Available online : https://doi. org/10. 32665/jarcoms. Journal of Research Applications in Community Services Copyright . Journal of Research Applications in Community Services This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License VOL. 1 NO. : 59-66 MENINGKATKAN PENDIDIKAN DAN PENGHAYATAN AGAMA ISLAM DI BILIK PINTAR DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA ENDEMI Article History: Received : 10-11-2022 Revised : 14-11-2022 Accepted : 25-11-2022 Online : 21-12-2022 Ajeng Anindya Maheswari1. Ma Zhilong Musa2. Revi Oktaviana3. Sha Haihong Muhammad4. Siti Fatimah Masnun5. Umi Kulsum6. Nunung Nurhasanah7 Corresponding author : Ajeng Anindya Maheswari Universitas Al Azhar Indonesia, ajenganindya0@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia, mazhilong05@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia, refiovtaviana7@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia, shahaihong809@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia, fafamanun@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia, umikulsumalfatih@gmail. Universitas Al Azhar Indonesia, nunungnurhasanah@uai. Abstract Bilik Pintar is an inspiring place because even though the majority of the people are scavengers, they are passionate about learning. One of the limitations of Bilik Pintar is the lack of teaching volunteers, especially those related to Islamic religious knowledge. These problems can be handled by implementing free learning of religious knowledge using the learning while-playing method to increase its effectiveness. This activity was attended by 25 participants from representatives of Smart Room children aged 6-12 years. Specifically, this activity consists of learning Arabic which is aimed at increasing children's Arabic vocabulary knowledge. The results of this activity were shown by the increase in children's ability in Arabic which was marked by their ability to introduce themselves using Arabic at the end of the activity. In addition, the activity of reading the Qur'an with the Iqra method is also one of the activities carried out and can improve children's ability to read the Qur'an with good makharijul letters and tajwid. In addition, children are also exposed to information related to the story of the prophet, especially the story of the prophet Jonah AS which is conveyed through the video . udio-visua. Apart from being liked by children, this method can also make it easier for children to understand the content or meaning of the video. Furthermore, this activity can be developed by integrating various sciences other than religious knowledge according to the needs of the community. Keywords: endemic, religious knowledge, real work lectures Abstrak Bilik Pintar merupakan sebuah tempat yang menginspirasi karena meskipun mayoritas masyarakatnya adalah pemulung, mereka semangat untuk belajar. Salah satu keterbatasan di Bilik Pintar adalah kurangnya relawan pengajar khususnya yang berkaitan dengan ilmu agama Islam. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan pelaksanaan pembelajaran ilmu agama secara gratis dengan metode belajar sambil bermain untuk meningkatkan efektivitasnya. Kegitan ini diikuti 25 peserta dari perwakilan anak-anak Bilik Pintar usia 6-12 tahun. Secara khusus, kegiatan ini terdiri atas pembelajaran Bahasa Arab yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kosa kata Bahasa Arab pada anak-anak. Hasil kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan anak-anak dalam Bahasa Arab yang ditandai dengan kemampuan mereka dalam memperkenalkan diri menggunakan Baha Arab di akhir kegiatan. Di samping itu, kegiatan membaca Al-QurAoan dengan metode Iqra juga menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan, dan mampu meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-QurAoan dengan makharijul huruf dan tajwid yang baik. Selain itu, anak-anak juga dipaparkan informasi terkait kisah nabi, khususnya kisah nabi Yunus AS yang disampaikan melalui metode video . Selain disukai oleh anak-anak, metode ini juga dapat memudahkan anak-anak untuk memahami isi atau https://journal. id/index. php/JaRCOMS makna video tersebut. Selanjutnya, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai ilmu selain ilmu agama sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat. Kata Kunci: endemi, ilmu agama, kuliah kerja nyata PENDAHULUAN Kegiatan meningkatkan Pendidikan dan penghayatan agama Islam menutu Indonesia endemic yang dilaksanakan bertempatan di Bilik Pintar Indonesia. Letak bilik pintar ini berada di Kawasan Menteng Atas. RT. 8/RW. Kecamatan Setiabudi. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota dengan kelurahan yang memiliki kode pos 12960. Gambar 1. Letak Bilik Pintar Indonesia Bilik pintar ini merupakan sebuah tempat yang sangat menginspirasi karena meskipun mayoritas masyarakatnya adalah pemulung, mereka memiliki semangat belajar (Syardiansah. Hal ini dikarenakan adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan di kehidupan manusia khususnya anak-anak (Ariyanti, 2. Namun, bilik pintar ini memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan, salah satu keterbatasannya adalah kurangnya relawan pengajar khususnya yang berkaitan dengan ilmu agama Islam (Emani et al. , 2. Adapun keterbatasan Al-QurAoan. Juz Ama, dan buku Iqra yang tersedia tidak sampai 10 buah. Gambar 2. Bilik Pintar Indonesia Kehidupan hiruk-pikuk kota metropolitan ternyata tidak berbanding dengan kemegahan dan kesejahteraan semua aspek, termasuk didalamanya terdapat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang turut hadir ditengah kehidupan masyarakat ibukota. Gubuk kecil yang berada diantara tumpukan sampah merupakan bilik yang digunakan bagi para anak-anak https://journal. id/index. php/JaRCOMS pemulung yang haus akan ilmu pengetahuan. Tempat tersebut dibatasi oleh pagar bambu berbalut sobekan karung-karung bekas. Sementara tiga pohon randu besar dan rindang memayungi beberapa rumah semi permanen yang dihuni para pemulung di sekitarnya. Di lokasi tersebutlah terdapat sebuah gubuk berukuran 3x4 meter dengan atap seng dan bercat merah dan putih yang disebut sebagai Bilik Pintar (Sutardji, 2. Bilik Pintar lahir karena diawali dengan suka duka yang dirasakan kaum kusam atau rakyat yang tidak berkecukupan. Bilik Pintar dibentuk pada tahun 2013 oleh Teguh Suprobo yang merupakan pendiri Bilik Pintar. Bilik Pintar dijadikan tempat AusekolahAy atau menimba ilmu anak-anak pemulung di lokasi sekitar. Bilik Pintar merupakan Lembaga Pendidikan nonformal. Alasan dibangunnya bilik pintar yaitu karena masih banyak anak-anak yang tidak mampu dalam segi finansial untuk dapat bersekolah secara umum (Imaddudin & Fauziah. METODE PELAKSANAAN Kegiaran pengabdian masyarakat ini terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan di Kawasan Menteng Atas. RT. 8/RW. Kecamatan Setiabudi. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota dengan kelurahan yang memiliki kode pos 12960. Metode yang digunakan di awal ialah melakukan observasi ke rumah pengelola Bilik Pintar terkait kebutuhan anak-anak usia dini. Kegiatan dirancang berdasarkan pemetaan atau mind mapping kebutuhan mitra dari hasil observasi (Fitria et al. , 2020. Lestari, 2. Selanjutnya dilakukan pemaparan materi tentang Pendidikan dan Penghayatan agama islam. Selain itu kegiatan ini juga dengan membagikan beberapa Al-QurAoan, penampilan video, dan ilmu Bahasa selain Bahasa Indonesia (Fidesrinur et al. , 2022. Rahman et al. , 2. Selain disukai oleh anakanak, metode ini juga dapat memudahkan anak-anak untuk memahami isi atau makna video Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak usia dini (TK-SD) dapat meningkatkan kreatifitas, inovasi, dan produktivitas melalui Pendidikan dan Penghayatan Agama Islam (Kristiawati & Yunitasari, 2. Kegiatan KKN abdimas ini dilakukan oleh mahasiswa lintas prodi untuk pengembangan diri mahasiswa (Umar et al. , 2. Gambar 3. Flowchart Kegiatan 1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu pelaksanaan kegiatan utama adalah pada hari Selasa 31 Mei 2022 untuk observasi dan hari Sabtu 16 Juli 2022 untuk pelaksanaan kegiatannya. Kegiatan ini dilakukan dengan durasi 4 SKS. Kegiatan pemaparan materi ini dilakukan terhadap anak-anak dengan rentang https://journal. id/index. php/JaRCOMS usia 6-12 tahun yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini dilakukan di Kawasan Menteng Atas. RT. 8/RW. Kecamatan Setiabudi. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Tabel 1. Rundown Kegiatan Waktu 30 - 13. 00 - 13. 30 - 14. 00 - 14. 10 - 14. 40 - 15. 00 - 15. Kegiatan Persiapan Pemberangkatan Pembukaan Kegiatan Pembelajaran Bahasa Arab Pengajaran Membaca Iqra dan AL-Qur'an Bermain dan Bernyanyi Asmaul Husna Menonton Film Kisah Nabi Yunus AS Ice Breaking dari Kuis Materi 20 - 15. Penyerahan Barang Bermanfaat 25 - 15. 30 - 15. 40 - 15. Sesi Foto Penutupan Pemberian Bingkisan Keterangan Peserta: Panitia Pengisi: MC Peserta: Anak - anak Peserta: Anak - anak Peserta: Anak - anak Peserta: Anak - anak Peserta: Anak - anak Peserta: Pengelola Bilik Pintar Partisipan dan Panitia Pengisi MC Peserta: Anak-anak 2 Alat dan Bahan: Alat yang digunakan pada kegiatan kali ini adalah: . Laptop: sebagai sarana pembuatan materi dan melakukan pemaparan materi, . Proyektor: mendukung dalam penyampaian materi oleh pengajar, . Buku Iqra: sebagai media dalam pengajaran pembacaan iqra, . Aplikasi youtube: perangkat lunak yang digunakan dalam pemutaran video kisah Nabi dan Asmaul Husna. Bahan yang digunakan yaitu: materi dan informasi tentang Pendidikan dan Penghayatan Agama Islam, tujuan penerapan ilmu dan cara pengimplementasian. 3 Langkah Pelaksanaan: Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi, dan produktivitas melalui berbagai rangkaian kegiatan bagi peserta, dan membentuk kepribadian mahasiswa yang memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama serta lingkungan di sekitarnya. Berikut adalah langkah pelaksanaannya: Observasi Langkah pertama yang dilakukan pada kegiatan ini ialah melakukan observasi ke rumah pengelola Bilik Pintar untuk mengetahui permasalahan yang ada pada anak-anak usia dini di lingkungan Kampung Pemulung. Membuat Mind Map Langkah selanjutnya yaitu membuat Mind Map untuk mempersiapkan kebutuhan kegiatan yang akan dilaksanakan. Persiapan Kegiatan Langkah selanjutnya ialah persiapan kegiatan yang dimana dengan menyiapkan video, pencarian materi, mempersiapkan alat bahan yang digunakan saat rangkaian kegiatan, serta mempersiapkan dokumentasi saat hari H. Pelaksanaan Kegiatan Penyampaian Materi Pada pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pemaparan materi Bahasa Arab dan Mandarin kemudian didemonstrasikan secara langsung, pengajaran cara membaca AlQurAoan serta review tentang film kisah Nabi yang telah di tonton. Evaluasi Kegiatan Langkah terakhir pada kegiatan ini ialah evaluasi kegiatan dengan menyebarkan https://journal. id/index. php/JaRCOMS HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dilaksanakan dengan pemberian materi mengenai Bahasa Arab dan Mandarin, cara membaca Al-QurAoan, dan juga pemutaran video kisah Nabi dan Asmaul Husna. Hal tersebut untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai Pendidikan dan Penghayatan Agama Islam. 1 Pembelajaran Bahasa Arab Gambar 4. Pembelajaran Bahasa Arab Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pengajaran ilmu Bahasa Arab dengan melafalkan beberapa kalimat pembuka dan kalimat perkenalan dalam Bahasa Arab. Dari hasil yang telah diajarkan Umi kepada anak-anak Bilik Pintar dapat dianalisis bahwa mereka tidak terbiasa berbicara menggunakan bahasa Arab karena belum mengenal kosakata yang ada di Bahasa Arab. Mereka menganggap Bahasa Arab sebagai bahasa asing yang membutuhkan kosakatakosakata tertentu untuk dapat menerapkannya. Faktor timbulnya kesulitan dalam pembelajaran bahasa Arab disebabkan beberapa faktor diantaranya faktor linguistik dan faktor non linguistik. Faktor Linguistik yang menandakan bahwa kesulitan itu timbul dari dalam bahasa itu sendiri yang artinya antara bahasa Arab dengan bahasa Indonesia perbedaannya sangat besar sekali baik mengenai kosa kata, tata kalimat, tata bunyi maupun tulisan. Sedangkan Faktor Non Linguistik menandakan bahwa kesulitan itu timbul dari luar bahasa itu sendiri, termasuk bahasa adalah mempengaruhi terhadap pembiasaan pengajaran bahasa Arab (Syardiansah, 2. Hasil kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan anak-anak dalam Bahasa Arab yang ditandai dengan kemampuan mereka dalam memperkenalkan diri menggunakan Baha Arab di akhir kegiatan. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan langkah awal yang bagus untuk mengenalkan Bahasa Arab kepada anak-anak Bilik Pintar (Amaliah & Prasetyo, 2021. Kadir et , 2022. Visiaty & Piantari, 2. 2 Pengajaran Membaca Iqra Gambar 5. Pengajaran Membaca Iqra . Gambar 6. Pengajaran Membaca Iqra . https://journal. id/index. php/JaRCOMS Kegiatan berikutnya yaitu pengajaran cara membaca Iqra yang baik dan benar. Metode membaca Al-QurAoan yang digunakan yaitu metode Iqra. Penerapan metode Iqra yang diterapkan kepada anak-anak Bilik Pintar diawali dengan pengenalan makharijul huruf dengan Untuk penerapan proses pembelajaran metode Iqra diawali dengan Imla, kemudian pengenalan Makharijul Huruf, pengenalan Tajwid, dan kemudian membaca satu per satu. Pembelajaran membaca Al-QurAoan sangat bagus bagi anak-anak usia dini. Dengan metode Iqra, mampu meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-QurAoan dengan makharijul huruf dan tajwid yang baik. 3 Kisah Nabi Yunus AS dan Asmaul Husna Gambar 7. Pemutaran Video Kisah Nabi Yunus AS dan Asmaul Husna Gambar 8. Pemberian Manfaat oleh Mahasiswa Beasiswa UAI Gambar 7 merupakan dokumentasi dari kegiatan pemutaran video kisah Nabi Yunus AS dan Asmaul Husna. Hasil kegiatan ini ditandai dengan perwakilan anak-anak Bilik Pintar yang dapat mengisahkan kembali secara singkat tentang Nabi Yunus dan melafalkan kembali beberapa Asmaul Husna setelah menonton video pemaparan terkait kisah Nabi Yunus AS dan Asmaul Husna. Anak-anak antusias dalam pembelajaran dengan metode audio-visual hal ini ditandai dengan hasil kuisioner yang mereka isi setelah kegiatan pengabdian msayarakat Selain disukai oleh anak-anak, metode ini juga dapat memudahkan anak-anak untuk memahami isi atau makna video tersebut. Setelah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, perwakilan Mahasiswa penerima Beasiswa UAI memberikan barang-barang yang bermanfaat dan dapat digunakan di Bilik Pintar. Diharapkan bantuan kecil ini dapat berguna di Bilik Pintar. Pemberian ini juga bermaksud untuk berterima kasih kepada pengelola Bilik Pintar karena telah meluangkan dan memfasilitasi kegiatan ini 4 Evaluasi Terdapat beberapa indikator keberhasilan dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Berikut adalah hasil kuisioner evaluasi kegiatan yang telah diisi oleh 25 anak di Bilik Pintar. Tabel 2. Kuisioner Evaluasi Kegiatan Aspek Apakah kegiatan ini meningkatkan pengetahuan kosa kata Bahasa Arab pada anak-anak? Apakah kegiatan ini meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur'an dengan makharijul huruf dan tajwid yang baik? Apakah metode audio-visual dapat memudahkan pada saat pemaparan kisah Nabi? Setelah 4 bulan dari kegiatan ini, apakah anak-anak semakin rajin mempelajari buku Iqra dan Al Qur'an yang telah diberikan? Apakah bantuan yang diberikan dapat mengatasi keterbatasan Fasilitas Pendidikan di Bilik Pintar? Tidak https://journal. id/index. php/JaRCOMS Gambar 8. Hasil Evaluasi Kegiatan Dari hasil kuisioner tabel 2 menandakan bahwa kegiatan ini sesuai dengan harapan walaupun beberapa anak tidak mendapatkan manfaat yang semestinya. Hal tersebut dikarenakan ada 3 anak yang tidak sesuai target sasaran . ibawah usia 6-12 tahu. Namun, dapat diketahui bahwa sebagian besar anak-anak Bilik Pintar sangat menyukai metode-metode pembelajaran yang diterapkan. Selain itu, bantuan yang diberikan kepada Bilik Pintar digunakan dan dimanfaatkan dengan baik setelah kegiatan berakhir. SIMPULAN DAN SARAN Telah dilakukan kegiatan meningkatkan pendidikan dan Ppenghayatan agama Islam di Bilik Pintar dalam mewujudkan Indonesia endemi yang terintegrasi dengan kegiatan KKN. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari perwakilan anak-anak Bilik Pintar dengan rentang usia 6-12 tahun. Kegiatan pembelajaran Bahasa Arab mampu meningkatkan pengetahuan kosa kata Bahasa Arab pada anak-anak yang ditunjukkan pada saat anak-anak memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Arab di akhir kegiatan. Kegiatan membaca Al-QurAoan dengan metode Iqra mampu meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-QurAoan dengan makharijul huruf dan tajwid yang baik. Selain itu, anak-anak juga mampu mengisahkan kembali secara singkat tentang Nabi Yunus dan melafalkan kembali beberapa. Metode audio visual dapat memudahkan anak-anak untuk memahami isi atau makna video tersebut. Selanjutnya, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai ilmu selain ilmu agama sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH