PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting Umat Buddha di Desa Margorejo Rini Kasrah1*. Juni Suryanadi2. Wayan Sunando Gautama3. Hervina Agustina Khoreson4 1Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Lampung 2Program Studi Bisnis dan Manajemen Buddha. Sekolah Tinggi Ilmu agama Buddha Jinarakkhita Lampung 3,4Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Jinarakkhita Buddha Lampung Abstract Keywords: community service, health education, prevention, family health literacy. Copyright A 2026 Authors This is an open access article under CC-BY-NC 4. Stunting remains a chronic nutritional problem and a major public health challenge in Indonesia, with significant implications for the quality of human resources. One of the main factors contributing to stunting is low family health literacy, particularly in relation to maternal nutrition during pregnancy, child-rearing practices, and environmental sanitation. This community service activity aimed to improve family health literacy through stunting prevention education conducted at Wihara Jina Marga Dipa. The implementation methods included preparation, training sessions, and evaluation stages, employing a pretest and posttest approach to assess changes in participantsAo understanding. The results of the analysis indicate an improvement in participantsAo understanding after the educational intervention, along with a statistically significant difference between pretest and posttest outcomes. These findings suggest that community-based education within a religious setting is effective in enhancing family health literacy as part of stunting prevention efforts. Abstrak Kata kunci: stunting, literasi Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya literasi kesehatan keluarga, terutama yang berkaitan dengan gizi ibu hamil, pola asuh anak, serta sanitasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan keluarga melalui edukasi pencegahan stunting yang dilaksanakan di Wihara Jina Marga Dipa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi, dengan pendekatan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti 13 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index kegiatan edukasi serta terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest secara statistik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas keagamaan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga sebagai upaya pencegahan stunting. Correspondence: *1rinikasrah@stiab-jinarakkhita. Pendahuluan Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh anak, hal ini terjadi karena kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhannya. Umumnya anak yang menderita stunting akan terlihat proporsional, akan tetapi jika dibandingkan dengan teman seusianya atau sebayanya dia akan terlihat lebih pendek atau terlihat lebih kerdil. Seorang anak dikatakan menderita stunting apabila pertumbuhannya berada dibawah standar kurva WHO (Fatriansyah et al. , 2. Sejalan dengan (Fauziyah et al. , 2. stunting merupakan situasi tinggi badan lebih pendek dibandingkan dengan orang seusianya. Stunting adalah kondisi yang menggambarkan defisiensi gizi kronis . angka panjan. yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan. Identifikasi stunting dapat dilakukan dengan perbandingan panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U) (Kemenkes, 2. Salah satu golongan yang rawan untuk mengalami stunting adalah balita. Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 stunting adalah gangguan pertumbuhan serta perkembangan yang terjadi pada anak dikarenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Sedangkan pengertian stunting menurut Kementerian Kesehatan (Kemenke. adalah anak-anak dengan nilai z-scorenya kurang 00 SD/standar deviasi . dan kurang dari -3. 00 SD . everely Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Dampak stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, serta produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. 14 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index Rendahnya literasi kesehatan keluarga menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang, pentingnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, serta sanitasi dan kebersihan lingkungan menyebabkan keluarga kurang optimal dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Dilakukannya workshop mengenai stunting memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat karena berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial dan pembinaan umat. Umat Buddha di lingkungan Wihara Jina Marga Dipa, khususnya ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita, memiliki peran penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Berdasarkan hasil observasi awal dan interaksi selama kegiatan pengabdian, sebagian besar ibu hamil dan orang tua balita masih memiliki keterbatasan pemahaman terkait gizi seimbang, kesehatan kehamilan, pemberian ASI eksklusif. MP-ASI yang tepat, serta pencegahan stunting. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang akurat, minimnya kegiatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan, serta masih kuatnya kebiasaan dan pola asuh yang diturunkan secara turun-temurun tanpa didasarkan pada pengetahuan kesehatan yang memadai. Selain itu, sebagian keluarga masih menganggap bahwa pertumbuhan anak sepenuhnya bersifat alami tanpa perlu perhatian khusus terhadap asupan gizi dan sanitasi Sebagai bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung menyelenggarakan kegiatan workshop peningkatan literasi mengenai pencegahan stunting yang ditujukan kepada ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita di Wihara Jina Marga Dipa. Workshop dirancang sebagai kegiatan edukatif dan partisipatif dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran peserta terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Melalui pelaksanaan workshop ini, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman dan perubahan sikap peserta dalam menerapkan pola hidup sehat, pemenuhan gizi yang seimbang, serta praktik pengasuhan yang mendukung pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan komunitas umat Buddha. Kegiatan workshop ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan 15 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index pendekatan pembelajaran orang dewasa . , di mana peserta dilibatkan secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman terkait permasalahan gizi dan kesehatan anak yang mereka hadapi seharihari. Pendekatan ini memungkinkan materi yang disampaikan menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami, sekaligus mendorong peserta untuk mengaitkan pengetahuan baru dengan kondisi nyata dalam keluarga Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya bersifat transfer informasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan penguatan kesadaran kolektif akan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Metode Pengabdian Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Wihara Jina Marga Dipa yang beralamat di Desa Margorejo. Kec. Tegineneng. Kab. Pesawaran. Jumlah peserta kegiatan adalah 30 orang yang terdiri dari ibu-ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Wihara Jina Marga Dipa dan lingkungan Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2023 pukul 09. sampai dengan selesai. Tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari . Rini Kasrah. Pd. ,M. Kom, . Dr. Juni Suryanadi. Pd, . Wayan Sunando Gautama, . Dwi Lestari, . Hervina Agustina Khoreson. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Wihara Jina Marga Dipa mengikuti langkah-langkah berikuti ini. Persiapan Menentukan tema dan Koordinasi dengan ketua Evaluasi Pelaksanaan Pembukaan sapa dan Menjelaskan tujuan dan Pre-test Isi Menyampai kan materi Penutup Memberikan Pemberian Post-test Laporan Penyusunan Gambar. 1 Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan Persiapan Tim memiliki perhatian mendalam terhadap keterampilan berfikir kritis baik remaja, dewasa, maupun orang tua. Pada persiapan awal tim 16 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index menentukan tema dan tujuan yang diangkat sebagai bentuk keprihatinan terhadap kebutuhan keterampilan berfikir kritis masyarakat yang menjadi dasar pembentukan masyarakat yang harmonis dan demokratis. Tim berkoordinasi dengan Ketua Wihara Jina Marga Dipa bapak Sujarwo yang memiliki keprihatinan yang sama. Kemudian ditindaklanjuti dengan penentuan hari pelaksanaan kegiatan dan penyusunan jadwal kegiatan. Kegiatan yang disepakati dalam bentuk workshop. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 Januari 2023 00 WIB. Workshop dibagi menjadi kedalam tiga aktivitas besar yaitu, sesi pembukaan menyapa dan memberi salam, sesi penyampaian materi dan diskusi dan sesi ketiga memberikan kesimpulan dan refleksi. Bentuk kegiatan diawali pemateri, memberi salam, dan menyapa, dan dilanjutkan umat mengisi pretest. Sesi selanjutnya adalah pemberian materi dan pelaksanaan diskusi berdasarkan kasus yang diangkat dalam Diakhir sesi dilakukan refleksi yang disertai dengan pengisian post test. Evaluasi Evaluasi dilakukan bersama ketua Wihara setelah selesai kegiatan. Secara singkat ketua Wihara bapak Sujarwo menyampaikan bahwa materi kegiatan sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun peningkatan kemampuan berfikir kritis peserta tidak dapat dilihat secara langsung, namun berdasarkan hasil pretest dan postest dapat dilihat perubahan pemahaman/pengetahuan peserta mengenai pencegahan stunting. Tim juga menampung kesan dan pesan perwakilan peserta kegiatan seminar. Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil uji Paired Samples t-Test yang dilakukan untuk membandingkan nilai pretest dan posttest, diperoleh nilai rata-rata selisih . ean differenc. sebesar 0,16533. Nilai ini menunjukkan adanya peningkatan skor dari pretest ke posttest, namun peningkatan tersebut relatif kecil. 17 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index Tabel. 1 Uji T-Test Paired Differences 95% Confidence Std. Pair Pretest Postest Std. Interval of the Error Difference Mean Deviation Mean Lower Upper ,16533 ,14166 18,901 6,339 ,1157 Sig. t 14,285 29 ,000 Hasil uji statistik menunjukkan nilai t = 14,285 dengan derajat kebebasan . f = . dan nilai signifikansi Sig. -taile. = 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari batas signifikansi yang digunakan ( = 0,. , sehingga HCA ditolak dan HCA diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara edukasi pencegahan stunting melalui pretest dan postest dan memiliki pengaruh setelah dilakukannya workshop peningkatan literasi kesehatan keluarga melalui edukasi pencegahan stunting. Selain itu, interval kepercayaan 95% terhadap selisih rata-rata berada pada rentang 0,14166 hingga 0,18901. Rentang interval ini mencakup nilai nol, yang semakin memperkuat kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara nilai pretest dan posttest signifikan secara Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa edukasi pencegahan stunting yang dilaksanakan melalui pendekatan workshop efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan orang tua balita di Wihara Jina Marga Dipa dan lingkungan sekitarnya, serta berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Pembahasan Kegiatan peningkatan literasi kesehatan keluarga melalui edukasi pencegahan stunting di Wihara Jina Marga Dipa bertujuan untuk workshop peningkatan literasi kesehatan keluarga melalui edukasi pencegahan stunting di Wihara Jina Marga Dipa bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil serta orang tua balita mengenai pencegahan stunting. Kegiatan ini menekankan pentingnya gizi seimbang pada periode 1. 000 hari pertama kehidupan. ASI eksklusif. MP-ASI yang tepat, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Diharapkan workshop ini mendorong perubahan sikap dan praktik Hasil 18 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index menggunakan paired samples t-test menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest sebesar 0,16533. Namun demikian, peningkatan tersebut ada perbedaan rata-rata secara statistik . = 0,000 < 0,. Kurang gizi dikaitkan dengan 45% kematian anak. Secara global pada tahun 2020, 149 juta anak di bawah usia 5 tahun diperkirakan mengalami stunting . erlalu pendek untuk usi. , 45 juta diperkirakan kurus . erlalu kurus untuk tinggi bada. , dan 38,9 juta kelebihan berat badan atau obesitas. Sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan disusui secara eksklusif (WHO, 2. dalam (Setyorini & Andriyani, 2. Permasalahan stunting masih menjadi masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia (Fitri et al. , 2. dan salah satu yang memiliki prevalensi tinggi. Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia masih diangka 21,6%. Meskipun di Indonesia telah terjadi penurunan prevalensi stunting dari 24% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022, kemajuannya masih cukup rendah dibandingkan dengan standar World Health Organization (WHO) yaitu kurang dari 20% (Kemenkes RI, 2. Pendidikan dan penyuluhan gizi memegang peran strategis dalam upaya pencegahan stunting. Edukasi yang tepat, sistematis dan berbasis bukti ilmiah dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan sejak dini. Penyuluhan yang diberikan secara konsisten kepada masyarakat, khususnya remaja dan orang tua, terbukti dapat mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat. Menurut (Aslan & Naba, 2. integrasi program pendidikan tentang gizi dan kesehatan dalam kurikulum sekolah menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai hidup sejak dini. Penyuluhan di lingkungan sekolah tidak hanya membantu remaja memahami pemenuhan gizi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa mereka memiliki tanggung jawab dalam mencegah stunting, terutama ketika mereka kelak menjadi orang tua. Adanya perbedaan rata-rata antara hasil pretest dan posttest dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama adalah efektivitas metode edukasi yang digunakan dalam kegiatan workshop. Penyampaian materi dilakukan secara terstruktur dan disesuaikan dengan karakteristik peserta, yaitu ibu 19 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index hamil dan orang tua yang memiliki balita. Menurut teori pembelajaran orang dewasa . yang dikemukakan oleh Knowles, proses belajar pada orang dewasa yang akan lebih efektif apabila materi bersifat relevan dengan kebutuhan hidup, berorientasi pada pemecahan masalah, dan melibatkan pengalaman peserta secara langsung (Habiba & Lodhi, 2. Sejalan dengan (Santoso et al. , 2. teori yang dipopulerkan oleh Malcolm Knowles ini menekankan bahwa pembelajar dewasa memiliki karakteristik unik, seperti kebutuhan akan pembelajaran yang relevan, kecenderungan untuk belajar secara mandiri, dan motivasi yang berbasis pada kebutuhan Teori andragogi ini semakin diperkaya oleh temuan-temuan pembelajaran orang dewasa juga sangat dipengaruhi oleh faktor kontekstual dan sosial. Studi terbaru menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif, refleksi kritis, serta pemanfaatan teknologi digital adaptif mampu meningkatkan keterlibatan dan retensi belajar pada pembelajar dewasa. Selain itu, temuan baru menunjukkan bahwa motivasi intrinsik orang dewasa tidak hanya didorong oleh kebutuhan praktis, tetapi juga oleh berkontribusi secara sosial, sehingga pendekatan pembelajaran yang bersifat partisipatif dan transformatif menjadi semakin relevan dalam konteks pendidikan orang dewasa masa kini. Workshop peningkatan literasi mengenai pentingnya edukasi dalam pencegahan stunting memiliki relevansi yang kuat dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) karena secara langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan terkait gizi, pola asuh, sanitasi, serta pemanfaatan layanan kesehatan, yang sejalan dengan tujuan PkM untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan (Kemenkes RI. Selain itu, workshop ini berperan sebagai sarana transfer pengetahuan dari akademisi dan tenaga kesehatan kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif dan berbasis andragogi, di mana masyarakat diposisikan sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan edukatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku pencegahan stunting, terutama ketika materi disesuaikan dengan konteks sosial dan 20 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index budaya lokal. Apabila materi yang disampaikan relevan dan diberikan pendekatan yang inovatif, pendidikan kesehatan dapat mempengaruhi perubahan perilaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat yang berbasis pada bukti ilmiah yang sahih (Rahmadani et al. Dengan demikian, workshop ini tidak hanya mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting melalui penguatan peran masyarakat sebagai agen perubahan. Kedua, penggunaan metode pembelajaran partisipatif seperti diskusi dan tanya jawab memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan aktif ini memungkinkan peserta untuk mengklarifikasi pemahaman, berbagi pengalaman, serta mengaitkan materi dengan kondisi nyata keluarga masing-masing. Penelitian oleh (Ferdian et al. , 2. menunjukkan bahwa pendekatan edukasi kesehatan berbasis partisipasi mampu meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku secara lebih efektif dan diperlukan paya untuk mengatasi masalah kurangnya pengetahuan tersebut melalui edukasi kesehatan yang terfokus. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Pangaribuan et al. , 2. bahwa dengan adanya penyuluhan kesehatan terbukti mampu meningkatkan sikap positif ibu balita dalam pencegahan stunting, karena selain menyampaikan informasi, proses edukasi juga membangun kesadaran dan komitmen untuk berperilaku sehat. Kemudian edukasi gizi berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan praktik pemberian makan anak dan kesadaran keluarga dalam pencegahan Keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran berkontribusi dibandingkan metode pembelajaran pasif. Hal tersebut juga didukung dengan adanya pengetahuan yang tentunya sangat penting dalam kesehatan karena pengetahuan adalah salah satu faktor pendukung untuk mencapai suatu perilaku sehat (Hidayati et al. , 2. Ketiga, relevansi materi juga berkontribusi terhadap peningkatan skor post-test. Materi workshop yang berfokus pada pencegahan stunting, seperti pemenuhan gizi pada periode 1. 000 hari pertama kehidupan, pemberian ASI eksklusif. MP-ASI yang tepat, serta sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat, merupakan isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta. Edukasi gizi yang kontekstual dan berbasis kebutuhan keluarga berpengaruh 21 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index signifikan terhadap peningkatan literasi kesehatan dan praktik pengasuhan Maka dari itu dapat meningkatkan pengetahuan yang baik dan juga dapat mendorong ibu untuk melakukan suatu tindakan terkait dengan praktik pengasuhan, sehingga hal ini dapat membantu anak terhindar dari Pengetahuan yang baik juga bisa meningkatkan sikap ibu dalam pencegahan stunting, karena ibu yang berpengetahuan baik meningkatkan sikap sebesar 1. 40 kali sehingga memiliki sikap positif dalam mengatasi stunting menurut Triatmaja dalam (Andayani et al. , 2. Dengan demikian, relevansi materi tidak hanya berdampak pada peningkatan skor posttest, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku kesehatan yang Keempat, lingkungan pembelajaran yang kondusif serta dukungan komunitas keagamaan juga menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan Wihara sebagai pusat kegiatan umat Buddha memberikan suasana yang nyaman dan familiar, sehingga peserta merasa lebih terbuka dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan edukasi. Pendekatan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas program promosi kesehatan karena adanya dukungan sosial dan rasa kebersamaan di antara peserta. Temuan ini diperkuat oleh studi (Prasetyaningrum et al. , 2. yang menunjukkan bahwa pelaksanaan edukasi kesehatan di lingkungan keagamaan mampu meningkatkan partisipasi dan penerimaan pesan kesehatan karena adanya kepercayaan terhadap institusi dan tokoh Selain itu, penelitian (Zahrah & Damayanti, 2. menjelaskan bahwa diperlukan pemimpin agama yang melakukan upaya promosi dan advokasi di masyarakat untuk meningkatkan pemahaman publik tentang bahaya stunting. Sehingga keterlibatan komunitas keagamaan dalam program kesehatan ibu dan anak berkontribusi pada peningkatan keberlanjutan program serta perubahan perilaku yang lebih konsisten, khususnya pada praktik gizi dan sanitasi keluarga. Maka dari itu, dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan berbasis komunitas keagamaan berperan strategis dalam memperkuat hasil pembelajaran dan keberhasilan Kondisi umat dan peserta di Wihara Jina Marga Dipa yang memiliki latar belakang sosial dan tingkat pemahaman kesehatan yang beragam menjadikan pendekatan edukasi berbasis komunitas keagamaan sangat 22 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index Wihara tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang berkumpul, belajar, dan berbagi pengalaman antarumat. Kedekatan emosional, rasa saling percaya, serta nilai-nilai kebersamaan yang telah terbangun di lingkungan wihara memudahkan peserta untuk menerima informasi, berdiskusi secara terbuka, dan mengaitkan materi pencegahan stunting dengan praktik kehidupan sehari-hari dalam keluarga Dengan demikian, perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest tidak hanya mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan, tetapi juga menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang holistik, partisipatif, dan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga mengenai pencegahan stunting. Kesimpulan Kegiatan peningkatan literasi kesehatan keluarga melalui edukasi pencegahan stunting di Wihara Jina Marga Dipa telah terlaksana dengan baik dan memperoleh respons positif dari peserta, khususnya ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita. Kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan serta meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang pada masa seribu hari pertama kehidupan, pemberian ASI eksklusif, pengaturan MP-ASI yang tepat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti workshop, meskipun perubahan tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan memerlukan proses yang berkelanjutan dan pendampingan secara konsisten agar perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku dapat terbentuk secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan ini memiliki potensi positif sebagai langkah awal dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga, namun perlu diperkuat melalui program lanjutan yang lebih intensif, kontekstual, dan melibatkan kerja sama dengan tenaga kesehatan, kader, serta tokoh agama guna mendukung keberlanjutan dan efektivitas 23 | Workshop Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga melalui Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Margorejo PENAMAS: Pengabdian dan Pengembangan Inovasi Kepada Masyarakat E-ISSN 3025-3861 Vol. No. Januari 2026 DOI: 10. 60046/penamas. https://ejournal. stiab-jinarakkhita. id/index. php/penamas/index Daftar Pustaka