JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Pengaruh Kolaborasi Pemasok dan Distributor terhadap Kinerja Rantai Pasok PT. Metro Pearl Indonesia Septian Maulana H1. Nabiel Maulana2. Muhamad Dirham3 1,2,3 Jurusan Teknik Industri. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana. Jalan Cikopak No. Mulyamekar. Kec. Babakancikao. Kabupaten Purwakarta. Jawa Barat 4115 Email : septianmaulana14@wastukancana. id, nabilmaulana268@gmail. muhamaddirham73@wastukancana. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kolaborasi antara pemasok dan distributor terhadap kinerja rantai pasok di PT. Metro Pearl Indonesia. Dalam era persaingan bisnis yang semakin dinamis, kolaborasi antar mitra rantai pasok menjadi faktor strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang terdiri dari pemasok dan distributor perusahaan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pemasok dan distributor secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja rantai pasok perusahaan. Kolaborasi pemasok memberikan pengaruh paling dominan dibandingkan kolaborasi distributor. Koefisien determinasi sebesar 89,3% mengindikasikan bahwa variabel kolaborasi mampu menjelaskan sebagian besar variasi kinerja rantai pasok. Temuan ini memberikan implikasi bagi perusahaan untuk memperkuat pola kemitraan strategis dengan pemasok dan distributor guna meningkatkan kelancaran distribusi, efisiensi biaya, dan ketepatan waktu layanan kepada konsumen. Kata kunci: kolaborasi, pemasok, distributor, kinerja rantai pasok, manajemen rantai pasok ABSTRACT This study aims to analyze the effect of collaboration between suppliers and distributors on supply chain performance at PT Metro Pearl Indonesia. In an era of increasingly dynamic business competition, collaboration between supply chain partners is a strategic factor in improving operational efficiency and company This research uses a quantitative approach with a survey method through distributing questionnaires to 96 respondents consisting of suppliers and distributors of the company. Data were analyzed using validity, reliability, classical assumption, multiple linear regression, and partial and simultaneous hypothesis testing. The results showed that supplier and distributor collaboration partially and simultaneously had a significant and positive effect on the company's supply chain performance. Supplier collaboration has the most dominant influence compared to distributor collaboration. The coefficient of determination of 89. indicates that the collaboration variable is able to explain most of the variation in supply chain performance. These findings provide implications for companies to strengthen strategic partnerships with suppliers and distributors to improve smooth distribution, cost efficiency, and timeliness of service to consumers. Keywords: collaboration, suppliers, distributors, supply chain performance, supply chain management Copyright . Journal Industrial Engineering & Management (JUST-ME) 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. DOI: https://doi. org/10. 47398/just-me. JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 PENDAHULUAN Dalam zaman globalisasi dan digital, kerja sama dalam rantai pasok menjadi elemen penting untuk memperbaiki inovasi produk, respons cepat terhadap pasar, dan kepuasan pelanggan. Implementasi manajemen rantai pasok (SCM) yang mempererat hubungan dengan para pemasok, menanggapi permintaan pasar dengan lebih sigap. (Nur Anisa et al. , n. ) Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Ramadan dan Kusumawardhani . menunjukkan bahwa pengelolaan rantai pasok yang efektif tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efisiensi logistik, tetapi juga memberikan keuntungan bagi kinerja karyawan dengan memperkuat integrasi antara pemasok, pabrik, dan distributor. Selain itu, penelitian dari Chatra et al. menekankan bahwa kolaborasi dalam rantai pasok memiliki peran krusial dalam mendorong inovasi produk dan daya saing Hal ini dikuatkan oleh hasil studi Fadhiela dan Safrika et al. yang mengungkap bahwa rantai pasok yang lincah dan responsif terhadap perubahan pasar dapat membantu perusahaan beradaptasi lebih cepat pengembangan produk. Di samping itu. Nuraeni . menyelidiki bagaimana kerjasama yang solid dengan pemasok dapat mengoptimalkan efisiensi pengadaan logistik, sehingga mengurangi kemungkinan keterlambatan dalam rantai pasok serta memastikan waktu yang tepat dalam produksi dan distribusi barang. Dalam sudut pandang yang lebih luas, (Muhammad Akbar Faturrahman, 2. menekankan bahwa integrasi rantai pasok, ketangkasan, dan inovasi saling terkait erat dengan kinerja perusahaan. Semakin tinggi tingkat kolaborasi dan integrasi dalam rantai pasok, semakin besar potensi perusahaan untuk lebih cepat merespons perubahan pasar serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Sementara itu, penelitian tentang orientasi rantai pasok dan berbagi informasi oleh Ganika . menegaskan bahwa keterbukaan informasi di antara mitra rantai pasok merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan interaksi bisnis, yang (Suriyanti1, 2. Di tengah keadaan bisnis yang semakin sulit dan tidak dapat diprediksi, efektivitas rantai pasokan dianggap sebagai elemen kunci untuk memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga keunggulan kompetitif (Di Pasquale et al. , 2. Pengelolaan rantai pasokan seringkali melibatkan keputusan pada level strategis, taktis, dan operasional yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan (Karimi & Zaerpour, 2. Untuk mencapai efisiensi dalam rantai pasokan, perusahaan perlu menerapkan manajemen rantai pasokan yang bersifat kolaboratif. Dalam usaha mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan kolaborasi di dalam rantai pasok mereka (Xu et al. Dengan adanya kolaborasi, perusahaan dapat mengakses lebih banyak sumber daya . ermasuk keahlia. dan informasi dari mitra mereka, yang akan meningkatkan kinerja mereka serta mengurangi risiko (Xu et al. , 2. Meskipun kolaborasi dalam rantai pasokan dapat berdampak pada kinerja perusahaan, hal ini sering kali diabaikan dan kurang mendapatkan perhatian, karena banyaknya kolaborasi yang kurang berhasil disebabkan oleh budaya perusahaan yang tidak sesuai dengan kompleksitas yang ada (Zhang dan Cao, 2. (Shandrina Fahira dan Gatri Lunarindiah, 2. Distributor adalah entitas yang menyimpan, menjual, dan memasarkan barang dalam jumlah besar yang kemudian dijual kepada pengecer atau agen hingga produk tersebut sampai ke konsumen (Mujiyanto, 2. Dengan kata lain, distributor adalah pihak yang mengalirkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen akhir melalui jaringan Ketika distributor memilih jaringan distribusi yang tepat dalam manajemen rantai pasokan, hal ini dapat menciptakan keunggulan kompetitif (Hernanta, 2. (Septriana, 2. Perusahaan dengan sistem distribusi yang kuat akan mendapatkan keuntungan lebih besar dan berada dalam posisi yang lebih bersaing (Wahyudi Abdul & Evitha, 2. Keunggulan kompetitif membantu distributor menjaga dominasi pasar yang semakin ketat, sehingga pengurangan biaya JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 menjadi sangat penting untuk diperhatikan sebagai alat dalam persaingan yang kompetitif ini (Nursyamsiah, 2. Agar dapat bersaing lebih baik dan meningkatkan performa semua anggota dalam rantai pasokan, perusahaan bisa menerapkan satu strategi yang dikenal dengan manajemen rantai pasok (Alam & Tui, 2. Manajemen rantai pasok merupakan sebuah cara yang menghubungkan pemasok, proses produksi, dan tempat penyimpanan barang, sehingga produk dapat sampai ke konsumen terakhir dengan cara yang efisien dan efektif. Hal ini memungkinkan mendistribusikan barang sesuai dengan jumlah, waktu, dan lokasi yang tepat, sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan persediaan (Suharto dan Devie, 2. Dengan tujuan yang serupa, keunggulan kompetitif dapat berperan sebagai faktor pendukung yang memperkuat peran manajemen rantai pasok terhadap kinerja distributor maupun perusahaan itu sendiri (Farid & Ruf, 2. Selain pengelolaan rantai pasok secara kolaboratif, perusahaan juga perlu memerhatikan kemampuan operasional. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menjadikan kemampuan operasional sebagai penghubung antara manajemen kolaboratif dan kinerja operasional (Domenek et al. , 2. Pasar tidak dapat terbentuk secara terpisah. ia memerlukan kolaborasi dan kerjasama. Pemerintah Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari usaha untuk meningkatkan kemampuan sektor manufaktur di Indonesia dan mengembangkan infrastruktur Selain itu, langkah ini juga efektif dalam memperkuat merek produk lokal (Asikin, 2. Kemampuan muncul ketika anggota perusahaan dapat menciptakan pemahaman bersama tentang operasional (Biazzin et al. , 2. Kemampuan operasional sulit untuk dijiplak atau dicapai oleh perusahaan lain. namun di sektor manufaktur, terdapat peluang yang baik untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan mempercepat pengembangan kemampuan (Biazzin et al. , 2. Peningkatan kemampuan operasional sangat penting untuk mencapai kinerja operasional yang lebih baik, baik untuk perusahaan itu sendiri maupun rantai pasok secara keseluruhan (Domenek et al. , 2. Beberapa ilmuwan seperti Flynn dan rekanrekannya . Wong serta timnya . Chang dan koleganya . Kumar dan kelompoknya . Vanpoucke serta timnya . , dan Ivanov bersama timnya . berpendapat bahwa penerapan manajemen rantai pasok dengan sistem yang saling terhubung antara pembeli dan pemasok di suatu perusahaan adalah pilihan strategis untuk mampu bersaing dan mencapai kinerja yang maksimal. Minat terhadap integrasi dalam rantai pasok mulai tumbuh dan dianggap krusial oleh perusahaan karena menyadari adanya potensi dan manfaat dari hubungan integratif dalam rantai pasok sejak dekade 1980-an (Soosay et al. , 2. (Laulita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana dari pengaruh dari kolaborasi pemasok dan distributor terhadap kinerja rantai pasok PT. Metro Pearl Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemasok dan distributor yang bekerja di PT. Metro Pearl Indonesia. Populasi ini mencakup berbagai level jabataan yang ada di bagian produksi dengan tujuan untuk mendapatkan persfektif yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kolaborasi pemsok dan distributor terhadap kinerja rantai Dengan metode pengambilan sampel yang tepat dengan menggunakan Teknik sampling acak sederhana. Sampel yang diambil terdiri dari minimal 96 responden yang dipilih secara acak dari populasi pemasok dan distributor yang ada di PT. Metro Pearl Indonesia di bagian produksi. METODE PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada pengaruh kolaborasi pemasok dan distributor terhadap kinerja rantai pasok PT. Metro Pearl Indonesia. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi pemasok dan distributor mempengaruhi terhadap rantai pasok. Rantai pasok dapat dilihat dari berbagai aspek seperti kolaborasi pemasok dan distributor terhadap kinerja atau proses rantai pasok. Serta JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 kepuasan konsumen setelah adanya kolaborasi pemasok dan distributor Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, pendekatan kuantitatif akan digunakan dengan cara menyebarkan quisioner pada karyawan PT. Metro preal Indonesia. quisioner ini dirancang untuk mengukur kolaborasi pemasok dan distributor terhadap kinaerja rantai pasok. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengidentifikasi hubungan dan pengaruh antara variable yang diteliti. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan dan menjadi tolak ukur perusahaan dalam mengacu pada system kolaborasi pemasok dan distributor dalam mempengaruhi kinerja rantai Variabel Butir Instrumen r Hitung 0,785 0,803 0,777 0,849 0,850 0,836 0,812 0,665 0,837 0,840 0,839 0,844 0,830 0,804 0,844 0,775 0,797 0,664 0,804 0,816 0,82 0,801 0,847 0,823 0,606 0,838 0,782 0,814 0,846 0,802 Kolaborasi Pemasok Distributor Hasil dan Pembahasan Penelitian ini melibatkan 96 responden yang merupakan Karyawan PT. Metro preal Indonesia. Deskripsi responden disajikan berdasarkan beberapa karakteristi, yaitu jenis kelamin, usia, bagian/departemen tempat bekerja. Uji Validitas dan Reabilitas Uji adalah proses menentukan sejauh mana alat ukur dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas yang digunakan yaitu, dengan cara membandingankan nilai r hitung dengan r tabel. Apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel pada tingkat signifikansi 95%, maka data dianggap valid. Sebaliknya, jika r hitung lebih kecil dari r tabel, maka data tersebut dinyatakan tidak valid. Sebangai hasil analisis yang telah dilakukan, pengujian validitas instrumen dapat ditinjau melalui penyajian data pada tabel berikut: Table 1. Uji Validitas Kinerja Rantai Pasok r Tabel 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 0,198 Ket VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Berdasarkan hasil yang telah diuji diatas, dapat disimpulkan bahwa keseluruhan variable data yang telah diuji dapat dikatakan valid, karena nilai r hitung > r tabel = 0,200. Table 2. Hasil Uji Reabilitas Variabel Nilai Cronbach's Alpha Alpha Cronbach`s Ket ,940 Reliabel ,938 Reliabel ,936 Reliabel Berdasarkan tabel hasil uji reabilitas , variable kolaborasi pemasok sebagai X1, memperoleh hasil nilai CronbachAo alpha sebesar 940. Distributor sebagai variabel X2 dengan memperoleh hasil nilai CronbachAo alpha sebesar 938, dan kinerja rantai pasok sebagai variabel Y dengan memperoleh hasil nilai CronbachAo alpha Sehingga dapat disimpulkan dari semua variabel penelitian reliabel karena setiap variabel memiliki nilai cronbachAos alpha > 0,60. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dalam analisis regresi adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi P. ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) VOL. No. 02 Desember - 2025 Memenuhi asumsi ini penting agar hasil analisis regresi dapat diandalkan dan Uji Normalitas Uji normalitas adalah prosedur statistik yang digunakan untuk menentukan apakah data yang diperoleh dari suatu populasi mengikuti distribusi normal. Uji normalitas biasanya dilakukan menggunakan dua metode, yaitu Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Table 3. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Mean Normal Std. Parameters Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. ,0000000 3,28126852 ,083 ,058 -,083 ,810 ,528 Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,528 (> 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi Dengan normalitas terpenuhi dan data layak untuk dianalisis lebih lanjut dengan metode Uji Multikolinearitas Tujuan dari uji ini adalah untuk memastikan bahwa antar variabel independen tidak memiliki hubungan linear yang terlalu tinggi, karena hal ini dapat mengganggu Pengujian dilakukan dengan melihat dua indikator utama, yaitu nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Suatu model dinyatakan bebas dari multikolinearitas apabila nilai Tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang Table 4. Hasil Uji Multikolinearitas Model (Constan. Dependent Variable: Y Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,765 1,325 ,577 ,701 ,104 ,685 6,773 ,275 ,103 ,271 2,677 Collinearity Statistics Tolerance VIF Sig. ,565 ,000 ,009 ,112 ,112 8,914 8,914 Berdasarkan hasil uji nilai tolerance untuk X1 dan X2 = 0,112. i bawah 0,10-0,20 sudah termasuk renda. Nilai VIF untuk X1 dan X2 =8,914, karena VIF >5 . palagi mendekati . , maka : Terindikasi kuat adanya multikolinearitas antara variable X1 dan X2 Biasanya disarankan VIF <5 atau toleransi>0,10. Uji Heterokedastisitas Setelah pengujian awal menunjukkan heteroskedastisitas dengan metode utama, analisis dilanjutkan menggunakan uji Spearman sebagai alternatif. Uji ini mengukur hubungan antara residual kuadrat dan variabel independen secara non-parametrik. Table 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Spearman's rho Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Unstandardi Residual 1,000 ,000 ,000 1,000 1,000 ,030 Sig. -taile. ,000 ,000 ,030 1,000 1,000 ,771 Correlation Unstandardized Coefficient Sig. -taile. Residual ,771 Berdasarkan hasil uji Model regresi tidak karena nilai signifikansi X1 dan X2 terhadap residual di atas 0,05. JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Linear Berganda Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Table 6. Hasil Regresi Linear Berganda Model (Constan. Standardiz Unstandardized Coefficient Coefficients Std. Error Beta ,765 1,325 ,701 ,104 ,685 ,275 ,103 ,271 ,577 6,773 2,677 Sig. ,565 ,000 ,009 Berdasarkan tabel maka persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Berdasarkan hasil uji nilai R Square = 0,893 Artinya, 89,3% variasi variabel kinerja rantai pasok (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kolaborasi (X. dan distributor (X. Sisanya . % - 89,3% = 10,7% ) dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Uji Hipotesis Jika Nilai Signifikansi kurang dari 0,05 maka berkesimpulan variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Table 8. Hasil Uji T Y = 0. 701X1 0. Di mana: Y = Kinerja Rantai Pasok Model XCA = Kolaborasi Pemasok XCC = Distributor Berdasarkan hasil analisis regresi, diketahui bahwa nilai konstanta sebesar 0,765 menunjukkan bahwa jika tidak terdapat pengaruh dari kolaborasi pemasok (XCA) dan distributor (XCC), maka nilai kinerja rantai pasok (Y) berada pada angka 0,765 Koefisien regresi pada variabel kolabrasi (XCA) sebesar 0,701 berarti bahwa setiap peningkatan 1 satuan dalam kolaborasi pemsok akan meningkatkan kinerja rantai pasok sebesar 0,701, dengan asumsi variabel distributor tetap. Selanjutnya, koefisien regresi pada variable distributor (X. sebesar 0,275 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan distributor akan meningkat kinerja rantai pasik sebesar 0,587 dengan asumsi variable. Uji Koefisien Determinasi Table 7. Hasil Koefisien Determinasi Model Std. Error Adjusted R of the R Square Square Estimate ,893 ,891 (Constan. Standardiz Unstandardized Coefficient Coefficients Std. Error Beta ,765 1,325 ,701 ,104 ,685 ,275 ,103 ,271 ,577 6,773 2,677 Sig. ,565 ,000 ,009 Hasil uji t menunjukkan bahwa Variabel X1 (Kolaborasi Pemaso. memiliki nilai t hitung = 6,773 dengan signifikansi = 0,000. Variabel X2 (Distributo. memiliki nilai t hitung = 2,677 dengan signifikansi = 0,009. Karena nilai signifikansi kedua variabel < 0,05, maka Secara parsial kolaborasi pemasok dan distributor berpengaruh signifikan terhadap kinerja rantai pasok. Keduanya memiliki arah pengaruh positif, ditunjukakan oleh nilai koefisien B positif (X1=0,701 dan X2=0,. yang berati semakin baik kolaborasi pemasok dan distributor, maka semakin tinggi pula kinerja rantai pasok Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 8 dalam artikel, diperoleh bahwa nilai signifikansi untuk variabel otomatisasi mesin produksi (X. adalah sebesar 0,002, dan untuk variabel efisiensi (X. sebesar 0,000. Kedua nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari batas signifikansi 0,05, yang berarti bahwa kedua variabel berpengaruh secara signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y). 3,316 JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Uji F Table 9. Hasil Uji F (Simulta. Model Sum of Squares Mean Square 388,712 Sig. Regression Residual Total 8550,318 4275,159 1022,839 9573,156 10,998 Uji F dilakukan untuk melihat apakah variabel kolaborasi pemasok (X. dan distributor (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel kinerja rantai pasok (Y). Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0. yang lebih kecil dari 0. Artinya kombinasi dan kolaborasi pemasok dan distributor secara Bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja rantai psok di PT. Metro Pearl Indonesia. Gambar 1. Scatter Plot KESIMPULAN: Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemasok dan distributor berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja rantai pasok di PT. Metro Pearl Indonesia. Berdasarkan analisis regresi linear berganda, variabel kolaborasi pemasok memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan distributor, dengan kontribusi total kolaborasi mencapai 89,3% terhadap variasi kinerja rantai pasok. Dominasi pengaruh kolaborasi pemasok disebabkan oleh peran vital pemasok dalam tahapan awal proses Ketepatan waktu, kualitas bahan baku, dan keandalan suplai dari pemasok sangat menentukan kelancaran operasi internal perusahaan. Gangguan pada sisi pemasok akan berdampak langsung terhadap seluruh alur produksi dan pengiriman, sehingga kolaborasi yang erat dengan pemasok menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan performa rantai pasok secara Hal ini mengindikasikan bahwa kemitraan strategis yang efektif antara perusahaan dengan mitra rantai pasok dapat mendorong efisiensi operasional, distribusi yang lebih lancar, dan kepuasan konsumen yang lebih tinggi. Uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik mendukung validitas data penelitian ini, menunjukkan hasil yang konsisten dan dapat Uji parsial dan simultan membuktikan bahwa baik kolaborasi pemasok maupun distributor berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasok secara Sementara itu, uji F dan uji determinasi juga menegaskan hubungan yang kuat antara kolaborasi rantai pasok dengan peningkatan efisiensi, ketepatan waktu, dan keunggulan kompetitif perusahaan. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bahwa perusahaan perlu memperkuat pola kolaborasi dengan mitra rantai pasoknya melalui strategi berbasis kepercayaan dan integrasi proses. Selain itu, pendekatan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan pasar akan semakin meningkatkan keberhasilan dalam manajemen rantai pasok. PT. Metro Pearl Indonesia disarankan untuk Membangun sistem komunikasi digital yang terintegrasi antara pemasok dan distributor untuk mempercepat pertukaran informasi secara real-time dan mengurangi kesalahan Menyusun standar kerja sama JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 tertulis yang jelas antara pihak-pihak dalam rantai pasok guna meminimalkan konflik dan mengembangkan inovasi dalam kolaborasi strategis untuk mempertahankan daya saing dan memastikan kinerja rantai pasok yang UCAPAN TERIMA KASIH: Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak manajemen PT Metro Perl Indonesia atas kesempatan dan dukungan yang diberikan selama proses penelitian ini berlangsung. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh responden yang telah bersedia meluangkan waktu dan memberikan data yang Tak lupa, penulis mengapresiasi bantuan dari dosen pembimbing serta rekan-rekan di Jurusan Teknik Industri. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana, yang telah memberikan masukan, saran, dan semangat dalam penyusunan artikel ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan Daftar Pustaka