5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 MOBILE LEARNING SEBAGAI SARANA EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KETERBACAAN LITERASI MAHASISWA CALON GURU DI UNIVERSITAS KH. WAHAB HASBULLAH Asiyah LuAoluAoul Husna1. Suci Prihatiningtyas*2. Mazidatul Faizah3 1,2,3 Universitas KH. Wahab Hasbullah iluk@unwaha. id , *2suciningtyas@unwaha. mazidatul@unwaha. Abstract Learning through mobile digital media has great potential to improve the literacy reading skills of prospective teacher students at the university level. This research aims to examine the effectiveness of using mobile digital media in enhancing the literacy reading skills of students at Kh. Wahab Hasbullah University (UNWAHA). The study is a quantitative research involving 25 students from the Faculty of Education at UKH who are enrolled in the Indonesian Language Data collection was carried out through a 20-item cloze test after the mobile digital media-based learning process. The research results indicate that the average literacy reading level score is 68. 20%, falling within the moderate range. However, there is significant variation in the level of literacy among students, with 13 students achieving a high level, 10 students at a moderate level, and 3 students at a low level. These findings suggest that the effectiveness of mobile digital media in enhancing literacy reading skills may be influenced by the level of student engagement and focus during the learning process. Therefore, efforts are needed to increase student engagement during the learning process, utilize interactive applications, and develop more relevant learning materials. This research provides valuable insights for educational institutions seeking to improve student literacy through mobile digital media-based learning. Appropriate measures can help students become more competent readers and better understand the materials taught at the university level. Keywords: digital media, mobile learning, readability, cloze test, literacy Abstrak Pembelajaran melalui media digital berbasis mobile learning memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterbacaan literasi mahasiswa calon guru di tingkat perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media digital berbasis mobile learning dalam meningkatkan keterbacaan literasi mahasiswa di Universitas Kh. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 25 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan UKH yang mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui uji rumpang sebanyak 20 soal setelah proses pembelajaran melalui media digital berbasis mobile learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai tingkat keterbacaan adalah 68. 20%, yang masuk dalam kriteria sedang. Namun, terdapat variasi yang signifikan dalam tingkat keterbacaan di antara mahasiswa, dengan 13 mahasiswa mencapai kriteria tinggi, 10 mahasiswa mencapai kriteria sedang, dan 3 mahasiswa mencapai kriteria rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas media digital berbasis mobile learning dalam meningkatkan keterbacaan dapat dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan dan fokus mahasiswa selama pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses pembelajaran, menggunakan aplikasi interaktif, dan mengembangkan materi pembelajaran yang lebih relevan. Kata kunci : media digital, mobile learning, keterbacaan, uji rumpang, literasi PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan membentuk sumber daya manusia yang unggul dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam masyarakat yang semakin kompleks. Salah satu aspek penting dalam pembangunan pendidikan adalah literasi, khususnya literasi mahasiswa calon guru. Literasi adalah suatu kemampuan seseorang dalam menggunakan keterampilan dan potensi dalam mengelolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca, menulis, berhitung serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehai-hari (Ginting, 2. Literasi tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, serta refleksi terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang diperoleh (Abidin et al. , 2. Universitas KH. Wahab Hasbullah (UNWAHA) sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk mahasiswa menjadi calon guru yang mampu membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru di UNWAHA adalah rendahnya tingkat literasi. Literasi yang rendah dapat menghambat proses belajar-mengajar dan mengurangi kemampuan mahasiswa dalam memahami berbagai materi pelajaran serta berkontribusi dalam mengembangkan potensi siswa di masa depan (Astuti, 2. Rendahnya literasi juga dapat berdampak pada kualitas lulusan yang dihasilkan oleh UNWAHA. Selain itu, isu-isu yang terkait dengan masalah literasi mahasiswa calon guru mencakup kurangnya minat membaca, kemampuan menulis yang kurang baik, serta kesulitan dalam memahami teks-teks kompleks. Hal ini menciptakan kebutuhan mendesak untuk mencari solusi yang efektif dalam meningkatkan keterbacaan literasi mahasiswa calon guru di UNWAHA. Dalam era digital seperti saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, termasuk di bidang literasi. Mobile learning, atau pembelajaran melalui perangkat mobile seperti smartphone dan tablet, menjadi salah satu sarana yang efektif dalam meningkatkan literasi mahasiswa (Khery et al. , 2. Kemampuan akses yang fleksibel, penggunaan aplikasi pendidikan yang interaktif, serta kemungkinan untuk belajar kapan saja dan di mana saja (Warsita, 2. Hal ini menjadikan mobile learning sebagai alternatif yang menjanjikan dalam meningkatkan literasi mahasiswa calon guru di UNWAHA. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji berbagai aspek literasi mahasiswa, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan mobile learning sebagai sarana untuk meningkatkan literasi. Beberapa temuan relevan yang pernah dilakukan oleh peneliti lain adalah: Penelitian Talakua & Elly . yang mengatakan bahwa media pembelajaran berbasis Mobile Learning dalam pembelajaran di kelas dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian Auliya et al . penggunaan mobile learning berbasis etnomatematika mempunyai potensi yang baik dalam upaya peningkatan kemampuan literasi matematis siswa. Secara keselurahan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan motivasi, hasil belajar dan literasi digital pada peserta didik (Heryani et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang bagaimana mobile learning dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan keterbacaan literasi mahasiswa calon guru di UNWAHA, dengan mempertimbangkan temuan-temuan penelitian terdahulu yang Penelitian ini diharapkan akan memberikan panduan praktis dan kontribusi yang berharga dalam upaya meningkatkan literasi di kalangan mahasiswa calon guru di UNWAHA dan mungkin juga di lembaga pendidikan lainnya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian dari keterangan di atas adalah "penelitian kuantitatif". Dalam penelitian ini, peneliti menguji dampak penggunaan media digital berbasis mobile learning terhadap keterbacaan literasi mahasiswa. Peneliti menggunakan uji rumpang sebanyak 20 soal untuk mengukur keterbacaan, dan hasilnya dianalisis secara kuantitatif. Subjek penelitian yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia di semester genap 2022/2023. Uji keterbacaan menggunakan uji rumpang karena menggambarkan suatu metode yang sengaja dirancang untuk melatih daya tangkap peserta didik terhadap apa yang dibaca, dengan cara memotong pola bahasa pada bagian-bagian yang dirumpangkan. Setelah itu peserta didik dituntut mampu mengolahnya menjadi pola yang utuh dengan cara mengisi bagian yang dirumpangkan. Teknik Analisis Data pada uji rumpang dapat dilakukan dengan cara sebagai . Memeriksa kesesuaian jawaban yang dikerjakan peserta didik dengan kunci jawaban soal yang telah dibuat oleh peneliti . Menghitung skor total yang diperoleh peserta didik dengan menjumlahkan skor masing-masing soal . Mengolah skor yang diperoleh peserta didik dalam bentuk persentase. Skor keterbacaan pada tes rumpang diperoleh dengan cara menjumlahkan jawaban benar, kemudian dibandingkan dengan skor maksimal butir soal. Setiap jawaban benar bernilai 1. Ajideh . dalam (Hadi & Dwijananti, 2. Untuk menganalisis hasil tes rumpang. Savinainen. A & P. Schott yang dikutip oleh menetapkan interprestasi hasil rumpang pada Tabel 1. Tabel 1. Kriteria Skor Keterbacaan Persentase Skor Keterbacaan Kriteria 70% < Skor Ou 100 % 30 % O Skor O 70 % 0% < Skor O 30 % Tinggi Sedang Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian dan pengembangan (R&D). Pada tahap implementasi dilakukan uji keterbacaan media dengan menggunakan uji rumpang. Uji keterbacaan media digital berbasis mobile learning dilakukan dengan menggunakan uji rumpang. Hasil dari uji keterbacaan media digital berbasis mobile learning disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2. Nilai Uji keterbacaan media digital berbasis mobile learning Nama Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Responden 4 Responden 5 Responden 6 Responden 7 Responden 8 Responden 9 Responden 10 Responden 11 Responden 12 Responden 13 Responden 14 Responden 15 Responden 16 Responden 17 Responden 18 Responden 19 Responden 20 Responden 21 Responden 22 Responden 23 Responden 24 Responden 25 Rata-rata nilai Nilai Uji Keterbacan Tabel 2 di atas menunjukkan hasil dari uji keterbacaan media digital berbasis mobile learning yang dilakukan terhadap 25 peserta didik . Fakultas Ilmu Pendidikan yang mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Uji ini menggunakan 20 soal sebagai instrumen untuk mengukur sejauh mana media digital tersebut dipahami oleh peserta didik. Hasil dari uji ini menghasilkan nilai-nilai keterbacaan individu, yang kemudian digunakan untuk menghitung rata-rata nilai keterbacaan. Rata-rata nilai keterbacaan media digital berbasis mobile learning adalah sebesar 68. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbacaan media digital ini dapat dikategorikan sebagai "sedang" berdasarkan standar yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap materi yang disajikan melalui media digital berbasis mobile learning. Menurut Astuti . alam Ridwan, 2. , berdasarkan tolok ukur yang diajukan oleh Ranklin dan Culhane, wacana tergolong mudah apabila persentase skor tes Ou Itu berarti pembaca berada pada tingkat independen atau bebas yang artinya pembaca memahami isi bacaan. Persentase Keterbacaan media digital berbasis mobile learning dapat dilihat pada diagram batang pada Gambar 1 berikut. Hasil Uji Rumpang media digital berbasis mobile learning Rendah Sedang Tinggi Jumlah Tinggi Sedang Rendah Gambar 1. Persentase keterbacaan media digital berbasis mobile learning Berdasarkan Gambar 1, terlihat bahwa ada sebanyak 13 mahasiswa yang memiliki kritiria tinggi dalam uji keterbacaan, 10 mahasiswa kriteria sedang dan 3 mahasiswa kriteria rendah. Secara keseluruhan hasil menunjukkan kriteria "sedang" dalam uji keterbacaan, yang menunjukkan bahwa terdapat ruang untuk perbaikan. Dosen dan pengajar dapat mengambil langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan tingkat keterbacaan media digital berbasis mobile learning, seperti memberikan panduan yang lebih jelas, meningkatkan interaktivitas materi, dan merancang strategi pembelajaran yang lebih menarik. Ada beberapa faktor yang mungkin memengaruhi tingkat keterbacaan media digital berbasis mobile learning ini. Salah satunya adalah tingkat keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Dalam analisis ini, ditemukan bahwa beberapa mahasiswa cenderung kurang fokus dan terlibat selama pembelajaran media digital berbasis mobile learning. Mereka dapat terlibat dalam percakapan dengan teman-teman mereka atau bahkan tidak membaca materi dengan serius. Hal ini sesuai dengan temuan yang mengindikasikan bahwa tingkat keterbacaan dapat dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran (Mursyadah, 2. Kesadaran dan fokus peserta didik dalam memahami materi adalah faktor kunci dalam meningkatkan tingkat keterbacaan. Faktor lain yang mempengaruhi literasi antara lain: . Mahasiswa yang memiliki kemampuan literasi yang lebih baik mungkin lebih mudah memahami materi yang disajikan melalui media digital (Pratiwi & Pritanova, 2. Oleh karena itu, perbedaan dalam kemampuan literasi awal di antara peserta didik dapat memengaruhi hasil uji keterbacaan. Motivasi belajar peserta didik juga dapat memengaruhi keterbacaan. Peserta didik yang termotivasi tinggi cenderung lebih fokus dan berusaha memahami materi dengan lebih . Sebagian peserta didik mungkin lebih terbiasa dengan penggunaan media digital, sementara yang lain mungkin kurang terampil dalam hal ini. Pengalaman sebelumnya dengan media digital dapat memengaruhi keterbacaan (Rahima ET AL. , 2. Hasil uji keterbacaan media digital berbasis mobile learning juga mengungkapkan bahwa sejumlah peserta didik telah mencapai tingkat keterbacaan yang tinggi. Ini menunjukkan potensi media digital sebagai alat yang efektif dalam pembelajaran literasi. Oleh karena itu, pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat literasi awal peserta didik dan pemahaman karakteristik belajar mereka dapat membantu meningkatkan efektivitas media digital dalam meningkatkan literasi mahasiswa. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Hasil dari uji keterbacaan media digital berbasis mobile learning menunjukkan bahwa rata-rata nilai tingkat keterbacaan adalah 68. 20, yang termasuk dalam kriteria sedang. Namun, terdapat variasi yang signifikan dalam tingkat keterbacaan di antara mahasiswa. Faktor keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran dapat memengaruhi tingkat keterbacaan Untuk meningkatkan tingkat keterbacaan media digital berbasis mobile learning, diperlukan upaya untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dosen dan pengajar dapat memainkan peran penting dalam hal ini dengan mengadopsi metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik, serta memberikan motivasi yang lebih besar kepada peserta didik untuk membaca dengan serius. SARAN Adapun saran dalam penelitian ini diantaranya dosen dan pengajar dapat mendorong mahasiswa untuk lebih serius dan aktif dalam membaca dan memahami materi. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengadopsi metode pengajaran yang lebih interaktif, mendorong diskusi, dan mengintegrasikan elemen-elemen menarik dalam materi pembelajaran. Memanfaatkan aplikasi mobile learning yang lebih interaktif dan menarik dapat meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa untuk membaca. Aplikasi tersebut dapat dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, seperti kuis interaktif, simulasi, atau konten multimedia yang mendukung pemahaman materi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sangat besar atas dukungan dan pendanaan hibah dari skema penelitian dosen pemula yang telah kami Bantuan ini telah memberikan dampak yang sangat positif bagi pembiasaan budaya literasi pada mahasiswa calon guru. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. atas pemberian pendanaan hibah PDP, kepada LPPM Universitas KH. Wahab Hasbullah dan seluruh civitas akademika Universitas KH. Wahab Hasbullah. DAFTAR PUSTAKA