Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol. No. 1 bulan Desember 2025. e-ISSN : 3031-8793 JURNAL KESEHATAN CENDIKIA JENIUS (The Health Journal of a Brilliant Researche. https://jurnal. cendikiajenius-ind. id/index. php/jenius/index Efektivitas Pendidikan Gizi Seimbang secara Daring melalui Zoom Meeting terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja SMP Effectiveness of Online Balanced Nutrition Education via Zoom on Knowledge and Attitudes of Junior High School Adolescents Kamila Aisyah*. Nenny Triastuti. Annisa Nurida Universitas Muhammadiyah Surabaya . kamilasyh@gmail. Universitas Muhammadiyah Surabaya . nennytriastuti38@gmail. Universitas Muhammadiyah Surabaya . annisanurida@um-surabaya. amilasyh@gmail. ABSTRACT Adolescence is a critical period characterized by rapid growth, hormonal changes, and increased nutritional An imbalance in nutrient intake may lead to health problems such as anemia, undernutrition, and Digital media has the potential to serve as an effective platform for nutrition education tailored to This study aimed to evaluate the effectiveness of online balanced nutrition education delivered via Zoom Meeting on the knowledge and attitudes of junior high school students in Surabaya. A quasiexperimental design with a pretest-posttest control group was employed. The sample consisted of 77 students aged 13Ae15 years from SMPN 46 and SMPN 48 Surabaya, selected purposively. The intervention involved a 120-minute balanced nutrition education session using visual presentations, videos, and infographics. Research instruments included a knowledge questionnaire . and an attitude questionnaire . Data were analyzed using paired sample t-test and independent sample t-test with a significance level of p < 0. The results showed a significant increase in knowledge scores after the intervention . = . and a positive shift in attitudes among most participants, particularly regarding the importance of fruit and vegetable consumption and the practice of healthy hygiene behaviors. In conclusion, online balanced nutrition education effectively improved adolescentsAo knowledge and attitudes, and it is recommended to be implemented continuously with the involvement of schools and families to encourage better nutritional practices. Keywords: Online education. Balanced nutrition. Knowledge. Adolescents. Attitudes ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis yang ditandai dengan pertumbuhan pesat, perubahan hormonal, dan peningkatan kebutuhan gizi. Ketidakseimbangan asupan dapat menimbulkan masalah gizi seperti anemia, gizi kurang, maupun obesitas. Media digital memiliki potensi sebagai sarana edukasi gizi yang sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan gizi seimbang berbasis daring melalui Zoom Meeting terhadap pengetahuan dan sikap remaja SMP di Surabaya. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group. Sampel penelitian adalah 77 siswa berusia 13Ae15 tahun dari SMPN 46 dan SMPN 48 Surabaya yang dipilih secara purposive. Intervensi berupa edukasi gizi seimbang selama 120 menit melalui presentasi visual, video, dan infografis. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan . dan sikap . Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan setelah intervensi . = 0,. serta perubahan sikap ke arah positif pada sebagian besar responden, termasuk kesadaran pentingnya konsumsi buah dan sayur serta penerapan perilaku hidup bersih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan gizi seimbang berbasis daring efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja, sehingga disarankan diterapkan secara berkelanjutan dengan melibatkan dukungan sekolah dan keluarga untuk mendorong praktik gizi yang lebih baik. Kata Kunci: Edukasi daring. Gizi seimbang. Pengetahuan. Remaja. Sikap A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Kamila Aisyah, et al Effectivenessof Online Balanced Nutrition Education Via Zoom Effektifitas Pendidikan Gizi Seimbng secara Daring melalui Zoom PENDAHULUAN Masa remaja merupakan fase kritis dalam siklus kehidupan manusia karena ditandai dengan pertumbuhan cepat, pematangan hormon, dan perubahan perilaku makan. Pada periode ini kebutuhan zat gizi meningkat, sehingga remaja rentan mengalami masalah gizi bila asupan tidak seimbang. Secara global, remaja menghadapi double burden of malnutrition, yakni kekurangan zat gizi mikro . isalnya anemia defisiensi bes. bersamaan dengan meningkatnya prevalensi overweight dan obesitas. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kapasitas kognitif, produktivitas, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular di masa dewasa 1. Masalah gizi semakin kompleks di Indonesia karena remaja menghadapi triple burden of malnutrition yang mencakup gizi kurang, anemia, dan obesitas. Analisis Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja usia 15Ae24 tahun mencapai 32%, sementara prevalensi obesitas meningkat dari 7,3% . menjadi 13,5% . Sekitar satu dari empat remaja putri menderita anemia, sementara satu dari tujuh remaja mengalami obesitas 3. Penelitian juga menunjukkan bahwa obesitas dapat memperparah risiko anemia melalui mekanisme inflamasi yang mengganggu metabolisme zat besi 4Kondisi serupa juga ditemukan pada studi d. i berbagai daerah. Penelitian di Banda Aceh menemukan bahwa status gizi remaja dipengaruhi oleh pola diet, uang saku, dan pengetahuan gizi 5. Prevalensi anemia remaja putri di Bandung tercatat 13,2% dan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan tentang anemia 6 . Hasil penelitian di Palembang menunjukkan bahwa intervensi edukasi gizi meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia hingga 18 poin 7 . Penelitian di Ternate juga membuktikan bahwa edukasi mampu meningkatkan skor pengetahuan remaja secara signifikan . <0. Hal ini ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teori gizi seimbang dengan praktik konsumsi di lapangan. Seiring meningkatnya penetrasi digital, media daring memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi gizi bagi remaja. Studi di Jakarta Timur menunjukkan bahwa edukasi berbasis video signifikan meningkatkan pengetahuan gizi remaja putri . <0. Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa media podcast lebih efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dibanding flyer 10. Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan media komunikasi digital merupakan Langkah strategis untuk meningkatkan literasi gizi remaja di era modern. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa masalah gizi remaja masih menjadi isu serius baik di tingkat global, nasional, maupun lokal. Terdapat kesenjangan antara teori gizi seimbang dan praktik konsumsi makanan di kalangan remaja, sementara penelitian mengenai efektivitas edukasi gizi berbasis media daring pada remaja SMP di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan gizi seimbang berbasis media komunikasi online terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja SMP di Surabaya. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Rancangan yang dipilih adalah pretest-posttest control group design, yaitu membandingkan perubahan pengetahuan dan sikap gizi seimbang antara kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi edukasi daring dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Penelitian dilaksanakan dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat bidang gizi, dengan fokus pada masalah gizi remaja. Objek penelitian adalah siswa di SMPN 46 dan SMPN 48 Surabaya rentang usia 13Ae15 tahun. Pemilihan responden dilakukan secara purposive berdasarkan kriteria inklusi: siswa hadir saat kegiatan, bersedia mengikuti penelitian hingga selesai, serta memperoleh izin dari orang tua atau wali. Bahan utama berupa materi edukasi gizi seimbang yang disusun berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI, mencakup konsep gizi seimbang, manfaat bagi remaja, masalah gizi remaja, serta empat pilar gizi seimbang dengan pedoman Isi Piringku. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Kamila Aisyah, et al Effectivenessof Online Balanced Nutrition Education Via Zoom Effektifitas Pendidikan Gizi Seimbng secara Daring melalui Zoom Media edukasi menggunakan presentasi visual, video, dan infografis. Alat yang digunakan meliputi aplikasi Zoom Cloud Meeting sebagai sarana penyampaian materi, laptop, telepon pintar, serta kuesioner pengetahuan . dan sikap . pernyataan skala Liker. yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri Kota Surabaya secara virtual melalui aplikasi Zoom sebagai adaptasi pembatasan tatap muka pada masa pandemi COVID-19. Intervensi dilakukan pada hari Sabtu, 27 Maret 2021 dalam satu kali pertemuan dengan durasi total 120 menit. Kegiatan terdiri dari persiapan, diskusi awal, pemaparan materi, tanya jawab, post-test, dan evaluasi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum . dan sesudah . Data sekunder berupa profil sekolah dan jumlah siswa diperoleh dari dokumen resmi sekolah. Proses pengumpulan data dilakukan secara daring dengan bantuan enumerator yang telah diberikan pelatihan. Variabel independen adalah edukasi gizi seimbang berbasis media komunikasi daring, didefinisikan sebagai kegiatan penyampaian materi gizi melalui Zoom dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada remaja. Pengetahuan diukur dengan skor kuesioner pilihan ganda, dikategorikan baik (Ou76%), cukup . Ae75%), dan kurang (<56%). Sikap diukur dengan skala Likert, dikategorikan positif bila skor Ou median dan negatif bila < Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistic SPSS. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden, pengetahuan, dan sikap. Analisis bivariat dilakukan menggunakan paired sample t-test untuk menguji perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta independent sample t-test untuk menilai perbedaan perubahan skor antara kelompok eksperimen dan kontrol. Tingkat kemaknaan ditetapkan pada p < 0,05. HASIL Karakteristik Peserta Penelitian ini melibatkan 77 remaja anggota Paskibra dari SMPN 46 dan SMPN 48 Surabaya. Sebagian besar berada pada usia 13Ae14 tahun, dengan distribusi asal sekolah yang hampir seimbang antara kedua SMP tersebut. Berdasarkan hasil pengetahuan masih ditemukan 41,6% responden yang berpedoman pada konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna, sementara sisanya sudah mengenal pedoman gizi seimbang. Lebih dari separuh responden . ,2%) juga belum pernah memperoleh pendidikan gizi sebelumnya, menunjukkan masih terbatasnya paparan informasi gizi pada kelompok ini. Pola konsumsi harian menggambarkan bahwa hanya 41,6% responden yang terbiasa mengonsumsi menu lengkap terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah. Konsumsi sayur relatif lebih baik, dengan hampir separuh responden . ,7%) selalu mengonsumsi sayur setiap kali makan, meskipun 45,5% hanya sesekali dan 7,8% sama sekali tidak menyukai sayur. Sebaliknya, konsumsi buah terlihat jauh lebih rendah, di mana sebagian besar responden . ,1%) hanya mengonsumsinya sesekali dalam seminggu, 7,8% tidak menyukai buah, dan hanya 9,1% yang rutin mengonsumsi buah setiap kali makan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian remaja sudah memiliki kebiasaan konsumsi sayur yang cukup baik, secara keseluruhan pola konsumsi gizi seimbang belum tercapai, terutama pada aspek konsumsi buah yang masih sangat rendah. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Kamila Aisyah, et al Effectivenessof Online Balanced Nutrition Education Via Zoom Effektifitas Pendidikan Gizi Seimbng secara Daring melalui Zoom Variabel Usia Asal Sekolah Pengetahuan Gizi Awal Pengalaman Pendidikan Gizi Konsumsi Menu Lengkap Konsumsi Sayur Konsumsi Buah Table 1. Distribusi Karakteristiki Peserta Edukasi Kategori 12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun SMPN 46 Surabaya SMPN 48 Surabaya Masih menggunakan 4 Sehat 5 Sempurna Mengetahui pedoman Gizi Seimbang Pernah Belum Pernah Selalu . asi, lauk, sayur, bua. Tidak selalu Jarang . esekali dalam semingg. Tidak suka sayur Selalu setiap kali makan Jarang . esekali dalam semingg. Tidak suka buah Selalu setiap kali makan Perubahan Aspek Kognitif (Pengetahua. Pengetahuan gizi diukur melalui pre-test dan post-test. Dari total 77 responden yang terdaftar, hanya 32 responden yang mengikuti rangkaian kegiatan secara lengkap mulai dari pre-test, penyampaian materi, hingga post-test. Perbedaan jumlah ini terjadi karena sebagian responden tidak hadir pada saat intervensi berlangsung atau tidak mengisi instrumen secara lengkap. Sebelum dilakukan uji beda, data nilai pre-test dan post-test diuji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk. Hasil uji menunjukkan bahwa kedua data berdistribusi normal . > 0,. , sehingga analisis dilanjutkan menggunakan paired sample t-test. Hasil pretest menggambarkan tingkat pengetahuan responden masih relatif rendah. Sebagian besar peserta belum memahami dengan benar prinsip gizi seimbang, perbedaan dengan konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna, serta pentingnya konsumsi sayur dan buah setiap hari. Setelah diberikan pendidikan gizi seimbang, nilai post-test mengalami peningkatan pada hampir seluruh responden. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test dengan p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi seimbang melalui media komunikasi daring efektif meningkatkan pengetahuan gizi remaja. Peningkatan terutama terlihat pada indikator pemahaman konsep Pedoman Gizi Seimbang, pentingnya variasi konsumsi pangan, penerapan Isi Piringku, serta perilaku menjaga kebersihan. Mean Std. Deviation Tabel 2. Uji Paired Sample t-test Std. Error 95% Confidence Sig. Mean Interval of the Difference Lower Upper 242 31 . Aspek Afektif atau Respon terhadap Kegiatan Pendidikan Gizi Hasil analisis sikap menunjukkan bahwa intervensi pendidikan gizi seimbang berdampak positif pada hampir seluruh indikator yang diukur. Mayoritas responden menyatakan tertarik untuk mempelajari pengetahuan gizi lebih lanjut . ,5%) dan menilai bahwa gizi seimbang bermanfaat bagi pertumbuhan remaja . ,9%). Sebagian besar remaja juga menunjukkan kesiapan untuk menerapkan pedoman gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari . ,3%), meskipun masih terdapat sebagian kecil yang ragu atau belum setuju. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Kamila Aisyah, et al Effectivenessof Online Balanced Nutrition Education Via Zoom Effektifitas Pendidikan Gizi Seimbng secara Daring melalui Zoom Pada aspek perilaku hidup bersih 93,8% responden menyatakan setuju bahwa menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan, penting untuk kesehatan. Kesadaran akan konsumsi pangan sehat juga meningkat, ditunjukkan dengan 87,5% responden setuju bahwa sayur dan buah harus dikonsumsi setiap hari. Dukungan terhadap aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat ditunjukkan oleh hampir seluruh responden . ,9%). Selain itu, 84,4% responden menyatakan pentingnya melakukan pemantauan status gizi melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan secara rutin. Responden juga memberikan penilaian yang sangat baik terhadap media pembelajaran yang digunakan, di mana 96,9% menilai Zoom dan PowerPoint mudah dipahami dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran daring yang diterapkan tidak hanya memfasilitasi peningkatan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi terhadap terbentuknya sikap positif. Secara keseluruhan, intervensi ini memperlihatkan keberhasilan dalam memperkuat aspek afektif remaja, meliputi kesadaran manfaat gizi seimbang, penerimaan terhadap prinsip hidup sehat, serta motivasi untuk menerapkan pola makan dan perilaku yang lebih baik. Tabel 3 Distribusi Sikap Responden Terhadap Pendidikan Gizi Setuju Ragu-ragu n (%) n (%) Tertarik mempelajari pengetahuan gizi Gizi seimbang bermanfaat bagi pertumbuhan remaja Akan menerapkan pedoman gizi seimbang dalam 26 . kehidupan sehari-hari Menjaga kebersihan diri penting untuk kesehatan 30 . Konsumsi sayur dan buah setiap hari penting untuk 28 . Aktivitas fisik rutin diperlukan untuk menjaga kesehatan 31 . Pemantauan berat badan dan tinggi badan (IMT) perlu 27 . dilakukan secara rutin Media pendidikan (Zoom & PPT) mudah dipahami dan 31 . Indikator Sikap Tidak Setuju n (%) 1 . Aspek Respon Media terhadap Pendidikan Gizi Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media pembelajaran daring mendapat penerimaan yang sangat baik dari responden. Sebagian besar menilai media berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan 56,3% responden memberikan penilaian tertinggi. Materi dinilai bermanfaat dan sesuai kebutuhan remaja, sedangkan penyampaian fasilitator dianggap jelas sekaligus memotivasi. Meskipun demikian, penggunaan Zoom memperoleh penilaian yang lebih beragam. sekitar sepertiga responden menilai cukup, terutama terkait kendala teknis jaringan. Tabel 4. Respon Peserta Terhadap Media Gizi Seimbang Indikator Penilaian Kurang Cukup Baik Materi sesuai dengan kebutuhan remaja Materi bermanfaat meningkatkan pengetahuan Pendidik menyampaikan dengan jelas dan memotivasi Penggunaan Zoom mudah dan lebih menarik dibanding tatap muka Belajar dengan media membuat berani bertanya & termotivasi makan sehat Rata-rata penilaian Persentase (%) 0,0% 9,3% 34,3% Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Sangat Baik 56,25% Kamila Aisyah, et al Effectivenessof Online Balanced Nutrition Education Via Zoom Effektifitas Pendidikan Gizi Seimbng secara Daring melalui Zoom PEMBAHASAN Karakteristik responden penelitian ini menunjukkan mayoritas berusia 13Ae14 tahun, dengan distribusi hampir seimbang dari dua sekolah. Masa remaja awal memang merupakan fase kritis pertumbuhan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikososial, dan perilaku makan yang cepat. Perubahan ini memengaruhi status gizi dan kerentanannya terhadap masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi Berdasarkan tingkat pengetahuan awal masih terdapat 41,6% responden yang berpedoman pada konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna, sedangkan sebagian lainnya sudah mengenal pedoman gizi seimbang. Kondisi serupa ditemukan pada penelitian di pesantren di Indonesia, di mana hampir semua remaja . %) memiliki pengetahuan yang rendah tentang gizi seimbang dan lebih dari separuh tidak menerapkan praktik gizi yang Lebih dari separuh responden . ,2%) juga belum pernah mendapatkan pendidikan gizi. Rendahnya paparan edukasi gizi merupakan masalah umum di Indonesia, padahal intervensi berbasis pendidikan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi remaja. Studi di Klaten dan Lombok Barat, misalnya, menunjukkan bahwa intervensi gizi berbasis sekolah dan komunikasi perubahan perilaku mampu meningkatkan skor pengetahuan, konsumsi buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi minuman manis pada remaja 14. Responden menunjukkan kebiasaan konsumsi sayur yang relatif lebih baik dibanding buah, dengan 46,7% selalu makan sayur setiap kali makan, namun hanya 9,1% yang rutin makan buah. Pola ini konsisten dengan penelitian kualitatif di beberapa daerah Indonesia, yang menemukan bahwa remaja cenderung melewatkan sarapan, jarang mengonsumsi buah, dan banyak membeli makanan di sekolah yang seringkali kurang sehat 15. Penelitian lain juga menunjukkan lebih dari separuh remaja di Sulawesi Barat memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat, yang berhubungan dengan tingginya prevalensi overweight dan obesitas 16. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan responden setelah diberikan edukasi gizi berbasis daring, sebagaimana terlihat dari perbedaan rata-rata skor pre-test dan post-test yang cukup besar . = 0,. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa penyampaian materi dengan media digital mampu mengatasi keterbatasan pengetahuan awal responden mengenai pedoman gizi seimbang. Temuan ini konsisten dengan berbagai penelitian di Indonesia. Penelitian di Yogyakarta membuktikan bahwa edukasi audiovisual daring meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja SMP lebih tinggi dibandingkan edukasi melalui e-leaflet. Pemberian video interaktif dianggap lebih menarik dan mudah dipahami sehingga mampu memperkuat daya ingat siswa 17. Penelitian lain di Surabaya juga melaporkan bahwa media edukasi online tentang gizi dan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan remaja SMA dengan perbedaan signifikan skor pre-test . dan post-test . < 0,. Program edukasi gizi berbasis sekolah di Klaten dan Lombok Barat terbukti meningkatkan pengetahuan sekaligus mengubah perilaku makan remaja, seperti menurunkan konsumsi minuman manis dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Studi ini menegaskan bahwa edukasi sistematis yang dikombinasikan dengan strategi komunikasi perubahan perilaku lebih efektif dalam jangka panjang 19. Intervensi berbasis guru di Bogor juga menunjukkan dampak positif setelah 14 minggu, prevalensi anemia remaja putri menurun signifikan, menandakan peningkatan pengetahuan disertai penerapan nyata 20 Sebagian besar intervensi berhasil meningkatkan pengetahuan, tetapi perubahan sikap dan perilaku tidak selalu konsisten. Studi di Bogor menemukan bahwa pengetahuan meningkat, tetapi skor sikap tidak menunjukkan perbedaan signifikan 21. Hal ini juga terlihat pada penelitian ini meskipun skor pengetahuan meningkat signifikan, perlu evaluasi apakah peningkatan tersebut dapat diterapkan ke dalam praktik gizi seimbang sehari-hari. Penelitian ini memperkuat bukti bahwa edukasi daring efektif meningkatkan pengetahuan remaja, sejalan dengan berbagai studi di Indonesia. Akan tetapi masih terdapat kekurangan berupa kurangnya penelitian mengenai efek jangka panjang dan keterkaitan antara peningkatan pengetahuan dengan perubahan perilaku nyata. Sehingga pengulangan intervensi dengan integrasi media digital dan pendekatan sekolah sangat diperlukan agar peningkatan pengetahuan tidak hanya berpengaruh terhadap aspek kognitif, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan praktik gizi seimbang. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Kamila Aisyah, et al Effectivenessof Online Balanced Nutrition Education Via Zoom Effektifitas Pendidikan Gizi Seimbng secara Daring melalui Zoom Sikap merupakan aspek afektif yang berhubungan dengan kesiapan individu dalam menerima dan menilai suatu informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan sikap responden setelah diberikan edukasi gizi berbasis daring, di mana sebagian besar responden menunjukkan kategori sikap baik. Selain itu, respon terhadap media edukasi juga sangat positif, ditandai dengan antusiasme, keterlibatan aktif selama kegiatan, serta penilaian bahwa media yang digunakan menarik dan mudah dipahami. Hal ini menegaskan bahwa media daring dapat menjadi sarana efektif untuk memengaruhi aspek afektif, bukan hanya kognitif. Temuan ini sejalan dengan penelitian di Yogyakarta yang membuktikan bahwa edukasi audiovisual berbasis daring tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga sikap remaja secara signifikan lebih tinggi dibandingkan e-leaflet. Hal ini terjadi karena media audiovisual mampu menstimulasi emosi, memperkuat daya tarik pesan, dan meningkatkan keterlibatan peserta 22. Studi lain di Jakarta menunjukkan bahwa penggunaan podcast edukasi juga berpengaruh pada sikap remaja putri terhadap anemia, meskipun peningkatannya tidak sebesar pada pengetahuan. Hal ini menandakan bahwa media audio mampu menciptakan kedekatan emosional dengan pendengar sehingga memengaruhi ranah afektif 23 Hasil serupa juga diperoleh di Medan, di mana edukasi melalui Tiktok meningkatkan baik pengetahuan maupun sikap remaja putri secara signifikan lebih tinggi dibandingkan leaflet. Platform media sosial ini dianggap sesuai dengan karakteristik generasi muda karena kontennya singkat, visual, dan interaktif, sehingga respon terhadap media edukasi menjadi sangat baik 24. Tidak semua penelitian menunjukkan hasil konsisten. Studi di Bogor menemukan bahwa tujuh sesi edukasi gizi memang meningkatkan pengetahuan dan praktik, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada sikap . = 0,. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun respon terhadap kegiatan baik, internalisasi sikap positif membutuhkan dukungan lain, seperti penguatan dari lingkungan sosial maupun praktik langsung 25 . Penelitian di Kalimantan melaporkan bahwa edukasi gizi meningkatkan pengetahuan, tetapi tidak secara signifikan memengaruhi sikap remaja putri . = 0,. SIMPULAN DAN SARAN Pendidikan gizi seimbang berbasis daring melalui Zoom Meeting terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja SMP di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan setelah intervensi serta perubahan sikap ke arah positif, terutama dalam pemahaman konsep pedoman gizi seimbang, kesadaran pentingnya konsumsi buah dan sayur, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Media pembelajaran daring dinilai menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan remaja sehingga dapat menjadi alternatif strategis dalam penyampaian edukasi gizi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan gizi seimbang berbasis daring efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja, sehingga disarankan diterapkan secara berkelanjutan dengan melibatkan dukungan sekolah dan keluarga untuk mendorong praktik gizi yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA