Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Peran Bumdes dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam Adek Irmayanti1. Andy Hakim2. Muhlisah Lubis3 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal1,2,3 Main AuthorAos E-Mail Address / *Correspondent Author : adeirmayantilubis43@gmail. *Correspondence: adeirmayantilubis43@gmail. com* | Submission Received : 31-08-2024. Revised : 10-092024. Accepted : 13-09-2024. Published : 30-12-2024 Abstract This research was carried out on the basis of describing the role of Village-Owned Enterprises (BUMDe. in improving community welfare according to the perspective of Islamic economics (Case study on BUMDes Sibanggor Jae mineral wate. The reason for taking a case study in Sibanggor Jae Village. Puncak Sorik Marapi District. Mandailing Natal Regency, which is one of the villages that operates BUMDes. This research was conducted from October 2023-July 2024. This research method uses a qualitative approach where this research describes and explains and interprets the object as it is. Data validation was carried out by digging up information from several informants directly related to BUMDes Air Mineral. In addition, researchers also made direct observations at the research location to verify the data to compare the data obtained from informants in line with the data or different. As a result of this research, the author concludes that the role of BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae still cannot be said to be maximized. In Sibanggor Jae Village, community welfare has not been fully achieved according to an Islamic economic perspective. Currently, the community is only able to fulfill ad-dharuriyyah needs, namely basic needs that are BUMDes (Village-Owned Enterprise. have not been optimal in meeting the needs of al-hajiyyah and al-tahsiniyah, which include higher and secondary needs. Therefore, further efforts are needed to improve the role of BUMDes in order to support overall community BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae must improve the management of BUMDes institutional management to be more efficient and maximize the performance of BUMDes Air and must improve BUMDes services to the community. Keyword: BUMDes. Islamic Economics. Mineral Water Welfare. Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan dasar untuk mendeskripsikan tentang Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat menurut prespektif ekonomi Islam(Studi kasus pada BUMDes Air mineral Sibanggor Jae. Alasan mengambil studi kasus di Desa Sibanggor Jae Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal yang adalah salahsatu desa yang mengoperasikan BUMDes. Penelitian ini dilakukan dari Oktober 2023- Juli 2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana penelitian ini menggambarkan dan menjelaskan serta menginterprestasi objek dengan apa adanya. Validasi data dilakukan dengan cara menggali informasi dari beberapa informan yang berkaitan langsung dengan BUMDes Air Mineral. Selain itu peneliti juga melakukan observasi langsung dilokasi penelitian untuk melakukan verifikasi data untuk A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica membandingkandata yang didapat dari informan sejalan dengan data atau berbeda. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa peran BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae masih belum dapat dikatakan maksimal. Di Desa Sibanggor Jae, kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya tercapai menurut perspektif ekonomi Islam. Saat ini, masyarakat hanya mampu memenuhi kebutuhan ad-dharuriyyah, yaitu kebutuhan dasar yang bersifat mendesak. BUMDes (Badan Usaha Milik Des. belum optimal dalam memenuhi kebutuhan al-hajiyyah dan al-tahsiniyah, yang mencakup kebutuhan yang lebih tinggi dan bersifat sekunder. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan peran BUMDes agar dapat mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae harus memperbaiki pengelolaan manejemen kelembagaan BUMDes agar menjadi lebih efisiens serta memaksimalkan kinerja BUMDes Air dan harus meningkatkan pelayanan BUMDes kepada masyarakat. Kata Kunci: Air Mineral. BUMDes. Ekonomi Islam. Kesejahteraan. INTRODUCTION BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae adalah Badan Usaha Milik Desa yang sepenuhnya atau sebagian besar dikelola oleh desa. Modalnya berasal dari penyertaan kekayaan individu desa, yang bertujuan untuk mengelola aset, memberikan layanan, dan menjalankan berbagai Masyarakat desa dilibatkan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan, sehingga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab. (Sari, 2. Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah desa untuk mengelola usaha yang bertujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes berfungsi sebagai wadah untuk mengelola potensi sumber daya lokal, baik itu berupa sumber daya alam, manusia, maupun aset desa. Dengan adanya BUMDes, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat setempat. BUMDes berfokus pada pengembangan usaha yang memanfaatkan sumber daya lokal. (Prasetyo B. , 2. Keberadaan BUMDes ini diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sibanggor Jae. Dengan demikian. BUMDes Air Mineral berperan sebagai penggerak perekonomian lokal dan mendukung pertumbuhan masyarakat desa. Keberadaan BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat dandapat menjadi penggerak perubahan perekonomian masyarakat serta dikelola dengan baik dan profesional. Terdapat 12 desa di Kabupaten Mandaiing Natal, tepatnya di Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Sebagian besar wargaDesa Sibanggor Jae bermatapencaharian sebagai petani atau pekebun. Sumber pedapatan utama penduduknya adalah dari sektor pertanian dan perkebunan, khususnya budidaya pangan. Desa Sibanggor Jae merupakan salah satu desa yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam serta dengan hasil pertanian yang bagus. Keberadaan BUMDes diharapkan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan perekonomian secara keseluruhan. Sama seperti penelitian yang dilakukan (Amandin, 2. yang berjudul Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Kota Prabumih, hasil dari penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa peran BUMDes Prabumulih sangat berkesinambungan serta menggiring usaha-usaha seperti kredit mikro, persewaan, petanian, mampu meningkatkan perakonomian desa secara komprehensif. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Adanya persamaan dengan hasil penelitian tedahulu yang dilakukan oleh (Sako, 2. dengan judul Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Ayahula Kecamatan Dungalio Kabupaten Gorontalo, hasil dari penelitian terdahulu ini yaitu BUMDes yang dilakukan di desa Paya Kumer sudah berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa. Semua dapat diperoleh karena adanya modal pinjaman dari BUMDes, membuka lapangan pekerjaan serta menambah penghasilan desa Paya Kumer menjadi pendapatan desa (PADES). Sedangkan menurut (Rakhmawati, 2. BUMDes dibentuk dan dikelola secara mandiri oleh desa, sehingga lebih responsif terhadap kebutuhan dan potensi lokal. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang relevan di atas maka dapat di simpulkan bahwa tujuan pelitian ini dilakukakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan salah satunya dilakukan kegiatan BUMDes dalam menghidupkan sektor ekonomi yaitu dengan mengembangkan BUMDes Air Mineral. Keberaadaan BUMDes ini diharapkan mampu mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat dan dapat mencapai pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. (Utami, 2. Dari hasil wawancara dengan Bendahara Badan Usaha Milik Desa. Bapak Salim Nasution, beliau berpendapat bahwa unit badan usaha ini memanfaatkan aset tanah pedesaan sehingga tidak ada biaya sewa tanah atau sewa lokasi usaha sehingga akan mampu mengurangi biaya tetap pengoperasian BUMDes. Berikut daftar pengelolaan BUMDes Sibanggor Jae dalam tiga tahun terkahir dimulai dari tahun 2021 hingga 2023 Daftar pendapatan BUMDes Sibanggor Jae 2021-2023 BULAN Januari Rp 1. Rp 2. Rp 1. Februari Rp 1. Rp 2. Rp 1. Maret Rp 2. Rp 2. April Rp 1. Rp 1. Mei Rp1. Rp 1. Rp 1. Juni Rp 2. Rp 2. Rp 1. Juli Rp 2. Rp 1. Rp 2. Agustus Rp 1. Rp 2. Rp 2. September Rp 2. Rp 828. Rp 2. Oktober Rp 2. Rp 2. Rp 2. November Rp 1. Rp 1. Rp 2. Desember Rp 2. Rp 1. Rp 1. Total omset Rp 25. Rp 20. Rp20. Sumber :BUMDes Sibanggor Jae Dari tabel diatas terlihat penjualan yang mengalami penurunan dari tahun ketahun. Penjualan tertinggi jatuh pada tahun 2021 mencapai Rp25. 500 sedangkan omset terendah yaitu pada tahun 2023 yaitu Rp20. Terjadinya penurunan tiap tahunnya di akibatkan karena BUMDes air mineral sering tidak beroperasi terutama pada bulan Maret dan April 2023 serta kurangnya minat masyarakat untuk membeli air mineral BUMDes yang secara otomatis mengakibatkan turunya omset BUMDes air mineral Sibanggor Jae. Pada tahun 2021 pendapatan paling tinggi yaitu pada bulan Maret sebesar Rp2. sedangkan pendapatan paling rendah yaitu pada bulan Mei sebesar Rp 1. Dan pada tahun 2022 pendapatan paling tinggi yaitu pada bulan Maret sebesar Rp2. 000, sedangkan pendapatan paling rendah yaitu pada bulan September sebesar Rp828. Kemudian pada tahun 2023 pendapatan paling tinggi yaitu pada bulan Oktober sebesar Rp2. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica sedangkan pendapatan paling rendah bahkan tidak adanya pendapatan karna BUMDes tidak beroperasi untuk sementara, karena adanya kendala di dalam kepengurusan BUMDes. Hal ini mengakibatkan penjualan BUMDes mengalami penurunan dari tahun ketahun dan akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya Desa Sibanggor Jae. Belum maksimalnya kesejahteraan masyarakat pedesaan disebabkan karena belum maksimalnya pendapatan BUMDes. Sedangkan dari sisi pembangun Desa Sibangor Jae. BUMDes belum memiliki peranan meskipun dibiayai dari dana desa. Hasil observasi lapangan menunjukkan adanya permasalahan pada karyawan BUMDes yang belum terselesaikan sepenuhnya dalam pengelolaan BUMDes di desa Sibanggor Jae. Oleh karena itu, agar pendapatan BUMDes dapat meningkat dan lebih dikenal masyarakat di luar desa Sibanggor Jae maupun pemerintah setempat, maka masyarakat setempat harus turut serta mempromosikan BUMDes melalui sosial media atau media lain. Adapun data pembagian keuntungan pertahunnya sebagai Data pembagian keuntungan BUMDes pertahun Sasaran Keuntungan (%) Penambahan Modal Pendapatan Asli Desa Pengurus (Penasehat,Pengawas,Pelaksana 50% Operasiona. Dana Pendidikan/Penguatan unit Bantuan Sosial Sumber : BUMDes Sibanggor Jae Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa sasaran pembagian keuntungan yang di dapatkan dari BUMDes air mineral Sibanggor Jae yaitu penambahan modal diberikan sebesar 20%,Pendapatan asli desa 20%. Pengurus yang terdiri dari penasehat, pengawasan pelaksana operasional yaitu sebesar 50%. Sedangkan untuk Biaya pendidikan/penguatan unit dan Bantuan sosial masing-masing hanya sebesar 5%. Dari data pembagian keuntungan diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat belum mendapatkan kesejahteraan dari adanya BUMDes di Desa Sibanggor Jae karena pembagian keuntungan yang yang belum sesuai. Hasil dari pendapatan digunakan untuk memperingati hari besar Agama Islam seperti diantaranya merayakan IsraAo MiAoraj. Maulid Nabi SAW. Penyambutan bulan Suci Ramadhan serta berbuka bersama. Sedangkan penyaluran bentuk pendidikan dan sosial BUMDes menyalurkan beberapa pendapatan dari hasil BUMDes untuk kepentingan berbagai kegiatan Penyelenggaraan BUMDes di Desa Sibanggor Jae masih menghadapi tantangan dalam memberikan kontribusi sosial dan ekonomi yang signifikan kepada masyarakat desa. Pola pemanfaatan BUMDes belum sepenuhnya optimal. Namun, pemerintah desa telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan pendirian BUMDes, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Septiansyah, 2. menulis jurnal tentang Peran Badan Usaha Milik Desa dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat pada masa Covid-19 di Desa Kerta Jaya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa BUMDes berperan secara signifikan dalam peningkatan perekonomian masyarakat secara maksimal pada masa Covid-19 di desa Kerta Jaya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Menurut perspektif ekonomi Islam, penerapan sumber daya dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dapat membantu masyarakat mencapai kesejahteraan. Sumber ekonomi Islam A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica mencakup landasan hukum seperti Al-QurAoan. Sunnah. Ijma. Qiyas. Istishna. Maslahat Mursalah. Urf, dan Istishab. Dalam Islam, manusia memiliki berbagai kebutuhan yang mendukung kesejahteraan. Menurut As-Syatibi, kebutuhan ini dibagi menjadi tiga kategori: Ad-Dharuriyah . ebutuhan prime. Al-Hajjiyah . ebutuhan sekunde. , dan Al-Tahsiniyah . ebutuhan tersie. Ketidakpuasan terhadap kebutuhan ini dapat menimbulkan risiko bagi kehidupan manusia. Masyarakat Desa Sibanggor Jae sudah masuk dalam kategori kubutuhan Addharuruyyah sebagaimana kebutuhan dasar yang harus mereka miliki. Ad-Daruriyah (Kebutuhan Prime. adalah salah satu tingkatan dalam maqasid asy-syari'ah . ujuan-tujuan syariat Isla. yang menjelaskan tentang kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjaga kemaslahatan . manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Secara lebih rinci, ad-daruriyah mencakup lima hal pokok yang disebut sebagai al-kulliyat al-khams . ima prinsip universa. , yaitu: Memelihara Agama. Memelihara Jiwa. Memelihara Akal. Memelihara keturunan. Memelihara Harta. Kelima prinsip ini merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjaga kemaslahatan umat manusia. Jika salah satu dari kelima prinsip ini terabaikan, maka akan menimbulkan kerusakan dan ketidak seimbangan dalam Sedangkan untuk kebutuhan Al Hajjiyah dan Al Tahsiniyyah belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Sibanggor Jae dikarenakan terdapat beberapa kemungkinan alasan seperti Keterbatasan sumber daya dan kapasitas BUMDes. Kendala akses dan distribusi. Rendahnya daya beli masyarakat. Kurangnya diversifikasi usaha BUMDes. Rendahnya koordinasi dan kemitraan. Secara umum BUMDes merupakan lembaga yang memungkinkan terjadinya kegiatan perekonomi pedesaandan mengembangkan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat sebagai bagian dari mengembangkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (Rosa. LITERATURE REVIEW Bisnis Defenisi Bisnis Bisnis adalah organisasi yang memproduksi barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mendapatkan keuntungan (Griffin, 2. Sedangkan menurut (Anoraga, 2. Bisnis mengandung arti sebagai suatu kegiatan dagang atau usaha komersial dalam dunia perdagangan. Bisnis mencakup berbagai bidang usaha yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan melalui penyediaan barang atau jasa. Bisnis merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai elemen yang saling berinteraksi untuk menghasilkan nilai dan keuntungan bagi pemiliknya serta memberikan manfaat bagi masyarakat (Wibowo, 2. Dalam pengertian yang lebih luas, bisnis diartikan sebagai semua aktivitas produksi dan perdagangan barang serta jasa. Bisnis mencakup totalitas usaha yang meliputi berbagai sektor, seperti pertanian, produksi, distribusi, transportasi, komunikasi, dan layanan jasa, termasuk usaha pemerintah yang bergerak dalam pembuatan dan pemasaran barang serta jasa kepada konsumen (Lestari, 2. Istilah bisnis pada umumnya ditekankan pada tiga hal, yaitu: Usaha Perorangan: Contohnya adalah industri rumah tangga. Usaha Perusahaan Besar: Seperti CV. PT, maupun badan hukum koperasi. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Usaha dalam Struktur Ekonomi Suatu Negara: Mencakup berbagai jenis usaha yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Bisnis sebagai suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan konsumen dengan tujuan mendapatkan keuntungan. (Subandi, 2. Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tujuan mendapatkan keuntungan (Yusuf, 2. Sedangkan menurut (Suryadi, 2. Bisnis adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan nilai dalam produk dan layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Bisnis Islami dapat diartikan sebagai upaya pengembangan modal untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan dengan mengedepankan etika Islam. Selain menetapkan etika dalam berbisnis. Islam juga mendorong umat manusia untuk mengembangkan usaha mereka secara bertanggung jawab dan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah. Tujuan Utama Bisnis Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu atau organisasi untuk memproduksi dan menjual barang atau jasa dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan konsumen (Prabowo, 2. Menurut (Griffin. Business Essentials, 2. tujuan bisnis adalah sebagai berikut : Profitabilitas yaitu menghasilkan keuntungan adalah tujuan utama dari setiap Kepuasan Pelanggan yaitu memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan adalah kunci untuk keberlangsungan perusahaan. Tanggung Jawab Sosial yaitu bisnis juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas mereka. Bisnis menyediakan barang dan jasa yang diinginkan oleh konsumen, dengan tujuan mendapatkan keuntungan dengan menawarkan produk fisik . atau layanan . Salah satu tujuan utama bisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan, yang dapat digunakan untuk reinvestasi, distribusi kepada pemilik, atau untuk mengembangkan usaha lebih lanjut (Santoso, 2. Bisnis juga berorientasi pada penciptaan nilai ekonomis melalui interaksi antara produsen dan konsumen dalam pasar (Nurjanah, 2. Peran bisnis Bisnis berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, yang pada gilirannya membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup (Syukri, 2. Dalam pandangan (Handoko, 2. , bisnis yang berorientasi pada tanggung jawab sosial dapat memperbaiki hubungan dengan masyarakat dan menciptakan nilai sosial, sehingga berkontribusi pada kesejahteraan bersama. Menekankan bahwa bisnis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat, serta melalui program-program tanggung jawab sosial (Lestari R. , 2. Berikut adalah beberapa peran bisnis dalam masyarakat dan perekonomian: Dengan peran-peran ini, bisnis tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat lokal dengan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan usaha (Santoso. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bisnis: Studi Kasus BUMDes, 2. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Kesejahteraan Kesejahteraan didefinisikan sebagai kondisi di mana individu atau masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan papan (Setiawan, 2. Kesejahteraan juga diartikan sebagai keadaan di mana individu merasa diterima dan terintegrasi dalam masyarakat, dengan akses terhadap layanan sosial yang memadai (Rahmawati, 2. Kesejahteraan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga menjaga sumber daya untuk generasi mendatang, memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Budi, 2. Kesejahteraan subjektif didefinisikan sebagai evaluasi individu terhadap hidup mereka sendiri, mencakup kepuasan hidup dan emosi positif (Diener, 2. Kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh pendapatan, tetapi juga oleh kebebasan dan kesempatan individu untuk mencapai potensi mereka (Sen, 2. Kesejahteraan dapat dibedakan menjadi dua bagian kesejahteraan individu dan kesejahteraan kelompok . Kesejahteraan individu merujuk pada kesejahteraan yang diperoleh dari pendapatan dan sumber daya pribadi, yang memungkinkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidupnya, dan ukuran lainnya. Artinya kekayaan berasal dari hasil usaha dan kerja keras untuk menentukan kelangsungan hidup. Sedangkan kesejahteraan kelompok . adalah keadaan dimana masyarakat berada diatas kehidupan normal. Kesejahteraan ekonomi berkaitan dengan keseimbangan antara pendapatan, konsumsi, dan kepuasan hidup, serta dampaknya pada kesehatan mental. (Easterlin, 2. Sedangkan menurut (Seligman, 2. Konsep kesejahteraan mencakup lima elemen: emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Artinya masyarakat dapat memenuhi berbagai (Badrudin, 2. Kesejahteraan harus dirancang dalam konteks keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi, menciptakan keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan generasi mendatang (Anwar, 2. Kesejahteraan adalah kondisi di mana individu atau kelompok merasakan kepuasan dan kebahagiaan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Secara umum, kesejahteraan mencakup beberapa dimensi, antara lain: Kesehatan Fisik: Kesehatan tubuh yang baik, bebas dari penyakit, dan memiliki energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kesehatan Mental: Kondisi emosional yang positif, termasuk perasaan bahagia, kemampuan mengatasi stres, dan kepuasan hidup. Kesejahteraan Sosial: Kualitas hubungan dengan orang lain, dukungan sosial, dan rasa memiliki dalam komunitas. Kesejahteraan Ekonomi: Stabilitas finansial yang memungkinkan individu memenuhi kebutuhan dasar dan memiliki akses ke sumber daya yang diperlukan. Kepuasan Hidup: Perasaan puas dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk pekerjaan, hubungan, dan pencapaian pribadi. Dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan adalah suatu keadaan di masyarakat di mana kebutuhan lahiriah, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, kesejahteraan juga mencakup kebutuhan batiniah, seperti keselamatan, kesusilaan, ketenteraman, dan kebebasan berpendapat. Kesejahteraan bersifat subjektif, sehingga setiap keluarga atau individu yang memiliki pedoman, tujuan, dan cara hidup yang berbeda akan memberikan nilai yang berbeda terhadap faktor-faktor yang menentukan tingkat kesejahteraan mereka. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Ekonomi Islam Ekonomi Islam, yang sering disebut sebagai ekonomi syariah, adalah sistem perekonomian yang mempelajari permasalahan ekonomi dari sudut pandang Islam. Ekonomi syariah merupakan ilmu sosial yang berkaitan dengan manusia, karena pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial. Sistem perekonomian ini dibangun berdasarkan tuntunan ajaran Islam (MasAoadi, 2. Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis, yang mengatur semua aspek kehidupan ekonomi dengan prinsip keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial (Nurhayati, 2. Ekonomi Islam berlandaskan pada tujuan syariah . aqasid ash-aharia. menekankan pada kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran dan mendorong pengembangan ekonomi Islam yang sesuai dengan konteks lokal (Muhamad, 2. Ekonomi juga dikatakan sebagai kebutuhan setiap individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan menurut ekonomi Islam adalah terdiri dari tiga kebutuhan yakni: Ad-Dharuriyyah (Kebutuhan Prime. adalah salah satu tingkatan dalam maqasid asysyari'ah . ujuan-tujuan syariah Isla. yang menjelaskan tentang kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjaga kemaslahatan . manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar dapat bertahan hidup adalah sandang, pangan, dan papan. Al-Hajjiyah (Kebutuhan Sekunde. adalah kebutuhan sekunder yang dibutuhkan manusia untuk keberlangsungan hidup, menghilangkan kesulitan, menjadi perlindung yang lebih baik terhadp manusia. Kebutuhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan menghilangkan kesulitan, seperti sarana transportasi, pendidikan, dan Al-Tahshiniyyah (Kebutuhan Tersie. adalah kebutuhan yang dibutuhkan untuk kenyamanan, kemewahan, dan keindahan, seperti perumahan mewah, kendaraan mewah, dan barang-barang mewah lainnya. Ekonomi Islam mencakup semua aktivitas ekonomi yang sesuai dengan syariah, termasuk di dalamnya bisnis yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat (Anwar M. Ekonomi Islam tidak hanya fokus pada keuntungan material, tetapi juga memperhatikan etika dan moralitas dalam transaksi serta dampaknya terhadap masyarakat (Rahman, 2. Ekonomi Islam berupaya untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, serta menekankan pentingnya distribusi kekayaan yang adil dan merata (Fatmawati, 2. METHOD Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana penelitian ini menggambarkan dan menjelaskan serta menginterprestasikan objek sesuai apa adanya. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Tahapan pengumpulan data meliputi : Observasi dilaksanakan secara sistematis mulai dari metode sampai cara-cara Dalam hal ini, observasi dilakukan untuk mengetahui langkah-langkah yang telah dilakukan masyarakat desa dalam keikutsertaan dengan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Wawancara melibatkan dua pihak, yaitu pewawancara dan narasumber yang diwawancarai, untuk mendapatkan informasi maka dilakukan wawancara dengan beberpa masyarakat dan pengurus BUMDes Metode dokumentasi merupakan pengumpulan data berbasis dokumen Dalam penelitian kualitatif, instrumen utamanya adalah orang, yang dianalisis adalah A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica kebenaran data. Untuk menguji keandalan data penelitian, penulis menggunakan teknik Uji validasi triangulasi dilakukan karena dalam penelitian kualitatif tidak memungkinkan untuk menguji keakuratan informasi dengan menggunakan alat analisis Metode triangulasi melibatkan pengumpulan data dengan menggunakan metode yang berbeda-beda dan mentransfer informasi yang diterima sehingga data yang diperoleh lengkap dan sesuai harapan. Jika sudah mendapatkan data yang lengkap, yaitu informasi yang diperoleh dari sumber data yang sama, maka data yang diperoleh lebih dapat dipercaya. Triangulasi dalam analisis reliabilitas diartikan sebagai konfirmasi dari berbagai sumber yang berbeda, dan pada waktu yang berbeda. Menurut (Sugiyono, 2. ada empat jenis triangulasi yang meliputi penggunaan sumber, metode, penelitian, dan teori. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan menyilangkan tingkat keandalan informasi yang diterima dari berbagai sumber. Untuk mencapai kepercayaan tersebut, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:: Bandingkan data observasi dengan data hasil wawancara Bandingkan apa yang orang katakan di depan umum dan apa yang dikatakan secara Pertimbangkan apa yang orang katakan tentang situasi penelitian dan apa yang selalu mereka katakana Bandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen terkait RESULTS AND DISCUSSION Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah unit lembaga di mana sebagian modalnya dimiliki oleh masyarakat desa, yang berasal dari kekayaan desa. Tujuan utamanya adalah untuk mengelola aset guna meminimalisir kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian desa. BUMDes berfungsi sebagai wadah untuk mengelola potensi ekonomi lokal dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. BUMDes dapat membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa. Keberhasilan BUMDes tergantung pada partisipasi aktif masyarakat, pengelolaan yang baik, serta dukungan dari pemerintah. Dengan pendekatan yang tepat. BUMDes dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berkelanjutan (Rizky, 2. BUMDes tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas, sehingga masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengelolaan usaha (Mahmud, 2. BUMDes dikelola oleh masyarakat bersama pemerintah desa untuk memperkuat perekonomian. Lembaga ini dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh desa (Heri Kamaroesid, 2. BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Berikut adalah peran BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae dalam meningkatkan perekonomian Membangun potensi-potensi desa melalui upaya meningkatkan pendapatan Masyarakat Pembangunan ekonomi merupakan aspek penting dalam pengembangan suatu desa, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Perkembangan ekonomi desa tercermin dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan pembangunan sosial yang berkelanjutan. Potensi yang dikembangkan oleh pemerintah desa dan pengawas BUMDes terlihat jelas dalam pendirian BUMDes Air Mineral. Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica desa dan mengelolanya secara optimal dalam rencana pembangunan jangka menengah hingga jangka panjang, diharapkan akan menghasilkan keuntungan dan memberikan manfaat sebagai lembaga usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. didirikan dengan tujuan dan visi misi yang jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sibanggor Jae. Namun, pengelolaan air asli pegunungan belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya keterampilan petugas dalam meningkatkan kualitas pengelolaan BUMDes. Menurut bapak Amkari Btrselaku pelaksana operasional mengatakan bahwa pendapatan dan keuntungan yang di dapatkan belum Hasil keuntungan yang diperoleh dari hasil BUMDes dipergunakan hanya untuk meningkatkan usaha itu saja karena belum bisa berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Sibanggor Jae. Namun, bukan hanya mengembangkan atau mengelola BUMDes Air Mineral saja yang masayarakat lakukan tetapi terdapat beberapa unit usaha yang di buat pemerintah desa dalam mengelola perekonomian masyarakat dengan membantu masyarakat memasarkan produk yang dihasilkan. Berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Peran yang diberikan BUMDes kepada masyarakat yaitu denganmenyalurkan pengelolaan air asli pengunungan menjadi Air Mineral. BUMDes Air Mineral ini distribusikan oleh karang taruna desa Sibanggor Jae Kecamatan Puncak Sorik Marapi. BUMDes berperan penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat dengan cara membantu memasarkan air mineral. Namun, dalam pembahasan hasil penelitian terdahulu, ditemukan perbedaan signifikan dengan hasil penelitian yang dilakukan di lapangan. BUMDes sebagai pondasi dan memperkokoh perekonomian masyarakat Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Air Mineral Sibanggor Jae memiliki konsep tujuan awal yang diselanggarakkan yaitu memperkokoh perekonomian masyarakat. Hal ini sejalan dengan sistem perekonomian bahwa Perekonomian nasional adalah perekonomian yang dikuasai oleh rakyat. Membantu Masyarakat dalam Meningkatkan Penghasilan Meningkatkan penghasilan merupakan tujuan akhir suatu usaha dan lembaga yang berbasis pada perekonomian. BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae meningkatkan pendapatan karena taruna dengan cara mempekerjakan mereka sebagai karyawan di BUMDes. Namun, kurangnya sosialisasi dan transparansi dari pengurus BUMDes kepada masyarakat menyebabkan peran BUMDes hanya diketahui oleh mereka yang terlibat langsung dalam pengelolaannya. Akibatnya, masyarakat yang tidak bekerja di BUMDes tidak merasakan tujuan dan manfaat dari keberadaan lembaga ini, sehingga mereka kurang memahami peran dan kontribusi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan desa. Ekonomi Islam merupakan ekonomi yang berpedoman pada kitab Al-Quran dan Sunnah Nabi yang menekankan pada pengembangan instrumen keuangan syariah serta mempromosikan inklusi keuangan dan pemberdayaan masyarakat (Ascarya, 2. Ekonomi Islam berlandaskan pada tauhid, khilafah, menekankan pada pembangunan manusia seutuhnya, mendorong integrasi antara dimensi spiritual dan material (Furqani, 2. Dalam Islam, kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga mencakup dimensi non-materi, seperti spiritualitas, nilai-nilai moral, dan keharmonisan sosial. Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan untuk mendapatkan manfaat dari kekayaan yang Ilmu As-Syatibi membagi kebutuhan menjadi tiga kategori:Ad-Dharuriyyah (Kebutuhan Poko. : Kebutuhan ini meliputi agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica yang merupakan landasan kehidupan manusia. Kelima aspek ini merupakan hak setiap Masyarakat Desa Sibanggor Jae sudah masuk dalam kategori kubutuhan Ad-dharuruyyah sebagaimana kebutuhan dasar yang harus mereka miliki. Ad-Daruriyah (Kebutuhan Prime. adalah salah satu tingkatan dalam maqasid asy-syari'ah . ujuan-tujuan syariat Isla. yang menjelaskan tentang Kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjaga kemaslahatan manusia mencakup aspek kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ad-dharuriyyah menjadi prioritas utama dalam maqasid asy-syari'ah dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Dari perspektif agama, setiap masyarakat Sibanggor Jae mempraktikkan ajaran agama Islam. Masyarakat desa Sibanggor Jae sudah memenuhi kebutuhan pakaian, makanan, dan tempat tinggal, serta dikembangkan melalui pendidikan berkualitas, yang berfungsi sebagai landasan Selain itu, undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan menetapkan hukuman untuk pelanggaran terhadap hak orang lain, termasuk pencurian dan kejahatan BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae sudah dapat memenuhi kebutuhan ad-daruriyah masyarakat Sibanggor Jae melalui pembagian pendapatan BUMDes. BUMDes Air Mineral memberikan berupa sembako kepada masyarakan yang kurang mampu dan anak yatim di desa Sibanggor Jae tiap bulannya Kebutuhan addaruriyah adalah kebutuhan yang paling mendasar bagi kehidupan manusia, seperti kebutuhan akan air bersih, pangan, dan papan. Dalam konteks BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae, pemenuhan kebutuhan addaruriyah dapat berupa menyediakan air mineral yang aman dan berkualitas bagi masyarakat, memastikan kontinuitas dan aksesibilitas air mineral yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tindakan yang dilakukan masyarakat masyarakat untuk meningkatkan peran BUMDes Air Mineral yaitu Mengelola sumber air mineral secara profesional dan efisien. Menjamin kualitas air mineral sesuai dengan standar kesehatan. Menetapkan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Keuntungan BUMDes Air Mineral bagi masyarakat Desa Sibanggor Jae yaitu memperoleh akses yang mudah dan terjangkau terhadap air mineral yang aman dan berkualitas dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengonsumsi air mineral yang Al-Hajjiyah adalah kebutuhan sekunder yang diperlukan manusia untuk keberlangsungan hidup, mengurangi kesulitan, dan memberikan perlindungan yang lebih baik. BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae berperan dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sekunder mereka, salah satunya melalui pengelolaan badan usaha yang dikelola oleh BUMDes Sibanggor Jae. Berdasarkan informasi yang diberikan, terdapat beberapa kemungkinan alasan mengapa kebutuhan masyarakat di Desa Sibanggor Jae belum dapat terpenuhi melalui kebutuhan al hajjiyah . ebutuhan sekunde. Keterbatasan sumber daya dan kapasitas BUMDes. BUMDes masih belum memiliki sumber daya, infrastruktur, dan kapabilitas yang memadai untuk menyediakan kebutuhan sekunder masyarakat. Fokus utama BUMDes mungkin masih terbatas pada pemenuhan kebutuhan addaruriyah . Kendala akses dan distribusi. Akses masyarakat terhadap barang/jasa kebutuhan sekunder mungkin terhambat karena kendala geografis, infrastruktur, atau keterbatasan jaringan distribusi. Biaya distribusi dan transportasi yang tinggi dapat menyebabkan harga barang/jasa kebutuhan sekunder menjadi tidak terjangkau. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Rendahnya daya beli masyarakat. Tingkat pendapatan dan kemampuan ekonomi masyarakat yang masih rendah dapat menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan Masyarakat lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan primer terlebih Kurangnya diversifikasi usaha BUMDes. BUMDes mungkin masih terfokus untuk memenuhi kebutuhan ad daruriyah, sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan sekunder masyarakat. Kurangnya inovasi dan pengembangan usaha BUMDes untuk menjawab kebutuhan sekunder masyarakat. Rendahnya koordinasi dan kemitraan. Kurangnya koordinasi antara BUMDes dengan pemerintah daerah atau pihak terkait lainnya dalam mengembangkan layanan/produk untuk memenuhi kebutuhan sekunder masyarakat. Minimnya kemitraan strategis yang dapat meningkatkan kapasitas BUMDes dalam memenuhi kebutuhan sekunder. Untuk mengatasi permasalahan ini. BUMDes perlu melakukan perencanaan dan pengembangan yang lebih komprehensif, meningkatkan koordinasi dan kemitraan, serta memperkuat kapasitas internal agar dapat secara bertahap memenuhi kebutuhan al hajjiyah masyarakat di Desa Sibanggor Jae. Al-Tahshiniyyah (Kebutuhan tersier/pelengka. merupakan kebutuhan yang dibutuhkan untuk kenyamanan yang lebih. Tanpa terpenuhinya kebutuhan kehidupan manusia maka hal ini tidakdapatmerusak, memunculkan kesulitan karena kebutuhan ini adalah kebutuhan perlengkap dari kebutuhan Ad-dharuriyyah dan Al-Hajjiyah. Kebutuhan tahsiniyah atau al tahsiniyat adalah kebutuhan manusia yang bersifat pelengkap atau tambahan, yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan nilai tambah bagi seseorang. Kebutuhan ini tidak bersifat wajib atau primer, tetapi dapat memberikan rasa nyaman, estetika, dan meningkatkan martabat seseorang. Contoh kebutuhan tahsiniyah antara lain: Perabotan dan dekorasi rumah yang indah dan berkualitas Perhiasan, dan aksesoris yang modis dan elegan Liburan dan rekreasi untuk meningkatkan kesejahteraan Pendidikan tambahan dan pelatihan untuk pengembangan diri Sarana hiburan dan rekreasi seperti taman, pusat perbelanjaan, dan lain-lain Dari contoh diatas dapat kita simpukan bahwa BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae belum dapat memenuhi kebutuhan al tahsiniyyah karena kurangnya pendapatan atau laba yang di peroleh BUMDes. Kebutuhan tahsiniyyah ini sendiri tidak mempengaruhi kehidupan masyarakat desa Sibanggor Jae karena kebutuhan ini hanya sebgai pelengkap saja. CONCLUTION Berdasarkan hasil penelitian ini, dibahas mengenai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari perspektif ekonomi Islam. Dari permasalahan yang ada, dapat disimpulkan bahwa BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae belum berhasil mengurangi kemiskinan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya modal dan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan BUMDes, serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Gaya pengelolaan BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae belum menerapkan sistem pengelolaan dengan baik. BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae sejalan dengan prinsip Islam dan adanya dukungan serta kerja sama dan keikut sertaan anggota untuk mencapai kemajuan BUMDes Sibanggor Jae, dan tidak merendahkan golongan setiap suku dan agama. Tetapi BUMDes Air Mineral Sibanggor Jae hanya mampu memenuhi kebutuhan aldharuriyyah saja karena BUMDes A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 2. Desember 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica memberikan sebagian dari hasil pendapatannya untuk anak yatim/piatu dan jompo di Desa Sibangor Jae REFERENCE