Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 95-102 DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available Online at: https://journal. id/index. php/jbpai Implikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fiqri Permana1*. Atikah Asna2 Program Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Email: 1*fiqripermana22@gmail. com, 2atikahasna@uinsu. Korespondensi penulis : fiqripermana22@gmail. Abstract This study aims to analyze the implications of learning theories in the learning process of students of the Islamic Guidance and Counseling study program. Learning theories such as behaviorism, cognitivism, constructivism, and humanism provide different but complementary frameworks in supporting the formation of student competencies. The results of the study indicate that the application of learning theories appropriately can increase the effectiveness of learning through integrated methods, such as case-based discussions, counseling simulations, and spiritual reflection. This study recommends the development of a curriculum that is more adaptive to student needs and a pedagogical approach that combines Islamic values with modern learning Thus, students are able to internalize Islamic values while applying practical skills in guidance and Keywords: Islamic. Learning. Theory. Guidance. Counseling. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi teori belajar dalam proses pembelajaran mahasiswa program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam. Teori belajar seperti behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme memberikan kerangka kerja yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung pembentukan kompetensi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teori belajar secara tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui metode yang terintegrasi, seperti diskusi berbasis kasus, simulasi konseling, dan refleksi spiritual. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan pendekatan pedagogis yang memadukan nilainilai Islam dengan teori belajar modern. Dengan demikian, mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai keislaman sekaligus menerapkan keterampilan praktis dalam bimbingan dan penyuluhan. Kata kunci: Teori. Belajar. Bimbingan. Penyuluhan. Islam. PENDAHULUAN Belajar merupakan tugas yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena perintah tholabul 'ilmi merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh semua Mengenai ilmu pengetahuan tertentu, proses belajar dapat diselesaikan dengan sendirinya (Oishi, 2. , akan tetapi, mata pelajaran tertentu memerlukan pengajaran dari orang lain. Guru akan memenuhi tugasnya sebagai pendidik dengan memberikan informasi kepada siswanya. Seorang pendidik memainkan peran penting dalam proses tersebut selain sebagai pendidik. Guru berperan sebagai pengawas, motivator, demonstrasi, evaluator, fasilitator, dan pemandu. (Jaudin. Fitri, & Amir, 2. Received: Desember 09, 2024. Revised: Desember 23, 2024. Accepted: Januari 20, 2025. Online Available: Januari 22, 2025 Implikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Dalam proses pembelajaran, seorang instruktur harus menyadari sikap dan kemampuan murid-muridnya. Kapasitas seorang guru untuk menerapkan teori-teori pembelajaran yang dikembangkan menggunakan berbagai teknik, media, sumber daya terbuka, dan instrumen pembelajaran menentukan apakah suatu proses pembelajaran berhasil atau tidak. Sementara teori belajar merupakan teori yang mengkaji aktivitas pendidikan siswa dan guru dalam menggunakan berbagai metode yang telah ditetapkan (Ramadhani et al. , 2. Dalam implementasi, teori pembelajaran tidak luput dari berbagai permasalahan. Permasalahan yang muncul selama proses pembelajaran antara lain: motivasi belajar siswa yang rendah, waktu yang tidak mencukupi, sarpras, metode pembelajaran yang monoton, dan evaluasi yang tidak produktif (Amma. Setiyanto, & Fauzi, 2. Permasalahan lain yang diberitakan (Purwadi, 2. dalam Sindonews bahwa kemendikbudristek secara resmi memberlakukan pengurangan jam mengajar bagi guru pada kurikulum merdeka. Berbagai permasalahan yang telah dibahas di atas memiliki solusi dalam Salah satunya adalah dengan memasukkan teori belajar ke dalam proses Sebagai contoh tantangan dalam proses pembelajaran, permasalahan dalam penerapan teori belajar juga tidak terlalu beragam. Di antaranya adalah: layanan, kualitas, literasi, dan kemampuan yang rendah, yang dapat diterapkan baik oleh siswa maupun guru. (Kurniawati, 2. Perkaitan dengan problem-problem dalam pembelajaran tersebut maka yang tidak kalah penting untuk dikaji adalah salah satunya tentang problem implementasi teoriteori belajar. Penelitian tentang teori belajar merupakan suatu kajian yang penting dan perlu Banyak teori belajar yang dibahas terkait dengan penerapannya dalam berbagai disiplin ilmu. Salah satunya adalah kajian yang dilakukan oleh (Shahbana & Satria, 2. , dimana memfokuskan kajiannya pada teori behavioristik. Hasilnya menunjukkan bahwa teori behavioristik berorientasi pada hasil pembelajaran. Menurut teori behavioristik, hasil belajar dapat dianalisis secara objektif, dievaluasi, dan dievaluasi. Hasilnya, akan ada umpan balik positif yang dapat dievaluasi melalui umpan balik yang terlihat jelas selama proses Kajian tersebut merupakan salah satu komponen teori belajar. demikian, terdapat perbedaan yang terlihat pada teori-teori yang diteliti, yang menunjukkan bahwa dalam penelitian ini, peneliti menganalisis teori-teori dan bukan hanya satu teori saja. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 95-102 Selanjutnya dilakukan penelitian mengenai teori-teori pembelajaran. Penelitian ini secara khusus mengkaji satu teori pembelajaran, yaitu teori konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori konstruktivisme dapat digunakan sebagai pengganti teori behaviorisme apabila terdapat kekurangan. Karakteristik utama pendidikan konstruktivisme antara lain pembelajaran aktif, yang meliputi pembelajaran situasional, autentik, menarik, menantang, reflektif, informatif, dan mampu mendukung proses pembelajaran. Temuan penelitian ini sangat berbeda dengan temuan para peneliti yang lebih mempertimbangkan teoriteori pembelajaran yang digunakan di dalam kelas. Terdapat pula kajian tentang teori belajar yang dilakukan oleh (Wisman, 2. dimana dalam kajiannya memfokuskan pada teori kognitif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa teori belajar kognitif lebih tepat menggambarkan proses dalam mencapai tujuan daripada hasil. Teori ini juga merupakan salah satu teori yang paling sering digunakan dalam pendidikan Indonesia. Teori ini juga berfungsi sebagai kelanjutan dari teori-teori lain yang menekankan pentingnya memahami sesuatu untuk melakukan berbagai tindakan. Berdasarkan fakta pustaka pada kajian pustaka di atas, setiap peneliti berusaha membandingkan satu teori pembelajaran dengan pendidikan umum. Masih banyak teori yang diterapkan dalam satu disiplin ilmu proses pembelajaran yang belum diteliti secara tuntas oleh Setiap penelitian hingga saat ini telah mengkaji salah satu teori dasar pendidikan dalam konteks pendidikan secara umum. Dengan demikian maka fokus penelitian ini adalah bagaimana konsep dan macammacam teori belajar, implementasi teori-teori belajar dalam METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan yang dikenal dengan istilah Library Research merupakan penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai literatur dalam proses Penelitian kepustakaan menitikberatkan kajiannya melalui buku, artikel jurnal, hasil penelitian terdahulu, dan berbagai literatur yang relevan (Mahanum, 2. Sumber data primer penelitian ini terdiri dari buku Teori-Teori Belajar dalam Pendidikan karya (Istiadah, 2. , dan buku Teori Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran karya. Sedangkan sumber data sekundernya dalam bentuk artikel jurnal, peraturan pemerintah, dan website. Implikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini akan memaparkan temuan tentang adanya relevansi antara teoriteori belajar yang ada dengan pendidikan agama Islam. Teori-teori belajar yang dimaksud adalah yaitu: teori belajar Behavioristik, kognitif, konstruktivistik, dan Humanistik. Pembahasan tentang konsep dan macam-macam teori belajar, implementasinya dalam pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangan dalam implementasinya pada pembelajaran akan diuraikan pada pembahasan berikut : Konsep dan Macam-Macam Teori Belajar Konsep teori belajar memiliki banyak definisi yang berkaitan dengan teori belajar. Para ahli telah menjelaskan dari beberapa sudut pandang dalam memberikan definisi teori belajar. Belajar menurut (Hilgard & Bower, 1. adalah suatu proses yang menimbulkan perubahan keadaan sebelumnya yang dilakukan secara sengaja. Kenyataannya, setelah adanya proses belajar yang dilakukan seseorang maka cenderung akan menghasilkan perubahanperubahan yang lebih baik. Belajar adalah proses kognitif dan pembelajaran juga dapat mengakibatkan perubahan pada perilaku mereka, baik yang bertahap maupun tidak. Menurut (Djamarah, 2. , belajar adalah pelibatan unsur jiwa dan raga yang sejalan dalam proses pembelajaran yang akan menghasilkan perubahan-perubahan. Sedangkan menurut (Surya, 1. Dari sudut pandang psikologi pendidikan, misalnya, teori belajar dapat didefinisikan dengan menyatakan bahwa teori tersebut merupakan deskripsi proses belajar yang dilalui oleh seorang individu dan disebut sebagai metode. Berdasarkan temuan tersebut, teori belajar ini merupakan metode. Berdasarkan hasil temuan para ahli di atas, teori belajar merupakan suatu metode yang digunakan dalam proses pendidikan untuk meredakan perilaku laku dengan cara yang tenang melalui partisipasi aktif siswa dan guru. Oleh karena itu, teori belajar merupakan komponen penting dalam proses pendidikan secara umum dan dapat digunakan untuk berbagai disiplin ilmu atau bidang studi berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa dalam proses pendidikan. Teori-teori pembelajaran tersebut cukup banyak jika dikaji lebih lanjut. Teori-teori tersebut antara lain teori pembelajaran Djamarah. Hilgard. Brower. Moh. Surya. Pavlov. Jerome S. Bruner. Davis Ausubel. Imron. Slameto. Vigotsky, dan Thorndike. Akan tetapi, teori-teori pembelajaran yang paling dikenal dalam bidang pendidikan sering dibagi menjadi empat kategori: behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme. (Istiadah. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 95-102 Keempat teori tersebut memang menjadi teori yang paling banyak diaplikasikan dalam pembelajaran, dan keempat teori tersebut menjadi rujukan bagi lahirnya teori-teori selanjutnya berkaitan dengan teori pembelajaran yang diadopsi, diduplikasi, dan dikembangkan sehingga melahirkan teori-teori baru dalam dunia pendidikan berkaitan dengan teori pembelajaran. Selain sebagai teori belajar. Behavioristik. Kognitif. Konstruktivistik, dan Humanistik juga dikenal sebagai aliran dalam filsafat. Implementasi Teori-Teori Belajar dalam Bimbingan dan Penyuluhan Islam Penggunaan teori belajar dalam proses Bimbingan dan Penyuluhan pada umumnya tidak jauh berbeda dengan definisi yang dibahas dalam kaitannya dengan teori belajar, behaviorisme, kognisi, konstruktivisme, dan humanisme. Proses implementasinya harus dilakukan dengan kompetensi pendidik yang profesional. Teori Belajar Behavioristik Teori belajar behavioristik merupakan teori belajar yang berpandangan tentang perubahan tingkah laku individu disebabkan oleh interaksi antara stimulus dan respon selama proses belajar. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa perubahan tingkah laku siswa yang merupakan hasil interaksi antara stimulus dan respon merupakan hasil penerapan teori behavioristik dalam proses belajar mengajar. Peserta didik dikatakan telah menyelesaikan pelajaran jika mereka telah menunjukkan kinerja yang lebih efektif dalam kegiatan sehari-hari. Teori Belajar Kognitif Teori belajar kognitif merupakan teori yang lebih mengedepankan proses daripada hasil belajar (Wisman, 2. Teori ini didasarkan pada pengetahuan yang diperoleh manusia melalui proses yang bertahap dan mencerahkan melalui interaksi dengan lingkungannya. Proses yang dijabarkan adalah proses yang terjadi tanpa ada pemisah antara satu proses dengan proses lainnya. Menurut psikologi kognitif, belajar merupakan usaha seseorang untuk memahami sesuatu sesuai dengan usaha totalitarian yang dilakukan secara aktif oleh siswa. Menurut teori kognitif, keterlibatan siswa melibatkan pencarian berbagai jenis informasi yang mendukung pembelajaran, mengatasi masalah yang muncul, mengevaluasi lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran, dan melakukan eksperimen melalui praktik mandiri untuk mencapai tujuan tertentu. Teori kognitif menyatakan bahwa pengetahuan yang ada dalam benak siswa sebagai dasar pengetahuan sangat penting bagi keberhasilan mereka dalam mempelajari pengetahuan (Wisman, 2. Implikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Teori Belajar Konstruktivistik Teori ini dapat dipahami sebagai suatu proses pengembangan pengetahuan siswa yang dilakukan secara mandiri. Teori ini menyatakan bahwa pengetahuan seseorang sudah ada dalam dirinya untuk dikembangkan. Oleh karena itu, siswa harus terlibat aktif dalam aktif mencari informasi, aktif berefleksi, aktif menjelaskan konsep, dan aktif memberikan interpretasi terhadap setiap mata pelajaran yang dipelajari. Kerangka teori ini dapat membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuannya sendiri tentang mata pelajaran Berkaitan dengan peran guru dalam teori konstruktivistik ini bahwa guru bukan lagi menjadi pusat pembelajaran, bukan sebagai sumber belajar, bukan juga sebagai pentransfer ilmu pengetahuan, namun guru hanya sebatas membantu peserta didik dalam membentuk pengetahuannya sendiri. Dalam teori ini guru dituntut untuk lebih memahami cara pandang peserta didik dalam berpikir pada proses pembelajaran Teori konstruktivistik merupakan teori yang memberikan panduan kepada pendidik tentang cara menemukan dan memenuhi kebutuhan mereka. Teori ini juga memberi siswa kesempatan untuk belajar tentang diri mereka sendiri, kemampuan mereka, pengetahuan mereka, teknologi, dan hal-hal lain yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka sendiri untuk pertumbuhan pribadi. Teori pembelajaran konstruktivis dicirikan oleh orientasi, penggalian ide, restrukturisasi konsep, dan tinjauan. Siswa diberi kesempatan untuk menjadi lebih termotivasi Kemampuan mengomunikasikan pikiran mereka melalui tulisan, poster, dan debat dikenal sebagai penggalian ide. Implementasi teori konstruktivistik adalah tekanan selama proses pembelajaran. Siswa harus terlibat aktif dalam mengembangkan keterampilan, pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan mereka. Menurut teori konstruktivis ini, seorang siswa tidak dapat menjadi dermawan bagi orang lain. Peserta didik harus didorong untuk mengatasi masalah mereka sendiri, mengatasi tantangan belajar mereka sendiri, dan menghasilkan ide-ide baru yang terkait dengan mata pelajaran yang mereka pelajari. Penekanan terhadap peserta didik harus diintensifkan untuk memberi mereka kesempatan untuk meningkatkan kreativitas mereka Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 95-102 Teori Belajar Humanistik Teori humanistik merupakan teori-teori yang secara konsisten lebih akurat digunakan dalam pendidikan. Penerapannya dalam penyampaian materi cukup rasional karena memuat bukti-bukti dan alasan-alasan yang dapat ditafsirkan secara rasional. Bila diterapkan pada materi pendidikan, teori humanistik ini dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menjadi pemikir yang kritis, kreatif, dan inovatif. Pengajaran yang memadukan teori humanistik dapat dipandang sebagai paradigma pengajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia. Berdasarkan hal tersebut, teori humanistik cukup efektif jika digunakan dalam pendidikan. Secara umum diterima bahwa pokok bahasan pelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Teori ini dapat diterapkan dan dipadukan dengan teori-teori lain dalam proses pelaksanaannya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori-teori belajar memiliki relevansi yang signifikan dengan pendidikan agama Islam. Teori-teori seperti Behavioristik. Kognitif. Konstruktivistik, dan Humanistik menjadi landasan penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Teori belajar dipahami sebagai metode yang digunakan untuk mengubah tingkah laku secara sadar melalui pelibatan jiwa dan raga secara aktif. Konsep ini merupakan elemen penting dalam pembelajaran untuk menghasilkan perubahan positif pada peserta didik. Berbagai teori yang ada menawarkan pendekatan yang berbeda, mulai dari pembentukan perilaku melalui stimulus dan respons dalam teori Behavioristik, hingga pengembangan proses berpikir aktif dalam teori Kognitif. Teori Konstruktivistik memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk membangun pengetahuan secara mandiri, sementara teori Humanistik menekankan pada pengembangan potensi manusia secara holistik dengan pendekatan yang kreatif, kritis, dan inovatif. Dalam implementasinya pada bimbingan dan penyuluhan islam, teori-teori ini harus didukung oleh kompetensi pendidik yang profesional. Teori Behavioristik dapat diterapkan untuk membentuk kebiasaan baik pada peserta didik. Teori Kognitif membantu peserta didik Teori Konstruktivistik mendorong pembelajaran mandiri yang berpusat pada peserta didik, dan teori Implikasi Teori Belajar dalam Pembelajaran Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Humanistik memfasilitasi pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan potensi individu secara DAFTAR PUSTAKA