Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Website: https://ejurnal-unespadang. id/EPJA Pengaruh Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2. Sri Rahmi Handayani 1*. Jhon Rinaldo 2. Andre Bustari 3 Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Corresponding Author: srirahmihandayani@gmail. Abstrakt: Penelitian ini membahas tentang intellectual capital performance dan investment opportunity set (IOS) terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023. Pengolahan data dalam penelitian ini adalah menggunakan model regresi berganda. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung data yang didapatkan dari laporan keuangan tahunan . nnual repor. perusahaan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik penarikan purposive sampling. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel intellectual capital performance secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) dengan signifikansi . ,002 < 0,. Variabel investment opportunity set (IOS) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) dengan signifikansi . ,031 < 0,. Hasil uji f secara simultan intellectual capital performance dan investment opportunity set (IOS) berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan . ignifikannya 0,010 < 0,. Kata Kunci: Intellectual Capital Performance. Investment Opportunity Set (IOS) dan Kinerja Keuangan Abstract: This study discusses intellectual capital performance and investment opportunity set (IOS) on financial performance in Food and Beverage Sub-Sector Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020-2023 Period. The data processing in this study is using a multiple regression model. The source of data in this study is secondary data obtained indirectly from the company's annual financial report published on the Indonesia Stock Exchange website. The samples taken in this study used purposive sampling techniques. The results of the analysis of this study show that the intellectual capital performance variable partially has a significant effect on financial performance (ROA) with a significance . 002 < 0. The investment opportunity set (IOS) variable partially had a significant effect on financial performance (ROA) with a significance of 0. 031 < 0. The results of the f test simultaneously intellectual capital performance and investment opportunity set (IOS) affect financial performance by . 010 < 0. Keywords: Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS). DOI: https://doi. org/10. 31933/epja. Licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License 316 | Page e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Financial Performance PENDAHULUAN Berdirinya suatu perusahaan tentunya mempunyai tujuan yang berbeda-beda antar satu perusahaan dengan lainnya. Namun, tujuan utama setiap perusahaan pada dasarnya ialah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya. Laba adalah konsep akuntansi yang dirancang untuk mengukur kinerja bisnis selama selang waktu tertentu. Salah satu barometer yang digunakan perusahaan dalam menilai pencapaian tujuan perusahaan ialah kinerja keuangan. Menurut Jumingan . kinerja keuangan menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada rentang waktu tertentu, yang menyangkut aspek akumulasi dana, yang umumnya diukur dengan parameter likuiditas, profitabilitas dan kecukupan modal. Profitabilitas ialah rasio yang ideal untuk menilai kinerja perusahaan yang berorientasi pada laba. Kinerja keuangan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan Return on Asset (ROA). Analisis nilai ROA seringkali digunakan para investor maupun manajemen untuk menentukan keputusan investasinya serta strategi perusahaan ke masa yang akan datang. Investor dapat membandingkan ROA perusahaan satu dengan perusahaan yang lain maupun membandingkan ROA perusahaan dengan rasio industri. Semakin besar nilai ROA yang dimiliki suatu perusahaan maka semakin optimal kinerja perusahaan tersebut dalam mendayagunakan aset yang dimilikinya demi memperoleh laba. Sebaliknya, nilai ROA perusahaan akan mengalami penurunan jika perusahaan tersebut mengalami penurunan laba yang lebih besar dibandingkan penurunan asetnya. Dalam upaya memaksimalkan kinerja keuangan perusahaan, faktor pertama yang diteliti ialah Intellectual Capital Performance (ICP). Hubungan Intellectual Capital Performance (ICP) dengan kinerja keuangan adalah pengelolaan yang baik akan mempengaruhi kinerja keuangan. Intelektual capital adalah pengetahuan, informasi, pengaplikasian pengalaman, proses dalam industri perusahaan, teknologi relasi pelanggan dan kemampuan profesional yang bernilai aset bagi perusahaan. Sebagai aset tidak berwujud. Intellectual Capital ialah gabungan dari unsur manusia, proses, inovasi serta pelanggan yang mampu memberi keunggulan kompetitif pada perusahaan. Intellectual Capital berdasarkan definisinya terdiri atas tiga bagian utama antara lain human capital, customer capital serta structural capital (Ulum, 2. Ada tiga komponen utama Intellectual Capital yaitu. Human Capital (HC). Customer Capital (CC), dan Structural Capital (SC). Human Capital merupakan kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, inovasi, kemampuan dan pengalaman yang dimiliki karyawan suatu perusahaan. Customer Capital yaitu hubungan antara perusahaan dengan lingkungannya seperti pemasok, pelanggan, kreditur, tokoh masyarakat dan investor. Structural Capital adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan meliputi sistem informasi, teknologi, infrastruktur organisasi, kekayaan intelektual . ak paten, hak cipta, merek dagang. Metode VAIC merupakan metode pengukuran yang memenuhi kebutuhan dasar ekonomi kontemporer dalam menunjukkan nilai yang sebenarnya dari kinerja perusahaan, karena tujuan utama dalam ekonomi berbasis pengetahuan adalah menciptakan nilai tambah . alue adde. (Cricelli dkk. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Muslih & Aqmalia . didapatkan hasil bahwa peningkatan Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam aspek Faktor terakhir yang memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan yang juga diteliti adalah Investment Opportunity Set (IOS). Menurut Sawir, . Investment Opportunity Set ialah keputusan investasi berwujud perpaduan aset yang dimiliki dan opsi kesempatan investasi masa depan dengan nilai bersih sekarang . et present valu. , serta akan berdampak positif pada nilai perusahaan. Perusahaan bernilai Investment Opportunity Set yang tinggi. Page 317 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 sepatutnya mempunyai tingkat investasi yang tinggi dalam wujud aset yang dimiliki ataupun yang diinvestasikan dalam rentang waktu yang lama di suatu perusahaan. Hubungan Investment Opportunity Set dengan kinerja keuangan adalah Investment Opportunity Set memberikan kontribusi penting terhadap kinerja keuangan karena perusahaan akan berupaya untuk menyajikan kinerja kinerja yang positif sebagai pilihan investasi di masa depan, sehingga Investment Opportunity Set tersebut mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Hayati dkk. , . didapatkan hasil bahwa Investment Opportunity Set (IOS) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) perusahaan manufaktur sektor food and beverages yang terdaftar di BEI. Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan Diantara banyak sektor bisnis yang mengalami penurunan ditengah pasca pandemi, ada beberapa sektor atau sub sektor tertentu yang secara pertumbuhanya masih memperlihatkan pertumbuhan melemah, diantaranya adalah sub-sektor makanan dan Kelima sub sektor industri manufaktur tersebut adalah sub sektor industri logam dasar mempunyai pertumbuhan 11,5%, sub sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional masih tumbuh dengan angka 8,5 %, sub sektor industri pengolahan lainnya tumbuh sebesar 5,5 %, sub sektor industri makanan dan minuman menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 1,7 %, dan sub sektor industri karet, barang dari karet dan plastik masih tumbuh 0,2 % (Bappenas, 2. (Sumber: BPS, 2. Gambar 1. Data Industri Makanan dan Minuman Tahun 2016-2021 Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa industri makanan dan minuman tahun 2016-2021 mengalami penurunan pertumbuhan. Pada tahun 2016 angka pertumbuhan 8,33%, pada tahun 2017 mengalami peningkatan 9,23% dan pada tahun 2018 mengalami penurunan 7,91% dan terus menurun pada tahun 2019 menjadi 7,78 dan puncaknya pada tahun 2020 karena krisis Pandemi menjadi 1,58%, kemudian pertumbuhan industri makanan dan minuman mencoba untuk bangkit 2021 menjadi 2,54%. Khusus untuk sub-sektor makanan dan minuman, sejak pandemi berlangsung sampai awal tahun 2021 masih mampu konsisten memberikan pertumbuhan positif meskipun masih terbatas dan tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan makanan dan minuman merupakan sektor yang selalu diperlukan dalam segala kondisi dan situasi, terutama pasca pandemi, makanan menjadi faktor kunci untuk meningkatkan kesehatan dan imunitas selain obat dan vitamin, oleh karena itu peneliti fokus kepada perusahaan manufaktur. Pada sektor industri makanan dan minuman perusahaan yang memiliki kelesuan kinerja adalah PT Siantar Top Tbk yang bergerak di bidang manufaktur makanan ringan. PT Siantar Top Tbk di tahun 2020, melonjaknya beban pokok penjualan dan beban penjualan menyebabkan laba sebelum pajak PT Siantar Top Tbk mengalami penurunan menjadi Rp 217,74 miliar dari yang sebelumnya senilai Rp 232,00 miliar. Berbeda dengan penurunan Page 318 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 laba. PT Siantar Top Tbk mendata penambahan total aset dari Rp 1,91 triliun menjadi Rp 2,33 triliun. Penurunan laba bersih disertai kenaikan total aset menyebabkan kemerosotan nilai return on asset perusahaan tersebut menjadi 7,45%, turun 2,22% dari nilai tahun sebelumnya sebesar 9,67% (Okefinance, 2. Beralih ke perusahaan lain. PT. Indofood CBP melalui brand PopMie menghadirkan PopMie Pake Nasi serta PT. HOKI yang akan meluncurkan produk barunya DailyMeal Rice dan DailyMeal Eats yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat saat ini. Masih banyak serangkaian inovasi lain dari perusahan F&B. Inovasi produk umumnya menjadi tanggung jawab dari pada Departemen Riset dan Pengembangan. Untuk melakukan inovasi yang menjual diperlukan kecakapan dari pada departemen itu sendiri, ketersediaan dana/modal, infrastruktur perusahaan, serta perkembangan relasi yang baik dengan pemasok dan pelanggan. Hasil penelitian Hayati dkk. , . didapatkan hasil bahwa Investment Opportunity Set (IOS) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) perusahaan manufaktur sektor food and beverages yang terdaftar di BEI. Management Ownership secara parsial maupun sebagai variabel moderasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur sektor food and beverages yang terdaftar di BEI. Persentase kepemilikan saham atau Management Ownership yang sangat kecil, menyebabkan variabel ini tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan. Penelitian Muslih & Aqmalia . didapatkan hasil bahwa peningkatan Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam aspek Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya, karena penelitian sebelumnya banyak membahas perbankan Indonesia seperti penelitian Nurdin & Muhammad . Nurhayati dkk . sementara peneliti fokus ke perusahaan Manufaktur Sektor Industri Sub sektor Makanan dan Minuman. Alasan peneliti melakukan penelitian ini karena ingin mengetahui lebih lanjut upaya memaksimalkan kinerja keuangan perusahaan sub sektor makanan dan minuman melalui faktor Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set dan memberikan bukti adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya kinerja keuangan yaitu Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set. Adapaun rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: Apakah Intellectual Capital Performance berpengaruh secara parsil terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur Sub sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023? Apakah Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh secara parsil terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur Sub sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023? Apakah Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh secara simultan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur Sub sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023? Page 319 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Gambar 2 Kerangka Konseptual H1: Diduga Intellectual Capital Performance Secara Parsial Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Keuangan H2: Diduga Investment Opportunity Set Secara Parsial Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Keuangan H3: Diduga Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) Secara Simultan Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Keuangan METODE PENELITIAN Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode dokumentasi yaitu Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2020-2023, ataupun sumbersumber lain yang dapat diakses melalui internet. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka yang menggunakan data runtun waktu . ime serie. selama kurun waktu 5 tahun. Ruang lingkup waktu yang dipakai dari laporan keuangan tahunan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan . nnual repor. perusahaan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia (Indonesia stock exchange-IDX) yaitu w. id dan w. com serta sumber Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2020-2023. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 24 perusahaan. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purpovise sampling dan didapatkan Sampel perusahaan selama 5 tahun dan jumlah sampel penelitian adalah 70 sampel. Analisis penelitian ini menggunakan Regresi linear berganda untuk menganalisis besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari dua menggunakan program SPSS 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan maksud memeriksa apakah terdistribusi normal atau Tabel 1 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Abs_Res Page 320 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Most Extreme Differences Vol. No. Juli 2026 Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Tabel 1 memperlihatkan bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 lebih besar dibandingkan dengan taraf nyata () yaitu 0,05. Hal ini berarti model regresi variabel dependen dan independen memiliki distribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. ICP IOS Dependent Variable: Kinerja Keuangan Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Pada Tabel 2 hasil uji multikolinearitas . orelation matri. terlihat bahwa masingmasing independent variable yang digunakan dalam penelitian telah memiliki koefisien korelasi dibawah < 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing independent variable yang digunakan dalam penelitian ini telah terbebas dari gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. ICP IOS Dependent Variable: Abs_Res Sig. Dari Tabel 3 diatas, dapat diperoleh hasil bahwa korelasi uji glejser Intellectual Capital Performance (X. adalah 0,200 dan hasil uji glejser Investment Opportunity Set (X. adalah 0,206. Jadi Intellectual Capital Performance 0,200 > 0,05. Investment Opportunity Set (IOS) 0,206 > 0,05, itu berarti bahwa masalah heterokedastisitas tidak terjadi karena nilai rank spearman nya besar dari = 0,05 Page 321 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Uji Autokorelasi Tabel 4 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. ICP. IOS. Dependent Variable: Kinerja Keuangan Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Pada tabel 4 menunjukkan nilai dw sebesar 1,793, dl < DW<4-dl lebih kecil dari batas . 213 dan kecil dari 4-. -d. =2,787, maka dapat disimpulkan bahwa 1. 213 < 1,793 < 2,787, artinya menolak H0 yang menyatakan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negatif . ihat tabel keputusa. atau dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi Regresi Linear Berganda Tabel 5 Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. ICP IOS Dependent Variable: Kinerja Keuangan Standardized Coefficients Beta Sig. Nilai konstanta sebesar 4,090 yang berarti bahwa jika tidak ada variabel bebas yang terdiri Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) yang mempengaruhi kinerja keuangan maka besarnya kinerja keuangan konstanta sebesar 4,090 satuan. Koefisien regresi variabel Intellectual Capital Performance berkontribusi sebesar 1,228 artinya jika variabel independen lainnya tetap dan variabel Intellectual Capital Performance meningkat sebesar 1 satuan, maka kinerja keuangan akan meningkat sebesar 1,228 satuan. Koefisien regresi variabel Investment Opportunity Set (IOS) berkontribusi sebesar 5,036 artinya jika variabel independen lainnya tetap dan variabel Investment Opportunity Set (IOS) meningkat sebesar 1 satuan, maka kinerja keuangan akan meningkat sebesar 5,036 satuan. Uji Koefisiensi Determinasi Tabel 6 Koefisien Determinan Model Summary Model R Square Predictors: (Constan. ICP. IOS Adjusted R Square Std. Error Estimate Dalam penelitian diperoleh nilai Adjusted R Square (R. sebesar 0,271, ini berarti bahwa 27,1% perubahan kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh Intellectual Capital Page 322 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Performance dan Investment Opportunity Set (IOS). Selebihnya . ,9%) perubahan kinerja keuangan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian selanjutnya agar memperluas penelitian seperti menambahkan variabel bagi hasil, likuiditas, laverage, ukuran perusahaan selain variabel yang diteliti dalam penelitian ini agar dapat meningkatkan determinasi R2 yang masih rendah saat ini hanya 27,1%. Uji t Tabel 7 Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. ICP IOS Dependent Variable: Kinerja Keuangan Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 7 nilai thitung variabel Intellectual Capital Performance adalah 525 dengan signifikansi sebesar 0,002. Signifikansi tersebut kecil dari . ,002 < 0,. dengan df = 56-1-2 = 53 diperoleh nilai ttabel sebesar 2. 005, dari hasil di atas dapat dilihat bahwa thitung> ttabel atau 3. 525 > 2. 005, maka H1: diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan Intellectual Capital Performance terhadap kinerja keuangan (ROA). Berdasarkan tabel 4. 11 nilai thitung variabel Investment Opportunity Set (IOS) adalah 407 dengan signifikansi sebesar 0,031. Signifikansi tersebut kecil dari . ,031 < 0,. dengan df = 56-1-2 = 53 diperoleh nilai ttabel sebesar 2. 005, dari hasil di atas dapat dlihat bahwa thitung> ttabel atau 3. 407 > 2. 005, maka H2: diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan Investment Opportunity Set terhadap kinerja keuangan (ROA). Uji F Tabel 8 Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Keuangan Predictors: (Constan. ICP. IOS Mean Square Sig. Berdasarkan tabel 8 yang merupakan hasil olahan dari model SPSS, diperoleh nilai Sig. 0,010 < 0,05, dengan df= 56-2=54 didapatkan ftabel 3,17 dan f hitung 4. 598 maka dapat . maka H3: diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan antara Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023. Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji . Berdasarkan hasil olahan data statistik pada analisis regresi moderasi pada tabel 7 maka dapat dilihat pengaruh antara variabel independen terhadap dependen secara persial adalah sebagai berikut: Page 323 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Hasil pengujian Intellectual Capital Performance Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan tabel 7 nilai thitung variabel Intellectual Capital Performance adalah 3. dengan signifikansi sebesar 0,002. Signifikansi tersebut kecil dari . ,002 < 0,. dengan df = 56-1-2 = 53 diperoleh nilai ttabel sebesar 2. 005, dari hasil di atas dapat dlihat bahwa thitung> ttabel atau 3. 525 > 2. 005, maka H1: diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan Intellectual Capital Performance terhadap kinerja keuangan (ROA). Hasil pengujian Pengaruh Investment Opportunity Set (IOS) Terhadap Kinerja Keuangan (ROA) Berdasarkan tabel 7 nilai thitung variabel Investment Opportunity Set (IOS) adalah 3. dengan signifikansi sebesar 0,031. Signifikansi tersebut kecil dari . ,031 < 0,. dengan df = 56-1-2 = 53 diperoleh nilai ttabel sebesar 2. 005, dari hasil di atas dapat dlihat bahwa thitung> ttabel atau 3. 407 > 2. 005, maka H2: diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan Investment Opportunity Set terhadap kinerja keuangan (ROA). Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji . Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari seluruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Berikut ini Tabel 8 yang menunjukkan hasil koefisien regresi secara simultan . ji F) melalui pengolahan data dengan SPSS Statistics 26. for Windows. Pengaruh Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) Secara Simultan Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan tabel 8 yang merupakan hasil olahan dari model SPSS, diperoleh nilai Sig. 0,010 < 0,05, dengan df= 56-2=54 didapatkan ftabel 3,17 dan f hitung 4. 598 maka dapat . maka H3: diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan antara Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023. Pembahasan Pengaruh Intellectual Capital Performance Terhadap Kinerja Keuangan Pengujian hipotesis pertama diperoleh nilai Sig. 0,002 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan Intellectual Capital Performance terhadap kinerja keuangan (ROA). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara Intellectual Capital Performance dengan kinerja keuangan perusahaan, artinya semakin tinggi nilai Intellectual Capital Performance maka kinerja keuangan akan naik, dan sebaliknya apabila nilai Intellectual Capital Performance turun maka kinerja keuangan juga Intellectual Capital Performance berpengaruh dengan arah positif terhadap kinerja keuangan secara parsial. Semakin tinggi Intellectual Capital Performance, maka semakin tinggi kinerja keuangan. Dengan demikian, perusahaan yang mampu mengelola Intellectual Capital dengan efisien, mampu meningkatkan laba perusahaan yang mana laba perusahaan merupakan tolak ukur keberhasilan kinerja keuangan dalam aspek profitabilitas. Temuan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan telah memanfaatkan nilai pengetahuan yang dimiliki karyawannya untuk menghasilkan kekayaan perusahaan. Dengan keahlian dan pengetahuan yang dimiliki karyawan, perusahaan dapat menciptakan solusi terbaik sehingga nilai perusahaan bertambah. Perusahaan perbankan juga telah mampu memenuhi proses rutinitas dan struktur yang baik dalam mendukung usaha karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Hasil analisis tersebut selaras dengan signalling theory yang menegaskan bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang tinggi akan memberikan Page 324 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 sinyal keunggulan kepada pasar. Keunggulan yang diungkapkan berupa Intellectual Capital Performance. Hasil penelitian ini sesuai dengan Muslih & Aqmalia . mengatakan bahwa peningkatan Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam aspek profitabilitas. Penelitian Nurdin & Muhammad, . mengatakan bahwa Variabel Intellectual Capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Penelitian Nurhayati dkk. , . mengatakan bahwa value added Intellectual Capital (VAIC) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA). Pengaruh Investment Opportunity Set (IOS) Terhadap Kinerja Keuangan Pengujian hipotesis kedua diperoleh nilai Sig. 0,031 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan Intellectual Capital Performance terhadap kinerja keuangan (ROA). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara Intellectual Capital Performance dengan kinerja keuangan perusahaan, artinya semakin tinggi nilai Intellectual Capital Performance maka kinerja keuangan akan naik, dan sebaliknya apabila nilai Intellectual Capital Performance turun maka kinerja keuangan juga Suatu perusahaan yang mempunyai nilai Investment Opportunity Set yang tinggi merupakan perusahaan yang mampu memanfaatkan Investment Opportunity Set-nya dengan maksimal dan mempunyai potensi tumbuh yang tinggi. Nilai Investment Opportunity Set merepresentasikan potensi pertumbuhan perusahaan. Perusahaan yang mempunyai potensi pertumbuhan yang tinggi mampu memanfaatkan pertumbuhannya untuk memberikan kinerja keuangan yang maksimal. Dengan memberikan kinerja keuangan yang baik, perusahaan akan mendapatkan kepercayaan dari investor maupun kreditur yang telah menanamkan modal dalam bentuk dana pada perusahaannya. Oleh karena itu, perusahaan yang mempunyai nilai Investment Opportunity Set yang tinggi akan berusaha menyajikan kinerja keuangan yang Adanya peningkatan nilai Investment Opportunity Set suatu perusahaan akan meningkatkan penilaian kinerja keuangannya. Hasil penelitian ini sejalan dengan Hayati dkk. , . menjelaskan Investment Opportunity Set (IOS) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) perusahaan manufaktur sektor food and beverages yang terdaftar di BEI. Penelitian Susanti . mengatakan bahwa Investment Opportunity Set (IOS) Investment Opportunity Se. berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Penelitian Muslih & Aqmalia . mengatakan bahwa Investment Opportunity Set akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam aspek profitabilitas. Pengaruh Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) Secara Simultan Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil ftabel 2. 96 dan fhitung 4. 598 maka dapat . 598 > 3,. dengan tingkat signifikansi sebesar 0,010 dimana nilai signifikannya < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H3 diterima, artinya Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity set (IOS) berpengaruh secara simultan terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023. Dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,271 yang berarti 27,1%. Hal ini berarti varians Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) dapat menjelaskan kinerja keuangan (ROA) sebesar 27,1%. Sedangkan sisanya yaitu sebesar . ,9%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain selain variabel yang diteliti. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2023 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,010 menunjukkan bahwa Page 325 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependennya secara simultan terbukti, karena tingkat signifikansi 0,010 lebih kecil dari tingkat taraf nyata yang digunakan sebesar 5%. Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set memberi pengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis pengaruh simultan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set bersama-sama akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam aspek profitabilitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan Muslih & Aqmalia . bahwa peningkatan Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam aspek profitabilitas. Penelitian Nurdin & Muhammad . mengatakan bahwa secara simultan menunjukkan bahwa semua variabel bebas yaitu Intellectual Capital dan Islamicity Performance Index berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan KESIMPULAN Berdasarkan analisa data, interprestasi hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan sebelumnya, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan dari hasil penelitian ini sebagai berikut: Intellectual Capital Performance berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) Intellectual Capital Performance dan Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-202 DAFTAR PUSTAKA