LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG http://jurnal. id/index. php/lentera PERBANDINGAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN TUGAS TERSTRUKTUR DENGAN TUGAS MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI Vetri Yanti Zainal STKIP PGRI Bandar Lampung zainalzainalvetrivetri@gmail. Abstract: Learning problems at Kasui 2 State Senior High School are currently a process of economic learning that is less than optimal so that learning outcomes in economic lessons are still low. The purpose of this study was to determine the comparison between structured task learning models with independent unstructured tasks on economic learning outcomes in the odd semester X students of Kasui Way 2 Public High School 2016/2017 Academic Year. The method used in this study is an experimental method, a population of 126 students consisting of 4 classes. Sample class X1 as experimental class 1 is 30 students and class X4 as experimental class 2 is 30 The sampling technique uses Cluster Random Sampling technique. The results of the study revealed that> tdaf, which is 4. 55> 2. 00 so it can be concluded that "there is a comparison between structured task learning models with independent unstructured tasks on economic learning outcomes in odd semester X students of SMA Negeri 2 Kasui Way Right Year of Education 2016/2017 "and the average learning outcomes in experimental class 1 using a structured task learning model obtained a score of 81. and the average learning outcomes in experimental class 2 using unstructured independent assignments obtained a value of 66. Based on these results it is known that the average learning outcomes in experimental class 1 is higher than in experimental Keywords: learning model, structured task, unstructured tasks, economic learning kecakapan dan pengetahuan baru. Hasil dari belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajar siswa. Ada mempengaruhi faktor belajar, diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi fisiologis . ondisi fisi. , psikologis . ntelegensi, motivasi minat. PENDAHULUAN Sekolah merupakan lembaga formal yang menjadi sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan, melalui sekolah siswa belajar berbagai macam Belajar perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir didapat keterampilan Perbandingan antara Model Pembelajaran Tugas Terstruktur dengan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur terhadap Hasil Belajar Ekonomi bakat, sikap dan rasa percaya dir. Faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sosial misalnya keadaan kelas dan nonsosial misalnya model pembelajaran, pendekatan, media, dan sebagainya. Belajar dan pembelajaran mencakup proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Seperangkat mendukung proses belajar peserta didik dilakukan secara seksama dengan maksud agar terajadi proses belajar dan membuat behasil guna dan perlu dirancang. Berhasil atau tidaknya suatu indikator dapat kita lihat pada hasil belajar siswa. Pada kenyataan dilapangan menunjukan bahwa banyak siswa setiap jenjang pendidikan menganggap ekonomi merupakan pelajaran banyak materi pelajaran yang berupa teori. Proses pembelajaran ekonomi di sekolah khususnya di SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan, terbiasa dengan menyampaikan materi dan pengulangan saja, hal tersebut menyebabkan siswa masih bergantung pada penyampaikan materi oleh guru. Siswa hanya duduk menerangkan di depan kelas, selanjutnya siswa mencatat materi tersebut. Pada akhir pembelajaran guru memberikan pengetahuan belajar siswa. Proses kurang optimal sehingga masih banyak hasil belajar yang masih rendah dan belum mencapai KKM yang ditetapkan . yang terlihat dari data nilai siswa pada mata pelajaran ekonomi yang menunjukkan bahwa 14 siswa dengan persentase 9,59% tuntas dengan baik, 43siswa dengan persentase 29,45% tuntas dan 89 siswa dengan persentase 60,95%, tidak tuntas. Faktor penyebab permasalahan dikarenakan belum diterapkan pemberian tugas secara terstruktur maupun secara pembelajaran ekonomi. Model pembelajaran masih belum bervariatif, sehingga aktivitas belajar siswa masih kurang interaktif dan kurangnya motivasi belajar. Proses pembelajaran yang baik bisa dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang efektif seperti tugas terstruktur maupun tugas mandiri tidak Berdasarkan hal-hal dan permasalahan serta solusi yang telah dikemukakan di atas, penulis terdorong untuk judul penelitian AuPerbandingan Antara Model Pembelajaran Tugas Terstruktur Dengan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan Tahun Pelajaran 2016/2017Ay. Pemaparan berbagai masalah yang muncul adalah penting untuk memilih dan menetapkan masalah yang perlu dan cukup penting untuk diteliti agar penelitian lebih efektif. Adapun batasan masalah di antaranya: . Hasil belajar ekonomi yang masih rendah dan belum mencapai KKM yang ditetapkan pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan. Penerapan model pembelajaran masih belum bervariatif pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan. Belum diterapkan pemberian tugas secara terstruktur maupun secara mandiri tidak terstruktur pada pembelajaran ekonomi Vetri Yanti Zainal LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 11- 18 siswa kelas X SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan. Mengingat keterbatasan kemampuan penulis, maka dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah yang akan diteliti yaitu pada hal yang berkaitan dengan AuPerbandingan Antara Model Pembelajaran Tugas Terstruktur Dengan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas X Semester Ganjil SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan Tahun Pelajaran 2016/2017Ay. KAJIAN TEORI Tugas terstruktur adalah tugas yang diberikan kepada siswa dengan batasan tertentu setelah ia menyelesaikan suatu materi pembelajaran. Pengertian lain, tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara guru dengan peserta Misalnya tugas itu dikumpulkan pada pertemuan minggu berikutnya atau beberapa hari lagi tergantung guru. Winkel . Pendapat Soekartiwi . bahwa model pembelajaran tugas terstruktur adalah tugas mandiri yang harus diselesaikan seorang siswa dengan batas yang telah ditentukan oleh guru. Misalnya tugas harus dikumpulkan pada pertemuan minggu berikutnya atau beberapa hari setelah pembelajaran. Kegiatan tugas mandiri terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator, tutor, teman Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, eksplorasi dan kajian pustaka atau internet, atau simulasi. Selanjutnya. Mulyasa . menyatakan bahwa pembelajaran tugas terstruktur adalah kegiatan pembelajaran pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu ditentukan oleh pendidik, biasanya masih Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. Waktu penugasan ditentukan oleh guru. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara guru dengan peserta Ketentuan Tugas Terstruktur Waktu untuk beban penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur berlaku ketentuan sebagai Waktu untuk penugasan terstruktur terstruktur bagi peserta didik pada SD atau yang sederajat maksimum 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang Waktu untuk penugasan terstruktur terstruktur bagi peserta didik pada SMP atau yang sederajat maksimum Perbandingan antara Model Pembelajaran Tugas Terstruktur dengan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur terhadap Hasil Belajar Ekonomi 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang Waktu untuk penugasan terstruktur terstruktur bagi peserta didik pada SMA maksimum 60% Dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang (Sumantri, 2004:. Langkah-langkah Model Pemberian Tugas Terstruktur Model tugas terstruktur diartikan sebagai suatu cara interaki belajar mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru untuk dikerjakan peserta didik disekolah ataupun di rumah secara perorangan atau kelompokAy. Langkahlangkah terstruktur yaitu: Fase pemberian tugas A Tugas yang diberikan kepada A Tujuan yang akan dicapai A Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut sesuai dengan kemampuan siswa A Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa A Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut Langkah pelaksanaan tugas A Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru A Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja A Diusahakan/dikerjakan oleh siswa sendiri,tidak menyuruh orang lain A Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik Fase mempertanggungjawabkan tugas A Laporan siswa baik lisan/tulisan dari apa yang telah dikerjakan A Ada tanya jawab/diskusi kelas (Yenrika Kurniati Rahayu, 2007:. Berdasarkan batasan pemberian dikemukakan di atas, ada hal-hal hendaknya diketahui guru sebagai berikut. Tugas ditunjukan kepada para siswa secara perorangan, kelompok atau kelas. Tugas diselesaikan dan dilaksanakan dilingkungan sekolah . alam kelas atau luar kela. dan diluar sekolah . Tugas berorientasi pada satu pokok bahasan . beberapa pokok Tugas dapat ditujukan untuk meninjau mengingat pelajaran yang telah diberikan, menyelesaikan latihanlatihan pelajaran, mengumpulkan informasi atau data yang diperlukan untuk memecahkan masalah, serta tujuan-tujuan yang lain (Mulyasa, 2009:. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur Tugas mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik, kompetensi tertentu. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Kegiatan ini dirancang oleh guru namun tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran baik Vetri Yanti Zainal LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 11- 18 untuk sistem yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek (Yenrika Kurniati Rahayu, . Langkah-langkah Pengembangan Pengembangan kegiatan pembelajaran langkah-langkah Mengkaji dan memetakan KD agar diketahui karakteristiknya. Hal ini perlu dilakukan guna merancang strategi dan metode yang akan digunakan pada kegiatan tatap muka, tugas terstruktur, dan mandiri tidak Mendeskripsikan KD secara lebih rinci dan terukur kedalam rumusan Indikator berguna untuk merancang kegiatan Indikator yang dominan pada prinsip dan prosedural, misalnya, menyarankan kegiatan pembelajaran dengan strategi diskoveri inkuiri. Membuat desain pembelajaran bentuk Menjabarkan silabus atau desain pembelajaran dalam bentuk rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) tiap Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan silabus/desain pembelajaran dan RPP. Melakukan penilaian proses hasil belajar mengukur pencapaian kompetensi. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu dengan membandingkan hasil belajar ekonomi antara siswa yang diajar pembelajaran tugas terstruktur dengan siswa yang diajar menggunakan tugas mandiri tidak terstruktur. Proses tersebut fase pemberian tugas, pelaksanaan tugas dan fase mempertanggungjawabkan tugas. Setelah melakukan proses pembelajaran tersebut kemudian dibandingkan untuk mengetahui hasilnya. Data tentang hasil belajar dari kedua kelas dikumpulkan dengan tes hasil belajar yang terlebih dahulu diuji validitas dan Pengujian penelitian dilakukan dengan uji-t yang terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis berupa uji Normalitas dan uji homogenitas varians. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling yang berdasarkan hasil pengundian yaitu kelas X1 sebagai kelas eksperimen 1 sebanyak 30 siswa dan kelas X4 sebagai kelas eksperimen 2 sebanyak 30 siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Dari hasil penelitian diperoleh gambaran sebagai berikut. Uji Normalitas Data Dari hasil pada kelas eksperimen pertama dan kedua diperoleh bahwa A hit = 7,30 < A daf = 7,81 dan A hit = 7,84 > A daf = 7,60 maka dapat disimpulkan: Ha diterima, ini berarti data pada masingmasing kelompok berdistribusi normal. Uji Homogenitas Data Dari perbandingan varians pada kedua kelompok diperoleh ternyata Fhit tdaf, yaitu 4,55 > 2,00 sehingga hipotesis H0 diterima, berarti H1 ditolak. Jadi. Auada perbandingan hasil belajar ekonomi antara pembelajaran tugas terstruktur dengan tugas mandiri tidak terstruktur pada siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan Tahun Pelajaran 2016/2017Ay. Pembahasan Soekartiwi . menyatakan bahwa model pembelajaran tugas terstruktur adalah tugas mandiri yang harus diselesaikan seorang siswa dengan batas yang telah ditentukan oleh guru. Misalnya, tugas harus dikumpulkan pada pertemuan minggu berikutnya atau beberapa hari setelah pembelajaran. Kegiatan tugas mandiri terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator, tutor, teman belajar. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen memperoleh nilai 81,56 dan rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen 2 dengan menggunakan tugas mandiri tidak terstruktur memperoleh nilai 66,8. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada di kelas eksperimen 2. Dari hasil hitungan statistika yang dilakukan juga diketahui thit> tdaf, yaitu 4,55 > 2,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa Auada perbandingan antara model pembelajaran tugas terstruktur dengan tugas mandiri tidak terstruktur terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan Tahun Pelajaran 2016/2017Ay. SIMPULAN Simpulan bukan tulisan ulang dari pembahasan dan juga bukan ringkasan, melainkan penjelasan singkat dalam bentuk kalimat utuh atau dalam bentuk butir-butir kesimpulan secara berurutan. Simpulan pertanyaan dan permasalahan penelitian. Segitiga konsistensi . asalahAetujuansimpula. harus dicapai sebagai upaya cek dan ricek. Bagian ini dapat . rekomendasi akademik, tindak lanjut nyata, atau implikasi kebijakan atas kesimpulan yang diperoleh. Pada intinya, simpulan menjawab masalah atau dapat berupa hasil penelitian atau dapat ditambah rekomendasi. Hasil penelitian diketahui thit> tdaf, yaitu 4,55 > 2,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa Auada perbandingan terstruktur dengan tugas mandiri tidak terstruktur terhadap hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X semester ganjil SMA Negeri 2 Kasui Way Kanan Tahun Pelajaran 2016/2017Ay. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen memperoleh nilai 81,56 dan rata-rata hasil Vetri Yanti Zainal LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. 11- 18 belajar di kelas eksperimen 2 dengan menggunakan tugas mandiri tidak terstruktur memperoleh nilai 66,8. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada di kelas eksperimen 2. Pada peneliti berikutnya disarankan untuk dapat mendalami perbedaan antara model pembelajaran tugas terstruktur dengan tugas mandiri tidak terstruktur agar hasil penelitian yang diharapkan lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA