PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP SETEK DAUN Sansevieria trifasciata Rahmatia Thahir Universitas Muhammadiyah Makassar, rahmatiah. thahir@unismuh. Nurul Magfirah2. Anisa3 Universitas Muhammadiyah Makassar, nurul. magfirah@unismuh. anisa@unismuh. Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah terhadap persentasi setek hidup dan perakaran setek daun Sansevieria trifasciata. Metode penelitian yang diujikan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan desain Faktorial. Desain Faktorial ini merupakan modifikasi dari true experimental design, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakukan . ariabel independe. terhadap terhasil . ariabel depende. Variabel independen yaitu ekstrak bawang merah, sedangkan variabel dependen yaitu setek daun Sansevieria trifasciata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah dengan berbagai konsentrasi berpengaruh terhadap persentase hasil setek dan jumlah akar setek daun Sansevieria trifasciata. Konsentrasi bawang merah 1% merupakan konsentrasi yang optimal untuk persentase setek hidup dan jumlah akar setek daun Sansevieria trifasciata. Kata Kunci: ekstrak bawang merah, setek, sansevieria trifasciata Abstract This experiment research to aim at the effect of the onion extract on the roots of Sansevieria trifasciata leaf cuttings. The research method that was tested in this experiment was to use a factorial design. Factorial design is a modification of true experimental design, that is by considering the possibility of a moderator variable that influences the treatment . ndependent variabl. on the outcome . ependent variabl. The independent variable is onion extract, and the dependent variable is Sansevieria trifasciata leaf cuttings. Based on the results of the experiment showed that giving of onion extract with various concentrations affected the survival percentage of cuttings and the amount of root cuttings of Sansevieria trifasciata leaves. Onion concentration of 1% is the optimal concentration for the percentage of live cuttings and the amount of roots of Sansevieria trifasciata leaf cuttings. Kata kunci: extra red onion, setek, sansevieria trifasciata 38 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. Sansevieria PENDAHULUAN Tanaman Sansevieria atau lidah mertua adalah jenis tanaman yang telah banyak dikenal orang dan dibudidayakan sebagai tanaman hias yang sangat Indonesia, disebut sebagai tanaman lidah mertua karena memiliki bentuk yang tajam. Daun Sansevieria mempunyai warna yang beragam mulai dari warna hijau tua, hujau muda, hijau abu-abu, perak, serta warna kombinasi putih kuning dan hijau kuning. Dari jumlah Sansevieria Spesies Sansevieria trifasciata kombinasi hijau kuning tersebar di berbagai daerah serta banyak diminati Selain mudah berkembang Keragaman jenis tanaman ini bisa persilangan dan dari hasil mutasi. Tanaman ini sangat mudah mengalami mutasi, bahkan pada saat dilakukan perkembangbiakan melalui setek daun. Dimana seharusnya anakan akan seperti Sansevieria berbeda dengan induknya baik dari Keistimewaan Sansevieria memperlihatkan adanya berbagai ukuran daun baik yang besar dan kecil, bentuk ada yang memanjang dan pendek, daun melebar dan membulat juga memiliki corak yang beragam. Sansevieria mudah beradaptasi Pentingnya sehingga jenis ini termasuk dalam dibudidayakan karena Sansevieria bisa menjaga kesehatan pemiliknya dengan Sansevieria yang telah dibudidayakan menjadi tanaman anti polutan yang dapat mempunyai fenotipe masih tetap sama disimpan didalam ruangan atau rumah seperti saat berada di habitat alaminya. dan bisa juga menjadi tanaman hias yang Tanaman Sansevieria mempunyai banyak ragam disebabkan diperbanyak atau dibudidayakan bisa saja mengasilkan tanaman Sansevieria yang tidak sama dengan induknya. Keindahan bernilai ekonomis bagi masyarakat. Badan Antariksa (NASA) Ameika Serikat Sansevieria memiliki kemampuan untuk menyerap 107 jenis unsur berbahaya di (Rapilah. Rahayu. Rochman. , 2. Manfaat dari 39 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. tanaman Sansevieria antara lain, dapat Sementara seratnya digunakan sebagai menghilangkan Sick Building Syndrome bahan pakaian. Jadi hampir semua yaitu ruangan yang memiliki udara yang bagian dari tanaman Sansevieria ini memiliki manfaat yang sangat baik konsentrasi gas CO2, zat nikotin dari untuk kesehatan. asap rokok, dan penggunaan AC. Pada Sensevieria trifasciata yang sudah dewasa berdaun 4-5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan dengan ukuran seluas kurang lebih 20 m2 jika disimpan Apabila tanaman ini disimpan di dalam lemari pendingin maka dapat menghilangkan aroma tidak sedap. Selain dari pada itu tanaman ini juga dapat mereduksi radiasi dari gelombang elektromaknetik yang dipancarkan dari cahaya komputer, laptop, dan televisi. Maka sangat baik jika diletakkan dekat komputer dan Getah dari tanaman Sansevieria dapat digunakan sebagai obat antiseptik. Ekstrak bagian akarnya dapat digunakan sebagai penyegar rambut, perangsang pertumbuhan rambut, juga dimanfaatkan sebagai obat wasir dan kanker. Daun dari Sensevieria ini jika dibakar dapat Jika tanaman ini direbus dapat mencegah diabetes. Sansevieria sudah teruji secara klinis berefek positif terhadap diabetes Perkembangbiakan Sansevieria dapat dilakukan secara generatif dan Secara menggunakan biji dan secara vegetatif tunas rimpang, dan kultur jaringan (Dewatisari, 2. Metode perbanyakan atau perkembangbiakan dengan cara setek daun banyak digunakan pada menghasilkan tanaman setek dalam jumlah banyak. Hanya dalam kurung waktu 1-2 bulan saja sudah bisa menghasilkan ratusan anakan hasil setek Jika perkembangbiakannya sangat lambat, membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk menghasilkan 2 anakan saja. Kriteria tanaman yang digunakan dalam adalah memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat (Apriliani. Noli. , & Suwirmen. Salah dan embeien (Sulistiana. , 2. 40 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. memenuhi pada kecambah kacang hijau (Taug. dan tumbuhan bawang merah (Allium Sansevieria. Indikator penyetekan adalah dengan tumbuhnya ascalonicu. (Jayanti. Duryat. , & Bintoro. , 2. Jika akar tumbuh dengan cepat (Allium mengandung hormon pertumbuhan yaitu Pada proses penyetekan hormon auksin yang dapat memacu kita bisa mempercepat tumbuhnya akar pertumbuhan akar pada setek tanaman. dengan memberikan zat pacu yaitu Umumnya hormon auksin ditemukan hormon tumbuh atau Zat Pengatur pada pada bagian tunas, pucuk tanaman. Pertumbuhan (ZPT). daun muda, buah, ketiak daun pada suatu ZPT berperan Pada Sesuai dengan hasil penelitian mempercepat sintesis senyawa dalam sel Muslimah. Jalil. Hadianto. Sarwanidas, & Hasan. yang menyatakan dalam pembentukan organ bahwa pemberian bawang merah pada tanaman baru (Rifai,M. , & Wulandari. tanaman yang sudah berbentuk setek Pemberian hormon tumbuh pada saat pemotongan daun atau proses berpengaruh terhadap persentase hidup pembuatan setek Sansevieria bertujuan setek dan jumlah akar setek. Selain itu, untuk menumbuhkan akar yang banyak ketika bawang merah telah dihancurkan dalam waktu yang cukup singkat atau dan diambil ekstraknya akan terbentuk Sebenarnya Senyawa digantikan dengan bahan yang berasal allithianin ini berfungsi memperlancar dari bahan organik. Jika pemanfaatan metabolisme pada jaringan tumbuhan, bahan organik sudah banyak dilakukan juga bersifat fungisida . nti jamu. dan bakterisida . nti bakter. Maka dari itu, pemberian ekstrak bawang merah pada perlahan bisa dikurangi. Perbanyakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan membutuhkan hormon tumbuh. Hormon akar sehingga akar muncul dengan cepat. tumbuh secara alami dapat ditemukan 41 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. Sansevieria Berdasarkan cara mengencerkan ekstrak bawang diatas maka rumusan masalah dalam merah dengan penambahan aqua steril. penelitian ini adalah bagaimanakah Konsentrasi pengaruh konsentasi ekstrak bawang dilakukan dengan menggunakan rumus merah terhadap setek daun Sansevieria pengenceran yaitu: V1 x M1 = V2 x M2 Keterangan : METODE PENELITIAN Penelitian ini telah dilaksanakan V1 : volume awal . di Laboratorium Pendidikan Biologi V2 : volume akhir . FKIP Muhammadiyah M1 : konsentrasi awal . g/m. Makassar yaitu pada bulan April sampai M2 : konsentrasi akhir . g/m. Universitas Agustus Pembuatan Ekstrak Tahap pertama yang dilakukan Bawang Merah dengan menimbang adalah membuat larutan konsentrasi umbi bawang merah Sebanyak 250 gram 2,5%. Dengan cara mencampurkan 2,5 gram ekstrak pekat dengan aquades 100 menggunakan juiser lalu disaring. Hasil Karena ekstrak yang digunkan dalam penyaringan berupa larutan atau ekstrak bawang merah dijadikan sebagai larutan konversi terlebih dahulu dan diperoleh utama dengan konsentrasi 100%. Untuk bahwa 2,5 gram setara dengan 2,7 ml. kebutuhan perlakukan atau treatment Kemudian dari larutan ini kemudian dengan membutuhkan berbagai macam akan ditambahkan lagi dengan aquades jika ingin membuat larutan dengan . cukup dengan melarutkan larutan utama tadi sesuai dengan konsentrasi yang Dilanjutkan dengan persiapan bahan tanam penelitian yaitu bahan penelitian Larutan divariasikan dalam beberapa macam konsentrasi yaitu 0% . , 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Pembuatan variasi konsentrasi tersebut dilakukan dengan yang digunakan adalah setek daun yang diambil dari daun tanaman Sansevieria pertumbuhan bagus dan tidak terserang penyakit baik berupa jamur, kutu, dll. Daun tanaman kemudian di potong- 42 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. potong sepanjang A 15 cm, yang terdiri Pada penelitian ini pengamatan dari 3 bagian yaitu ujung, tengah dan yang dilakukan meliputi: Persentase pangkal daun. Membuat setek sekitar A setek hidup pada 120 hari setelah tanam, 50 setek untuk mengantisipasi terjadinya yang ditunjukkan oleh munculnya akar pembusukan, dan diupayakan untuk yang dihitung berdasarkan: tidak menggunakan daun tanaman yang jumlah SETEK hidup umurnya terlalu muda karena sangat ycumlah SETEK yang ditanam besar resiko kematian setek sebelum Waktu munculnya akar . , adalah waktu yang dibutuhkan pada saat setek larutan fungisida pada bagian ujung daun ditanam sampai muncul akar untuk setek yang akan ditanam agar tidak yang pertama kali. Jumlah akar . , mudah membusuk. Dosis penggunaan adalah banyaknya akar pada setek yang disesuaikan dengan produk dari jenis diamati pada 120 hari setelah tanam. Kemudian penyemprotan dengan Desain Setelah disemprot kemudian setek diangin-anginkan. Agar cepat digunakan dalam penelitian ini adalah tumbuh akar pada setek maka pada desain faktorial yang merupakan turunan bagian pangkal irisan daun Sansevieria dari true experiment. dicelupkan pada larutan ektrak bawang memperhatikan kemungkinan adanya merah yang terdapat hormon auksin. variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan terhadap Pemeliharaan tanaman dilakukan Desain ini (Sugiyono, 2. dengan cara penyiraman secara teratur Adapun dan pembasmian gulma dan hama yang Penyiraman dalam penelitian ini adalah variabel dilakukan setiap hari saat keadaan media tanam kering, dan jika keadaan media ekstrak bawang merah, dan variabel terikat . ariabel depende. yaitu setek Pengendalian . ariabel daun Sansevieria trifasciata. Penelitian ini terdiri atas dua faktor, yaitu faktor A dan B. Faktor A disekitar setek. yaitu ekstrak bawang merah dan faktor 43 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. Sansiviera trifasciata. Faktor A terdiri atas 5 level, secara keseluruhan sebanyak 3 x 5 x 2 = yaitu : A0 = Tidak diberi perlakuan 30 unit percobaan. dengan ekstrak bawang merah. A1 = Diberi perlakuan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 0,5%. A2 = Diberi perlakuan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 1%. A3 = Diberi perlakuan Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan ANOVA untuk menguji perbedaan perlakuan yang terdiri dari lebih dari dua konsentrasi 1,5%. A4 = Diberi perlakuan HASIL DAN PEMBAHASAN konsentrasi 2% Berdasarkan hasil analisis data Sedangkan Faktor bagian setek Sansiviera trifasciata, terdiri atas 3 level, yaitu: menunjukkan bahwa variasi konsentrasi B1 = Bagian ujung daun Sansevieria trifasciata. Rata-rata dari B2 = Bagian tengah daun B3 = Bagian pangkal daun trifasciata dapat kita lihat pada tabel 2 Adapun Desain ditunjukkan pada tabel 1 dibawah ini. Faktor A0B1 A0B2 A0B3 A1B1 A1B2 A1B3 A2B1 A2B2 A2B3 A3B1 A3B2 A3B3 A4B1 A4B2 A4B3 Sansevieria dibawah ini. Tabel 2. Rata-rata persentase setek daun hidup Sansevieria trifasciata Tabel 1. Desain Kombinasi Perlakuan Penelitian Konsentrasi bawang merah (%) Rata-rata SETEK hidup (%) 33,33 66,67 66,67 sumber primer, dimana data dapat langsung diambil pada saat pengamatan. Berdasarkan data pada tabel 2 Setiap perlakuan terdiri atas 3 setek menunjukkan bahwa variasi konsentrasi Sansivieria trifasciata yang diulang 5 kali, sehingga jumlah unit pengamatan rata-rata setek daun hidup paling tinggi, dan 44 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. berbeda dengan rata-rata konsentrasi unsur-unsur lain yang terkandung dalam ekstrak yang lainnya. Pada konsentrasi ekstrak bawang merah berada pada 1%, 0,5%, 0% . idak diberikan perlakuan yaitu pemberian konsentrasi ekstrak menstimulus setek daun Sansevieria trifasciata mengeluarkan akar sehingga memperlihatkan rerata yang berbeda. Namun konsentrasi 1,5% dan 2% memiliki rerata yang sama. Adapun hasil Sansevieria trifasciata dapat kita lihat pada gambar 1 di bawah ini. setek tetap hidup. Pada konsentrasi 0%, dimana perlakukan tanpa memberikan ekstrak persentase setek hidup dengan rerata sebesar 33,33%. setek tersebut bisa hidup disebabkan karena setek yang digunakan merupakan setek pucuk yang berasal dari tanaman dengan tingkat kualitas petumbuhan yang tinggi dan . Gambar. 1 Setek Sansevieria trifasciata: umur yang cukup. setek yang berasal . tahap awal percobaan . , . cenderung lebih mudah berakar dari hasil percobaan pada setek yang berasal dari tanaman dari tanaman berumur masih muda Ciri-ciri setek daun Sansevieria yang berumur tua. Hal ini disebabkan trifasciata yang hidup yaitu masih karena semakin tua tanaman maka akan segarnya setek, hampir semua bagian terjadi peningkatan produksi zat-zat daun berwarna hijau, dan munculnya akar pada pangkal daun. Perlakuan terjadi penurunan senyawa fenotik yang dengan memberikan ekstrak bawang berperan sebagai auksin kofaktor yang mengawali tumbuhnya akar. Azwin, & Sadjati. E . menyatakan bahwa ada Sansevieria trifasciata dengan rata-rata beberapa hal yang perlu diperhatikan paling tinggi yaitu 83,33%. Tingginya jika memilik cara setek untuk alternatif rata-rata tumbuhnya akar. konsentrasi tersebut disebabkan karena yaitu umur setek, media, drainase media, pada konsentrasi 1% hormon auksin dan intensitas cahaya, teknik pengguntingan 45 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. dan konsentrasi hormon yang digunakan. Pada dasarnya, keberhasilan tumbuh menstimulus pembelahan sel bagian suatu setek dipengaruhi oleh dua faktor dasar SETEK untuk pertumbuhan akar. yaitu faktor eksternal dan internal. Seperti Adapun Firmansyah. Rochmatino mempengaruhi yaitu media tanam setek. Kamsinah . yang menyatakan umur setek, jenis tanaman setek, serta bahwa zat pengatur tumbuh efektif pada faktor lingkungan lainnya diantaranya jumlah tertentu, begitu pula dengan zat suhu, cahaya matahari, dan kelembaban. tumbuh eksogen. Konsentrasi rendah Selain hidupnya Setek dipengaruhi oleh faktor konsentrasi tinggi dapat merusak zat Rianto, dkk . menyatakan bahwa bahan setek memiliki kandungan karbohidrat yang dapat mempercepat sehingga proses absorbsi air dan unsurunsur hara dalam tanah lebih cepat dan lebih banyak. Kandungan karbohidarat yang tinggi diperoleh dari tanaman yang cukup umur karena menyimpan hasil mendukung pembentukan akar. 0,5% lainnya yaitu sekitar 50% ekstrak bawang merah memperlihatkan data penurunan jumlah setek Sansevieria trifasciata yang hidup dibandingkan pada konsentrasi 1%. Hal ini terjadi karena jumlah zat pengatur tumbuh yaitu hormon auksin didalam ekstrak konsentrasi yang dibutuhkan untuk Abidin . menyatakan Persentase setek hidup pada Pada konsentrasi 1,5% dan 2% bahwa jika ingin zat tumbuh bekerja dengan efektif memberikan pengaruh diberikan dengan konsentrasi yang tepat. diberikan perlakukan. Hal ini disebabkan Hormon auksin yang diberikan secara karena pada konsentrasi 0,5% jumlah berlebihan pada suatu tanaman akan menyebabkan daun menguning, gugur pertumbuhan akar yang optimal pada daun, penghitaman batang dan akhirnya Sansevieria mengalami kematian setek. Sehingga 46 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. Setek Sansevieria & Murdaningsih . mengatakan yang sudah tumbuh tunas pada umur 16 minggu hanya 4 setek. Pada perlakukan A2 . onsentrasi ekstrak 1%) didapatkan Metabolisme 2 SETEK bertunas pada hari ke 92 dan sangat didukung oleh pemenuhan unsur Kemudian. Pada perlakuan A0 . anpa H2O dan mineral lainnya, semakin luas pemberian ekstrak bawang mera. ada 2 bidang penyerapan akar maka semakin setek yang tumbuh tunas yaitu pada hari banyak unsur yang diserap. Namun analisis statistik. Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi Adanya mata tunas ditandai memberikan pengaruh yang bervariasi dengan muculnya tunas kecil berwarna pula pada jumlah akar yang muncul. putih dibagian pangkal setek, kemudian Rata-rata jumlah akar yang muncul pada lama kelamaan tunas akan membasar, tiap variasi konsentrasi bawang merah lalu muncul akar serabut serta tunas akan disajikan pada tabel 3 dibawah ini. berwarna hijau dan membentuk daun setek bagian ujung menghasilkan Tabel. 3 Rata-rata persentase jumlah akar Sansevieria trifasciata waktu muncul tunas lebih baik dan cepat Konsentrasi Jumlah bawang merah (%) Akar Pada tabel 3 menunjukkan bahwa dibandingkan setek bagian tengah dan pangkal daun Sansevieria karena bagian ujung daun bersifat meristematik artinya sel-sel dalam jaringan sangat aktif membelah (Utama. R,H. Hasibuan. & Maimunah, 2. Jumlah setek yang muncul tunas baru jumlahnya sedikit, diduga karena tunas tidak mampu membentuk akar yang banyak sehingga penyerapan air dan unsur-unsur lainnya sebagai nutrisi pada setek tidak berjalan terhadap pertumbuhan tunas. Dule. jumlah akar pada setek S. trifasciata pada konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% memperlihatkan perbedaan jumlah yang tinggi dibandingkan dengan setek yang ekstrak bawang merah . %). Jumlah 47 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. diperoleh pada pemerian perlakuan pembentukan akar setek (Firmansyah, ekstrak bawang merah pada konsentrasi . Rochmatino. , & Kamsinah, 2. 1% yaitu 5,2, namun tidak berbeda nyata Hormon Auksin dapat meningkatkan dengan konsentrasi 0,5%, 1,5% dan 2%. taraf plastisitas dinding sel, dimana sel Tidak bisa dipungkiri bahwa pemberian akan mengalami pengembangan karena auksin, serta adanya unsur lain seperti Pengembangan dinding sel diakibatkan oleh kemampuan mempercepat pertumbuhan S. dalam hal ini pertumbuhan yang dimulai dinding sel yang dapat memanjang Auksin Syamsiah. , & Ramli. , 2. pembentukan akar setek. Pemberian zat pengatur tumbuh darigolongan auksin . ormon eksoge. sangat bermanfaat berakar, jumlah dan kualitas akar setek (Kurniaty. Putri. Siregar. Pemberian auksin secara eksogen . ari hormon auksin endogen dalam jaringan setek, sehingga mampu menginisiasi sel berkembang yang selanjutnya akan berdiferensasi menjadi organ tumbuhan seperti organ akar. Adanya hormon auksin yang mengalir dari bagian meristem apikal menuju bagian basal tanaman, kandungan karbohidrat dalam tubuh tanaman, dan rooting cofactor akan berkumpul untuk menstimulir selulosa mikrofibril penyusun (Alimudin. Organ akar pada setek daun trifasciata merupakan organ paling penting karena akar dapat menyerap unsur hara dari dalam tanah dan mendukung kelangsungan hidup setek (Auri. , & Dimara. P, 2. Saptadji . menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman ditentukan oleh ketersediaan unsur hara baik makro maupun mikro untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Unsur hara tersebut juga disediakan oleh media tanam yang kaya akan bahan Pada umumnya terdapat pada media tanam yang memiliki sifat fisik yang baik, antara lain: memiliki struktur remah, daya serap dan daya simpan air yang cukup besar, serta kapasitas udara yang cukup tinggi. Sifat-sifat ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup 48 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. Kualitas setek yang dihasilkan KESIMPULAN dipengaruhi oleh media tanam sehingga memang harus dipilih media tanam yang Muslimah. Sarwanidas. Jalil. Hadianto. Hasan menyatakan bahwa setek dapat bertahan hidup tergantung kepada kesanggupan media dalam menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Berdasarkan telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa perlakukan dengan pemberian ekstrak bawang merah dengan variasi persentase hidup SETEK dan jumlah SETEK Keberhasilan hidup setek juga Sansevieria Varian konsentrasi 1% dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu suhu dan kelembaban. Saptadji . persentase SETEK hidup dan jumlah menyatakan bahwa setiap jenis tanaman memiliki suhu udara yang tepat untuk sekitar 21 oC sampai 27oC. Namun jika setek tidak berhasil dalam membentuk akar yang diduga karena faktor suhu, fluktuasi sekitar 29-34oC pada siang hari. Suhu yang tinggi dan kelembaban yang rendah menyebabkan proses transpirasi lebih cepat yaitu proses menguapnya kandungan H2O dari tanaman dan pembentukan akar yang lambat sehingga menyebabkan tanaman layu dan mati (Deselina. Hidayat. , & Wiratama, , 2. Sansevieria UCAPAN TERIMA KASIH merangsang pembentukan akar yaitu SETEK Suhu yang optimal untuk Penulis Universitas Muhammadiyah Makassar karena telah mendanai penelitian ini. Telah lolos Seleksi Dana Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat tahun anggaran 2018 yang dilaksanakan LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis mengucapkan pula terima kasih sebesar-besarnya Irmawanty. S,Si. ,M. Si selaku kaprodi Pendidikan Biologi Muhammadiyah Universitas Makassar memberikan ijin melakukan penelitian di Laboratorium Pendidikan Biologi. Serta rekan-rekan dosen Pendidikan Biologi 49 Jurnal Binomial Volume 4 Nomor 1. Maret 2021 (Thahir. Magfira & Anis. yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA