JURNAL SOEROPATI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-0762 (Onlin. ISSN : 2620-8113 (Prin. Universitas Yudharta Pasuruan Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri | 121 http://jurnal. id/v2/index. php/soeropati Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku Akibat Trauma Bom Teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri Universitas Yudharta Pasuruan Wieaira11@gmail. Abstract: After the terrorirst bomb blast in May 2018 in Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, there was a deep trauma in the minds of people, this can be seen in psychological problems, especially children. The psychological trauma can result in depression and anxienty disorders, at a more severe level can lead to post traumatic stress disorder (PTSD). The lack of knowledge and skills of parents makes this problem reguires an active role from various parties, one of the by providing assistance to detect behavioral changes that occur in This Assistance uses the Participatory Action Research (PAR) method, with the formulation of stategies: personal approach, community approach, and collaboration with relevant institutions and psychology consultants with capacity building. The results of this community service program have been able to increase awareness, care, and the abilty of parents, teachers of religious institutions in traumatic child care. In addition, solidarity was formed between citizens and also religious institutions for children victims of terrorist bombings. Efforts to strengthen the role of the family will become a new movement in the Rusunawa Wonocolo area in taking part responsibly for social problems that accur, especially assistance for children who are traumatized. Keywords: detection, behaviour, trauma Pendahuluan Masih segar dalam ingatan bagaimana ledakan bom teroris yang terjadi pada bulan Mei 2018 di beberapa titik di Surabaya dan sekitarnya. Rangkaian berbagai pengeboman di Surabaya 2018 tersebut dilakukan oleh simpatisan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), yang merupakan jaringan JamaAoah Ansharut Daulah (JAD) dan Ansharut Tauhid (JAT), yang pada tahun 2017 mendapat proses deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme setelah sebelumnya datang dari Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS (Surya, 2. Ledakan pertama terjadi pada minggu pagi, 13 Mei 2018 terjadi tiga Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 122 | Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku A ledakan bom yang menyasar tiga gereja di lokasi berbeda di Surabaya. Sedangkan, ledakan berikutnya terjadi pada malam hari di Rumah Susun Wonocolo di daerah Taman Sepanjang Sidoarjo. Hari berikutnya, 14 Mei 2018, bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Gambar 1. Bom Rusunawa Sidoarjo Meledak (Sumber: https://news. com/berita/4018926/bom-rusunawa-sidoarjo-meledaksebelum-anton-lakukan-tero. Peristiwa ledakan demi ledakan yang terjadi di Rusunawa tersebut menyebabkan luka psikis bagi warga blok B, terutama anak-anak. Trauma psikis ini akan sulit dihilangkan pada anak, akibatnya dapat mempengaruhi mental anak sebab depresi dan ganguaan cemas. Lebih lanjut, dapat mengakibatkan tumbuh kembang anak terganggu, seperti anak sering melamun, kurang konsentrasi dan sulit menerima ilmu dalam proses belajar di sekolah. Pada tingkat lebih parah bisa mengakibatkan gangguan stress pasca trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD) Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri | 123 Pada dasarnya, peristiwa traumatik juga dapat mengubah struktur fisik otak dan mempengaruhi cara berpikir anak. Otak anak adalah organ tubuh yang dibentuk berdasarkan hal-hal yang pernah dialami si anak dan dibentuk untuk merespon segala kejadian yang dihadapinya. Peristiwa buruk yang pernah dialami anak seperti peristiwa ledakan bom . engan atau tanpa kekerasa. ibarat racun mematikan bagi perkembangan otak anak. Otak anak hanya akan memikirkan tentang cara melindungi dirinya sendiri dari bahaya, sehingga ia akan sangat mungkin mengalami gangguan dalam belajar, gangguan dalam memusatkan perhatian dan terjadi kekacauan dalam upayanya mengenali lingkungan di Saat dewasa, bisa jadi ia tidak akan memiliki kemampuan untuk mengenali dirinya sendiri atau merasakan kegembiraan . heasianparent, 2. Dalam penanganan psikologi para penghuni Rusunawa, khususnya anakanak, sebenarnya sudah ada respon baik dari pemerintah, seperti mendatangkan beberapa sukarelawan, di antaranya tim sukarelawan Sekardadu. Tagana, yang bekerja sama dengan Dinsos Sidoarjo dan Dinsos Jatim ke lokasi Rusunawa Wonocolo untuk memberikan bantuan baik berupa makanan maupun trauma Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ketika pendampingan yang diberikan hanya sampai 3 hari saja, tidak ada follow up atau pendampingan Dari data di lapangan serta wawancara dengan korban yang kebetulan memiliki anak usia dini. Justru trauma anak diketahui seminggu bahkan satu bulan kemudian setelah kejadian ledakan bom, dan trauma itu terjadi hingga sekarang, hal ini karena memang pada waktu kejadian anak-anak berada di dekat area kejadian serta menjadi saksi mata langsung peristiwa ledakan maupun kepanikan orang-orang ketika menyelamatkan diri dari ledakan bom susulan. Beberapa anak bahkan mengalami ganguan kecemasan serta ganguan tidur selama beberapa bulan, terutama ketika mendengar suara benda berat yang jatuh, suara kembang api maupun mercon. Selain gejala yang ditimbulkan, adanya persoalan lain dalam keluarga seperti ketidaktahuan orang tua akan kondisi anak, dan pembiaran keluarga akan Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 124 | Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku A kondisi traumatik anak sebab keterbatasan pengetahuan dan skill tentang trauma healing, sehingga orang tua tidak bisa mendeteksi perubahan perilaku anak yang diakibatkan oleh trauma. Gambar 3. Hapus Trauma Anak-anak Rusunawa Wonocolo Sumber:https://w. com/nasional/492885-korban-pengebomanmendapat-trauma-healing. Tabel 1. Anak dan Indikator Trauma No. Nama Pratama Yuli Ardiansah Ahmad Firdaus Faiz Cahya Wicaksono Devano Farsya Atala Zioshaka Ibrahim Setiawan Rafka Oktavia Saputra Moch Iqbal alGofari Orang tua Moch. Hajir Nia Aulia Lufi Ardiarti Nina Tri Rita Monika Feli Agustina Indikator Trauma - Merasa takut dan sedih dengan peristiwa yang - Ganguan tidur pada malam hari - Takut dengan suara benda jatuh yang keras, suara mercon maupun kembang api - Takut bila ada keramaian . uasana rama. Lutfi Sri Utami Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri | 125 Julian Prabu Dewangga Alfino Dafa Pratama Abrizam Hafiz Saadan Umar Abdul Aziz Satria Dirgantara Jihan Talita Novea Najwa Allatifah Ara Aqilah Rosyadi Bilqis Nabila Kurniawan Fatin Adelia Rahma Safira Putri Lianto Aurelia Raisya Putri Agisya Syafitri AzZahra Vania Citra Puspita Hayuning Zahra Saskia Novita Sari Wulandari Vita Rosyidah Eka Mayangsari Fitrianingsih Tiara Kurnia Sari Lil Muttaqin Shinta Hiyunar Kartining Ratna Tarmawati Rosyadi Weni Widianti Alfi Nur Zaidah Lina Priliani Dwi Sita Y Erna Wahyuni Katik Ernawati Aimmatul Alawiyah Siti Chotimah Rahmah Susanti Tabel indicator trauma di atas menunjukkan bahwa pendampingan pada anak-anak korban bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo menjadi sangat penting, sebagai upaya untuk mendeteksi perubahan perilaku akibat trauma. Hal ini untuk mengurangi dampaknya terhadap perkembangan otak anak, agar mental anak tetap sehat dan tumbuh kembangnya tetap terjaga. Selain itu, anak-anak perlu mendapatkan kondisi yang tenang dan perlindungan dari orang tua, kerabat serta masyarakat sekitar yang dapat menolongnya. Lebih lanjut, melalui pendampingan ini diharapkan agar . anak-anak mampu mengontrol ketakutan dan kecemasan secara baik, baik dengan bantuan Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 126 | Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku A keluarga maupun diri sendiri, . positif thingking, anak-anak menghilangkan pikiran negatif dan mengganti dengan pikiran positif ketika menghadapi hal-hal yang membuat stess, . anak-anak mampu mengekspresikan harapan serta emosi tanpa menyalahkan atau menyakiti orang lain, dan . anakanak belajar mengalihkan pikiran ketika mengingat hal-hal yang membuat stess. Selain harapan terhadap membaiknya kondisi anak-anak yang mengalami trauma, pendampingan lebih lanjut bisa menghasilkan gerakan, di antaranya : . Munculnya kesadaran tentang peran keluarga khususnya orang tua dalam mendeteksi trauma yang dialami anak melalui penyadaran dan diskusi . Menguatnya peran dan kemampuan keluarga serta guru lembaga keagamaan dalam melakukan penangganan dan pendampingan terhadap anak yang mengalami Penguatan peran dan kemampuan keluarga serta lembaga keagamaan tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan skill orang tua akan bahaya gerakan radikal dan terorisme serta tata cara mendeteksi perubahan perilaku anak akibat trauma bom teroris. Masyarakat lebih peduli akan lingkungan sekitar, terutama yang berhubungan dengan perkembangan anak secara mental dan . Adanya kelompok orang tua yang memiliki kemauan yang sama untuk aktif peduli terhadap tumbuh kembang anak-anak. Terbentuknya management yang terintegitas antara penggelola-pengurus masing-masing blok dengan warga hunian, sehingga persoalan trauma anak-anak korban terdampak bom teroris bisa diatasi dengan baik dan akhirnya menjadi tanggung jawab bersama, dan . Terbentuknya jejaring kemitraan antar lembaga yang mempunyai konsern dalam persoalan perlindungan anak-anak di Kabupaten Sidoarjo. Metode Metode yang dilakukan dalam pendampingan anak-anak dalam mendeteksi perubahan perilaku akibat trauma bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo adalah dengan menggunakan pendekatan metode Participatory Action Research Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri | 127 (PAR). Pendekatan Participatory Action Research (PAR)1 dilakukan untuk mendapatkan data awal yang dibutuhkan dalam program PKM ini dengan melibatkan secara aktif semua pihak, baik orang tua maupun lembaga keagamaan yang ada di Rusunawa Wonocolo, psychology consulting Kabupaten Sidoarjo, serta Perguruan Tinggi. Pendekatan PAR ini dibutuhkan untuk mengkaji tindakan atau kegiatan pendampingan trauma healing bagi anak-anak di lingkungan Rusunawa Wonocolo Sidoarjo guna memperoleh data primer terkait kegiatan yang sedang atau telah berlangsung dalam rangka melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai fakta lapangan yang telah diperoleh oleh tim PKM Universitas Yudharta Pasuruan. Dalam kaitannya dengan permasalahan pendampingan anak-anak dalam mendeteksi perubahan perilaku akibat trauma bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, maka target pendampingan dikhususkan untuk anak dengan didampingi keluarga . rang tu. , serta guru di lembaga BTQ Rusunawa Wonocolo yang merupakan mitra pengabdian ini realistis dan sangat relevan. Upaya suksesi program yang dilakukan dengan merumuskan beberapa strategi pendekatan Pertama, pendekatan personal . ersonal approac. pendekatan ini diorentasikan untuk memberikan pemahaman kepada tokoh kunci . ey perso. , dalam hal ini orang tua, koordinator Rusunawa agar mendukung program yang akan dilaksanakan. Kedua, menggunakan pendekatan komunitas . ommunity approac. Tim Universitas Yudharta Pasuruan melakukan kerjasama dengan Lembaga keagamaan dalam hal ini BTQ . aca tulis al-QurAoa. yang ada di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo. Ketiga. Tim PKM Universitas Yudharta Pasuruan melakukan kerjasama dengan lembaga terkait dalam hal ini, seperti Psychology consulting yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Agus Afandi, dkk. Modul Participatory Action Research (PAR) untuk Pengorganisasian Masyarakat (Community Organizin. (Surabaya: LPPM UIN Sunan Ampel, 2. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 128 | Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku A Hasil dan Pembahasan Rapat Koordinasi inisiasi program Rapat koordinasi inisiasi program dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan capacity building dilakukan dan bertempat di BTQ Rusunawa Wonocolo Sidoarjo (Aula Blok B Rusunawa Wonocol. Rapat Koordinasi ini dihadiri sejumlah 10 orang dari perwakilan orang tua yang anaknya mengalami perubahan perilaku akibat trauma bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo. Dalam rapat koordinasi tersebut tim pengabdian masyarakat (PKM) Universitas Yudharta pasuruan menjelaskan temuan data yang dilakukan terkait traumatic anak serta bagaimana cara menanganinya, tim juga memberikan gambaran terkait deradikalisasi, pelatihan deteksi dini dan trauma healing pada anak-anak korban bom yang akan dilaksanakan. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan tentang komitmen orang tua maupun guru BTQ untuk terlibat dalam program tersebut. Worksop Deradikalisasi dan Deteksi Trauma Healing Pada Anak-Anak Pasca Bom Teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Amir Mahmud. Th. I, yang menyampaikan tentang deradikalisasi. sebuah upaya untuk merekontruksi penafsiran terhadap ayat-ayat jihad. Sesi kedua, diisi oleh Ummu Umayyah. Psi, (Psycology consultin. yang menyampaikan materi tentang deteksi dini dan trauma healing pada anak-anak korban bom teroris di Rusunawa Wonocolo. Workshop ini telah menyadarkan para orang tua dan guru lembaga keagamaan terhadap bahaya Islam radikal sekaligus bahaya pemahaman al-QurAoan secara Selain itu, para orang tua juga akhirnya sadar akan perannya sebagai pelindung bagi anak-anaknya, mereka bisa mengetahui cirri-ciri dari trauma anak dan bagaimana menangganinya, bermain, mengambar dan mendampingi anak harus dilakukan orang tua. Dalam kegiatan workshop tersebut, terdapat banyak peserta yang tidak mengerti tentang apa itu deradikalisasi, dan bagaimana hubunganya dengan Apa perlunya memahami. Untuk menjawab pertanyaan itu semua tim Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri | 129 PKM Universitas Yudharta dengan dibantu narasumber memberi penjelasan bahwa deradikalisasi merupakan upaya untuk memutus konsep penyebaran ideologi Islam Jika praktik radikalisasi dipengaruhi oleh ideologi radikal, maka ia harus dilawan dengan deradikalisasi teologi, sebagaimana pandangan Yusuf al-Qardhawi . al-afkar la tuqawam illa bi al-afkar . emikiran tidak bisa dilawan kecuali dengan pemikira. Konsep deradikalisasi ini dirumuskan dengan pemahaman, yaitu penafsiran al-QurAoan yang berupaya menghapuskan pemahaman radikal, terutama terhadap ayat al-QurAoan dan Hadis yang berbicara tentang jihad, perang melawan kaum kafir dan yang lainnya. Perumusan tafsir baru bisa menjadi solusi yang mencerahkan daripada menggunakan kekuatan senjata untuk melawan kelompok radikal (Abu Rokhmad, 2. Deradikalisasi bisa terlaksana dengan baik jika digandengkan dengan rekontruksi terhadap metodologi tafsir yang dianggap tidak kompetibel lagi, dengan merumuskan metodologi yang metodologi yang dapat menjawab problem Secara teoritis bisa menjadi counter wacana terhadap penafsiran radikal, dan secara praktis menjadi masukan bagi beberapa lembaga pendidikan maupun pesantren dalam mengajarkan materi tafsir, yang lebih moderat, toleran, anti kekerasan serta mendukung proses perdamaian masyarakat multikultur (Abdul Mustaqim, 2. Dengan demikian, deradikalisasi sekaligus rekontruksi harus selalu di arahkan untuk tujuan yang baik dan mulia, yang mengacu pada pandangan bahwa al-QurAoan adalah Rahmah (Qs. Al-AnAoam . : . , sehingga tercipta masyarakat yang damai . eacefull societ. , saling menghormati dan toleran dalam kebhinekaan, meski berbeda suku, bangsa, bahasa dan Agama. Di akhir tanya jawab, peserta yang hadir bisa memahami bahwa belajar agama harus dengan ada gurunya, harus dengan orang tepat. Al-QurAoan itu mutlak tetapi penafsirannya bisa berbeda-beda, jangan sampai salah dalam memahami ini. Pada dasarnya pencegahan tindakan radikal perlu dilakukan agar tidak ada lagi Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 130 | Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku A korban pemahaman atas teks penafsiran, begitu pula agar tidak ada lagi korban terdampak terutama anak-anak dan wanita atas tindakan terror seseorang, karena bagaimana pun juga tindakan terorisme itu menolak fitrah kemanusiaan. Materi deradikalisasi ini adalah langkah awal sebelum melaksanakan pendampingan trauma healing melalui pendekatan hipnoterapi al-QurAoan agar semua peserta dan juga pelaksana pengabdian berada dalam satu mindside bahwa terror tetaplah terror, kita tidak bisa mentolirnya, akan kita bisa mencegah terror terorisme dengan cara menguatkan pemahaman kita bahwa Islam itu rahmat bagi seluruh alam. Minimnya pengetahuan orang tua serta rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan banyak keluarga/ orang tua tidak bisa mendeteksi perubahan perilaku anak akibat trauma. Ketika orang tua tidak mengerti dan memahami seperti apa trauma itu sendiri, maka lebih lanjut orang tua tidak mengerti penyebab terjadinya trauma, fase trauma anak, dan lebih lanjut orang tua tidak bisa mengupayakan penanganan pertama bagi anak yang mengalami perubahan perilaku akibat trauma. Workshop deteksi dini dan trauma healing bagi anak diharapkan dapat mengintervensi orang tua agar selanjutnya bisa melakukan konseling pada orang yang tepat dalam hal ini, konsultan psikologi. Selain itu, orang tua bisa melakukan treatment dengan penangganan secara langsung, seperti . memahami peristiwa atau pengalaman yang dianggap traumatis bagi anak, . menyadari setiap anak memiliki respon yang berbeda terhadap trauma, . mengamati terjadinya perubahan kepribadian yang signifikan, . amati perubahan emosi, . waspada pada kebiasaan baru yang aneh serta sikap pasif yang terlalu penurut atau sikap agresif, . amati interaksi dengan teman sebayanya, . amati gejala trauma yang ditunjukkan melalui penyakit, . waspada jika anak tidak bisa lepas dari orang dewasa/orang lain, . perhatikan mimpi buruk anak-anak serta ketakutan anak terhadap tempat sesuatu, suara keras yang berhubungan dengan trauma, dan . waspadai jika anak terus bertanya perihal peristiwa traumatic serta keinginan anak Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Wiwin Ainis Rohtih. Mukhid Mashuri | 131 untuk menyakiti diri sendiri. Setelah dibekali pemahaman bagaimana penangganan langsung pada anak yang trauma, selanjutnya orang tua kedepannya bisa tetap menjalani hidup dengan seperti biasa. Orang tua juga bisa memberikan kepedulian atau perhatian secara positif, dengan tidak memaksa anak untuk mengepresikan perasaannya. Mengajak anak untuk bermain dan belajar yang mengembirakan . Mencari pendamping ahli untuk memantau perkembangan anak, serta tetap mendorong anak untuk tetap berinteraksi dengan orang lain dan jangan mencoba mengatasi segalanya sendirian jika dirasa tidak mampu. Pelatihan Hipnoterapi al-QurAoan untuk Orang Tua dan Guru BTQ sebagai Treatment Trauma Healing Anak-anak Akibat Bom Kegiatan ini melibatkan 54 peserta, 25 peserta terdiri dari anak-anak, 25 peserta pendamping anak . rang tua maupun kerabat ana. , dan 4 orang guru BTQ. Dalam pelatihan ini, semua peserta dijelaskan dahulu bagaimana keajaiban alQurAoan sebagai penyembuhan berbagai macam penyakit, baik fisik maupun psikis. Terakhir dijelaskan bagaimana hebatnya membangun sugesti dan pelatihan langsung hipnoterapi al-QurAoan. Hasil nyata kegiatan ini secara kognitif menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada peserta dalam memahami apa dan bagaimana hipnoterapi itu dan bagaimana manfaatnya dalam kehidupan. Secara afektif para peserta mulai menyadari bahwa mensugesti diri sendiri itu penting agar hidup lebih damai dan tenang, begitu pula mensugesti anak yang mengalami trauma juga diperlukan agar trauma bisa dihilangkan dan anak-anak bisa bertumbuh kembang dengan lebih baik dan sehat. Lebih lanjut, ikhlas, forgiveness theraphy . erapi memaafka. atas kejadian yang telah dialami merupakan solusi untuk mengatasi gangguan psikis karena trauma, agar gangguan psikis tidak berlanjut kepada gejala fisik, atau disebut juga dengan psikosomatis . enyakit fisik yang disebabkan oleh program pikiran negativ. Demikianlah alQurAoan hadir sebagai terapi bagi psikologi manusia, karena bacaannya saja mampu Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 132 | Pendampingan Anak-Anak dalam Mendeteksi Perubahan Perilaku A membuat orang lebih tenang. Kesimpulan Dalam program pendampingan trauma healing melalui pendekatan hipnoterapi alQurAoan bagi anak-anak pasca bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo ini telah mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian orang tua atau warga sekitar atas persoalan traumatic anak di lingkungan Rusunawa Wonocolo Taman Sidoarjo. Selain itu, program ini juga telah memberikan peningkatan pengetahuan dan skill pada para orang tua dan guru BTQ, baik itu berupa peningkatan pengetahuan tentang bahaya trauma anak secara fisik dan psikis. Selain itu, dalam rangka mendukung kesuksesan kegiatan pendampinagn trauma healing, para orang tua dan guru juga dibekali dengan buku saku untuk mengatasi trauma anak melalui pendekatan hipnoterapi al-QurAoan. Tidak bisa dipungkiri, keterlibatan para orang tua/ guru agama dalam persoalan ini mempunyai posisi strategis, mengingat para orang tua dan guru agama mempunyai pengaruh yang cukup signifikan untuk memberi ketenangan dan rasa aman bagi anak-anak. Daftar Pustaka