Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 MOTIVASI DAN DAYA SERAP MATERI BANGUN DATAR DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENGANTAR BAHASA DAYAK MAAoAPH Flesia Welly Ferianti. Linda Dwi Saputri. Aprima Tirsa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi Email: flesiawellyferianti@gmail. com, dwisaputrilinda@gmail. aprimatirsa11@gmail. Corresponding author: flesiawellyferianti@gmail. Abstract Students in the learning process still need their mother tongue to help understand the meaning and intent comprehensively, because some students are still interfered with by their mother tongue. The mother tongue used at SMPN 2 Nanga Mahap is Ma'aph. This study aims to increase motivation and absorption of flat shape material with an introduction to the Ma'aph Dayak language. The method used is research and development of 4-D models. The products developed are in the form of RPP and LKPD which contain the mother tongue. Based on the results of the development, the percentage of RPP validation is 86. 7% and LKPD is 88. 6% which is classified as very valid or feasible to use. 75% of students' motivation is included in the good category and the absorption capacity is fulfilled classically, namely 86% of students who achieve the KKM score. This shows that learning the material of flat shapes with the introduction of the Ma'aph Dayak language increases students' motivation and For researchers who want to apply mother tongue learning tools, it is expected that they must master the local language well and understand the characteristics of the research subject. Keywords: Mother Tongue. Students' Motivation. Absorption PENDAHULUAN Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam sehari-hari. Kebudayaan merupakan sesuatu yang holistik dan menyeluruh, diterapkan dalam masyarakat. Sedangkan pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang dalam kehidupan Etnomatematika merupakan bidang studi yang menghubungkan budaya dan pendidikan. Penerapan etnomatematika memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguasai keterampilan matematika yang direncanakan untuk Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tanpa meninggalkan nilai- nilai budaya. AKM merupakan penilaian terhadap kompetensi inti yang dibutuhkan keterampilannya dan berpartisipasi aktif di AKM keterampilan inti yaitu keterampilan membaca dan keterampilan matematika. (Prakoso. Konteks bahasa ibu merupakan bagian dari etnomatematika. Berdasarkan hasil observasi terhadap peserta didik dan wawancara bersama guru mata pelajaran matematika di SMPN 2 Nanga Mahap di Kabupaten Sekadau, diketahui bahwa peserta didik pada proses pembelajaran masih sangat memerlukan bahasa ibu untuk membantu Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 memahami makna dan maksud secara Penggunaan bahasa ibu masih diperlukan karena sebagian peserta didik masih terinterferensi . erpengaruh, terikat, atau dipengaruh. bahasa ibunya. Bahasa ibu yang sering digunakan dalam proses pembelajaran di SMPN 2 Nanga Mahap adalah Bahasa MaAoaph yang sering digunakan oleh suku Dayak Mahap. Populasi Dayak Mahap tersebar di sepanjang aliran Sungai Mahap yang mencakup 5 dusun, yakni Dusun Sebabas. Setugal. Batu Koran. Pait, dan Lembah Beringin. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa buku paket dan LKPD yang dijadikan sumber belajar di sekolah tersebut masih belum memberikan peserta didik pengalaman belajar dan masih belum membantu untuk mendorong kemampuan berpikir peserta didik. Ini terlihat dari hasil belajar yang masih rendah dengan rata-rata 71 untuk kriteria ketuntasan minimal (KKM) Ou Selain itu, guru juga hanya menggunakan bahan ajar yang tersedia, tinggal beli dan tinggal pakai, instan, tanpa menyiapkan dan juga menyusun bahan ajarnya sendiri. Guru belum pernah mengembangkan materi yang akan dipelajari dari buku paket dan/ atau LKPD menggunkan bahasa ibu sehingga lebih mudah dipahami siswa. Bahasa ibu merupakan bentuk kekayaan lokal suatu Dalam kurikulum 2013, salah satu materi pelajaran matematika yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama adalah geometri. Sub materi geometri yang diajarkan di kelas VII matematika adalah bangun datar. Bangun datar merupakan salah satu diantara banyak materi pelajaran yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bangun datar juga menjadi dasar untuk mempelajari bentuk lain seperti balok, kubus, dan piramida. Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi siswa untuk menguasai dan memahami sepenuhnya konsep bangun datar, termasuk luas dan keliling bangun datar, sehingga tidak ada masalah dalam menggunakannya baik dalam matematika sehari-hari. Kenyataannya, pembelajaran tidak selalu berhasil karena masih banyak peserta didik tidak memahami apa yang telah diajarkan. Ini terlihat pada nilai hasil belajar matematika untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nanga Mahap, yakni siswa yang melampaui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan nilai Ou75 hanya mencapai 9 dari 22 siswa. Dengan kata lain, hanya 40,9% yang mampu mencapai daya serap materi. Sisanya 59,1% atau bahkan 13 siswa tidak mencapai KKM. Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika, terkhusus pada materi bangun datar untuk siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nanga Mahap relatif rendah. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa ada 2, yakni faktor internal dan juga eksternal (Sudjana, 2. Faktor internal seperti kondisi fisiologis, psikologis, bakat, minat, kematangan dan motivasi, sedangkan faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga. Imran . mengemukakan bahwa motivasi belajar sangat berkaitan erat dengan belajar. Semakin siswa termotivasi, semakin baik hasil belajarnya dan sebaliknya jika siswa kurang termotivasi untuk belajar maka kurang pula hasil belajarnya. Peningkatan motivasi siswa dapat juga dilakukan oleh guru, misalnya mendekatkan siswa dengan materi pelajarannya dengan penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran. Penelitian yang dilakukan oleh Sartika dan Tahmir . diperoleh hasil yang menunjukkan dengan penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran matematika sangat membantu siswa memahami materi yang Berdasarkan uraian permasalahan di atas, pengembangan perangkat pembelajaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan kekayaan lokal yang ada seperti penggunaan bahasa ibu. Agar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. RPP digunakan sebagai panduan guru saat mengajar. RPP juga pembelajaran sistematis dan pelaksanaannya dapat terlaksana secara efektif sesuai dengan yang direncanakan, dan agar pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu. RPP sangat penting bagi guru. Selain RPP, perangkat pembelajaran yang Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 juga diperlukan guru adalah bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD adalah sarana yang membantu guru dan siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan memfasilitasi interaksi yang efektif antara siswa dan pendidik. Depdiknas . LKPD mempermudah guru dalam pembelajaran dan akan membuat peserta didik terbiasa untuk belajar secara mandiri serta memahami dan juga menjalankan tugasnya secara tertulis. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu perangkat pembelajaran berupa RPP dan bahan ajar berupa LKPD untuk mengatasi permasalahan penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran matematika terkhusus pada materi bangun datar. Hasil penelitian ini juga diharapkan bisa meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Nanga Mahap pada materi bangun datar. Penggunaan bahasa ibu dalam pengembangan perangkat pembelajaran dan bahan ajar juga dapat mendukung pelestarian bahasa daerah dalam suasana pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian dan pengembangan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan et al. 4: hal. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 fase utama yaitu: define . , . , develop . dan disseminate . Produk yang dikembangkan adalah RPP dan juga LKPD yang memuat bahasa ibu yang digunakan dalam proses Penelitian ini melibatkan subjek untuk uji coba terbatas yaitu peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Nanga Mahap . =22 orang, 5 laki-laki dan 17 perempua. dan subjek untuk uji coba sesungguhnya yaitu peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Nanga Mahap Tahun Ajaran 2020/2021 yang berjumlah 22 orang . laki-laki dan 15 perempua. Bahasa ibu yang diimplementasikan adalah Bahasa MaAoaph yang digunakan oleh Suku Dayak MaAoaph di Kecamatan Nanga Mahap Kabupaten Sekadau. Produk yang dikembangkan, kemudian diperiksa kembali kelayakannya dengan dilakukannya uji validitas dan uji coba produk pada subjek untuk melihat hasil peningkatan motivasi belajar dan juga hasil belajar peserta didik setelah dilakukannya pembelajaran yang mengandung unsur bahasa ibu khususnya materi bangun datar. Data dalam penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, meliputi: nilai validasi perangkat pembelajaran (RPP dan LKPD), skor motivasi, dan hasil belajar. Validasi RPP menyangkut aspek identitas, rumusan indikator dan tujuan, pemilihan materi, kegiatan pembelajaran, pemilihan sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Aspek yang dinilai dalam LKPD yaitu isi dan bahasa. Selanjutnya, aspek motivasi peserta didik mencakup indikator yang menunjukkan rasa menetapkan tujuan, dan merasa tertantang untuk berkompetisi. Angket motivasi terdiri atas 40 pernyataan, kemudian dibagi menjadi dua bagian, yakni pernyataan positif dan pernyataan negatif , masing-masing sebanyak 20 pernyataan. Validasi RPP dan LKPD dihitung dengan menggunakan persentase rata-rata kelayakan menurut Mardapi . 8: . sebagai berikut: di mana: = persentase skor yang diperoleh Oc X = jumlah skor yang diperoleh . kor tota. tiap item Oc Xi = jumlah skor tertinggi = persentase rata-rata nilai kevalidan OcP = jumlah rata-rata untuk persentase skor setiap aspek = jumlah aspek dengan kriteria untuk mengukur kelayakkan menurut Akbar . sebagai berikut: Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 Tabel 1. Kriteria penilaian perangkat Selanjutnya, motivasi peserta didik diukur dengan menggunakan skala Likert . dan dihitung dengan rumus: ycUI ycIycoycuyc ycyceycycyycuycuyc ycycnycycyca y 100% ycycoycuyc ycoycycnycyceycycnycyco dan nilai persentasenya dikategorikan menurut Purwanto . seperti tercantum dalam Tabel 2. Tabel 2. Kriteria angket motivasi tiap Kemudian, hasil belajar kognitif diukur dengan tes yang berjumlah 7 soal uraian singkat tentang sifat-sifat, serta luas dan keliling bangun datar segiempat. Nilai setiap siswa dihitung menurut Sudjana . dengan rumus sebagai berikut: dan jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas KKM (Ou. dihitung dengan rumus persentase ketuntasan klasikal sebagai . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Model dilakukan ada 4 tahapan sebagai berikut: Tahap mengumpulkan informasi pada tahap awal pengembangan yang mencakup: Front-end dengan melakukan wawancara kepada guru dan siswa dan diperoleh bahwa siswa masih sangat kental berbahasa ibu, namun guru belum memanfaatkan bahasa ibu dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. Guru juga belum pernah membuat perangkat pembelajaran yang mengandung unsur bahasa ibu agar penyampaian materi lebih dipahami. Rendahnya minat belajar siswa disebabkan kurangnya pemahaman siswa pada materi. Sedangkan wawancara dengan siswa diperoleh bahwa pelajaran matematika tergolong sulit untuk dipahami serta kemampuan berhitung yang masih lemah juga, ini salah satu hal yang menyebabkan siswa kurang antusias pada saat belajar Learner analysis. pembelajaran di kelas terbiasa dengan metode pembelajaran ceramah yang mana siswa hanya mendengarkan dan memahami apa yang dijelaskan guru, tidak ada kegiatan belajar berkelompok. Kemudian, belum ada bahan ajar tambahan seperti LKPD khususnya pada materi bangun datar untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Task analysis. dilakukan dengan mengidentifikasi dan juga menyusun materi-materi yang akan dignakan saat pembelajaran secara sistematis. Materi yang akan digunakan pada pembuatan perangkat pembelajaran adalah bangun datar segiempat untuk siswa kelas VII SMP. Concept Kompetensi Inti (KI) dan juga Kompetensi Dasar (KD), sesuai dengan kurikulum yang tercantum pada peraturan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. KD 6. 2 yaitu mengindentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang dan 6. 3 yaitu menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya untuk memecahkan masalah. Dari tahapan tersebut, dapat disimpulkan perlu adanya bahan ajar tambahan berupa LKPD untuk membuat Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 siswa aktif ketika proses pembelajaran berlangsung karena siswa akan berdiskusi dengan teman sekelompoknya serta RPP sebagai panduan guru dalam mengajar dimana RPP dan LKPD yang dibuat memasukkan unsur bahasa ibu. Oleh karena itu, diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami mata pelajaran tersebut. Tahap design. membuat rancangan pengembangan RPP dan LKPD materi bangun datar sesuai kesimpulan tahap define. Dalam penelitian ini disusun sebanyak 2 buah RPP dan 2 buah LKPD di mana setiap RPP dan LKPD digunakan untuk satu pertemuan. Tahap develop. membuat dan memvalidasi produk, yakni dengan penilaian validator ahli, validator praktisi dan juga uji coba terbatas Validasi oleh ahli . dan praktisi . uru matematik. memberikan hasil bahwa persentase kelayakan RPP dan LKPD secara keseluruhan adalah 86,7% dan 88,6% yang berarti termasuk dalam kriteria sangat valid. Dapat dikatakan bahwa baik RPP maupun LKPD layak untuk diujicobakan. Draft yang sudah lakukan proses validasi dan sudah melalui tahap revisi kemudian diujicobakan kepada subjek untuk dilakukan uji coba Hasil dari uji coba terbatas dimasukkan ke dalam revisi pada produk Tahap penyebarluasan perangkat pembelajaran di SMP Negeri 2 Nanga Mahap dengan memberikan pembelajaran secara langsung oleh peneliti menggunakan produk RPP dan LKPD. Proses pembelajaran diamati oleh 1 orang observer yang mencakup 2 aspek pada kegiatan pendahuluan, 17 aspek pada kegiatan inti, dan terakhir 3 aspek pada kegiatan penutup . ihat Tabel . Pembelajaran dengan Menggunakan RPP dan LKPD berbasis Bahasa Ibu Hasil observasi selama pembelajaran materi bangun datar dengan menggunakan RPP dan LKPD berbahasa MaAoaph di SMP Negeri 2 Nanga Mahap dapat dilihat pada Tabel 3. Skor 2 masih ditemukan pada aspek penilaian memberikan pancingan pertanyaan kepada siswa, meminta tanggapan siswa memberikan penguatan di kegiatan penutup. Yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut misalnya dengan menyajikan pertanyaan/ permasalahan yang lebih menarik perhatian siswa pada fase problem statement dan melakukan proses adaptasi yang lebih lama dengan siswa yang akan menjadi subjek penelitian sebelum pelaksanaan pembelajaran. Tabel 3. Hasil observasi pembelajaran dengan RPP dan LKPD berbahasa MaAoaph di SMP Negeri 2 Nanga Mahap oleh satu orang observer Aspek penilaian proses pembelajaran Pendahuluan Menyampaikan apersepsi Menyampaikan tujuan pembelajaran Inti Menyajikan permasalahan kontekstual Memberikan siswa kesempatan untuk mencatat informasi yang diperoleh Memberikan pancingan kepada siswa, agar siswa memberikan pertanyaan Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan Mengelompokkan siswa Membagikan LKPD Meminta siswa menemukan informasi pada buku paket / referensi yang relevan Meminta siswa untuk mencatat hasil yang diperoleh Skor Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 Aspek penilaian proses pembelajaran Meminta siswa megolah hasil apa saja yang didapat Meminta siswa untuk mengerjakan LPKD Meminta siswa menyusun kembali hasil pekerjaannya dengan sistematis Mengundi kelompok-kelompok yang akan maju menyampaikan hasil diskusi Meminta perwakilan setiap kelompok yang terpilih untuk memaparkan hasil diskusinya Meberika motivasi Memfasilitasi kegiatan dikusi kelompok Mengomentari hasil dari presentasi kelompok yang maju Meminta siswa menyimpulkan jawaban dari hasil diskusi hari ini Penutup Meminta siswa menuliskan konsep materi yang sudah Memberikan soal untuk evaluasi Memberikan penguatan motivasi dan juga semangat kepada siswa Motivasi Siswa selama Pembelajaran dengan Menggunakan RPP dan LKPD berbasis Bahasa Ibu Angket motivasi siswa diberikan setelah kegiatan pembelajaran materi bangun datar oleh peneliti. Hasil motivasi siswa terhadap pembelajaran materi bangun datar dengan pengantar bahasa ibu dapat dilihat pada Gambar 1. Nilai persentase Skor Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo motivasi siswa terhadap pembelajaran berbahasa ibu khususnya materi pada bangun datar terendah sebesar 67% pada berkompetisi dan tertinggi sebesar 87% pada indikator menunjukkan rasa suka. Seluruh indikator motivasi berada pada kategori baik dan sangat baik. Gambar 1. Grafik motivasi siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Nanga Mahap selama pembelajaran materi bangun datar dengan RPP dan LKPD berbahasa MaAoaph Daya Serap Belajar Siswa setelah Pembelajaran dengan Menggunakan RPP dan LKPD berbasis Bahasa Ibu Perolehan hasil belajar siswa, setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan RPP dan LKPD berbahasa MaAoaph terlihat pada Tabel 4. Persentase Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 siswa yang tuntas dengan memperoleh nilai Ou75 sebesar 86% dan persentase siswa tidak tuntas dengan memperoleh nilai <75 hanya sebesar 14%. Secara individual siswa dapat dikatakan tuntas belajar, apabila memperoleh nilai Ou75. Secara klasikal siswa dikatakan tuntas, jika dalam satu kelas terdapat Ou85% siswa memperoleh nilai Ou75. Dari hasil perolehan, persentase siswa tuntas sebesar 86% yang berarti lebih dari 85% sehingga bisa dikatakan bahawa ketuntasan hasil belajar secara klasikal sudah terpenuhi. Tabel 4. Hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Nanga Mahap pada pembelajaran yang menggunakan RPP dan LKPD berbahasa MaAoaph Rentang Nilai <75 75 - 83 84 - 92 93 - 100 Jumlah Siswa Persentase Siswa Pembahasan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Proses pengembangan didasarkan pada model pengembangan 4D oleh Thiagarajan et . , terdiri dari empat fase: definisi, desain, pengembangan dan diseminasi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa RPP dan LKPD. Hasil untuk pengembangan tersedia dalam bentuk produk akhir yang telah divalidasi. Beberapa temuan pada evaluasi RPP dan LKPD yang dikembangkan, yaitu validasi oleh dosen ahli dan guru matematika. Indikator yang digunakan untuk menunjukkan efektivitas perangkat pembelajaran adalah validitas desain dan validitas isi ahli atau praktisi. Sejalan dengan pandangan Nieveen . , aspek validitas berkaitan dengan dua hal: pengembangan perangkat pembelajaran harus sesuai secara teoritis dan konsistensi internal dari setiap komponen yang ada. Suatu perangkat pembelajaran dianggap valid, jika validator menyatakan perangkat pembelajaran tersebut layak digunakan dengan ataupun tanpa revisi, seperti yang dijelaskan dalam Arikunto . Validasi RPP dan LKPD diukur dengan menggunakan alat validasi. Alat validitas divalidasi dosen ahli agar dapat digunakan untuk mengukur apa yang sedang Oleh karena itu, komponen dari setiap lembar penilaian, antara lain lembar penilaian RPP dan lembar penilaian LKPD. Lembar validasi dievaluasi oleh validator dan hasil analisis validasi disesuaikan dengan kriteria Kategori Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas yang ditentukan. Hasil validasi untuk perangkat pembelajaran berbasis bahasa ibu dilihat dari penilaian validator, yakni untuk tingkat validitas RPP dan LKPD berada pada kriteria sangat valid dengan persentase sebesar 86,7% dan 88,6%. Secara keseluruhan, nilai persentase perangkat pembelajaran termasuk pada kriteria sangat valid, yang mana sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Komponen perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat konsisten dan saling mendukung. Artinya bahwa perangkat pembelajaran bangun datar berbahasa ibu, layak untuk digunakan dalam Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil perhitungan angket motivasi siswa, pembelajaran matematika berbasis bahasa ibu memperoleh persentase motivasi sebesar 75%. Ini artinya, motivasi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis bahasa ibu khususnya pada materi bangun datar tergolong kuat. Sementara, hasil pengamatan observer selama pembelajaran kegiatan bertanya dan merespons hasil presentasi kelompok masih kurang. Ginting . menyatakan bahwa adanya keinginan seseorang untuk belajar dan menguasai materi pembelajaran disebabkan oleh motivasi atau dorongan dari dalam dirinya sendiri. Tanpa motivasi, siswa tidak mudah tertarik dan tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 termotivasi, siswa akan tertarik, terlibat aktif dalam proses pembelajaran, dan berinisiatif saat pembelajaran. Dengan motivasi yang tinggi, siswa melakukan yang terbaik dan menempuh berbagai cara positif untuk mencapai keberhasilan belajar. Dalam penelitian ini, motivasi siswa terhadap pembelajaran matematika berbahasa ibu, khususnya pada materi bangun datar secara keseluruhan tergolong kuat karena banyaknya siswa yang menunjukkan rasa suka dan juga mengharapkan umpan balik ketika proses pembelajaran berlangsung. Siswa memang terlihat masih kurang aktif bertanya dan merespons dalam kegiatan presentasi kelompok, namun hal ini tidak menjadi penyebab kurangnya motivasi. Menurut Sabrina dan Yamin . , motivasi belajar siswa dapat dipengaruhi beberapa faktor, yakni: . tata cara guru dalam mengajar, . kondisi lingkungan siswa, dan . kemampuan siswa. Selanjutnya Takdir . menyatakan bahwa hasil dari penerapan suatu model pembelajaran yang tepat dapat menigkatkan motivasi belajar matematika Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dalam penelitian ini tergolong pembelajaran guru menggunakan bahasa ibu yang biasa digunakan siswa ketika berinteraksi dengan teman-temannya. Lembar kerja yang diberikan guru juga memuat unsurunsur bahasa ibu, dengan demikian siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Siswa juga bebas bertanya dan meminta informasi dari kelompok lain maupun guru dan teman dalam Hal ini didukung oleh pendapat Emda . yang menyatakan bahwa timbulnya motivasi baik itu intrinsik maupun ekstrinsik, dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya . kesadaran siswa atas tingkah laku atau perbuatannya. sikap guru saat . pengaruh teman sekelas. suasana kelas. Hamalik . menyatakan bahwa motivasi siswa dipengaruhi secara positif oleh guru yang memiliki tingkat semangat dan antusias yang tinggi terhadap isi/materi yang dipelajarinya. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan lingkungan kelas yang nyaman dan kolaboratif yang memotivasi siswa untuk mencapai hasil belajar yang positif. Daya Serap Siswa Daya serap menjadi tolok ukur untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran. Menurut Djamarah . 1: . , alat ukur daya serap sama seperti alat penilaian hasil belajar. Daya serap siswa diperoleh dari ketuntasan hasil belajar setelah mengikuti proses pembelajaran matematika berbasis bahasa ibu khususnya pada materi bangun datar. Jika siswa memperoleh nilai Ou75, maka bisa dikatakan tuntas secara Jika di dalam satu kelas terdapat Ou85% siswa memperoleh nilai Ou75 maka bisa dikatakan tuntas secara klasikal. Berdasarkan hasil tes dari 22 siswa, 19 siswa memenuhi ketuntasan minimal sedangkan sisanya 3 siswa masih belum mencapai ketuntasan minimal yang ditetapkan di SMP Negeri 2 Nanga Mahap. Persentase untuk siswa tuntas dan tidak tuntas dalam pembelajaran matematika berbasis bahasa ibu, khususnya pada materi bangun datar terlihat pada diagram lingkaran berikut: Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 Diagram 1. Persentase hasil belajar siswa Angka ini menunjukkan bahwa belajar matematika dengan pengantar bahasa ibu terutama pada materi bangun datar, sangat menolong siswa untuk mengerti materi dan membantu mereka mencapai sebuah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Beberapa penyebab siswa tidak tuntas dilihat dari hasil jawaban, yakni: . Beberapa siswa menuliskan jawaban yang tidak lengkap, dalam mengerjakan soal tidak menuliskan apa yang diketahui, ditanya, dan juga tidak menuliskan kesimpulan, . Ada juga beberapa siswa yang menjawab seadanya saja, seperti hanya menulis diketahui dan ditanya, ada pula yang hanya menggambar kembali bangun datarnya saja. Susanto . menjelaskan ada 10 faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar, yakni bakat siswa, kesiapan siswa, minat siswa, kecerdasan, kemaun belajar, penyajian materi ajar, sikap dan kepribadian guru, kondisi masyarakat dan suasana kelas. Terlihat bahwa kemaun belajar, minat anak, model penyajian materi dan suasana belajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa faktor tersebut merupakan bagian dari motivasi. Ini artinya bahwa motivasi sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Dalam penelitian Ismail . diperoleh bahwa telah terjadi peningkatan untuk motivasi belajar siswa karena adanya pembelajaran berbasis masalah, yang mana hal ini juga disertai dengan meningkatnya nilai hasil belajar siswa. Ini menunjukkan jika motivasi belajar siswa meningkat, maka hasil belajarnya juga akan ikut meningkat. Menurut Ribowo keingintahuan adalah dorongan yang sangat kuat untuk belajar dan mencari jawaban, sehingga kurangnya motivasi siswa dalam belajar menyebabkan kurang pula rasa ingin tahu siswa terhadap materi pembelajaran Faruqi . juga menunjukkan beberapa hal yang menghambat siswa dalam mencapai pembelajaran yang diperolehnya, yakni . siswa kurang tertarik dengan pembelajaran, . penyampaian materi yang tidak menarik, dan . konsentrasi siswa Sebagian besar siswa masih belum antusias dan kurang termotivasi saat belajar, menurut informasi yang disampaikan guru matematika yang sudah lama mengajar di SMP Negeri 2 Nanga Mahap di Kelas VII. Saat belajar, siswa sibuk dengan hal-hal lain dan tidak memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran. Selama ini, ketuntasan secara klasikal tidak terpenuhi, hanya beberapa siswa saja yang sudah mencapai ketuntasan minimal. Ketuntasan belajar siswa selama ini hanya mencapai persentase antara 30%-50%. Ini artinya bahwa daya serap siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan dengan memasukkan unsur bahasa ibu di dalam pembelajarannya berada di atas rata-rata pembelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian Sulastri . efektivitas penggunaan dwibahasa, bahasa Sasak dan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran matematika di kelas sangat efektif. Ini terlihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh ketuntasan secara klasikal yang tergolong tinggi, yang artinya pembelajaran matematika dengan memasukkan unsur bahasa ibu sangat efektif dan dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap pembelajaran. Izhar dan Kurniati . mengatakan bahwa selain guru harus menguasai bahasa Indonesia, guru juga perlu megerti bahasa ibu dimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan, untuk membantu anak memahami materi pembelajaram. Kadtong . , juga menyatakan bahwa dengan menggunakan bahasa ibu ketika mengajarkan isi materi pembelajaran. Noormohamadi . , menyatakan beberapa eksperimen psikologis, sosial dan pendidikan membuktikan bahwa belajar melalui bahasa ibu lebih dalam, lebih cepat dan lebih efektif. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan pada hasil-hasil penelitian dan juga pengembangan RPP dan LKPD berbasis bahasa ibu khususnya pada materi Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Juli 2025 bangun datar didapatkan beberapa kesimpulan yaitu: . Perangkat pembelajaran RPP dan LKPD dikembangkan dengan metode penelitian dan pengembangan model Four-D . D). Terdiri atas tahapan define, design, develop, dan disseminate, . Tahapan define atau pendefinisian terdiri atas beberapa tahap, yaitu: tahap analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep dan analisis perumusan tujuan pembelajaran. Tahapan design atau perancangan terdiri dari perancangan awal RPP dan LKPD, penyajian RPP dan LKPD atau draft 1. Tahapan develop atau pengembangan terdiri dari 4 tahap, pada tahap pertama adalah pembuatan perangkat pembelajaran RPP dan LKPD, selanjutnya adalah penilaian ahli yang terdiri dari 1 orang dosen matematika dan 2 orang guru matematika di sekolah yang Dari hasil penilaian validasi diperoleh persentase untuk RPP sebesar 86,7% dan LKPD sebesar 88,6%. Ini artinya bahwa RPP dan LKPD yang telah dikembangkan tergolong sangat valid atau layak digunakan dengan beberapa revisi. Setelah dilakukan perbaikan atau revisi perangkat pembelajaran RPP dan LKPD dapat di uji cobakan. Tahap disseminate atau penyebarluasan, dan merupakan akhir dari tahapan penelitian dan pengembangan dalam penelitian ini. Pada tahap ini peneliti menyebarluaskan perangkat pembelajaran di SMP Negeri 2 Nanga Mahap. Hasil dari penelitian ini dibuat dalam bentuk artikel ilmiah, kemudian dipublikasikan dalam jurnal . Motivasi siswa saat pembelajaran matematika terkhusus pada materi bangun datar yang diajarkan dengan memasukkan unsur bahasa ibu sebesar 75% termasuk dalam kategori baik. Ini artinya pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun datar yang diajarkan dengan memasukkan unsur bahasa ibu dapat memotivasi siswa. Daya serap siswa dalam materi bangun datar yang diajarkan pembelajaran yang mengandung unsur bahasa ibu terpenuhi secara klasikal yaitu siswa yang telah mencapai nilai ketuntasan minimal sebanyak 86%. Saran