Doa Sebagai Budaya Hidup dan Sarana Membina Karakter Kaum Muda Monika Ignatia STAKat Negeri Pontianak monikasrmonikasfic@gmail. Abstrak Doa merupakan hal yang sangat penting dalam hidup sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Melalui tulisan dengan judul Audoa sebagai budaya hidup dan sarana untuk membina karakter kaum mudaAy, penulis ingin mengajak kaum muda lebih mengutamakan hidup doa alam kehidupan seharihari. Terlebih di dalam dunia yang modern saat ini, kehidupan doa, terutama untuk orang muda sangatlah penting. Berdoa dengan setia kepada Tuhan kiranya mampu membangun karakter yang baik bagi kaum muda, menjadi benteng agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengamatan terhadap orang kaum muda, terjadi banyak masalah seperti pergaulan bebas, tidak peduli dengan sesama, individualis, emosional, dan kurang bijaksana dalam mengambil Berdasarkan pengamatan tersebut, maka metode analisis yang digunakan yaitu melalui pengamatan, serta mendapatkan informasi dari literasi, orang-orang terdekat, teman, kenalan, masyarakat, guru, orang tua, serta informasi dari media sosial tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh orang muda. Melalui analisis tersebut penulis dapat memberikan solusi kritis serta bermanfaat bagi kaum muda untuk lebih tekun dan setia dalam doa, sehingga doa menjadi budaya baru dan menarik bagi kaum muda. Melalui doa yanng sungguh mendalam menjadikan kaum muda lebih berkarakter, dapat diandalkan, bertanggung jawab, disiplin, beriman, dan tabah tidak gampang Kaum muda dapat meneladan pribadi Yesus yang berdoa lebih dulu sebelum melakukan segala sesuatu. Kata kunci: Doa, beriman, bijakasana, bertanggung jawab, bijaksana, dan tabah Abstract Prayer is a very important thing in life as a person who believes in God. Through an article with the title "prayer as a culture of life and a means to develop the character of young people", the author wants to invite young people to prioritize prayer in the natural world of everyday life. Especially in today's modern world, prayer life, especially for young people, is very important. Praying faithfully to God will be able to build good character for young people, becoming a bulwark to avoid deviations in everyday life. Through observations of young people, there are many problems such as promiscuity, not caring about others, individualism, emotionality, and lack of wisdom in making decisions. Based on these observations, the analysis method used is through observation, as well as obtaining information from literacy, people closest to them, friends, acquaintances, the community, teachers, parents, as well as information from social media about the problems faced by young people. Through this analysis, the author can provide critical and useful solutions for young people to be more diligent and faithful in prayer, so that prayer becomes a new and attractive culture for young people. Through truly deep prayer, young people become more characterful, reliable, responsible, disciplined, faithful and steadfast, not giving up easily. Young people can imitate the person of Jesus who prayed first before doing anything. Key words: Prayer, faith, wisdom, responsibility, wisdom, and steadfastness PENDAHULUAN Pengertian doa menurut Katekismus Gereja Katolik, yang mengutip St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, yaitu mengarahkan pandangan kita kepada Allah di Surga, pengangkatan hati kita kepada Tuhan atas dasar kasih kita kepadaNya, untuk mengucap syukur atau pun untuk memohon rahmat dan pertolongan-Nya, doa juga mengarahkan hidup kita kepada tujuan akhir kita yang sesungguhnya, sehingga kita tidak mudah hanyut dalam kesulitan hidup atau pun terbuai dalam kenikmatan dunia. Sebaliknya, kita dapat menjalani kehidupan ini dengan pengharapan yang teguh akan tujuan akhir yang menjadi tujuan Allah menciptakan kita. Yaitu bahwa Allah yang telah memilih kita akan selalu mendampingi kita sampai kita dapat memasuki kehidupan kekal bersamaNya . Ef 1:3-. Hidup dalam dunia yang serba cangih dan modern pada saat ini, sebagai manusia yang tidak sempurna, tentu akan banyak mengalami gejolak kehidupan. Permasalahan pribadi, kelompok, teman dekat atau sahabat, dengan anggota keluarga, dengan sesama yang berbeda pandangan, perbedaan paham yang membawa pada pertangkaran atau peselisihan. Permasalahan tersebut tentu akan menimbulkan perasaan sedih, duka, ditolak, terluka, dan patah harapan. Situasi dan kondisi yang demikian tentu tidak luput dari kaum muda yang masih menjalani pendidikan menegah, tingkat atas maupun yang sudah diperguruan Kiranya doa dan penyerahan kepada Allah sangat menolong setiap orang yang memohon kepadaNya. Doa yang setia dan tekun kepada Allah, niscaya membawa suatu pembaharuan dalam diri setiap orang, terlebih bagi kaum muda, doa menjadi benteng agar mampu dan siap menghadapi setiap masalah dan tantangan yang akan menghadang, serta mampu juga menjauhkan kaum muda dari pribadi yang lemah, gampang menyerah, serta sikap-sikap dan tindakan yang merusak diri dan orang lain. Semoga melalui tulisan ini, banyak orang tergerak hati untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu, tekun, dan setia, terlebih kaum muda. Maka doa akan membawa penyembuhan atau solusi dalam setiap permasalahan dan penderitaan hidup. Sebagaiama Yesus sendiri begitu setia dalam doa, ketika akan ditangkap dan diadili. Yesus berdoa di Taman Getsemani mohon kekuatan dari Bapa-Nya. AuYa Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku. tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadaNya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. (Luk 22: 42-44. Hal ini mengajarkan kepada kita bagaimana berdoa. Ia mengajarkan agar lebih mengutamakan kehendak Allah. Doa tidak terpusat pada diri, melainkan keluar dari diri sendiri, dan terpusat pada Tuhan, percayalah doa akan dikabulkan oleh Tuhan. (Anthony de Mello SJ. Dengan demikian doa menjadi suatu budaya yang sangat istimewa dan menarik, yang membawa pambaharuan dalam hidup dan dapat membina karakter kaum menjadi lebih baik. METODE Data yang diperoleh melalui pengamatan, pengalaman langsung dilapangan, serta mendapatkan informasi dari literasi, orang-orang terdekat, teman, kenalan, masyarakat, guru, orang tua, tentang masalahmasalah yang dihadapi oleh orang muda. Melalui data tersebut, penulis menemukan bahwa orang muda mengalami banyak masalah. Sehinga akibat dari tindakan orang muda tersebut, banyak masalah yang Masalah-masalah tersebut yaitu: seperti pergaulan bebas, tidak peduli dengan sesama, individualis, emosional, dan kurang bijaksana dalam mengambil keputusan, tidak tahu arah tujuan hidup. Berdasarkan data di atas, maka penulis berharap melalui tulisan doa sebagai budaya hidup dan sarana untuk membina karakter kaum muda dapat membantu untuk mengarahkan kaum muda untuk lebih bijakasana, mampu membangun karakter yang lebih baik. HASIL PEMBAHASAN Melalui pengamatan terhadap orang kaum muda, penulis menemukan bahwa pergaulan bebas, tidak peduli dengan sesama, individualis, emosional, dan kurang bijaksana dalam mengambil keputusan, tidak mengetahui tujuan arah hidupnya, merupakan sebagai dampak dari kurangnya hidup doa dalam diri kaum Hal ini tanpa disadari membentuk karakter yang kurang baik dalam diri kaum muda. Melalui sharing dari dua orang siswa SMA, penulis mendapatkan fakta bahwa ketika dia malas untuk berdoa, emosinya lebih menonjol, sering marah-marah, namun ketika dia mulai rajin untuk berdoa, maka ia mengalami perubahan dalam dirinya, bahwa dia tiak lagi emosional seperti sebelumnya. Berdasarkan pengamatan dari penulis terhadap kaum muda yang jarang berdoa, lebih mudah untuk berbohong, malas, tidak bersemangat, mudah emosi, dan cepat menyerah ketika menghadapi masalah. Informasi yang diperoleh dari orang tua dari kaum muda yang dikenal, juga mengatakan bahwa anaknya malas untuk berdoa, maka anaknya menjadi malas, suka berbohong, tidak semangat untuk belajar. Termasuk siswa yang dikenal oleh penulis, ketika dia sebelumnya malas berdoa, malas mengerjakan tugas, penulis memberi nasihat, motivasi, serta setiap kali pelajaran agama selalu bertanya Ausiapa tidak ke gereja hari Minggu kemarinAy. Pertanyaan yang selalu diajukan setiap memulai pembelajaran sebagai bentuk perhatian kepada siswa agar lebih rajin untuk berdoa, ternyata membawa hasil. Siswa tersebut menjadi lebih rajin berdoa, rajin kegereja, lebih sopan, dan orang tuanya senang dengan perubahan dalam diri Selain hal-hal di atas, kekuatan doa sungguh memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan Sebagaimana dikatakan dalam artikel yang mengatakan bahwa setiap insan pasti mengalami masalah atau problema yang menghimpit sampai rasanya tidak sanggup untuk keluar dari permasalahan Maka doa yang tekun dan setia akan mampu menyelesaikan segala persoalan dalam hidup kita. Yesus mengatakan agar para murid senatiasa berjaga, agar tidak jatuh dalam doa . dk Mat: 26: 0-. dalam kehidupan yang fana ini segala tantangan an rintangan dalam hidup tidak dapat kita atasi jika kita tidak berdoa, karena hanya melalui doa permohonan kepada Tuhan, memampukan kita menghadapi masalah dalam kehidupan ini (Erenzh Pulalo: 2. Berdasarkan fakta di atas, penulis menampilkan tidak bentuk doa sebagai penopang bagi hidup manusia di peziarahan dunia menuju kebahagiaan di surga, agar mampu menghadapi segala macam realita kehidupan, khususnya realita kehidupan kaum muda. Doa menurut Katekismus Gereja Katolik Dikatakan oleh St. Teresia dari kanak-kanak Yesus, doa adalah Auayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan" Doa sebagai ayunan hati, mengandaikan bahwa doa tidaklah sulit, asal manusia berdoa dengan kerendahan hati . dk Rm: . memohon kepada Tuhan. Sikap rendah hati dihadapan Tuhan dalam doa, niscaya, akan memperoleh anugerah atas doa yang kita sampaikan kepada Tuhan (KWI, 2. Allah menghendaki kita haus akan Dia, maka kita diharapkan untuk menemukan dan mencari Allah dalam doa, karena Allah sendiri haus untuk bertemu dengan kita umat-Nya (KWI, 2. Ayunan doa kita dengan segala kerenahan hati dihadapan Allah diberkati oleh Allah dan dikabulkan sebagai jawaban kasih Allah kepada kita secara cuma-cuma. (KHK 2561: 2016: . Mengarah kepada arti doa menurut St. Teresia dari kanak-kanak Yesus dan doa menurut KHK, doa hendaknya sungguh dihidupi oleh seluruh umat beriman, tidak terlewati kaum muda. Karena kaum mudalah yang sangat mudah rapuh ketika berhadapan dengan kenyataan hidup yang ternyata tidak selalu manis, melainkan juga banyak kepahitan yang dialami. Maka doa sebagai ayunan hati kiranya memampuka kaum muda untuk telun berdoa kepada Tuhan, yang akhinya dapat membentuk karakter pribadi yang kuat dan tangguh. Jadikanlah doa sebagai hidup kita, sebagai jiwa kita, doa sebagai napas hidup manusia, bahwa doa adalah kebutuhan bagi kaum muda dimasa sekarang dan selamanya. Jangan sampai kita melupakan Allah. Sang sumber hidup, untuk itu kita dituntut untuk setia berdoa kepada Allah, karena Dialah napas hidup kita manusia. (KGK 2. Ketekunan serta kesetiaan dalam doa hidup lebih mudah, lebih ceria, akan berbahagia, serta membentuk pribadi atau karakter kita menjadi orang muda yang mampu mengendalikan emosi, lebih disiplin, bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Sebagai kaum muda, sebagai penerus kehidupan menggereja hendaknya berdoa dengan tidak jemujemu. Dapat juga berdoa secara berkala untuk menumbuhkan sikap hidup doa. Seperti doa pagi dan doa malam, doa sebelum dan sesudah makan, dan ibadat harian. Hari Minggu yang berpusat pada Ekaristi secara khusus dikuduskan oleh doa. Tahun Gereja dengan pesta-pestanya yang besar adalah patokan waktu dalam kehidupan doa orang-orang Kristen. (KGK 2. Contoh mengikuti misa harian, sekarang ini penulis melihat bahwa yang mengikuti misa harian hanya para suster dan umat yang sudah lanjut usia, separuh baya, dan masih usia produktif, sedangkan orang muda tidak ada yang berminat untuk misa harian, hanya sekali-kali ada orang muda ditempat penulis tinggal. Ketika ditanya mengapa tidak menghadiri misa harian, jawabannya dengan seribu alasan, dan yang pasti tidak bisa bangun pagi. Misa hari minggu pun hanya sebatas kewajiban dan sedikit terpangksa. Karena sebagai guru agama, penulis tidak pernah bosan bertanya kepada siswa Auapakah misa pada hari mingguAy, jika tidak maka diberi sanksi. Meskipun ada juga manfaatnya, mereka menjadi lebih rajin kegereja, yang sebelumnya hanya AunapasAy saja jika ke gereja. Tidak masalah, yang penting sudah ada sedikit kemajuan untuk mau berdoa dan ke gereja. Penulis juga memotivsi, mengajak orang muda untuk rajin berdoa, bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain, sebagai bentuk berbelarasa kepada sesama yang membutuhkan. Doa dapat memupuk sikap baik bagi orang muda dari hari ke hari menjadi pribadi yang semakin dewasa, bijaksana, dan rendah hati. Melalui doa, kita sungguh merasakan bahwa Tuhan senantiasa membimbing manusia pada jalan yang berkenan kepada-Nya. Kita dapat berdoa secara lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya cara doa ini memberikan ketenangan batin. Kita juga diharapkan setia menengarkan Sabda Allah agar kita senantiasa hidup di hadirat Allah. (KGK 2. Doa menolong orang untuk bertobat Dalam 1Yoh: 5:16: "Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya". Dalam Kis: 16:31. Paulus berkata "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu", berdasarkan pernyataan tersebut, jelas sekali bahwa melalui doa orang-orang yag belum bertobat, dengan doa yang kita haturkan kepada Tuhan akan membawa pertobatan pada setiap orang yag kita doakan. Doa yang jujur dihadapan Tuhan dapat mempengaruhi orang lain supaya tunduk kepada Allah. Kita juga hendaknya mengasihi orang-orang yang kita doakan dengan penuh semangat dan terus-menerus. Kasih kita kepada mereka yang kita doakan kepada Alalh akan sungguh didengarkan Tuhan, yakinlah doa kita membawa buah pertobatan bagi orang berdosa dengan kuasa yang berasal dari Allah. (NN, 2. Doa menurut Iman Katolik Doa yaitu mengarahkan hati kepada Allah, bukan sekadar rumusan hafalan, melainkan bagaimana penyerahan diri kita dihadapan Allah (Iman Katolik: 1996: . Semua umat manusia, setiap jenjang usia dalam kehidupan sehari-hari doa hendaknya menjadi suatu kebutuhan. Sebagai bentuk penyerahan diri kepada seluruh penyelenggaraan ilahi. Dalam peziarahan di dunia yang serba modern, setiap insan dalam setiap situasi kehidupan, sebagai anak, orang tua, pekerja, dan siapa pun, tentu memiliki permasalahan atau problema kehidupan. Baik disekolah, tempat kerja, lingkungan, dalam keluarga juga tidak luput dari situasi yang terkadang membuat frustasi, cemas, takut, dan tidak berdaya. Maka doa adalah jawaban atas semua peristiwa hidup. Paulus berkata bahwa Roh berdoa untuk kita, bahwa Allah menyelidiki hati nurani kita, mengetahui maksud Roh. Rohlah yang berdoa sesuai dengan kehendak Allah (Iman Katolik: 1996: . Hal ini mau mengatakan kepada kita bahwa doa bukan jasa-jasa kita melainkan karena kasih Allah kepada kita manusia. Maka doa yang lahir dari kedalam iman kita, kedalaman hati kita, bahwa yang kita panjatkan sungguh merupakan ungkapan sukacita dan syukur kepada Tuhan. Maka suka cita akan memenuhi hidup (Iman Katolik: 1996: . Baiklah kita merenungkan kata-kata motivasi dari Bunda teresa berikut ini. AuBuah keheningan adalah Buah doa adalah iman. Buah iman adalah cinta. Buah cinta adalah pelayanan. Buah pelayanan adalah damaiAy (Bunda Teres. Bagi kaum muda kata-motivasi dari Bunda Teresia dapat inspirasi untuk lebih tekun dan setia untuk berdoa, dimana doa dapat mengubah segalanya. Termasuk membina pribadi menjadi pribadi yang lebih dewasa, mengingat keterbatasan akan keterbatasan diri yang tergantung pada Tuhan. Lebih mampu mengendalikan emosi dan doa dapat memberikan rasa tenang dan damai. Hati yang terarah kepada Allah, membawa suasana hati yang tenteram, lebih mencintai Tuhan dan semua yang dikehendaki Tuhan, sehingga sungguh dapat membentuk pribadi serta karakter yang menyenangkan Allah dan sesama. Bimbingan Doa Doa merupakan praktik kehidupan rohani dihadapan Allah. Doa dapat dilakukan oleh semua orang, meskipun demikian doa juga memerlukan bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman dalam hal doa, agar doa sungguh terarah kepada Allah. Mereka yang dapat membimbing kita dalam doa tentu mereka yang telah terbukti kehidupan rohaninya. Khususnya para santo dan santa. Mereka adalah teladan dalam hal berdoa, dimana mereka menghadirkan Allah dalam doa-doa mereka. Orang muda dapat meneladan orang kudus, santo dan santa ini dalam hal mengarahkan hati kepada Allah. Doa dapat berupa doa pujian, syukur, dan permohonan. Dalam kitab Mzm 25:1, dikatakan AuKepadaMu ya Tuhan, kuangkat jiwakuAy Yesus Tokoh Pendoa Selain para orang kudus. Yesus adalah tokoh teladan dari semuanya. Dialah Sang teladan doa yang terarah kepada Bapa di surga. Sekalipun Ia sangat sibuk, hingga makanpun tidak sempat (Mrk. 6: . Yesus bersama para murid pergi keatas bukit untuk berdoa (Mat. Dalam setiap situasi, perkerjaan, saat Yesus memanggil para murid, saat ditanggap untuk diadili oleh penguasa dunia. Yesus senantiasa mengarahkan hati kepada Bapa, bersatu dengan Bapa dalam doa. (Mat. 6:37-. Sebagai orang mudapun perlu kiranya untuk latihan doa atau belajar berdoa melalui bimbingan kepada mereka yang lebih berpengalaman, misalnya guru agama, katekis, orang tua, para religius. Sehingga orang muda sungguh dikuatkan untuk setia dalam doa dalam situasi apa pun, meskipun sibuk, tetap memberi waktu untuk bertemu, bersatu dengaan Tuhan, mengarahkan hati kepada Tuhan yang empunya segala sesuatu dan tujuan hidup manusia. Sehingga lebih semangat untuk berdoa dan berkarya bagi sesama. Doa menurut Anthony de Mello SJ. Doa menurut Anthony de Mello SJ sangat singkat yaitu doa adalah penyatuan dengan Allah (Yahya. Krisis identitas dapat terjadi pada semua orang, tidak luput juga dalam diri orang dewasa, seperti kaum religius contohnya, dimana mereka terkadang lupa terhadap identitasnya. Lupa siapa dirinya dalam dunia yang moderen ini, yang penuh dengan kesibukkan dan karya. Dalam sebuah keluarga juga sering mengalami krisis, antara suami-istri, anak-anak, pengalaman suka duka pasti selalu menghampiri. Terlebih dalam diri kaum muda, tidak jarang kita menyaksikan krisis yang terjadi dalam kehidupan nyata. Bahkan sampai ada yang mencoba menghilang dari muka bumi, karena begitu banyaknya masalah sehingga terjadi krisis identitas diri, harga diri, tujuan hidup, merasa hidup hanya sia-sia saja. (Anthony de Mello SJ. Hidup di Hadirat Allah, 1. Ditengah krisis yang melanda hidup, maka sangat baik jika mengambil waktu hening. Dikeheningan bersama Tuhan niscaya membawa kedamaian dan ketenangan batin, karena doa orang benar dan tulus didengarkan oleh Tuhan. Untuk itu janganlah ragu menghadap hadirat Allah yang maha baik. Ia akan menjawab doa kita, asal kita berdoa dengan tekun dan setia. Kaum muda bangkitlah, jangan kuatir akan hidupmu. Tuhanlah andalan dalam setiap permasalahan hidupmu. Saya percaya, dengan doa yang mendalam, mampu menipis krisis yang melanda hidup, dan membawa pembaharuan, membawa pertobatan dalam diri sehingga tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan tangguh. Kesatuan dengan Allah dalam doa, mampu mengatasi segalanya. AuCarilah dahulu kehendak Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamuAy (Mat. 6: . (Hidup di Hadirat Allah, 1993, p. Keheningan batin Menurut Anthony de Mello, syarat untuk dapat bersatu Sang Ilahi yaitu melalui keheningan batin. Berdoa tiadk harus dengan kata-kata, melainkan dengan keheningan batin, kita membiarkan Allah masuk dalam hati kita, membuka hati bagi Allah. Kita juga harus menanggalkan pikiran dan kata-kata untuk memperoleh keheningan batin. Maka dalam keheningan batin tersebut kita akan bersatu dengan Allah. (Yahya, 2. Dalam keheningan memampukan kita menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa Untuk itu, ternyata keheningan batin sungguh membawa dampak yang luar biasa bagi hidup Dalam keheningan kita dapat melihat kehendak Allah, dapat mengambil kebijakkan yang dapat Dalam keheningan. Tuhan akan menunjukkan apa yang harus kita lakukan, apa yang baik, dan apa yang sempurna. Dalam keheningan juga, terutama bagi kaum muda menentukan tujuan hidup atau kemana arah Terutama menentukan pilihan hidup, menjadi apakah saya, apa yang harus dilalukan untuk mengisi hidup ini. Keheningan mampu untuk membina karakter menjadi pribadi yang dikehendaki Tuhan, sebagai penyalur kasih Allah, sebagai bentuk pewartaan akan kebaikan Allah kepada semua orang. Melalui keheningan, memberikan pembelajaran bagi kaum muda bagaimana menimba kekuatan dari Tuhan untuk menjawab segala persoalan hidup. Dan Tuhan pasti akan memberikan jalan keluarnya, segala sesuatu pasti akan indah pada waktunya, sesuai dengan kehendak Tuhan. Untuk itulah penulis mengajak kaum muda agar senantiasa memberi waktu untuk hadir dihadapan Tuhan dalam keheningan, dari segala kesibukkan, dari segala kecemasan yang melanda hidup. Agar dalam keheningan, sungguh menemukan kehendak Tuhan dan sungguh bersatu dengan-Nya. KESIMPULAN Doa Sebagai Budaya Hidup Dan Sarana Membina Karakter Kaum Muda, memotivasi, mengajak, menggugah kaum muda untuk membuka hati pada penyelenggaraan Tuhan dalam keheningan doa. Mendorong kaum muda untuk lebih tekun berdoa tanpa jemu-jemu, terlebih dalam menghadapi permasalahan atau problema kehidupan. Krisis kehidupan yang membuat tak berdaya, maka doa yang tak jemu-jemu senantiasa mengandalkan Tuhan dalam peziarahan hidup di dunia ini, akan mengatasi Doa akan membawa kebahagiaan hidup, ketenangan, kedamaian, pribadi kita memberikan kesejukan bagi setiap orang yang berada didekat kita. Karena kita, terlebih kaum muda adalah pribadi yang dapat menjadi teladan, kebahagiaan disekitarr kita. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang maha baik, karena berkat penyertaan, bimbingan-Nya tulisan ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa tulisan dengan temaAy Doa Sebagai Budaya Hidup Dan Sarana Membina Karakter Kaum MudaAy, masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran penulis harapkan dari pembaca dan siapa saja yang kiranya menjadikan tulisan ini sebagai referensi. Atas perhatian kritik dan saran terhadap tulisannya ini, penulis mengucapkan ribuan terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Identitas Penulis Monika Ignatia. Pd. Lahir di Bengkayang. Kabupaten Bengkayang, 17 Juni 1975. Menyelesaikan S1 IP Teologi di Atmajaya Jakarta Tahun 2007. Sejak Tahun 2019 Ae 2023 mengajar di SMA Don Bosco Sanggau Kapuas. Daftar Pustaka