J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 PEMBELAJARAN TEKNIK VOKAL YOUTH DI GIA GENUK INDAH SEMARANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA Shella Mentari Mokar. Yunatan Utomo. Christanto Hadijaya (Mahasiswa Prodi S1 Musik Gereja STT Kristus Alfa Omega email. shellamokar@gmail. utomo@gmail. com: christtofirrolio@gmail. Abstrak Generasi muda sebagai generasi penerus gereja diharapkan dapat memiliki karakter dan pengetahuan yang baik dalam dunia pelayanan termasuk pelayanan musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan anggota youth di GIA Genuk Indah Semarang tentang teknik vokal. Faktor penyebab peserta anggota youth di GIA Genuk Indah Semarang belum menguasai teknik vokal, karena anggota youth tidak berasal dari jurusan musik, sehingga pengetahuan dan pemahaman teknik vokal masih kurang, tetapi mereka membutuhkan kemampuan teknik vokal untuk persiapan dalam pelayanan worship leader dan singer. Hasil pembelajaran teknik vokal pada youth di GIA Genuk Indah Semarang, terjadi perubahan pada peserta didik yang mengikuti pembelajaran ini. Pembelajaran ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap Kurangnya orang yang berkompeten dalam bidang musik menjadi salah satu sebab kurang efektifnya pembelajaran vokal. Kesimpulannya banyak yang harus diperbaiki dalam pelatihan vokal guna meningkatkan sumber daya manusia. Kata kunci: pembelajaran vokal, teknik vokal, musik vokal Abstract The young generation as the next generation of the church is expected to have good character and knowledge in the world of service including music service. This study aims to determine how much knowledge of youth members at GIA Genuk Indah Semarang about vocal techniques. The factors causing youth members at GIA Genuk Indah Semarang not to master vocal techniques, because youth members do not come from music majors, so their knowledge and understanding of vocal techniques are still lacking, but they need vocal technique skills to prepare for worship leader and singer services. The results of vocal technique learning for youth at GIA Genuk Indah Semarang, there were changes in students who took part in this learning. This learning is divided into two stages, namely the preparation stage and the implementation stage. The lack of competent people in the field of music is one of the reasons for the ineffectiveness of vocal learning. The conclusion is that there are many things that need to be improved in vocal training in order to improve human resources. Key Words: vocal learning, vocal technique, vocal music PENDAHULUAN Musik merupakan salah satu media ekspresi seni yang mencerminkan identitas dan kebudayaan masyarakat pendukungnya. Ia tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses inkulturasi budaya yang berlangsung dalam bentuk formal maupun informal. Jamalus menyatakan bahwa musik adalah hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik seperti irama, melodi, harmoni, bentuk, struktur lagu, dan ekspresi. 1 Dalam konteks kekristenan, musik memiliki peranan penting dalam liturgi ibadah, terutama sebagai sarana untuk memuji dan menyembah Tuhan melalui Jamalus. Drs. Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 lagu-lagu rohani. Fungsi musik dalam ibadah mencakup pengungkapan emosi, penenangan jiwa, komunikasi rohani, serta penguatan iman jemaat. Seni musik sendiri terdiri dari dua unsur utama, yaitu instrumen dan vokal. Vokal, sebagai bentuk musik internal yang bersumber dari suara manusia, memegang peran sentral dalam pelayanan ibadah, khususnya dalam kegiatan bernyanyi. 2 Kemampuan bernyanyi dengan teknik vokal yang baik tidak hanya menghasilkan suara yang merdu dan stabil, tetapi juga mencerminkan penghayatan spiritual yang mendalam. Teknik vokal yang baik hanya dapat dicapai melalui latihan yang konsisten dan terarah. Tanpa pembelajaran yang terstruktur, kualitas vokal sulit untuk ditingkatkan secara optimal. Oleh karena itu, pelatihan teknik vokal sangat penting, khususnya bagi kalangan remaja . di GIA Genuk Indah Semarang, sebagai bentuk pembinaan rohani dan regenerasi pelayan ibadah. Namun demikian, menyampaikan materi teknik vokal kepada peserta didik bukanlah perkara Materi ini bersifat teknis dan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat memahami dan mempraktekkannya dengan baik. Di sinilah pentingnya peran metode Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran melalui kegiatan yang nyata, sistematis, dan terukur, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. 3 Seorang pengajar perlu merancang proses pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi secara teori, tetapi juga memberi ruang kepada siswa untuk aktif berlatih, bereksplorasi, dan berkembang, baik secara individu maupun kelompok. Berdasarkan permasalahan ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi teknik vokal kepada peserta didik, khususnya di kalangan remaja gereja, agar pelatihan vokal dapat berlangsung secara efektif dan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan ibadah. METODOLOGI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan materi teknik vokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus memahami proses pembelajaran vokal secara mendalam. Peneliti bertindak langsung dalam proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada pembelajaran vokal di kalangan Youth GIA Genuk Indah Semarang. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggali ekspresi musikal dan dinamika interaksi dalam proses belajar vokal. Metode pembelajaran yang diamati adalah metode latihan . dan imitasi. Metode ini dinilai efektif dalam seni vokal karena melibatkan praktik langsung dan peniruan keterampilan teknik. Imitasi mencakup pengamatan terhadap diksi, posisi tubuh, dan ekspresi. Target pembelajaran adalah agar peserta mampu HT. Silaen. Aoupaya pembelajaran praktek instrumen i vokal bagi mahasiswa pendidikan seni musik Fbs uny berbasis etude. Akhmad Sudrajat. Model Pembelajaran. AoPengertian Pendekatan. Strategi. Metode. Teknik. Taktik. Dan Model PembelajaranAo, 1, 2003. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 bernyanyi dengan teknik vokal yang baik dan benar. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menarik kesimpulan atas data yang diperoleh. PEMBAHASAN Teknik Dasar Bernyanyi Pemahaman Dasar Teknik Vokal Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teknik vokal dimulai dengan kesadaran akan tubuh sebagai instrumen utama dalam bernyanyi. Teknik vokal tidak hanya berkaitan dengan kualitas suara, tetapi juga melibatkan cara menggunakan tubuh secara optimal. Salah satu aspek dasar yang ditekankan adalah penggunaan pernapasan diafragma. Pernapasan ini memungkinkan kontrol aliran udara yang lebih baik, yang menjadi pondasi dalam menghasilkan suara yang stabil dan kuat. Pita suara merupakan sumber bunyi dari suara manusia yang sering kita dengar. Suara yang keluar dari pita suara berasal dari udara yang keluar dari paru-paru melalui bronchi atau cabang saluran udara sampai pada pangkal tenggorok yang menggetarkan selaput suara dan menimbulkan bunyi. Dalam percakapan biasa bunyi suara yang dihasilkan adalah letusan pada selaput suara tidak merata. Melainkan yang disebut nada yaitu suara manusia yang sedang bernyanyi terdengar nyaring karena selaput suara meregang rata dan seimbang, frekuensinya pun teratur dan sesuai dengan yang dibutuhkan seorang penyanyi. Postur Tubuh yang Tepat Postur tubuh yang tepat berperan penting dalam mendukung kemampuan vokal seseorang. Posisi berdiri tegak, bahu rileks, rahang sedikit turun, dan kepala sejajar dengan lantai membantu memperlancar aliran udara saat bernyanyi. Postur ini juga memungkinkan resonansi suara bekerja lebih optimal, sehingga suara terdengar lebih kuat dan jelas. Berdasarkan hasil penelitian, peserta yang secara konsisten menjaga postur tubuh saat latihan mengalami peningkatan kestabilan suara. Mereka juga merasa lebih nyaman dan percaya diri saat bernyanyi. Hal ini menunjukkan bahwa teknik postur tubuh tidak dapat diabaikan dalam pembelajaran vokal. Postur yang baik bukan hanya mendukung teknis bernyanyi, tetapi juga meningkatkan kualitas ekspresi vokal secara keseluruhan. Latihan Vokal Terarah Latihan vokal yang dilakukan secara konsisten dan terarah memiliki peran penting dalam Delfi Widya Astuti. AoPenerapan Teknik Vokal Pada Kegiatan Ekstrakulikuler Paduan Suara Siswa SMA Negeri 1 SinjaiAo. Penerapan Teknik Vokal Pada Kegiatan Ekstrakulikuler Paduan Suara Siswa SMA Negeri 1 Sinjai. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 membentuk teknik vokal yang baik. Latihan ini mencakup beberapa aspek utama, seperti pernapasan, penguatan otot vokal, serta peningkatan kelincahan vokal. Dalam praktik pembelajaran, pendekatan metode drill . atihan berulan. dan imitasi terbukti efektif, karena memungkinkan peserta untuk meniru teknik mengajar secara langsung. Melalui metode ini, peserta dapat memahami dengan lebih jelas tentang posisi tubuh yang benar, diksi yang tepat, serta interpretasi lagu yang sesuai. Perlu dipahami bahwa pernapasan dalam bernyanyi sangat berbeda dengan pernapasan dalam berbicara sehari-hari. Dalam bernyanyi, pengambilan napas dilakukan secepat mungkin namun tetap dalam volume yang besar, dan pengeluarannya dilakukan secara terkontrol serta bertahap. Oleh karena itu, sebelum memulai praktik vokal, peserta didik perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang teknik pernapasan. Dengan penguasaan teknik pernapasan yang tepat, proses latihan vokal akan menjadi lebih efektif dan hasilnya dapat meningkatkan kualitas suara secara signifikan. Salah satu aspek yang paling mendasar dalam latihan vokal adalah pernapasan. Menurut Soewito, pernapasan merupakan unsur paling penting dalam bernyanyi, karena menjadi penggerak utama dari produksi suara. Ada tiga jenis pernapasan yang umum digunakan dalam bernyanyi, yaitu pernapasan dada, pernapasan perut, dan pernapasan diafragma. 6 Dari ketiganya, pernapasan diafragma dianggap paling ideal karena memungkinkan penyanyi mengontrol aliran udara secara perlahan dan stabil, sehingga suara yang dihasilkan menjadi lebih kuat dan tahan lama. Pertama, pernafasan dada. Pernapasan ini dilakukan dengan cara memasukkan udara kedalam paru-paru sehingga paru-paru menjadi lebih besar. Pernapasan dada tidak baik digunakan dalam bernyanyi. Kedua, pernafasan perut. Pernapasan ini disebabkan oleh gerakan perut yang semakin menggembung, rongga perut membesar sehingga udara dari luar masuk memenuhi perut. Rongga dada bebas dari ketegangan. Paru-paru, batang tenggorokan, selaput suara, alat-alat pengucapan, dapat leluasa menghasilkan suara yang wajar. Akan tetapi tidak memberikan dorongan yang kuat. Ketiga, pernapasan diafragma. Diafragma terletak diantara rongga dada dan rongga perut. Pada saat bernyanyi, otot diafragma dapat memberi dorongan yang kuat kepada paru-paru serta dapat mengatur tenaga aliran udara melalui batang tenggorokan menggetarkan selaput suara dan keluar melalui mulut. 7 Pernapasan yang baik digunakan untuk bernyanyi adalah pernapasan diafragma. Selain 3 jenis pernapasan di atas, pernapasan bahu juga merupakan salah satu pernapasan yang digunakan dalam bernyanyi. Pramayuda mengungkapkan bahwa pernapasan bahu adalah pernapasan yang mengambil atau mengalihkan kekuatan bahu, untuk mengisi napas pada paruparu, sebab pusat napas adalah di paru-paru. W N Handayani. AoPelatihan Teknik Kontrol Pernapasan Pada Program Executive Class Di Overtone Music&Vocal Course BandungAo, 2019. Soewito. Teknik Termudah Belajar Vokal. Bandung : Titik Terang Sagala. Pelatihan Teknik Vokal dengan Menggunakan Pernapasan Diafragma pada UKM Sangserta. Jurnal Peduli Masyarakat, 6. , 55-64. Odhi Pratama. AoUpaya Perbaikan Tenik Pernapasan Dan Resonansi Dengan Metode Kecerdasan Kinestesi Pada Paduan Suara Di SMK Negeri 1 TempelAo. Pendidikan Seni Musik, 2016, 1Ae10. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Vokalisi Vokalisi adalah Langkah awal pemanasan dalam berlatih vokal atau seni suara tidak lepas dari teknik vokalisasi. Berikut beberapa contoh untuk Latihan vokalisi Vokalisi untuk melatih intonasi Vokalisi Untuk Melatih Artikulasi Vokalisi untuk melatih pernafasan Produksi dan Warna Suara Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang resonansi suara menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran vokal. Suara yang baik tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan vokal, melainkan juga oleh bagaimana suara tersebut diperkuat melalui ruang resonansi dalam tubuh, seperti rongga mulut, hidung, dan dada. Peserta yang memahami dan mampu memanfaatkan area resonansi ini menunjukkan peningkatan kualitas suara yang lebih penuh, jernih, dan berkarakter. Selain resonansi, teknik vibrato juga teridentifikasi sebagai elemen penting dalam memperkaya ekspresi vokal. Vibrato merupakan getaran nada yang berirama dan teratur, yang memberikan nuansa hangat, dinamis, dan emosional dalam penampilan vokal. Meskipun teknik ini membutuhkan latihan yang cukup intensif, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta yang berlatih secara konsisten mulai mampu menerapkan J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 vibrato secara alami dan tepat dalam lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Dengan demikian, penguasaan resonansi dan vibrato terbukti mampu meningkatkan kualitas musikalitas peserta dalam bernyanyi secara signifikan. Ekspresi dan Interpretasi Musik Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi dan interpretasi musik menjadi unsur penting yang harus dimiliki oleh setiap peserta dalam pembelajaran teknik vokal. Bernyanyi tidak hanya berfokus pada ketepatan nada dan teknik pernapasan, tetapi juga pada bagaimana penyanyi mampu menyampaikan makna dan emosi yang terkandung dalam lagu kepada pendengar. Salah satu aspek yang menonjol dalam penelitian ini adalah improvisasi vokal, yang memberikan ruang kebebasan bagi peserta untuk berekspresi secara spontan. Melalui improvisasi, peserta dapat berkreasi dengan melodi dan ritme secara fleksibel, serta menciptakan variasi nada yang unik di luar notasi dasar lagu. Proses ini mendorong peserta untuk lebih berani mengekspresikan diri, meningkatkan kreativitas musikal, serta memperdalam pemahaman emosional terhadap lagu yang dibawakan. Kemampuan improvisasi ini tidak hanya memperkaya penampilan vokal, tetapi juga meningkatkan kepekaan musikal dan keterampilan adaptasi peserta dalam menghadapi berbagai dinamika lagu. Selain itu, hasil penelitian juga menekankan pentingnya pembawaan lagu yang melibatkan keselarasan antara emosi, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh. Peserta yang mampu menghayati lirik lagu dengan baik, serta menyesuaikan ekspresi wajah dan sikap tubuh sesuai dengan isi lagu, menunjukkan penampilan yang lebih menyentuh dan komunikatif. Ekspresi yang tulus akan membantu membangun koneksi emosional antara penyanyi dan pendengar, sehingga pesan lagu dapat tersampaikan secara efektif. Aspek lain yang teridentifikasi adalah kepercayaan diri. Peserta yang tampil dengan percaya diri cenderung menunjukkan kualitas vokal dan ekspresi yang lebih optimal. Rasa percaya diri memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan peserta dalam mengeksekusi teknik vokal yang telah dipelajari, serta meningkatkan ketenangan dan ketepatan dalam membawakan lagu di atas panggung. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan teknik vokal harus dibarengi dengan kemampuan ekspresi dan interpretasi musik yang baik. Kedua aspek ini saling melengkapi untuk menghasilkan penampilan vokal yang tidak hanya tepat secara teknik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dan emosi lagu dengan kuat kepada audiens Kejelasan dan Ketepatan dalam Menyanyi Intonasi menjadi indikator utama dalam ketepatan menyanyikan nada. Dalam penelitian ini, peserta yang berlatih secara teratur menunjukkan peningkatan dalam menjaga tinggi rendahnya nada, terutama saat menyanyikan frasa-frasa penting dalam lagu. Intonasi yang tepat membantu memperkuat ekspresi dan makna lagu. Intonasi merupakan salah satu indikator utama dalam menilai ketepatan nada saat menyanyi. Ketepatan intonasi menentukan seberapa akurat seorang penyanyi menyuarakan nada J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 sesuai dengan tangga nada yang dibutuhkan dalam lagu. Dalam hasil penelitian ini ditemukan bahwa peserta yang menjalani latihan vokal secara teratur mengalami peningkatan signifikan dalam menjaga kestabilan tinggi rendahnya nada. Hal ini terutama terlihat saat mereka menyanyikan frasa-frasa penting atau klimaks lagu yang menuntut kepekaan nada yang lebih tinggi. Intonasi yang baik bukan hanya menciptakan keselarasan bunyi, tetapi juga memperkuat penyampaian ekspresi emosional dalam lagu. Ketika intonasi tidak tepat, makna lirik lagu dapat terganggu dan pesan emosional menjadi kurang Oleh karena itu, pembelajaran intonasi secara berulang dan terfokus sangat dibutuhkan dalam pelatihan vokal. Peningkatan kemampuan intonasi terbukti membantu peserta menyampaikan lagu dengan lebih menyentuh dan profesional di hadapan audiens. Artikulasi yang jelas sangat diperlukan agar lirik lagu dapat dipahami dengan baik oleh Penelitian menunjukkan bahwa latihan pengucapan vokal dan konsonan secara tepat membantu peserta meningkatkan kejelasan dalam bernyanyi. Posisi lidah dan bentuk mulut menjadi fokus utama dalam pelatihan artikulasi. Menurut Pramayudha. Aubernyanyi adalah berbicara melalui syair lagu yang memiliki notasi, melodi, irama, dan birama yang di dalam syairnya terkandung pesan, cerita yang harus disampaikan kepada pendengar dan harus dapat dimengerti yang disebut artikulasi. Ay9 Menurut Soewito pengucapan atau artikulasi sangat penting dalam bernyanyi. Kata-kata harus diucapkan dengan baik dan jelas. Berkaitan dengan artikulasi. Tim Pusat Musik Liturgi, menyatakan bahwa: Bernyanyi itu berhubungan dengan kata-kata. Artikulasi terbagi atas 3, yaitu: artikulasi huruf vokal, artikulasi huruf konsonan, artikulasi huruf rangkap/diftong. Pertama, artikulasi vokal . uruf hidu. , ada 5 vokal yang kita ketahui, yaitu a, i, u, e dan o. Kedua, artikulasi konsonan/ Huruf mati. Konsonan merupakan bunyi bantu untuk vokal/ huruf hidup, pengucapan satu dengan yang lainnya akan berbeda berdasarkan pembentukan bunyinya. Contoh : Konsonan b, c, d, g, k, p, t disebut juga konsonan hambat oral dibunyikan dengan membentuk AhambatanAy di mulut oleh alat bicara yang ada di mulut. Konsonan l, m, n, r, ng, disebut juga konsonan hambat nasal, dibunyikan dengan membentuk AuhambatanAy di nasal. Konsonan ini disebut juga huruf mati yang bersuara. Ketiga, artikulasi vokal rangkap . Diftong adalah bunyi dua vokal yang berurutan, keduanya berbeda antara kualitas huruf vokal awal dan akhir. Pengucapan setiap vokal memerlukan penyesuaian pada kerongkongan dan mulut. Dalam menyanyikan diftong, vokal pertama dinyanyikan lebih lama dari vokal keduanya, maka vokal yang mendahului diberi tekan sedikit kemudian berubah lebih rileks/luwes bunyi vokal yang mengikuti-nya. Contoh: Diftong AuaiAy . ermai, dawai, melamba. AuauAy . ngkau, hijau, lampa. AuoiAy . mboina, sepoi-sepo. AuiaAy . arunia, duni. AuuaAy Canggih Finalti. AoKajian Teknik Vokal Gaya Keroncong Asli Di Orkes Keroncong Surya Mataram YogyakartaAo. Skripsi Universitas Negeri Yogyakarta, 2012. Revita Yanuarsari, and Ella Dewi Latifah. AoMeningkatkan Kemampuan Anak Dalam Berhitung Melalui Metode Bernyanyi Dengan Media Flash Cards (Studi Deskriptif Di RA Al-Furqon Kabupaten Ciami. Ao. Juli, 2. , 128Ae33. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa artikulasi adalah bunyi yang berasal dari dalam mulut dan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam bernyanyi, sehingga penyanyi harus meningkatkan ucapan kata-kata agar nampak. Evaluasi Metode Pembelajaran Teknik Vokal Perte Target Pembelajaran Materi Pembelajaran Mengerti pengertian dari teknik Teknik vokal: vokal, mengenal not angka dan Pengertian dari teknik not balok vokal, mengenal not angka, mengenal not Mengerti teknik vokal dasar Teknik vokal: Postur tubuh, sikap duduk, pernapasan. Mengerti teknik dasar vokal Teknik vokal: tentang artikulasi dan 5 huruf Lanjutan materi dari pernapasan. Artikulasi, vokal A. E dan O. Mengerti tentang resonansi. Teknik vokal: phrasering dan pentingnya Resonansi, phrasering ekspresi dalam bernyanyi dan ekspresi Mengerti dan mengetahui Materi tentang intonasi, pengertian dari tentang intonasi, vibrato, dan tempo vibrato, dan tempo Mengerti tentang dinamika . rescendo dan decrescend. , staccato dan falsetto. Mengerti teknik head voice dan teknik powering Mengatur kestabilan suara dan memperbaiki agar bunyi yang disampaikan memiliki makna. Melatih teknik artikulasi agar dapat bernyanyi dengan baik dan terdengar jelas Bernyanyi dengan menggunakan teknik powering Bernyanyi dengan menggunakan teknik powering dan mengolah pernafasan dengan baik Bernyanyi dengan memperhatikan postur tubuh serta menggunakan pernafasan yang baik dan artikulasi yang Alokasi Waktu Kegiatan Peserta di Evaluasi 120 menit Duduk diam dan Masih belum paham memperhatikan pengajar soal not balok dalam menjelaskan 120 menit Berdiri menirukan instruksi pengajar Tercapai 120 menit Berdiri dan duduk serta Teknik pernafasan menirukan instruksi masih belum tercapai, masih butuh banyak 120 menit Berdiri menirukan Belum tercapai karena instruksi pengajar ekspresi belum terlihat saat bernyanyi 120 menit Duduk diam dan Tempo belum pas memperhatikan pengajar pada saat bernyanyi dalam menjelaskan 120 menit Berdiri menirukan Tercapai instruksi pengajar Dinamika . rescendo dan decrescend. , staccato dan falsetto Teknik head voice dan 120 menit Berdiri menirukan teknik powering instruksi pengajar Latihan pernapasan dan 120 menit Berdiri menirukan instruksi pengajar Harus banyak latihan Artikulasinya belum terlalu jelas Latihan lagu 120 menit Berdiri menirukan instruksi pengajar Tercapai Latihan lagu 120 menit Berdiri menirukan instruksi pengajar 120 menit Berdiri menirukan instruksi pengajar Masih butuh banyak Masih butuh banyak Lanjut latihan lagu Latihan lagu 120 menit Berdiri dan Hampir tercapai. Ada mempraktekkan sendiri beberapa teknik yang belum maksimal. Berdasarkan temuan data lapangan dalam gambar, pelatihan teknik vokal yang dilakukan dalam dua belas kali pertemuan menunjukkan perkembangan bertahap peserta dalam memahami dan Bagariang. Strategi Pembelajaran Vokal Pop Pemula Melalui Media Audio Visual Di Purwa Caraka Musik Studio Gedong Kuning Yogyakarta (Doctoral dissertation. Institut Seni Indonesia Yogyakart. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 mempraktikkan berbagai aspek teknik vokal. Pada pertemuan pertama hingga ketiga, materi berfokus pada pengenalan dasar teknik vokal, notasi angka dan balok, postur tubuh, serta pernapasan dan artikulasi lima huruf vokal (A. O). Evaluasi menunjukkan bahwa pemahaman terhadap not balok masih rendah, dan teknik pernapasan belum sepenuhnya dikuasai meskipun sebagian materi tercapai. Memasuki pertemuan keempat dan kelima, materi mengenai resonansi, phrasing, ekspresi, intonasi, vibrato, dan tempo mulai dikenalkan. Namun, peserta masih kesulitan dalam mengekspresikan nyanyian dan menjaga tempo dengan baik. Pada pertemuan keenam yang membahas dinamika vokal seperti crescendo, decrescendo, staccato, dan falsetto, peserta mulai menunjukkan pemahaman yang baik dan evaluasi menunjukkan hasil yang tercapai. Pertemuan ketujuh hingga kesembilan lebih menitikberatkan pada teknik lanjutan seperti head voice, teknik powering, latihan pernapasan dan artikulasi, serta penerapan artikulasi dalam lagu. Pada fase ini, peserta masih mengalami kesulitan, terutama dalam menguasai teknik head voice dan artikulasi yang jelas, meskipun pada pertemuan kesembilan mulai menunjukkan hasil yang baik. Pada tiga pertemuan terakhir, fokus pelatihan adalah pada aplikasi teknik vokal secara utuh dalam menyanyikan Peserta masih membutuhkan latihan intensif, khususnya dalam teknik powering dan pengolahan Meskipun pada pertemuan terakhir terlihat ada kemajuan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa teknik vokal belum dikuasai secara maksimal. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa proses pelatihan teknik vokal membutuhkan waktu dan tahapan yang sistematis. Evaluasi menunjukkan bahwa penguasaan teknik dasar lebih mudah dicapai dibandingkan teknik lanjutan seperti ekspresi, head voice, dan teknik powering. Hal ini menunjukkan pentingnya latihan berkelanjutan, pendekatan bertahap, serta evaluasi yang terstruktur untuk memastikan peningkatan kemampuan vokal secara menyeluruh. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan teknik vokal yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan mampu meningkatkan keterampilan vokal remaja gereja secara Keberhasilan peserta dalam menguasai teknik dasar seperti postur, pernapasan, dan artikulasi menunjukkan bahwa fondasi vokal sangat penting sebelum masuk ke tahap lanjutan. Novelty dari penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknis dan ekspresif, termasuk improvisasi dan interpretasi lagu sebagai bagian dari pembentukan musikalitas. Strategi pelatihan yang menekankan tubuh sebagai instrumen vokal memberikan kontribusi baru dalam pengajaran vokal di lingkungan gereja. Selain itu, temuan mengenai pentingnya kontrol intonasi dan latihan vokalisasi memperkuat bahwa kemampuan vokal tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga pada disiplin latihan. Saran pengembangan diarahkan pada penyusunan kurikulum vokal yang sistematis dengan pendekatan praktik interaktif. Pendekatan ini sebaiknya juga memperhatikan aspek psikologis peserta, seperti kepercayaan diri dan ekspresi emosional. Pelatihan yang efektif hendaknya mencakup J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 metode drill, imitasi, dan improvisasi terkontrol sebagai strategi pembelajaran utama. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan adanya penelitian lanjutan tentang pengaruh pelatihan teknik vokal terhadap performa dalam berbagai genre musik. Dengan demikian, pelatihan vokal akan menghasilkan penyanyi yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki kedalaman ekspresi dan karakter musikal yang kuat. DAFTAR PUSTAKA