Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS BUAH NAGA TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA Binti Lulu Muthoharoh. Julia Dwi Khasanah . Akademi Kebidanan Bunga Bangsaku. E-mail: bintilulumuthoharoh98@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Anemia menjadi persoalan besar bagi kesehatan. Data WHO tahun 2010 menunjukkan data bahwa angka kejadian anemia pada remaja putri di negara- negara berkembang sekitar 53,7%. Anemia merupakan kadar rendahnya konsentrasi hemoglobin dalam darah (WHO, 2. Di PMB Dewi Elliana terdapat 16 dari 40 remaja yang menderita anemia dengan rentang nilai Hb antara 10-11 gr/dL. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan Efektivitas Pemberian Jus Buah Naga Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Putri Dengan Anemi Di Kepuharjo. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment Design With Pre- Post Test Two Group dengan metode pendekatan PretestPostest. Penelitian dilaksanakan di Desa Kepuharjo dengan sampel 16 remaja dengan kadar Hb Metode peengambilan sampel menggunakan stratifies random sampling Kata Kunci : Jus Buah Naga. Anemia. Penurunan Hb EFFECTIVENESS OF GIVING DRAGON FRUIT JUICE ON INCREASING HEMOGLOBIN IN ADOLESCENT GIRLS WITH ANEMIA ABSTRACT Pregnancy is a physiological condition that produces beneficial physical and mental changes. In the first trimester, nausea and vomiting are typical concerns among pregnant women. This problem stems from a number of changes in a woman's body. Objective: This study aims to determine the effectiveness of lemon aromatherapy on reducing nausea and vomiting in Method: The design of this study was a quasi-experimental pre-post test one group. The sampling technique used purposive sampling with a total of 30 respondents. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using the Chi Square test. Results: Based on the results of the statistical test t test, a = 0. 05 showed that P value = 0. 000 which means the results of the paired test <0. 05 then Ho is rejected. Conclusion: it was found that lemon aromatherapy is useful in reducing nausea and vomiting experienced by pregnant women throughout the first trimester of pregnancy. At the Hj. Rismala Clinic. Keyword : Dragon Fruit Juice. Anemia. Decreased Hb ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan PENDAHULUAN Remaja yang harus dipersiapkan untuk meneruskan mampu bersaing secara global. Generasi penerus yang merupakan modal bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan berkualitas harus dipersiapkan dari masa remaja putri sebelum menjadi calon ibu, untuk tumbuh kembang pada calon anak dimasa yang akan datang. Masa remaja yakni antara usia 10-19 tahun, adalah suatu priode masa reproduksi manusia, masa pubertas. Pubertas pada laki laki terjadi usia 12-16 tahun, sedangkan pubertas perempuan di usia 10-16 tahun (Nindita, 2. Selain itu, masa remaja juga sangat disibukkan kegiatan fisik, sekolah maupun kegiatan ekstrakulikuler di luar sekolah. Oleh sebab itu, zat gizi yang dibutuhkan remaja harus terpenuhi baik dari segi kualitasnya maupun kuantitasnya. Ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan gizi (WHO, 2. Salah satu masalah yang lazim terjadi pada remaja adalah anemia. Anemia terjadi dipengaruhi beberapa hal seperti defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, penyakit infeksi, faktor bawaan dan perdarahan. Anemia yang disebabkan oleh negara berkembang juga masih sangat tinggi dimana sekitar 40%. Menurut Kemenkes RI bahwa kekurangan zat gizi mikro adalah salah satu masalah yang sering terjadi. Dimana sebagian besar diakibatkan oleh kekurangan zat besi sehingga bisa terjadi anemia, pada laki-laki sekitar 12 % dan pada perempuan sekita 23% terjadi anemia. Hal ini menunjukkan bahwa anemia lebih besar terjadi dikalangan perempuan dari pada laki-laki (Artika Sari, 2. Anemia suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin gr/dl. Kadar hemoglobin normal pada remaja putri adalah Remaja bisa dikatakan hemoglobinnya kurang dari 12 gr/dl. Anemia anemia ringan dengan kadar hemoglobin 11-11,9 dengan kadar hemoglobin gr/dl 8-10,9 hemoglobin kurang dari 8 gr/dl (Handayani, 2. apabila kadar diklasifikasikan menjadi gr/dl, anemia sedang dan anemia berat apabila kadar Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Anemia pada remaja dapat menyebabkan penurunan imunitas, gangguan konsntrasi,penurunan prestasi belajar, dan produktivitas, memperbesar resiko kematian saat melahirkan, menjadi salah satu penyebab bayi lahir premature, berat bayi yang cenderung rendah. Hemoglobin adalah protein kompleks yang mengikat besi (F. dan terdapat dalam eritrosit. Fungsi utama hemoglobin adalah mengangkut oksigen (O. dari paru-paru ke seluruh tubuh dan menukarnya karbondioksida (CO. dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru. Hemoglobin tersusun atas bahan yang mengandung besi yang disebut protein globulin. Kekurangan . akan menyebabkan proses metabolisme menurun dan fungsi sel tidak optimal. Kadar hemoglobin yang rendah disebabkan oleh kekurangan zat besi, kekurangan Zat besi merupakan mineral yang berperan dalam mengangkut oksigen ke Seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh dan sering oleh kekurangan zat besi dalam tubuh dan juga dapat menyebabkan anemia (Utama dkk,2. Peningkatan kadar suplemen Fe dan juga darimakanan. Suplemen dengan menggunakan kadar hemoglobin yaitu tablet Fe, asam folat dan vitamin C. Namun penggunaan suplemen terkadang memiliki efek mual. Penanganan anemia selain dengansuplemen Fe juga dapat dilakukan intervensi dengan bahan makanan tapi hal tersebut masih jarang dilakukan. Salah satu bahan makanan yang dapat digunakan untuk penanganan anemia gizi besi yaitu buah naga. Kandungan gizi buah naga dalam 100 gram yaitu protein 0,16-0,23 mg. Fe 0,55-0,65 mg, dan vitamin C 8-9 mg. Penelitian menunjukkan bahwa buah naga memberikan efek terhadap kadar Berdasarkan hasil penelitian dengan sampel mencit putih betina diperoleh kesimpulan bahwa, buah naga. ylocereus undatu. menaikan hemoglobin dengan kenaikan kadar hemoglobin konsentrasi jus 100% diperoleh hasil pengamatan pada kelompok intervensi dengan rata-rata 13,12 g/dL sedangan pada kelompok kontrol peroleh hasil pengamatan pada dengan rata- rata 11,67 g/Dl. Mengkonsumsi vitamin C langsung dari buah segar lebih dianjurkan, karena lebih mudah diserap dan mampu bertahan lebih lama di dalam tubuh. Penelitian ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jus buah naga dalam meningkatkan kadar hemoglobin darah. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuasi Eksperimen Design With Pre-Post Test Two Group dengan metode pendekatan Pretest-Postest untuk melakukan percobaan atau perlakuan terhadap variabel independennya, kemudian mengukur akibat atau pengaruh dari percobaan tersebut pada dependen variabel. Dalam penelitian ini mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan dua kelompok subjek (Nursalam, 2. Instrumen penelitian adalah suatu fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasil lebih baik . ermat, lengkap dan sistemati. sehingga lebih mudah diolah. Pada penelitian ini menggunakan lembar observasi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri di Kepuharjo. Cangkringan. Sleman yaitu sebanyak 40 orang. Sampel pada penelitian ini adalah semua populasi yang memenuhi kriteria dijadikan sample. Adapun pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling sebanyak 16 orang remaja anemia yang telah diberikan jus buah naga. Sampel diambil berdasarkan dengan menentukan kriteria, dimana kriteria pemilihan terdiri dari kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria insklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian pada populasi yang harus relevan dengan penelitian, sedangkan kriteria eksklusi adalah keadaan atau tidak dapat diikut sertakan dalam penelitian karena berbagai sebab (Sastroasmoro & Ismael, 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 04 Maret sampai dengan 18 Juni tahun 2018 yang dilakukan di Kepuharjo. Cangkringan. Sleman. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisis univariat tergantung dari jenis datanya. Untuk data numerik digunakan nilai mean atau rata-rata, median dan standar deviasi. Proses analisis data dilakukan dengan cara meng-entry data dari hasil pemeriksaan Hb ke paket komputer. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Analisa univariat dilakukan yaitu terhadap variabel Hb sebelum dan sesudah diberikan jus buah naga pada kelompok intervensi. Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Karakteristik Remaja No. Karakteristik Usia 15 tahun 16 tahun 17 tahun Agama Islam Kristen Katholik Suku Jawa Lainnya Anemia n=8 Berdasarkan tabel 1. Diatas menyatakan bahwa terdapat 6 responden . ,5%) berusia 15 tahun, 6 responden . ,5%) yang berusia 16 tahun, dan 4 responden . %) berusia 17 tahun. Sebanyak 10 responden . ,5%) beragama Islam, 2 responden . ,5%) beragama Kristen, dan 4 responden . %) beragama Katholik. Sebanyak 12 responden . %) dari suku Jawa dan 4 responden . %) berasal dari suku lain. Tabel 2. Distribusi Responden Hasil Pretest dan Postest Kelompok Intervensi Hasil Pretest Postest <9,1 g/dL 9,1-10 g/dL 10,1-11 g/dL 11,1-12 g/dL 12,1-13 g/dL Penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol nilai Hb saat pretest yaitu 9,1-10 adalah sebanyak 6 orang . %) sedangkan pada postest dengan rentang Hb 11,112 gr/dL adalah sebanyak 3 orang . ,5%) Tabel 3. Distribusi Responden hasil Pretest dan Postest Kelompok Kontrol Hasil Pretest Postest 10,1-11 g/dL 11,1-12 g/dL 12,1-13 g/dL 11,1-12 g/dL 12,1-13 g/dL ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Tabel 3 menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol nilai Hb saat pretest yaitu 12,1-13 gr/dL adalah sebanyak 4 orang . %) sedangkan pada postest dengan rentang Hb 12,1-13 gr/dL adalah sebanyak 5 orang . ,5%) Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Hasil Pretest Dan Postest Pada Kelompok Intervensi Dan Kontrol Terhadap Kenaikan Hb Variabel Pretest Mean Postest Mean Sig Kontrol 15,911 0,103 Intervensi 1,310 0,000 Tabel 4 Menunjukkan bahwa rata - rata hemoglobin pada kelompok pemberian jus buah naga sebelum diberikan intervensi yaitu 9,4 dan setelah diberikan intervensi menjadi 12,7. Sedangkan rata - rata hemoglobin pada kelompok kontrol pada pretest yaitu 11 dan pada postest menjadi 12,2. Hasil uji paired t test pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa nilai t adalah sebesar -15. 911 dengan sig 0,000. Karena sig 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, artinya rata-rata kadar hemoglobin siswa kelompok intervensi mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pemberian jus buah naga mempengaruhi peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di Kepuharjo. PEMBAHASAN Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi . emberian jus buah nag. diperoleh nilai p=0,000, dimana p<0,05. artinya ada pengaruh antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di Kepuharjo. Menurut teori Rahma. E, 2016. Buah naga merupakan buah yang kaya akan kandungan zat gizi, masing-masing kandungan dari buah naga mempunyai manfaat bagi tubuh. Buah naga sebagai bahan makanan yang mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh, dimana kandungan protein, zat besi, vitamin A, vitamin B2, dan vitamin C yang terdapat dalam buah naga berperan dalam metabolisme tubuh sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Arifin, et . yang menyatakan bahwa buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada mencit putih betina dimana signifikansinya 0. <0,. namun tidak mempengaruhi lama pemberian. Vol. XVi. No. 2 Juli 2024 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Pada Kelompok Kontrol Dari 16 jumlah responden terdapat pula Kelompok kontrol sebanyak 8 responden yang hanya diberikan lembar Food recall. FFQ dan edukasi nutrisi. Kelomphemoglobinnya normal. Hasil analisis food recall responden kontrol melalui aplikasi nutri survey didapatkan asupan nutrisinya mengalami sedikit penurunan sebelum dan sesudah edukasi nutrisi. Hasil uji paired t test yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa p=0,204 yang berarti p> . , sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kenaikan Hb secara signifikan untuk kelompok kontrol. ok Kontrol merupakan kelompok yang kadar PENUTUP Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi . emberian jus buah nag. diperoleh nilai p=0,000, dimana p<0,05. artinya ada pengaruh antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di Kepuharjo. Masyarakat hendaknya mencoba pengobatan alami dengan memanfaatkan tanaman disekitar rumah untuk mengurangi anemia. DAFTAR PUSTAKA