Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 731 Ae 736 OPTIMALISASI PENGAMBILAN BARANG DI WAREHOUSE PT. DOK PANTAI LAMONGAN DENGAN SKEMA PERPUTARAN DAN PENYIMPANAN BARANG YANG MENGACU PADAS SISTEM FIFO MENGGUNAKAN TOOLS IDENTIFIKASI PELABELAN BARANG Oleh : Firdaus Ilyas Nurdhika. Ekonomi dan Bisnis/ Manajemen. Universitas Muhammadiyah Gresik Email : nurdhikafirda@gmail. Abdurrahman Faris Indriya Himawan. Ekonomi dan Bisnis/ Universitas Muhammadiyah Gresik Email : faris@umg. Article Info Abstract Article History : Warehouse is a place for receiving, temporary storage and inventory of Received 16 Des - 2022 sparepart, material and item will be used for production needs. The Accepted 25 Des - 2022 storage warehouse must have an affective system for maximum retrieval Available Online of goods so that it can produce a good goods circulation diagram and 30 Des Ae 2022 good goods storage scheme. PT Dok Pantai Lamongan is a construction company that focuses on new building and ship repair. The FIFO method is one of the appropriate methods to be applied to find out new goods arriving and old goods so that the goods turnover process will be more effective and efficient. This study aims to find out how the process of picking and storing goods is effective and efficient using the FIFO system which refers to the identification tools for picking up goods at PT Dok Pantai Lamongan. The type of research used is descriptive qualitative Data collection was carried out by means of interviews, documentation and observation. The results of this study indicate that using the FIFO system using goods identification tools can speed up the circulation of goods and speed up service at the PT Dok Pantai Lamongan Keyword : Warehouse. Taking Item. FIFO. Identification of item masing-masing komponen bahan baku, karena apabila terjadi kekurangan atau keterlambatan pada saat komponen bahan baku tersebut dibutuhkan, maka akan mengakibatkan keterlambatan proses Hal tersebut dapat berakibat tidak baik untuk proses pemenuhan pesanan yang telah disepakati dengan pelanggan maka akan berakibat menurunya kepuasan pelanggan. Dengan demikian pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pengadaan yang dirpaktekkan secara internasional, efisien, efektif, persaingan sehat, keterbukaan, transparasi, tidak diskriminatif, dan akuintabilitas. PT. Dok Pantai Lamongan (DPL) adalah galangan kapal yang berfokus pada pembangunan baru dan perbaikan kapal. DPL hadir untuk melayani pasar perbaikan kapal regional dengan mengutamakan keselamatan, kualitas dan ketepatan waktu. PT. DPL berdiri pada tahun 2006 tepatnya berada di Desa Kemantren. Kecamatan Paciran. Kabupaten Lamongan Ae Jawa Timur. PT. PENDAHULUAN Perkembangan perusahaan di Indonesia makin pesat baik perusahaan yang bergerak dibidang jasa maupun barang. Semakin meningkatnya persaingan di dunia usaha maka memberikan pelayanan yang terbaik untuk Setiap perusahaan memerlukan gudang sebagai tempat penyimpanan barang atau persediaan, baik persediaan barang jadi, barang setegah jadi, maupun barang jadi. Dalam kondisi ini perusahaan tentunya tidak lepas dengan service dan manage gudang professional dan proposional Pengendalian pada persediaan bahan baku merupakan faktor pendukung keberhasilan kagiatan produksi. Faktor pengendalian persediaan bahan baku berhubungan secara langsung dengan kegiatan produksi di perusahaan. Dan yang perlu diperhatikan dalam pengendalian bahan baku adalah dari segi jumlah yang dibutuhkan untuk DPL mulai beroperasi pada tahun 2010 dan dikenal sebagai peusahaan yang bergerak dalam bidang galangan kapal yakni perawatan dan perbaikan (Dok Repai. khususnya Provision of ship repair. Conversion, and Modification Service. New Ship Building . Salah satu aset yang dimiliki perusahaan yang jumlahnya cukup besar dan berhungan secara langsung dengan proses pencapaian tujuan perusahaan adalah persediaan. Pengelolaan persediaan yang tidak tepat akan berdampak terhadap tidak terpenuhinya permintaan konsumen akibat kurangnya persediaan karena mengalami kerusakan, kadaluarsa, kehilangan, tindak kecurangan terhadap persediaan sehingga menghambat jalannya kegiataan operasional yang akan merugikan perusahaan. Gudang merupakan komponen penting dari rantai pasokan sehingga gudang menjadi tempat penerimaan, penyimpanan sementara dan persediaan sparepart, material dan barang yang akan dipakai untuk kebutuhan produksi. Warehouse . dapat digambarkan sebagai suatu sistem logistic sebuah perusahaan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan produk dan menyediakan informasi mengenai status dan kondisi material atau persediaan yang disimpan di gudang, sehingga infomasi tersebut selalu up to date dan mudah diakses oleh siapapun yang PT. DPL menerapkan sitem FIFO. FIFO (First In First Ou. adalah barang yang pertama masuk maka akan menjadi barang yang akan keluar Pada kenyataannya sistem yang diterapkan saat ini tidak menggunakan sistem FIFO, dikarenakan terjadinya penumpukan barang di pallet identifikasi barang datang dan terkadang ketika pengambilan barang, storeman tidak melihat tanggal kedatangan barang tersebut karena barang yang sudah diidentifikasi terkadang tidak langsung di pindahkan ke rak yang sudah ditentukan. Dan ketika barang dipindah ke rak ada beberapa barang yang tidak ditata sesuai ketentuan yaitu barang yang lama akan ditempatkan didepan dan barang yang baru saja datang akan di tempatkan Biasanya barang akan dipindahkan ketika barang baru datang dan sudah dicek maka barang yang berada di pallet akan dipindah ke Pelayanan digudang biasanya memakan waktu yang lama dikarenakan storeman gudang hanya satu orang sehingga membuat antrian panjang, user yang datang paling banyak dalam sehari adalah 40 user dan jika ramai maka akan datang 10-15 user dalam waktu 1 jam dan jarak mereka datang sekitar 3 menit. Ketika user ingin mengambil barang pada saat ramai, user akan datang 3 menit kemudian dari jarak user pertama sedangkan pada saat sepi user akan datang sekitar 2-3 jam sekali. Satu orang user dapat mengambil barang paling banyak sekitar 6 SIF (Store Issue For. Ketika barang yang di pallet identifikasi belum dipindahkan, maka akan memperlama proses pencarian barang karena barang tercampur menjadi satu sehingga mempersulit dalam pencarian barang. Untuk pencarian barang yang belum ada tanggal kedatangannya dan nama barang maka barang yang akan diambil membutuhkan waktu paling lama yaitu 30 menit karena storeman tidak dapat membedakan barang tersebut stok atau barang yang baru saja datang. Oleh sebab itu, bagaimana cara penyimpanan serta pengeluaran barang dari gudang perlu dipertimbangkan agar kualitas barang yang dikeluarkan cukup baik karena perputaran barang yang terjadi cukup Kelancaran proses produksi dalam suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh proses pengadaan barang dalam suatu perusahaan. Sehingga pada bagian pengadaan perlu membuat strategi yang baik. METODE PENELITIAN Metodologi adalah kerangka teoritis yang digunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan atau mengatasi masalah yang Sedangkan kerangka teoristis merupakan metode-metode ilmiah yang akan diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Metode penelitian sangat penting karena baik-buruknya hasil penelitian tergantung dari metodologi penelitian yang Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini adalah untuk menjelaskan keadaan yang diteliti dengan bantuan studi pustaka sedemikian rupa sehingga memperkuat analisis peneliti dalam menarik suatu kesimpulan dimana hasil penelitian tersebut berasal dari hasil Analisa secara langsung dengan kondisi alamiah atau riil untuk membuat gambaran umum yang sistematis atau deskripsi rinci yang factual dan akurat yang kemudian diajukan secra tertulis oleh penulis. Teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah yang dinilai strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara, yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada karyawan bagian pembelian bahan dan Dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dengan menggunakan dokumen-dokumen Observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap keadaan di perusahaan Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran yang menggunakan metode direct stopwatch time yaitu merupakan Teknik pengukuran kerja dengan menggunakan stopwatch sebgai alat ukur dalam pengukur waku yang ditunjukkan dalam penyelesaian suatu aktivitas. Pengukuran ini dilakukan pada bagian pelayanan di gudang dalam. dikelompokkan dalam satu area sehingga menyulitkan storeman dalam pencarian barang. Pada gambar barang yang berada di rak dan pallet beberapa sudah dipindahkan dan diberi label, tetapi ada juga beberapa barang yang belum Ketika pelabelan barang sudah selesai maka barang akan dipindahkan ke tiap rak yang sudah disediakan sesusai Dengan mengkalfifikasikan barang maka barang akan terstruktur dan rapi sehingga memudahkan dalam pencarian barang. HASIL DAN PEMBAHASAN Warehouse PT. DPL diketahui belum menerapkam sitem FIFO karena beberapa barang di area penyimpanan tidak memiliki informasi mengenai tanggal kedatangan atau tanggal barang diterima melainkan hanya informasi mengenai spesifikasi lengkap dari item tersebut. Dengan menggunakan sistem FIFO maka proses pengolahan persediaan barang dan laporan bulanan akan terkomputerisasi sehingga dapat lebih cepat dan efektif dalam pengolahan data persediaan barang. Berikut adalah rak dan pallet yang barangnya tidak memiliki informasi mengenai barang Gambar 3. Barang yang sudah dipindahkan ke rak Barang yang sudah dipindahkan kemudian didata dan dimasukkan ke dalam data rak: Tabel 1. Data Rak Gudang Dalam PT. DPL Gambar 2. Pallet Gambar 2. Rak Identifikasi Pada gambar 1 dan 2 merupakan gambar sebelum dilakukannya perbaikan. Perbaikan akan dilakukan dengan cara pemberian label yang berisi nama barang dan tanggal diterimanya barang. Label merupakan pencantuman tulisan atau pernyataan pada suatu barang. Label merupakam salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan barang karena dapat berpengaruh terhadap barang tersebut masih layak digunakan atau tidak. Pada gambar 1 dan 2 terjadi penumpukan barang di suatu tempat di gudang serta penyimpanan barang yang sama yang tidak KODE BARANG STORAGE LOCATION/I D BARANG INCOMIN G DATE NUMBE ITEM MAS. CLI. A1/33 16/08/2022 Kaos Tangan Katun 4B MAS. CLI. A2/34 26/07/2022 Kaos Tangan Kombinas MAS. CLI. A3/35 18/08/2022 Kaos Tangan Kulit Panjang MAS. BMA. A4/13 23/07/2022 Bulu Kuas Roll Mini MAS. BMA. A4/17 23/07/2022 Kuas Tangan Gepeng 2" MAS. BMA. A4/18 29/08/2022 Kuas Tangan Gepeng 2 1/2" MAS. BMA. A4/19 29/08/2022 Kuas Tangan Gepeng 3" MAS. BEA. A4/10 14/04/2022 Bearing 6308 ZZ NTN MAS. CMC. A4/30 23/07/2022 Sabun Cream Wings @ 5 Kg MAS. CMC. A7/8077 23/07/2022 Sabun Detergent Rinso @ 1,8 Kg Kantong Plastik Sampah Uk 90 x 120 Cm @ 10 Pcs MAS. PJO. A8/10173 09/09/2022 KODE BARANG STORAGE LOCATION/I D BARANG INCOMIN G DATE NUMBE ITEM MAS. SEQ. B1/1213 28/04/2022 Police Line / Bari Kade Do Not Enter MAS. SEQ. B1/18159 01/08/2021 Half Mask MAS. SEQ. B1/1223 19/04/2022 Kaca Mata Safety SKF MAS. SEQ. B1/1220 24/08/2022 Ear Plug NP 364 Blue Eagle MAS. SEQ. B1/1227 18/02/2021 Masker 3M 9102 MAS. SEQ. B1/1229 14/04/2022 Masker Kain Tebal MAS. EPT. B2/41 27/06/2022 Batu Gerinda Uk 7" x 6 Grinding Disc 4" x 6 mm (WD) MAS. EPT. MAS. EPT. B2/47 B2/56 08/07/2022 21/07/2022 PT. DPL memiliki ribuan jumlah barang dan kemungkinan akan terus bertambah mengikuti teknologi maupun kebutuhan PT. DPL sendiri. Keseluruhan barang yang sudah ada material kodenya adalah 21310, sedangkan keseluruhan barang yang ada di gudang adalah 3253 barang karena beberapa barang sudah diperbarui material Dan exiting saat ini belum termasuk material yang sedang on progress. Untuk pengajuan material kode ataupun pembelian material baru, lebih baik harus memfoto barangnya dan menyertakan type barang agar tidak terjadi kesalahan saat proses order barang. Secara umum proses penerimaan barang digudang PT. DPL dapat dilihat pada gambar Diagram Alir Penerimaan Barang Jasa Diagram Alir Proses Penerimaan Barang Jasa Start Resibon Potong Uk 14" Nippon Kurir Security Main Gate Melapor & Menyerahkan Surat Jalan Memeriksa barang dan Surat Jalan Surat Jalan Surat Jalan Security Main Gate Mempersilahkan Kurir masuk & mengkomunikasikan ke Staf Pergudangan Kurir Menyerahkan Surat Jalan ke Staf Pergudangan Surat Jalan & Dokumen Pendukung Sumber: PT Dok Pantai Lamongan, 2022 Tabel 2. Data Rak AC PT. DPL KODE BARANG STORAGE LOCATION/ ID BARANG INCOMIN G DATE NUMBE Staf Pergudangan Melakukan pemeriksaan barang. Surat Jalan, & Dokumen Pendukung Surat Jalan. PO & Dokumen Pendukung Prosedur Pengembalian Barang ke Vendor ITEM Tidak Dokumen Lengkap & Barang tidak cacat? Staf Pergudangan MAS. PJO. MAS. PJO. MAS. SPA. UNI. MAS. SPA. UNI. MAS. SPA. UNI. AC1/506 AC1/505 AC1/20214 AC2/17709 AC2/16210 09/23/22 10/11/2022 16/09/2022 15/06/2022 15/06/2022 MAS. SPA. UNI. AC2/20156 27/08/2022 MAS. SPA. UNI. AC2/20156 27/08/2022 MAS. SPA. UNI. AC2/20159 AC2/20154 27/08/2022 MAS. SPA. FOR. AC2/11383 MAS. SPA. UNI. AC2/20205 21/08/2022 MAS. SPA. UNI. AC2/20197 26/07/2022 Sikaflex 255 FC Black Sikaflex White Gasket Kit Govern Oring 2 Oring 2 Oring Barrel Kecil Oring Barrel Besar Oring Actuato Oring Holder Oring 3 Oring Holder Oring Screw End Plate Mengisi SRF & menyimpan barang di gudang SRF Staf Pergudangan Meminta Persetujuan HOD SRF HOD Depatemen Menyentujui dan Menandatangani SRF SRF Staf Pergudangan Menginformasikan Barang Staf Pergudangan Menginput data Penerimaan Barang End Gambar 3. Diagram alir penerimaan barang. Berikut adalah Breakdown diagram alir proses Staf Pergudangan Melakukan pemeriksaan barang. Surat Jalan, & Dokumen Pendukung Surat Jalan. PO & Dokumen Pendukung Gambar 4. Pemeriksaan Barang Pada gambar ini saat pemeriksan barang yang sudah dicek beserta dokumennya, tetapi ketika barang akan di ambil oleh user ternyata barang tersebut tidak sesuai sehingga barang tersebut harus dikembalikan ke vendor. Hal ini terjadi dikarenakan barang tidak sesuai sehingga hal tersebut dapat memperlama proses pelayanan Sumber: PT Dok Pantai Lamongan, 2022 karena pada saat melakukan pengecekan barang, user juga harus melihat barang tersebut sudah sesuai apa tidak, kegiaatan ini juga memperlama proses identifikasi. ditempatkan, guna mempercepat pelayanan di Sehingga ketika banyak user yang akan mengambil barang dapat mempercepat waktu untuk pencarian barang yang awalnya 30 menit menjadi 5 menit karena sudah jelas tata letak barang dan lengkap dengan pelabelan barang. Berikut adalah Before dan After waktu pengambilan barang: Staf Pergudangan Mengisi SRF & menyimpan barang di gudang SRF Gambar 5. Penyimpanan Barang Pada tabel ini saat penyimpanan sebaiknya dilakukan proses identifikasi barang dengan memberi label barang yang berisi : Nama Barang Spesifikasi/deskripsi barang yang lengkap dari barang tersebut Tanggal kedantangan barang Berikut adalah diagram proses yang dapat diterapkan digudang agar membantu mempercepat pelayanan digudang. Barang Datang Dilakukan proses identifikasi barang mulai dari tipe barang, surat jalan, purchase order Jika barang diterimas, staf gudang mencetak SRF Tabel 3. Before dan After waktu pengambilan Before Pemberian identitas berupa Dilakukan barang yang sudah diidentifikasi ke tiap-tiap rak yang sudah ditentukan Pada gambar diatas adalah gambar perhitungan lama waktu pengambilan barang sebelum dilakukannya identifikasi secara lengkap dan pemindahan barang setelah identifikasi. Pengukuran waktu menggunakan metode stopwatch sehingga Perhitungan waktu ini diambil sebanyak 10 kali dan waktu yang dibutuhkan untuk pencarian dan pengambilan barang di rak dan pallet membutuhkan waktu A30 menit. Staf pegudangan mengirimkan SRF untuk meminta persetujuan dan tanda tangan HOD Menginformasikan barang yang telah datang ke user agar bisa dilakukan incoming ke kartu Data penerimaan diprint kemudian diberikan ke Menginput data Staff Pergudangan Menginput Gambar 6. Diagram penyimpanan barang Pada pemberian identitas label barang tidak memiliki informasi mengenai tanggal diterimanya barang tersebut melainkan hanya informasi mengenai spesifikasi lengkap dari barang tersebut. Seharusnya pada pemberian identitas berupa label harus lengkap deskripsinya. Hal tersebut dapat memperlama dalam proses pelayanan karena harus mencari barang tersbut dikarenakan hanya berisi tanggal kedatangan ataupun hanya berisi nama barang sehingga storeman tidak bisa membedakan barang yang baru saja datang atau stok gudang. Kemudian setelah dilakukannya proses identifikasi, sebaiknya barang langsung dipindahkan ke rak yang telah Dalam proses pencaraian barang dapat memakan waktu paling lama sekitar 30 menit, ketika user banyak yang mengambil barang maka hal tersebut dapat menghambat proses produksi. Jadi, ketika akan dilakukan proses identifikasi barang harus memberi label yang secara lengkap kemudian dipindahkan ke tiap rak yang sudah After Pada gambar di samping ini dengan adanya breakdown diagram diatas maka waktu pengambilan barang akan lebih cepat, yang awalnya membutuhkan waktu A30 menit, menjadi A5 menit, timer waktu ini dilakukan 10 kali guna memastikan berapa lama waktu pengambilaan ketika sudah dilakukannya identifikasi dan pemindahan barang secara lengkap dan pemindahan barang secara lengkap. Eramandiri. Prosiding Seminar Inovasi dan Adopsi Teknologi (INOTEK), 2. , 89-96. Sifa Fauziah. Ratnawati. Penerapan Metode FIFO pada Sistem Informasi Persediaan Barang. Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI, 4. In'amy Fawwaz. Abdurrahman Fars Indriya Himawan. Analisis Penyebab Yang Mempengaruhi Terjadinya Keterlambatan Pengadaa Barang Pada PT. Petrojaya Boral Plasterboard Gresik. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2. , 2214-2226. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA. Ade Sri Mariawati. Pengukuran Waktu Baku Pelayanan Obat Bebas Pada Pekerjaan Kefarmasian Di Apotek CT. Journal Industrial Servicess, 5. Masniar. Ashar. Orgenes Paulus Atanay. Produktivitas Kerja Pada Pelayanan Tiket Di PT. Pelnis Sorong Dengan Metode Stopwatch Time Study. Metode Jurnal Teknik Industri, 8. Ahmad Ulil Albab Al Umar. Muammar Taufiqi Lutfi Mustofa. Dessy Fitria. Alfia Miftakhul Jannah. Yusvita Nenan Arinta. Pengaruh Label Halal dan Tanggal Kadaluarsa Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sidomuncul. JESYA : Jurnal Ekomomi dan Ekonomi Syariah, 4. , 641-647. Hudori. Penerapan 5S (Seiri. Seiton. Seiso. Seiketsu. Shitsuk. di Gudang Zat Kimia Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit. Industrial Engineering Journal, 6. Rama Aji Pangestu. Aplikasi Web Berbasis Algoritma K-Nearest Neighbour Untuk Menentukan Klasifikasi Barang Studi Kasus: Perum Peruri. Jurnal Ilmu Teknik Dan Komputer, 2. Hanafi. Didin Setyawam. Defi Anggraeni. Analisis Dan Perancangan Barang Sistem Informasi Pemesanan Barang Antar Cabang Di Kedai Durian Ditokngah Berbasis Web. Jurnal Responsive Teknik Informatika, 2. Bambang Waluyo. Handoyo Prasetyo. Subakdi. Analisis Yuridis Terhadap Kewajiban Pencantuman Label Berbahasa Indonesia Pada Barang Yang Diperdagangkan Dalam Negeri. Jurnal Yuridis, 7. Aditya Yuda Pradana. Farida Pulansari. Analisis Pengukuran Waktu Dengan Stopwatch Time Study Untuk Meningkatkan Target Produksi Di PT. XYZ. Juminten (Jurnal Manajemen Industri Dan Teknolog. , 2. KESIMPULAN Dengan adanya proses identifikasi pelabelan secara lengkap seperti nama barang, spesifikasi atau deskripsi barang, tanggal kedatangan barang atau tanggal diterimanya barang, maka perputaran barang di gudang akan menjadi lebih efektif sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama ketika banyak user yang akan mengambil barang. Waktu pencarian dan pengambilan barang yang awalnya A30 menit akan menjadi 3-5 menit karena storeman sudah mengetahui jelas letak barang berdasarkan identifikasi pelabelan Dekan adanya skeman ini bisa membantu mempercepat dalam proses pelayanan di gudang PT. DPL REFERENSI