Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN MODAL KERJA TERHADAP DAYA SAING UMKM (Studi Kasus UMKM Labuhan Batu Selata. Alwi Pranata Rambe 1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara1. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara2. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara3 Pos-el : Alwirambe44@gmail. com1, nurbaiti@uinsu. id2, nuruljannah@uinsu. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk untuk menguji pengaruh teknologi informasi dan modal kerja terhadap daya saing UMKM Labuhan Batu Selatan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif untuk memecahkan masalah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel adalah 50 UMKM di UMKM Labuhan Batu Selatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji regresi berganda menggunakan SPSS 25. Pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap daya saing dan modal kerja berpengaruh signifikan terhadap daya saing pada UMKM Labuhan Batu Selatan. Kata Kunci : Pengaruh. Teknologi. Informasi. Modal Kerja. Daya Saing. UMKM. Abstract This study aims to examine the influence of information technology and working capital on the competitiveness of South Labuhan Batu MSMEs. This research uses a quantitative methodology to solve problems. The sampling technique in this study uses a purposive sampling technique and data collection is carried out by distributing questionnaires to respondents. The data collection technique uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The number of samples is 50 MSMEs in South Labuhan Batu MSMEs. The data analysis technique used in this study is multiple regression test analysis using SPSS 25. Hypothesis testing using the t-test. The results of this study show that information technology has a significant positive effect on competitiveness and working capital has a significant effect on competitiveness in Micro. Small and Medium Enterprises (UMKM) in Labuhan Batu Selatan. Keywords: Influence. Technology. Information. Working Capital. Competitiveness. UMKM PENDAHULUAN Perekonomian suatu negara dapat dikatakan berhasil apabila memiliki tingkat pertumbuhan yang stabil serta daya serap tenaga kerja yang tinggi. Salah satu sektor yang memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi adalah Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Indonesia. UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga pengurangan tingkat kemiskinan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 (Nurbaiti et al. , 2. Bahkan, dalam berbagai kondisi krisis ekonomi yang pernah terjadi. UMKM terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan perusahaan besar yang justru mengalami stagnasi atau kebangkrutan (Winarti & Akhmad, 2. Ketahanan UMKM ini menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama jika didukung oleh berbagai faktor strategis yang dapat meningkatkan daya saingnya. Daya saing merupakan faktor kunci dalam keberlangsungan usaha, terutama di era globalisasi dan digitalisasi seperti saat ini. Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 Menurut European Commission, daya saing adalah kemampuan suatu usaha dalam menghasilkan produk atau jasa yang mampu memenuhi standar internasional, dengan tetap menjaga pendapatan yang tinggi serta menciptakan peluang kerja yang stabil (Takhim & Meftahudin, 2. Namun, daya saing UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM dalam meningkatkan daya saingnya meliputi keterbatasan akses terhadap teknologi, rendahnya literasi digital, kurangnya modal kerja, serta keterbatasan dalam inovasi produk dan strategi pemasaran. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan daya saing UMKM adalah teknologi informasi. Dalam era digital, pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pertukaran informasi, memperluas jaringan pemasaran, serta menjangkau pasar yang lebih luas. Penelitian yang dilakukan oleh (Abi. Melina, & Sari 2. menunjukkan bahwa teknologi informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap daya saing UMKM, karena dapat meningkatkan efisiensi komunikasi, serta memperluas jaringan pemasaran. Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang seragam. (Kariyani & Meitriana 2. menemukan bahwa teknologi informasi tidak selalu berdampak positif terhadap daya saing UMKM. Menurut mereka, ada UMKM yang tetap memiliki banyak pelanggan meskipun masih menggunakan sistem manual, karena faktor lain seperti loyalitas pelanggan, kualitas produk, dan keterampilan tenaga kerja lebih dominan dalam menentukan keberhasilan Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman mengenai sejauh mana teknologi informasi benar-benar berkontribusi terhadap daya saing UMKM. Selain teknologi informasi, faktor lain yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi daya saing UMKM adalah modal kerja. Modal kerja berperan sebagai sumber daya utama dalam menjalankan operasional usaha. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan mulai dari pembelian bahan baku, pembayaran tenaga kerja, hingga pengembangan produk dan ekspansi usaha. Penelitian yang dilakukan oleh (Winarti & Akhmad, 2. menunjukkan bahwa modal kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap daya saing UMKM, karena ketersediaan modal yang cukup memungkinkan bisnis untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Namun, tidak semua penelitian menyimpulkan hal yang sama. (Yasir. Ilham, & Padil 2. menemukan bahwa modal kerja tidak selalu berdampak langsung pada daya saing UMKM. Mereka berpendapat bahwa keterbatasan modal bukan satu-satunya kendala utama, karena faktor lain seperti keterampilan pengelolaan usaha, strategi pemasaran, dan efisiensi operasional juga memiliki peran penting dalam menentukan keberlanjutan Di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, permasalahan terkait teknologi informasi dan modal kerja dalam UMKM masih menjadi perhatian utama. Berdasarkan wawancara dengan Budi Santoso, seorang pengamat teknologi informasi di daerah tersebut, sekitar 40% UMKM operasional bisnis mereka. Namun, adopsi teknologi masih tergolong rendah jika Keterbatasan akses internet, rendahnya literasi digital di kalangan pelaku usaha, serta kurangnya dukungan dalam bentuk pelatihan menjadi kendala utama dalam pemanfaatan teknologi informasi oleh UMKM. Sebagian besar UMKM di daerah ini masih mengandalkan metode tradisional dalam menjalankan bisnisnya, sehingga menghadapi kesulitan dalam bersaing dengan pelaku usaha yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi Selain kendala teknologi, aspek permodalan juga menjadi tantangan yang signifikan bagi UMKM di Labuhan Batu Selatan. Berdasarkan wawancara dengan Yuni Rahma, seorang pemilik usaha kecil di daerah tersebut, mayoritas UMKM memulai usaha Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 dengan modal terbatas, berkisar antara 5 hingga 15 juta rupiah, dan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan formal karena persyaratan yang ketat. Banyak pelaku UMKM yang masih bergantung pada pinjaman dari keluarga Akses terhadap permodalan yang terbatas ini berdampak pada keterbatasan dalam inovasi produk, pengembangan pasar, serta efisiensi produksi, yang pada akhirnya mempengaruhi daya saing UMKM secara Melihat berbagai fenomena dan hasil penelitian terdahulu yang masih menunjukkan perbedaan temuan, terdapat kesenjangan antara teori dan realitas di lapangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi dan modal kerja berpengaruh signifikan terhadap daya saing UMKM, menemukan hasil yang berbeda. Hal ini ketidakpastian terkait sejauh mana kedua faktor tersebut mempengaruhi daya saing UMKM, khususnya di Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Selain itu, meskipun beberapa penelitian telah mengkaji pengaruh teknologi informasi dan modal kerja terhadap UMKM, kajian yang lebih spesifik dengan konteks lokal seperti di Labuhan Batu Selatan masih Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis lebih lanjut pengaruh teknologi informasi dan modal kerja terhadap daya saing UMKM di wilayah ini. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif serta rekomendasi yang lebih tepat bagi para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan dalam mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Labuhan Batu Selatan. UMKM Dalam Undang-Undang Republik Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Indonesia No. 20 Tahun 2008 mengenai UMKM. Pasal 1, menyatakan usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur diatur UU tersebut. Yang dimaksud usaha kecil dalam UU merupakan suatu badan usaha yang berdiri sendiri, yang dikelola oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana yang dijelaskan dalam UU tersebut, usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang peroangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UU (Kadeni & Srijani, 2. Dengan kata lain UMKM adalah suatu usaha masyarakat yang pendirinya berdasarkan keinginan atau inisiatif sendiri. Daya Saing Menurut European Commission daya saing merupakan suatu keahlian dalam menghasilkan produk barang dan jasa yang sudah memenuhi pengujian internasional, dan mempertahankan pendapatan yang tinggi dan berkepanjangan, atau kemampuan daerah dalam menghasilkan pendapatan yang stabil dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap menerima terhadap persaingan eksternal (Takhim & Meftahudin, 2. Daya saing berpatokan pada pengalaman, percobaan dan analisis kontekstual. Daripada itu factor eksternal yang mempengaruhi daya saing seperti strategi, tata kelola dan model persaingan diantara perusahaan, sumber daya alam yang dimiliki suatu negara, permintaan domestic, serta keberadaan industri terkait dan Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 Dengan kata lain daya saing adalah suatu keadaan yang mengharuskan suatu entitas untuk dapat mempertahankan posisi pasar. Teknologi Informasi Teknologi Informasi ialah teknologi yang pengolah data, pemrosesan, memperoleh, penyimpanan, mengolah data dengan berbagai cara dalam maksud untuk menghasilkan informasi yang tinggi (Pitayo & Suhartono. Dengan kata lain teknologi informasi merupakan suatu alat yang dapat menyimpan, menggunakannya dalam berbagai bentuk. Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam menjalan bisnis menjanjikan solusi terbaik bagi setiap penggunanya (Basry & Sari, 2. Banyaknya aplikasi berbasis TIK memberikan keuntungan pada setiap proses transaksi bisnis baik secara langsung maupun tidak langsung. Meningkatnya teknologi informasi juga meningkatkan pengetahuan penggunanya di bidang tertentu untuk dapat mengelola perusahaan serta mengurangi biaya-biaya eksternal. Modal Kerja Modal kerja adalam modal usaha digunakan untuk memproses, membuat, ataupun membeli barang dagangan (Purwanti. Dengan kata lain modal kerja adalah uang yang dikeluarkan untuk membiayai setiap proses pembuatan produk atau barang dari mulai barang tersebut belum jadi sampai produk tersebut siap untuk di pasarkan. Modal kerja ini biasanya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji karyawan, membeli bahan baku, membayar beban serta pengeluaran lainnya baik bersifat internal maupun ekstenal. Pada dasarnya modal merupakan salah satu factor yang dapat mendukung daya saing UMKM, oleh sebab itu diperlukannya sejumlah dana sebagai dasar ukuran finansial atas usaha yang akan Besar kecilnya suatu modal yang dimiliki suatu entitas akan mempengaruhi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan perkembangan usahanya dalam menghasilkan pendapatan yang maksimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang didukung dengan teknik survei. Penelitian mengumpulkan data dengan kuesioner dan wawancara, serta bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Teknologi Informasi dan Modal Kerja terhadap Daya Saing UMKM di Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel. Dalam penelitian ini, hubungan yang dianalisis adalah pengaruh variabel bebas (Teknologi Informasi dan Modal Kerj. terhadap variabel terikat (Daya Saing UMKM). Berdasarkan data yang tersedia, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM di Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang berjumlah 4. 407 unit usaha, terdiri dari 047 usaha mikro dan 1. 360 usaha kecil. Untuk menentukan sampel, penelitian ini sampling dengan teknik purposive sampling dengan kriteria pelaku UMKM berada di Labuhan Batu Selatan. Teknik ini dipilih karena memungkinkan pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu UMKM yang dianggap dapat memberikan informasi yang relevan dengan penelitian ini. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 responden yang dipilih dari populasi UMKM di Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuisoner dan wawancara Kuesioner disusun untuk mengukur variabel Teknologi Informasi. Modal Kerja, dan Daya Saing UMKM. Responden diberikan sejumlah pertanyaan dengan skala Likert untuk memperoleh data kuantitatif. Wawancara dilakukan secara langsung kepada beberapa Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 pelaku UMKM guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kendala dan tantangan dalam memanfaatkan teknologi informasi serta permodalan usaha. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Regresi Linear Berganda, yang dioperasikan melalui program SPSS 25. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel Teknologi Informasi (X. dan Modal Kerja (X. berpengaruh terhadap Daya Saing UMKM (Y). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Uji Validitas dan Reliabilitas untuk memastikan instrumen penelitian layak digunakan. Uji Asumsi Klasik . ji heteroskedastisita. untuk memastikan model regresi memenuhi asumsi yang diperlukan. Uji t . untuk mengetahui pengaruh masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen dan Koefisien Determinasi (RA) untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel Dengan pendekatan dan metode yang telah dijelaskan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai peran Teknologi Informasi dan Modal Kerja dalam meningkatkan Daya Saing UMKM di Kabupaten Labuhan Batu Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Realibilitas Uji mengetahui layak atau tidaknya suatu sistem, dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikan 0,05 (Wiyono, 2. Pernyataan yang memiliki nilai signifikansi di bawah 0,05 dinyatakan valid. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel berikut: Table 1 Hasil Uji Validitas Varia Tekno Infor Item Total Pertanyaa Correl X1. X1. Ketera Valid Valid Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan (X. Modal Kerja (X. Daya Saing (Y) X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data diolah, 2023 Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur apakah jawaban responden pernyataan-pernyataan kuesioner stabil dan konsisten dari waktu ke Pengujian ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap item pernyataan dalam kuesioner adalah reliabel dan dapat Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,600. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Uji Reabilitas Variabel Teknologi Informasi Variabel Modal Kerja Variabel Daya Saing Reabilitas Coefecient 5 Item Cronbrach Alpha Keterangan 5 Item Reliabel 5 Item Reliabel Reliabel Uji Asumsi Klasik Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 Uji Normalitas Uji berdistribusi normal. Berdasarkan metode Kolmogorov-Smirnov, diperoleh nilai sebesar 0,270 (> 0,. , sehingga disimpulkan bahwa data berdistribusi Uji Multikolinearitas Hasil uji menunjukkan bahwa semua nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,01. Maka dapat disimpulkan tidak terdapat multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik di atas maupun di bawah nol pada sumbu Y. Artinya, tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model Berdasarkan hasil uji asumsi klasik multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi seluruh asumsi dasar. Uji normalitas menunjukkan data residual berdistribusi normal karena nilai signifikansi > 0,05. Tidak multikolinearitas karena nilai VIF seluruh variabel independen < 10 dan nilai tolerance > 0,01. Sementara itu, hasil grafik scatterplot menunjukkan pola penyebaran titik yang acak dan merata, yang berarti tidak terjadi gejala Dengan demikian, model layak untuk digunakan dalam analisis regresi lebih lanjut. Analisis Regresi Linear Berganda Persamaan regresi linear berganda yang diperoleh dari hasil analisis adalah: Y = 0,588X1 0,141X2 Dimana: X1 = Teknologi Informasi. X2 = Modal Kerja. Y = Daya Saing Uji Hipotesis Uji F (Simulta. Hasil uji menunjukkan nilai F hitung sebesar 13,311 > F tabel sebesar 2,69 dengan taraf signifikansi 0,05. Maka Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan HCA ditolak dan HCA diterima. Artinya, variabel Teknologi Informasi dan Modal Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Daya Saing UMKM. Uji t (Parsia. Teknologi Informasi (X. : Nilai t hitung = 3,867 > t tabel = 1,674, maka terdapat pengaruh signifikan terhadap Daya Saing (Y). Modal Kerja (X. : Nilai t hitung = 4,932 > t tabel = 1,674, maka juga berpengaruh signifikan terhadap Daya Saing (Y). Dengan demikian, baik variabel Teknologi Informasi maupun Modal Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan daya saing. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel Teknologi Informasi dan Modal Kerja secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap Daya Saing UMKM. Hal ini dibuktikan melalui uji F dengan nilai F hitung sebesar 13,311 yang lebih besar dari F tabel 2,69 dan signifikansi < 0,05, yang berarti kedua variabel bebas secara bersama-sama memengaruhi variabel terikat. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki nilai t hitung > t tabel dan signifikansi < 0,05, sehingga masingmasing variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap Daya Saing secara Analisis Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (RA) sebesar 66,2% menunjukkan bahwa variasi variabel Daya Saing (Y) dapat dijelaskan oleh variabel Teknologi Informasi (X. dan Modal Kerja (X. sebesar 66,2%. Sisanya 33,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Pengaruh Teknologi Informasi terhadap daya saing Berdasarkan hasil olah data diketahui ychitung variabel Teknologi Informasi terhadap daya saing yaitu sebesar 3. ketetapan taraf kesalahan 0. 05 atau 5% dengan menggunakan rumus db = . menurut Riduwan . , db = 50-2 = 48 maka didapatkan nilai dari yctabel yaitu 1. Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 Berdasarkan perolehan perhitungan diatas maka dapat diberi kesimpulan bahwa ychitung lebih besar dari pada nilai yctabel 3. 867> 1. maka ya0 ditolak dan ya1 diterima, maka adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel Teknologi Informasi terhadap daya saing UMKM Labuhan Batu Selatan. Daya saing UMKM dapat diwujudkan salah satunya dengan penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan transformasi bisnis, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi (Rahmana, 2. , memperluas jaringan pemasaran dan memperluas market Dari hasil uji t menunjukkan bahwa variabel teknologi secara parsial mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Daya Penelitian yang di laksanakan oleh Rahmana . juga memperjelas bahwa terknologi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya saing menurutnya salah satu faktor penting yang akanmenentukan daya saing UMKM adalah teknologi informasi (TI). Penggunaan kantransformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar. Studi kasus di Eropa juga menunjukkan bahwa lebih dari 50% produktivitas dicapai melalui investasi di bidang TI. UMKM dikatakan memiliki daya saing global apabila mampu menjalankan operasi bisnisnya secara reliable,seimbang, dan berstandar tinggi. Adeosun, et al . memberikan nilai positif bagi strategi manajemen yang terkait dengan aspek komunikasi, akses informasi, pengambilan keputusan, manajemen data dan knowledge management pada sebuah organisasi. TI dapat menjadi kekuatan strategi dan alat bagi organisasi yang memberikan keuntungan pada aspek promosi dan kekuatan daya saing (Buhalis, 2. Hengst dan Sol . keuntungan bagi organisasi bisnis untuk mengurangi biaya dan meningkatkan melakukan koordinasi dengan pihak luar. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan era knowledge-based economy saat ini adalah penting bagi UMKM untuk melakukan adopsi TI. Karena adopsi TI memberikan kemampuan bagi UMKM untuk memberikan layanan yang semakin baik dan daya saing (Apulu dan Latham, 2. Pengaruh Modal Kerja Terhadap Daya Saing Diketahui dari hasil olah data bahwa ychitung variabel Modal Kerja Terhadap Daya Saing yaitu sebesar 4. dengan ketetapan taraf kesalahan 0. 05 atau 5% dengan menggunakan rumus db = . menurut Riduwan . , db = 50-2= 48 maka didapatkan nilai dari yctabel yaitu 1. Berdasarkan perolehan perhitungan diatas maka dapat diberi kesimpulan bahwa ychitung lebih besar dari pada nilai yctabel 4. 932> 1. maka ya0 ditolak dan ya1 diterima, maka adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel Modal Kerja Terhadap Daya Saing UMKM Labuhan Batu Selatan. Adiningsih . yang menyatakan bahwa masalah yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah adalah masalah finansial dan masalah nonfinansial, masalah finansial diantaranya adalah kurangnya kesesuaian . erjadinya missmatc. antara dan yang tersedia yang dapat diakses oleh UMKM, tidak adanya pendekatan yang sistematis dalam pendanaan UMKM, biaya transaksi yang tinggi yang disebabkan karena prosedur kredit yang cukup panjang, kurangnya akses ke sumber dana yang formal, bunga kredit untuk investasi maupun modal kerja yang cukup tinggi, banyak UMKM yang belum bankable dengan artian belum mempunyai pembukuan yang jelas. Sedangkan masalah nonfinansial mencakup kurangnya pengetahuan tentang teknologi produksi dan kontrol kualitas, kurangnya pengetahuan tentang pemasaran, keterbatasan sumberdaya manusia terkait dengan pendidikan dan keterampilan dan kurangnya pemahaman mengenai keuangan dan akuntansi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa variabel modal kerja memengaruhi daya saing pada UMKM produk Alwi Pranata Rambe1. Nurbaiti2. Nurul Jannah3 asli Kab Labuhan Batu Selatan. Maka hasil penelitian ini mendukung hipotesis. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel Modal memiliki pengaruh terhadap Daya saing. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian di lapangan yang menunjukkan bahwa besar kecilnya modal awal yang digunakan dijadikan patokan untuk memperlancar dan mengembangakan usaha dalam menghadapi daya saing pada industri Modal kerja merupakan sarana yang digunakan oleh para pelaku bisnis dalam memproduksi barang dan jasa yang dimiliki. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap usaha atau perusahaan membutuhkan dana atau biaya untuk dapat beroperasi. Hal ini sebenarnya menjadi persoalan yang dihadapi oleh hampir semua pengusaha, karena untuk memulai usaha dibutuhkan pengeluaran sejumlah uang sebagai modal Pengeluaran tersebut digunakan untuk membeli bahan baku yang mana bahan-bahan tersebut yang digunakan untuk operasional perusahaan sehingga dapat menghasilkan sejumlah output yang kemudian dapat dijual untuk mendapat sejumlah uang pengembalian modal dan keuntungan. Hampir seluruh UMKM produk asli Kota Bengkulu menggunakan modal sendiri pada saat memulai untuk menjalankan usaha. Seiring berjalannya waktu, untuk memperlancar usaha yang telah dijalankan, selain bergantung pada hasil keuntungan yang telah didapat, para pengusaha industri ini juga menambah modal pinjaman dari pihak eksternal seperti bank dan Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Wardhani dan Agustina bahwa modal berpengaruh terdapa daya saing. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara teknologi dan modal terhadap daya saing UMKM di Labuhan Batu Selatan. Penelitian menunjukkan bahwa variabel teknologi berpengaruh positif terhadap daya saing UMKM, artinya Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan penerapan teknologi yang efektif dapat memperkuat posisi kompetitif usaha kecil dan menengah di daerah ini. Selain itu, variabel modal juga terbukti berpengaruh positif terhadap daya saing UMKM, dimana memungkinkan pelaku UMKM untuk berinvestasi dalam peralatan, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang lebih baik. Dengan kata lain, baik teknologi maupun modal merupakan faktor kunci yang dapat mendongkrak daya saing UMKM di Labuhan Batu Selatan, menjadikannya lebih mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Temuan ini memberikan gambaran bahwa peningkatan akses terhadap teknologi dan sumber modal yang lebih baik adalah langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di daerah tersebut. Para pemilik UMKM produk asli Labuhan Batu Selatan diharapkan lebih mengoptimalkan penggunaan faktor modal untuk mencapai produksi yang mampu mewujudkan industri sepatu menjadi produk unggulan di wilayah Labuhan Batu Selatan secara terus menerus. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan bahwa pada kondisi yang riil, adopsi teknologi di kalangan UMKM masih sangat rendah. UMKM juga memperluas teknologi dapat dioptimalkan untuk hal-hal yang mempunyai nilai strategis dan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagiusaha. Bagi para peneliti, pada penelitian berikutnya dapat ditambahkan variabel dan atau indikator baru untuk memperkaya dan memperluas instrumen kuesioner, dapat memperluas area cakupan penelitian. DAFTAR PUSTAKA