BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 EMBROIDERY CRAFT BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY THROUGH PRODUCT DESIGN IN KOTA PARIAMAN Irja. Desra Imelda. Fashion Design Study Program . Padang Panjang Indonesian Art Institute Email : irjasemsi2@gmail. , kakmel88@gmail. ABSTRACT The traditional embroidery business in Kota Pariaman is a skill that has been passed down from generation to generation, so that embroidery entrepreneurs in developing their business are still traditional and use old product motif The research method used is descriptive, qualitative research using SWOT analysis to identify various factors of strengths, weaknesses, opportunities and threats faced by the embroidery craft business in Kota Pariaman and formulate alternative strategies used. The results of the study describe the SWOT analysis in the IFAS table with a strength score of 2. 2 and a weakness of 0. 65, so that it has a competitive strength of 1. While the EFAS Table describes an opportunity score of 2. 9 and a threat score of 0. 32, so that the competitiveness of opportunities is 2. the SWOT diagram, the position of Pariaman's embroidery business is in the growth quadrant, then the alternative strategies used are SO strategy. WO strategy. ST strategy and WT strategy. The WO strategy is to innovate and improve the design of product motifs with new motifs such as: the siriah gadang motif, the pucuak rabuang motif, the itiak return patang motif, the saluak laka motif, the aka cino motif and the combination motif of kaluak nails and balimbiang Keywords: Analysis. Embroidery. Design. Product Usaha Kerajinan Sulaman tradisional di Kota Pariaman merupakan keterampilan yang didapatkan secara turun temurun, sehingga pengusaha sulaman dalam mengembangkan usaha masih tradisonal dan menggunakan desain motif produk yang lama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi berbagai faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman serta merumuskan alternatif strategi yang digunakan. Hasil Penelitian mendiskripsikan Analisis SWOT pada Tabel IFAS skor kekuatan 2,2 dan kelemahan 0,65, sehingga memiliki daya saing kekuatan sebesar 1,55. Sedangkan Tabel EFAS menggambarkan skor peluang 2,9 dan skor ancaman sebesar 0,32, sehingga daya saing peluang sebesar 2,58. Pada diagram SWOT posisi usaha sulaman kota Pariaman berada pada kuadran growth . ertumbuhan ), maka alternatif strategi yang digunakan adalah strategi SO. Strategi WO. Strategi ST dan Strategi WT. Strategi WO adalah melakukan inovasi dan perbaikan desain motif produk dengan motif baru seperti : motif siriah gadang, motif pucuak rabuang, motif itiak pulang patang, motif saluak laka, motif aka cino dan motif kombinasi kaluak paku dan kacang balimbiang. Kata Kunci: Analisis. Sulaman. Desain. Produk dengan berbagai motif dan ragam hias tersebut terdapat di Kota Pariaman. Kota Pariaman adalah salah satu dari 19 kabupaten / kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Kota ini resmi terbentuk menjadi Kota Otonom dengan berlakunya Undang-Undang No. 12 Tahun 2002 setelah memisahkan diri dari Kabupaten Padang Pariaman. Berdasarkan data BPS Tahun 2020 jumlah industri kerajinan tangan di Kota Pariaman sebanyak 117 unit yang tersebar di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Pariaman Utara. Kecamatan Pariaman Tengah. Kecamatan Pariaman Selatan, dan Kecamatan Timur. Kecamatan yang paling banyak industri kerajinan tangan berada di Pariaman Utara tercatat memiliki sebanyak 527 unit. Kerajinan Sulaman atau dikenal dengan Sulaman Benang Emas adalah salah satu produk budaya masyarakat di Pariaman Utara. Sulaman benang Pendahuluan Sumatera Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan industri Industri kerajinan sulaman adalah salah satu sub sektor industri yang menjadi salah satu keterampilan masyarakat yang turun temurun dilaksanakan setiap kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat. Produk kerajinan yang dihasilkan, seperti pakaian sulaman, pelaminan sulaman, selendang sulaman serta produk sulaman lainnya. Hiasan pakaian orang Minangkabau banyak dipengaruhi oleh ragam hias alam, seperti daun, akar kayu, bunga kayu, tanaman paku, hewan, dan Pakaian tradisonal Minang Kabau sering dipakai ketika acara pernikahan, kenduri, batagak penghulu, atau pesta rakyat lainnya, maka akan terlihat motif-motif ragam hias yang khas dengan makna yang Salah satu tempat khusus pembuatan sulaman BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 emas sangat terkenal dengan motif-motifnya yang memiliki falsafah dan budaya yang tinggi. Motif-motif ini pada umumnya berasal dari alam atau natural dan Misalnya seperti : motif kaluak paku, kembang saloyang, garis-garis dan lingkaran. Semua motif yang ada memiliki makna tersendiri dalam masyarakat Minang Kabau. Namun produk sulaman Naras dalam beberapa tahun terakhir ini, apalagi dimasa pandemi Covid-19 belum begitu berkembang sesuai dengan trend kebutuhan pasar. Desain produk sulaman ini masih banyak menggunakan motif-motif lama, sehingga telah membosan bagi konsumen. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan peneliti dengan beberapa pelaku usaha sulaman, seperti : Usaha Sulaman Indah Mayang yang dipimpin oleh ibu Fitrinawati . , menyatakan Au Pembeli yang datang kesini, selalu bertanya mencari produk dan motif-motif terbaru masa sekarang, sehingga motif dan desain yang sudah ada ini kurang diminati lagi oleh pembeli, akibatnya penjualan kami menurun drastis dan diperparah lagi oleh masa pandemi covid- 19 ini Au Berdasarkan beberapa pernyataan pelaku usaha sulaman di Kota Pariaman ini, maka peneliti dapat permasalahan sebagai berikut : Desain dan motif produk sulaman yang digunakan masih tradisional dan sudah lama Belum adanya alternatif strategi yang digunakan pelaku usaha untuk mengembangkan usaha kerajinan sulaman dengan desain dan motif terbaru. Berangkat dari masalah di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut : ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 adalah penelitian dengan mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dinyatakan, untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan menafsirkan fenomena yang terjadi melihatkan metode yang ada. Sedangkan Analisis SWOT (Strenghts. Weaknesses. Opportunities. Threat. adalah dengan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi usaha kerajinan sulaman. Permasalahan dikelompokkan atas permasalahan internal dan eksternal. Dari analisis SWOT ini akan diketahui alternatif strategi yang akan dilakukan oleh usahasulaman `berdasarkan hasil analisis factor strategi dari tabel EFAS dan IFAS. Analisis Lingkungan Internal (Analisis Kekuatan dan Kelemaha. Dalam analisis lingkungan internal ditentukan kekuatan dan kelemahan. Setelah analisis SWOT diidentifikasi, maka disusun tabel IFAS (Internal Strategic Factors Analisys Summar. untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal tersebut. Menurut rangkuti . tahap-tahap yang dilakukan adalah : Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan UsahaSulaman dalam Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala untuk kekuatan jumlahnya 0,5 dan untuk kelemahan adalah 0,5, berdasarkan pengaruh faktorfaktor tersebut terhadap posisi strategis UsahaSulaman. emua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi total skor 1,. Hitung rating . alam kolom . untuk masingmasing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 sampai dengan 1, berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi Usaha Sulaman yang Variabel yang bersifat positif . emua variabel yang masuk kategori kekuata. diberi nilai mulai dari 1 sampai dengan 4 . angat pentin. dengan membandingkan dengan rata-rata industri yang dihasilkan atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif. Kalikan bobot dalam kolom 2 dengan rating dalam kolom 3 untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya mulai dari 4,0 . sampai dengan 1,0 . Jumlah skor pembobotan . ada kolom . Untuk memperoleh total skor pembobotan bagi usaha kerajinan Sulaman yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana usaha kerajinan Sulaman bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internal (IFAS). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Faktor-faktor apasaja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi oleh usahasulaman dalam mengembangkan produknya melalui desain produk di Kota Pariaman Bagaimana alternatif strategi yang digunakan untuk mengembangkan produk sulaman melalui desain produk di Kota Pariaman Subjek dalam penelitian ini adalah Pelaku usaha Kerajinan Sulaman di Naras Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Usaha kerajinan sulaman memiliki peranan penting dalam meningkat perekonomian Kota Pariaman Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam mernentukan sampel penelitian. Teknik menggunakan data primer dan data sekunder Data primer diperoleh melalui: wawancara terstruktur. Observasi. Penyebaran kuesioner ke responden dan pemotretan data visual. Sedangkan data Sekunder, yakni data yang diperoleh dari publikasi instansi terkait seperti BPS. Dinas Perindustrian. Perdagangan. Koperasi dan UKM Kota Pariaman Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Penelitian deskriptif kualitatif Tabel 1. Uraian Faktor-Faktor Strategis Internal FAKTORBOBO RATING BOBOT FAKTOR STRATEGI RATING INTERNAL BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 Kekuatan : Kelemahan: 1Ae4 Motif-motif flora yang terdapat pada baju dan selendang kerajinan sulaman di Kota Pariaman antara lain sebagai berikut: Motif Bungo Batabua . ungo bertabu. Motif Kaluak Paku . engkung daun pak. Motif Bungo Satangkai . unga setangka. Motif Bungo Dado Baserak ( dada menyeba. Motif Bungo Batingkek ( bungo bertingka. Motif Bungo Karang ( bunga keran. ) Motif Bungo Rose Batabua ( bunga rose bertabu. TOTAL 1,00 Sumber : Rangkuti . Analisis Lingkungan Eksternal (Analisis Peluang dan Ancama. Tabel 2. : Tabel EFAS FAKTORFAKTOR STRATEGI INTERNAL Peluang : BOBOT RATING Ancaman : 1Ae4 BOBOT RATING Analisis SWOT (Strength. Weaknesses. Opportunity. Treat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada usaha kerajinan sentra sulaman di Naras Kecamatan Pariaman Utara, permasalahan yang dialami oleh para usahasulaman Kota Pariaman meliputi masalah internal dan eksternal. Untuk itu dapat dijelaskan sebagai berikut : Permasalahan Internal Terbatasnya Kemampuan SDM Keterbatasan Teknologi Rendahnya Inovasi Desain Motif Produk Kemasan produk belum bermerek dan belum Belum menggunakan Aplikasi Toko Online. Rendahnya Pemasaran Ekspor TOTAL 1,00 Sumber : Rangkuti . Untuk menyusun dan menghitung nilai bobot, rating, dan skor untuk tabel EFAS . dan IFAS . dibuat dengan teknik skala likert, dimana skor bobot diberi nilai . 1,00 = sangat penting, . 0,75 = penting, . 0,50 = netral . , . 0,25 = tidak penting, . 0,10 = sangat tidak Sedangkan skor rating diberi nilai . 5 = sangat baik, . 4 = baik, . 3 = netral . , . 2 = tidak baik, . 1= sangat tidak baik Skor nilai dihitung dengan mempergunakan formula sebagai berikut : Analisis Permasalahan Eksternal Kebijakan Pemerintah Munculnya teknologi baru Persaingan Produk Sejenis Daya Beli Masyarakat Menurun SN = BN x RN Berdasarkan hasil data analisis permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi oleh usahaSulaman Naras Kota Pariaman, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kekuatan . , kelemahan . , kesempatan . dan ancaman . terhadap usaha Sulaman adalah sebagai berikut Kekuatan (Strengt. Memiliki motivasi Kewirausahaan yang tinggi Penyediaan Lapangan kerja Memiliki sifat kemandirian Memanfaatkan bahan baku lokal Lokasi yang sangat strategis Kelemahan . Masih rendahnya kemampuan SDM Kurangnya inovasi desain produk Peralatan yang digunakan semi tradisional Pemasaran belum menggunakan Toko online Kemasan produk belum bermerk Kekuatan (Strengt. Tingginya dukungan pemerintah Etos kerja yang membudaya Tersedianya aplikasi penjualan melalui toko online Semakin terbukanya peluang pasar ekspor Ketersediaan teknologi baru Keterangan: SN = Skor nilai BN= Bobot nilai RN= Rating nilai ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Pembahasan Desain Motif Sulaman Indah Naras Berdasarkan hasil penelitian yang didapat di lapangan ditemukan motif-motif yang digunakan pada berbagai produk sulaman baju pengantin Bentuk motif yang terdapat pada baju pengantin di Kota Pariaman banyak diambil dari bentuk alam, baik itu bentuk flora maupun bentuk fauna, sehingga motif ini diberi nama seperti : bungo dado baserak . unga dada bertebara. , bungo batangkai . unga setangka. , bungo batabur . unga bertabu. , bungo gadang satangkai . ungo besar setangka. yang disulam dengan sulaman kapalo panitik . epala peniti. , suji caiah . uji cai. , dan banang ameh batangkai . enang emas bertangka. Au. Motif tumbuhan terutama bunga ini banyak dipakai karena keindahan yang menawan pada baju yang mencerminkan kebahagiaan pada pasangan pengantin. ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 yang sangat kecil yaitu sebesar ( 0,65 ). Ini berarti kekuatan UsahaSulaman Kota Pariaman untuk berkembang cukup besar sekali yaitu sebesar . ,55 ) untuk mengembangkan produk baru untuk dapat diterima segmen pasar nasional dan internasional. Sedangkan untuk analisis faktor eksternal dilakukan dengan cara memasukan variabel ke dalam matriks External Factors Analysis Summary (EFAS) serta memberikan bobot dan rating pada setiap peluang dan ancaman yang ada, kemudian menggalikan bobot dan Hasil menggambarkan berapa besarnya peluang dan ancaman yang dihadapi oleh usahasulaman di Kota Pariaman Faktor-faktor strategis eksternal dan internal kerajinan sulaman dapat diidentifikasi dalam suatu tabel Exsternal Strategic Factor Analysis Summary (EFAS) pada tabel berikut ini : Ancaman ( Treath. Kebijakan pemerintah sangat berpengaruh Kompetitor terus berkembang dengan produk Banyak produk sejenis menjual harga murah Daya saing produk lokal rendah Muncuknya teknologi baru Untuk melihat faktor strategi internal usaha kerarajinan sulaman di Kota Pariaman, yaitu dengan memasukan variabel ke dalam matriks Internal Factors Analysis Summary (IFAS) serta memberikan bobot dan Hasil penjumlahan bobot x rating akan menggambarkan berapa besarnya kekuatan dan kelemahan yang dimiliki usaha kerajinan sulaman di Kota Pariaman yang mempengaruhi perkembangan selanjutnya, untuk itu dapat dilihat pada tabel berikut ini Tabel 3 : Faktor Strategi Internal ( IFAS ) Faktor Ae Faktor Bobot Ratin Bob Strategi Internal Rati Kekuatan : Eo Memiliki motivasi 0,15 0,60 kewirausahaan yang Eo Penyediaan lapangan 0,05 0,15 Eo Memiliki sifat 0,15 0,60 Eo Memanfaatkan bahan 0,10 0,40 baku lokal Eo Memiliki potensi untuk berkembang 0,15 0,45 Kelemahan C Terbatasnya kemampuan SDM yang profesional C Kurangnya inovasi desain produk C Peralatan yang digunakan semi C Pemasaran blm online C Kemasan produk belum bermerk Tabel 4 : Faktor Strategi Eksternal ( EFAS ) Faktor Ae Faktor Ratin Bobot Strategi Eksternal Rating Peluang : Eo Tingginya duku ngan 0,20 0,80 Eo Etos yang 0,15 0,60 0,60 Eo Tersedianya aplikasi 0,20 toko online Eo Semakin terbuka nya Eo Ketersediaan teknologi 0,20 0,60 0,10 0,30 0,05 0,05 0,05 0,10 0,10 0,10 0,15 0,30 Total Sumber : Data Primer, diolah peneliti . Ancaman : Eo Kebijakan Pemerintah berpengaruh besar kelangsungan industri Eo Kompetitor terus berkembang dengan produk inovasinya Eo Banyaknya produk sejenis menjual harga Eo Daya saing produk local rendah Eo Munculnya teknologi 0,10 0,65 1,55 Keterangan : Nilai Faktor Internal (IFAS) = ( 2,. - . = 1,55 0,02 0,04 0,05 0,10 0,05 0,10 0,03 0,03 0,05 0,05 Total 1,00 Sumber : Data Primer, diolah peneliti . Nilai Faktor Eksternal = ( 2,. - . = 2,58 Berdasarkan tabel 3 IFAS diatas, dapat diketahui bahwa kekuatan usaha Sulaman Kota Pariaman sangat dominan sekali yaitu sebesar ( 2,2 ) dengan kelemahan 0,32 2,58 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 Berdasarkan tabel 4 EFAS diatas, dapat diketahui bahwa peluang usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman sangat dominan sekali yaitu sebesar ( 2,9 ) dengan ancaman yang sangat kecil yaitu sebesar ( 0,32 ). Ini berarti peluang usahasulaman Kota Pariaman yang ada cukup dominan atau besar yaitu sebesar ( 2,58 ) yang harus di kejar oleh usahasulaman Kota Pariaman untuk mencapai peluang segmen pasar lokal dan global Selanjutnya berdasarkan nilai skor pada Tabel IFAS kekuatan . dan kelemahan . dan selisih daya saing sebesar . Sedangkan Tabel EFAS skor peluang sebesar . dan ancaman . dan selisih daya saing sebesar . , maka nilai skor selisih daya saing ini dimasukan kedalam Diagram Cartesius Analisis SWOT sebagaimana gambar berikut ini Untuk mencapai tujuan penelitian kedua, alat analisis yang dipakai untuk menyusun strategi adalah Matrik SWOT. Strategi ini dibuat berdasarkan pemanfaatan menggunakan peluang yang ada serta menghadapi tantangan yang akan datang dari faktor internal dan Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi usahasulaman Kota Pariaman dan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis ( Rangkuti et al, 2. Untuk itu dapat dilihat tabel Diagram Matrik SWOT pada tabel berikut ini : Tabel 5. Diagram Matrik SWOT IFAS EFAS Gambar Diagram Cartesius Analisis SWOT Usaha Kerajinan Sulaman Kota Pariaman. Keterangan : Pada Kuadran I dan II Terlihat bahwa kekuatan yang diperoleh usaha Kerajinan Sulaman Kota Pariaman dengan skor sebesar 2,2 dan nilai kelemahannya skor sebesar 0,65 pada Kuadran IV, sehingga masih mempunyai daya saing skor sebesar 1,55. Hal ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman, karena memiliki daya saing peluang dan Maka strategi yang harus diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strateg. STRENGTHS WEAKNES (S) SES (W) Eo Memiliki C Terbatasnya SDM n yang tinggi C Kurangnya Eo Penyedia-an inovasi desain lapa-ngan C Peralatan yang Eo Memiliki sifat diguna Eo Memanfaatka n ba-han baku C Pemasaran Eo Memiliki potensi untuk Toko online berkembang C Kemasan OPPORTINIES STRATEGI (O) (SO) Eo Tinggi Menjalin Eo Etos kerja yang perusaha-an kecil dengan Eo Tersedia perusaha-an menengah dan Penjualan Toko besar BUMN Online dan Swasta Eo Semakin Meningkat terbuka pasar kan produk tivitas kerja Eo Ketersediaan usaha kecil teknologi baru3. Meningkat kan mutu dan daya saing produk sesuai SNI, dan ISO Pada Kuadran I dan i. Pada kuadran ini terlihat bahwa skoring faktor eksternal yaitu pengaruh dari luar perusahaan mempunyai peluang skor sebesar 2,9 dan faktor ancaman sebesar 0,32 yang berarti daya saing lebih dominan yaitu skor sebesar 2,58. Dalam hal ini meskipun menghadapi berbagai ancaman, namun usahasulaman masih memiliki peluang dari segi Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan peluang untuk memenimalkan ancaman jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi . enganekaragaman produk/pasa. STRATEGI ( WO) Inovasi Membang di tingkat BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 THREATS (T) Eo Kebijakan berpenga-ruh Eo Kompeti-tor Eo Banyak pro-duk sejenis menjual harga rendah Eo Daya lo-kal Eo Muncul nya tekno logi STRATEGI ( ST) Meningkatkan penen-tuan sasaran pasar arket Meningkatkan ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 meminimalkan kelemahan-kelemahan yang ada dengan langkah-langkah sebagai berikut : Melakukan Inovasi Produk Sulaman Strategi yang dilakukan adalah inovasi produk yang dapat menarik para konsumen atau pembeli baru. Adapun kegiatan yang termasuk inovasi produk Melakukan perbaikan desain motif produk Adapun desain motif-motif baru yang perlu dikembangkan adalah Motif Siriah Gadang ( Sirih Besa. Makna dari motif ini menyimbolkan kegembiraan, persahabatan dan persatuan. Munculnya motif ini pada ukiran tradisional Minangkabau menunjukkan bahwa siriah merupakan benda budaya yang sangat peting dan bahkan sakral. Hal ini dikuatkan dengan adanya penggunaan siriah dalam setiap kegiatan adat masyarakat Minagkabau. STRATEGI (WT) Mentaati Mempertajam program penelitian dan Sumber : Hasil Penelitian diolah . Alternatif Strategi Kerajinan Sulaman Pengembangan Usaha Gambar 2. Motif Siriah Gadang Sumber: https://w. com/search?rlz=1C1CHBF Strategi Kekuatan dan Peluang (SO) Strategi kekuatan dan peluang (S-O strateg. dikenal juga dengan strategi yang agresif yakni disusun untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan yang ada dengan memanfaatkan setiap peluang yang dihadapi usahasulaman. Berdasarkan Diagram Matrik SWOT, kekuatan yang dimiliki oleh usahasulaman dan peluang yang dapat dimanfaatkan, maka langkahlangkah strategi yang dapat diambil oleh usahasulaman adalah : Menjalin hubungan kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak antara usaha kecil sulaman dengan perusahaan menengah dan antara perusahaan menengah dengan perusahaan besar milik BUMN dan swasta dengan pola Bapak Angkat. Meningkatkan produktivitas usaha kecil kerajinan Dalam meningkatkan produktivitas kerja perlu ditingkatkan jam kerja atau waktu dari tenaga kerja untuk menghasilkan . produk sulaman. Oleh karena itu perlunya usahasulaman meningkatkan produksinya, mutu dan daya saing produk, sehingga produk kerajinan sulaman Kota Pariaman nantinya akan mampu memenuhi permintaan pasar dan bersaing dipasar global. Motif Pucuak Rabuang Motif hias pucuk rebung merupakan tafsiran nilai guna yang banyak. Usahamematrikan motif ini kedalam ukiran dan kain tenunan sehingga makna dari nilai yang serba guna ini menjadi suri tauladan bagi masyarakat adat minang kabau. Rebung ini adalah anak bambu yang keluar dari umbinya. Bentuknya seperti tumpal . dan bersisik, kecil enak dimakan, jika rebung ini sudah besar dinamakan bambu. Perlambangan dari bambu ini adalah: Muda berguna, tua terpakai menjadi contoh bagi kaumnya. Gambar 3. Motif Pucuak Rabuang Sumber : ( Dikutif dari laporan Penelitian Agustina Strategi Menimalisir Kelemahan dan Peluang (WO) Strategi menimalisir kelemahan dan peluang (W-O Strateg. berdasarkan pada kombinasi faktor peluang yang mungkin diperoleh untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki. Hal ini dimaksudkan bahwa strategi diarahkan untuk mendapatkan keuntungan dari peluang yang ada dengan usaha mengatasi atau Gambar 4. Penenpatan Motif Pucuak Rabung Pada Kain Motif Itiak Pulang Patang (Itik Pulang Sor. Makna Motif Itik Pulang Patang bagi masyarakat Minangkabau memiliki makna yang besar yaitu melambangkan kesepalatan, keteraturan, seiya sekata dan persatuan yang kokoh. Dari itiak pulang patang BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 dapat memberi isyarat pada manusia untuk selalu tertib dalam mecari atau menjalankan sesuatu pekerjaan secara bersama-sama, tanpa saling menganggu satu sama lainnya. Motif-motif sulaman yang sudah ada pada usaha kerajinan Sulaman Naras seperti motif kaluak paku, perlu dikembangkan dengan menggabungkan motif baru dengan motif lain seperti motif kacang balimbiang, sehingga menghasilkan produk motif Gambar 5. Motif Itiak Pulang Patang Sumber: Dikutif dari Buku Ranelis . dan Putri Dahlia, 2018. Gambar 8. Pengembangan motif inovatif pada kain Sumber :Dikutif dari laporan Penelitian Agustina, 2010. Motif Saluak laka Motif Saluak Laka memiliki arti kekerabatan. Hal ini bermakna bahwa kekuatan akan terjalin dari kesatuan yang saling terikat sehingga akan terwujud kekuatan bersama dalammenghadapi bermacam masalah Perbaikan Corak ( styl. Perubahan keindahan dari pada yang lain. Untuk barangAebarang seperti sulaman, pembungkusan dapat mencerminkan sebagai corak. Hal ini dapat terjadi bahwa sebagian langganan justru lebih menyukai corak yang lama. Kalau corak lama tersebut ditinggalkan berarti usahasulaman dapat kehilangan sebagian langgananya. Selain melakukan inovasi produk dalam strategi WO ini, harus membangun jaringanAejaringan pemasaran baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional dengan melakukan strategi modifikasi Adapun beberapa langkah yang perlu dilakukan adalah . Mencari pasar baru dengan segmen pasar. Menaikkan penggunaan produk, misalnya produk sulaman yang selama ini berguna untuk pakaian, tetapi sekaligus mempunyai nilai keindahan/seni Memperbaiki kembali posisi merk produk, misalnya produk sulaman, yang semula untuk orang dewasa, sekarang juga dipakai untuk kalangan remaja dengan merk terbaru Gambar 6. Motif Saluak Laka Sumber : Dikutif dari buku Syahriannur, 2018. Motif Aka Cino ( Akar Cin. Makna yang terkandung dari motif aka cino adalah kias ibarat yang dipakai pada pakaian adat dan Awal masa dahulu, cina yang menjadi bandingan, akal lebih bicara tajam, berguru beraja masa itu, dilukis kayu sebilah, kiasan berpilin akar cinaA. Bangsa Cina merupakan kelompok etnis yang suka hidup merantau ke berbagai negara lain, medesain gigih, ulet dalam menjalani hidup. sebagai pedagang maupun sebagai pekerja. Hal ini dilambangkan dengan akar tumbuhan yang merambat dan saling kait-berkait antara satu sama lain. Walaupun sudah menjalar kemana-mana namun tidak terputus dengan akar umbinya. Begitu juga dengan etnis Cina, walaupun desain sudah merantau jauh namun medesain tidak lupa dengan akar budaya, bangsa dan bahasa mereka. Motif aka cino melambangkan keuletan, kekuatan, kerja keras, dan keteguhan pendirian. Strategy Kekuatan dan Ancaman (ST) Strategy kekuatan dan ancaman (S-T Strateg. adalah mengkombinasikan antara kekuatan dengan ancaman yang diarahkan untuk meningkatkan dan menumbuh kembangkan dari kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman-ancaman usaha kerajinan Pada kondisi ini usahasulaman hendaknya melakukan strategi meningkatkan kualitas produknya. Strategi perbaikan kualitas ini dapat membantu pada peningkatan fungsi produk pada usaha sulaman. Untuk menghadapi heterogenitas pasar, ada beberapa alternatif strategi yang ditempuh oleh pengusaha Kerajinan sulaman, yaitu : Pemasaran Produk Tunggal (Undifferentiated Usaha kerajinan sulaman berusaha meninjau pasar secara keseluruhan, memusatkan pada kesamaankesamaan dalam kebutuhan konsumen, dan bukannya pada segmen pasar yang berbeda-beda. Perusahaan usaha sulaman mencoba mengembangkan produk tunggal yang dapat memenuhi keinginan semua atau Gambar 7. Motif Aka Cino Sumber: Dikutif dari laporan Penelitian Agustina. Pengembangan Balimbiang Motif Kaluak Paku. Kacang BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 banyak orang. Jadi satu macam produk di pasarkan kepada semua orang. Pemasaran Produk Berbeda (Differentiated Marketin. Dalam strategi ini perusahaan kerajinan sulaman mencoba untuk mengidentifikasi kelompokkelompok pembeli tertentu . egmen pasa. dengan membagi pasar kedalam dua kelompok atau lebih. Jadi, dalam strategi ini usaha Kerajinan Sulaman berusaha untuk : Memilih sub-grup/kelompok-kelompok yang akan Merencanakan produk yang dapat memberikan kepuasan kepada kelompok- kelompok calon pembeli 0,32 ). Ini berarti daya saing peluang usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman yang ada cukup dominan atau besar yaitu sebesar ( 2,58 ) yang harus di kejar oleh usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman untuk mencapai segmen pasar lokal dan global Alternatif Strategi Kerajinan Sulaman Pengembangan Usaha Strategi Kekuatan dan Peluang (SO) Strategi kekuatan dan peluang (S-O strateg. dikenal juga dengan strategi yang agresif yakni disusun untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan yang ada dengan memanfaatkan setiap peluang yang dihadapi Menjalain Hubungan Kemeitraan dengan Perusahaan BUMN dan Swasta Meningkatkan produktivitas usaha kecil kerajinan Strategi Menimalisir Kelemahan dan Peluang (WO) Strategi menimalisir kelemahan dan peluang (W-O Strateg. berdasarkan pada kombinasi faktor peluang yang mungkin diperoleh untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki, yaitu : Melakukan inovasi produk sulaman Melakukan perbaikan desain motif baru produk Adapun desain motif-motif baru yang perlu dikembangkan adalah : Motif Siriah Gadang ( Sirih Besa. Motif Pucuak Rabuang Motif Itik Pulang Patang Motif Saluak laka Motif Aka Cino Pengembangan Motif Kaluak Paku dan Kacang Balimbiang Melakukan Perbaikan Corak ( styl. Strategi Meminimalkan Kelemahan dan Ancaman (WT). Strategi WT adalah Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman yang akan dihadapi, selain itu usahasulaman harus mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku yang telah dikeluarkan pemerintah. Dalam menghadapi ancaman munculnya teknologi baru, perusahaan kecil perlu melakukan strategi pengembangan produk usahasulaman Pengembangan produk ( product developmen. usahasulaman meliputi modifikasi cukup besar atas produk lama atau penciptaan produk baru yang masih berkaitan yang dapat dipasarkan kepada pelanggan lama melalui saluran yang sudah ada. Strategi pengembangan produk seringkali digunakan untuk memperpanjang daur hidup produk yang sudah ada ataupun untuk memanfaatkan reputasi atau merek favorit Pemikiran adalah menarik pelangan yang puas untuk membeli produk baru sebagai akibat pengalaman positif mereka dengan produk perusahaan sebelumnya. Strategi pengembangan produk didasarkan pada penetrasi pasar lama dengan melakukan modifikasi produk atau mengembangkan produk baru yang kaitannya jelas dengan lini produk yang sudah ada. ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Strategy Kekuatan dan Ancaman (ST) Strategy kekuatan dan ancaman (S-T Strateg. adalah mengkombinasikan antara kekuatan dengan ancaman yang diarahkan untuk meningkatkan dan menumbuh kembangkan dari kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman-ancaman usaha kerajinan Beberapa alternatif strategi yang ditempuh oleh pengusaha kerajinan sulaman, yaitu : Pemasaran Produk Tunggal (Undifferentiated marketin. Pemasaran Produk Berbeda (Differentiated Marketin. Kesimpulan Peran Usaha Kerajinan Sulaman yang sangat besar dalam menunjang perekonomian nasional perlu terus kesejahteraan masyarakat Berdasarkan tabel 4 Internal Factors Analysis Sumary (IFAS), dapat diketahui bahwa kekuatan Usaha Kerajinan Sulaman Kota Pariaman sangat dominan sekali yaitu sebesar ( 2,2 ) dengan ancaman yang sangat kecil yaitu sebesar ( 0,65 ). Ini berarti daya saing kekuatan usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman cukup dominan atau besar yaitu sebesar ( 1,. untuk mengembangkan produk baru untuk dapat diterima di pasar nasional dan internasional Sedangkan berrdasarkan hasil tabel 5 Exsternal Factors Analysis Sumary (EFAS), dapat diketahui bahwa peluang Usaha Kerajinan Sulaman Kota Pariaman sangat dominan sekali yaitu sebesar ( 2,9 ) dengan ancaman yang sangat kecil yaitu sebesar ( Strategi Meminimalkan Kelemahan dan Ancaman (WT). Strategi WT adalah Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman yang akan dihadapi, selain itu dalam menghadapi ancaman munculnya teknologi baru, perusahaan kerajinan BESAUNG JURNAL SENI DESAIN DAN BUDAYA VOLUME 7 No. 1 MARET 2022 sulaman perlu melakukan strategi pengembangan produk dengan melakukan riset dan development. Pengembangan produk . roduct developmen. usahasulaman meliputi modifikasi cukup besar atas produk lama atau penciptaan produk baru yang masih berkaitan yang dapat dipasarkan kepada pelanggan lama melalui saluran yang sudah ada. ISSN PRINT : 2502-8626 ISSN ONLINE : 2549-4074 Handayani. Kunthi. Desain Hiasan Busana. Jakarta: Direktorat Maleong J. Lexy. Metodologi Penelitian Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Marlina. Apri. Perubahan Pelaminan Minang Kabau . tudi kasus pada pelamian usaha ib. Padang: UNP. Saran Berdasarkan permasalahan internal dan eksternal usaha kerajinan sulamanl di Kota Pariaman, maka ada beberapa saran dari penelitian ini : Untuk mengatasi masalah rendahnya kualitas SDM. Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Perrindagkop dan UKM Kota Pariaman, perlu melakukan pembinaan kepada sentra kerajinan sulaman, dengan memberikan pelatihan-pelatihan desain motif produ dan pelatihan-pelatihan peningkatan mutu dan daya saing produk usaha kerajinan sulaman setiap tahun anggaran. Untuk meningkat kualitas dan daya saing usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman, pemerintah hendaknya memberikan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada usaha kerajinan sulaman yang mempunyai prospek dan menjadi sektor andalan di Kota Pariaman Dalam mengatasi masalah pemasaran produk usaha sulaman, maka seluruh stakeholder ( pengusaha, pemerintah, dan pihak swasta ), hendak secara bersama-sama membantu dan membangun jaringan pemasaran yang kuat dalam menghadapi persaingan perdagangan bebas. Putri Dahlia . Makna Simbolis Motif Batik Produk Rumah Batik Minang di Nagari Panyakalan Kabupaten Solok Sumatera BaratAy. Jurnal Deskovi Volume 4 Juni 2021. Univ. Hasan Maarif Hasyim Latif. Rangkuti,. Freddi. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Bandung : Balai Pustaka Rita Ayu. Rahmadanis . Au Strategi Bertahan Industri Sulaman Benang Emas di Desa Naras I Pariaman Au. Skripsi. Padang : UNP Rahmad Washinton . Visualisasi Motif Itiak Pulang Patang Pada Kriya Kayu. Jurnal Ekpresi Seni Volume 17 N0. 2 No. Padang panjang: ISI Ranelis & Kendal Malik . Pengembangan desain dan Motif Sulam Koto Gadang Sumatera Barat. Padang Panjang : ISI Sri Wahyuni, . AuStudi Tentang Sulaman Tangan Pada Pelaminan Tradisional Naras di Kecamatan Pariaman Utara KotaPariamanAy. Skripsi Daftar Pustaka