Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 April 2025. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Kontribusi Kecerdasan Emosional Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar Siti Sarciana Dewija Adu1*. Ruhut Parningotan Tambunan2. Yonatan Alex Arifianto3 Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala. Salatiga. ,2,. sitimbau9@gmail. Article History Abstract Submitted: 07 April 2025 Accepted: 07 April 2025 Published: 30 April 2025 This study aims to identify the contribution of teachersAo emotional intelligence to studentsAo learning motivation in primary schools. Emotional intelligence, which includes the ability to recognise, understand and manage emotions, is one of the important elements in creating a positive and supportive learning environment. This study uses a quantitative approach with a survey method to teachers and students in various primary schools. The results show that teachersAo emotional intelligence has a significant relationship with studentsAo learning motivation. Teachers who are able to demonstrate empathy, self-control and social skills tend to increase students' enthusiasm for learning, strengthen classroom interactions and create an inclusive atmosphere. The findings provide insights for the development of teacher training strategies to improve their emotional intelligence as a way to foster better student learning outcomes. This research makes a unique contribution by highlighting the importance of teachers' emotional intelligence in the context of primary education, a theme that is relatively under-explored in the field of education research. The study also adds a new dimension to the understanding of how emotional intelligence can directly influence students' intrinsic and extrinsic motivation. This approach helps to enrich the existing literature by building a foundation for the development of emotionbased training for teachers. Keywords: Emotional Intelligence Teachers. StudentAos Motivation to Learn Kata-kata kunci: Kecerdasan Emosional Guru. Motivasi Belajar Siswa Abstrak Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kontribusi kecerdasan emosional guru terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Kecerdasan emosional meliputi kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi terhadap guru dan siswa di beberapa sekolah dasar, hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional guru berhubungan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Guru yang mampu menunjukkan empati, pengendalian diri, dan keterampilan sosial cenderung meningkatkan semangat belajar siswa, memperkuat interaksi kelas, dan menciptakan suasana inklusif. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan pelatihan guru untuk meningkatkan kecerdasan emosional sebagai strategi mendukung hasil belajar siswa. Penelitian ini juga memberikan kontribusi unik dengan menyoroti peran kecerdasan emosional dalam pendidikan dasarAitema yang masih jarang dieksplorasi serta menambah pemahaman tentang pengaruh langsung kecerdasan emosional terhadap motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa. Pendekatan ini memperkaya literatur pendidikan dan menjadi dasar bagi pengembangan pelatihan guru berbasis emosi. Copyright: @2025. Authors. 55 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Dalam ranah pendidikan, evolusi karakteristik individu peserta didik memiliki dampak signifikan terhadap jalan hidup mereka, sehingga penting untuk memberikan perhatian ekstra kepada guru dan orang tua dalam upaya mengembangkan karakter siswa. Pemahaman terhadap sifat-sifat peserta didik merupakan hal yang esensial bagi seorang guru, bahkan keahlian dalam memahami sifat-sifat tersebut dapat menjadi penanda profesionalisme seorang guru sebagai Dengan memahami perkembangan peserta didik, guru dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang di rumah dan di sekolah. Setiap peserta didik memiliki aspek perkembangan yang seragam, meskipun kemampuan mereka dalam mengembangkan aspek tersebut dapat berbeda satu sama lain. Motivasi belajar adalah salah satu elemen kunci yang memainkan peranan penting dalam pembentukan sifat peserta didik. Motivasi diartikan sebagai keadaan psikologis yang menggerakkan individu untuk menjalankan suatu tindakan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, penting untuk memberikan motivasi secara optimal atau dengan berbagai cara yang berbeda (Rizani et al. , 2. Dalam proses pembelajaran, motivasi memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian hasil belajar. Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda-beda. Beberapa orang memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi sementara yang lain memiliki tingkat yang rendah (Suci et al. , 2. Oleh karena itu. Pendidikan berkaitan erat dengan proses belajar mengajar. Sehingga, untuk mencapai tujuan pembelajaran, motivasi perlu diberikan secara optimal menggunakan berbagai metode. Pendidikan memiliki peran penting yang harus diperhatikan dengan lebih serius, termasuk faktor-faktor yang memengaruhinya. Dalam upaya mencapai pendidikan yang lebih berkualitas, faktor kognitif memiliki peran yang sangat penting. Namun, sejatinya pandangan ini tidak selaras apabila dilihat dari perspektif psikologi. Berdasarkan temuan dalam penelitian psikologi, terungkap bahwa kecerdasan IQ tidaklah menjadi satu-satunya elemen yang memengaruhi pencapaian akademik individu. Berbagai faktor lain juga ikut memainkan peran penting, termasuk di dalamnya faktor psikologis seperti kecerdasan emosi dan motivasi (Farhan et al. , 2. Pentingnya peran kecerdasan emosional tidak bisa diabaikan dalam mencapai keberhasilan belajar (Lestari et al. , 2. Kemahiran pelajar boleh dinilai melalui pencapaian pembelajaran selepas mereka mengalami proses belajar. Dalam proses pembelajaran, terdapat faktor-faktor yang memiliki peran penting dalam menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa, baik yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang muncul dari individu siswa, seperti aspek fisiologis dan psikologis. Sedangkan faktor eksternal merujuk pada faktor-faktor yang berasal dari luar individu siswa, seperti pengaruh orang tua, lingkungan sekolah, dan masyarakat (Henky Luwis et al. , 2. Oleh karena itu, kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola, dan memengaruhi emosi, baik dalam dirinya sendiri maupun orang lain. Kemampuan ini mencakup kesadaran diri, pengendalian emosi, empati, serta keterampilan sosial. Dengan kecerdasan emosional, individu dapat menghadapi situasi emosional secara efektif, membangun hubungan yang baik, dan membuat keputusan yang bijaksana. Kecerdasan emosional sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan interpersonal, pekerjaan, dan pengembangan diri. 56 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Berkaitan dengan tema artikel ini yang membahas tentang kontribusi kecerdasan emosional guru terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar pernah diteliti oleh Muhamad Farhan. Arif Rahman Hakim. Tohimin Apriyanto yang berjudul kontribusi kecerdasan emosional terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika membahas menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi signifikan dalam mendorong motivasi belajar siswa, terutama dalam Pengelolaan emosi yang baik membantu siswa menghadapi tekanan dan tantangan belajar secara konstruktif, meningkatkan kepercayaan diri dan ketekunan. Adapun penelitian ini dapat disimpulkan kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya pada pembelajaran matematika. Kemampuan siswa dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi membantu mereka untuk menghadapi tantangan belajar dengan lebih percaya diri dan tekun. Hal ini mendorong rasa tanggung jawab, kemampuan mengatur waktu, serta ketahanan dalam mengatasi kesulitan matematika. Guru juga berperan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kecerdasan emosional siswa, seperti memberikan umpan balik positif dan membangun hubungan yang baik. Dengan demikian, kecerdasan emosional dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih optimal (Farhan et al. , 2. Topik yang similar ini juga pernah diteliti oleh Riska Muliati yang berjudul kontribusi kecenderungan pola asuh demokratis (Authoritativ. dan kecerdasan emosi terhadap perilaku asertif pada remaja awal membahas menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi berkontribusi besar dalam membentuk perilaku asertif pada remaja awal. Pola asuh yang suportif dan terbuka mendorong remaja untuk percaya diri menyampaikan pendapat. Sementara itu, kecerdasan emosi memperkuat kemampuan mengelola emosi dan membangun hubungan positif, yang merupakan fondasi perilaku asertif yang sehat. Adapun penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku asertif remaja awal. Pola asuh yang mendukung membantu remaja merasa nyaman mengungkapkan pendapat, sedangkan kecerdasan emosi memperkuat kemampuan mengelola emosi dan berinteraksi positif. Kedua aspek ini saling melengkapi untuk menghasilkan perilaku asertif yang sehat (Nurlaeliah et al. , 2. Berdasarkan kedua penelitian tersebut masih ada hal-hal yang belum diteliti yaitu tentang kontribusi kecerdasan emosional guru terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Kecerdasan emosional guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif di sekolah dasar. Pengelolaan emosi yang baik memungkinkan guru membangun hubungan yang kuat dengan siswa, memberikan umpan balik yang mendukung, dan mengatasi tantangan kelas. Hal ini secara langsung meningkatkan motivasi belajar siswa serta keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menganalisis peran kecerdasan emosional guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kemampuan guru dalam mengenali, mengelola, dan memanfaatkan emosi mereka dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan suportif. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengajaran yang berbasis kecerdasan emosional yang efektif dalam mendorong partisipasi aktif siswa, membangun kepercayaan diri 57 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga mereka, serta meningkatkan ketekunan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan mendalam yang dapat mendukung pengembangan praktik pendidikan yang lebih baik di tingkat sekolah dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap kontribusi kecerdasan emosional guru terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Fokus utama penelitian adalah memahami dan mendeskripsikan fenomena ini secara mendalam melalui analisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, artikel akademik, dan buku. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dan memilih dokumen yang relevan berdasarkan kriteria seperti relevansi dengan topik, kredibilitas akademik, dan kemutakhiran, dengan prioritas pada literatur yang diterbitkan dalam satu dekade terakhir. Hasil analisis kemudian disintesis untuk menghasilkan kesimpulan komprehensif yang menggambarkan bagaimana kecerdasan emosional guru berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung motivasi siswa. Pendekatan ini diharapkan memberikan wawasan praktis yang mendalam bagi pengembangan strategi pendidikan berbasis emosi, khususnya di tingkat sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Kecerdasan Emosional Guru Pentingnya menyadari bahwa pemahaman emosional melibatkan kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi diri, memotivasi diri, serta berempati dengan orang lain untuk menjalin hubungan yang efektif (Mirnawati et al. , 2. Emosi merupakan suatu respon dari pribadi seseorang dalam menghadapi situasi tertentu. Secara etimologi kecerdasan atau dengan kata lain inteligensi ] berasal dari bahasa inggris intelligence yang memiliki makna kecerdasan. Kecerdasan ialah kemampuan seseorang dalam berpikir secara kreatif. Para ahli juga mengatakan kecerdasan merupakan kelebihan seseorang menyelesaikan sebuah masalah dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi serta belajar dari setiap pengalaman hidupnya sehari- hari dan memiliki kemampuan maupun kesanggupan dalam menyesuaikan diri dengan menggunakan setiap alat berpikir yang sesuai dengan apa yang diinginkannya (Martin, 2003, p. Kecerdasan emosi merupakan pengaruh yang sangat memiliki dampak positif terhadap semangat motivasi belajar siswa artinya perubahan siswa yang memiliki nilai kecerdasan emosional tinggi dan sangat berpengaruh terhadap perubahan motivasi belajar siswa atau memiliki makna lain apabila kecerdasan emosi siswa meningkat maka akan terjadinya sebuah peningkatan (Faizi, 2. Untuk meraih kesuksesan, bukan hanya memiliki namun jenis kecerdasan saja yang penting untuk dimiliki oleh seseorang, melainkan tujuh jenis kecerdasan yaitu kecerdasan spasial, matematikalogika, linguistik, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan musik. Tujuh jenis kecerdasan ini biasa disebut dengan multiple intelligence . ecerdasan majemu. (Goleman, 2. Berdasarkan ketujuh kecerdasan yang telah diungkapkan dalam menempatkan kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal sebagai definisi dasar dari kecerdasan emosi. Menurutnya kecerdasan emosi merupakan kemampuan berpikirnya seseorang dalam mengetahui dan mengatur akan emosi 58 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga dirinya sendiri. Sehingga mampu memotivasi diri sendiri ketika menghadapi kesulitan atau masalah dalam hidupnya, ia sudah memiliki sikap empati dalam mengenal dan memahami perasaan yang dimiliki oleh orang lain, serta sudah mampu memimpin relasi yang baik dengan dengan orang lain (Goleman, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi dalam diri pribadi seseorang ini adalah kecerdasan yang melibatkan bagaimana sudah mengenal dan mengelola emosi dirinya sendiri bila menghadapi kesulitan ataupun kegagalan. Dalam hal ini ia bisa memimpin ataupun membangun relasinya tetap terjaga dengan sangat baik. Dan tetap menjalin hubungan dengan orang yang berada di sekitarnya sehingga tidak merasa asing ketika sedang berada di lingkungan masyarakat atau sosial. Dalam proses membelajarkan siswa, guru menyiapkan diri mulai dari penguasaan emosi sampai pada Dalam tahap mengevaluasi hasil yang dimiliki oleh belajar siswa. Usaha tersebut dilaksanakan dengan sebuah harapan dan dapat meningkatkan daya motivasi belajar siswa karena sangat penting pada sepenuhnya kepentingan yang dimiliki setiap siswa (Yulika, 2. Kecerdasan yang dimiliki oleh setiap guru emosi guru sangat ditunjukkan oleh motivasi diri, empati dan mampu menjalin hubungan yang memiliki kejelasan serta mempunyai hubungan yang kuat dengan kompetensi pedagogik. Artinya jika guru yang mampu berempati atau dapat menarik perhatian oleh siswa dan menjalin hubungan yang baik, maka kepribadian guru relatif dewasa mental sehingga patut untuk dijadikan teladan. Motivasi diri yang kuat juga mempunyai hubungan yang kuat. Artinya dengan motivasi yang sangat tinggi ataupun semangat yang antusias seorang guru akan mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan sangat baik serta mencapai kriteria yang diharapkan oleh siswa (Mangkunegara & Puspitasari, 2. Guru sebagai seorang pengajar maka harus menjadi pendidik dalam melaksanakan setiap tugasnya harus mampu menjadi seorang pribadi yang dapat ditiru dan dijadikan sebagai contoh teladan dan panutan yang sangat baik bagi siswa, orang tua siswa maupun setiap masyarakat yang ada di lingkunganya ataupun dimana mereka berada (Ratnasari et al. , 2. Memiliki kesadaran terhadap peserta didik dan orang yang menjadi rekan kerjanya. Empati berarti juga mampu membuat seorang peserta didik, sehingga dapat memahami setiap kesulitan yang dimiliki siswa dalam Menerima pelajaran mampu menyiapkan dan mudah menyesuaikan metode belajar yang cocok dan sesuai bagi peserta didik. Mampu menjalin relasi dan saling percaya serta mampu menyamakan diri dengan siapapun . eserta didik dan rekan kerj. sehingga dapat terjalin hubungan yang yang baik serta mudah Hubungan yang baik dengan sendirinya menciptakan suasana belajar mengajar yang nyaman dan damai. Mampu memberi semangat untuk diri sendiri akan menimbulkan semangat dan gairah untuk mencapai maupun mengejar impiannya. Untuk bekerja dan menghasilkan hasil yang baik, dan mampu memotivasi siswa agar dapat belajar dengan baik. mampu memberi motivasi terhadap siswa untuk meraih prestasi belajar setinggi-tingginya sesuai dengan mimpi mereka masing- masing. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kecerdasan emosi berkorelasi kuat dengan cara kerjanya guru. Emosi sangat berperan penting dalam keberhasilan seseorang baik di tempat kerja, tempat belajar, rumah dan hubungan antar sesama maupun diri sendiri. Emosi adalah sesuatu kekuatan yang tidak ada hentinya dimiliki oleh setiap orang. yang dapat dimanfaatkan untuk meraih sukses 59 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga dalam setiap kehidupan (Uno, 2008, p. Kecerdasan emosional dan motivasi belajar merupakan dua hal yang sangat penting berpengaruhnya dalam memperoleh sebuah keberhasilan setiap siswa. karena kecerdasan emosional ialah kecerdasan dalam mengontrol luapan emosi Jika siswa dapat mengontrol emosi dengan baik, maka motivasi belajarnya akan berlangsung dengan baik dan hasil belajarnya semakin meningkat. Tanpa adanya kecerdasan emosional siswa akan dengan mudah menyerah, tidak memiliki motivasi ataupun gairah dalam proses, dan tidak pandai memberikan perhatian pada materi pelajaran, walaupun sebenarnya siswa tersebut kemampuan lebih dan juga mampu (Henky Luwis et al. , 2. Oleh karena itu, emosi adalah kekuatan penting yang memengaruhi keberhasilan seseorang dalam berbagai aspek Kecerdasan emosional membantu siswa mengontrol emosi, meningkatkan motivasi belajar, dan meraih hasil belajar yang optimal. Tanpa kecerdasan emosional, siswa mudah menyerah dan kurang perhatian terhadap materi pelajaran meski memiliki kemampuan yang Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar merupakan semua kekuatan yang mampu menggerakkan psikis siswa sehingga dapat menjamin terlaksananya pembelajaran yang mampu mengarahkan proses belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran (Nurlaeliah et al. , 2. Motivasi belajar juga bisa dikatakan suatu usaha yang sangat dipaparkan untuk memberi semangat kepada seseorang ketika sedang ingin belajar. Sehingga melalui kebiasaan tersebut akan menjadi lebih tekun dalam memulai akan setiap pembelajaran. Ketika ingin mencapai prestasi yang lebih baik, motivasi belajar merupakan hal yang seperti meraih akan prestasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar ini adalah hal yang menyerupai usaha sebagai motivasi tersendiri terhadap setiap individu sehingga dapat mempunyai semangat yang lebih untuk melakukan aktivitas pembelajaran dan dapat mencapai sebuah prestasi (Sofyani & Susanto, 2. Motivasi belajar memiliki fungsi dalam proses kegiatan pembelajaran dan sebagai penggerak atau pendorong akan berlangsungnya kegiatan pembelajaran, serta memperluas tujuan dari pada pembelajaran yang ada, dan juga lebih menyeleksi pada arah tingkah laku. Peran motivasi internal dan juga eksternal dalam sebuah pembelajaran menjadi point penting ketekunan proses belajar mengajar dan akan menghasilkan prestasi (Iskandar, 2. Dapat dipelajari bahwa Motivasi belajar merupakan dorongan untuk melakukan proses Motivasi belajar semuanya akan terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas yaitu disiplin, aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Setelah itu dapat mengerjakan setiap tugas yang diberikan akan menunjukan karakter dan semangat dalam pembelajaran. Dengan adanya lingkungan belajar yang nyaman dalam proses pembelajaran akan membantu membuat siswa dalam mengikuti pembelajaran yang ada dan juga motivasi merupakan penggerak utama siswa dalam belajar. Seorang siswa yang sangat memiliki motivasi belajar yang tinggi akan lebih giat dalam proses belajar sehingga dapat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar maupun keberhasilan dalam hidupnya (Sarnoto & Romli, 2. Melalui hal ini hakekat motivasi belajar merupakan dorongan kepada setiap siswa sehingga tingkah laku mereka dapat diubahkan. Hal ini 60 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga sangat mempunyai sebuah peranan penting dalam keberhasilan setiap individu dalam belajar. Dengan demikian adanya Motivasi belajar merupakan sebuah faktor yang sangat mempengaruhi kegiatan proses pembelajaran siswa (Hamzah B Uno, 2011, p. Oleh karena itu, motivasi belajar merupakan faktor kunci yang mendorong siswa untuk mencapai hasil pembelajaran. Sehingga, motivasi ini menjadi dorongan psikologis yang memengaruhi tindakan siswa untuk belajar dan mencapai tujuan mereka Peran Guru sebagai Model Kecerdasan Emosional bagi Siswa. Peranan guru ialah sebagai pengajar dan pembimbing bagi murid-murid dalam dunia Mereka memegang peranan penting dalam proses pengajaran dan pembelajaran kepada peserta didik. Bagi murid-murid, guru adalah contoh yang dijadikan teladan oleh muridmurid. Walaupun manusia tidak sempurna, seorang guru diharapkan untuk menampilkan sikap yang ideal dan menghindari perilaku yang tidak baik. Tugas seorang guru tidak hanya sebatas mengajar di kelas, tetapi juga memperhatikan serta memahami masalah-masalah yang dihadapi para siswa. Kualitas dan profesionalisme seorang guru sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar, sehingga peran mereka menjadi sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran dapat sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional atau kecerdasan emosi Jika seorang siswa memiliki kemampuan untuk mengontrol dirinya, maka ia akan cenderung tidak terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal di sekitarnya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan konsentrasinya dalam aktivitas belajar. (Armadani & Arifani, 2. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pembantu pengajar untuk memberikan kemudahan kepada setiap murid, karena murid berperan penting dalam proses belajar mengajar, maka sebagai pembantu pengajar di lembaga pendidikan ini memberikan kesempatan kepada seluruh murid agar dapat berpartisipasi aktif, pengajar menunjukkan kesabaran, menghargai pandangan murid dan bersikap rendah hati (Wisda et al. , 2. Oleh karena itu, peran guru yaitu menjadi teladan dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Guru menunjukkan empati, kontrol diri, serta komunikasi positif, sehingga siswa dapat belajar dari perilaku tersebut. Hal ini membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi pribadi mereka dan menunjukkan kecakapan emosional yang baik, seperti empati, manajemen stres, dan komunikasi yang efektif, dapat menjadi teladan bagi murid-murid mereka (Triposa et al. , 2. Siswa biasanya meniru tingkah laku emosional yang mereka perhatikan dari guru mereka. Dengan memberikan contoh bagaimana menghadapi tantangan emosional dengan cara yang sehat, guru dapat mendukung siswa dalam meningkatkan keterampilan yang serupa. Dalam proses pembelajaran, hubungan emosional antara guru dan siswa memiliki peran yang signifikan. Kemampuan seorang guru dalam menciptakan interaksi yang baik antara guru dan siswa, serta antara siswa satu sama lain, dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan belajar yang memfasilitasi perkembangan siswa. Pentingnya keterampilan ini tidak hanya terbatas pada prestasi akademis, melainkan juga pada kebahagiaan dan kesuksesan jangka panjang siswa. Oleh sebab itu, penting bagi guru untuk menguasai teknik kecerdasan emosional guna memberikan dampak 61 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga positif yang lebih besar, baik dalam pembelajaran maupun dalam pembentukan karakter siswa (Djollong et al. , 2. Seorang guru yang memiliki kecerdasan emosional akan memiliki pemahaman yang mendalam, menerima perasaan dengan lancar, dan memiliki pengalaman yang kaya dalam menyelesaikan masalah mereka sendiri. Pastikan juga bahawa guru yang mempunyai kecerdasan emosi dapat membina kejayaan kerjaya, membina hubungan keluarga yang selaras, dan mengurangkan agresivitas. Oleh karena itu, kecerdasan memiliki peran yang signifikan dalam konteks guru yang menggunakan pendekatan pembelajaran demokratis (Giawa & Telaumbanua. Dapat dilihat, guru sangat penting dalam keberlangsungan suatu aktivitas pembelajaran, dengan adanya kemampuan mengajar guru dapat memberikan perubahan pada kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya berdampak pada siswa itu sendiri sebagai seorang peserta didik, seorang guru yang memiliki kemampuan mengajar yang baik akan memberikan dampak yang positif pada siswa selama proses pembelajaran, begitu pula sebaliknya. KESIMPULAN Penelitian tentang kontribusi kecerdasan emosional guru terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar menunjukkan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang Kecerdasan emosional guru, yang meliputi empati, pengendalian emosi, dan keterampilan sosial, terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru dengan kecerdasan emosional yang tinggi mampu memahami kebutuhan emosional siswa, membangun hubungan yang positif, dan menciptakan suasana kelas yang inklusif. Penelitian ini menyoroti bahwa kecerdasan emosional guru tidak hanya memengaruhi motivasi belajar secara intrinsik, seperti keinginan siswa untuk belajar karena rasa ingin tahu atau kesenangan, tetapi juga secara ekstrinsik, melalui pemberian dukungan dan penguatan positif. Guru dengan kemampuan ini dapat membantu siswa merasa lebih dihargai, yang pada akhirnya mendorong keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa hubungan interpersonal yang berkualitas antara guru dan siswa menjadi dasar yang penting dalam mendukung proses belajar-mengajar yang efektif. Temuan ini membuka peluang untuk mengintegrasikan strategi berbasis kecerdasan emosional ke dalam praktik pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar, sebagai upaya meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat gagasan bahwa kecerdasan emosional guru merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan siswa di sekolah dasar, sekaligus memberikan dasar untuk inovasi dalam sistem pendidikan berbasis emosi. DAFTAR PUSTAKA