SOSFILKOM Volume XVI Nomor 01 Januari-juni 2022 ANALISIS NILAI KEBUDAYAAN GREBEG SURA DI DESA PANGGUNGREJO KABUPATENTULUNGAGUNG ARizki Hayu Fitriana. ABagus Wahyu Setyawan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung fitrianarizki9@gmail. com , baguswa93@gmil. Abstrak Kebudayaan menunjukkan sesuatu yang luas dan kompleks. Di dalamnya tercakup baik segala sesuatu yang terjadi dan dialami oleh manusia secara personal dan secara kolektif, maupun bentuk-bentuk yang dimanifestasikan sebagai ungkapan pribadi seperti yang dapat kita saksikan dalam sejarahkehidupan. Kebudayaan dapat dilihat dari hasil-hasil pencapaian yang pernah ditemukan oleh umat manusia dan diwariskan secara turun-temurun, maupun proses perubahan serta perkembangan yang sedang dilalui dari masa ke masa. Masyarakat Jawa terkenal dengan kepercayaan Kejawen yang cukup kuat dan mengakar dari generasi ke generasi. Kepercayaan ini melahirkan kebudayaan sakral dan tinggi nilai Kepercayaan ini lahir dari adaptasi dan peleburan berbagai budaya serta agama, seperti Hindu dan Islam. Akhirnya kepercayaan ini pun selalu terbawa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa dan menghasilkan berbagai upacara adat Jawa yang unik dan menarik. Khususnya bagi warga Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung. Grebeg Sura Rutin dialkuka setiap tahunya. Tetapi sayangnya di masa pandemi seperti ini terpaksa tidak dirayakan. Biasanya warga Desa menyambut dengan suka Tujuan penelitian ini adalah mendskripsikan latar belakang adanya tradisi Grebeg Sura di Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung, mendeskripsikan nilai kebudayaan yang ada pada tradisi Grebeg Sura di Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung. penelitian yang digunakan dalalm penelitian ini adalah studi kepustakaan . ibrary researc. Kata Kunci: grebeg sura, nilai kebudayaan, budaya Jawa Abstract Culture shows something broad and complex. It includes everything that happens and is experienced by humans personally and collectively, as well as the forms that are manifested as personal expressions as we can see in the history of life. Culture can be seen from the achievements that have been discovered by mankind and passed down from generation to generation, as well as the process ofchange and development that is being passed from time to time. Javanese society is famous for its Kejawen beliefs which are quite strong and rooted from generation to generation. This belief gave birth to a sacred culture and high artistic value. This belief was born from the adaptation and fusion ofvarious cultures and religions, such as Hinduism and Islam. Finally, this belief is always carried over in the daily life of the Javanese people and produces various unique and interesting Javanese traditional ceremonies. Especially for residents of Panggungrejo Village. Tulungagung Regency. Grebeg Sura Rutin is dialed every year. But unfortunately during a pandemic like this, we have to not celebrate. Usually the villagers welcome with joy. The aims of this study are to describe the background of the Grebeg Sura tradition in Panggungrejo Village. Tulungagung Regency, to describe the cultural values that exist in the Grebeg Sura tradition in Panggungrejo Village. Tulungagung Regency. The research used in this research is library research. Keywords: grebeg sura, cultural values. Javanese culture PENDAHULUAN Kebudayaan menunjukkan sesuatu yang luas dan kompleks. Di dalamnya tercakup baik segala sesuatu yang terjadi Diterbitkan oleh FISIP UMC dan dialami oleh manusia secara personal dan secara kolektif, maupun bentuk-bentuk yang dimanifestasikan sebagai ungkapan pribadi seperti yang dapat kita saksikan | 15 SOSFILKOM Volume XVI Nomor 01 dalam sejarah kehidupan. Kebudayaan dapat dilihat dari hasil-hasil pencapaian yang pernah ditemukan oleh umat manusia dan diwariskan secara turun-temurun, perkembangan yang sedang dilalui dari masa ke masa. Keberadaan manusia di dunia ini tidak terlepas dari kebudayaan yang Kebudayaan memberikan bentuk perilaku kepada individu-individu secara khas, dalam arti setiap kebudayaan itu berlainan bentuknya dan perilaku individu juga menampilkan sosok yang Bentuk budaya yang berlainan dan perilaku individu yang khas tersebut merupakan manivestasi dari seperangkat unsur kebudayaan yang universal dan pranata yang berlaku. Koentjaraningrat menyatakan bahwa Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Suatu kebudayaan dan diantara masyarakat dipisahkan, keduanya merupakan satu kesatuan sehingga tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan. Sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat, dengan kata lain bahwa masyarakat merupakan faktor penyebab munculnya kebudayaan dan sekaligus sebagai wadah dan pendukung dari kebudayaan yang diciptakan. Masyarakat Jawa terkenal dengan kepercayaan Kejawen yang cukup kuat dan mengakar dari generasi ke generasi. Kepercayaan ini melahirkan kebudayaan sakral dan tinggi nilai seninya. Kepercayaan ini lahir dari adaptasi dan peleburan berbagai budaya serta agama. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-juni 2022 seperti Hindu dan Islam. Akhirnya kepercayaan ini pun selalu terbawa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawadan menghasilkan berbagai upacara adat Jawa yang unik dan menarik. Masyarakat Jawa memandang datangnya bulan Sura sebagai datangnya masa-masa prihatin dalam kehidupan manusia, dan sebagai pintu gerbang untuk masuk ke sebuah keadaan yang baru. Bagi masyarakat Jawa, bulan Sura dalam kalender Jawa dianggap sebagai bulan keramat, seperti yangdikatakan oleh M Sayid bahwa bulan Sura dianggap salah satu bulan yang keramat karena bagi orang Jawa yang memiliki pusaka yang berbagai macam wujudnya dan dijadikan benda berharga itu kemudian dimandikan atau disucikan agar menjadi bersih atau Bagi mereka yang memiliki pusaka tetapi tidak disucikan atau dimandikan dan diremehkan maka bisa mendatangkan bahaya atau celaka dalam kehidupan seharihari orang yang mempunyai pusaka tersebut Oleh karena itu untuk menyambut datangnya bulan istimewa ini masyarakat Jawa umumnya akan mengadakan berbagai bentuk ritual dan perayaan. Kegiatan menyambut bulan Suro ini telah berlangsung sejak berabadabad yang lalu dan kegiatan yang berulang-ulang tersebut akhirnya menjadi kebiasaan serta menjadi tradisi yang pasti dilakukan di setiap Itulah yang di sebut budaya dan menjadi ciri khas bagi komunitasnya. Salah satu ritual dan sudah menjadi tradisi dalam menyambut bulan Suro adalah tradisi Grebeg Sura. Khususnya bagi warga Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung. Grebeg Sura Rutin dilakukan setiap Tetapi sayangnya di masa pandemi seperti ini terpaksa tidak | 16 SOSFILKOM Volume XVI Nomor 01 Biasanya Desa menyambut dengan suka ria. Tujuan penelitian ini adalah mendskripsikan latar belakang adanya tradisi Grebeg Sura di Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung, mendeskripsikan nilai kebudayaan yang ada pada tradisi Grebeg Sura di Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak terkait, baik secara teoretis maupunpraktis. Secara teoretis, hasil penelitian ini sumbangan konseptual yang edukatif pada kebudayaan Jawa, khususnya pada nilai kebudayaan yang terkandung dalam tradisi Grebeg Sura. Secara praktis, penelitian ini akan memberikan manfaat bagi beberapa pihak, yaitu bagi guru atau pengajar, termasuk bagi peneliti sendiri sebagaicalon guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan nilai kebudayaan yang terkandung dalam tradisiGrebeg Sura. Bagi siswa, penelitian ini dapat menjadi pedoman dalam pemahaman akan budaya Jawa. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi tindak lanjut terhadap nilai kebudayaan yang terkandung dalam tradisi Grebeg Sura. Bagi peneliti lain, hasil penelitian inidapat dimanfaatkan untuk bahan perbandingan atau referensi ketika melakukan penelitian sejenis. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut (Nawawi, 2. menyatakan bahwa Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur untuk pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-juni 2022 suatu keadaan subyek/objek penelitian . eorang, lembaga, masyarakat, dan lainlainnya pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak, atau sebagaimana Sedangkan menurut (Moleong, 2. menyatakan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik, dengan cara dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi dan dokumentsi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu transkripsi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Adanya Tradisi Grebeg Sura di Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung Sura merupakan nama bulan pertama pada tahun Jawa. Tahun Jawa sendiri merupakan penggabungan dari tahun Saka Hindu dengan tahun Hijriyah Islam yang dilakukan oleh Sultan Agung Anyokrokusumo yang biasa disebut Sultan Agung. Penggabungan tahun Saka Hindu dengan tahun Hijriyah Islam oleh Sultan Agung dikarenakan pada saat itu adalah penjajahan VOC. Sultan Agung adalah raja patriotis dan anti penjajah yang bertahta di mataram tahun 1613-1645, beliau dua kali menyerang Batavia tetapi selalu gagal dikarenakan pada saat itu masyarakat belum bersatu dan persenjataan belum | 17 SOSFILKOM Volume XVI Nomor 01 Dalam Mataram dan menghadapi pemberontakanpemberontakan. Sultan Agung bersiasat untuk menggunakan kepercayaan rakyat sepenuhnya terpusat kepada dirinya. Usahanya tersebut tidak saja untuk memenangkan perang tetapi juga meliputi kekuasaan di dalam agama Islam yang amat Sultan Agung menggalangkan agar kekuasaan keagamaan pun berpusat pada dirinya. Salah satu cara yang dilakukan Sultan Agung adalah dengan menggabungkan tahun Saka Hindu dengan tahun Hijriyah Islam. Pada saat penggabungan, tahun Saka Hindu masuk pada tahun 1555, tahun Hijriyah Islam masuk tahun 1043 dan tahun Masehi saat itu tahun 1633. Tahun Jawa sendiri ada 8 yaitu Alif. Ehe. Jimawal. JeAo. Dal. BeAo. Wawu dan Jimakir. Setiap tahunnya terdapat 12 bulan yaitu Suro. Sapar. Mulud. Bakda Mulud. Jumadilawal. Jumadilakhir. Rejeb. Ruwah. Pasa. Sawal. Dulkaidah dan Besar. Perubahan kalender di Jawa menjadi tahun Jawa terjadi dan dimulai dengan 1 Sura tahun Alip 1555, tepat pada tanggal 1 Muharram tahun 1043 Hijriyah, tepat pula pada tanggal 8 Juli 1633 dan harinya adalah Jumat Legi. Gambar 1. Grebeg Sura di Desa Panggungrejo Di Desa Panggungrejo dalam menyambut tahun baru Jawa atau bulan Sura diadakan sebuah tradisi yaitu tradisi Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-juni 2022 Grebeg Sura yang ditandai dengan adanya Kirab Tumpeng. Gambar 2. Kirab Tumpeng Tumpeng yang dimaksud bukan tumpeng biasa tetapi tumpeng raksasa, selain kirab tumpeng warga Desa Panggungrejo juga membuat kirab sayur hasil dari kebun sendiri yang nantinya akan dibagikan kepada warg lain . ada jugaogohogoh berukuran raksasa dan pertunjukan jaranan dan reog kendang yang nantinya juga ikut dalam tradisi kirabtumpeng. Gambar 3. Kirab ogoh-ogoh dan pertunjukan reog kendang Tradisi Kirab Tumpeng sudah menjadi tradisi warga Desa Panggungrejo saa bulan Sura datang. Tetapi disat pandemi seperti sekarang ini Kirab tumpeng tidak lagi dilakukan. Semoga pandemi segera berakhir agar tradisi dan budaya tidak punah. Pada Jadi tradisi Grebeg Suro merupakan tradisi yang memang sudah ada dari sejak dahulu kala dan warga desa Panggungrejo selalu mempertahankan ke-eksistensian tradisi ini | 18 SOSFILKOM Volume XVI Nomor 01 dalam rangka melestarikan budaya dan meneruskan adat dari pendahulu. Nilai Kebudayaan Yang Ada Pada Tradisi Grebeg Sura Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung Tradisi Grebeg Sura merupakan salah satu acara besar di Desa Panggungrejo. Tradisi ini selalu menyedot perhatian masyarakat sekitar. Pada saat pelaksanaannya, masyarakat memadati jalan-jalan raya yang merupakan rute dari Kirab Tumpeng. Tradisi Grebeg Sura memang tradisi dalam rangka untuk menyambut tahun baru Jawa tepatnya bulan Sura. Masyarakat khususnya masyarakat Jawa, mengartikan bulan Sura sebagai bulan Bulan prihatin tersebut ditandai dengan masyarakat melakukan laku Laku prihatin yang dilakukan masyarakat bermacam-macam antara lain lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME, tidak mengadakan hajatan besar dan lebih berhati-hati dalam melakukan Makna selanjutnya, tradisi Grebeg Sura penyembahan kepada Tuhan YME, yaitu untuk berdoa dan sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME. Acara Kirab Tumpeng dimaknai sebagai acara untuk memanjatkan doa kepada Tuhan, hal tersebut ditandai dengan diamnya para petugas pembawa tumpeng saat KirabTumpeng berlangsung sehingga terlihat khusuk dan kesan religius sangat terasa. Acara Tirakatan dimaknai sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME, hal tersebut ditandai dengan adanya gunungan atau tumpeng besar. Tradisi Grebeg Sura dalam Melestarikan Budaya Bangsa. Studi Kasus Masyarakat Panggungrejo sebagai berikut: Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-juni 2022 Tradisi Grebeg Sura sebagai salah satu hasil kebudayaan masyarakat. Tradisi Grebeg Sura karena merupakan sebuah tradisi maka dapat dikatakan bahwa tradisi Grebeg Sura adalah hasil kebudayaan. Sebagai hasil kebudayaan suatu masyarakat khususnya masyarakat Panggungrejo maka tradisi Grebeg Sura mengandung sistem gagasan, nilai, pengetahuan, kepercayaan dan Gambar 4. Kesenian Reog Kendang Adanya tradisi Grebeg Sura yang pada dasarnya mengandung sistem nilai budaya tersebut mampu menjadikannya sebagai pedoman bagi masyarakat yaitu dengan melihat makna dan nilai-nilai yang ditemukan pada tradisi tersebut. Makna dan nilai-nilai yang ada di tradisi Grebeg Sura kemudian meresap pada jiwa masyarakat dan pada akhirnya dijadikan prinsip hidup serta tolak ukur segala sikap dan perilaku mereka dalam mengadakan interaksi dengan sesamanya. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang baik dan dinamis dalam masyarakat. KESIMPULAN Kebudayaan menunjukkan sesuatu yang luas dan kompleks. Di dalamnya tercakup baik segala sesuatu yang terjadi dan dialami oleh manusia secara personal dan secara kolektif, maupun bentuk-bentuk yang dimanifestasikan sebagai ungkapan pribadi seperti yang dapat kita saksikan dalam sejarah kehidupan. Kebudayaan dapat dilihat dari hasil-hasil pencapaian | 19 SOSFILKOM Volume XVI Nomor 01 yang pernah ditemukan oleh umat manusia dan diwariskan secara turuntemurun, maupun proses perubahan serta perkembangan yang sedang dilalui dari masa ke masa. Untuk menyambut datangnya bulan istimewa ini masyarakat Jawa umumnya akan mengadakan berbagai bentuk ritual dan perayaan. Kegiatan menyambut bulan Sura ini telah berlangsung sejak berabadabad yang lalu dan kegiatan yang berulang-ulang tersebut akhirnya menjadi kebiasaan serta menjadi tradisi yang pasti dilakukan di setiap Itulah yang di sebut budaya dan menjadi ciri khas bagi komunitasnya. Salah satu ritual dan sudah menjadi tradisi dalam menyambut bulan Suro adalah tradisi Grebeg Sura. Khususnya bagi warga Desa Panggungrejo Kabupaten Tulungagung. Grebeg Sura Rutin dialkuka setiap Tetapi sayangnya di masa pandemi seperti ini terpaksa tidak Biasanya Desa menyambut dengan suka ria. Tim Januari-juni 2022 Spiritual Bangsa Indonesia. Surakarta: JPDMN Sala. Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa. Jakarta: Balai Pustaka. Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University. Poerwanto. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif DAFTAR PUSTAKA