EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA KEMENTERIAN AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DI KOTA BIMA MUHAMMAD MARAoIN1. MARDIAH HASAN2. MARDYAWATI3 UIN Alauddin Makassar e-mail: muhammadmarin133@gmail. com1 , dhiah612@gmail. mardyawatiyunus71@gmail. ABSTRAK Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatori dengan metode kualitatif, pendekatan management of Islamic education. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap kepala dan seksi pendidikan madrasah kementerian agama kota bima dan kepala MAN 1 dan MAN 2 kota Bima, selain itu observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tekhnik pengelolaan data dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data melalui perpanjangan waktui penelitian, ketekutan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensi. Hasil penelitian ini menunjukan pelaksanaan madrasah aliyah di Kota Bima berkomitmen untuk pengembangan profesional berkelanjutan bagi para guru. Ini mencakup pelatihan rutin, workshop, dan seminar yang berfokus pada teknik pengajaran terbaru dan pengembangan kompetensi pedagogik. Kami juga mendorong guru untuk mengikuti kursus tambahan dan program sertifikasi yang relevan dengan bidang mereka. Melalui pengembangan profesional ini, kami berharap guru dapat terus meningkatkan keterampilan mereka dan memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Evaluasi strategi kepemimpinan kepala kementerian agama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah aliyah di Kota Bima yaitu masalah sumber daya manusia dan juga masalah sarana dan prasarana yang kemudian masalah inti ini akan mempengaruhi dari empat standar. Kata Kunci: Kepemimpinan. Meningkatkan Mutu Pendidikan. Kementrian Agama Islam ABSTRACT This research is an explanatory research with a qualitative method, an Islamic education management approach. The data collection method is carried out by interviewing the head and section of the madrasah education of the Ministry of Religion of Bima City and the head of MAN 1 and MAN 2 of Bima City, in addition to observation and documentation. The data sources used are primary and secondary data. Data management and data analysis techniques are carried out through three stages, namely data reduction, data presentation and drawing Data validity testing through extension of research time, observation fear, triangulation, and reference adequacy. The results of this study indicate that the implementation of madrasah aliyah in Bima City is committed to continuous professional development for This includes regular training, workshops, and seminars that focus on the latest teaching techniques and development of pedagogical competence. We also encourage teachers to take additional courses and certification programs that are relevant to their fields. Through this professional development, we hope that teachers can continue to improve their skills and provide high-quality education. Evaluation of the leadership strategy of the head of the Ministry of Religion in improving the quality of education in Islamic high schools in Bima City, namely the problem of human resources and also the problem of facilities and infrastructure, which then this core problem will affect the four standards. Keywords: Leadership. Improving the Quality of Education. Ministry of Islamic Religion Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan siswa agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang (Ramayulis. Tafsir Al Misbah Qurais Shihab menjelaskan penafsiran Ayat ini mengundang manusia untuk berpikir, karena sesungguhnya dalam penciptaan, yakni benda-benda angkasa seperti matahari, bulan, dan jutaan gugusan bintang yang terdapat di langit atau dalam pengaturan sistem kerja langit yang sangat teliti serta kejadian dan perputaran bumi pada porosnya, yang melahirkan silih bergantinya malam dan siang perbedaannya, baik dalam masa maupun dalam panjang dan pendeknya terdapat tanda-tanda kemahakuasaan Allah bagiull-albAb, yakni orangorang yang memiliki akal yang murni (Quraish, 2. Dalam upaya keseriusan memajukan bidang Pendidikan membutuhkan berbagai macam upaya dan stategi agar keberlanjutan Pendidikan sesuai dengan apa yang di cita-citakan oleh bangsa dan negara. Berbicara tentang strategi adalah kunci suksesnya dalam mencapai tujuan madrasah. Kepala kementerian dan Kepala madrasah yang baik adalah yang memiliki strategi dalam memajukan madrasahnya. Tanpa ada strategi maka program madrasah tidak akan berjalan. Strategi adalah langkah awal dan terpenting ketika pemimpin berniat memajukan madrasah. Sehebat apapun seorang pimpinan jika ia tidak memiliki strategi yang baik maka programnya tidak akan berarti. Kepemimpinan tidak hanya mengadalkan kemampuan sang pemimpin namun juga strategi sang pemimpin. Fakta historis menyatakan bahwa pendidikan memegang peranan penting dalam upaya mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam kehidupan guna memperoleh status yang mereka dambakan, lebih-lebih diakui bahwa melalui pendidikanlah akan terlahir generasi yang beramal dan berilmu. Belakangan ini asumsi sebagian masyarakat terhadap lembaga pendidikan terkesan kurang baik, hal ini menjadi wajar adanya, disebabkan oleh marak adanya tindakan asusila dan tindakan negatif lainnya yang dilakukan orang-orang yang inheren di lembaga pendidikan, baik itu dilakukan oleh siswa, mahasiswa, bahkan oleh pendidik dan tenaga Hal yang menjadi problem mendasar dan belum pernah final untuk dibincangkan dalam dunia pendidikan adalah mutu pendidikan. Ketidak percayaan penggunaan jasa institusi pendidikan terhadap mutu pendidikan ini disebabkan oleh pemahaman mengenai konsepkonsep manajemen mutu pendidikan masih kurang dipahami oleh sebagian dari stakeholder, untuk tidak mengatakan semuanya. Implikasinya adalah, seluruh tindakan dan kebijakan yang diterapkan menjadi aturan-aturan yang tanpa dasar. Lembaga pendukung lainnya yang mempengaruhi kemajuan suatu madrasah adalah kementerian agama karena kehadiran madrasah, baik madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah dan madrasah Aliyah memiliki garis koordinasi dengan kementerian agama di tingkat daerah maupun nasional, jadi kementerian agama memiliki tugas dan fungsi yang berorientasi untuk memajukan madrasah serta memberikan dukungan yang berkelanjutan seperti penyediaan mutu sarana Pendidikan untuk madrasah (Abudin, 2. Secara khusus. Madrasah Aliyah berkontribusi besar bagi pembangunan manusia Indonesia yang utuh. Selain sistem pendidikan umum, sistem pendidikan yang bercirikan Islam merupakan salah satu dambaan masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Potensi Madrasah Aliyah dalam pembangunan manusia Indonesia yang utuh selalu diperhitungkan oleh masyarakat modern. Kemunculan Madrasah Aliyah dipandang menjadi salah satu indikator penting bagi perkembangan positif kemajuan prestasi budaya umat Islam, mengingat realitas pendidikan, sebagaimana terlihat pada fenomena Madrasah Aliyah yang sedemikian maju, adalah cerminan dari keunggulan capaian keilmuan, intelektual. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Banyak anggapan yang menyatakan bahwa Madrasah Aliyah masih terbelakang dan hanya menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi sekolah umum. Minimnya fasilitas dan sumber daya membuat Madrasah Aliyah tak dapat bersaing dengan sekolah umum. Kondisi Madrasah Aliyah saat ini secara umum cukup memprihatinkan. Sebagian besar Madrasah Aliyah masih memiliki berbagai kekurangan, baik dari faktor guru atau pendidik, buku-buku, sarana dan prasarana, maupun fasilitas penunjang lainnya. Kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi kualitas pun masih belum memadai. Hal ini akan berakibat pada rendahnya kualitas output atau lulusan Madrasah Aliyah. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya upaya peningkatan mutu Madrasah Aliyah yang benar-benar matang dan terkonsep, sehingga Output Madrasah Aliyah diakui dan diterima mata masyarakat luas. Lulusan Madrasah Aliyah adalah lulusan bermutu dan memiliki kualitas serta tidak kalah bersaing dengan Sekolah menengah atas yang lain. Beberapa faktor tersebut telah menjadi pusat perhatian pemerintah terutama Kementerian Agama untuk melakukan antisipasi agar mutu Pendidikan dalam lingkup madrasah terus mengalami peningkatan. Pada saat ini Kementerian Agama Kota Bima berkomitmen untuk meningkatkan mutu Pendidikan yang diselenggaran oleh madrasah baik negeri maupun swasta, madrasah diminta untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan, agar madrasah menjadi nomor satu pilihan masyarakat untuk pendidikan putra-putrinya, mutu pendidikan merupakan syarat utama madrasah dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan nasional seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Peningkatan mutu pendidikan perlu didasarkan atas beberapa indicator sesuai dengan delapan standar yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar isi. Standar Proses. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Kompetensi Lulusan. Standar Sarana dan Prasarana. Standar Pengelolaan. Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian. Pemenuhan standar tersebut tidak lahir secara instan, namun butuh partisipasi dari berbagai pihak dan membutuhkan strategi yang terstruktur dari atas ke bawah untuk saling berkoordinasi dan mendukung. Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis ingin mengangkat penelitian ini dengan judul AuStrategi Kepemimpinan Kepala Kementerian Agama dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah di Kota BimaAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif atau penelitian lapangan . ield researc. yang dilakukan melalui pengamatan langsung kelokasi yang dijadikan objek penelitian yang berorientasi pada temuan atau gejala alami oleh subjek penelitian menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati (Lexy, 2. Lokasi penelitian merupakan tempat yang dipilih untuk dilaksanakannya suatu penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kota Bima. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian terdapat dua perspektif yaitu pendekatan metodologi dan pendekatan studi atau keilmuan. Sumber data penelitian yang penerapannya dilakukan pada jenis penelitian kualitatif. Metode Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Teknik analisis deskriptif kualitatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah analitik non statistik dengan pendekatan induktif yaitu suatu analisis data yang bertolak dari problem atau pernyataan maupun tema spesifik yang dijadikan fokus penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Strategi Kepemimpinan Kepala Kementerian Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah Di Kota Bima Agama Dalam Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Berdasarkan hasil penelitian penulis akan membahas tentang strategi kementerian agama dalam peningkatan mutu manajemen Madrasah Aliyah di Kabupaten Seluma dari beberapa aspek yang diuraikan sebagai berikut: Standar Isi pendidikan Madrasah Aliyah Salah satu cara yang ditempuh untuk meningkatkan mutu Madrasah Aliyah adalah dengan selalu memperbaharui kurikulum sesuai dengan yang berlaku. Agar proses belajar di Madrasah Aliyah dapat sesuai dengan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan Madrasah Aliyah. Kementerian agama selaku lembaga yang menaungi pendidikan di lingkup madrasah memiliki andil yang cukup besar dalam pemenuhan standar isi terutama dalam penentuan kurikulum, pembinaan dalam penyususnan metode pembelajaran serta standar kompetensi dasar yang akan dicapai. Pemenuhan standar isi di lingkungan madrasah ini juga dilakukan oleh kementerian agam di Kota Bima. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang dipaparkan oleh kepala kementerian agama yaitu Bapak Mansyur selaku Kepala Kementerian Agama Kota Bima menyatakan bahwa: Aubaik, standar isi merupakan salah satu jalan untuk mencapai tujuan madrasah karena mencakup ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang digunakan, setiap materi yang diterima oleh peserta didik beserta tingkat kompetensinya itu yang akan memberikan pengaruh terhadap kognitif, afektif dan psikomotorik peserts didik di madrasah. Jadi letak titik fokus utama kami lebih berorientasi pada menekankan pada seksi pendidikan madrasah untuk membuat menekankan madrasah membuat pembelajaran yang berorientasi pada standar kompetensi lulusan yang memiliki daya saing dengan sekolah lain berdasarkan kurikulum yang berlakuAy. Senada dengan pernyataan dari kepala kementerian Agama tersebut, kepala seksi pendidikan madrasah juga mengungkapkan bahwa. Ausegala apapun keteraturan yang berlaku di kementerian agama yang kemudian akan di realisasikan di madrasah Aliyah haruslah berdasarkan satu intruksi dan satu musyawarah dikarenakan pak kepala sekarang lebih mengedepankan strategi kepemimpinan yang bersifat demokratis, jadi, pada standar isi kami dari seksi madrasah Aliyah lebih berorientasi yaitu: menekankan pada mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlakuAy. Orientasi pengembangan kurikulum juga lahir dari hasil musyawarah antara pihak kementerian agama Kota Bima dengan beberapa madrasah guna penentuan dan pemberlakuan sebuah kurikulum harus didasarkan pada kebutuhan peserta didik terutama di Kota Bima. Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneiti menjelaskan bahwa ada kegiatan rapat sebelum memberlakukan sebuah kurikulum dengan beberapa perwakilan madrasah sebagaimana hasil dokumentasi rapat berikut: Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Gambar 1. Rapat Pembahasan Kurikulum Madrasah Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi di atas secara umum bahwa pemenuhan mutu pendidikan terutama pada standar isi di lingkungan madrasah yang memiliki peranan paling penting yaitu kemterian agama sebab lembaga tersebut yang mampu mengkoordinir dan mengkomunikasikan pemberlakuan kurikulum yang akan diterapkan di madrasah, sehingga kurikulum yang diterapkan bias sejalan dengan tujuan yang telah Standar Mutu Proses Pendidikan Madrasah Aliyah Peningkatan mutu belajar di dalam Madrasah dapat ditempuh dengan cara meningkatkan mutu guru sebagai pengajar di dalam Madrasah, peningkatan model dan media belajar di dalam Madrasah, serta peningkatan kualitas belajar di dalam Madrasah Aliyah. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dalam rangka pengawasan dan pengendalian kegiatan yang sedang dilaksanakan, untuk umpan balik pelaksanaan kegiatan yang sedang Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melihat langsung pelaksanaan kegiatan, untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan dengan keberhasilan Strategi Kementerian Agama dalam mengembangkan Madrasah dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut : . Peningkatan mutu jenjang pendidikan pada perguruan agama islam sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Pembinaan Madrasah negeri diusahakan menjadi contoh bagi Madrasah swasta terutama dalam soal mutu. Pembinaan Madrasah swasta diusahakan agar system pendidikannya selaras dengan system pendidikan nasional. Selain itu ketua kelompok kerja pengawas (POKJAWIS) Kota Bima dalam pemaparannya menambahkan bahwa strategi lain yang dilakukan oleh kementrian agama adalah dengan Aumelakukan peningkatan standar pelayanan minimal (SPM) untuk menuju standar nasional (SNP) yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ay Standar pelayanan minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/ kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemer_intah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah Pusat. Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Standar nasional pendidikan (SNP) adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan dan peraturan perundangan lain yang relevan. Menurut Peraturan Mentri Pendidikan Na_sional No 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjamin Mutu Pendidikan pasal 13 ayat . SNP bagi satuan atau program pendidikan nonformal dirumuskan sedemikian rupa sehingga tidak menghilangkan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 atau mengurangi keluwesan dan kelenturan pendidikan nonformal dalam melayani pembelajaran peserta didik sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan problematika yang dihadapi masing-masing peserta didik. Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional. Tugas kementrian agama mendorong, menstimulasi, dan memfasilitasi umat agar tergerak hatinya ikut memikirkan pengembangan Madrasah. Mengaktualkan potensi umat Islam dan para pengelolanya harus didorong agar mampu berkreasi secara mandiri dengan melakukan terobosan baru. Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh kementrian agama dalam tugasnya mengembangkan Madrasah Aliyah seperti Aumengadakan bimtek, workshop, pembinaan dan sosialisasi dan mengadakan kontrol dan pengawasan secara IntensifAy Bimbingan Teknis (Binte. adalah suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan yang biasanya berupa tuntunan dan nasehat untuk menyelesaikan persoalan/masalah yang bersifat teknis. Tujuan pelaksanaan Bintek untuk menyelesaikan masalah/kasus yang terjadi dan dihadapi oleh para pejabat sehingga penyelesaiannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bimtek dilaksanakan oleh Satker terkait, dengan metode tatap muka/ ceramah. Workshop atau training jika diartikan dalam Bahasa Indonesia artinya pelatihan. Dengan definisi seperti itu sudah sangat jelas bahwa kita benar-benar akan praktek. Workshop atau training bersifat Aulearning by doingAy, dipandu oleh si pelatih dan praktik apa yang Workshop guru dimasksud disini adalah pelatihan bagi guru madrasah Aliyah untuk dapat meningkatkan kompetensinya. Proses sosialisasi dilakukan dengan membimbing individu ke dalam dunia sosial. Sosialisasi ialah hubungan interaktif yang dengannya seseorang mempelajari keperluankeperluan sosial dan kultural yang menjadikan seseorang sebagai anggota masyarakat. Posisi kepala Madrasah dan guru sebagai warga Madrasah harus dapat menyampaikan kepentingan pendidikan kepada warga Madrasah tidak terkecuali wali murid. Pelaksanaan workshop dan bimtek lingkup madrasah di Kota Bima juga menjadi perhatian bagi kementerian agama. Sebagai upaya untuk menerapkan kurikulum baru terutama penggunaan kurikulum merdeka perlu adanya sosialisasi yang berkelanjutan agar mekanisme pembelajaran yang diterapkann dalam kurikulum tersebut dapat dipahami secara jelas oleh para guru serta mampu diaplikasikan pada pembelajaran dalam kelas. Berdasarkan dokumentasi yang dikumpulkan oleh peneliti bahwa pelaksanaan workshop dan bimtek oleh Kementerian Agama Kota Bima telah dilakukan beberapa kali dengan hasil dokumentasi berikut: Gambar 2. Pelaksanaan Workshop dan Bimtek Mutu proses merupakan mutu pendidikan yang berkaitan erat dengan dengan proses pelayanan pendidikan yang bermutu tidak mungkin diperoleh produk layanan yang bermutu. Salah satunya adalah proses pembelajaran yang masih jauh dari harapan. perihal keterlibatan Kementerian agama terhadap madrasah Aliyah Mansyur selaku Kepela kemenag Auiya nanda, pihak kementerian agama dan pihak madrasah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan segala bentuk kebijakan pelaksanaan yang ada di madrasah harus sejalan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 dengan visi, misi dan tujuan dari kementerian agama untuk memastikan kondisi di lapangan kami memberikan wewenang pada tim kami . untuk memastikan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pihak kepala sekolah dan guru apakah baik maka akan ditingkatkan dan apabila tidak baik maka akan diberikan pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan, namun jika tidak bisa maka kami dari pihak kemenag tidak segan-segan akan memberikan keputusan mutasi untuk kepala sekolah dan guru, ini di anggap hal yang serius supaya terciptanya ruang-ruang madrasah sesuai yang dicita-citakan oleh bangsa dan negara serta menciptakan generasi yang berintegritasAy Senada dengan kepala kementerian agama. Abdurrahim selaku seksi pendidikan madrasah mengungkapkan: Aukami selaku tim seksi pendidikan madrasah salah satunya madrasah Aliyah pada rana mutu proses kami dari pihak kemenag secara rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan workshop, seminar, bimtek dan lain-lain yang bertujuan untuk mempromosikan standar proses, pada intinya setiap kegiatan yang dijalankan kami selalu mengevaluasi secara berkala oleh satuan kerja (Superviso. dari kementerian agama Kota BimaAy Ungkapnya. Berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa kementerian agama Kota Bima sangat menentukan kemujuan pendidikan di Madrasah Aliyah karena pada perjalanan mutu proses selalu memberikan pelatihan dan bimbingan serta mengevaluasi untuk memperbaiki mutu proses baik guru-guru, kepala sekolah dan siswa di lingkup kementerian agama Kota Bima dengan berupaya bertransformasi berdasarkan kondisi zamannya dengan membimbing guru-guru yang ideal dan di rindukan oleh siswa dan siswinya. Standar Mutu sarana dan prasarana pendidikan Madrasah Aliyah Standar sarana dan prasarana merupakan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pada standar sarana dan prasarana menjadi tolok ukur focus kemajuan pendidikan, maka dari itu kementerian agama sebagai salah satu lembaga yang menaungi madrasah-madrasah, strategi kerjanya memberikan pembiayaan dan menggelontorkan anggaran kepada madrasahmadrasah yang ada di Kota Bima. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan bapak Mansyur selaku kepala Kementerian agama Kota Bima mengatakan: Ausarpras di anggap hal yang penting untuk menciptakan ruang lingkup yang efektif dan nyaman bagi madrasah dan juga akan mempengaruhi peningkatan akreditasi madrasah, cara kami mendukung pengembangan sarpras dengan menggelontorkan anggaran berdasarkan kebutuhan madrasah, beberapa program yang dilaksanakan oleh madrasah yaitu, pembanguan ruang kelas baru madrasah dan rehabilitasi ruang kelas madrasah supaya bantuan madrasah tidak terjadi berulang-ulang ungkapnyaAy. Mendukung pernyataan dari kepala kemenag seksi pendidikan madrasah Abdurrahim. Ausekarang ini jamannya serba tekhnologi nak, dengan momen demikian siswa di madrasah harus bertransformasi berdasarkan kondisi zamannya, upaya kami salah satunya yaitu menyediakan ruang lingkup madrasah ala modern, dengan di adakannya ujian berbasis komputer, guru-guru diwajibkan pandai terhadap komputerAy. Kondisi sampai saat ini keadaan sarana dan prasarana khususnya di MAN 1 Kota Bima dan MAN 2 Kota Bima lingkup kementerian agama Kota Bima upaya perbaikan yang dilakukan dengan strategi penggelontoran dana yang selalu mengalami peningkatan, seiring dua sekolah ini menjadi madrasah favorit yang ada di Kota Bima karena mampu melahirkan siswa dan siswi yang berprestasi dan kepribadian agamais serta setiap tahun jumlah peserta pendaftaran Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 mengalami peningkatan jumlah pendaftar. Berikut ini contoh dokumentasi yang kami peroleh Gambar 3. UNBK Berbasis komputer MAN 1 Kota Bima dan MAN 2 Kota Bima Gelar MGMP Berbasis Literasi. Riset, dan IT Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi peneliti berkesimpulan mutu sarana dan prasarana di Madrasah Aliyah Kota Bima masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan mendukung proses pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Standar Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Untuk menjadikan sebuah Madrasah Aliyah bermutu tentunya diperlukan peran serta dari guru sebagai tenaga pendidik. Seorang guru memegang peran penting dalam keberlangsungan sebuah Madrasah Aliyah. Seperti diketahui guru merupakan pendidik professional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan melatih, menilai serta mengevaluasi peserta didik. Guru berinteraksi langsung dengan peserta didik dan dapat memberikan pengaruhi yang besar kepada peserta didik didalam Madrasah Aliyah. Maka kualitas guru akan sangat mempengaruhi kualitas mutu Madrasah. Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Peran guru untuk meningkatkan mutu Madrasah Aliyah tempat dia mengajar sangatlah penting karena guru sebagai penggerak utama jalannya kegiatan di dalam Madrasah Aliyah tersebut. Kualitas dan kuantitas belajar siswa dalam kelas bergantung pada banyak faktor, antara lain ialah guru hubungan antara siswa di dalam kelas, serta kondisi umum suasana di dalam kelas. Kualitas guru Madrasah Aliyah di Kota Bima di tinjau dari kualifikasi ijazah menurut Bapak Abdurrahim, dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, beliau mengatakan: AuGuru berijazah S1 sesuai dengan bidang ajarnya, guru berijazah S1 namun tidak sesuai dengan bidang ajarnya dan guru berijazah S2 sebagian. Kuaifikasi guru dengan ijazah S1 dan S2 menurut beliau adalah yang paling memungkinkan dapat memberikan bantuan besar dalam peningkatan mutu Madrasah AliyahAy. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidik merupakan standar nasional tentang kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan dari tenaga guru dan tanaga kependidikan lainnya. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dapat kita lihat bahwa mutu Madrasah Aliyah di Kota Bima dipengaruhi oleh mutu guru, oleh karena itu untuk mendukung peningkatan mutu madrasah Aliyah perlu juga diperhatikan aspek guru atau tenaga pendidik yang tersedia di masing-masing Madrasah Aliyah. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Pembinaan. Workshop dan diklat. Supervise dan monitoring serta evaluasi dilakukan agar setiap usaha yang dilakukan untuk meingkatkan mutu Madrasah Aliyah dapat berjalan Tujuan diadakannya kegiatan diklat antara lain, adalah sebagai berikut: Mengubah paradigma/cara pandang, mind set, pola pikir, pola sikap, dan pola tindak untuk kaya mental, mencapai kinerja yang optimal dengan mengembangkan learning Menumbuhkembangkan nilai-nilai moral, meningkatkan kecerdasan spiritual, menggunakan seluruh tubuh, pikiran, hati dan jiwa untuk melaksanakan tugas, yang menyatu dengan kemampuan kepemimpinan, managerial, skill dan knowledge Mengubah cultural set untuk membangun sikap, perilaku, dan management beliefts dan values aparatur Membangun karakter dan jati diri Diklat berbasis kompetensi Memiliki kompetensi untuk secara optimal melaksanakan tugas jabatan yg diduduki Meningkatkan kompetensi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi Memiliki kompetensi menerapkan iptek baru untuk peningkatan kinerja organisasi Mengembangkan teknologi informasi . -govermen. dan berbagai keterkaitannya . procurement, e-bidding, e-offic. Strategi yang dilakukan oleh kementrian agama dalam peningkatan mutu manajemen Madrasah Aliyah di Madrasah Aliyah melalui beberapa kegiatan seperti, pembinaan, bimtek, workshop dan diklat serta melakukan supervise dan monitoring, melakukan kegiatan evaluasi melalui kerjasama dengan forum kedinasan terkait. Peningkatan mutu Madrasah Aliyah tidak bisa dilakukan hanya oleh kementrian agama saja tanpa bantuan dan peran aktif dari berbagai pihak terkait lainnya. Dalam rangka peningkatan mutu Madrasah Aliyah di Kota Bima salah satu forum kedinasan yang berperan seratd adalah Stackholder Kota Bima. Hal ini terkait mutu pendidik dan tenaga kependidikan harus di seleksi secara serius dikarenakan tauladan dan cerminan dari madrasah yang berkualitas sehingga mampu menciptakan generasi-generasi yang lahir dari madrasah merupakan siswa-siswi yang berkualitas dan jadi contoh madrasah-madrash lainnya. Seperti pernyataan bapak Mansyur selaku kepala kemenag Kota Bima terkait pendidik dan tenaga kependidikan mengungkapkan: AuPeningkatan kompetensi bagi guru madrasah adalah dalam rangka untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Oleh karenanya Transformasi Digital menjadi sangat penting. Hal ini juga tidak akan bisa terlaksana jika tidak dimulai dengan perubahan mindset, sehingga tidak selalu berpikir manual terus-menerus tapi sudah harus serba cepat. Perubahan mindset tidak selalu muncul dari diri sendiri, kadang juga dengan cara dipaksa salah satunya dengan adanya wabah corona. Saya berharap. Guru dan Tendik Madrasah juga perlu mengupgrade pengetahuannya tentang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan sehingga dapat membantu dan memberikan kemudahan dalam memberikan layanan tertentu, salah satunya peningkata kompetensiAy. Kemudian seksi pendidikan madrasah kementerian agama Kota Bima mengklasifikasikan beberapa program atau inisiatif dalam bentuk perjanjian kinerja (PERKIN) yang telah dilakukan untuk menguatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, abdurrahim mengklasifikasikan: AuProgram Yang dilaksanakan oleh kemenag dalam meningkatkan kompetensi guru pendidik dan tenaga kependididikan yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yaitu: 1. Presentasi ustad pendidikan diniyah/muadalah yang lulus sertifikasi 2. resentasi tenaga kependidikan pendidikan diniyah/muadalah yang memperoleh peningkatan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Kepela pendidikan diniyah/muadalah yang memperoleh peningkatan kompetensi, 4. Presentase kepala pendidikan mendapatkan penguatan KKG/MGMP dan AKG Presentase guru pendidikan agama yang memperoleh peningkatan kompetensiAy. Gambar 4. Rapat internal evaluasi dan monitoring Kemenag Kota Bima Berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi tentang standar mutu pendidik dan tenaga kependidikan maka peneliti berkesimpulan bahwa Standar mutu pendidik dan tenaga kependidikan merupakan pedoman utama untuk memastikan kualitas pendidikan yang optimal di berbagai jenjang pendidikan. Standar ini mencakup kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian yang harus dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan. Kompetensi profesional meliputi pemahaman mendalam tentang materi ajar dan metode pembelajaran yang efektif, sementara kompetensi pedagogik menekankan kemampuan dalam merancang dan mengelola proses pembelajaran yang inovatif dan inklusif. Kompetensi sosial mengharuskan pendidik memiliki keterampilan interpersonal yang baik, mampu berkomunikasi dengan efektif, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan peserta didik, orang tua, serta rekan Sedangkan kompetensi kepribadian mencakup integritas, etika, dan tanggung jawab moral yang tinggi. Dengan terpenuhinya standar mutu ini, diharapkan kualitas pendidikan akan meningkat, sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan kompetitif di tingkat global. Evaluasi Kepemimpinan Kepala Kementerian Agama Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah Di Kota Bima Kepemimpinan Kepala Kementerian Agama telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam mengelola berbagai program dan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan layanan keagamaan. Kepala Kementerian Agama berhasil menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif, yang mendorong partisipasi aktif dari seluruh staf dan stakeholder. Dalam menghadapi tantangan yang kompleks. Kepala Kementerian Agama telah menunjukkan ketangguhan dan kemampuan adaptasi yang tinggi, serta memastikan bahwa semua program berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah Kepemimpinan Kepala Kementerian Agama dinilai efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, yang tercermin dari pengelolaan anggaran yang efisien dan pelaporan yang jelas. Kemampuan Kepala Kementerian Agama dalam memotivasi dan membimbing bawahannya telah berkontribusi pada peningkatan kinerja dan semangat kerja tim secara keseluruhan. Selain itu. Kepala Kementerian Agama menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat, serta aktif dalam mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Kepedulian ini tercermin dalam berbagai inisiatif yang dirancang untuk merespons kebutuhan komunitas, seperti program pemberdayaan ekonomi berbasis keagamaan dan penguatan moderasi beragama. Melalui pendekatan yang visioner dan strategis. Kepala Kementerian Agama telah berhasil membawa perubahan positif yang Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 signifikan dalam berbagai aspek pelayanan dan pengembangan keagamaan, memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis dan damai. Komitmen yang kuat terhadap profesionalisme dan integritas juga menjadi ciri khas kepemimpinan ini, yang tidak hanya memajukan kinerja internal kementerian tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi ini. Dalam konteks pengembangan SDM. Kepala Kementerian Agama telah menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi para pegawai, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan dedikasi mereka dalam melayani masyarakat. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi fokus utama, dengan berbagai inisiatif digitalisasi yang mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi layanan kepada publik. tengah berbagai tantangan dan dinamika. Kepala Kementerian Agama tetap konsisten dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan program-program strategis yang telah direncanakan, menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Evaluasi menyeluruh ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Kementerian Agama tidak hanya berhasil dalam aspek manajerial, tetapi juga mampu menginspirasi dan membawa perubahan yang berkelanjutan bagi kemajuan institusi dan masyarakat luas. Lebih jauh lagi, kepemimpinan Kepala Kementerian Agama dinilai efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, yang tercermin dari pengelolaan anggaran yang efisien dan pelaporan yang jelas. Ini penting dalam membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa dana yang digunakan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Kemampuan Kepala Kementerian Agama dalam memotivasi dan membimbing bawahannya telah berkontribusi pada peningkatan kinerja dan semangat kerja tim secara keseluruhan. Kepemimpinan yang kuat dan visioner ini tidak hanya memberikan arahan yang jelas, tetapi juga memberikan inspirasi kepada seluruh staf untuk bekerja dengan dedikasi dan komitmen tinggi. Selain itu. Kepala Kementerian Agama menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat, serta aktif dalam mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang proaktif, berbagai masalah dapat diidentifikasi dan diatasi sebelum berkembang menjadi isu yang lebih besar. Kepala Kementerian Agama juga berhasil memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis dan damai. Sinergi ini penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kehidupan beragama yang sehat dan seimbang. Melalui pendekatan yang visioner dan strategis. Kepala Kementerian Agama telah berhasil membawa perubahan positif yang signifikan dalam berbagai aspek pelayanan dan pengembangan keagamaan. Dengan fokus pada inovasi dan peningkatan kualitas, berbagai program yang dijalankan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Keseluruhan, kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Kepala Kementerian Agama merupakan contoh yang patut diapresiasi dan dijadikan teladan dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas tinggi. Kesimpulan dari evaluasi Strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Kementerian Agama Kota Bima telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal terutama pada aspek sumber daya manusia dan sarana Rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat membantu dalam pengembangan strategi kepemimpinan yang lebih efektif di masa mendatang. KESIMPULAN Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 Agustus 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Berdasarkan uraian dan pembahasan yang telah di kemukakan pada bab-bab sebelumnya, serta hasil penelitian, maka peniliti dapat menyimpulkan akhir dari penilitian ini : Formulasi Strategi Kementerian Agama dalam mengembangkan Madrasah dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut : . Peningkatan mutu jenjang pendidikan pada perguruan agama islam sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Pembinaan Madrasah negeri diusahakan menjadi contoh bagi Madrasah swasta terutama dalam soal mutu. Pembinaan Madrasah swasta diusahakan agar system pendidikannya selaras dengan system pendidikan nasional. Pelaksanaan madrasah aliyah di Kota Bima berkomitmen untuk pengembangan profesional berkelanjutan bagi para guru. Ini mencakup pelatihan rutin, workshop, dan seminar yang berfokus pada teknik pengajaran terbaru dan pengembangan kompetensi pedagogik. Kami juga mendorong guru untuk mengikuti kursus tambahan dan program sertifikasi yang relevan dengan bidang mereka. Melalui pengembangan profesional ini, kami berharap guru dapat terus meningkatkan keterampilan mereka dan memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Evaluasi strategi kepemimpinan kepala kementerian agama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah aliyah di Kota Bima yaitu masalah sumber daya manusia dan juga masalah sarana dan prasarana yang kemudian masalah inti ini akan mempengaruhi dari empat standar nasional pendidikan yang akan dijadikan sebagai sebuah strategi dalam meningkatkan mutu madrasah aliyah di Kota Bima, masalah ini yang bukan saja di Kota Bima namun hampir diseluruh indonesia jadi tugas kita ialah bagaimana kemudian memperbaiki hal tersebut dengan berupaya peningkatan formulasi, aktualisasi, evaluasi dan rekomendasi di setiap kebijakan yang akan di terapkan di kementerian agama Kota Bima, sehingga hal tersebut menjadikan madrasah aliyah di Kota Bima menjadi madrasah-madrasah yang berkualitas. DAFTAR PUSTAKA