Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 285-292 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. MENEMBUS STEREOTYPE ETNIS TIONGHOA. PENELITIAN LONGITUDINAL 2011 - 2022 Kurnia Setiawan1. Ninawati2 & Meiske Yunithree3 Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara* Email: kurnias@fsrd. Fakultas Psikologi. Universitas Tarumanagara* Email: ninawati@psi. Fakultas Psikologi. Universitas Tarumanagara* Email: meiske@psi. ABSTRACT Tionghoa Ethnic is often categorized as minority and entrepreneurer in Indonesia. They have discrimination experience since the Dutch colonialism era. Old Order an New Order Rezim. The momentum of Ao98 reformation opened the opportunity for them to take the roles in many areas in Indonesia because the discrimination regulation had been wiped out. In 2011 the researcher interviewed 8 Tionghoa ethnic who worked in non business areas, such as politic, government, non government organization, etc. The research now continuous the interview after 10 years later. Are they still consistent in their line of work ? The research uses Structuration Theory of Anthony Giddens. The subjects are Indonesian Tionghoa Youth from 2011 research. the Research conducted in January 2022 and used online interview method because covid 19 This is a longitudinal research, researchers interviewed the same subjects . during 10 years period. Research result. thereAos some shifting of values, way of life and line of work. From structuration analysis, subjects are agency . hange angent. because they have internal motivation, discursive consciousness, practical consciousness, and still work and concern about making positive change in their work or environment. All subjects still consistent about their idealism and values of life. Their hope for their life changed, but their hope for Indonesia still the same, to make Indonesia better. Keywords: stereotype. Tionghoa ethnic, structuration ABSTRAK Etnis Tionghoa seringkali dikategorikan sebagai minoritas dan diidentikan dengan kaum pedagang serta mengalami berbagai tindak diskriminasi, mulai dari masa penjajahan Belanda. Orde Lama, dan Orde Baru. Reformasi 98 membuka kesempatan dan peluang etnis Tionghoa untuk berperan dalam berbagai bidang kehidupan dengan dihapusnya berbagai aturan yang diskriminatif. Pada tahun 2011 telah dilakukan penelitian pada 8 orang etnis Tionghoa yang berkarya pada bidang non bisnis, seperti di bidang poliltik, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya. Penelitian ini ingin melanjutkan penelitian sebelumnya, bagaimana mereka saat ini setelah 10 tahun berlalu? Apakah masih konsisten menekuni bidang yang mereka geluti atau sudah berubah. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan perspektif strukturasi Anthony Giddens dengan subyek penelitian sebagai pelaku perubahan yang berkarya dalam bidang mereka masing Ae masing karena merindukan Indonesia yang lebih baik. Penelitian akan dilakukan secara online berkenaan dengan situasi pendemi covid 19 pada bulan Januari 2022. Dari 8 subyek penelitian tahun 2011, maka saat ini berhasil diwawancara ulang 6 orang. Penelitian ini merekam secara longitudinal perjalanan para subyek selama 10 tahun. Ada beberapa pergeseran nilai hidup, cara pandang dan bidang kerja/ karya dibandingkan 10 tahun yang lalu. Berdasarkan Analisa strukturasi Anthony Giddens dapat dikatakan para subyek adalah agensi . elaku sada. yang memiliki motivasi internal, kesadaran diskursif dan kesadaran praksis dalam berkarya membuat perubahan di lingkungan mereka. Para subyek . secara umum tetap konsistensi terhadap nilai Ae nilai yang diperjuangkan dan idealisme mereka. Harapan terhadap diri sendiri secara umum ada perubahan sedangkan harapan untuk Indonesia yang lebih baik tetap Kata Kunci: stereotype, etnis Tionghoa, strukturasi https://doi. org/10. 24912/jssh. Menembus Stereotype Etnis Tionghoa Setiawan et al. PENDAHULUAN Etnis Tionghoa dapat didefinisikan sebagai anggota etnis berdarah/ keturunan Cina yang lahir di Indonesia. Sehubungan dengan AytriadicAy dari model yang dikemukakan oleh Bandura . ikutip dalam Feist & Feist, 2. , lebih lanjut Dawis . menunjuk relasi yang kompleks jika menyangkut identitas diri atau jati diri etnis Tionghoa, terutama menyoroti AylingkunganAy . alah satu dari AytriadicAy it. Menurut Dawis . AulingkunganAy tidak pernah ramah kepada etnis Tionghoa di Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya terlihat dengan jelas. Etnis Tionghoa di Indonesia hidup dalam keadaan sosial, politik dan sejarah yang rumit selama beberapa generasi. Di zaman Hindia Belanda, mereka ditempatkan dalam segregasi sosial yang terpisah dari etnis . ang diangga. Dengan kondisi seperti ini maka kedudukan etnis Tionghoa dianggap berbeda dengan masyarakat pribumi. Paska Auperistiwa Mei 1998Ay banyak sekali perubahan yang terjadi terkait dengan kelompok etnis Tionghoa. Perubahan tidak hanya terjadi pada perpolitikan nasional, tetapi juga dalam hal AuposisiAy etnis Tionghoa . ecara sosial dan politi. di tengah masyarakat Indonesia umumnya. Perubahan penting di tingkat politik nasional, misalnya. Presiden Abdurrahman Wahid menerbitkan Inpres Nomor 6 pada tahun 2000 yang membatalkan peraturan sebelumnya . da sejak 1. yang melarang AuekspresiAy kebudayaan Cina di ruang publik (Wibowo & Thung, 2. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga dilansir Undang-Undang kewarganegaraan yang baru, yakni Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 tentang AuKewarganegaraan Republik IndonesiaAu, bahwa warga Tionghoa ditempatkan dalam posisi yang sama/setara dengan warga negara yang lain. Artinya, perbedaan antara AupribumiAy dan Aunon-pribumiAy Ae seperti yang terjadi sebelumnya -- tidak berlaku lagi (Thung dalam Chang, 2. Presiden Megawati Ae melalui Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 2002 Ae juga ditetapkan perayaan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional (Wibowo & Thung, 2. Pada tahun 2011 telah dilakukan penelitian pada 8 orang etnis Tionghoa yang berkarya pada bidang non bisnis, seperti di bidang poliltik, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya. Penelitian ini ingin melanjutkan penelitian sebelumnya, bagaimana mereka saat ini setekah 10 tahun berlalu? Apakah masih konsisten menekuni bidang yang mereka geluti atau sudah beruba. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan perspektif strukturasi Anthony Giddens dengan subyek penelitian sebagai pelaku . gen perubaha. yang berkarya dalam bidang mereka masing Ae masing karena merindukan Indonesia yang lebih baik. Penelitian akan dilakukan online berkenaan dengan situasi pendemi covid 19 pada bulan Januari 2022. Hasil penelitian diharapkan akan menjadi pelengkap dan rekaman berkesinambungan perjalanan para subyek selama 10 tahun dan dapat menjadi inspirasi sebagai orang Tionghoa yang tidak pernah lelah mencintai Indonesia Teori strukturasi Giddens diharapkan dapat membantu mengkaji tentang para pelaku . gen perubaha. Tionghoa yang berkarya di dalam sunyi. Giddens menekankan pada perubahan dan tindakan dalam teorinya. Tindakan sosial merupakan tindakan individu yang mempunyai makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Masyarakat majemuk seperti Indonesia, bukan hanya beranekaragam corak kesukubangsaan dan kebudayaan sukubangsanya secara horizontal, tetapi juga secara vertikal atau jenjang menurut kemajuan ekonomi, teknologi, dan organisasi sosial-politiknya. Tanpa disadari oleh banyak orang Indonesia, sebenarnya dalam https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 285-292 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. masyarakat Indonesia terdapat golongan dominan dan minoritas. Sebagaimana yang terwujud dalam tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap mereka dalam berbagai interaksi baik interaksi secara individual maupun secara kategorikal baik pada tingkat nasional . eperti posisi orang Cina yang minoritas dibandingkan dengan pribum. maupun pada tingkat masyarakat lokal, seperti posisi orang Sakai yang minoritas dibandingkan dengan posisi orang Melayu yang dominan di Riau (Suparlan, 2. Interaksi yang terjadi antara dua etnis yang berbeda budaya dapat menimbulkan konflik, namun tidak jarang pula justru terjalin baik karena peranan yang berarti bagi masyarakat Rumusan masalah adalah sebagai berikut: . bagaimana konsistensi nilai hidup dan pilihan bidang karya mereka selama 10 tahun sejak 2011 sampai dengan 2021?. apakah yang memotivasi mereka untuk memilih bidang karya yang digeluti?. apa harapan mereka terhadap diri sendiri dan Indonesia ke depan? Pertanyaan-pertanyaan tersebutlah yang ingin dijawab dalam penelitian menembus stereotype. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan melibatkan 8 orang subyek penelitian sebagai informan kunci. Subyek penelitian yang bertindak sebagai partisipan dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu subyek yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu subyek yang dinilai memiliki prestasi dalam lingkungannya. Para subyek adalah mereka yang pernah di wawancara dan dokumentasikan 10 tahun yang lalu. Penelitian ini dilakukan di daerah Jakarta. Saat ini diprioritaskan dilakukan secara daring menimbnang kondisi pandemi covid 19. Instrumen penelitian yang digunakan adalah: . alat perekam gambar. alat perekam suara. peralatan tulis. keperluan Adapun untuk pertanyaan yang diajukan kepada subyek akan disusun pedoman wawancara untuk proses wawancara mendalam . n depth intervie. , dan prosedur kerja untuk perekaman gambar dan rangkaian kegiatan yang dijadikan ajang Analisis data dilakukan dengan verbatim transkripsi untuk hasil penelitian yang dilakukan dengan in depth interview. Hasil verbatim transkripsi ini kemudian dibuatkan analisis dan refleksi pada masing-masing subyek. HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa contoh penelitian yang menggunakan etori Struturasi antara lain yang dilakukan oleh Dr. Nirzalin. Si membuat sebuah tulisan dengan judul AuMendamaikan Aktor dan Struktur dalam Analisis Sosial Perspektif Teori Strukturasi Anthony Giddens. Bagi Giddens tindakan sosial lahir merupakan persenyawaan antara motivasi aktor dan juga pengaruh dari struktur sosial. Maka untuk memahami fenomena sosial sosiolog tidak boleh tidak harus menggali motivasi aktor dan pemahamannya sekaligus terhadap struktur sosial yang mendasari lahirnya tindakan mereka apakah tindakan berkenaan dengan politik, terorisme, ekonomi maupun sosial Budaya (Nirzalin, 2. Teori strukturasi Anthony Giddens jelas merupakan penelitian untuk strategi yang dipraktekan . trategy-as-parctic. Giddens sendiri mempraktekan teori tersebut untuk dirinya. Giddens menawarkan konsep agensi, struktur, dan strukturasi sebagai sesuatu yang sangat penting untuk penelitian praktis. Konsep Giddens tentang agensi meneguhkan pentingkan permasalahan AoaksiAo aktivitas manusia yang perlu diteliti untuk membuat perbedaan. https://doi. org/10. 24912/jssh. Menembus Stereotype Etnis Tionghoa Setiawan et al. Penerapan teori Giddens salah satunya adalah dalam praktik manajemen dalam organisasi, penggunaan teknologi dalam bekerja, dll. Dalam artikelnya. Whittington memasukan sepuluh contoh studi kasus tentang penerapan teori strukturasi dalam berbagai bidang. Dalam kajiannya juga ditampilkan potensi teori strukturasi terhubung dan dapat berkolaborasi dengan berbagai jenis riset dan teori. Dapat dilihat pada table di bawah ini. (Whittington, 2015, hal. 145 Ae . Tindakan manusia dimulai dari pengawasan refleksif terhadap perilaku mengacu pada intensi atau tujuan, aspek ini menekankan AukesengajaanAy sebagai proses. Para aktor tidak hanya memonitor secara terus menerus arus aktivitas mereka dan orang lain melakukan hal yang sama, melainkan para aktor juga secara rutin memonitor aspek-aspek baik sosial maupun fisik, dari konteks-konteks tempat dimana mereka bergerak. Sebuah kejadian dianggap sebagai agensi jika apa yang dilakukan agen itu disengaja. Untuk memahami apa itu melakukan seseuatu secara tidak sengaja, pertama harus dirumuskan dulu pengertian AodisengajaAo. Giddens memaknai AodisengajaAo sebagai tindakan yang diketahui atau diyakini oleh pelakunya akan memiliki kualitas atau hasil tertentu (Giddens, 1984:7-. Giddens membedakan tiga dimensi internal pelaku: . Motivasi tak sadar . nconsiuous motivatio. , menyangkut keinginan atau kebutuhan yang berpotensi mengarahkan tindakan, tapi bukan tindakan itu sendiri. Kesadaran diskursif . iscursirve consciousnes. , mengacu pada kapasitas kita merefleksikan dan memberi penjelasan rinci serta eksplisit atas tindakan kita. Kesadaran praksis . ractical consciousnes. , mengacu pada gugus pengetahuan praktis yang tidak selalu bisa https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 285-292 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Tabel 1. Data Subyek Sumber Tabel: Hasil Wawancara Christopher Nugroho Hanjaya Setiawan Ignatius Hariyanto Intan Darmawati Sofia Tjiptadjaja Surya Tjandra Bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang daur ulang sampah. Direktur luar negeri PDI-P. Aktif di MPR Dosen di Universitas Multi Media Nusantara. Anggota Majelis Etik dari AJI (Aliansi Jurnalistik Indonesi. Ombudsman Harian Kompas. dan Dewan Penasehat dari Remotivi Freelance Memiliki kegiatan aktif di gereja. Aktivis yang memper-juan keadilan dan Ibu Rumah Tangga Wakil Menteri Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasiona. Praktisi di Jurnalistik. mencari berita. Aktif memper-juan keadilan dan Ibu Rumah Tangga Peneliti dan Ketua LSPP Aktif di Lembaga Kail (Kuncup Padang Ilalan. Konsentrasi dan menjaga Menjabat sebagai staf ahli di DPR. Fraksi Partai Demokrat. Aktif Pada tahun bertugas sebagai pengurus pusat di Pemuda Katolik selama 2 periode Ketua Bidang Luar Negeri Taruna Merah Putih PDIP https://doi. org/10. 24912/jssh. (Lembaga Studi Pers dan Pembanguna. Konsultan di Yayasan Beneran Indonesia Berkarya di Pendidikan . Koordinator Pelangi. Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Aktif dalam gerakan buruh men-goal-kan Undang-Unda ng BPJS gerakan politik buruh, yang berbasis massa Pendiri dan Direktur TURC (Trade Union Right Centr. Menembus Stereotype Etnis Tionghoa Setiawan et al. Gambar 1. Screensahot Wawancara Daring dengan Narasumber Setiap tindakan atau kegiatan individu selalu memiliki latar belakang dan tujuan dari tindakan tersebut bahkan mungkin harapan. Latar belakang dan tujuan dari Tindakan ini merupakan dorongan yang timbul dari dalam diri atau dari luar diri. Dorongan ini yang disebut sebagai motivasi. Doronga dari luar diri disebut sebagai motivasi eksternal, dan dorongan dari dalam diri disebut motivasi internal. Salah satu motivasi internal dikenal sebagai unconsiuous motivation. Pada masa 10 tahun lalu, para subyek merasakan ketidakadilan, ketidaksetaraan gender, stereotype terhadap etnis Tionghoa, dan ketidakpuasan terhadap keadaan dan situasi yang tidak demokratis. Pandangan dan pengalaman enam orang subyek ini terlihat bahwa Tindakan mereka dahulu yang dilakukan atas nama aktivitas kemahasiswaan atau karena ingin belajar berorganisasi, ternyata berkembang terus membangun kepribadiannya. Semua subyek memiliki kesan mendalam atas kegiatan yang mereka lakukan pada masa mudanya. Bahkan sedikit atau banyak, mereka mengakui pembentukan diri dan kegiatan hari ini tidak terputus dari apa yang dilakukan dahulu. Di sini terlihat bagaimana Aumotivasi tidak sadarAy menjadi motivasi internal pembentukan diri untuk kegiatan yang mereka lakukan sampai saat ini. Tindakan sekarang mungkin saja merupakan refleksi dari Tindakan sebelumnya. Mengacu pada pandangan Giddens tentang motivasi, dikenal dengan kesadaran diskursif . iscursive consciousnes. , yang mengacu pada kapasitas individu merefleksikan dan memberi penjelasan rinci serta eksplisit atas tindakannya. Tindakan individu tidak hanya terdiri dari Tindakan saja, tetapi dibangun berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Dalam hal ini dikenal istilah Aukesadaran praksisAy . ractical consciousnes. , yang mengacu pada gugus pengetahuan praktis yang tidak selalu bisa diurai. Pada bagian ini diuraikan bagaimana pengetahuan menjadi acuan tindakan dari para subyek. Berkenaan dengan harapan ke depan, para subyek mengalami pegeseran/ perubahan ketika dihadapkan pada diri mereka sendiri sehubungan dengan proses dan pengalaman yang https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 285-292 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. telah dilewati. Adapun harapan untuk Indonesia tetap sama, yaitu ingin menciptakan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera. KESIMPULAN DAN SARAN Ada beberapa pergeseran cara pandang, nilai hidup, bidang kerja/karya yang digeluti, serta harapan ke depan dari para subyek penelitian, tetapi secara umum semuanya tetap di bidang non bisnis serta tetap memiliki idealisme dan konsisten memperjuangkan nilai Ae nilai yang mereka yakini. Semua subyek tetap memiliki kepedulian dan aktivitas di bidang sosial, budaya, dan politik. Para subyek berperan sebagai agensi . elaku sada. untuk membuat. Para subyek memiliki unconscious motivation, dapat dijelaskan melalui motivasi internal yang berkaitan dengan nilai dan pengalaman hidup yang memberikan makna bagi masing Ae masing subyek. discursive consciousness dapat dipahami bahwa para subyek mampu merefleksikan dan menjelaskan tindakan mereka yang didorong oleh keinginan/ ketertarikan untuk berkarya pada isu keadilan, pendidikan, dan lainnya. Ada panggilan bagi subyek untuk berkarya di bidang tersebut. practical consciousness dapat dijelaskan bahwa para subyek langsung terjun, terlibat dan mengalami berbagai dinamika dalam pengalaman mereka berkarya selama 10 tahun di bidang yang digeluti. Para subyek mengalami perubahan harapan untuk diri mereka di masa lalu dan sekarang sedangkan harapan bersama untuk Indonesia tetap sama menjadikan Indonesia yang lebih baik. Melalui penelitian ini masyarakat dapat melihat bahwa karya/ perjuangan yang dilakukan di berbagai bidang melampaui sekat Ae sekat etnisitas dan agama. Para subyek . dapat menjadi contoh dan inspirasi tentang upaya tidak kenal lelah dan konsisten untuk mencintai Indonesia. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan memperdalam - mengkaji aspek baru, yaitu supporting system yang membuat para subyek dapat konsisten berkarya di bidang yang mereka geluti. Skala penelitian juga dapat diperluas dengan menambah jumlah subyeknya di berbagai daerah dengan bidang karyanya masing Ae masing. Ucapan Terima Kasih (Acknowledgemen. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penyelesaian penelitian REFERENSI