Genduk Ita Ariyani. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo. Herlin Lidya Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos. Kecamatan Srumbung KUALITAS TIDUR DAN AKTIVITAS FISIK BERKONTRIBUSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI DUSUN NGEPOS, KECAMATAN SRUMBUNG Genduk Ita Ariyani1. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo2. Herlin Lidya3 STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: veronicagenduk03@gmail. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: erjinamigo291109@stikespantirapih. STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: herlinlidya@stikespantirapih. ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu target global untuk pengurangan prevalensi penyakit tidak menular, dengan tujuan menurunkan angka kejadian sebesar 33% antara 2010 dan 2030. Kualitas tidur dinilai berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas, sementara aktivitas fisik diukur dari intensitas gerakan tubuh yang membutuhkan energi yang dapat mempengaruhi tekanan darah terutama pada lansia hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan pola aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia hipertensi di Dusun Ngepos. Kualitas tidur yang baik dan aktivitas fisik yang teratur dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah, karena keduanya berperan dalam meningkatkan fungsi kardiovaskular dan menstabilkan ritme sirkadian tubuh. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Dusun Ngepos Kecamatan Srumbung pada Juni 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 51 lansia hipertensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Inde. dan GPAQ (Global Physical Activity Questionar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi di Dusun Ngepos memiliki kualitas tidur yang buruk . ,1%), sementara hanya 1,9% yang memiliki kualitas tidur baik. Lebih dari setengah lansia melakukan aktivitas fisik berat . ,7%), diikuti aktivitas sedang . ,4%), dan aktivitas ringan . %). Uji korelasi gamma menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah . =0,. serta antara pola aktivitas fisik dengan tekanan darah . =0,. pada lansia hipertensi. Simpulan: Kualitas tidur dan pola aktivitas fisik tidak memiliki hubungan signifikan dengan tekanan darah pada lansia di Dusun Ngepos. Temuan ini mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi tekanan darah. Kata kunci : hipertensi, kualitas tidur, pola aktivitas fisik ABSTRACT Background: Hypertension is one of the global targets for reducing the prevalence of noncommunicable diseases, with the aim of reducing the incidence by 33% between 2010 and 2030. Sleep quality is assessed based on aspects of quantity and quality, while physical activity is measured from the intensity of body movements that require energy that can affect blood pressure, especially in elderly hypertensive patients. Objective: This study aims to evaluate the relationship between sleep quality and physical activity patterns with blood pressure in elderly hypertensive patients in Ngepos Hamlet. Good sleep quality and regular physical activity can contribute to lowering blood pressure because both play a role in improving cardiovascular function and stabilizing the body's circadian rhythm. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 Method: The study design used observational analytic with a cross-sectional approach. The study was conducted in Ngepos Hamlet. Srumbung District, in June 2020. Sampling was carried out using the total sampling method for 51 elderly hypertensive patients. The research instruments used were PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Inde. and GPAQ (Global Physical Activity Questionnair. Results: The results showed that most elderly hypertensive patients in Ngepos Hamlet had poor sleep quality . 1%), while only 1. 9% had good sleep quality. More than half of the elderly did heavy physical activity . 7%), followed by moderate activity . 4%), and light activity . %). The gamma correlation test showed that there was no significant relationship between sleep quality and blood pressure . = 0. and between physical activity patterns and blood pressure . = 0. in elderly hypertensive patients. Conclusion: Sleep quality and physical activity patterns did not have a significant relationship with blood pressure in elderly patients in Ngepos Hamlet. This finding indicates the need for further research to explore other factors that influence blood pressure. Keyword : hypertension. sleep quality. physical activity patterns PENDAHULUAN Populasi Indonesia akan bergeser ke tinggal di negara-negara dengan ekonomi arah demografi yang lanjut usia . ging kelas menengah ke bawah structured populatio. Seseorang dianggap Kesehatan Republik Indonesia , 2. lanjut usia jika berusia 60 tahun atau lebih Menurut data survei kesehatan Indonesia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, . prevalensi hipertensi di Indonesia 2. Menurut data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke . lansia di Indonesia pada tahun 2023 tahun, mencapai sekitar 34% pada tahun sebesar 11,75%, persentase naik 2,15% 2018 dan diperkirakan meningkat hingga dibandingkan dari tahun 2019. Seiring sekitar 37-38% pada tahun 2023. Untuk bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi provinsi Jawa Tengah prevalensi hipertensi pada berbagai sistem tubuh, termasuk sistem mencapai 37,57% pada tahun 2022 (BPS Salah satu masalah yang Jawa Tengah, 2. Berdasarkan data sering muncul pada sistem kardiovaskuler Dinas adalah hipertensi. , jumlah penderita hipertensi di Salah satu tujuan global untuk penyakit Kesehatan Dunia (WHO), Kesehatan (Kementerian Kabupaten Magelang Kabupaten Magelang terus meningkat, dari Organisasi 2,2% pada tahun 2020 menjadi 6,1% pada mengurangi prevalensi hipertensi hingga Lansia mengalami hipertensi biasanya 33% antara tahun 2010 dan 2030 (Maulana, dikarenakan oleh kualitas tidur yang buruk et al. , 2. Diperkirakan 22% orang di serta pola aktivitas fisik (Gou. Zhong, & seluruh dunia diduga menderita hipertensi. Jiao, 2. Kualitas tidur dan sekitar 2 per 3 dari individu tersebut yang buruk kardiovaskuler (Gou. Zhong, & Jiao, 2. Genduk Ita Ariyani. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo. Herlin Lidya Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos. Kecamatan Srumbung Menurut penelitian Gou. Zhong & Jiao dengan jumlah lansia perempuan 263 lansia . , di China prevalensi kualitas tidur yang buruk pada pasien hipertensi mencapai puskesmas didapatkan dusun Ngepos hanya 52,5%. Hasil penelitian Asti & Ibrahim 2 penderita hipertensi pada tahun 2022 yang . , dari 100 lansia 79% mengalami tercatat di puskesmas Srumbung, puskesmas Dari mengalami hipertensi. Berdasarkan Riset pemeriksaan di luar seperti di rumah sakit Kesehatan Dasar baik swasta maupun negeri, atau ke klinik Indonesia yang kurang aktivitas sebanyak swasta lainnya, namun banyak juga lansia 33,5% pada tahun 2018, terus mengalami yang tidak paham bahkan tidak mengetahui peningkatan dari tahun 2013 sebanyak tentang hipertensi. Setelah mendapatkan 26,1%. Hasil penelitian Nurman & Suardi data dari puskesmas Srumbung kemudian . dari 85 responden, 60,84% saya melakukan wawancara terhadap kader mengalami hipertensi karena aktivitas ringan Dusun Ngepos dan lansia di dusun Ngepos. dan 9,8 karena aktivitas fisik berat. Dari kader Dusun Ngepos hasil data Mei Berdasarkan data survei kesehatan Indonesia 2024 terdapat 51 lansia penderita hipertensi . , diketahui hanya 8% di dusun Ngepos, hasil wawancara kader penderita hipertensi yang terdiagnosis oleh mengatakan jika lansia di dusun Ngepos hanya sedikit yang ikut posyandu lansia. Berdasarkan pengelompokkan usia lanisa di biasa datang sekitar 20-30 lansia saja lansia indonesia yang terdiagnosis dokter sebesar lainnya sudah sibuk untuk berdagang di 23,8% pasar atau ke sawah. Hipertensi berdampak buruk komplikasi bahkan sampai Hasil wawancara kepada 6 lansia di Komplikasi yang dapat terjadi jika dusun Ngepos didapatkan hasil 2 lansia hipertensi tidak segera diatasi stroke, infark mengetahui dan paham akan hipertensi dan miokard, gagal ginjal, dan cara mencegahnya, 4 lansia mengatakan . erusakan ota. (Aspiani , 2. Sekitar tidak paham hipertensi 1 dari pasien bercerita pengalaman opname di rumah sakit kematian akibat serangan jantung dan stroke karena hipertensi tidak disadari tekanan karena hipertensi tidak teratasi dengan baik darahnya sudah mencapai 200 mmHg. (RSUD R. Notopuro Sidoarjo, 2. Berdasarkan data dan hasil survei yang telah Hasil studi pendahuluan di puskesmas dikumpulkan, topik ini penting untuk diteliti Srumbung didapatkan jumlah lansia >60 tahun di kelurahan srumbung berjumlah 442 hipertensi masih terbatas, dan penelitian Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 terkait hipertensi pada lansia di Dusun HEM-7156T yang sudah dikalibrasikan Ngepos dengan nomor surat 209. U1. IV. 24 dengan bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hasil laik pakai. Kuesioner PSQI Versi hubungan antara kualitas tidur dan pola Bahasa Indonesia dilakukan uji reliabilitas aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. correlation dan uji CronbachAos alpha, hasil Penelitian METODE PENELITIAN Desain item-total reliabilitas yang masih rendah dengan nilai CronbachAos alpha sebesar 0. 63 dan kuisioner observasional analitik dengan pendekatan aktivitas fisik yang diadopsi dari Global cross sectional. Penelitian dilakukan di Physical Activity Questionare (GPAQ). Pada Dusun Ngepos Kecamatan Srumbung pada penelitian Bull. Maslin. Armstrong dengan Juni 2023. Pengambilan sampel dilakukan judul Global Physical Activity Questionnaire dengan metode total sampling berjumlah 51 (GPAQ) : Nine Country Reliability and lansia hipertensi. Adapun kriteria inklusi Validity Study yang dilakukan di 9 negara, yang ditetapkan adalah: berusia 60-74 tahun, memiliki riwayat atau penyakit hipertensi Indonesia didapatkan nilai reliabilitas kuat dinyatakan secara medis berdasarkan hasil . appa 0,67 sampai 0,. GPAQ telah teruji pengukuran secara berkala dan rutin, riwayat validitasnya untuk mengukur aktivitas fisik medis dan tanda gejala klinis dilakukan pada rentang usia 16-84 tahun. Sampel diberi studi pendahuluan di puskemas dan melihat kuesioner untuk mengetahui bagaimana laporan pertahun hipertensi. Sedangkan kualitas tidur dan pola aktivitas fisiknya. kriteria ekslusinya adalah : lansia tidak Pada Yogyakarta, bersedia, lansia tidak mampu atau sulit statistik menggunakan uji korelasi Gamma troke, gangguan bicara, untuk mengetahui adanya hubungan kualitas gangguan pendengaran, gangguan menta. , tidur dan pola aktivitas fisik dengan tekanan sedang di luar kota, memiliki komplikasi yang dinyatakan secara medis . troke, gagal HASIL DAN PEMBAHASAN DM, edema pulmonal, jantun. Instrumen sphygmomanometer digital merk Omron Tabel 1 Kualitas Tidur Responden di Dusun Ngepos Genduk Ita Ariyani. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo. Herlin Lidya Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos. Kecamatan Srumbung Kualitas Tidur Baik Buruk Total Sumber: Juni, 2024 Tabel 1 menunjukkan, sebagian besar mandi, terbangun tengah malam lebih dari lansia hipertensi di Dusun Ngepos memiliki 1jam, lama bisa tertidur sekitar 30menit- kualitas tidur buruk yaitu 98,1% . 1jam lebih dan mulai bisa tidur jam 10-12 malam nantinya terbiasa bangun di jam 4 penelitian responden menyatakan sering pagi sehingga lama tidur malam kurang dari terbangun tengah malam untuk ke kamar 6 jam. Berdasarkan Tabel 2 Pola Aktivitas Fisik Responden di Dusun Ngepos Pola Aktivitas Fisik Aktivitas Ringan Aktivitas Sedang Aktivitas Berat Total Sumber: Juni, 2024 Tabel 2 menunjukkan bahwa lansia di Sebagian lansia . ,4% atau 16 oran. Dusun Ngepos memiliki tingkat aktivitas juga melakukan aktivitas fisik sedang, yang fisik yang bervariasi, dengan sebagian besar ditandai dengan sedikit peningkatan denyut responden . ,7% atau 34 oran. melakukan jantung dan pernapasan, keringat ringan, aktivitas fisik berat. Aktivitas fisik berat ini serta kemampuan berbicara meskipun tidak melibatkan penggunaan energi yang tinggi, dapat bernyanyi. Sementara itu, aktivitas meningkatkan denyut jantung dan frekuensi fisik ringan dilakukan oleh 45,6% . responden, yang tidak memengaruhi fungsi menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak Lansia dengan aktivitas berat menggunakan energi minimal. Berdasarkan data karakteristik usia takikardi . enyut nadi >100x/meni. dan responden, mayoritas lansia berusia 60-74 tahun . ,4% atau 42 responde. Pada . rekuensi >20x/meni. selama atau setelah beraktivitas. kelompok usia ini, aktivitas fisik cenderung Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 menurun karena faktor usia, namun aktivitas ringan lebih dominan karena sebagian besar kemampuan dan kondisi fisik masing- aktivitas sehari-hari mereka dibantu oleh Ketergantungan Aktivitas memengaruhi kesehatan lansia, termasuk bergantung pada keluarga lebih banyak meningkatkan risiko penyakit kronis seperti melakukan aktivitas ringan, yang berpotensi hipertensi, yang disebabkan oleh penurunan memengaruhi kesehatan jangka panjang. aktivitas fisik dan kerusakan pembuluh Upaya untuk mendorong aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan lansia penting Secara keseluruhan, aktivitas fisik yang Dusun Ngepos mereka secara menyeluruh. Tabel 3 Tekanan Darah Responden di Dusun Ngepos . Tekanan Darah Normal Prehipertensi Hipertensi tingkat 1 Hipertensi tingkat 2 Total Sumber : Juni, 2024 Tabel 3 menunjukkan, lansia hipertensi lebar dan kaku, sehingga meningkatkan di dusun Ngepos paling banyak memiliki tekanan darah. kategori tekanan darah hipertensi tingkat 2. Selain faktor usia, gaya hidup juga Hasil penelitian menunjukkan bahwa memainkan peran penting dalam kejadian mayoritas responden . ,1% atau 22 oran. memiliki tekanan darah dalam kategori melakukan aktivitas fisik berat . ,7% atau 34 oran. , yang seharusnya mendukung sistolik >160 mmHg dan/atau tekanan kesehatan kardiovaskular. Namun, hampir diastolik >100 mmHg. Hipertensi tingkat 2 seluruh responden . ,1% atau 50 oran. ini sering ditemukan pada kelompok usia memiliki kualitas tidur yang buruk, yang lanjut, yang sesuai dengan data penelitian di dapat menjadi salah satu faktor penyebab mana sebagian besar responden berusia 60- tekanan darah tinggi. Kualitas tidur yang 74 tahun . ,4% atau 42 oran. Faktor usia aktivitas sistem saraf simpatik, gangguan penuaan menyebabkan arteri menjadi lebih Sebagian regulasi tekanan darah, dan stres kronis, yang dapat memperburuk hipertensi. Genduk Ita Ariyani. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo. Herlin Lidya Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos. Kecamatan Srumbung Secara keseluruhan, hipertensi tingkat 2 kualitas tidur dan memodifikasi gaya hidup pada responden dipengaruhi oleh kombinasi faktor usia, kualitas tidur yang buruk, dan pengelolaan hipertensi, khususnya pada populasi lanjut usia. Penelitian pentingnya intervensi untuk memperbaiki Tabel 4 Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos Tekanan darah P-value Normal Prehipertensi Hipertensi Hipertensi Total Kualitas Baik 0 1 100 -1,00 0,306 Tidur Buruk 2 Sumber : data primer 2024 Tabel 4 menunjukkan, paling banyak tidur yang baik, namun tekanan darahnya lansia memiliki kualitas tidur yang buruk tercatat dalam kategori hipertensi tingkat 2 dengan hipertensi tingkat 2. Menurut teori, berdasarkan riwayat diagnosis di puskesmas. Meskipun demikian, pengukuran tekanan tekanan darah adalah kualitas tidur. Kualitas darah saat penelitian menunjukkan hasil tidur adalah kepuasan seseorang terhadap Responden juga mengungkapkan tidurnya yang dinilai melalui dua aspek, bahwa ia rutin mengikuti program Prolanis yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif seperti lamanya tidur, waktu untuk bisa tidur Menurut peneliti ini, kualitas sedangkan kualitas tidur yang dilihat tidak tidur yang baik tidak memiliki hubungan langsung dengan hasil tekanan darah normal mengalami masalah tidur (Rosyidah. Hartini, saat pengukuran, riwayat hipertensi tingkat 2 & Dewi, 2. Kurangnya tidur pada yang dimiliki responden lebih relevan seseorang dapat mengganggu metabolisme dikaitkan dengan faktor-faktor lain, seperti komorbiditas, tekanan darah yang normal sehingga terjadi hipertensi (Potter & Perry, adalah hasil dari pengendalian yang baik Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Prolanis, bukan karena kualitas satu responden . %) memiliki kualitas tidur yang baik semata. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 Faktor selain tekanan darah yang dapat Hal tersebut disebabkan oleh faktor mempengaruhi kualitas tidur adalah usia. jam kerja, tuntutan fisik dan mental. Pada usia lanjut lebih mudah mengalami Berdasarkan hasil penelitian paling banyak kualitas tidur yang buruk akibat proses responden sudah tidak bekerja memiliki (Leba. Maria, & Harningtyas, kualitas tidur buruk yakni 100% . Berdasarkan hasil riset usia 60 -74 Lansia yang sudah tidak bekerja 97,6% . memiliki kualitas tidur yang buruk. Menurut pekerjaanya terdahulu, hal ini menyebabkan Leba. Maria & Harningtyas . , semakin rutinitas tidak teratur seperti waktu tidur dan bertambah usia seseorang maka menurun bangun yang tidak konsisten dapat merusak kualitas maupun kuantitas tidur. Hal ritme sirkadian yang dapat menyebabkan tersebut disebabkan oleh menurunnya kadar kualitas tidur buruk (Assiddiqy, 2. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian pada termasuk suhu tubuh dan hormon termasuk kortisol, berkurang pada lansia, selain juga homeostasis tidur juga menurun disebabkan oleh tidak adanya rutinitas seiring bertambahnya usia (Tatineny. Shafi, harian dari pekerjaan terdahulunya yang Ashraf , & Bhat, 2. membuat waktu tidur dan bangun tidak Faktor Pada responden yang masih mempengaruhi kualitas tidur pada lansia bekerja dan memiliki kualitas tidur buruk perempuan yang mengalami menopause. yakni petani sebesar 93,8% . Secara hal tersebut disebabkan karena lingkungan kerja yang disawah dibawah terik matahari mempengaruhi kondisi psikologis, seperti menjadi lebih emosional, gelisah, dan disawah dari mencangkul sampai panen mudah cemas, sehingga membuat lansia dilakukan sendiri dan rutin setiap hari, perempuan lebih sulit tidur dibandingkan dengan lansia laki-laki. (Fitri. Amalia, & mengangkat beban berat untuk dibawa Juanita, 2. Berdasarkan hasil penelitian pulang itu menyebabkan menghabiskan energi fisik dan kelelahan fisik yang mengalami kualitas tidur yaitu 100% . menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman yang mengganggu tidur. Kualitas tidur yang Bekerja buruk secara teoritis berhubungan dengan responden dapat mempengaruhi kualitas peningkatan tekanan darah melalui aktivasi Genduk Ita Ariyani. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo. Herlin Lidya Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos. Kecamatan Srumbung sistem saraf simpatik, disregulasi hormon. Dalam penelitian ini berdasarkan data Namun, yang didapat dan dihitung dengan uji berbagai faktor, sehingga hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa tidak ada cenderung bervariasi. Penelitian lebih lanjut hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan desain yang lebih kuat diperlukan dan tekanan darah, menurut peneliti hal untuk mengonfirmasi hubungan tersebut tersebut dapat disebabkan oleh keterbatasan dalam populasi yang berbeda. desain penelitian, faktor pengganggu yang Penelitian (Faradilla. Adriani, & Nurliah, tidak terkontrol, atau reliabilitas alat ukur terdapat hubungan kualitas tidur dengan yang kurang optimal. Hasil ini menunjukkan tekanan darah pada lansia hipertensi di Puskesmas Bireuen, faktor lain yang memengaruhi tekanan darah tidur terbukti dalam analisis yang lebih kompleks, seperti Jangka Kabupaten peneliti, kualitas uji multivariat atau penelitian longitudinal, tekanan darah penderita Hal ini dapat terjadi karena tersebut ada dalam konteks yang lebih luas. tidur merupakan kondisi fisiologis yang Namun, hasil analisis data mengindikasikan pemulihan kondisi fisik dimana selama tidur denyut jantung mempengaruhi kualitas tidur buruk dan menurun dan dengan menurunnya denyut peningkatan tekanan darah, yaitu usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Tabel 5 Hubungan Pola Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos Tekanan darah Normal Pola Ringan Aktivitas Sedang Fisik Berat Prehiper Hipertensi Tingkat 1 Hipertensi Tingkat 2 Pada Tabel 5 menurut teori, aktivitas Total -0,247 Pvalue 0,291 bersepeda, serta berbagai kegiatan lainnya. fisik adalah kegiatan yang meningkatkan (Ariyanto. Puspitasari, & Utami, 2. penggunaan energi oleh tubuh. Aktivitas Kekurangan aktivitas fisik dapat fisik sehari-hari meliputi pekerjaan, aktivitas menyebabkan gangguan pada organ tubuh rumah tangga, olahraga, berjalan kaki, serta pasokan darah dan oksigen, yang dapat Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 mengakibatkan berbagai masalah kesehatan mengalami tekanan yang lebih rendah. seperti peningkatan berat badan dan tekanan (Lestari & Saraswati, 2. (Siregar, 2. Pendidikan Semakin rendah tingkat aktivitas fisik tekanan darah pada lansia secara tidak yang dilakukan, semakin tinggi tekanan langsung, karena tingkat pendidikan dapat Aktivitas fisik dapat mengurangi mempengaruhi gaya hidup. Gaya hidup risiko hipertensi karena membantu menekan tersebut meliputi faktor risiko hipertensi berkontribusi pada penurunan tekanan darah alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik. (Hedge & Solomon, 2. Berdasarkan (Nainar. Rayatin, & Indiyani, 2. teori dan hasil penelitian responden yang Tabel memiliki aktivitas fisik ringan memiliki responden memiliki aktivitas berat dengan tekanan darah hipertensi tingkat 2 100% . tekanan darah hipertensi tingkat 2 sebesar responde. , hal ini disebabkan karena 38,2% . yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan banyak responden berprofesi sebagai petani membuat energi yang dikeluarkan sangat memiliki aktivitas fisik berat yakni 87,5% sedikit yang menyebabkan pasokan darah . petani bekerja dari pagi dan oksigen tersendat dan membuat kerja sampai sore dibawah terik matahari, petani melakukan kegiatan mencangkul, mencabuti Aktivitas rumput, membersihkan tanaman dari hama dan mengangkat beban yang berat hasil sehingga semakin rendah tingkat aktivitas fisik, semakin tinggi risiko hipertensi. mengeluarkan banyak energi yang membuat (Lestari & Saraswati, 2. Aktivitas mempengaruhi tekanan darah. tekanan darah jika dilakukan secara rutin. Tabel 5 juga menunjukan bahwa dengan frekuensi yang tepat, dan dalam terdapat 2 responden memiliki tekanan durasi yang sesuai. Selain itu, aktivitas fisik darah normal dengan aktivitas berat sebesar dapat memperkuat otot jantung. Jantung 5,9%, hal tersebut disebabkan pada saat yang lebih kuat dapat memompa lebih pengukuran tekanan darah hasil normal banyak darah dengan usaha yang lebih namun memiliki riwayat hipertensi yang di Akibatnya, tekanan darah menurun diagnosa oleh puskesmas serta kesadaran karena beban kerja jantung menjadi lebih responden dalam menjaga pola hidup sehat ringan, sehingga pembuluh darah arteri dan kepatuhan minum obat. Didukung teori Genduk Ita Ariyani. Thomas Aquino Erjinyuare Amigo. Herlin Lidya Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos. Kecamatan Srumbung tingkat tekanan darah pada lansia karena perifer karena aktivitas sistem saraf simpatis adanya kesadaran lansia dalam melakukan pola hidup sehat (Cahyaningrum. Putri, & Selain itu, aktivitas fisik juga dapat Dewi, 2. menurunkan aktivitas saraf simpatis dan Pola meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dipengaruhi oleh usia. Berdasarkan hasil yang menghasilkan vasodilatasi penampang penelitian paling banyak responden berusia pembuluh darah sehingga terjadi penurunan 60-74 tahun dengan aktivitas fisik berat tekanan darah (Kasyifa. Nur. Rahfiludin, & sebesar 66,7% . , berdasarkan Suroto, 2. hasil observasi rata rata lansia umur 60-74 Penelitian sebelumnya menunjukkan tahun di Dusun Ngepos masih banyak yang adanya hubungan antara aktivitas fisik mencari uang sendiri sebagai petani maupun sehari hari dengan derajat hipertensi pada pedagang yang membuat lansia masih beraktivitas fisik berat. Denpasar Timur. Puskesmas Selain itu jenis kelamin juga dapat sebagian responden aktif dalam melakukan mempengaruhi pola aktivitas fisik yang aktivitas fisik (Eliani. Yenny, & Sukmawati, mengakibatkan hipertensi. Laki Ae laki lebih aktif secara fisik daripada perempuan. Pada karena tenaga dan kecepatan laki Ae laki lebih hubungan signifikan antara pola aktivitas tinggi (Sofiani & Apriliani, 2. Pada pria fisik sehari-hari dan tekanan darah dapat meningkatkan performa dalam aktivitas fisik pengukuran, variabilitas aktivitas fisik yang yang berat dan intens (Guilherme, et al. rendah, atau dominasi faktor lain yang lebih Berdasarkan teori dan hasil memengaruhi tekanan darah. Hasil ini penelitian perempuan sebesar 66,7% . menunjukkan perlunya pendekatan yang disebabkan memiliki peran ganda yaitu lanjutan, seperti penggunaan alat pengukur sebagai pekerja dan masih mengurus rumah objektif . edometer, akseleromete. , kontrol Sedangkan pada laki Ae laki sebesar 66,7% . memiliki aktivitas longitudinal untuk mengevaluasi hubungan berat karena harus bekerja sebagai kepala keluarga atau tulang punggung keluarga. demikian, analisis data mengindikasikan Aktivitas Meskipun bahwa faktor lain seperti usia, pekerjaan, tekanan darah dengan menurunkan tahanan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024 jenis kelamin, pendidikan akan dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia. meneliti hubungan antara tekanan darah. SIMPULAN DAN SARAN Dari DAFTAR PUSTAKA