi blockchain di sektor public belum pernah netral secara politik maupun administrative karena keputusan tata kelola di sektor publik mencakup infrastruktur, mekanisme keputusan, akuntabilitas dan pengendalian (Tan et al. , 2. Tantangan privasi dan perlindungan data pribadi, yaitu kondisi pada saat transparansi blockchain dapat berbenturan dengan kebutuhan kerahasiaan instansi dan perlindungan data sensitif. Potensi ketegangan dengan prinsip perlindungan data dapat terjadi, salah satunya hak koreksi atau penghapusan data (Sedlmeir et al. , 2. Risiko keamanan siber dan kerentanan smart contract, setiap lapisan struktur blockchain memiliki risiko keamanan, termasuk kerentanan smart contract, kelemahan consensus, dan ancaman pada integrase sistem dan berpotensi memiliki dampak langsung pada pelayanan dan kepercayaan public (Mollajafari & Bechkoum, 2. Biaya implementasi blockchain yang cukup tinggi, kompleksitas penerapan blockchain, dan kesiapan organisasi. Penerapan blockchain di pemerintahan masih terbatas dan sering berhenti pada tahap eksperimen, antara lain karena biaya, risiko, dan ketidakjelasan nilai tambah disbanding basis data terpusat biasa (Clifton et al. Blockchain memerlukan perubahan budaya kerja, koordinasi antar-instansi dan unit kerja, serta kompetensi dan literasi digital yang memadai. Adopsi blockchain pada sektor public menghadapi kekhawatiran regulasi, insentif yang lemah, dan persepsi yang belum matang, sehingga peoses adopsi cenderung lambat dari yang diperkirakan (Benchis et al. , 2. Bibliometrik Bibliometrik adalah pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis literatur ilmiah melalui data publikasi, seperti artikel, penulis, jurnal, sitasi, dan kata kunci. Pendekatan ini bertujuan untuk mengukur produktivitas, dampak, dan pola perkembangan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang penelitian. Analisis bibliometrik memiliki beberapa tujuan utama, yaitu mengidentifikasi tren penelitian topik yang sedang berkembang atau mengukur produktivitas ilmiah mengenai jumlah publikasi per penulis, institusi, atau negara. mengukur dampak penelitian berdasarkan jumlah memetakan struktur pengetahuan, hubungan antar konsep, penulis, atau topik. aktor kuncienulis, institusi, atau negara dominan. menemukan gap penelitian dari area yang belum banyak diteliti. Beberapa konsep penting dalam bibliometrik adalah Threshold, yaitu batas minimum data dianalisis, seperti minimal kemunculan kata kunci, minimal dokumen, minimal sitasi, dan Co-occurrence, yaitu keunculan bersama dua istilah dalam satu dokumen. Coauthorship, antar-penulis. Thesaurus Cleaning, yaitu penyatuan istilah yang sama, serupa, atau sinonim agar analisis lebih Analisis bibliometrik dapat dilakukan dengan beberapa jenis analisis sesuai dengan kebutuhan, antara lain analisis Co-authorship. Co-occurrence. Citation. Co-citation. Bibliographic coupling. Analisis Co-authorship Analisis co-authorship merupakan salah satu pendekatan utama dalam bibliometrik yang digunakan untuk memetakan pola kolaborasi ilmiah berdasarkan hubungan kepenulisan dalam publikasi. Analisis ini tidak hanya menunjukkan siapa yang bekerja sama, tetapi juga mengungkap struktur jaringan, intensitas kolaborasi, serta distribusi pengetahuan dalam suatu bidang penelitian. Analisis ini terbagi menjadi tiga, yaitu tingkat penulis, instansi, dan Negara. Co-authorship pada Tingkat Penulis (Autho. , menunjukkan bagaimana pengetahuan dikonstruksi melalui interaksi antar peneliti dan bagaimana komunitas ilmiah terbentuk. Analisis ini melakukan beberapa fungsi: . mengidentifikasi penulis kunci . ey author. dengan jumlah publikasi tinggi, sitasi tinggi, atau link strength besar untuk dianggap sebagai aktor penting dalam bidang Desiana. Dwike. Richa. Fandi . menganalisis jaringan kolaborasi individu dengan menunjukkan siapa berkolaborasi dengan siapa dalam rangka mengungkap pola kolaborasi mengidentifikasi klaster atau kelompok riset yang menunjukkan adanya tim riset dan/atau komunitas akademik tertentu. mengukur intensitas kolaborasi . ink strengt. , dimana nemakin tinggi link strength menunjukkan bahwa penulis semakin sering dan . mendeteksi struktur jaringan Co-authorship pada Tingkat Institusi (Organizatio. , kapasitas kelembagaan dan jaringan organisasi Analisis ini melakukan beberapa fungsi: mengidentifikasi institusi dominan, yaitu universitas/lembaga yang paling aktif dan produktif. menganalisis jaringan kolaborasi kelembagaan, yaitu hubungan antar universitas/lembaga riset/instansi pemerintah. mengukur intensitas kerja sama antar institusi, apakah kolaborasi kuat atau mengidentifikasi pola kolaborasi intra-institusi . alam satu lembag. , inter-institusi nasional, atau kolaborasi internasional. menilai peran institusi dalam produksi pengetahuan, institusi tertentu bisa menjadi pusat riset atau hanya partisipan. Coauthorship pada Tingkat Negara (Countr. , menunjukkan tingkat integrasi global dalam produksi pengetahuan serta dinamika kekuatan ilmiah antar Analisis ini melakukan beberapa fungsi mengidentifikasi negara dominan dalam penelitian, berkaitan negara dengan publikasi tinggi, sitasi tinggi dan/atau konektivitas tinggi. menganalisis pola kolaborasi internasional. mengidentifikasi peran negara dalam jaringan. mengukur tingkat globalisasi menganalisis distribusi pengetahuan global, apakah terpusat di negara tertentu atau tersebar merata. Analisis Co-occurrence Analisis Co-occurrence adalah metode dalam bibliometrik yang digunakan untuk menganalisis kemunculan bersama . imultaneous occurrenc. dua atau lebih item dalam satu dokumen ilmiah. Jika dua kata kunci muncul dalam dokumen yang sama, maka dianggap memiliki hubungan. Melalui analisis ini, peneliti dapat memetakan struktur konseptual, mengidentifikasi tema utama, serta memahami arah perkembangan suatu bidang penelitian secara sistematis dan berbasis data. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi topik utama penelitian dari isu yang sering muncul. memetakan struktur konseptual. mengelompokkan penelitian ke dalam klaster mengidentifikasi tren penelitian yang sedang dan menemukan hubungan antar variabel atau konsep. Analisis Citation Analisis citation merupakan metode dalam bibliometrik yang digunakan untuk menganalisis jumlah sitasi . yang diterima oleh suatu dokumen, penulis, jurnal, atau institusi dalam literatur Melalui analisis ini, peneliti dapat mengidentifikasi kontribusi utama dalam suatu bidang, menilai visibilitas penelitian, serta pengetahuan secara lebih objektif. Analisis ini bertujuan untuk: . mengukur dampak ilmiah, semakin tinggi sitasi menunjukkan semakin besar dampak ilmiah. mengidentifikasi karya penting . ighly cited paper. yang menunjukkan artikel yang sering dijadikan referensi. menentukan penulis kunci . ey author. dengan kontribusi besar. menilai kualitas relatif penelitian berdasarkan pengakuan akademik. mengidentifikasi jurnal bereputasi dari jurnal dengan banyak sitasi. melihat perkembangan ilmu pengetahuan melalui pola sitasi dari waktu ke waktu. Analisis Co-citation Analisis co-citation adalah metode dalam bibliometrik yang digunakan untuk menganalisis dua atau lebih dokumen yang disitasi secara bersamaan oleh dokumen lain. Jika dua artikel sering dikutip bersama dalam artikel lain, maka keduanya dianggap memiliki keterkaitan intelektual. Melalui analisis ini, peneliti dapat memetakan struktur teori, menemukan literatur inti, serta memahami perkembangan dan arah penelitian dalam suatu bidang secara sistematis. Bibliographic coupling Bibliographic coupling merupakan metode dalam bibliometrik yang digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar dokumen berdasarkan kesamaan referensi yang digunakan. Analisis ini memungkinkan peneliti untuk memetakan struktur penelitian terkini, mengidentifikasi tren riset, serta memahami hubungan topik dalam literatur ilmiah secara sistematis. Jika dua artikel mengutip referensi yang sama, maka keduanya dianggap memiliki keterkaitan topik atau pendekatan Desiana. Dwike. Richa. Fandi METODOLOGI PENELITIAN Analisis bibliometrik digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk memetakan tren, pola, dan arah penelitian blockchain pada ASP. Analisis hanya berfokus pada pemetaan lanskap keilmuan menggunakan bibliometrik tanpa pembahasan hingga Systematic Literature Review (SLR) secara tuntas. Penelitian ini menggunakan artikel dari database Scopus, yang dianggap sebagai salah satu database terbesar untuk penelitian ilmu social (Is et al. , 2. Proses pengumpulan data menggunakan kata kunci blockchain, akuntansi dan sektor publik untuk memenuhi tujuan penelitian analisis bibliometrik berupa tren publikasi, sitasi dokumen, dan all keyword co-occurrence, termasuk analisis overlay dan density. Data yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan pada tahun 2017 hingga 2025 di jurnal ilmiah dan prosiding. Data yang berformat CSV kemudian diolah dengan bantuan alat berupa software VOSviewer. Prosedur Analisis Data Data berupa artikel ilmiah diperoleh dari database Scopus yang diunduh pada 10 Maret 2026. Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) digunakan dalam proses penyaringan data (Is et al. , 2. Penyortiran artikel dengan tahapan identifikasi, penyaringan . , kelayakan . , dan inklusi . (Sahid et al. , 2. Sumber: Data diolah . Gambar 1. Diagram Alir Pengumpulan Dokumen Tahapan awal berupa identifikasi dilakukan untuk memeroleh kumpulan artikel dari database Scopus dengan menggunakan menu pencarian Query pencarian yang digunakan, sebagai berikut: ( TITLE-ABS-KEY ( blockchain OR "blockchain" OR "block chain" ) AND TITLE-ABS-KEY ( "publik sector" OR government ) AND TITLE-ABSKEY ( accounting OR accountancy ) ). Tahap identifikasi berhasil mengumpulkan 118 artikel yang kemudian diseleksi pada tahap penyaringan sehingga menghasilkan 71 artikel. Pada tahap penyaringan, artikel-artikel yang bersifat duplikat. Desiana. Dwike. Richa. Fandi tidak ilmiah, atau tidak relevan akan dihilangkan, sehingga jumlah data yang tersisa berkurang secara signifikan (Michael, 2. kriteria inklusi adalah artikel yang terbit tahun 2017-2025, sumber publikasi berupa artikel dalam jurnal ilmiah dan prosiding, artikel ilmiah berbahasa inggris, dan artikel yang dipublikasi pada tahap final. Tidak terdapat artikel yang terduplikasi, sehingga 47 artikel yang dikeluarkan merupakan artikel yang tidak bersifat ilmiah atau tidak terkait dengan topik akuntansi dan/atau sektor publik. Tahap kelayakan kemudian dilakukan dengan meninjau abstrak dan full-text, serta memeriksa ketersediaan metadata penting, seperti tahun, afiliasi, dan sumber publikasi untuk menjamin kualitas data. Tahap terakhir, tahap inclusion, menghasilkan sejumlah artikel yang memenuhi seluruh kriteria inclusion dan siap untuk analisis bibliometrik lebih lanjut (El-Agamy et al. Tahap kelayakan menyisakan 58 artikel yang dapat dilanjutkan pada tahap inclusion. Query pencarian akhir yang digunakan, sebagai berikut: ( TITLE-ABS-KEY blockchain OR "blockchain" OR "block chainAy ) AND TITLE-ABS-KEY ( public sector" OR government ) AND TITLR-ABSKEY ( accounting OR accountancy ) ) AND PUBYEAR > 2016 AND PUBYEAR < 2026 AND ( LIMIT-TO ( DOCTYPE . AuarAy ) OR LIMIT-TO ( DOCTYPR . AucpAy ) ) AND ( LIMIT_TO ( SRCTYPE . AujAy ) OR LIMIT-TO ( SRCTYPE . AupAy ) ) AND ( LIMITTO ( PUBSTAGE . AufinalAy ) ) AND ( LIMIT-TO ( LANGUAGE . AuEnglishAy ) ) AND ( LIMIT-TO ( EXACKEYWORD . AuBlockchainAy ) OR LIMIT-TO ( EXACTKEYWORD . AuBlock-chainAy ) OR LIMIT-TO ( EXACTKEYWORD . AuBlock ChainAy ) OR LIMIT-TO ( EXACTKEYWORD . AuBlockchain TechnologyAy ) OR LIMIT-TO ( EXACTKEYWORD . AuAccountingAy ) OR LIMIT-TO ( EXACTKEYWORD . AuPublic SectorAy ) OR LIMIT-TO ( EXACTKEYWORD . AuGovernment AccountingAy ) ). Selanjutnya, dilakukan analisis bibliometrik untuk menjawab ketiga rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu tren penelitian. dokumen yang memiliki sitasi, arah pengembangan topik penelitian. Tren penelitian blockchain di akuntansi sektor publik pada periode jangka panjang . dan jangka menengah . dilakukan dengan statistik deskriptif yang menampilan grafik tren penelitian blockchain pada akuntansi sektor publik jangka menengah maupun jangka panjang, serta tabel yang menunjukkan jumlah publikasi berdasarkan bidang ilmu, sorce title, dan negara. Dokumen yang memiliki sitasi paling banyak dan mencerminkan dampak ilmiah riset blockchain di sektor publik dilakukan dengan statistik deskriptif yang menampilkan tabel dokumen dengan sitasi terbanyak, serta analisis co-authorship penulis . , institusi . dan negara . disertai peta visualisasi dan link streght menggunakan VOSviewer untuk menunjukkan pola kolaborasi penulis. Parameter VOSviewer yang digunakan untuk analisis co-authorship, yaitu Coauthorship author dengan metode full counting, tanpa thesaurus cleaning, minimal 2 dokumen tiap penulis, minimal 5 sitasi tiap penulis, sehingga terdapat 7 penulis dari 168 penulis. Tidak terdapat perbedaan data pada analisis jangka menengah maupun jangka panjang. Co-authorship organization dengan metode full counting, tanpa thesaurus cleaning, minimal 1 dokumen tiap institusi dan minimal 10 sitasi tiap institusi. Institusi yang dilibatkan hanya yang termasuk dalam kumpulan item yang saling terhubung terbesar, sehingga hanya dimunculkan 6 institusi dari 122 institusi. Tidak terdapat perbedaan data pada analisis jangka menengah maupun jangka panjang. Co-authorship country dengan metode full counting, tanpa thesaurus cleaning, minimal 2 dokumen tiap negara, minimal 10 sitasi tiap negara, dan minimal 1 link strength, sehingga hanya dimunculkan 7 negara dari 28 negara. Arah pengembangan topik penelitian blockchain dalam akuntansi sektor publik co-occurrence menggunakan VOSviewer disertai peta visualisasi dan link strength tiap kata kunci. Peta visualisasi yang ditampilkan berupa peta all keyword cooccurrence untuk menganalisis fokus penelitian yang relatif spesifik namun masih tumpang tindih dengan yang lain, all keyword co-occurrence overlay yang mencerminkan rata-rata tahun kemunculan kata kunci, dan all keyword co-occurrence density menunjukkan kata kunci yang paling sering muncul dan paling terhubung dengan topik blockchain dan ASP. Parameter VOSviewer yang digunakan untuk analisis all keyword co-occurrence, yaitu metode full counting, minimal 2 kemunculan . tiap kata kunci . , dan minimal 1 link strength. Dilakukan cleaning/synonym merging karena terdapat beberapa kata kunci yang tidak relevan dan terduplikasi karena istilah sinonim, sehingga hanya dimunculkan 19 kata kunci dari 429 kata kunci pada analisis jangka panjang dan 15 kata kunci dari 356 kata kunci pada analisis jangka menengah. Desiana. Dwike. Richa. Fandi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian menyajikan analisis bibliometrik berbasis periode yang dibagi menjadi dua periode, yaitu analisis jangka panjang . 7Ae 2. dan analisis jangka menengah . 1Ae2. Berfokus pada hasil analisis all keyword cooccurrence pada blockchain, akuntansi dan sektor Analisis Bibliometrik Jangka Panjang . Analisis menggunakan data selama 9 tahun yaitu untuk artikel yang diterbitkan pada tahun 2017 hingga Sebanyak 58 artikel diterbitkan selama 9 tahun dengan publikasi terbanyak pada tahun 2025 . , terbanyak kedua pada tahun 2024 . dan ketiga pada tahun 2023 . Tabel 1 menyajikan jumlah artikel yang diterbitkan setiap tahunnya dari tahun 2017 hingga 2025. Tabel 1. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Panjang Berdasarkan Tahun Tahun Dokumen Tahun Dokumen Sumber: Data diolah . Gambar 2 menunjukkan tren publikasi penelitian dengan topik blockchain dan ASP dalam jangka Panjang, yaitu pada tahun 2017-2025. Tren menunjukkan peningkatan jumlah publikasi dari tahun ke tahun selama 9 tahun dengan jumlah publikasi terbanyak pada tahun 2025 sejumlah 14 dokumen terpublikasi. Sumber: Data diolah . Gambar 2. Tren Penelitian Blockchain di Sektor Publik dalam Jangka Panjang Sebagian besar artikel yang dimuat di database Scopus dari tahun 2017 hingga 2025 masuk dalam bidang ilmu komputer . bisnis, manajemen, dan akuntansi . Tabel 2 menyajikan artikel yang diterbitkan pada bidang ilmu dengan minimal 10 artikel per bidang ilmu. Data ini memungkinkan setiap artikel dimasukkan ke lebih dari satu bidang ilmu karena penelitian multidisiplin. Tabel 2. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Panjang Berdasarkan Bidang Ilmu Bidang ilmu Dokumen Bidang ilmu Dokumen Ilmu Komputer Ilmu Sosial Bisnis. Manajemen, dan Akuntansi Ekonomi. Ekonometrika, dan Keuangan Teknik Matematika Ilmu Keputusan Sumber: Data diolah . Desiana. Dwike. Richa. Fandi Tabel 3 yang menunjukkan jumlah artikel yang diterbitkan minimal 2 artikel dalam satu judul Artikel terbanyak yang diterbitkan masingmasing 3 artikel pada Journal of Financial Reporting and Accounting, dan Sustainability Switzerland. Terdapat 2 sumber jurnal yang menerbitkan masingmasing 2 artikel selama 2017-2025, yaitu Eastern European Journal of Enterprise Technologies dan Jurnal Systems. Tabel 3. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Panjang Berdasarkan Sumber Publikasi Sumber publikasi Dokumen Journal of Financial Reporting and Accounting Sustainability Switzerland Eastern European Journal of Enterprise Technologies Systems Sumber: Data diolah . Jumlah artikel yang diterbitkan per negara disajikan pada tabel 4, dengan minimal publikasi 3 artikel per negara. Artikel terbanyak diterbitkan di Cina . India . dan Uni Emirat Arab . Selanjutnya, setiap artikel berafiliasi dengan lembaga tertentu, dimana terdapat 10 lembaga yang berafiliasi dengan artikel publikasi dengan masing-masing lembaga berafiliasi dengan 2 artikel di database ini. Afiliasi tersebut adalah Universiti Kebangsaan Malaysia. Sichuan University. Hassan II University of Casablanca. University of Portsmouth. Kyiv National Economic University. Wuhan Donghu University. University of Economics Ho Chi Minh City, dan The National Academy of Statistics. Accounting and Audit. Tabel 4. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Panjang Menurut Negara Negara Dokumen Negara Dokumen Cina Malaysia India Australia Uni Emirat Arab (UEA) Amerika Serikat Ukraina Vietnam United Kingdom (UK) Sumber: Data diolah . Tabel 5 menyajikan penulis untuk setiap artikel yang diterbitkan dan jumlah kutipan untuk setiap artikel. Informasi yang disajikan berupa 10 artikel dengan jumlah sitasi terbanyak berdasarkan penulis dan sumber. Artikel yang diterbitkan pada Journal of Information Systems oleh Dai & Vasarhelyi . memeroleh sitasi terbanyak, yaitu 638 sitasi. Selanjutnya, artikel yang diterbitkan pada Scientific Reports oleh Hong & Xiao . disitasi sebanyak 103 dan yang ditulis oleh Li . diterbitkan pada Proceedings 2018 Ie International Conference on Smart Internet of Things Smartiot 2018 disitasi sebanyak 89 sitasi. Sitasi terbanyak menunjukkan bahwa banyak dari peneliti baru yang tertarik untuk mengembangkan hasil penelitian Dai & Vasarhelyi . mengenai kemungkinan blockchain mampu mendukung ekosistem akuntansi yang real-time, terverifikasi, dan transparan. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Tabel 5. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Panjang Menurut Sitasi Penulis Tahun Sumber publikasi Dai. Vasarhelyi. 2017 Journal of Information Systems Hong. Xiao. 2024 Scientific Reports Li. 2018 Proceedings 2018 Ie International Conference on Smart Internet of Things Smartiot 2018 Abu Afifa. Vo Van. Le Hoang Van. Faccia. Al Naqbi. Lootah. Alkhwaldi. Alidarous. Alharasis. Sygaard. Abdennadher. Grassa. Abdulla, . Alfalasi. Anwar. Shukla. Rao. Sharma. Sharma. Pandey. Gilmour. Journal of Financial Reporting and Accounting ACM International Conference Proceeding Series Journal of Organizational Change Management International Journal of Accounting Information Systems Journal of Financial Reporting and Accounting 2019 Information Technology Trends Emerging Technologies Blockchain and IoT Journal of Financial Reporting and Accounting Sitasi Sumber: Data diolah . Pola kolaborasi dapat dilihat dari analisis co-authorship pada tingkat penulis . , institusi . dan negara . Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi jaringan kolaborasi ilmiah serta intensitas hubungan antar aktor dalam Selanjutnya, hasil analisis tersebut disajikan dalam bentuk visualisasi dan tabel untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur kolaborasi yang terbentuk. Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 3. Peta Co-Authorship pada Tingkat Penulis (Autho. Gambar 3 merupakan visualisasi coauthorship pada tingkat penulis . yang menunjukkan pola kolaborasi individu dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Jaringan kolaborasi Desiana. Dwike. Richa. Fandi penulis masih terfragmentasi dan belum membentuk jaringan besar yang terintegrasi, beberapa klaster kecil yang terpisah satu sama lain dan hubungan kolaborasi hanya terjadi dalam kelompok terbatas Tabel 6. Klaster Berdasarkan Analisis Co-Authorship pada Tingkat Penulis (Jangka Panjang dan Menenga. Klaster Penulis Dokumen Sitasi Link Stregth Merah . Fikri. Noussair Moussaid. Khalid Rida. Mohamed Hijau . Gilmour. Paul Pandey. Durgesh Biru . Huy. Pham Quang Phuc. Vu Kien Sumber: Data diolah . Tabel 6 merupakan gambaran dari hasil visualisasi menunjukkan tiga klaster utama dengan penjelasan klaster merah terdiri atas 3 penulis dengan 17 sitasi dan 4 link strength merupakan klaster yang memiliki intensitas kolaborasi paling Nilai link strength paling tinggi menunjukkan hubungan kolaborasi yang sangat erat antar penulis dan paling erat dari klaster lainnya, serta berpotensi sebagai kelompok riset inti. Klaster hijau terdiri atas 2 penulis dengan 34 sitasi dan 2 link strength merupakan klaster dengan dampak ilmiah tertinggi dilihat dari sitasi terbesar. Namun demikian, kolaborasi relatif terbatas hanya dua penulis dengan link strength yang rendah dibandingkan dengan klaster lainnya. Klaster biru terdiri atas 2 penulis dengan 9 sitasi dan 2 link strength merupakan klaster dengan kolaborasi masih terbatas dan berdampak Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 4. Peta Co-Authorship pada Tingkat Institusi (Organizatio. Gambar 4 merupakan visualisasi coauthorship pada tingkat institusi . yang menunjukkan pola kolaborasi antar lembaga akademik dan riset dalam menghasilkan publikasi Seluruh institusi berasal dari Cina dengan jumlah sitasi sama, yaitu 17 sitasi dan 5 link strength. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 5. Peta Co-Authorship pada Tingkat Negara (Jangka Panjan. Gambar 5 merupakan visualisasi coauthorship pada tingkat negara yang menunjukkan pola kolaborasi antar lembaga akademik dan riset dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Kolaborasi internasional telah terbentuk, tetapi masih memiliki struktur linier dan tidak terintegrasi secara Tabel 7. Klaster Berdasarkan Analisis Co-Authorship pada Tingkat Negara Klaster Country Dokumen Sitasi Link Stregth Merah . India United Kingdom (UK) Uni Emirat Arab (UEA) Hijau . Yordania Arab Saudi Vietnam Biru . Australia Sumber: Data diolah . Tabel 7 menunjukkan bahwa terdapat 3 klaster kolaborasi negara dalam topik penelitian ini. Klaster merah yang melibatkan India. UK, dan UEA menunjukkan peran sebagai pusat kolaborasi global, dengan UK dan India memiliki link strength tertinggi . , serta UEA memiliki dampak sitasi terbesar . Di sisi lain. Australia berperan sebagai bridge country yang menghubungkan klaster utama dengan negara lain seperti Arab Saudi. Yordania, dan Vietnam. Namun, negara-negara seperti Vietnam dan Yordania menunjukkan konektivitas rendah . ink strength masing-masing 1 dan . meskipun memiliki sitasi yang relatif tinggi . asing-masing 96 dan . Peta all keyword co-occurrence menunjukkan bahwa istilah blockchain menempati node terbesar dan diposisikan secara terpusat dalam jaringan, menandakan perannya sebagai tema utama di antara publikasi yang dianalisis. Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 6. Peta All Keyword Co-Occurrence (Jangka Panjan. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Berdasarkan visualisasi VOSviewer (Gambar . , beberapa Klaster berwarna dapat diamati, masing-masing mewakili sub tema berbeda yang saling berhubungan di sekitar kata kunci blockchain sebagai node pusat jaringan. Setiap warna Klaster menggambarkan fokus penelitian yang relatif spesifik namun masih tumpang tindih dengan yang lain. Table 8 menunjukkan keyword yang muncul pada tiap klaster yang mencakupi items occurrence dan jumlah link strength tiap itemnya. Table 8. Klaster Berdasarkan Analisis All Keyword Co-Occurrence (Jangka Panjan. Klaster Kata Kunci . tems occurrence, link strengt. Merah . Big data . Commerce . Smart contract . Transparency . Internet of thigs . Hijau . Blockchain . Accounting information system . Bitcoin . Local government . Biru . Finance . Fintech . Money laundering . Cryptography . Kuning . Accounting . Public sector . Auditing . Ungu . Artificial Intelligence . Cloud technologies . Government accounting . Sumber: Data diolah . Klaster 1, merah, mengelompokkan istilah-istilah seperti big data, commerce, smart contract, transparansi dan internet of things (IoT), yang menunjukkan fokus pada pemanfaatan teknologi digital canggih dalam konteks transparansi dan big data dalam aktivitas jual beli. Klaster 2, hijau, mengelompokkan blockchain dengan sistem informasi akuntansi, bitcoin, dan pemerintah lokal, menunjukkan awal implementasi blockchain dalam transaksi bitcoin dan berkembang dalam praktik teknologi informasi akuntansi dalam tata kelola sektor publik di tingkat lokal. Klaster 3 berwarna biru menampilkan kata kunci keuangan, fintech, money menggambarkan perhatian peneliti terhadap penggunaan blockchain dalam kaitannya dengan fintech dan pencegahan money laundering. Klaster 4, berwarna kuning, berisi akuntansi, sektor publik dan audit, menunjukkan minat untuk menguji audit terhadap implementasi blockchain dalam tata kelola sektor publik di tingkat negara. Klaster 5, berwarna ungu, berisi artificial intelligence (AI), cloud technologies, dan akuntansi pemerintahan menunjukkan fokus pada pemanfaatan teknologi AI dan cloud dalam konteks akuntansi dan organisasi. Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 7. Peta All Keyword Co-Occurrence Overlay (Jangka Panjan. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Visualisasi overlay VOSviewer (Gambar . pada peta kejadian bersama ini menggambarkan hubungan antara kata kunci yang terkait dengan blockchain dan ASP, dengan warna simpul yang mencerminkan rata-rata tahun kemunculan kata Skala ungu-biru-hijau-kuning di bagian bawah gambar mewakili rentang waktu dari 2017 hingga 2025, di mana ungu dan biru menunjukkan topiktopik paling awal . 7-2019, seperti money laundering, fintech, keuangan, commerce, smart contract dan cryptograph. , hijau menunjukkan topik-topik pertengahan periode . 0-2022, termasuk big data. IoT, transparansi, sistem informasi akuntansi dan blockchai. , dan kuning menandakan topik-topik terkini . 3-2025, termasuk akuntansi, akuntansi pemerintahan, audit, bitcoin, pemerintah lokal, sektor publik. AI, dan cloud Garis waktu di bawah gambar mengonfirmasi tren peningkatan dari tahun 2017 Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 8. Peta All Keyword Co-Occurrence Density (Jangka Panjan. Peta density VOSviewer (Gambar . menunjukkan bahwa blockchain di area kuning menunjukkan kata kunci yang paling sering muncul dan paling terhubung dengan akuntansi, keuangan, sektor publik, sistem informasi akuntansi dan AI di area hijau, sedangkan kata kunci lain di area biru . ransparansi, pemerintah lokal, audit, dl. menunjukkan topik yang jarang dibahas. Analisis Bibliometrik Jangka Menengah . Analisis bibliometrik jangka menengah menggunakan data selama 5 tahun yaitu untuk artikel yang terbit pada tahun 2021 hingga tahun Gambar 9 menunjukkan tren publikasi penelitian dengan topik blockchain dan ASP dalam jangka menengah, yaitu pada tahun 2021-2025. Tren menunjukkan peningkatan jumlah publikasi dari tahun ke tahun selama 5 tahun dengan jumlah publikasi terbanyak pada tahun 2025 sejumlah 14 dokumen terpublikasi. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Sumber: Data diolah . Gambar 9. Tren Penelitian Blockchain di Sektor Publik dalam Jangka Menengah Sebagian besar artikel yang dimuat di database Scopus pada tahun 2021 hingga 2025 masuk dalam bidang ilmu komputer . bisnis, manajemen dan akuntansi . Tabel 9 menyajikan artikel yang diterbitkan pada mata pelajaran dengan minimal 10 artikel per bidang ilmu. Data ini memungkinkan setiap artikel dimasukkan ke lebih dari satu bidang ilmu karena penelitian multidisiplin. Table 9. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Menengah Berdasarkan Bidang Ilmu Bidang ilmu Dokumen Bidang ilmu Dokumen Ilmu Komputer Ilmu Keputusan Bisnis. Manajemen, dan Akuntansi Matematika Teknik Ilmu Sosial Ekonomi. Ekonometrika, dan Keuangan Sumber: Data diolah . Tabel 10 menunjukkan jumlah artikel yang diterbitkan minimal 2 artikel dalam satu judul sumber. Artikel terbanyak yang diterbitkan pada Journal of Financial Reporting and Accounting dan Sustainability Switzerland sejumlah 3 artikel, sedangkan Eastern European Journal of Enterprise Technologies dan jurnal Systems menerbitkan masing-masing 2 artikel selama 5 tahun. Table 10. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Menengah Berdasarkan Sumber Publikasi Sumber Publikasi Dokumen Journal of Financial Reporting and Accounting Sustainability Switzerland Eastern European Journal of Enterprise Technologies Systems Sumber: Data diolah . Jumlah artikel yang diterbitkan per negara disajikan pada tabel 11, dengan minimal publikasi 3 artikel per negara. Artikel terbanyak diterbitkan di Cina . Ukraina . dan India . Selanjutnya setiap artikel berafiliasi dengan lembaga tertentu, dimana terdapat 10 lembaga yang berafiliasi dengan artikel publikasi dengan masingmasing lembaga berafiliasi dengan 2 artikel di database ini. Afiliasi tersebut adalah Universiti Kebangsaan Malaysia. Sichuan University. Hassan II University of Casablanca. University of Portsmouth. Kyiv National Economic University. Wuhan Donghu University. University of Economics Ho Chi Minh City, and The National Academy of Statistics. Accounting and Audit. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Tabel 11. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Menengah Menurut Negara Negara Dokumen Negara Dokumen Cina United Kingdom Ukraina Australia India Vietnam Malaysia United Arab Emirates Sumber: Data diolah . Tabel 12 menyajikan penulis untuk setiap artikel yang diterbitkan dan jumlah kutipan untuk setiap artikel. Informasi yang disajikan berupa 10 artikel dengan jumlah sitasi terbanyak berdasarkan penulis dan sumber. Artikel yang diterbitkan pada Scientific Reports oleh Hong & Xiao . Sitasi terbanyak menunjukkan bahwa banyak dari peneliti baru yang tertarik untuk mengembangkan hasil penelitian Hong & Xiao . mengenai peran blockchain dan artificial intelligent (AI) dalam rantai pasokan dan mitigasi risiko. Tabel 12. Dokumen Analisis Bibliometrik Jangka Menengah Dengan Sitasi Penulis Tahun Sumber Publikasi Hong. Xiao. Scientific Reports Abu Afifa. Vo Van. Le Hoang Journal of Financial Reporting and Van. Accounting Alkhwaldi. Alidarous. Journal of Organizational Change Alharasis. Management Sygaard. International Journal of Accounting Information Systems Abdennadher. Grassa. Abdulla. Journal of Financial Reporting and Alfalasi. Accounting Pandey. Gilmour. Journal of Financial Reporting and Accounting Qasim. El Refae. Eletter. Journal of Emerging Technologies in Accounting Soloviev. Proceedings of 2018 11th International Conference Quot Management of Large Scale System Development Madkhali. Sithole. Sustainability Switzerland Rien Agustin. Susilowati. International Journal of Scientific and Technology Research Sitasi Sumber: Data diolah . Pola kolaborasi dapat dilihat dari analisis co-authorship pada tingkat penulis . , institusi . dan negara . Analisis coauthorship pada tingkat penulis . , institusi . jangka menengah tidak memiliki perbedaan hasil dengan analisis jangka panjang. Sedangkan analisis co-authorship pada tingkat negara . , sebagai berikut: Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 10. Peta Co-Authorship pada Tingkat Negara (Jangka Menenga. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Gambar 10 merupakan visualisasi coauthorship pada tingkat negara yang menunjukkan pola kolaborasi antar lembaga akademik dan riset dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Kolaborasi internasional telah terbentuk, tetapi masih memiliki struktur linier dan tidak terintegrasi secara Tabel 13. Klaster Berdasarkan Analisis Co-Authorship pada Tingkat Negara Klaster Negara Dokumen Sitasi Link Stregth Merah . India United Kingdom (UK) Australia Hijau . Yordania Arab Saudi Vietnam Sumber: Data diolah . Tabel 13 menunjukkan bahwa terdapat 2 klaster kolaborasi negara dalam topik penelitian ini. Klaster merah yang melibatkan India. UK, dan Australia menunjukkan peran sebagai pusat kolaborasi global, dengan link strength moderat . , namun memiliki dampak sitasi rendah. Klister merah terhubung dengan klister hijau, yaitu Arab Saudi. Yordania, dan Vietnam. Yordania menunjukkan konektivitas lebih rendah dari negara pada kluster merah . ink strength . , namun memiliki dampak terbesar dengan sitasi tertinggi . Sedangkan Vietnam memiliki link strength sangat rendah . meskipun memiliki sitasi yang relatif tinggi . Peta all keyword co-occurrence menunjukkan bahwa sebagian besar kata kunci lainnya, seperti sistem informasi akuntansi, keuangan, pemerintah lokal, dan bitcoin, secara langsung terkait dengan blockchain, sehingga menjadikannya sebagai poros inti riset ilmiah dan pengembangan tematik pada topik ini. Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 11. Peta All Keyword Co-Occurrence (Jangka Menenga. Dari visualisasi VOSviewer (Gambar . , terdapat lima Klaster yang masing-masing warna Klaster menggambarkan fokus penelitian yang relatif spesifik namun tetap tumpang tindih dengan yang Table 14 menunjukkan keyword yang muncul pada tiap klaster yang mencakupi items occurrence dan jumlah link strength tiap kata kunci. Desiana. Dwike. Richa. Fandi Table 14. Klaster Berdasarkan Analisis All Keyword Co-Occurrence Klaster Kata Kunci . tems occurrence, link strengt. Merah . Blockchain . Accounting information system . Finance . Bitcoin . Local government . Hijau . Artificial intelligence . Cloud technologies . Big data . Government accounting . Biru . Accounting . Publik sector . Auditing . Kuning . Commerce . Transparency . Smart contract . Sumber: Data diolah . Klaster 1, warna merah, berpusat pada kata kunci blockchain, yang menunjukkan hubungan kuat dengan blockchain, sistem infomasi akuntansi, keuangan, bitcoin, dan pemerintah lokal. Klaster 2, klaster hijau, menekankan AI, yang saling berhubungan dengan big data, cloud technologies, dan akuntansi pemerintahan. Klaster 3. Klaster biru, berkisar pada akuntansi, yang terkait dengan sektor publik dan audit. Klaster 4. Klaster kuning, mencakup kata kunci commerce, transparansi, dan smart Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 12. Peta All Keyword Co-Occurrence Overlay (Jangka Menenga. Visualisasi VOSviewer (Gambar . pada peta kejadian bersama ini, dengan warna simpul yang mencerminkan rata-rata tahun kemunculan kata kunci. Skala ungu-biru-hijaukuning di bagian bawah gambar mewakili rentang waktu dari tahun 2021 hingga 2025, dengan warna ungu dan biru menunjukkan topik-topik paling awal . 1, seperti keuangan, bitcoin, big data, commerce, transparansi dan smart contrac. , hijau menunjukkan topik-topik pertengahan periode . 2-2023, termasuk akuntansi pemerintahan, blockchain, sektor publik, audit, dan sistem informasi akuntans. , dan kuning menandakan topik-topik terkini . 4-2025, termasuk cloud technologies. AI, dan pemerintah loka. Garis waktu di bawah ini mengonfirmasi tren peningkatan dari tahun 2021 Desiana. Dwike. Richa. Fandi Sumber: Data diolah menggunakan VOSviewer . Gambar 13. Peta All Keyword Co-Occurrence Density (Jangka Menenga. Peta density VOSviewer (Gambar . menunjukkan bahwa penelitian bertema blockchain di bidang akuntansi masih fokus pada isu tata kelola keuangan publik dan mulai beralih ke integrasi teknologi digital. Blockchain di area kuning menunjukkan kata kunci yang paling sering muncul dan paling terhubung dengan akuntansi. AI, dan sektor publik di area hijau, sedangkan kata kunci lain di area biru . udit, transparansi, pemerintah lokal, big data, dan lain-lai. menunjukkan topik yang jarang Pembahasan Tren penelitian blockchain di sektor publik dalam jangka panjang dan menengah Analisis bibliometrik jangka panjang . 7Ae2. menunjukkan tren peningkatan jumlah publikasi yang konsisten dari tahun ke tahun. Dalam analisis jangka menengah . 1Ae2. , tren ini lebih nyata, dengan 49 artikel diterbitkan hanya dalam lima tahun, dengan tiga tahun terakhir secara konsisten mencatat lebih dari sepuluh publikasi per tahun . , 12, dan 9 artike. Secara sementara, periode 2017Ae2020 menandai fase awal topik blockchain, dengan volume publikasi yang relatif rendah . Ae4 artikel per tahu. , sedangkan periode 2021Ae2025 menandai fase pematangan, dengan semakin banyak penelitian dan diversifikasi topik. Dominasi tahun 2023, 2024, dan khususnya tahun 2025 sebagai tahun dengan jumlah publikasi terbanyak menunjukkan bahwa penelitian mengenai topik ini tidak hanya berkembang tetapi juga berpotensi terus meningkat di tahun-tahun Secara umum, tren publikasi memperlihatkan pola peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya peningkatan perhatian akademik terhadap pemanfaatan teknologi blockchain dalam konteks administrasi publik. Analisis jangka panjang dan menengah secara konsisten menunjukkan bahwa ilmu komputer merupakan domain dominan, dengan masingmasing 32 dan 25 artikel. Dominasi ini menegaskan bahwa pendekatan teknologi dan sistem informasi memegang peranan sentral dalam pengembangan penelitian dengan tema ini. bisnis, manajemen, dan akuntansi, serta bidang teknik berada di urutan berikutnya, menunjukkan bahwa isu-isu yang diteliti tidak hanya bersifat teknis, namun juga sangat terkait dengan implikasi teknologi terhadap aspek manajerial, bisnis dan praktik akuntansi. Perluasan fokus penelitian dari aspek teknis menuju implikasi manajerial, tata kelola, dan penerapan praktis dalam organisasi publik. Selain itu, keberadaan bidang ilmu keputusan, ilmu sosial, serta ekonomi, ekonometrika, dan keuangan masing-masing dengan jumlah artikel yang cukup besar memperkuat argumentasi bahwa blockchain tidak hanya dipandang sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pengambilan keputusan, kebijakan publik, serta pengelolaan ekonomi digital. Keterlibatan bidang ilmu lain menunjukkan karakter multidisipliner yang artinya bahwa penelitian blockchain di sektor publik berkembang secara integratif, melibatkan berbagai perspektif keilmuan untuk menjawab kompleksitas tantangan implementasi teknologi Hal ini sejalan dengan kebutuhan sektor publik yang tidak hanya menuntut kecanggihan Desiana. Dwike. Richa. Fandi teknologi, tetapi juga kesesuaian dengan regulasi, tata kelola, serta dampak sosial-ekonomi yang Distribusi publikasi penelitian blockchain di sektor publik berdasarkan sumber publikasi . ource titl. , baik jangka panjang maupun jangka menengah, menunjukkan bahwa tidak terdapat dominasi yang sangat kuat dari satu jurnal tertentu, melainkan penyebaran publikasi yang relatif merata pada beberapa sumber jurnal. Hal ini mengindikasikan bahwa topik blockchain di sektor publik masih berada pada fase perkembangan yang dinamis dan belum terpusat pada satu atau dua jurnal inti. Journal of Financial Reporting and Accounting serta Sustainability (Switzerlan. tercatat sebagai sumber dengan jumlah publikasi terbanyak, masing-masing sebanyak 3 artikel. Temuan ini menunjukkan bahwa kajian blockchain dalam sektor publik banyak dikaitkan dengan isu pelaporan keuangan, transparansi, akuntabilitas, serta Dengan demikian, kedua jurnal tersebut dapat dipandang sebagai wadah utama menghubungkan teknologi blockchain dengan praktik tata kelola dan pelaporan di sektor publik. Pola distribusi publikasi yang tersebar ini mengindikasikan bahwa penelitian blockchain di sektor publik bersifat multidisipliner dan menarik perhatian dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari akuntansi dan keberlanjutan hingga teknologi dan rekayasa sistem (Tabel 3 dan Tabel . Selain itu, belum adanya konsentrasi publikasi pada jurnal tertentu juga menunjukkan peluang yang masih terbuka luas bagi peneliti untuk mempublikasikan kajian serupa pada berbagai jurnal bereputasi di masa mendatang. Sitasi dokumen penelitian blockchain di sektor publik dalam jangka panjang dan jangka Analisis bibliometrik berbasis sitasi menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengaruh ilmiah di antara publikasi dalam bidang blockchain dan akuntansi. Dalam perspektif jangka panjang, studi oleh Dai & Vasarhelyi . menempati posisi paling dominan dengan jumlah sitasi tertinggi . , yang mengindikasikan bahwa penelitian tersebut berperan sebagai penelitian dasar yang menjadi landasan awal bagi perkembangan suatu bidang ilmu atau topik penelitian . oundational stud. dalam bidang ini. Tingginya jumlah sitasi mencerminkan kontribusi awal yang signifikan dalam membentuk arah perkembangan penelitian terkait blockchain dalam akuntansi. Pada periode jangka menengah, publikasi oleh Hong & Xiao . menunjukkan peningkatan pengaruh yang cukup kuat dengan 103 sitasi, sekaligus menempati posisi kedua dalam jangka panjang. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus penelitian menuju integrasi teknologi blockchain dengan teknologi lain seperti artificial intelligence (AI), yang mencerminkan perkembangan isu penelitian yang lebih mutakhir. Studi oleh Li . dengan 89 sitasi juga menunjukkan kontribusi penting dalam memperluas cakupan penelitian blockchain ke dalam konteks teknologi terintegrasi seperti big data dan Internet of Things (IoT). Temuan ini sejalan dengan hasil analisis co-occurrence yang menunjukkan terbentuknya beberapa klaster tematik, di mana topik blockchain tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berkembang dalam ekosistem teknologi digital yang lebih luas. Selain itu, terdapat sejumlah publikasi dengan jumlah sitasi tinggi pada periode jangka menengah, seperti Afifa et al. , . dan Alkhwaldi et al. , . , yang masing-masing memperoleh 87 dan 49 sitasi. Tingginya sitasi pada periode yang relatif baru menunjukkan bahwa penelitian terkait adopsi teknologi blockchain dalam perspektif perilaku pengguna dan profesi akuntansi semakin mendapatkan perhatian dalam literatur. sisi lain, publikasi seperti Faccia et al. dan Sygaard . dengan jumlah sitasi menengah menunjukkan kontribusi yang stabil dalam memperkaya studi dengan tema blockchain. Distribusi sitasi juga menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya terfokus pada satu topik, melainkan tersebar pada beberapa bidang seperti audit, sektor publik, dan smart city. Studi oleh Anwar et al. Abdennadher et al. , serta penelitian lain seperti Qasim et al. dan Madkhali & Sithole . , menunjukkan adanya diversifikasi topik dan konteks penelitian. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian tetap berkontribusi pada tema utama yang berkaitan pengembangan sistem akuntansi berbasis teknologi. Secara keseluruhan, analisis sitasi menunjukkan bahwa bidang penelitian ini memiliki struktur perkembangan yang dinamis, di mana terdapat kombinasi antara literatur klasik dengan sitasi tinggi dalam jangka panjang dan literatur terbaru yang mulai memperoleh perhatian signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa penelitian blockchain dalam akuntansi tidak hanya berkembang secara historis, tetapi juga terus mengalami perluasan topik dan Desiana. Dwike. Richa. Fandi peningkatan relevansi dalam konteks teknologi digital yang lebih luas. Pola kolaborasi tertuang dalam tiga tingkat co-authorship. Visualisasi co-authorsip pada tingkat penulis, baik jangka panjang maupun jangka menengah menunjukkan bahwa jaringan kolaborasi penulis masih terfragmentasi dan belum membentuk jaringan besar yang terintegrasi (Gambar . Hal ini terlihat dari munculnya beberapa klaster kecil yang terpisah satu sama lain atau tidak terkoneksi antarklaster dan hubungan kolaborasi hanya terjadi dalam kelompok terbatas. Artinya, kolaborasi antar penulis dalam topik ini masih rendah dan bersifat lokal. Klaster merah yang terdiri dari Fikri. Moussaid, dan Rida menunjukkan intensitas kolaborasi tertinggi dengan nilai link strength sebesar 4, namun memiliki tingkat sitasi yang relatif moderat . (Tabel Sebaliknya, klaster hijau yang terdiri dari Gilmour dan Pandey memiliki jumlah sitasi tertinggi . meskipun tingkat kolaborasinya lebih rendah . ink strength . Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi tidak selalu berbanding lurus dengan dampak ilmiah, bahwa kualitas penelitian tidak selalu sejalan dengan tingkat kolaborasi, serta masih terbuka peluang untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas penulis dan negara. Visualisasi co-authorsip pada tingkat institusi, baik jangka panjang maupun jangka menengah, menunjukkan bahwa kolaborasi penelitian pada tingkat institusi sangat terkonsentrasi dalam satu negara dengan tingkat keterhubungan yang relatif kuat dan merata (Gambar . Seluruh institusi berasal dari Cina dengan jumlah sitasi sama, yaitu 17 sitasi dan 5 link strength. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kolaborasi yang kuat antar-institusi, namun kolaborasi institusi masih bersifat domestik dan belum terlihat kolaborasi Kolaborasi penelitian bersifat kuat namun terlokalisasi, dengan seluruh institusi berasal dari Cina dan memiliki tingkat keterhubungan yang Meskipun hal ini mencerminkan koordinasi riset yang solid secara domestik, kurangnya kolaborasi internasional menunjukkan peluang untuk memperluas jaringan penelitian guna meningkatkan visibilitas dan dampak global. Visualisasi co-authorsip pada tingkat negara jangka panjang menunjukkan bahwa terdapat kolaborasi internasional, tetapi masih linier dan belum terintegrasi secara kompleks. Klaster merah, yang merupakan koneksi 3 negara (India. UK dan UEA), merupakan pusat kolaborasi utama. Australia, merupakan penghubung antar klaster dengan link strength cukup kuat . , namun sitasi cukup rendah . Klaster hijau, yang merupakan koneksi 3 negara (Arab Saudi. Yordania dan Vietna. , tidak terhubung kuat dalam jaringan Visualisasi co-authorship pada tingkat negara internasional memiliki struktur berbentuk rantai dengan Australia sebagai penghubung antar klaster. Visualisasi co-authorsip pada tingkat negara jangka menengah memperlihatkan terbentuknya dua klaster utama, yaitu klaster merah dan klaster hijau, yang merepresentasikan pola kolaborasi geografis dan kedekatan penelitian antarnegara. klaster merah (India. United Kingdom, dan Australi. yang memiliki kekuatan kolaborasi relatif seimbang serta kontribusi dokumen yang cukup tinggi, dan klaster hijau (Jordan. Saudi Arabia, dan Vietna. yang meskipun jumlah dokumennya lebih sedikit, namun menghasilkan tingkat sitasi yang tinggi, khususnya pada Jordan dan Vietnam, sehingga mencerminkan kualitas penelitian yang kuat. Di sisi lain, baik pada jangka panjang maupun menengah, negara Cina memiliki jumlah publikasi tertinggi (Tabel 4 dan Tabel . , namun tidak tergabung dalam jaringan kecenderungan penelitian yang lebih bersifat Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa penelitian blockchain di sektor publik masih dalam tahap berkembang dengan pola kolaborasi internasional yang belum terintegrasi secara optimal, serta adanya ketidakseimbangan antara kuantitas publikasi dan dampak sitasi, sehingga membuka peluang bagi penguatan kolaborasi lintas negara guna meningkatkan kualitas dan kontribusi penelitian secara global. Arah pengembangan penelitian melalui kemunculan kata kunci secara bersamaan . eyword co-occurrence, overlay, dan densit. Hasil analisis all keyword co-occurrence jangka panjang . 7Ae2. dan jangka menengah . menunjukkan bahwa blockchain merupakan pusat jaringan dengan nilai occurrence . dan link strength . tertinggi, yang menegaskan perannya sebagai tema dominan sekaligus penghubung utama antar topik penelitian. Posisi sentral ini mengindikasikan bahwa blockchain tidak hanya dipelajari sebagai teknologi independen, tetapi juga sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai domain, khususnya akuntansi, keuangan, dan sektor publik. Keterkaitan yang luas dengan kata kunci lain mencerminkan sifat multidisipliner serta meningkatnya kompleksitas penelitian dalam bidang Berdasarkan klasterisasi, struktur tema penelitian Desiana. Dwike. Richa. Fandi terbagi ke dalam lima kelompok utama. Klaster merah merepresentasikan integrasi teknologi digital seperti big data. IoT, smart contract, dan transparansi, yang menunjukkan bahwa fase awal penelitian banyak berfokus pada eksplorasi teknologi pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi aktivitas ekonomi digital. Klaster hijau menempatkan blockchain bersama sistem informasi akuntansi, bitcoin, dan pemerintah lokal, yang mencerminkan pergeseran menuju implementasi praktis, khususnya dalam sistem informasi akuntansi dan tata kelola sektor publik di tingkat lokal. Klaster biru menyoroti dimensi keuangan melalui keuangan, fintech, money laundering, dan cryptography, yang menunjukkan perhatian terhadap keamanan, regulasi, serta integritas transaksi digital. Klaster kuning menegaskan meningkatnya fokus pada konteks sektor publik melalui akuntansi, sektor publik, dan audit, yang mengindikasikan pentingnya blockchain dalam meningkatkan akuntabilitas dan praktik audit. Sementara itu, klaster ungu memperlihatkan integrasi teknologi lanjutan seperti AI dan cloud technologies dalam konteks akuntansi transformasi digital yang lebih kompleks dan Analisis memperlihatkan evolusi temporal yang jelas dalam perkembangan topik penelitian. Pada periode awal . 7Ae2. , penelitian didominasi oleh tema-tema cryptography, smart contract, dan commerce, yang berfokus pada pemahaman dasar teknologi Memasuki periode pertengahan . 0Ae 2. , terjadi perluasan menuju integrasi teknologi dengan sistem informasi dan transparansi, ditandai dengan meningkatnya kemunculan big data. IoT, transparansi, serta sistem informasi akuntansi. Pada periode terbaru . 3Ae2. , fokus penelitian bergeser secara signifikan ke arah implementasi kontekstual dalam sektor publik, dengan dominasi kata kunci seperti akuntansi, audit, sektor publik, akuntansi pemerintahan, serta integrasi dengan teknologi mutakhir seperti AI dan cloud technologies. Pergeseran ini menunjukkan bahwa penelitian telah berevolusi dari pendekatan berbasis teknologi menuju pendekatan berbasis tata kelola, kebijakan, dan transformasi digital organisasi publik. Density visualization menunjukkan bahwa blockchain merupakan area dengan kepadatan tertinggi, diikuti oleh kata kunci seperti akuntansi, keuangan, sektor publik, sistem informasi akuntansi, dan AI, yang menandakan bahwa topik-topik tersebut merupakan inti penelitian. Sebaliknya, kata kunci seperti transparansi, pemerintah lokal, dan audit berada pada kepadatan yang relatif lebih rendah, yang mengindikasikan bahwa area tersebut masih belum banyak dieksplorasi secara mendalam. Temuan ini membuka peluang untuk pengembangan penelitian lanjutan, khususnya dalam konteks implementasi blockchain pada pemerintahan lokal, transparansi publik, dan praktik audit berbasis Perkembangan penelitian di masa mendatang berpotensi untuk diarahkan pada pengujian empiris implementasi blockchain dalam sektor publik, khususnya pada konteks accounting, auditing, dan public sector governance. Hal ini penting mengingat penelitian terkini telah bergeser dari tahap konseptual menuju implementasi, namun masih terbatas pada studi eksploratif, sehingga diperlukan bukti empiris yang lebih kuat terkait efektivitas blockchain dalam meningkatkan Selanjutnya, terdapat peluang besar untuk mengembangkan penelitian pada integrasi blockchain dengan teknologi lanjutan, seperti AI. IoT, dan cloud technologies. Kombinasi teknologi ini berpotensi menghasilkan sistem tata kelola publik yang lebih adaptif, real-time, dan berbasis data, namun masih relatif minim dieksplorasi secara mendalam, terutama dalam konteks akuntansi Arah penelitian selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk memperkuat kajian pada level mikro dan kontekstual, seperti implementasi blockchain pada pemerintah lokal dan praktik audit berbasis teknologi. Hal ini didukung oleh temuan density yang menunjukkan bahwa topik-topik tersebut masih memiliki kepadatan rendah, sehingga menjadi research gap yang potensial untuk Selain itu, diperlukan kajian yang lebih mendalam terkait isu regulasi, keamanan, dan risiko, khususnya dalam kaitannya dengan money laundering, cryptography, dan tata kelola data. Meskipun topik ini telah muncul pada fase awal penelitian, pengembangannya dalam konteks kebijakan publik dan regulasi masih terbatas. Arah pengembangan model konseptual dan kerangka tata kelola berbasis blockchain yang terintegrasi dengan sistem informasi akuntansi sektor publik. Arah penelitian lainnya dapat berupa pendalaman peran blockchain dalam tata kelola keuangan publik, yang terintegrasi dengan berbagai teknologi digital Hal ini penting untuk menjembatani Desiana. Dwike. Richa. Fandi kesenjangan antara perkembangan teknologi dan kesiapan institusional dalam mengadopsinya. praktik pelaporan, audit, dan pengawasan keuangan KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA Hasil analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penelitian blockchain di sektor publik mengalami perkembangan signifikan selama periode 2017Ae2025, ditandai oleh peningkatan publikasi dan perluasan topik kajian. Bidang ilmu komputer tetap mendominasi sebagai fondasi teknologi, namun keterlibatan bisnis, akuntansi, teknik, dan ilmu sosial memperlihatkan karakter multidisipliner yang semakin kuat. Distribusi publikasi yang tersebar di berbagai jurnal mengindikasikan bahwa bidang ini masih berkembang dinamis dan belum terpusat pada jurnal inti tertentu. Dari sisi pengaruh ilmiah, terdapat kombinasi antara penelitian foundational dengan sitasi tinggi dan studi terbaru yang mulai mendapat perhatian signifikan. Namun, pola kolaborasi antar penulis, institusi, dan negara masih terbatas dan cenderung terfragmentasi. Analisis keyword menegaskan blockchain sebagai tema utama dengan pergeseran fokus dari aspek teknis menuju implementasi dalam tata kelola, akuntansi, dan sektor publik. Secara keseluruhan, penelitian ini berada pada fase pertumbuhan dan pematangan dengan peluang pengembangan yang luas di masa Abdennadher. Grassa. Abdulla. , & Alfalasi, . The Effects Of Blockchain Technology on The Accounting and Assurance Profession in the UAE: an Exploratory Study. Journal of Financial Reporting and Accounting, 20. , 53Ae71. https://doi. org/10. 1108/JFRA05-2020-0151 Rekomendasi