GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 DOI : https://doi. org/10. 56910/gemilang. Pengaruh Stres Kerja Pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Kinerja Pekerja Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Pusat Pertamina Di Jakarta Ujang Supriadi. Zubair Azra. Fuad Gagarin STIE Ganesha ugsupriadi@gmail. Zubairarza8@gmail. com, fuadsiregaruno@gmail. Alamat : Jl. Legoso Raya No. Pisangan. Kec. Ciputat Tim. Kota Tangerang Selatan. Banten 15419 Korespodensi email : ugsupriadi@gmail. ABSTRACT. This study describes two variables, namely job stress and worker performance. The purpose of this study was to analyze the relationship between work stress and the performance of hospital emergency room Pertamina Headquarters in Jakarta. The work stress variable was tested using SRQ 20. While the worker performance variable was tested using 2 dimensions from the journal Emin Kahya. The research method used is quantitative research, conducted by distributing questionnaires to 30 emergency room workers at the hospital. Pertamina Center in Jakarta However, 24 questionnaires were collected again. Analysis of the data used is Spearman correlation. The results showed that the relationship between work stress and worker performance during the COVID-19 pandemic did not affect the performance of hospital emergency workers. Pertamina Center Keywords: Job Stres. Attitude & Worker Performance ABSTRAK. Penelitian ini menjelaskan mengenai dua variabel, yaitu stres kerja dan kinerja pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara stres kerja dengan kinerja pekerja IGD RS. Pusat Pertamina di Jakarta. Variabel stres kerja diuji dengan menggunakan SRQ 20. Sedangkan variabel kinerja pekerja diuji dengan menggunakan 2 dimensi dari jurnal Emin Kahya. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 pekerja IGD RS. Pusat Pertamina di Jakarta Tetapi kuesioner yang berhasil dikumpulkan kembali adalah 24 kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara stres kerja dengan Kinerja pekerja pada masa Pandemi COVID-19 tidak berpengaruh kepada Kinerja Pekerja IGD RS. Pusat Pertamina Kata kunci : Stres Kerja. Sikap dan Kinerja Pekerja PENDAHULUAN Pengaruh pandemi COVID-19 secara nyata memang terasa oleh masyarakat di seluruh di Pada pengertiannya. COVID-19 atau Corona Virus Disaese 2019 adalah jenis virus baru (Zulva, 2. yang awalnya ditemukan pada tahun 2019 di Kota Wuhan China, dan belum pernah diidentifikasi menyerang manusia sebelumnya (World Health Organization, 2. Karena perkembangan dan penyebaran virus yang begitu cepat. WHO pun kemudian menyatakan status COVID-19 sebagai pandemi atau epidemi Global sehingga perlu penerapan dan pencegahan penyebaran virus secara masif. Hal ini terbukti dengan diterapkannya beberapa aturan di berbagai negara termasuk di Indonesia, yakni penggunaan masker, hand sanitizer, disinfektan, cuci tangan yang teratur, dan pemberlakukan pshycal distancing sehingga memicu trending tagar #dirumahaja di berbagai media sosial. Kehadiran wabah pandemi COVID-19 tentunya banyak memberikan dampak dan pengaruh yang tidak biasa pada kehidupan Bukan hanya dampak yang terjadi pada kesehatan fisik, namun kondisi psikologis individu dan masyarakat pun ikut terpengaruh juga. Seperti yang dikatakan oleh Brook dkk . bahwa ada beberapa dampak psikologi ketika pandemi yang terjadi dan dirasakan oleh Received September 30, 2022. Revised Oktober 30, 2022. Accepted Oktober 30, 2022 * Ujang Supriadi, ugsupriadi@gmail. PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA masyarakat yakni gangguan stres pascatrauma . ost traumatic stres disorde. , kebingungan, kegelisahan, frustasi, ketakutan akan afeksi, insomnia, dan merasa diri tidak berdaya. Kondisi yang paling parah adalah kemunculan kasus xenofobial dan juga kasus bunuh diri karena seseorang sangat ketakutan jika dirinya akan terinfeksi oleh virus yang dianggap sangat Kondisi yang datang dan berubah secara tiba-tiba, akan membuat masyarakat menjadi tidak siap dalam menghadapinya. Selaras dengan pendapat Fitria . dimana kondisi psikologis yang banyak dialami masyarakat khususnya di Indonesia adalah rasa anxiety apabila Menurut Kartini Kartono . alam Linda, 2. menyatakan bahwa anxiety adalah bentuk ketidak beranian ditambah kerisauan terhadap hal-hal yang tidak jelas. Banyak ahli berpendapat bahwa kesehatan fisik dan mental sebenarnya harus dikelola dengan seimbang. Ketika seseorang tidak memiliki mental yang sehat, maka dirinya bisa dikatakan terkena gangguan mental. Menurut Yustinus Semiun . 6: . mengatakan bahwa mental yang tidak sehat adalah mental yang terganggu, yang didefinisikan sebagai gangguan atau penyakit yang bisa menghalangi seseorang untuk hidup sehat seperti yang diinginkan oleh indvidu itu sendiri maupun orang lain. Bentuk dari gangguan mental ini pun tidak terbatas, bisa dimulai dari gangguan emosional, hingga ketidakmampuan menyesuaikan diri. Ketika seseorang memiliki mental yang tidak sehat, maka kecemasan-kecemasan cenderung akan menguasai dirinya. Apalagi, pada dasarnya semua gangguan kesehatan mental diawali oleh perasaan cemas . Menurut Sadock dkk. alam Deshinta, 2. kecemasan adalah respons terhadap situasi tertentu yang mengancam, dan merupakan hal yang normal terjadi. Kecemasan diawali dari adanya situasi yang mengancam sebagai suatu stimulus yang berbahaya . Pada tingkatan tertentu kecemasan dapat menjadikan seseorang lebih waspada . terhadap suatu ancaman, karena jika ancaman tersebut dinilai tidak membahayakan, maka seseorang tidak akan melakukan pertahanan diri . elf defenc. Ketika COVID-19 mulai ditetapkan sebagai pandemik oleh WHO, semua masyarakat merasa panik. Terlebih semua media dan pemberitaan yang secara serentak dipenuhi oleh berita-berita mengerikan tentang virus Corona ini. Dari mulai orang-orang yang terinfeksi virus dimana penjalarannya sangat cepat hingga bisa membuat penderita kehilangan nyawa dalam waktu yang sebentar, proses penyebaran virus yang sangat cepat dan melalui kontak langsung, dan pemberitaan mengerikan lainnya. Tak hanya itu, pemberlakuan pshycal distancing pun memicu pengaruh pada kesehatan mental masyarakat. Tingkat stres semakin tinggi, terlebih GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 ketika para perusahaan dan pabrik tutup sehingga harus mem-PHK banyak pegawainya. Hingga rasa bosan yang memicu stres karena masyarakat merasa dikekang dan tidak bisa mengekspresikan diri seperti biasanya (Iqbal: 2. Kondisi tersebut sangat bisa memicu kecemasan berlebih pada semua orang karena mereka takut bahwa dirinya akan terjangkit dan mengalami hal mengerikan. Pasalnya, kecemasan ini merupakan suatu kondisi tegang yang berhubungan dengan ketakutan, kekhawatiran, perasaan tidak aman, dan kebutuhan akan Kecemasan ini pun merupakan respons terhadap apa saja yang sedang terjadi. Ketika kecemasannya bersifat tidak wajar tentunya akan memberatkan dirinya dan menyebabkan kelumpuhan dalam memberikan keputusan atau melakukan suatu tindakan (Yustinus, 2006: . Di Indonesia sendiri, kekhawatiran dan kecemasan masyarakat sangat tersirat dengan jelas. Terlebih ketika awal-awal kedatangan virus Corona ke Indonesia yang menjadikan berbagai kegiatan lumpuh sementara. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berketrampilan serta berdaya saing tinggi akan memberikan peluang suatu organisasi berjalan pada jalur yang mengalami trend peningkatan bahkan sampai kemajuan organisasi tersebut. Apabila manajemen dapat mengaturnya dengan baik, akan membentuk suatu hubungan atau interaksi yang baik antara pekerja yang satu dengan lainnya. Era globalisasi merupakan sebuah fenomena yang tidak hanya terbatas pada ruang, waktu dan wilayah tertentu. Hal ini berpengaruh pada kehidupan manusia salah satunya yaitu persaingan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk beradaptasi secara cepat agar mampu mengarungi persaingan. Salah satu kunci memenangkan persaingan dengan memiliki sumber daya manusia berkualitas yang dapat membantu perusahaan dalam mewujudkan tujuannya. SDM tidak lagi dipandang sebagai faktor-faktor produksi, melainkan sebuah aset yang harus di kelola dengan baik. Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) terletak di Jakarta Selatan Sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan merupakan tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit. Perlu dilakukan pengelolaan dan pengendalian risiko yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit agar terciptanya kondisi rumah sakit yang sehat, aman, selamat dan nyaman. Risiko yang terdapat di rumah sakit dapat dikategorikan menjadi Patient care-related risks. Medical staff-related risks. Employee-related risks. Property-related risks. Financial risks dan Other risks. Sumber daya manusia atau pekerja merupakan aset yang berharga dari rumah sakit. Risiko pada pekerja dapat berupa risiko akibat lingkungan kerja yang tidak/ kurang aman ataupun risiko tinggi tertular penyakit di lingkungan rumah sakit. Selain tenaga PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA kesehatan dan tenaga non kesehatan yang bekerja dalam pelayanan pasien, rumah sakit juga memiliki pekerja yang bertugas di kantor. Berdasarkan data yang terkumpul di bagian SDM RSPP per tanggal 03 Maret 2021, terdapat 18% tenaga kesehatan RSPP terkonfirmasi COVID-19, mereka tetap dapat terpajan virus SARS-Cov2 yang ada di lingkungan RS yang bersumber dari pasien, rekan kerja atau saat perjalanan menuju dan dari tempat kerja. Waktu istirahat kerja juga dapat menjadi saat penularan COVID-19 di antara pekerja. Selain itu mereka dapat terpajan dari kegiatan seharihari di rumah atau kegiatan sosial di luar pekerjaan. Pandemi COVID-19 di Indonesia mengakibatkan peningkatan beban yang sangat berat terhadap sistem pelayanan kesehatan di tanah air, termasuk pada tenaga kesehatan. Risiko yang paling kasat mata adalah aspek keselamatan tenaga kesehatan terutama di lini terdepan yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang sangat rentan terpapar COVID-19 hingga berisiko mengancam keselamatan jiwa. Tidak hanya itu, peran tenaga kesehatan terutama perawat yang telah bekerja keras dalam menangani pasien juga menjadi faktor penentu dalam penurunan jumlah kasus COVID-19. Meskipun demikian, terdapat banyak masalah yang dihadapi oleh perawat yaitu beban kerja yang ada dirasa terlalu tinggi seperti halnya waktu kerja yang melebihi batas, sehingga diduga berdampak pada stres kerja perawat. Selain itu, motivasi yang rendah serta keselamatan kerja yg tidak terjamin juga diduga berdampak terhadap tingkat kepuasan kerja dan kinerja pekerja Instalasi Gawat Darurat RS. Pusat Pertamina di Jakarta. Tinggi rendahnya tanggung jawab dari suatu pekerjaan yang diberikan kepada pekerja akan berdampak pada kinerja serta kepuasan kerja pekerja. Dalam hal ini, suatu organisasi perlu adanya usaha dalam meningkatkan kinerja dan kepuasan pekerja dengan memperhatikan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan pekerja agar sesuai dengan kemampuan dan ukuran yang tepat pada pekerja. Apabila pekerja diberikan pekerjaan yang berlebih terkadang pekerja akan melihat pekerjaan tersebut menjadi stres tersendiri sehingga emosi positif yang dimiliki pekerja akan berkurang dan pekerja tersebut akan memiliki keluhan dalam melakukan pekerjaannya. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Rajeshwaran dan Aktharsha . bahwa stres kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Selain itu, hasil dari penelitian tersebut juga menyatakan bahwa stres kerja juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Ade dan Ida . menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja dan kepuasan pekerja. Dengan begitu, organisasi harus memberikan perhatian pada pekerja yang telah diberikan GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 tanggung jawab suatu pekerjaan agar mampu mengendalikan tingkat stres sehingga kinerja pekerja meningkat dan pekerja merasa puas dengan hasil kinerjanya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa stres kerja, kepuasan kerja dapat memberikan perubahan dalam kinerja Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Program Studi Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (MKK FKUI) menunjukkan fakta bahwa sebanyak 83% tenaga kesehatan di Indonesia telah mengalami burnout syndrome derajat sedang dan berat yang secara psikologis sudah berisiko mengganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan. Tim Peneliti dari Prodi Magister Kedokteran Kerja yang terdiri dari Dr. Ray W Basrowi. MKK. Levina Chandra Khoe. MPH. dan dr. Marsen Isbayuputra. SpOK, menemukan fakta lagi yang juga sangat mengkhawatirkan, seperti: 83% tenaga kesehatan mengalami burnout syndrome derajat sedang dan berat. 41% tenaga kesehatan mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22% mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52% mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat. Dokter yang menangani pasien COVID-19, baik dokter umum maupun spesialis, berisiko 2 kali lebih besar mengalami keletihan emosi dan kehilangan empati dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien COVID-19 Bidan yang menangani pasien COVID-19 berisiko 2 kali lebih besar mengalami keletihan emosi dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien COVID-19 Masih ada tenaga kesehatan . %) yang tidak mendapatkan alat pelindung diri (APD) dari fasilitas kesehatannya. Sekitar 75% fasilitas kesehatan tidak melakukan pemeriksaan swab rutin dan 59% tidak melakukan pemeriksaan rapid test rutin bagi tenaga kesehatannya. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Prof. Dr. Ari Fahrial Syam. SpPD- KGEH. MMB menyatakan bahwa penelitian ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari FKUI untuk pemerintah dalam hal membantu mengidentifikasi potensi risiko masalah kesehatan pada tenaga medis di Indonesia di masa pandemi. Melalui perencanaan Sumber Daya Manusia yang matang, produktivitas kerja dari tenaga kerja yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat diwujudkan melalui adanya penyesuaian seperti peningkatan motivasi dan pengalaman kerja yang baik. Sehingga setiap pekerja dapat menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Motivasi dan pengalaman kerja yang baik dapat juga menunjang keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sebab melalui adanya dua faktor tersebut akan menciptakan tingkat produktivitas kerja yang tinggi sehingga menunjang keberhasilan Sebaliknya jika tingkat produktivitas kerja menurun akan menghambat perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu perkembangan mutu Sumber Daya Manusia semakin penting Hal ini mengingat bahwa perusahaan yang mempekerjakan Sumber Daya Manusia, menginginkan suatu hasil dan manfaat yang baik dan dapat mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam perusahaan. Motivasi dan pengalaman kerja merupakan hal yang berperan penting dalam meningkatkan suatu efektivitas kerja. Karena orang yang mempunyai motivasi dan pengalaman kerja yang tinggi akan berusaha dengan sekuat tenaga supaya pekerjaanya dapat berhasil sebaik-baiknya, (Moekijat,1. Setiap perusahaan selalu menginginkan produktivitas dari setiap pekerjanya meningkat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan harus memberikan motivasi yang baik kepada seluruh pekerjanya agar dapat mencapai prestasi kerja dan meningkatkan produktivitas. Dengan ditambah suatu pengalaman kerja yang dimiliki oleh para pekerjanya, akan memberikan suatu hubungan yang besar dalam upaya mencapai tingkat produktivitas. Dalam melakukan usaha meningkatkan produktivitas kerja ini. RSPP telah menetapkan beberapa upaya yang bertujuan untuk memotivasi kerja para pekerjanya. Adapun upaya tersebut dengan memberikan beberapa fasilitas-fasilitas kerja yang sangat menunjang dalam meningkatkan produktivitas kepada seluruh pekerjanya. Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi pakaian kerja, jaminan kesehatan, tempat ibadah, tunjangan hari raya, ruang pengobatan, gaji, bonus, upah lembur dan sebagainya. Semua itu diberikan oleh perusahaan, agar seluruh pekerja yang bekerja di dalamnya benar-benar terjamin sekaligus dapat menciptakan suatu motivasi yang baik guna mencapai tingkat produktivitas. Berdasar uraian diatas, menjelaskan bahwa motivasi dan pengaruh Stres kerja berhubungan dengan tingkat produktivitas kerja pekerja, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian Pengaruh Stres Kerja Pada Masa COVID-19 Terhadap Kinerja Pekerja IGD RS. Pusat Pertamina Di Jakarta. Tinjauan Pustaka GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Menurut G. Terry . menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri atas tindakan tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Handoko pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Hasibuan . manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber sumber lainnya secara efektif dan efisien. Dari beberapa definisi diatas dapat diartikan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Menurut Hasibuan . 1: . , manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen ini terdiri dan enam unsur . M) yaitu: men, money, methode, materials, machines, dan market. Unsur men . ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut Manajemen Sumber Daya Manusia yang merupakan terjemahan dan man power management. Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebutnya manajemen kepegawaian atau manajemen personalia . ersonnel managemen. Persamaan manajemen personalia adalah keduanya merupakan ilmu yang mengatur unsur manusia dalam suatu organisasi, agar mendukung terwujudnya tujuan. Menurut Dessler . Manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan dan praktek di dalam menggerakan sumber daya manusia atau aspek-aspek terkait posisi manajemen di dalam sumber daya manusia yang mencakup kegiatan perekrutaan, penyaringan, pelatihan, pemberian penghargaan dan penilaian. Manajemen sumber daya manusia adalah perencanan pengorganisasian, pengarahan dan pengadaan, pengembangan, pengintergrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan tenaga kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, individu dan masyarakat (Tulus, 1992 . Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pengembangan sumber daya manusia yang berfungsi melakukan perencanaan sumber daya manusia, penerapan, perekrutan, pelatihan, pengembangan karir karyawan atau PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA pegawai serta melakukan inisiatif terhadap pengembangan organisasional sebuah organisasi atau perusahaan. Tinjauan teoritis terhadap permasalahan yang dihadapi (X) Menurut Robbins . stres kerja diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam bekerja, untuk mencapai kesempatan kerja tersebut terdapat batasan atau penghalang. Suatu kondisi dinamis seorang individu dalam pekerjaannya dihadapkan pada peluang, tuntutan atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan hasilnya di pandang tidak pasti dan penting. Stres kerja adalah interaksi antara kondisi kerja dengan sifat-sifat pekerja yang mengubah fisik maupun psikis yang baik menjadi menurun atau buruk. Ini menunjukkan bahwa stres kerja merupakan tuntutan pekerjaan yang tidak diimbangi oleh kemampuan pekerja. Sebaliknya, stres kerja merupakan peluang bila stres menawarkan perubahan kearah lebih baik. Stres kerja bisa bernilai positif bila mendapatkan manfaat stres untuk perubahan, meninggikan mutu kerja, kepuasan kerja. Sejumlah riset telah menyelidiki hubungan stres-kinerja. Pola yang paling meluas dipelajari dalam literatur stres kinerja adalah hubungan U terbalik. Gambar 2. 3 dibawah ini menggambarkan hubungan stres dan kinerja secara umum dalam bentuk busur/ lengkung. Bila tidak ada stres, tantangan kerja juga tidak ada dan kinerja cenderung menurun. Sejalan dengan meningkatnya stres, kinerja cenderung naik karena stres membantu pekerja untuk mengarahkan segala sumber daya dalam memenuhi kebutuhan kerja, adalah suatu rangsangan sehat yang mendorong para pekerja untuk menanggapi tantangan pekerjaan (MasAoud:2002:. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh kurva, peningkatan jumlah stres yang rendah dapat meningkatkan kinerja tetapi hanya sampai titik tertentu. Tetapi terlalu stres menaruh tuntutan yang tidak dapat dicapai atau kendala pada seorang, yang mengakibatkan kinerja menjadi lebih rendah (Robbins dalam muhammad jehangir: 2. Gambar 1. Hubungan U Terbalik Antara Stres Kerja dan Kinerja Pekerja Sumber : Jehangir. Muhammad,et al. AuEffects of Job Stres on Job Performance & Job SatisfactionAy. Journal of Contemporary research in Business. GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Berdasarkan uraian diatas penulis cenderung mengikuti pendapat Robbin yang menjelaskan bahwa stres kerja pada perawat adalah suatu kondisi tekanan yang mempengaruhi keadaan fisik, psikis dan perilaku perawat yang berasal dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka dalam menjalankan pelayanan asuhan keperawatan. Tinjauan Teoritis terhadap permasalahan yang dihadapi (Y) Menurut Bacal . perencanaan kinerja merupakan titik awal yang biasa digunakan oleh pekerja dan manajernya untuk memulai proses manajemen kinerja. Manajer dan pekerja bekerja sama untuk mengidentifikasikan apa yang seharusnya dikerjakan oleh pekerja pada suatu periode yang sedang direncanakan, seberapa baiknya pekerjaan tersebut harus dilaksanakan, kenapa pekerjaan itu harus dilakukan, dan hal-hal spesifik lainnya, seperti tingkat kewenangan dan pengambilan keputusan bagi pekerja. Biasanya, perencanaan kinerja dilakukan untuk periode satu tahunan, tetapi dapat ditinjau kembali selama proses satu tahun itu berjalan. Perencanaan kinerja kebanyakan mengenai memperjelas tugas-tugas pekerjaan bagi para pekerja secara individual, perencanaan itu juga dapat menyediakan suatu forum untuk mendiskusikan hal-hal umum dengan semua pekerja. Beberapa manajer mungkin menginginkan para pekerja memahami bahwa mereka diharapkan tidak bertingkah laku yang menyinggung perasaan rekan-rekan sekerja mereka, untuk berpakaian pantas dan seterusnya (Bacal:2005:. Menurut Seeker & Wilson . Model Perencanaan kinerja memiliki empat langkah utama, yaitu : Memadukan masukan menjadi rencana kinerja individual Pada dasarnya langkah ini adalah langkah persiapan dan riset, dimana anda mengumpulkan informasi vital dan memanfaatkannya sesuai kepentingan anda. Mengkomunikasikan masukan kepada anggota tim Komunikasi sangat penting, baik dalam situasi pribadi maupun kerja. Tidak adanya komunikasi dalam suatu organisasi tentunya bukanlah masalah hidup atau mati, tetapi bisa masalah gagal atau berhasil, terutama dalam hal perencanaan kinerja. Mengkonsep atau merevisi rencana kinerja Mengonsep rencana kinerja adalah tugas yang membutuhkan konsentrasi. Oleh karena itu, perlu waktu sekitar 2 jam penuh tanpa interupsi untuk membahasnya dengan masingmasing anggota tim. Memfinalkan rencana kinerja PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Setelah keseluruhan paket uraian jabatan, sasaran kinerja, dan rencana tindakan kinerja difinalkan, paket tersebut menjadi rencana kerja masing-masing pekerja. Oleh karena itu, paket tersebut harus diberlakukan sebagai kesepakatan negosiasi. METODOLOGI Penelitian dilakukan di IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina yang berlokasi di Jl. Kyai Maja No. 43 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan alasan pada masa pandemi COVID-19 ini pekerja di IGD RS denga pendekatan kuantitatf. Dalam penelitian ini penulis menyelidiki masalah stres kerja dan kinerja pekerja yang terjadi pada pekerja IGD RS. Pusat Pertamina untuk menguji teori dan hipotesis yang telah ada dalam penelitian sebelumnya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik uji Z dengan melihat Z hitung dan Z tabel untuk menentukan apakah hipotesis nol (H. ditolak atau diterima. Pengujiaan pada hipotesis adalah dengan cara melihat hubungan antara stres kerja dengan kinerja pekerja pada pekerja IGD RS. Pusat Pertamina di Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keseluruhan populasi atau total sampling sebanyak 34 orang karena jumlah pekerja dalam penelitian ini kurang dari 200. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Data primer, diperoleh dari hasil kuesioner. Data sekunder, diperoleh dari studi pustaka, yaitu pengumpulan data dari bukubuku, karya akademis, internet, dan sumber-sumber lainnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi tambahan serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu mengenai stres kerja dan kinerja pekerja. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik analisis data yaitu sebagai Uji Instrumen Uji Validitas Validitas menguji seberapa baik suatu instrumen yang dibuat mengukur konsep tertentu yang ingin diukur (Sekaran:2006:. Untuk mengukur validitas dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Validitas yang diukur peneliti dalam penelitian adalah validitas konstruk dengan menggunakan metode analisis faktor. Analisis ini menghitung variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang membentuk model penelitian. Hubungan antara variabel yang terkait diperiksa dan diwakili dalam beberapa faktor dasar (Malhotra. GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan dengan menganalisis faktor kepada hasil pretest untuk melihat nilai KMO MSA (Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequac. BarlettAos Test of Sphericity. Anti-Image Matrix, dan Factor Loading of Component Matrix. Penjelasan tentang pengukuran-pengukuran nilai tersebut dijelaskan pada tabel berikut : (Ghozali. Imam:2000:. Nilai KMO MSA diatas . 500 menunjukkan bahwa faktor analisis dapat digunakan. Nilai BarlettAos Test of Sphericity kurang dari . 05 menunjukkan hubungan yang signifikan antar variabel, merupakan nilai yang diharapkan. Nilai diagonal Anti-Image Correlation Matrix diatas . 500 menunjukkan variabel cocok/ sesuai dengan struktur variabel lainnya didalam faktor tersebut. Uji Reliabilitas Keandalan . suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias . ebas kesalaha. dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi dimana instrumen mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran . ekaran:2006:. Konsistensi menunjukkan seberapa baik item-item yang mengukur sebuah konsep bersatu menjadi sebuah kumpulan. Alfa cronbach adalah koefisien keandalan yang menunjukkan seberapa baik item dalam suatu kumpulan secara positif berkorelasi satu sama lain. cronbachAos dihitung dalam hal rata-rata interkorelasi antar-item yang mengukur konsep. Semakin dekat alfa cronbachAos dengan 1, semakin tinggi keandalan koefisien internal . ekaran:2006:. Secara umum, keandalan kurang dari 0,60 dianggap buruk, keandalan dalam kisaran 0,70 bisa diterima dan lebih dari 0,80 adalah baik . ekaran:2006:. Analisis Korelasi Dalam penelitian ini uji statistik bivariat menggunakan metode analisis korelasi Rank Spearman. Koefisien korelasi ini digunakan untuk mengukur korelasi antardua variabel yang memiliki tingkat pengukuran ordinal. Korelasi ini mengasumsikan bahwa data terdiri dari berpasang-pasangan hasil pengamatan numerik dan nonnumerik. Setiap data Xi maupun Yi ditetapkan peringkatnya relatif terhadap X dan Y yang lain , dari yang terkecil sampai yang Peringkat terkecil diberi nilai 1. Jika diantara nilai-nilai X atau Y terdapat nilai yang sama, masing-masing nilai sama diberi peringkat rata-rata dari posisi yang seharusnya (Umar: 1999: . PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Tabel 3. 5 dibawah ini menunjukkan interval nilai koefisien dan kekuatan hubungan antar variabel. Nilai koefisien korelasi 0-1 menunjukkan kekuatan hubungan dari kekuatan hubungan sangat lemah sampai kekuatan hubungan sangat kuat. Tabel 2. Interval Nilai Koefisien Korelasi dan Kekuatan Hubungan Nilai Koefisien Korelasi Kekuatan 0,0 Ae 0,2 Sangat 0,2 Ae 0,4 Lemah 0,4 Ae 0,7 Sedang 0,7 Ae 0,9 Kuat 0,9 Ae 1,0 Sangat kuat Sumber: Argyrous:1997:326. Berikut ini adalah rumus korelasi rank spearman Hipotesis Statistik Menurut (Sudjiono, 2. Uji T (Test T) adalah salah satu test statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan. T-statistics merupakan suatu nilai yang digunakan guna melihat tingkat signifikansi pada pengujian hipotesis dengan cara mencari nilai T-statistics melalui prosedur bootstrapping. Pada pengujian hipotesis dapat dikatakan signifikan ketika nilai T-statistics lebih besar dari 1,96, sedangkan jika nilai T-statistics kurang dari 1,96 maka dianggap tidak signifikan (Ghozali, 2. Pengambilan keputusan dilakukan dengan melihat nilai signifikansi pada tabel Coefficients. Biasanya dasar pengujian hasil regresi dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 dengan taraf signifikannya sebesar 5% ( = 0,. Adapun kriteria dari uji statistik t (Ghozali, 2. Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka HCA diterima dan Ha ditolak. Artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variaben dependen. Jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka HCA ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) adalah sebuah rumah sakit tipe B yang merupakan unit usaha dari PT. Pertamina Bina Medika IHC (PERTAMEDIKA IHC). RSPP sebagai rumah sakit diresmikan pada tanggal 6 Januari 1972 oleh Presiden Republik Indonesia saat itu. Jenderal TNI (Pur. Soeharto. RSPP yang berlokasi di Jalan Kyai Maja nomor 43 Jakarta Selatan, berperan sebagai pemberi pelayanan kesehatan rujukan tingkat akhir . dalam suatu jaringan sarana pemberi pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier yang dikelola oleh PT. PERTAMEDIKA IHC. Tabel 3. Jaringan Sarana Kesehatan PT. PERTAMEDIKA Sarana Kesehatan Lokasi Rumah Sakit Pertamina Jaya DKI Jakarta Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Rumah Sakit Pertamina Cirebon Rumah Sakit Pertamina Prabumulih Kalimantan Timur Jawa Barat Sumatera Selatan Rumah Sakit Pertamina Tanjung Kalimantan Timur Rumah Sakit Pertamina Sorong Sorong Peran dalam Jaringan PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Rumah Sakit Pertamina Plaju Sumatera Selatan Rumah Sakit Pertamina Tarakan Kalimantan Timur Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK Sumatra Utara Rumah Sakit Pertamina Balongan Jawa Barat Rumah Sakit Pertamina Cilacap Jawa Tengah Rumah Sakit Pertamina Dumai Riau i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK I. PPK II. PPK i PPK II. PPK i. Rumah Sakit Pusat Pertamina DKI Jakarta Sebagai referral dari semua sarana di atas RSPP memberikan pelayanan utama dalam bentuk pelayanan kesehatan diagnostik dan terapi, yang disampaikan kepada pasien melalui pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap dan penunjang medis. Pelayanan kesehatan penunjang medis terdiri dari pelayanan diagnostik dan pelayanan terapi, yang pelayanannya terpisah dari rawat jalan maupun rawat inap mempertimbangkan sifatnya yang spesifik. Tabel 4. Daftar Pelayanan Utama RSPP Pelayanan Utama Pelayanan Rawat Jalan Rincian Pelayanan Poliklinik Dokter Umum Poliklinik Dokter Spesialis-Sub Spesialis . erdasarkan KSM) Pelayanan Gawat Darurat Pelayanan Hemodialisis Pelayanan Medical Check Up Pelayanan Home Health Care (HHC) Rawat Inap Umum GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Pelayanan Rawat Rawat Inap Anak & Kebidanan Inap Rawat Inap Intensive Care Rawat Inap Stroke Unit Rawat Inap Burn Unit Rawat Inap Isolasi dan Ablasi Pelayanan Medis Penunjang Laboratorium Patologi Klinik Laboratorium Patologi Anatomi Radiologi & Radioterapi Kedokteran Nuklir Rehabilitasi Medik Kamar Bedah dan CSSD Farmasi Gizi dan Catering Laundry Pelayanan rawat jalan terdiri dari 26 Kelompok Staf Medis (KSM) dan didukung dengan pelayanan endoskopi, kamar bedah kecil serta ruang tindakan yang bertempat di lantai I dan II Gedung B yang memiliki 52 ruang konsultasi dan pemeriksaan fisik. Pelayanan rawat inap terdiri dari 15 ruang perawatan di Gedung B dan Gedung F dari lantai I sampai lantai VII, yang secara keseluruhan memiliki 358 tempat tidur . tempat tidur untuk dewasa, 33 tempat tidur anak dan 10 tempat tidur untuk bay. yang klasifikasinya dikelompokkan menjadi kelas President Suite. Junior Suite. VVIP. Excecutive. Deluxe. Superior dan Standar. Setiap ruang perawatan dilayani oleh satu orang Pengawas ruang rawat dan satu orang dokter umum sebagai Dokter Ruangan, serta empat tim perawat untuk memberikan perawatan 24 jam penuh setiap harinya. Fasilitas utama lain adalah fasilitas medis khusus yaitu ruang rawat Intensive Care Unit (ICU), ruang rawat stroke unit, dan ruang rawat burn unit . uka baka. , alat-alat diagnostik khusus dan alat-alat terapi khusus yaitu: Magnetic Resonance Imaging (MRI) 5 dan 3 Tesla. Computed Tomography (CT) Scan Multislice 64 dan 128 slice. Sky Light Gamma Camera. Linear Acceleration (LINAC). Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Holmium Yag Laser. Laparoendoscopy, audiometer, alat pemroses pemeriksaan laboratorium dengan Laboratory Information System (LIS), alat Treadmill Test, alat Hemodialisis, tindakan jantung intervensi dan bedah jantung. Extracorporeal PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Shock Wave Therapy (ESWT). Erectile Dysfunction Shock Wave Therapy (EDSWT) dan Extracorporeal Shocwave Myocardial Revascularization (ESMR). Satu fasilitas penunjang lainnya adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RSPP) aplikasi desktop-based yang terintegrasi menggunakan Oracle serta aplikasi pendaftaran web-based menggunakan IHC App (Mobile & Ap. RSPP didukung oleh 1. 554 orang pekerja yang terdiri dari 820 orang PWTT, 96 orang PWT, 115 orang mitra, 1 orang perbantuan PT Pertamina (Perser. dan 522 orang Fasilitas utama RSPP menempati area seluas 30. 975 m2 dengan luas bangunan 830 m2, berupa bangunan multi blok, yang terdiri dari 5 gedung utama yaitu Gedung A. Gedung B. Gedung F. Gedung K. Graha RSPP dan Gedung H. RSPP memiliki beberapa akses darat melalui jalur-jalur jalan raya utama yaitu Jalan Jenderal Sudirman. Jalan Arteri Pondok Indah, dan Jalan Raya Ciledug. Akses jalan tol dalam kota maupun jalan tol lingkar luar Jakarta termasuk akses ke Bandara Internasional Jakarta SoekarnoHatta, dapat dengan mudah dicapai melalui jalur Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Arteri Pondok Indah. Visi. Misi dan Core Value RSPP Visi Menjadi Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan memprioritaskan kebutuhan pasien dan keluarga. Misi Memberikan Layanan Kesehatan berbasis Value Basesd Care yang didukung teknologi, edukasi, dan riset sehingga dapat memberikan pengalaman terbaik bagi Core Value Core Values RSPP mengacu pada Pertamedika IHC Core Values: AKHLAK AKHLAK adalah kependekan dari Amanah. Kompeten. Harmonis. Loyal. Adaptif, dan Kolaboratif. Amanah Memenuhi janji dan komitmen untuk menerapkan pelayanan Pasien Center. Bertanggung jawab atas tugas keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk kepentingan pasien GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Berpegang teguh kepada nilai moral etika sesuai prinsip-prinsip Tata Kelola Rumah Sakit. Kompeten Meningkatkan kompetensi diri untuk menjamin pelayanan kesehatan. Berbagi pengetahuan antar layanan. Menyelesaikan tugas dengan kualitas yang dipercaya pasien. Harmonis Menghargai pasien apapun latar belakangnya. Membangun lingkungan kerja yang nyaman bagi pasien. Saling membantu dan bekerja sama Loyal Menjaga nama baik Rumah Sakit. Pasien dan Keluarga Pasien. Rela berkorban untuk tercapainya kesembuhan pasien. Patuh kepada ketentuan Rumah Sakit dan Pimpinan. Adaptif Dapat menyesusikan diri sesuai kebutuhan Pasien . Terus menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi. Bertindak proaktif. Kolaboratif Membangun komunikasi dan kolaborasi antar tenaga medis dan Pasien. Terbuka dalam bekerja sama demi kepentingan pasien. Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk meningkatkan Pengalaman Pasien. Variable Penelitian Variabel Stress Kerja Adapun Variable pertanyaan kuesioner stres kerja dapat disajikan pada tabel 4. Tabel 5. Kuesioner Stres PERTAYAAN Apakah anda sering merasa sakit kepala? Apakah anda kehilangan nafsu makan? TIDAK PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Apakah tidur anda tidak nyenyak? Apakah anda mudah merasa takut? Apakah anda merasa cemas, tegang, atau khawatir? Apakah tangan anda gemetar? Apakah anda mengalami gangguan pencernaan? Apakah anda merasa sulit berpikir jernih? Apakah anda merasa tidak bahagia? Apakah anda lebih sering menangis? Apakah anda merasa sulit untuk menikmati aktivitas sehari-hari? Apakah anda mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan? Apakah aktivitas/tugas sehari-hari anda Apakah anda merasa tidak mampu berperan dalam kehidupan ini? Apakah anda kehilangan minat terhadap banyak Apakah anda merasa tidak berharga? Apakah anda mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup anda? Apakah anda merasa lelah sepanjang waktu? Apakah anda mempunyai keluhan tidak nyaman pada perut? Apakah anda mudah lelah? Variable Kinerja Sikap Pekerja Pertanyaan Selalu bersikap ramah kepada pasien dan Selalu menjalin hubungan baik dengan pasien agarpasien merasa nyaman. GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 N TS STS e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Selalu tidak sabaran menghadapi pasien yang Sering marah - marah kepada pasien dan Selalu ikut pelatihan agar menambah ketrampilan saya dalam pelaksanaan asuhan Selalu senantiasa meningkatkan pengetahuan danketrampilan tentang asuhan keperawatan. Merasa kemampuan yang saya miliki sudah cukup jadi saya tidak perlu mempelajari lagi. Tidak pernah mengikuti seminar - seminar karena saya tidak tertarik. Selalu menjalin hubungan baik dengan rekan kerjasaya dan saling mendukung. Menjalin hubungan baik dengan atasan saya dan saya tidak pernah mengecewakan atasan saya atas kinerja saya. Hubungan saya dengan rekan kerja saya Saya selalu berusaha membantu rekan kerja saya agarhubungan baik. Penilaian Kinerja Saya mampu bekerja mencapai/melebihi target. Saya mampu menyelesaikan pekerjan yang Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan ketelitian yang tinggi. Saya mempu menyelesaikan suatu pekerjaan dengan rapi. Saya mempu meminimalkan kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan. PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Saya mampu berinovasi dalam menyelesaikan Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Saya cepat dalam bertindak/mengambil Saya dapat menggunakan waktu dengan efektif & efisien. Saya datang ke kantor dengan tepat waktu. Saya pulang sesuai dengan jam kantor, kecuali karena lembur. Saya dapat bekerja dalam tim dengan baik Saya mampu bekerja dengan baik tanpa pengawasan pimpinan. Saya tidak memaksakan pendapat dalam diskusi/ rapat. Karakteristik Responden Dapat disajikan deskriptif responden penelitian dimaksudkan untuk menggambarkan profil atau identitas jenis kelamin, pendidikan, lama bekerja, status pekerja dan bagian, diuraikan sebagai berikut : Jenis Kelamin Koresponden Dalam suatu perusahaan atau organisasi , seringkali jenis kelamin menjadi hambatan karena adanya perbedaan persfektif antara pria dan wanita sebagai berikut : Tabel 6. Jenis kelamin Responden GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Dalam tabel 4. 1 yakni karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukan bahwa tingkat proporsi responden menurut jenis kelamin yang terbesar dalam penelitian ini adalah laki-laki dengan jumlah responden sebanyak 52,6% dan Perempuan sebanyak 47,4%. Pendidikan Koresponden Deskriptif dalam penelitian ini menggambarkan pendidikan terakhir yang dimiliki oleh pekerja IGD RS. Pusat Pertamina dimana jenis pendidikan terakhir pekerja dikelompokan dalam 4 kelompok yakni : SMA/ Sederajat. Di Keperawatan. S1 Keperawatan dan S1 Kedokteran. Adapun deskriptif dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 7. Pendidikan Koresponden Dalam tabel 4. 2 yakni karakteristik responden berdasarkan pendidikan menunjukan bahwa tingkat proporsi responden menurut pendidikan pekerja yang terbesar dalam penelitian ini adalah Di Keperawatan dengan jumlah responden sebanyak 57,9% . S1 Keperawatan sebanyak 26,3%. SMA/ Sederajat sebanyak 10. 6% dan S1 Kedokteran sebanyak 5,2%. Masa Kerja Koresponden Karateristik responden berdasarkan lamanya bekerja menguraikan mengenai masa kerja atau pengabdian seorang responden terhadap kantor tempatnya bekerja, untuk lebih jelasnya akan disajikan responden berdasarkan lamanya bekerja yang dapat dilihat pada melalui tabel dibawah ini Tabel 8. Masa Kerja Koresponden PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Dalam tabel 4. 3 yakni karakteristik responden berdasarkan lama bekerja menunjukan bahwa tingkat proporsi responden menurut masa kerja yang terbesar dalam penelitian ini adalah diatas 15 tahun dengan jumlah responden sebanyak 68,4% , masa kerja 5-10 tahun sebanyak 15,8%, masa kerja 20-15 tahun sebanyak 10. 5% dan masa kerja 2-4 tahun sebanyak 6,3%. Status Koresponden Karateristik responden berdasarkan status pekerja di IGD RS. Pusat Pertamina menguraikan mengenai status pekerja . ekerja tetap, kontrak dan Outsourcin. seorang responden terhadap staus tempatnya bekerja, untuk lebih jelasnya akan disajikan responden berdasarkan status pekerja yang dapat dilihat pada melalui tabel dibawah ini Tabel 9. Status Koresponden Dalam tabel 4. 4 yakni karakteristik responden berdasarkan status pekerja menunjukan bahwa tingkat proporsi responden menurut status pekerja yang terbesar dalam penelitian ini adalah PWTT (Pekerja Waktu Tidak Terbatas / Pekerja teta. dengan jumlah responden sebanyak 92% , dan PWT . ekerja kontra. sebanyak 8%. Unit Kerja koresponden Deskriptif dalam penelitian ini menggambarkan unit kerja/ bagian yang ada di IGD RS. Pusat Pertamina dimana unit kerja/ bagian pekerja dikelompokan dalam 4 kelompok yakni : Medis. Keperawatan. Non medis dan Penunjang medis. Adapun deskriptif dapat dilihat pada tabel 4. 5 berikut. Tabel 4. 5 Fungsi/ bagian Koresponden GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Dalam 5 yakni karakteristik responden berdasarkan unit kerja/ bagian menunjukan bahwa tingkat proporsi responden menurut unit kerja/ bagian yang terbesar dalam penelitian ini adalah Unit kerja Keperawata dengan jumlah responden sebanyak 80% . Unit kerja Medis sebanyak 8% , unit kerja non medis sebanyak 8% dan penunjang medis sebanyak 4%. Deskripsi Data Analisa Deskripsi Stres Kerja Pentingnya pekerja dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan aktivitas pelayanan di IGD RS. Pusat Pertamina, maka salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kinerja adalah stre kerja. Tabel 10. Kuesioner Stres Kerja Pertayaan Tidak Apakah anda sering merasa sakit kepala? . 24% . 76% Apakah anda kehilangan nafsu makan? . 8% . 92% Apakah tidur anda tidak nyenyak? . 16% . 84% Apakah anda mudah merasa takut? . 4% . 96% Apakah anda merasa cemas, tegang, atau . 12% . 88% . Apakah tangan anda gemetar? Apakah anda mengalami gangguan pencernaan? Apakah anda merasa sulit berpikir jernih? . 8% . 92% . Apakah anda merasa tidak bahagia? . Apakah anda lebih sering menangis? . Apakah anda merasa sulit untuk menikmati . 12% . 88% aktivitas sehari-hari? Apakah anda mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan? . 4% . 96% PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Apakah aktivitas/tugas sehari-hari anda . 0% . Apakah anda merasa tidak mampu berperan . 0% . dalam kehidupan ini? Apakah anda kehilangan minat terhadap banyak . 0% . Apakah anda merasa tidak berharga? . 0% . Apakah anda mempunyai pikiran untuk . 0% . mengakhiri hidup anda? Apakah anda merasa lelah sepanjang waktu? . 4% . 96% Apakah anda mempunyai keluhan tidak nyaman pada perut? Apakah anda mudah lelah? Dari hasil jawaban responden indikator Pisiologi ditemukan hasil jawaban AuYaAy paling tinggi 4 . kurang dari 7 . , indikator Psikologis tidak ditemukan hasil jawaban AuYaAy, indikator Prilaku ditemukan hasil jawaban AuYaAy paling tinggi 3 . kurang dari 7 . sehingga disimpulkan tidak ada pengaruh stres kerja pada masa pandemi COVID-19 terhadap kinerja pekerja IGD RS. Pusat Pertamina di Jakarta. Analisa Deskripsi Kinerja Pekerja Pertanyaan Selalu bersikap ramah kepada . pasien dan keluarganya 63,2% 36,8% Selalu menjalin hubungan baik . dengan pasien agarpasien 63,2% 36,8% STS Selalu tidak sabaran . menghadapi pasien yang 15,8% 57,9% 26,3% . merasa nyaman. Sering marah - marah kepada . pasien dan keluarganya. 5,3% 42,1% 52,6% GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Selalu ikut pelatihan agar menambah ketrampilan saya . 26,3% 63,2% 10,5% dalam pelaksanaan asuhan Selalu senantiasa meningkatkan pengetahuan danketrampilan . 26,3% 63,2% 10,5% tentang asuhan keperawatan. Merasa kemampuan yang saya . miliki sudah cukup jadi saya 57,9% 42,1% tidak perlu mempelajari lagi. Tidak pernah mengikuti seminar - seminar karena saya tidak 5,3% 52,6% 42,1% Selalu menjalin hubungan baik . dengan rekan kerjasaya dan 73,7% 26,3% saling mendukung. Menjalin hubungan baik dengan atasan saya dan saya tidak . 23,1% 73,7% 3,2% pernah mengecewakan atasan saya atas kinerja saya. Hubungan saya dengan rekan kerja saya kurang harmonis. 15,8% 47,4% 36,8% Saya selalu berusaha membantu rekan kerja saya agar hubungan . 26,3% 68,4% 4,3% . Berikut ini akan dijelaskan pengaruh sikap kerja terhadap kinerja pekerja. Penjabaran dimensi kinerja karyawan dijelaskan seperti dibawah ini : Sikap Kerja Pada dimensi ini dibagi kedalam dua belas indikator yaitu selalu bersikap ramah, selalu menjalin hubungan baik dengan pasien, selalu tidak sabaran, sering marah-marah, selalu ikut dalam pelatihan, selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mempunyai kemampuan PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA yang sudah cukup, tidak pernah ikut pelatihan, selalu menjalin hubungan baik rekan kerja. Masing-masing indikator terdiri dari satu pernyataan. Untuk pernyataan dari indikator sikap kerja adalah AuSelalu bersikap ramah kepada pasien dan keluarganyaAy sebanyak 63,2% responden menjawab sangat setuju, 836,8% menjawab Mayoritas yang menyatakan sangat setuju dikarenakan profesi pekerja dituntut untuk memiliki sikap yang ramah terhadap pelangan ( pasien ). Para pekerja merasa memilki sikap ramah yang mereka lakukan karena mereka telah diberikan pembekalan 4S1B (Senyum. Salam. Sapa. Sopan Bant. dari perusahaan. Untuk pernyataan dari indikator hubungan baik terhadap pasien adalah AuSelalu menjalin hubungan baik dengan pasien agarpasien merasa nyamanAy sebanyak 63,2% responden menjawab sangat setuju, 36,8% menjawab setuju. Mayoritas pekerja yang menyatakan sangat setuju dikarenakan para pekerja mampu berkomunikasi yang baik dengan pasien sesuai dengan pengetahuan mereka. Mereka telah diberikan pelatihan 4S1B dari perusahaan untuk menjadi seorang pekerja yang ramah. Untuk pernyataan dari 2 indikator ketidaksabaran dan emosional adalah: AuSelalu tidak sabaran menghadapi pasien yang sering mengeluhAy sebanyak 57,9% responden menjawab tidak setuju, 26,3% menjawab sangat tidak setuju, 15,8% menjawab netral. AuSering marah - marah kepada pasien dan keluarganyaAy sebanyak 52,6% menjawab sangat tidak setuju, 42,1% menjawab tidak setuju dan 5,3% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan sangat tidak setuju dikarenakan para pekerja sudah biasa dan memaklumi bila ada pasien dan keluarganya yang berprilaku kurang baik. Untuk pernyataan dari 2 indikator kompetensi sumber daya manuasia adalah: AuSelalu ikut pelatihan agar menambah ketrampilan saya dalam pelaksanaan asuhan keperawatanAy sebanyak 63,2% responden menjawab setuju, 26,3% menjawab sangat setuju, 10,5% menjawab netral. AuSelalu ikut pelatihan agar menambah ketrampilan saya dalam pelaksanaan asuhan keperawatanAy sebanyak 63,2% responden menjawab setuju, 26,3% menjawab sangat setuju dan 10,5% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan profesi pekerja harus selalu di asah dengan mengikuti pelatihan dan seminar tentang asuhan keperawatan agar tidak melanggar kode etik yang telah ditentukan. Untuk pernyataan dari 2 indikator malas untuk ikut pelatihan adalah: AuMerasa kemampuan yang saya miliki sudah cukup jadi saya tidak perlu mempelajari lagiAy sebanyak 57,9% responden menjawab tidak setuju, 42,1% menjawab sangat tidak setuju. GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 AuTidak pernah mengikuti seminar - seminar karena saya tidak tertarikAy sebanyak 52,6% responden menjawab tidak setuju, 42,1% menjawab sangat tidak setuju, 5,3% menjawab netral. Mayoritas agen yang menyatakan tidak setuju dikarenakan pekerja IGD harus selalu diasah pengetahuan pekerja untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap kondisi Pasien seberat apapun kasus yang dihadapi karena akan berakibat fatality bila terjadi kesalahan tindakan pada Untuk pernyataan dari 4 indikator hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan adalah : AuSelalu menjalin hubungan baik dengan rekan kerjasaya dan saling mendukungAy sebanyak 73,7% responden menjawab sangat setuju, 26,3% menjawab setuju. AuMenjalin hubungan baik dengan atasan saya dan saya tidak pernah mengecewakan atasan saya atas kinerja sayaAy 73,7% menjawab setuju, 23,1% menjawab sangat setuju dan 3,2% menjawab tidak netral. AuHubungan saya dengan rekan kerja saya kurang harmonisAu47,4% menjawab tidak setuju, 36,8% menjawab sangat tidak setuju, 15,8% menjawab netral. AuSaya selalu berusaha membantu rekan kerja saya agar hubungan baikAy 68,4% menjawab setuju, 26,3% menjawab sangat setuju 4,3% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan seorang pekerja harus menjalin hubungan kerja yang baik anatar pekerja dan atasan untuk menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang harmonis demi kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan IGD yang diberikan. Kinerja Pekerja Pertayaan Saya mampu bekerja . mencapai/melebihi target. Saya mampu menyelesaikan pekerjan yang diberikan Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan ketelitian yang 10,5% 73. 3% 15,8% 21,1% 78,9% 15,8% 78,9% 5,3% Saya mampu menyelesaikan suatu pekerjaan dengan rapi. Saya mampu meminimalkan kesalahan dalam menyelesaikan . 15,8% 84,2% . 10,5% 89,5% STS PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Saya mampu berinovasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. 26,3% 68,4% 5,3% 63,2% 15,8% Saya dapat menggunakan waktu . Saya datang ke kantor dengan Saya pulang sesuai dengan jam Saya dapat bekerja dalam tim Saya mampu bekerja dengan baik tanpa pengawasan pimpinan. 5,3% bertindak/mengambil keputusan. dengan baik 10,5% 84,2% . kantor, kecuali karena lembur. tepat waktu. Saya cepat dalam dengan efektif & efisien. 10,5% 89,5% 26,3% 73,7% 21,1% 68,4% 10,5% 31,6% 63,2% 5,2% 15,2% 78,9% 5,9% Saya tidak memaksakan pendapat . dalam diskusi/ rapat. 5,3% 78,9% 15,8% Pada dimensi ini dibagi kedalam empat belas indikator yaitu mampu bekerja mencapai target, mempu bmenyelesaikan pekerjaan yang diberikan, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan ketelitian, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan rapih, meminimalkan kesalahan dalam bekerja, mampu berinovasi dalam menyelesaikan pekerjaan, mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dapat bertindak dengan cepat, menggunakan waktu secara efisien & efektif, daytang tepat waktu, pulang kerja sesuai jam kerja, dapat bekerja dalam tim, mampu bekerja tanpa pengawasan, tidak memaksakan pendapat dalam berdikusi. Masing masing indikator satu pertayaan. Untuk pernyataan dari 5 indikator kemampuan menyelesaikan pekerjaan adalah : AuSaya mampu bekerja mencapai/melebihi targetAy sebanyak 73,3% responden menjawab setuju, 15,8% menjawab netral, dan 10,5% menjawab sangat setuju. AuSaya mampu menyelesaikan pekerjan yang diberikanAy sebanyak 78,9% menjawab setuju dan 21,1% menjawab sangat setuju. AuSaya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan ketelitian yang tinggiAy sebanyak 78,9% menjawab setuju, 15,8% menjawab sangat setuju dan 5,3% menjawab netral. GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 AuSaya mampu menyelesaikan suatu pekerjaan dengan rapiAy sebanyak 84,2% menjawab setuju dan 15,8% menjawab sangat setuju. AuSaya mampu meminimalkan kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaanAy sebanyak 89,5% menjawab setuju dan10,5% menjawab sangat setuju. Mayoritas pekerja menyatakan setuju dikarenakan para pekerja sangat berkompeten dalam menyelesaikan Untuk pernyataan dari indikator Inovasi dalam menyelesaikan pekerjaan adalah AuSaya mampu berinovasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Ay Sebanyak 84,2% responden menjawab setuju, 10,5% menjawab sangat setuju, 5,3% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja mampu berinovasi dalam menyelesaikan Mereka membuat perencaan dalam bekerja sehingga mereka melakukan pekerjaan secara sistematis. Untuk pernyataan dari indikator menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah AuSaya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktuAy sebanyak 68,4% responden menjawab setuju, 26,3% menjawab sangat setuju, dan 5,3% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Untuk pernyataan dari 2 indikator efisiensi waktu dalam melakukan pekerjaan adalah: AuSaya cepat dalam bertindak/mengambil keputusanAy sebanyak 63,2% responden menjawab setuju, 21% menjawab sangat setuju, dan 15,8% menjawab netral dan AuSaya dapat menggunakan waktu dengan efektif & efisienAy sebanyak 89,5% menjawab setuju dan 10,5% menjawab sangat setuju. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja merasa berharganya waktu dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Untuk pernyataan dari 2 indikator ketepatan waktu kerja adalah: AuSaya datang ke kantor dengan tepat waktuAy sebanyak 73,7% responden menjawab setuju, 26,3% menjawab sangat setuju. AuSaya pulang sesuai dengan jam kantor, kecuali karena lemburAy sebanyak 68,4% menjawab setuju, 21,1% menjawab sangat setuju dan 10,5% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja mempunyai kedisiplinan terhadap jam kerja. Untuk pernyataan dari indikator tim work adalah AuSaya dapat bekerja dalam tim dengan baikAy sebanyak 63,2% responden menjawab setuju, 31,6% menjawab sangat setuju, dan 5,2% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja memiliki komunikasi dan tanggung jawab dalam tim. PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Untuk pernyataan dari indikator profesional adalah AuSaya mampu bekerja dengan baik tanpa pengawasan pimpinanAy sebanyak 78,9% responden menjawab setuju, 15,2% menjawab sangat setuju, dan 5,9% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja memiliki kemampuan dan kompetensi dalam melakukan pekerjaan tanpa pengawasan langsung dari pimpinan. Untuk pernyataan dari indikator saling menghargai dalam pertemuan dan kegiatan kelompok adalah AuSaya tidak memaksakan pendapat dalam diskusi/ rapatAy sebanyak 78,9% responden menjawab setuju, 15,8% menjawab netral, dan 5,3% menjawab netral. Mayoritas pekerja yang menyatakan setuju dikarenakan para pekerja sering ikut serta dalam pertemuan atau kegiatan kelompok seperti pertemuan rutin bulanan dengan kepala Instalasi dan pertemuan dengan manajemen. Pengujian Data Uji Validitas Validasi Stres Kerja Dari tabel uji validitas pada dimensi variabel stres kerja dapat diketahui bahwa nilai hasil sebagai berikut : Didapat hasil mayoritas pekerja yang dilakukan penilaian menggunakan metode SRQ20 tidak didapatkan hasil jawaban AuYaAy lebih dari 7 maka sesuai dengan Pedoman Kegiatan Keafiatan di Tempat Kerja yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan tahun 2016, halaman 55 menyatakan bahwa Untuk pertayaan No 1s/d 20. Jika terdapat minimal 7 . jawaban AuYaAy maka sebaiknya dirujuk ke profesional kesehatan jiwa (Psikiater. Psikolog. Dokter Umum dan Perawat yang sudah dilatih kesehatan jiw. atas referensi tersebut maka hasil dari jawaban responden tidak ditemukan jawaban AuYaAy lebih dari 7 . jadi Pada Masa Pandemi COVID-19 Pekerja IGD RS. Pusat Pertamina di Jakarta tidak berisiko terhadastress Uji Validitas Sikap Kerja GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Correlations X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Total Pearson X Correlation Sig. Pearson X Correlation Sig. Pearson Sig. Pearson X Correlation Sig. - . - . Pearson Sig. X Correlation X Correlation PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Pearson X Correlation Pearson X Correlation Sig. Pearson X Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. X Correlation Sig. Pearson X Correlation Sig. Pearson GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 - . e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 X Sig. Sig. V Pearson A Correlation X Correlation R0 Sig. 00 taile. Pearson Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Uji Validitas Kinerja Pekerja Correlations X2 X2. X X2. X2. X X2. X X X X X X X2. TOT Pearson Correlati X2. Sig. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. 5 * . 280 **. 23 23 23 23 23 PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Pearson Correlati X2. Sig. Pearson Correlati . X2. Sig. Correlati . 6* 4* X2. Sig. Pearson Correlati X2. Sig. Pearson 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 174 *. 24 24 24 24 24 7 *. 269 * . GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Pearson Correlati X2. Sig. Correlati . Pearson Correlati X2. Sig. X2. Pearson Correlati 6 3* 7** X2. Sig. Pearson 1 8** 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 1 0 * ** * *. 24 24 24 24 24 1 *. 24 24 24 24 24 217 **. 403 ** . PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Sig. Pearson Correlati X2. Sig. Pearson Correlati . X2. Sig. Pearson Correlati . X2. Sig. 2 2** 24 24 24 24 24 330 ** 24 24 24 24 24 7 6* 7 ** GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 24 24 24 24 24 403 **. 24 24 24 24 24 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Pearson Correlati Sig. Pearson Correlati X2. X2. Sig. Pearson Correlati TO on LX Sig. 7 ** . 24 24 24 24 24 0 6* 0 0 0 367 * *. 7* ** * 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Uji Reliabilitas Dari hasil Validasi Sikap Kerja (X. terhadap Kinerja Pekerja (X. didapat hasil sebagai berikut : Tabel 4. 1 Reliabilitas Sikap Kerja Model Summary Mode R Square Adjusted R Std. Error Square of the Estimate Predictors: (Constan. , sikap kerja Case Processing Summary Cases Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha N of Items Based on Standardized Items Tabel 4. 2 Reliabilitas Kinerja Pekerja Case Processing Summary Valid Cases Excludeda Total GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 Listwise deletion based on all variables in the procedure. Dari hasil analisa koofesien korelasi menunjukan nilai R sebesar 0,271 yang berarti hubungan variabel sikap kerja terhadap kinerja tidak signifikan dan kooefisien determinasi (KD) sebesar 0,073 sangat kecil. Tabel 4. 3 uji Regresi linear Variables Entered/Removeda Model Variables Variables Entered Removed sikap kerjab Method Enter Dependent Variable: kinerja All requested variables entered. Tabel 4. 4 Uji Hipotesisi ANOVAa Model Regressio Sum of Df Mean Squares Square Residual Total Sig. Dependent Variable: kinerja Predictors: (Constan. , sikap kerja Coefficientsa Model Unstandardize Standardize d Coefficients Coefficient Sig. PENGARUH STRES KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PEKERJA INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RS. PUSAT PERTAMINA DI JAKARTA Std. Beta Error (Constan Dependent Variable: kinerja PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Melihat hasil dari Kuesioner Stres Kerja menggunakan SRQ20 didapat hasil jawaban AuYaAy kurang dari 7 . sehingga dapat disimpulkan bahwa pada masa Pandemi COVID-19 pengaruh stres kerja tidak berpengaruh kepada Kinerja Pekerja IGD RS. Pusat Pertamina. Melihat dari hasil uji hipotesis pengaruh Sikap Kerja terhadap Kinerja Pekerja didapat hasil nilai F lebih besar dari 0. 30 artinya Sikap Kerja bisa mempengaruhi terhadap kinerja Pekerja IGD RS. Pusat Pertamina di Jakarta. Setelah dilakukan uji regresi Linear dapat dilihat keterlibatan antara sikap kerja terhadap kinerja pekerja hanya mempengaruhi sedikit yaitu 0,073. Untuk uji T, didapat hasil 2. 739 lebih besar dari nilai 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, hubungan antara stres kerja dengan kinerja pekerja di IGD RS. Pusat Pertamina menunjukkan bahwa tingkat stres kerja selama pandemi COVID-19 tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja mereka. Hal ini didasarkan pada jawaban kuesioner dari pekerja yang mayoritas menjawab "Ya" kurang dari tujuh kali, yang mengindikasikan bahwa tanggung jawab terhadap pekerjaan dan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan berperan dalam mengurangi dampak stres. Saran bagi perusahaan, kondisi stres kerja dan kinerja karyawan saat ini cukup baik. Untuk mencegah stres kerja, perusahaan dapat mengimplementasikan program-program seperti konsultasi, pelatihan, acara rekreasi bersama, dan pemberian penghargaan. Selain itu, untuk mempertahankan kinerja IGD yang tinggi, perusahaan sebaiknya rutin memberikan pembekalan pengetahuan mengenai kompetensi dan sistem remunerasi yang menarik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan fokus pada populasi dan sampel yang berpotensi mengalami stres kerja tinggi seperti karyawan pabrik, rumah sakit, dan polisi dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja GEMILANG - Vol. No. 4 OKTOBER 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 304-344 DAFTAR REFERENSI Beehr. Terry A. AuOccupational Stress and Failures of Social Support: When Helping HurtsAy. Journal of Occupational Health Psychology. Bowler. Matthew& Brass. Daniel J. AuRelational Correlates of Interpersonal Citizenship Behavior: A Social Network PerspectiveAy. Journal of Applied Psychology. Effa. Hubungan Stres Dalam pekerjaan Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pelaksana Divisi Pemasangan Permata Pada PT Indovisi Kencana Mas (Jakarta Timu. Depok : Universitas Indonesia. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. Edisi 8. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Huang C. Wang Y. Li X. Ren L. Zhao J. Cao J. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan. China. Lancet, 395 . , pp. Available from: https://doi. org/10. 1016/S0140-6736. Jehangir. Muhammad,et al. AuEffects of Job Stress on Job Performance & Job SatisfactionAy. Journal of Contemporary research in Business. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Terakreditasi Peringkat 5 (No. SK: 85/M/KPT/2. Vol. No. 4 November 2020pISSN: 2598-9944e-ISSN:2656-6753 Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Kahya. Emin. AuThe effects of job performance on effectivenessAy. International Journal of Industrial Ergonomics. 96-104 DOI:10. 1016/j. Kirana. Widiana. Sasti. Hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan pada Agen PT Asuransi Jiwasraya (Perser. Kantor Cabang Jakarta Timur. Depok : Universitas Indonesia. Lubis. Hermanto. , & Edison. Manajemen dan Riset Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta Pedoman Kemenkes tentang Kegiatan Keafiatan dwi Tempat Kerja tahun 2016. World Health Organization. Mental Health and Psychosocial Considerations During COVID19 Outbreak. World Heal Organ. (Januar. :1Ae6. https://apps. int/iris/handle/10665/331490.