e-ISSN : x-x PENGARUH TERAPI BIOMASSAGE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK BIOMASSAGE WILAYAH DENPASAR BARAT TAHUN 2024 1,2,3 Erni Day Ngana1. Desak Gede Yenny Apriani2. Desak Made Firsia Sastra Putri3 Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Advaita Medika Tabanan Korespondensi penulis: ernidayngana04@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Penyakit hipertensi harus segera ditangani, salah satunya dengan pengobatan komplementer yaitu biomassage. Biomassage adalah teknik pijat yang dirancang untuk merangsang aliran darah cairan dalam tubuh dan membangkitkan energi dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Biomassage terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Biomassage Clinik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan Pre Eksperimental Design dengan pendekatan One Grup Pretest- Posttest Design. Dalam penelitian ini menggunakan Non-Probability Sampling dengan teknik simple purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria insklusi, ekslusi. Hasil:Uji analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Singned-Rangk dengan nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya perubahan pada tekanan darah yaitu terjadi penurunan dengan selisih nilai mean pada sistol . dan diastol . Uji statistik yang menggunakan uji Wilcoxon pada sistol dan diastol menunjukan nilai . =0,. yang berarti nilai p<0,05. Simpulan: menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terapi biomassage terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata kunci: Hipertensi. Komplementer. Biomassage PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2023 lebih dari 30% populasi pada orang dewasa diseluruh dunia mengalami hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang (Kemenkes RI). Namun demikian, penyakit ini merupakan salah satu dari dua faktor risiko utama independen di dunia Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 untuk penyakit kardiovaskular dan menjadi faktor utama di Indonesia sebagai penyebab terjadinya kerusakan organ jantung, pembuluh darah, ginjal, paru-paru, sel-sel saraf motorik dan sensoris, bahkan mental manusia. Akibatnya, hipertensi juga dikategorikan sebagai the silent disease atau bahkan the silent killer, dengan risikonya yang lebih dari 20% atau 1 dari 5 mengalami kematian (WHO, 2. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengestimasikan saat ini prevelensi hipertensi secara global sebesar 22% dari e-ISSN : x-x total penduduk dunia. Wilayah Afrika memiliki prevelensi hipertensi tertinggi sebesar 27%. Asia Tenggara berada di posisi ke-3 . tertinggi dengan prevelensi sebesar 25% terhadap total penduduk (Kemenkes RI, 2. Hipertensi di Asia Tenggara memiliki angka kejadian 39,9% pada tahun 2020. Menurut Riskesdas dalam (Kemenkes RI, 2. prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, mengalami peningkatan (Fulka et al. , 2. 10 provinsi dengan persentase penderita hipertensi tertinggi di Indonesia adalah Sulawesi Utara . ,21%). DI Yogyakarta . ,68%). Kalimantan Timur . ,57%). Kalimantan Utara . ,46%) dan DKI Jakarta . ,17%). Gorontalo . ,11%). Kalimantan Selatan . ,98%). Jawa Barat . ,67%). Bali . ,57%). Aceh . ,32%) (Kemenkes RI. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Provinsi Bali . , persentase penderita hipertensi pada usia >15 tahun lebih tinggi pada perempuan . %) dibandingkan dengan laki-laki . %). Kabupaten Badung menduduki wilayah terendah dengan kasus hipertensi yaitu sebanyak 611 jiwa, disusul dengan kabupaten Klungkung yaitu dengan jumlah kasus Kabupaten Jembrana sebanyak 54. 082 jiwa, kabupaten Bangli sebanyak 58. 013 jiwa, kabupaten Karangasem sebanyak 86. 792 jiwa, kabupaten Gianyar 89. 603 jiwa, kota Denpasar penderita hipertensi sebanyak 175. jiwa, di Kabupaten Buleleng dengan jumlah kasus sebanyak 122. 524 jiwa, dan yang terakhir yaitu kabupaten Tabanan dengan jumlah kasus sebanyak 101. jiwa yang menderita hipertensi (Dinkes Provinsi Bali, 2. Berdasarkan Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 terdapat jumlah penderita hipertensi Ou15 tahun diantaranya puskesmas I denpasar Utara . ,941 kasu. Puskesmas II Denpasar utara . 496 kasu. Puskesmas i Denpasar utara . 797 kasu. Puskesmas I Denpasar timur . Puskesmas II Denpasar timur . 990 kasu. Puskesmas I Denpasar Selatan . 088 kasu. Puskesmas II Denpasar . Puskesmas i Denpasar Selatan . , puskesmas IV Denpasar selatan . ,299 kasu. Puskesmas I Denpasar barat . Puskesmas II Denpasar Barat . dari data tersebut prevalensi penderita hipertensi tertinggi terjadi di puskesmas II Denpasar barat. Sedangkan prevalensi terendah terdapat di Puskesmas IV Denpasar selatan (Dinas Kesehatan Kota Denpasar, 2. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Biomassage pada tanggal 27 Maret 2024 jumlah kunjungan pasien hipertnsi pada dua bulan terakhir (Januari -Februari 2. sebanyak 25 Berdasarkan yang telah dilakukan peneliti dengan cara mewawancarai 10 pengobatan alternatif biomassage, 7 pasien terjadi penurunan pada tekanan darahnya dan 3 pasien belum mengalami perubahan dan data pasien hipertensi yang dilakukan penurunan tekanan darah rata -rata 17% mmHg dalam satu kali tindakan Penatalaksanaan hipertensi terbagi penalaksanaan menjadi dua yaitu Penatalaksanaan non farmakologi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara modifikasi gaya hidup, pengurangan berat badan, pembatasan natrium, modifikasi diet lemak, olahraga, e-ISSN : x-x kebiasaan merokok, teknik relaksasi dan terapi massage (Wulandari et al. , 2. Beberapa terapi komplementer yang direkomendasikan oleh The Seventh Report of the Joint National Committee untuk membantu dalam pengelolaan hipertensi adalah terapi massage. Massage dapat mechanoreceptors tubuh yang mengatur kehangatan, tekanan dan sentuhan menjadi mekanisme relaksasi (Iswati, 2. Ada beberapa massage salah satunya adalah massage swedish, back massage dan Dibandingkan keunggulan terapi massage tersebut. Biomassage di anggap lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah di samping itu juga dapat memberikan rileksasi dengan pembersihan pembuluh darah dalam tubuh sebagaimana telah dilakukan penelitian Effective Biomassage Method Lowers Blood Pressure Hypertensive Menopausal Women. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sejati dengan desain grup kontrol pretest-postest. Sampel yang terdiri dari 66 orang dengan teknik acak sederhana dibagi menjadi dua, satu eksperimen dan satu kontrol (Ribek et , 2. Biomassage adalah teknik pijat yang dirancang untuk merangsang aliran darah dan cairan dalam tubuh. Biomassage sendiri merupakan Branded dari bioenergi dan pijat. Bioenergi berasal dari dua suku kata yaitu Bio dan Energi. Bio artinya kehidupan dan Energi artinya kekuatan sedangkan pijat diterapkan dengan akupresur (Ribek et al. , 2. Teknik pemijatan yang dilakukan juga merupakan teknik akupresur yang menekan titik tertentu untuk membangkitkan energi dalam tubuh manusia. Jenis titik akupresur ada tiga, yaitu: . titik pijat umum yaitu titik pijat meridium di luar saluran meridium, . titik pijat khusus yaitu titik Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 akupresur di luar saluran meridium, . nyeri atau titik ya/titik ashe adalah titik yang jika dipijat terasa nyeri dan tidak terletak pada titik umum maupun pada titik Penelitian lain yang dilakukan oleh Morhenn dan Beavin dengan judul AuMassage Increases Oxytocin and Reduces Adrenocorticotopin Hormone in HumansAy menjelaskan bahwa terapi massage mampu ACTH (Adrenokortikotropik Hormon. , penurunan ini memicu menurunkan tahanan perifer dan cardiac output sehingga tekanan darah akan menurun. Dari hasil penelitiannya bahwa Communication back massage dan biomassage mempunyai efek relaksasi noreepinefrin dan ADH (Anti diuretic Hormo. , serta meningkatkan sekresi Pemberian Communication back massage dan back massage memilki efek relaksasi yang akan bermanfaat dalam penurunan tekanan darah (Arifin et al. Mengingat pentingnya upaya penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dan efek samping dari terapi farmakologi, maka diperlukan alternatif lain untuk menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti terapi biomassage yang termasuk terapi nonfarmakologi ini karena metode yang digunakan berbeda dengan jenis massage lain, sebagai alternative lain untuk menurunkan tekanan darah pada penderita Selain itu penelitian tentang terapi ini masih jarang diteliti dibeberapa kota tertentu, termasuk di Bali. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan pertanyan masalah sebagai berikut Au Bagaimana Pengaruh Terapi Biomassage terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi?Ay e-ISSN : x-x METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan pre experimental design dengan one group pretest-posttest Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pretest . engamatan awa. terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi, kemudian dilakukan kembali posttest . engamatan akhi. (Yam & Taufik, 2. Penelitian ini akan dilakukan di Klinik Clinik Biomassage wilayah Denpasar Barat. Waktu penelitian dilakukan mulai tahap pengumpulan data pada tanggal Maret sampai Juni 2024. Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriterian inklusi dan ekslusi. Jumlah sampel sebanyak 20 orang kelompok perlakuan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non- probability Sampling yaitu teknik purposive sampling, independen dalam penelitian adalah terapi dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah pada pasien hipertensi. Prosedur analisis dalam penelitian ini proses pengolahan data mengikuti langkahlangkah sebagai berikut editing, coding, entri data dan cleaning atau tabulasi. Analisa menggunakan uji Aywilcoxon singned test Ay. penentuan hipotesis diterima atau ditolak apabila nilai signifikan . <0,. maka ada penurunan tekanan darah di Klinik Biomassage Denpasar Barat tahun 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 Menunjukkan Bahwa Dari 20 Responden Didapatkan Bahwa Responden Yang Memiliki Usia Terbanyak Yaitu Umur 36- 45 Tahun Sebanyak 9 Responden. ,0%). Usia 26-35 Tahun Sebanyak 4 Responden . ,5%). Usia 46 - 55 Tahun Sebanyak 4 Responden . 0%) Dan Usia 56 Ae 65 Tahun Sebanyak 3 Responden . ,6%). Berdasarkan tabel 2 menunnjukkan bahwa dari 20 responden paling besar tingkat pekerjaan responden yaitu PNS sebanyak 7 responden . ,0%), tidak bekerja/IRT sebanyak 6 responden . ,0%), karyawan swasta/wiraswasta sebanyak 4 responden . ,0%), dan pensiunan sebanyak 3 responden . 6%). Tabel 1 Tekanan Darah Responden Sebelum Tindakan Biomassage Responden di Klinik Biomassage Wilayah Denpasar Barat Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sistol 143,35 10,168 Diastol 93,50 7,452 Valid N . Tabel 2 Tekanan Darah Responden Setelah Tindakan Biomassage Responden di Klinik Biomassage WilayahDenpasar Barat Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 e-ISSN : x-x Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sistol 127,25 6,973 Diastol 82,50 6,387 Valid N . Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat tekanan darah responden sebelum diberikan terapi biomassage dengan sistol maximum 170 mmHg dan minimum 130 mmHg mendapatkan mean 143,35 standar deviasi 10,168, diastol maximum 120 mmHg dan minimum 90 mmHg 93,50 dengan standar deviasi 7,452. Hasil diatas selanjutnya akan dengan tabel biomassage dengan cara dibandingkan, apakah ada terjadi perubahan nilai mean dan standar deviasi Berdasrkan tabel 6 dapat dilihat tekanan darah responden setelah diberikan terapi biomassage dengan sistol maximum 140 mmHg dan minimum 120 mmHg mendapatkan mean 127,25 dengan standar deviasi 6,973, sedangkan untuk diastol maximum 100 mmHg dan minimum 70 mmHg mendapatkan mean 82,50 dengan standar deviasi 6,387. Dari hasil tabel 5 bahwasannya terjadi perubahan terhadap tekanan darah ketika diberikan intervensi pengobatan terapi biomassage dengan melihat nilai mean dan standar devisi. Tabel 3 Hasil Uji Wilcoxon singned-Rangk Terapi Biomassage Terhadap Tekanan Darah di Klinik Biomassage Wilayah Denpasar Barat Precentiles Total Sistolik Mean 3,195 -3,950b 1,065 -4,300 b Sistolik Pre Test Diastolik Diastolik Pre Te Berdasarkan hasil pengolahan data dengan SPSS versi 29 maka Sebelum dilakukan uji statistik terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dengan hasil uji normalitas 0,018 . urang dari 0,. yang berarti data berdistribusi tidak normal. Sehingga untuk melakukan uji statistik digunakan nonparametrik Wilcoxcon Sign Rank Test, dengan tingkat kepercayaan Data hasil analisis dengan Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan penilaian =0,05 menunjukan bahwa dari 20 responden kelompok intervensi didapatkan hasil sistolik post-test dan sistolik pre-test penurunan tekanan darah dengan hasil mean 16,1 p-value 0,001. maka kita dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara terapi biomassage terhadap penurunan tekanan darah pada e-ISSN : x-x data pretest dan posttest. Jadi, dengan kata lain terapi biomassage memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Klinik Biomassage Wilayah Denpasar Barat. Berdasarkan menunjukkan bahwa hasil uji statistik wilcoxon singned-rangk signifikan p value = 0,05. Dari hasil uji diperoleh nilai sig . - taile. sebesar 0,001 < 0,05, maka kita perbedaan yang nyata antara terapi biomassage terhadap penurunan tekanan darah pada data pretest dan posttest. Keefektifan biomassage juga terlihat dari penurunan rata-rata sebelum dan susudah terapi biomassage sistolik rata-rata penurunan 16,1 mmHg, diastolik rata-rata penurunanan 11 mmHg. Penelitian ini sejalan hasil studi ini sejalan dengan berbagai Studi lainnya seperti dilakukan oleh Winardiyanto . Di Kelurahan Genukharjo Kabupaten Wonogiri pada 36 responden juga menyatakan bahwa terdapat massage terhadap tekanan darah. Hasil penelitian diatas didukung oleh pendapat Tarigan . yang menyebutkan bahwa salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan terapi pijat . , apabila terapi tersebut dilakukan secara teratur bisa menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar hormon kortisol dan menurunkan kecemasan, sehingga akan berdampak pada penurunan tekanan darah dan perbaikan fungsi tubuh. Dengan terapi pijat . , daya tahan tubuh meningkat sehingga stamina tubuh Hasil penelitian ini sejalan dengan kebenaran teori yang menyebutkan bahwa terapi . dapat merangsang jaringan otot, persendian, meningkatkan aliran oksigen, menghilangkan ketegangan otot sehingga berdampak terhadap penurunan tekanan darah (Akoso, 2. Jurnal Nawacita Usada | Volume 1 | Nomor 1 | Maret 2025 Menurut Dalimartha . Teknik masase pada daerah-daerah tertentu pada tubuh dapat menghilangkan sumbatan pada pembuluh darah sehingga aliran darah dan energi di dalam tubuh kembali lancar. Menurut asumsi peneliti, pada lansia penyumbatan ataupun penyempitan pada pembuluh darah sehingga menyebabkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh tidak Hal tersebut menyebabkan tubuh berespon secara fisiologis guna memenuhi sirkulasi darah ke seluruh tubuh dengan cara meningkatkan aliran darah. Dengan dilakukannya masase pada daera tubuh, diharapkan aliran darah balik menuju jantung menjadi lancar serta terciptanya respon relaksasi yang memberikan efek vasodilatasi pada pembuluh darah dan merangsang aktivitas saraf parasimpatis hingga pada akhirnya akan menurunkan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh pola makan yang tidak Mengkonsumsi makanan yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Untuk menghindari peningkatan tekanan harus menghindari makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi, makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium, makanan dan minuman dalam kaleng, makanan yang diawetkan, susu full cream, mentega, margarine, keju, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol, bumbu penyedap, alkohol dan makanan yang mengandung alcohol seperti durian tape (Oswari, 1992 dalam Safitri,2. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa tekanan darah responden mengalami penurunan tekanan sistolik dan penurunan diastolik. Pembandingan penelitian dengan Nugroho . tentang efektifitas pijat refleksi kaki dan hipnoterapi terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi menyatakan hal yang sama bahwa terjadi e-ISSN : x-x penurunan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. SIMPULAN Terdapat pengaruh terapi biomassage terhadap tekanan darah setelah dilakukan biomassage dengan menggunakan uji wilcoxon pada sistol dan diastol menunjukan nilai p value 0,000 yang berarti nilai p < 0,05, menunjukan terjadi pengaruh terhadap perubahan tekanan setelah diberikan intervensi REFERENSI