AGROTECH, 6. , 2024 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/agrotech Hubungan Pengetahuan dan Nilai Norma Sosial dengan Perilaku Konsumsi Buah dan Sayur pada Siswa-Siswi SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta Tantiana Isnaningsih, 1*Ahmad Khamid, 1Sarni Anggoro STIKes Suryaglobal Yogyakarta. Jl. Ring road Timur Km 6,5 Banguntapan Bantul. DIY *e-mail korespondensi: ahmadkhamid@gmail. Article Info Abstract Keywords: Nutritional knowledge, sociocultural norms and values, fruit and The aim of the corelation between knowledge and social norm values and fruit and vegetable consumption behavior among students at Wonolelo Pleret Elementary School. Bantul. Yogyakarta. This research is a descriptive quantitative analytical survey research using a cross sectional design with a sample size of 39 people. Univariate and bivariate data analysis used the chi square test (=0. The research found that there was a corelation between nutritional knowledge and fruit and vegetable consumption behavior, namely 0. 017, so there was a significant corelation between nutritional knowledge and fruit and vegetable consumption behavior among students at Wonolelo Pleret Elementary School. Bantul. Yogyakarta in 2018. There was a corelation between norms and values. -socio-cultural values with fruit and vegetable consumption behavior is 0. 005, so there is a significant corelation between socio-cultural norms and values and fruit and vegetable consumption behavior among Wonolelo Elementary School students Pleret Bantul Yogyakarta . There is a corelation between knowledge and norms and socio-cultural values with fruit and vegetable consumption behavior among students at SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Info Artikel Abstrak Kata Kunci: gizi, norma, budaya, buah dan sayur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan nilai norma sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa di SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif kuantitatif analitis dengan menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square (=0,. Penelitian menemukan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur yaitu sebesar 0,017 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta pada tahun 2017. Terdapat korelasi antara norma dan nilai. -nilai sosial budaya dengan perilaku konsumsi buah dan sayur sebesar 0,005 maka terdapat hubungan yang signifikan antara norma dan nilai sosial budaya dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan norma serta nilai sosial budaya dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro PENDAHULUAN Menurut pedoman Gizi Seimbang 2014, bagi anak balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 300-400 gram yang terdiri dari 250 gram sayur . etara dengan 3-5 porsi atau 2,5 gelas sayur telah dimasak dan ditiriska. dan 150 gram buah . etara dengan 2-3 porsi atau 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1,5 potong papaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedan. Sedangkan organisasi pangan dan pertanian dunia Food and Agriculture Organization (FAO), merekomondasikan warga dunia untuk makan sayur dan buah secara teratur sebanyak 75 kg/kapita/tahun begitupun dengan WHO merekomendasikan agar konsumsi buah dan sayur sebanyak 400 gram setiap hari. Riskesdas tahun 2018, menyatakan di Indonesia pada kelompok usia 10 tahun ke atas kurang konsumsi sayur dan buah sangat tinggi yaitu 93,6 % dari kebutuhannya sehari dan di Jawa Tengah pada kelompok usia 10 tahun keatas kurang konsumsi sayur dan buah mencapai 91 % dari kebutuhannya sehari. Guillain et al. menyebutkan beberapa survey melaporkan konsumsi sayur dan buah pada remaja dan anak-anak kurang dari rekomendasi yang dianjurkan terutama pada sayur. Kebiasaan makan yang salah pada masa anak-anak dapat berlanjut dan menjadi bibit masalah kesehatan yang serius di usia dewasa. Mengonsumsi sayur dan buah berwarna sebanyak lima porsi atau lebih adalah bagian penting dalam pola hidup sehat. Hal ini disebabkan sayur dan buah yang berwarna memberikan berbagai macam vitamin, serat dan fitokimia yang digunakan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan. Melindungi tubuh dari efek penuaan. Serta mengurangi resiko terkena beberapa jenis kanker (Judarwanto, 2. Pada anak dengan golongan usia . -12 tahu. , gigi susu sudah tanggal dan berganti dengan gigi permanen. Anak sudah lebih aktif memilih makanan yang disukai atau disebut konsumen aktif. Berbeda dengan umur sebelumnya yang masih sangat bergantung kepada orang tua dalam menyediakan makanan. Makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bagi anak dalam masa sekolah, makanan merupakan sumber untuk mrmbuat anak cerdas. Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO (World Healt Organizatio. adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Memerhatikan asupan gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya amat penting (Istiany & Rusilanti, 2. Anak SD yang berusia 7-13 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah balita. Kesehatan yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakkan untuk perkembangan mental yang mengacu pada skill anak. (Istiany & Rusilanti, 2. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada siswa-siswi kelas IV di SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa-siswi yang dipilih secara acak dapat diketahui 6 siswa-siswi yang kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Kategori kurang jika konsumsi buah < 2 kali/hari dan sayur < 3 kali/hari. Adapun rumusan masalahnya adalah adakah hubungan pengetahuan dan nilai norma sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi SD Wonolelo. Pleret. Bantul. Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan nilai norma sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha menggambarkan kegiatan penelitian (Notoatmodjo, 2. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian dengan menggunakan rancangan cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (Notoatmodjo, 2. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo. Populasi untuk penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 39 siswa. Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi penelitian (Notoatmodjo, 2. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu, teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini total sampel yang diteliti sebanyak 39 sampel. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis Univariat Menganalisi univariat dilakukan pada suatu variabel dari hasil penelitian, yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel yang diteliti (Notoatmodjo, 2. Dengan rumus : Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro P = X 100% Keterangan : P : Persentase F : Frekuensi N : Jumlah jawaban responden Analisis Bivariat Analisis bivariate digunakan untuk mencari hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen atau dua variabel. Dalam penelitian ini, uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square, untuk mencari hubungan variabel bebas. Uji korelasi chi-square digunakan apabila skala data pada masing-masing variabel atau kedua variabel nominal (Riwidikdo. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Data Pengetahuan Gizi Pengukuran ini menggunakan skor berdasarkan respon dari responden kemudian dikelompokkan menjadi pengetahuan dengan kategori baik dan tidak baik dapat dilihat pada tabel 1 : Tabel 1 Data Pola Makan Pengetahuan Frekuensi Persentasi % Baik Tidak baik Total Berdasarkan tabel 1 di atas dari 39 responden dapat diketahui bahwa pengetahuan gizi yang didapatkan pada kelas IV di SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta dengan kategori baik sebanyak 11 orang . ,2 % ) dan dengan kategori tidak baik sebanyak 28 orang . ,8 %). Data Norma dan nilai sosial Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro Pengukuran ini menggunakan skor berdasarkan respon dari responden kemudian dikelompokkan menjadi kategori baik, cukup dan kurang. Untuk kategori baik . ilai >=. , untuk kategori cukup . ilai >=. dan untuk kategori kurang . ilai <=. dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 2 Data Norma dan nilai sosial Norma dan nilai sosial Frekuensi Persentase % Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel 2 di atas dari 39 responden dapat diketahui bahwa norma dan nilai sosial yang didapatkan pada kelas IV di SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta dengan kategori baik sebanyak 2 orang . ,1 % ), kategori cukup sebanyak 8 orang . ,5%) dan kategori kurang sebanyak 29 orang . ,4 %). Data Perilaku Konsumsi buah dan sayur Perilaku konsumsi buah dan sayur ini termasuk dalam kategori mengkonsumsi dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3 Data Perilaku Konsumsi buah dan sayur No Perilaku konsumsi Frekuensi Persentase % buah dan sayur Baik Tidak baik Total Berdasarkan tabel 3 di atas responden dapat diketahui bahwa perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi yang didapatkan pada kelas IV di SD Wonolelo Pleret Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro Bantul Yogyakarta dengan kategori baik sebanyak 10 orang . ,6%) dan kategori tidak baik sebanyak 29 orang . ,4%). Analisa data bivariate pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta Dalam analisis bivariat ini menggunakan metode analisis Chi Square untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dengan variabel Y dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4 Analisa data bivariate pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur Variabel Koefisien Nilai Korelasi Signifikan Chi Ae Square (Probabilita. Pengetahuan gizi dengan 6,797 0,017 Keterangan Signifikan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa Berdasarkan tabel 4 hasil uji chi-square berdasarkan hasil tabel nilai correlation diatas dapat diketahui bahwa nilai correlation coefficient antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur sebesar 6,797. Untuk nilai signifikan . didapatkan 0,017 dengan nilai alpha 0,05. Karena nilai p < alpha atau 0,017 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada anak-anak siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta . Hubungan antara norma dan nilai sosial dengan perilaku konsusmsi buah dan sayur pada siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta Dalam analisis bivariat ini menggunakan metode analisis Chi Sqaere untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dengan variabel Y dapat dilihat pada tabel berikut : Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro Tabel 5 Analisa data bivariate norma dan nilai sosial dengan perilaku konsusmsi buah dan sayur Variabel Koefisien Nilai Signifikan Korelasi (Probabilita. Keterangan Chi Ae Square Norma dan nilai sosial 10,425 0,005 Signifikan dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada anak Berdasarkan tabel 5 hasil uji chi-square berdasarkan hasil tabel nilai correlation di atas dapat diketahui bahwa nilai correlation coefficient antara norma dan nilai sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur sebesar 10,425. Untuk nilai signifikan . didapatkan 0,005 dengan nilai alpha 0,05. Karena nilai p < alpha atau 0,005 < 0,05 maka Ho ditolah dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara norma dan nilai sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Pembahasan Hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi kelas IV di SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta Berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur. ini dapat dilihal dalam tabel 4. dapat diketahui bahwa nilai correlation coefficient antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur adalah sebesar 6,714 dan untuk nilai signifikan . didapatkan 0,017. dengan nilai alpha 0,05. Karena nilai p < alpha atau 0,017 < 0,05 maka Ho ditolah dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakuk an oleh Nazhif Gifari dkk . yang berjudul Hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi sayur, buah dan suplemen pada masa pandemi Covid-19 bahwa ada Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro hubungan pengetahuan gizi terhadap perilaku konsumsi buah di masa pandemi covid-19 . =0,. pengetahuan gizi merupakan suatu hal yang penting dalam pemilihan makanan yang sehat, karena pengetahuan tentang pemilihan makanan yang sehat dapat menjadi suatu faktor untuk mengadopsi cara makan yang baik. Hubungan antara norma dan nilai sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa-siswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara norma dan nilai social dengan perilaku konsumsi buah dan Hal ini dapat dilihat dalam tabel 4. Diketahui bahwa nilai correlation coefficient antara norma dan nilai sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur adalah sebesar 10,425 dan untuk nilai signifikan . didapatkan 0,005. dengan nilai alpha 0,05. Karena nilai p < alpha atau 0,005 < 0,05 maka Ho ditolah dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara norma dan nilai sosial dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswasiswi kelas IV SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan norma dan nilai social pada siswa-siswi kelas IV. Siswa-siswi yang norma dan nilainilai sosial budayanya baik, cenderung berperilaku tidak sesuai kebutuhan. Siswa-siswi yang norma dan nilai sosialdalam kategori untuk sesuai kebutuhan dan tidak sesuai kebutuhan didapatkan hasil yang sama. Sedangkan siswa-siswi yang norma dan nilai sosialkurang cenderung lebih banyak dan masuk dalam kategori sesuai kebutuhan. Menurut Judy More . Hal tersebut dapat disebabkan karena pengaruh nilai sosial dan budaya, yaitu selama masa kanak-kanak, siswa-siswi cenderung lebih suka makan makanan yang sudah sangat dikenalnya. Jika diberi pilihan, mereka pada umumnya akan memilih makanan yang pernah mereka makan dan Sedangkan pemilihan makanan didasarkan pada : Ketersediaan Harga dan daya beli, bergantung keadaan sosial-ekonomi Tradisi budaya dan agama Pengalaman keluarga Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Remaja Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Pleret Yogyakarta dapat diambil kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi pada Remaja Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Pleret Yogyakarta. Terdapat hubungan yang signifikan antara Aktivitas fisik dengan Status gizi pada Remaja Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Pleret Yogyakarta. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, maka saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut : Bagi siswa-siswi SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta Sebaiknya siswa-siswi SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta menerapkan program sehat pemerintah dengan cara mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, minimal satu kali mengkonsumsi buah dan sayur per harinya. Bagi pengajar / guru di SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta Sebaiknya pengajar / guru menyarankan kepada pihak kantin yang ada disekolah agar menyediakan makanan sehat yaitu berupa buah dan sayur ataupun makanan sehat yang lainnya, agar dapat memperbaiki kualitas konsumsi pada siswa-siswi di sekolah. Pihak sekolah juga dapat melakukan penyuluhan masalah gizi dan bisa bekerja sama kepada wali murid. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan kepada peneliti lain untuk penelitian lebih lanjut. Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 6. , 2024 Tantiana Isnaningsih. Ahmad Khamid. Sarni Anggoro DAFTAR PUSTAKA