J- Reb : Journal Ae Research of Economic and Bussiness Volume 4. Issue 2. July 2025 E-ISSN : 2828-3716 . P-ISSN : 2828-3708 J-Reb : Journal- Research of Economic dan Bussiness journal homepage: https://journal. id/index. php/j-reb Pengaruh Modal Kerja. Literasi Keuangan. Terhadap Kinerja UMKM Di Kota Medan Putri Amalia Lubis Lubisputri12@gmail. Universitas Darma Agung *Correspondence: Lubisputri12@gmail. com* https:journal. id/j-reb | Submission Received : 29-Juli-2025 . Revised : 30-Juli-2025 . Accepted : 31-Juli2025 . Published : 31-Juli-2025 Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dampak penerapan ekonomi digital, ketersediaan modal kerja, dan literasi keuangan terhadap performa UMKM di Kota Langsa. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan data yang diperoleh melalui kuesioner dan diukur menggunakan skala Likert. Sampe yang dibahas dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM menengah di Kota Medan, dengan perhitungan menggunakan metode Slovin, sehingga didapatkan 99 responden yang berasal dari UMKM di sektor jasa, kuliner, dan barang. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 23. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, sedangkan literasi keuangan juga berdampak positif dan signifikan pada kinerja UMKM. Terakhir, analisis simultan menunjukkan bahwa penerapan modal kerja, dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Kata Kunci : Modal kerja. Literasi keuangan. Kinerja UMKM Abstract This study aims to explore the impact of the implementation of working capital, and financial literacy on the performance of MSMEs in Medan City. The method applied in this study is quantitative, with data obtained through questionnaires and measured using a Likert scale. The sample discussed in this study is all medium-sized MSMEs in Medan City, a purposive sampling technique was used to select samples based on certain criteria, with calculations using the Slovin method, resulting in 99 respondents from MSMEs in the service, culinary, and goods sectors. Data analysis was carried out using multiple linear regression with A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). the help of the SPSS 23 application. The findings of this study indicate that the implementation of the working capital has a significant effect on MSME performance, while financial literacy has a positive and significant impact on MSME performance. Finally, simultaneous analysis shows that the implementation of the working capital, and financial literacy together have a positive and significant effect on MSME performance. Keywords: working capital, financial literacy, and the performance of MSMEs PENDAHULUAN Pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu elemen kunci dalam kemajuan ekonomi sebuah negara. Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi saat ini, pelaku usaha harus bersaing dalam kondisi yang cukup ketat, disebabkan oleh situasi ekonomi yang tidak stabil. Indonesia, terdapat sekitar 66,5 juta unit UMKM, naik sebesar 1,98% dibandingkan dengan tahun 2018 yang mencapai 64,2 juta unit (Septiani & Wuryani, 2. Pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu aspek utama dalam kemajuan ekonomi nasional. Seiring dengan kemajuan teknologi dalam ekonomi. UMKM diharuskan untuk beradaptasi dengan menggunakan sistem digital dalam melaksanakan aktivitas usaha mereka. Pertumbuhan yang terlihat dalam ekonomi dapat dilihat dari berbagai aspek kinerja UMKM. Kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mencerminkan bagaimana pengelolaan dijalankan, evaluasi performa, peningkatan penjualan, bertambahnya jumlah konsumen, serta peningkatan keuntungan yang dihasilkan oleh UMKM (Amri, 2. Dalam usaha mendorong kinerja UMKM di kota Medan, ada beberapa isu yang berkontribusi pada rendahnya kinerja UMKM di daerah tersebut. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 10 UMKM di kota Medan, diketahui bahwa masalah tersebut terkait dengan beberapa faktor, khususnya akses terhadap modal. Ketersediaan modal kerja menjadi aspek krusial bagi kelangsungan hidup UMKM. Banyak pelaku usaha yang memiliki keterampilan dalam mengelola bisnis, namun tanpa dukungan modal yang memadai, mereka tidak dapat memajukan dan mengembangkan Realitanya, berbagai lembaga keuangan banyak menyediakan akses modal kerja bagi UMKM (Wulandari et al, 2. Tentunya hal ini akan mempermudah UMKM dalam mendapatkan modal kerja. Tetapi pada kenyataanya Berdasarkan hasil observasi awal yang sebelumnya dilakukan oleh peneliti dengan memberikan kuisoner terhadap 10 UMKM di kota Medan terkait variabel ketersediaan modal kerja, masi banyak UMKM yang hanya menggunakan modal sendiri untuk menjalankan usahanya. Dimana pada kenyataanya dengan hanya menggunakan modal sendiri UMKM tidak mampu untuk meningkatkan kinerja dalam mengembangkan usahanya. Selain itu kurangnya niat dan kemauan UMKM di kota Medan untuk mecari dan memperoleh modal kerja juga menjadi masalah bagi UMKM untuk mendapatkan modal kerja. Selain itu pengetahuan tentang pengelolaan keuangan . iterasi keuanga. A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). juga menjadi salah satu masalah yang dialami oleh UMKM Kota Medan. Berdasarkan hasil observasi awal yang sebelumnya dilakukan peneliti dengan memberikan kuisioner terhadap 10 UMKM di kota Medan terkait variabel literasi keuangan. Masih banyak UMKM di kota Medan yang masih belum memahami terkait literasi keuangan, belum mampu mengelola keuanganya dengan baik membuat laporan keuangan dan belum memiliki inovasi-inovasi terbaru yang digunakan untuk meningkatakan pemahaman UMKM tentang pengelolaan laporan keuangan yang digunakan untuk menangani segala permasalahan yang berhubungan dengan keuangan. Huda et al. , . menyatakan bahwa Kurangnya literasi keuangan telah terbukti menyebabkan perencanaan keuangan yang salah dan membuat lebih sulit untuk berkembang ketika tidak mampu Berdasarkan fenomena yang dijelaskan diperlukan inovasi-inovasi baru yang harus diterapkan untuk mengatasi masalah yang menjadi penghalang dalam meningkatkan kinerja UMKM. Dalam meningkatkan kinerja UMKM, ketersediaan modal kerja juga harus diperhatikan untuk kelangsungan sebuah Pada dasarnya tanpa tersedianya modal kerja maka tidak dapat untuk memulai dan mendirikan sebuah usaha. ketersediaan modal kerja digunakan untuk membiayai segala operasional yang telah dilakukan dalam sebuah bisnis. Terlebih banyak pengusaha yang mempunyai keahlian untuk mengolah usahanya namun tidak adanya modal yang cukup, maka tidak akan membuat usahanya lebih maju dan berkembang (Wulandari et al. , 2. Modal kerja dapat diperolah dari beberapa sumber yaitu berupa pinjaman kredit, perputaran modal sebelumnya, modal sendiri, pemerintah, kredit usaha rakyat (KUR) dan lain sebagainya. Oleh sebab itu. UMKM harus mampu mengambil keputusan yang baik bagaimana mengendalikan dan memperoleh sebuah modal yang efektif. Dalam meningkatkan kinerja UMKM kemampuan dalam mengelola laporan keuangan juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman tentang literasi keuangan UMKM akan mudah mengatur segala aktifitas yang berhubungan dengan keuangan contohnya dalam mengatur modal, beban, pinjaman, pendapatan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan aktifitas bisnis UMKM. Rumini & Martadiani . menyatakan bahwa Semakin meningkatnya literasi keuangan yang direfleksikan oleh kepemilikan rekening atas nama perusahaan, akan serta merta mampu meningkatkan Keberlanjutan UMKM. Chepngetich . menyatakan bahwa literasi keuangan mencakup kemampuan mengelola UMKM dalam menghitung suku bunga dana yang diajukan ke bisnis oleh pemberi pinjaman dan bagaimana mereka menghitung dan mengelola laba mereka untuk membayar kembali pinjaman mereka. Pemahaman Literasi keuangan yang baik akan menghasilkan keputusan manajemen dan keuangan yang tepat untuk meningkatkan kinerja UMKM. Berdasarkan fenomena masalah yang ada, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Model kerja dan Literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Medan ? A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). TINJAUAN LITERATUR Teori Atribusi Atribusi teori dapat dijelaskan ketika individu mengamati perilaku individu terhadap resiko. Teori ini juga tidak jauh beda dengan teori utility, dimana dalam penelitian ini perilaku seseorang dalam melakukan pengambilan keputusan investasi dapat menghindari terjadinya resiko (Arianti, 2. Atribusi dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan untuk mencari sebuah jawaban atau pertanyaan mengapa atau apa sebab nya atas perilaku orang lain ataupun diri sendiri (Samsuar, 2. Teori ini memiliki relevansi dengan penelitian ini yang dimana menejelaskan bagaimana perilaku seseorang dalam membantu seseorang dalam mengelola keuanganya dengan bijak. Theory Prospect Teori prospek berhubungan dengan cara seseorang membuat keputusan ekonomi antara dua alternatif. Berbeda dengan banyak teori psikologi lainnya, karena berasal dari pengembangan bersama teori ekonomi, teori prospek didasarkan pada matematika yang kokoh. Teori ini menitikberatkan pada proses pengambilan keputusan yang nyata. Teori prospek merupakan cabang dari teori kognitif yang menjelaskan bagaimana individu merumuskan opini dan membuat pilihan yang dianggap menguntungkan dengan mempertimbangkan elemen risiko (Hadiprajitno, 2. Teori ini juga relevan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pengambilan keputusan ekonomi yang tepat dalam mencari dan menyediakan modal kerja sangat penting untuk kelangsungan serta kesuksesan suatu usaha. Kinerja UMKM Menurut Sulistiyo et al. , . , kinerja adalah pencapaian atau prestasi dariperusahaan dalam waktu tertentu. Hasil yang dicapai oleh pengusaha UMKM dari awal pembentukan perusahaan mereka untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan disebut sebagai kinerja UMKM (Marija et al, 2. Maka, kinerja yang baik di semua sektor baik keuangan, produksi, distribusi maupun pemasaran merupakan syarat mutlak bagi UMKM untuk bisa terus hidup dan berkembang serta untuk mengoptimalkan tujuan semua UMKM. Berdasarkan menurut para ahli diatas mengenai kinerja UMKM dapat disimpulkan bahwa kinerja UMKM merupakan hasil kerja yang dicapai oleh individu atau organsisasi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Modal Kerja Menurut Munawir . , modal kerja merujuk pada ketersediaan dana yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang baru yang dibutuhkan oleh manusia, yang kemudian dijual untuk menghasilkan keuntungan. Modal ini dapat berasal dari sumber internal maupun eksternal. Sumber internal berasal dari laba yang tidak dibagikan atau laba yang ditahan. Sementara sumber eksternal dapat berasal dari tambahan modal pemilik, penerbitan saham baru, penjualan obligasi. A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). atau pinjaman dari bank. Ketersediaan modal kerja akan mendukung penyediaan bahan-bahan produksi, seperti bahan baku, peralatan yang diperlukan untuk produksi, dan mesin yang diperlukan untuk meraih keuntungan. Modal kerja adalah dana yang diinvestasikan untuk keperluan operasional perusahaan. Modal kerja dapat dipahami sebagai investasi yang ditanamkan dalam aset lancar atau aset jangka pendek, seperti uang tunai, rekening bank, surat berharga, piutang, dan persediaan (Kasmir, 2. Berdasarkan penjelasan ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan modal kerja adalah dana yang tersedia untuk mendukung kelangsungan sebuah usaha, dan modal ini juga dikenal sebagai investasi awal yang digunakan untuk mendanai semua aktivitas usaha yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan pengetahuan mengenai cara mengelola dan merancang keuangan dengan baik yang dapat membantu di dalam pengambilan keputusan usaha (Kartika & Musmini, 2. Literasi keuangan merupakan keahlian untuk memisahkan persoalan keuangan dan alternatif keuangan, tanpa adanya rasa terganggu untuk memilih keputusan dalam finansial setiap hari maupun kejadian ekonomi (Nurmala et al. , 2. literasi keuangan merupakan pengartian mengelola keuangan guna menggapai kemakmuran di masa yang akan datang Sari & Listiadi, . Kerangka Konseptual Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini sebagai berikut: Modal Kerja (X) Kinerja UMKM (Y) Literasi Keuangan (X) Gambar 1. Kerangka Konseptual Hipotesis Modal kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja UMKM Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja UMKM Modal kerja dan Literasi Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja UMKM A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). METODE PENELITIAN Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh dari modal kerja, dan literasi keuangan dalam menigkatkan kinerja UMKM di kota Medan. Jenis Data Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif di mana dalam penelitian kuantitatif ini informasi yang diperoleh berupa angka atau pernyataan yang dinilai dan dianalisis dengan analisis statistik, biasanya juga digunakan untuk membuktikan dan menolak suatu teori (Hermawan, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas dengan adanya bukti empiris tentang pengaruh, modal kerja, dan literasi keuangan dalam meningkatkan kinerja UMKM di Kota Medan. Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung atau dari tangan pertama (Nurdin dan Hartati, 2. Data Primer diperoleh melalui kuisioner yang diperoleh dari UMKM. Sampel Populasi adalah suatu area generalisasi yang melibatkan objek atau subjek yang memiliki kualitas serta ciri-ciri yang ditentukan oleh peneliti untuk tujuan analisis dan pengambilan kesimpulan (Suginono 2. Dalam kerangka penelitian ini, populasi yang dijadikan acuan adalah semua Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Konsep sampel menurut penjelasan dari Sugiyono . 8: . merujuk kepada sebagian dari jumlah dan karakteristik yang terdapat dalam populasi yang Sedangkan dimensi ukuran sampel menggambarkan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel yang relevan dalam pelaksanaan Pada penelitian ini, peneliti memilih untuk menerapkan teknik slovin seperti yang dijabarkan dalam Mustafa . 0: . Metode Pengumpulan Menurut Sugiyono . , data primer merujuk pada sumber data yang diperoleh secara langsung oleh pihak yang mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, peneliti mengakses data melalui proses pengisian kuesioner oleh responden. Sesuai dengan pandangan Sugiyono . , kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui pemberian serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada individu yang akan meresponnya. A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Penggunaan kuesioner adalah cara yang sesuai untuk mengumpulkan data ketika jumlah responden cukup besar dan tersebar dalam area yang luas. Pada penelitian ini, diterapkan pendekatan skala Likert untuk pengukuran. Pendekatan ini digunakan untuk mengevaluasi sikap, pandangan, dan persepsi individu atau kelompok terhadap fenomena sosial (Sugiyono, 2. Data dalam penelitian ini diperoleh dari pemberian kuisioner berskala likert dengan poin 1 sampai dengan 7 yang di isi langsung oleh informan dilapangan. Dengan digunakanya point 1 sampai 7 UMKM akan lebih memungkinkan pengukuran tingkat intensitas sikap atau pendapat, mudah dipahami oleh responden, memberikan fleksibilitas dalam pengumpulan data dan menghasilkan data kuantitatif yang dapat dianalisis secara Setiap respons pada instrumen yang memakai skala Likert memiliki penilaian positif. Dalam skala Likert, terdapat tujuh kategori bobot, yaitu: Tabel 1 Skala Likert Keterangan Sangat Seguju Setuju Cukup setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skala model Sumber: Sugiono . Metode Analisis Data Metode Analisis yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan Statistik Deskriptif dan Analisis Regresi Linier berganda yaitu berfungsi untuk menguji pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan alat bantu computer . SPSS IBM 23. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng . ell shape. (Santoso, 2. A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan tabel 4. 2 hasil uji Kolmogrov-Smirnov, terlihat bahwa Asymp. Sig pada penelitian ini diperoleh 0, 200 lebih besar dari ketentuan uji normalitas Kolmogrov-Smirnov dengan nilai > 0,05. Hal tersebut menunjukan bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal, hasilnya konsisten dengan uji sebelumnya. Maka data tersebut layak digunakan sebagai penelitian. Analisis Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas . engungkapan corporate social responsibility, ukuran perusahaan, dan profitabilita. sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah nilai perusahaan, maka dilakukan analisis regresi sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Uji Regresi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 14,451 9,214 Modal Kerja 1,471 1,384 Literasi Keuangan 1,362 ,038 Coefficients Beta Sig. ,483 , 000 ,296 4,040 ,000 ,296 4,942 ,000 Dependent Variable: Kinerja UMKM Sumber: output SPSS 22, diolah 2024 A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Berdasarkan tabel 3 dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 14,451 1,471 X1 1,362 X2 e Keterangan: Y = Kinerja UMKM X1= Modal Kerja X2= Literasi keuangan Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 14,451 artinya apabila nilai variabel Modal Kerja (X. dan Literasi Keuangan (X. , bernilai tetap, maka Kinerja UMKM (Y) sebesar 14,451. Variabel Modal Kerja berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM dengan nilai koefisien sebesar 1,471, artinya bahwa apabila variabel bertambah satu satuan maka kinerja UMKM akan meningkat sebesar 1,471 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam keadaan konstan. Variabel literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM dengan nilai koefisien sebesar 1,362, artinya bahwa apabila variabel ketersediaan modal kerja bertambah satu satuan maka kinerja UMKM akan meningkat sebesar 1,362 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam keadaan konstan. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Hasil dari uji koefisien determinasi dapat kita lihat pada tabel 4 berikut: Tabel 4 Uji Koefisien Determinasi Model Summary Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. , litersi keuangan, , ketersediaan modal kerja Sumber: output SPSS 22, diolah 2024 Berdasarkan tabel 4 hasil model summary diatas penelitian ini memiliki nilai Adjusted R Square sebesar 0,672 atau 67,2 persen. Hal ini menunjukan bahwa variabel kinerja UMKM dapat dijelaskan oleh variabel modal kerja, dan literasi keuangan adalah sebesar 67,2 persen. Sedangkan sisanya sebesar 0,328 atau 32,8 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Hasil Uji Parsial (Uji . Uji T digunakan dalam analisis statistik untuk mengevaluasi signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual atau Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 5 dengan 0,05 . %). Tabel 5 Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 14,451 9,214 Modal Kerja 1,471 1,384 1,362 ,038 Literasi Keuangan Coefficients Beta Sig. ,483 , 000 ,296 4,040 ,000 ,296 4,942 ,000 Dependent Variable: Kinerja UMKM Dari tabel 4. 6 dapat dijelaskan bahwa: Variabel modal kerja memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Pada tingkat signifikansi =5%, maka koefisien regresi tersebut signifikan karena 0,000 < 0,05 dan t hitung 4, 040 > nilai t tabel 1,985 artinya bahwa berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, sehingga hipotesis pertama penelitian ini diterima. Variabel literasi keuangan memperoleh nilai signifikasi sebesar 0,000. Pada tingkat signifikasi a= 5% maka koefisien regresi tersebut tidak signifikan karena 0,000 < 0,05 dan t hitung 4,942 > nilai t tabel 1,985 artinya bahwa ketersediaan modal kerja berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, sehingga hipotesis kedua penelitian ini diterima. Hasil Uji F Uji F dilakukan untuk menguji signifikansi sejauh mana variabel-variabel 64ndependent yang digunakan secara simultan mampu menjelaskan variabel dependen, hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut: A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Tabel 6 Hasil Uji F ANOVA Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: kinerja UMKM Predictors: (Constan. , litersi keuangan, , ketersediaan modal kerja Sumber: output SPSS 22, diolah 2024 Berdasarkan tabel 6 diatas diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh ketersediaan modal kerja (X. , literasi keuangan (X. terhadap kinerja UMKM (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan f hitung 17,775 > nilai f tabel 2,700 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini f hitung lebih besar dadripada f tabel, mengidentifikasikan bahwa Hipotesis pada penelitian ini di terima, artinya terdapat pengaruh modal kerja (X. , literasi keuangan (X. terhadap kinerja UMKM (Y) secara signifikan. Pembahasan Pengaruh Modal kerja Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil analisis, secara individu variabel ketersediaan modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Ini berarti bahwa Hipotesis di terima. Hal ini menegaskan bahwa ketersediaan modal kerja tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM Berdasarkan hasil pengujian, secara parsial variabel literasi keuangan (X. tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM yang berarti Hipotesis diterima yang artinya bahwa literas keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Pengaruh . Ketersdiaan Modal Kerja. Literasi Keuangan terhadap kinerja UMKM Berdasarkan tabel 4. 7 diatas diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh ketersediaan modal kerja (X. , literasi keuangan (X. terhadap kinerja UMKM (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan f hitung 17,775 > nilai f tabel 2,700 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini f hitung lebih besar dadripada f tabel, mengidentifikasikan bahwa Hipotesis pada penelitian ini di terima, artinya terdapat pengaruh modal kerja (X. , literasi keuangan (X. terhadap kinerja UMKM (Y) secara signifikan. A 2025 The Author. Published by AIRA. This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai modal kerja, dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM maka kesimpulan penelitian ini yaitu secara parsial modal kerja, dan literasi keuangan berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja UMKM di kota Medan. Dan secara simultan , modal kerja, dan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Keterbatasan Penelitian Hasil penelitian dan kesimpulan yang dilakukan oleh peneliti memiliki beberapa keterbatasan yang kemungkinan dapat mempengaruhi hasil dari Adapun keterbatasan penelitian yaitu: Penelitian ini hanya dilakukan berdasarkan lokasi yang dapat dijangkau oleh peneliti, sehingga dirasa persebaran kuesionernya kurang meluas. Metode pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk data primer dan disebarkan melalui kuesioner secara langsung dan online, namun dalam pelaksanaanya masih ada responden yang belum paham terhadap isi dari kuesioner. Penelitian ini terbatas hanya menggunakan variabel , ketersediaan modal kerja dan literasi keuangan. Saran Adapun saran yang disimpulkan dari hasil pengujian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat beberapa saran yang diberikan, yaitu: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menyebarkan kuisioner yang lebih luas agar mendapatkan data yang lebih valid sesuai dengan kriteria responden yang dipilih. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan metode pengumpulan data dengan cara wawancara sehingga informasi yang didapat lebih dalam dan detail agar hasil data yang diperoleh lebih valid. Peneliti selanjutnya diharapkan menambah atau mengganti variabel independen, agar dapat diketahui adanya variabel lain yang mempengaruhi kinerja UMKM atau mengganti variabel moderasi. DAFTAR PUSTAKA