JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1312-1323 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN METODE JIGSAW PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SD NEGERI 29 RANTAU BATU PASAR Cintia Pratama Putri1. Nauli Tama Sari2 1,2 Universitas Rokania. Indonesia Email: cintia. pratamaputri@icloud. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 10 September 2025 Final Revised: 15 September 2025 Accepted: 19 September 2025 Published: 29 September 2025 Keywords: Learning Outcomes Indonesia language learning Jigsaw Method ABSTRAK The achievement of learning objectives is inseparable from the primary role of the A teacher is not only required to impart knowledge, but also to create a pleasant learning environment so that the learning process can proceed actively. Purpose of this study is to improve the learning outcomes of fifth-grade Indonesian students by using the jigsaw method in Indonesian language learning at SDN 29 Rantau Batu Pasar in the 2024/2025 academic year. As a classroom action research (CAR), the research instruments used were teacher activity sheets, affective assessment sheets, and learning outcome test sheets. The procedure consists of 4 stages: planning, implementation, observation, and reflection. The results of this study indicate that students' comprehension ability (C. can be improved by using the Jigsaw method, where in Cycle I there was an increase from 67% to 69%, and in Cycle II it increased to 78,1%. While the ability of cooperation (A. increased from 56% to 72%, and in Cycle II. Thus, it is clear that the learning outcomes of fifth-grade Indonesian at SDN 29 Rantau Batu Pasar can be improved by applying the Jigsaw Method. ABSTRAK Tercapainya tujuan pembelajaran tidak lepas dari peran utama seorang guru. Seorang guru tidak hanya dituntut sekedar menyampaikan ilmu, tetapi juga harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat belangsung secara aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran Bahasa indonesia siswa kelas V dengan menggunakan metode jigsaw pada pembelajaran Bahasa indonesia di SDN 29 Rantau Batu Pasar pada tahun ajaran 2024/2025. Sebagai penelitian tindakan kelas (PTK), instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar aktivitas guru, lembar penilaian afektif, dan lembar tes hasil belajar. Prosedurnya terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemahaman (C. siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode Jigsaw, dimana pada Siklus I terjadi peningkatan dari 67% menjadi 69%, dan pada Siklus II meningkat menjadi 78,1%. Sedangkan kemampuan kerjasama (A. terjadi peningkatan dari 56% menjadi 72% dan pada Siklus II. Dengan demikian jelaslah bahwa hasil pembelajaran Bahasa indonesia kelas V SDN 29 Rantau Batu Pasar dapat ditingkatkan dengan menerapkan Metode Jigsaw. Kata kunci: Hasil Belajar. Pembelajaran Bahasa Indonesia, dan Metode Jigsaw. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia, melalui Pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, dalam bentuk kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan. Pendidikan merupakan suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara menyeluruh (Megaria Selvia, 2. Pembelajaran merupakan bentuk interaksi seorang guru kepada peserta didik dimana guru berperan menjadi fasilitator guna mengembangkan kemampuan peserta didik. Proses pembelajaran harus dirancang, dinilai dan diawasi dengan sebaik mungkin agar dapat dilaksanakan secara efetif dan se-efissien mungkin (Gilang Kurniawan, 2. Pelaksanakan pembelajaran di satuan Pendidikan harus inspiratif, interaktif, menantang, menyenangkan serta diharapkan mampu memberikan rasa aman serta nyaman. Sesuai dengan peraturan pemerintah No. 19 tahun 2003 tentang standar nasional Pendidikan pasal 19 yang berbunyi Auproses pembelajaran pada satuan Pendidikan harus interaktif, inspiratif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaranAy serta mampu menciptakan ruang dalam mewujudkan kreativitas dan kemandirian yang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, bakat serta minat peserta didik (Gilang Kurniawan. , 2. Tercapainya tujuan pembelajaran tidak lepas dari peran utama seorang guru. Seorang guru tidak hanya dituntut sekedar menyampaikan ilmu, tetapi juga harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran dapat belangsung secara aktif. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka diperlukan metode pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kekuatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Pemilihan model pembelajaran tersebut di harapkan dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu. Salah satu model pembelajaran yang menuntut keaktifan seluruh siswa adalah metode pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif terjadi hubungan interaksi antar siswa. Siswa yang kurang pandai atau lemah akan dibantu oleh siswa yang lebih pandai, sehingga akan memperkaya pengetahuan siswa yang diharapkan sehingga hasil belajarnya dapat meningkat (Nurjannah dkk, 2. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru kelas V Ibu Widia Ralita,. Pd di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar pada tanggal 29 Juli 2025 bahwa hasil belajar Bahasa indonesia semester 1 tahun ajaran 2024/2025 Kelas V masih rendah. Terlihat dari data 16 orang siswa kelas V, 9 orang siswa . ,7%) yang nilainya belum mencapai KKM dan hanya 7 orang siswa . ,3%) yang nilainya sudah mencapai KKM. Dengan nilai tertinggi yang diperoleh oleh siswa adalah 85 dan nilai terendah yang diperoleh oleh siswa adalah 40. Dan kemampuan bekerjasama siswa juga masih rendah, dari 16 orang siswa hanya terdapat 6 orang siswa . %) yang mampu bekerjasama dengan baik. Sedangkan hanya 10 orang siswa . %) belum mampu bekerjasama dengan baik. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 29 juli yang peneliti lakukan di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar mengenai pembelajaran Bahasa Indonesia, pada waktu itu guru tersebut sedang mengajarkan materi pembelajaran Bahasa Indonesia, dalam memberikan materi pembelajaran tersebut terdapat beberapa masalah. Dilihat dari segi pengajarannya, pembelajaran Bahasa Indonesia lebih menekankan komunikasi satu arah dan masih terfokus pada guru. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang inovatif, sehingga siswa cepat merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran seperti siswa tidak memperhatikan guru Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar didepan kelas dan siswa lebih sering berbicara dengan temannya, terlebih lagi guru belum memakai strategi, model ataupun metode pembelajaran yang kurang inovatif. Pembelajaran kemudian dilihat dari segi siswa, terlihat kurangya minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Masalah ini berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran PKn yang belum optimal, karena masih ada peserta didik yang belum mencapai KKM. Hal tersebut dapat dilihat masih banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Maksimum (KKM) yakni 75 pada hasil ujian tengah semester I siswa kelas V yang dapat dilihat pada uraian dibawah ini: Berdasarkan permasalahan di atas, maka dalam rangka penelitian skripsi, peneliti tertarik mengangkat permasalahan tersebut sebagai objek PTK untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu solusi untuk tujuan tersebut adalah dengan menerapkan strateg, model, ataupun metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. yaitu dengan menggunakan Metode Jigsaw. Pembelajaran Menggunakan metode jigsaw adalah Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif kelompok kecil yang terdiri 4 Ae6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling keterkantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan Arikunto . alam Parnawi, 2020:. mengatakan bahwa: Penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai suatu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran berupa sebuah tindakan, yang segaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. PTK yang merupakan suatu kegiatan ilmiah terdiri dari Penelitian-Tindakan-Kelas. Penelitian, merupakan kegiatan yang mencermati suatu objek dengan menggunakan aturan metodologi untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan, merupakan suatu gerak kegiatan yang disengaja dan dilakukan dengan tujuan tertentu yang di dalam penelitian berbentuk rangkain siklus kegiatan. Kelas, merupakan sekelompok peserta didik yang menerima pelajaran yang sama dari seorang pendidik. Penelitian ini dilakukan dalam duasiklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan dan satu kali ujian akhir siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar, yang berjumlah 16 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar tes hasil belajar dan lembar afektif siswa. Tujuan dari PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerja seorang guru sehingga hasil belajar siswa meningkat dan tujuan pembelajaran tercapai. Berdasarkan pendapat di atas, penelitian yang peneliti lakukan nerupakan PTK karena kajiannya bersifat Rangkaian langkah Tindakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Perencanaan Sebelum penelitian ini dilakukan, kegiatan awal yang dilakukan adalah menentukan jadwal penelitian. Dimana sebelumnya peneliti meminta persetujuan kepada kepala sekolah dan guru kelas. Penelitian tindakan kelas ini, peneliti bersama guru kelas membuat rencana tindakan yang akan dilakukan pada pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar metode yang akan diterapkan. Pada tahap ini yang dilakukan adalah sebagai berikut : Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Membuat media pembelajaran Menyusun lembar ovservasi guru Menyusun lembar observasi aktivitas siswa Menyusun lembar penilaian sikap siswa Menyusun lembar tes Tindakan/Pelaksanaan Tahap ini merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yang telah disusun, yaitu mengenai tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran koopertif tipe Jigsaw dengan perincian sebagai berikut : Kegiatan Awal Guru mengucapkan salam Guru dan peserta didik berdoa bersama-sama Guru mengambil absen Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti . Eksplorasi Guru menjelaskan materi pembelajaran Guru melakukan tanya jawab yang berhubungan dengan pelajaran Peserta didik memperhatikan dan mendengarkan guru menyampaikan materi Peserta didik bertanya tentang materi pelajaran. Elaborasi Guru membagi siswa berkelompok Guru memberikan pertanyaan berupa diskusi dengan teman sekelompok. Guru menjelaskan petunjuk kerja Peserta didik berkelompok dan saling membantu mengerjakan tugas kelompok yang telah dibagikan pada masing-masing kelompok Guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil berkerja sama kelompok kedepan kelas Guru meminta kelompok lain menanggapi jawaban dari temannya tersebut Guru menanggapi hasil dari masing-masing kelompok dan memberikan jawaban yang benar Guru memberikan reword . kepada peserta didik yang aktif dalam kelompok pada saat proses pembelajaran. Konfirmasi Guru memberikan latihan berupa lembar diskusi siswa (LDS). Kegiatan penutup Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya. Diakhir pelajaran guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran dan memberikan penguatan. Pengamatan Kegiatan pengamatan dilaksanakan sejalan dengan pelaksanaan tindakan. Kegiatan pengamatan ini membutuhkan 3 orang sebagai observer untuk membantu peneliti mengamati aktifitas guru, siswa dan sikap siswa selama pembelajaran berlangsung. pengamat mencatat dan mendokumentasikan segala indikator dari hasil pengamatan. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Pengamatan ini terus dilakukan dari beberapa siklus selanjutnya. Pengamatan yang dilakukan pada siklus I dapat mempengaruhi penyusunan tindakan pada siklus Dari hasil pengamatan ini kemudian didiskusikan dengan guru dan dilakukan refleksi untuk perencanaan siklus selanjutnya. Refleksi Refleksi merupakan salah satu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam tahap ini guru berusaha untuk menemukan hal-hal yang sudah dirasakan sebelumnya sehingga dapat memuaskan hatinya karena sudah sesui dengan rancangan dan mencatat secara cermat mengenai hal-hal yang masih perlu Refleksi dilakukan setiap akhir pembelajaran. Refleksi bertujuan untuk melihat sejauh mana ketercapaian indikator keberhasilan. Apabila indikator keberhasilan telah tercapai, maka siklus berhenti sampai siklus pertama. Namun apabila belum berhasil, maka dilanjutkan pada siklus kedua dan seterusnya. Analisis Data Aktivitas Guru Analisis data pengelolaan pembelajaran oleh guru adalah data lembar observasi aktivitas guru yang digunakan untuk melihat proses dan perkembangan guru dalam mengelola pembelajaran yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Untuk mendapatkan persentase guru dalam mengelola pembelajaran, skor dari semua aspek proses pembelajaran dihitung dengan rumus Desfitri, dkk . Penentuan skor = y 100 Keterangan : P = presentase aktivitas guru 76% -100% = Baik 51% -75 % = Cukup Baik 26%- 50% = Kurang Baik 0% -25 % = Tidak Baik Analisis Data Hasil Aktivitas Siswa Di dalam lembar observasi aktivitas siswa terdapat 3 indikator afektif yang diamati pada saat proses pembelajaran berlangsung, yaitu siswa mengajukan pertanyaan, siswa dapat mengemukakan pendapat dan siswa melakukan diskusi kelompok. Dalam kegiatan observasi, observer menceklis setiap siswa yang melakukan kegiatan yang sesuai dengan indikator yang diamati. Selanjutnya semua ceklis yang ada pada masing-masing indikator Rumus untuk menghitung persentase penilaian aktivitas siswa dalam Desfitri, dkk. 8: . adalah sebagai berikut: Penentuan skor = y 100 Keterangan : P = presentase aktivitas siswa 76% -100% = Baik 51% -75 % = Cukup Baik 26%- 50% = Kurang Baik 0% -25 % = Tidak Baik Teknik Analisis Data Hasil Belajar Siswa Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Hasil analisis dalam meningkatkan hasil belajar pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikatakan berhasil apabila setelah dilakukan tes pada akhir pembelajaran, siswa mendapatkan nilai rata-rata mecapai KKM. Dengan ini Untuk meningkatkan persentase hasil belajar secara klasikal dapat digunakan rumus : (Sudjana, 2011: . Nilai rata-rata hasil belajar siswa dapat dihitung dengan rumus yang diajukan oleh Wahyudin, dkk . yaitu Keterangan: X = nilai rata-rata Ocx = jumlah nilai seluruh siswa n = jumlah siswa Untuk menentukan persentense hasil belajar siswa secara klasikal, dapat digunakan rumus yang diajukan oleh Desfitri, dkk. , yaitu: TB = Keterangan: TB = tuntas belajar S = jumlah siswa yang memperoleh nilai sama dengan 75 . encapai KKM) N = jumlah siswa HASIL DAN PEMBAHASAN SIKLUS I Hasil Observasi Aspek Guru Siklus I Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran pada siklus I, maka jumlah skor dan presentase aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 : Persentase Pengelolaan Aktivitas Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Jigsaw Pada Siklus I Pertemuan Jumlah Skor Rata-rata (%) Persentase Kriteria 77,3 % Baik Baik Baik Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Hasil pengamatan . aktivitas siswa diperoleh dari lembar penilaian aktivitas siswa, digunakan untuk melihat proses yang terjadi selama proses pembelajaran. Hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel 3: Tabel 3 : Hasil Observasi Aktivitas Siswa Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Pembelajaran Jigsaw Pada siklus 1 Pertemuan Jumlah Persentase Kriteria Skor Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar 68,2% Baik Baik Dari tabel 3 dijelaskan sebagai Rata-rata Rata-rata (%) persentase aktivitas pembelajaran Bahasa indonesia siswa kelas V pada siklus I pertemuan 1 dan 2 siswa sebanyak 75%. Rata-rata persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siklus I pertemuan 1 dan 2 dikategorikan baik. Data Hasil Penilaian Afektif Siklus I Hasil pengamatan penilaian afektif siswa diperoleh dari lembar penilaian afektif siswa, digunakan untuk melihat proses yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan pelaksanaan afektif siswa dapat dilihat pada tabel 4: Tabel 4 : Hasil Penilaian Afektif Siswa Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Pembelajaran Jigsaw Pada Siklus I Jumlah Jumlah No Pertemuan Rata- Siswa % Siswa % Tuntas Belum Tuntas Rata-rata Dari tabel 4 tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut: Rata-rata persentase afektif siswa dalam pembelajaran PKn siswa kelas II pada siklus I pertemuan 1 dan 2 siswa sebanya 57%. Rata-rata persentase afektif siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siklus I pertemuan 1 dan 2 dikategorikan cukup baik. Data Hasil Belajar Akhir Siklus I Setelah diadakan tes diakhir siklus I, persentase siswa yang tuntas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5: Data hasil belajar akhir siklus I Uraian Jumlah siswa yang mengikuti tes Jumlah siswa yang tuntas tes Jumlah siswa yang tidak tuntas Persentase ketuntasan tes Rata-rata nilai tes Banyak Siswa Target Rata-rata hasil belajar siswa berdasarkan tabel 5 masih di ba wah KKM yaitu 71 KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 75 dan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu 52%. Jumlah siswa yang mengikuti tes akhir belajar siklus I berjumlah 16 siswa dan 7 orang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar siswa dikatakan belum tuntas sesuai dengan KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 75, sedangkan siswa yang dinyatakan tuntas berjumlah 9 orang siswa. SIKLUS II Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus II Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran pada siklus II, maka jumlah skor dan presentase aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6 : Persentase Pengelolaan Aktivitas Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Jigsaw Pada Siklus II Pertemuan Jumlah Skor Persentase Kriteria Baik Baik Rata-rata (%) Baik Tabel 6 dapat diketahui persentase guru dalam mengelola pembelajaran memiliki rata-rata persentase 93% yang dikategorikan cukup dan persentase aspek guru dalam pelaksanaan pembelajaran dikategorikan Baik. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Hasil pengamatan . aktivitas siswa diperoleh dari lembar penilaian aktivitas siswa, digunakan untuk melihat proses yang terjadi selama proses pembelajaran Hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel 4: Tabel 7: Hasil Observasi Aktivitas Siswa Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Jigsaw Siklus II Pertemuan Jumlah Persentase Kriteria Skor 86,4% Baik Baik Rata-rata (%) Baik Dalam tabel 7 tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut: Rata-rata persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas i pada siklus II pertemuan 1 dan 2 siswa sebanyak 89%. Rata-rata persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siklus II pertemuan 1 dan 2 dikategorikan banyak. Data Hasil Penilaian Afektif Siklus II Hasil pengamatan penilaian afektif siswa diperoleh dari lembar penilaian afektif siswa, digunakan untuk melihat proses yang terjadi selama proses pembelajaran Hasil pengamatan pelaksanaan afektif siswa dapat dilihat pada tabel 3: Tabel 8: Hasil Penilaian Afektif Siswa Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Jigsaw Pada Siklus II Jumlah Jumlah No Pertemuan Rata- Siswa Siswa Tuntas Belum Tuntas Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Rata-rata Dari tabel 5 tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut: Rata-rata persentase afektif siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II pada siklus II pertemuan 1 dan 2 siswa sebanyak 70%. Rata-rata persentase afektif siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siklus II pertemuan 1 dan 2 dikategorikan baik. Data Hasil Akhir Siklus II Setelah diadakan tes diakhir siklus II, persentase siswa yang tuntas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9: Data Hasil akhir siklus II Uraian Banyak Siswa Target Jumlah siswa yang mengikuti tes Jumlah siswa yang tuntas tes Jumlah siswa yang tidak tuntas tes Persentase ketuntasan tes Rata-rata nilai tes Berdasarkan tabel 9 dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan siswa secara Jumlah siswa yang mengikuti tes akhir belajar siklus II berjumlah 18 orang siswa yang mendapatkan nilai diatas 75 yang berarti tuntas dalam belajar dan 3 orang siswa yang mendapatkan nilai dibawah 75 yang berarti tidak tuntas. Dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus II secara keseluruhan adalah 86% dan rata-rata hasil belajar pada siklus II ini sudah mencapai target ketuntasan yaitu 83,3% dari KKM yang ditetapkan yaitu 75. PEMBAHASAN Aktivitas Guru dalam Pembelajaran Keberhasilan belajar siswa biasanya juga dilihat dari pengelolaan pelaksanaan pembelajaran pada persentase lembar aktivitas guru. Dalam hal ini, dapat terlihat dari peningkatan pengelolaan pelaksanaan pembelajaran metode Jigsaw pada tabel dibawah ini: Tabel 10 : Persentase Aktivitas Guru pada Siklus I dan Siklus II Siklus Rata-rata Kenaikan Berdasarkan tabel 10 tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran melalui model kooperatif tipe Scramble pada siklus I sudah mencapai target yang dapat dilihat dari rata-rata persentase 82% sehingga dikatakan sangat baik. Dan rata-rata persentase kegiatan guru pada siklus II adalah 93% bisa dikategorikan sangat baik, sehingga pelaksanaan pembelajaran melalui metode Jigsaw sudah meningkat dari siklus I. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar Aktivitas Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan kerjasama siswa menjadi lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata aktivitas siswa pada tabel berikut: Tabel 11 : Persentase Rata-rata Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II Siklus Rata-rata Kenaikan Berdasarkan tabel 11 tersebut, dapat simpulkan bahwa perbandingan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia dari Siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan yaitu 14%. Hal ini terbukti dari kenaikan rata-rata persentase yang telah ditetapkan sudah mengalami peningkatan. Presentase Rata-rata Afektif Siswa Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata aktivitas siswa pada tabel berikut: Tabel 12: Persentase Rata-rata Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II Siklus Rata-rata Kenaikan Berdasarkan tabel 12 tersebut, dapat simpulkan bahwa perbandingan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran PKn dari Siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan yaitu 14%. Hal ini terbukti dari kenaikan rata-rata persentase yang telah ditetapkan sudah mengalami Hasil Belajar Siswa Data mengenai hasil belajar siswa diperoleh melalui tes hasil belajar di akhir siklus. Hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II pada tabel berikut: Tabel 13 : Persentase Hasil Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Siklus Rata- Ketuntasan Kenaikan Hasil Nilai Belajar Tes 9,1% Berdasarkan tabel 10, pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa adalah 48% dengan nilai rata-rata 71. Sedangkan pada siklus II, persentase ketuntasan belajar siswa 83,5 dengan nilai rata-rata 86%. Maka dari itu dapat disimpulkan, bahwa persentase ketuntasan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 38% dan nilai ratarata hasil belajar juga mengalami peningkatan dan sudah mencapai standar nilai KKM dan indikator keberhasilan. KESIMPULAN Hasil pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode Jigsaw. Berdasarkan pelaksanaan hasil penelitian dan peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut: Kemampuan pemahaman (C. siswa kelas V hasil pembelajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan metode Jigsaw di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar. Dimana terjadi peningkatan 67%, pada siklus I yakni 69% meningkat menjadi 78,1% pada siklus II. Kemampuan Kerjasama (A. siswa kelas V pada pembelajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan metode Jigsaw di SD Negeri 29 Rantau Batu Pasar. Dimana terjadi peningkatan 16%, pada siklus I yaitu 56% meningkat menjadi 72% pada siklus II. REFERENSI