BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4. No. Oktober 2025 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 474-479 Forum Anak Pasir Putih Sebagai Sarana Pengembangan Partisipasi Dan Kepemimpinan Remaja Dalam Mewujudkan Kota Layak Anak Atikah1*. Tiara2. Surya Perdana3 1Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Program Studi Teknik Informatika. Universitas Indraprata PGRI. Jakarta Selatan. Indonesia 2,3Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Program Studi Teknik Industri. Universitas Indraprata PGRI. Jakarta Selatan. Indonesia Email: 1*atikahmardi1@gmail. com, 2tiaramardi. 04@gmail. com, 3suryaperdana. mm@gmai. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan remaja yang tergabung dalam Forum Anak Pasir Putih (FAPP) Kota Depok sebagai perwujudan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan konsep anak sebagai Pelopor dan Pelapor. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring selama dua hari, yaitu pada 8 dan 15 Desember 2024, melalui beberapa metode, yakni ceramah, tanya jawab, pelatihan, dan simulasi. Materi yang diberikan mencakup kepemimpinan, motivasi berorganisasi, serta penyusunan proposal dan program kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kepemimpinan dan manajemen organisasi, serta tumbuhnya motivasi untuk aktif dalam Forum Anak. Peserta juga terlatih menyusun program kerja dan mempresentasikan ide secara Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam penguatan kapasitas remaja sebagai generasi penerus yang berdaya, percaya diri, dan mampu berperan aktif dalam forum maupun lingkungan sosialnya. Kata Kunci: Forum Anak. Kepemimpinan Remaja. Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Pelopor dan Pelapor Abstract Oe This community service activity was carried out in Pasir Putih Village. Depok City, through the Forum Anak Pasir Putih (FAPP) as a medium to strengthen children's participation in realizing a ChildFriendly City (KLA). The activity aimed to enhance the knowledge and skills of adolescents in leadership, organizational management, and peer motivation so that they can serve as "Pelopor" . and "Pelapor" . in promoting and protecting children's rights. The methods used included lectures, discussions, and simulation-based training, all designed to encourage active participation. The results of the activity showed that participants, who were mostly 14Ae18 years old and high school students, gained new insights into leadership and organizational management. They also demonstrated motivation to actively contribute to the Forum AnakAos work programs. This activity also received support from the Pasir Putih Village government, ensuring the sustainability of Forum Anak activities. The conclusion highlights that counseling and training in organizational management are highly relevant for adolescents, as they provide valuable experiences and knowledge that are not always obtained in formal education. Keywords: Child Forum. Youth Leadership. Community Service. Child-Friendly City (KLA). Pioneer and Reporter PENDAHULUAN Dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk mengintegrasikan isu-isu penting, seperti perlindungan anak dari kekerasan dan peningkatan kualitas hidup anak, ke dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan. Integrasi ini menuntut koordinasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi maupun pusat sehingga terwujud kesinambungan kebijakan dan program yang berpihak pada anak (Khanifah & Fahruddiana, 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menegaskan bahwa anak adalah individu berusia di bawah 18 tahun, termasuk yang masih dalam kandungan. Ketentuan ini menegaskan bahwa kepentingan dan perlindungan terhadap anak harus dimulai sejak masa kandungan hingga mencapai usia 18 tahun (Rizki et al. , 2. Partisipasi anak yang bermakna dapat diwujudkan melalui empat aspek, yakni memperoleh informasi, menyampaikan pendapat, didengarkan, serta memengaruhi keputusan. Proses tersebut juga mensyaratkan adanya ruang bagi anak untuk berpendapat, mekanisme penyampaian suara. Atikah | https://journal. id/index. php/bullet | Page 474 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4. No. Oktober 2025 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 474-479 pihak yang mendengarkan, serta pengaruh nyata terhadap keputusan yang diambil (Rifandini et al. Salah satu indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah keberadaan Forum Anak. Forum ini berfungsi sebagai wadah untuk memenuhi hak partisipasi anak, sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dan dipertegas melalui Permen pA Nomor 18 Tahun 2019 (Alviana et al. , 2021. Fiony et al. , 2. Forum Anak dibentuk secara berjenjang mulai dari desa hingga tingkat internasional dan dibina langsung oleh Kementerian pA sebagai sarana perlindungan, pencegahan, dan penyaluran aspirasi anak (Nurdianto et al. , 2. Kehadiran Forum Anak memberikan ruang penting bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, maupun rekomendasi terkait kebijakan pembangunan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan dana, rendahnya pemahaman pemangku kepentingan, dan hambatan geografis (Subagja et al. , 2. Lebih dari itu, forum ini juga berfungsi sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan dasar. Anak sebagai generasi penerus bangsa selayaknya dibekali penyuluhan dan pelatihan kepemimpinan agar dapat berkontribusi dalam membangun negara di masa mendatang. Lima kluster hak anak yang mendasari forum ini mencakup hak sipil dan kebebasan, hak keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar, hak pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta hak perlindungan khusus (Atikah et al. , 2. Di sisi lain, kasus kekerasan terhadap anak masih sering terjadi. Kekerasan mencakup penderitaan fisik, psikis, seksual, penelantaran, pemaksaan, eksploitasi ekonomi, hingga perampasan kebebasan secara melawan hukum. Strategi Peer Education dipandang efektif dalam pencegahan, karena korban lebih percaya kepada teman sebaya dibanding orang dewasa, terutama dalam kasus kekerasan seksual (Yuliani et al. , 2. Pemerintah merespons hal tersebut dengan memperkuat Forum Anak. Forum ini bukan sekadar organisasi, melainkan wadah strategis untuk pemenuhan hak anak, dengan konsep Pelopor dan Pelapor. Sayangnya, peran anak dalam menjalankan fungsi ini masih belum optimal (Jannah et , 2022. Resdati et al. , 2. Konsep Pelapor sendiri sejalan dengan Child-Friendly Governance, yakni mekanisme yang memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan kebutuhannya langsung kepada pembuat kebijakan. Dengan adanya saluran aspirasi anak dapat mendorong pemerintah dan masyarakat memberikan respons yang lebih cepat dan efektif (Putriani et al. , 2. Di wilayah Kelurahan Pasir Putih. Kota Depok, terdapat sebuah wadah partisipasi anak yang dikenal dengan nama Forum Anak Pasir Putih (FAPP). Forum ini berdiri sejak tahun 2018 sebagai implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat . Meskipun sempat tidak aktif selama empat tahun. FAPP kembali berjalan pada tahun 2024 dan hingga kini masih berfungsi sebagai sarana penyaluran aspirasi serta pemenuhan hak anak di wilayah tersebut. Kehadiran FAPP dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi anak-anak di Kelurahan Pasir Putih agar dapat menyalurkan aspirasi, mengembangkan potensi, serta mengekspresikan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki. Namun, hasil pengamatan menunjukkan masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain: Keanggotaan FAPP sebagian besar terdiri dari anak-anak berusia 14 hingga 18 tahun, sementara selebihnya adalah pengurus dan pengayom Perlunya penyuluhan dan pelatihan tambahan bagi anggota, mengingat sebagian besar masih berada pada usia remaja dengan tingkat pengetahuan tentang lingkungan yang relatif terbatas. Pentingnya penanaman jiwa kepemimpinan, terutama agar peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor dapat dijalankan dengan optimal, sekaligus melengkapi pengetahuan yang belum diperoleh melalui pendidikan formal. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra maka akan diadakan pengabdian kepada masyarakat di lokasi tersebut. Atikah | https://journal. id/index. php/bullet | Page 475 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4. No. Oktober 2025 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 474-479 METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada metode pelaksanaan, di mana pada kegiatan terdahulu lebih banyak dilakukan secara daring, sementara pada kegiatan saat ini menggunakan metode luring dengan tema yang berbeda. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat meliputi beberapa pendekatan, yaitu: Metode Ceramah Metode ini digunakan untuk memberikan penjelasan secara umum mengenai makna kepemimpinan, baik dalam konteks individu maupun dalam suatu organisasi atau komunitas. Materi yang disampaikan mencakup tipe-tipe kepemimpinan, fungsi dan tugas seorang pemimpin, hal-hal yang perlu diperhatikan, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi didukung dengan penggunaan media presentasi, seperti infokus dan perangkat pendukung lainnya. Metode Tanya Jawab Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong keaktifan peserta sekaligus memastikan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipaparkan. Dengan adanya interaksi langsung, peserta dapat mengklarifikasi bagian yang belum dipahami serta memperdalam wawasan yang Metode Pelatihan dan Simulasi Metode ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman praktis melalui kegiatan simulasi yang meniru situasi nyata. Pelatihan dikombinasikan dengan aktivitas di dalam maupun di luar ruangan, termasuk permainan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan motivasi dan menciptakan suasana yang lebih hidup. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan permasalahan atau studi kasus yang telah dipersiapkan. Setiap kelompok kemudian diminta untuk menyelesaikan kasus melalui musyawarah, dengan dipandu oleh seorang pemimpin kelompok yang dipilih secara internal. Adapun rencana pelaksanaan program kemitraan masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: Menyiapkan materi yang akan disampaikan, sekaligus mendistribusikan salinan materi kepada Melakukan koordinasi dengan mitra terkait durasi dan lokasi kegiatan. Melaksanakan evaluasi kegiatan untuk menilai efektivitas pengabdian. Menyusun laporan akhir serta laporan pendukung lainnya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan pengabdian yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Minggu, 8 Desember 2024, dan Minggu, 15 Desember 2024. Lokasi kegiatan bertempat di Aula Kelurahan Pasir Putih dan di DAoKandang. Dalam kegiatan ini, penulis berkesempatan menjadi narasumber pada acara Pemilihan Forum Anak sekaligus penyusunan program kerja Forum Anak Pasir Putih Kota Depok. Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan dari pihak Kelurahan Pasir Putih, khususnya Ibu Saiyah. Amk. , selaku Kepala Seksi Kemasyarakatan. Permintaan menjadi narasumber diajukan secara resmi oleh Forum Anak Pasir Putih melalui surat undangan pada bulan November 2024. Materi yang diminta untuk disampaikan meliputi manajemen organisasi, khususnya aspek kepemimpinan, penyusunan proposal, serta motivasi dalam Atikah | https://journal. id/index. php/bullet | Page 476 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4. No. Oktober 2025 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 474-479 Sebelum pelaksanaan, penulis menyerahkan bahan materi kepada panitia agar peserta dapat mempelajari terlebih dahulu topik yang akan dibahas. Pada hari pertama kegiatan. Minggu 8 Desember 2024, acara dimulai pukul 08. 30 WIB dan berakhir pukul 12. 30 WIB. Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Kelurahan Pasir Putih. Bapak Umar Jaya, yang hadir mewakili Lurah yang berhalangan hadir. Setelah pembukaan, materi mengenai kepemimpinan disampaikan, dengan penekanan pada urgensi keberadaan seorang pemimpin, perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan, fungsi serta tugas seorang pemimpin, serta tipe kepemimpinan yang ideal dalam kehidupan bermasyarakat. Agar suasana lebih dinamis, penyampaian materi tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi juga diselingi dengan sesi tanya jawab, pemberian contoh konkret, serta permainan Hal ini bertujuan untuk menjaga konsentrasi peserta sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam diskusi. Pelatihan yang efektif setidaknya mencakup lima komponen utama, yaitu tujuan dan sasaran, peran pelatih, materi pelatihan, metode yang digunakan, serta keterlibatan peserta. Prinsip ini juga menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga aplikatif sesuai dengan kebutuhan Forum Anak Pasir Putih. Berikut merupakan gambar pelaksanaan kegiatan saat penyampaian materi di Forum Anak Pasir Putih yang dapat dilihat pada Gambar 1. Penyampaian Materi Setelah penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta pemberian contoh dan pelatihan pada hari pertama, peserta kemudian diarahkan untuk membentuk kelompok kecil. Setiap kelompok diminta membahas studi kasus dengan dipandu oleh seorang pemimpin yang dipilih secara internal. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan kepemimpinan, kerja sama, serta keterampilan pemecahan masalah. Pada hari kedua. Minggu 15 Desember 2024, kegiatan dimulai pukul 09. 00 WIB. Adanya kondisi cuaca yang kurang mendukung menyebabkan pihak kelurahan mengalami keterlambatan hadir di lokasi. Materi pertama yang disampaikan berfokus pada motivasi dalam berorganisasi. Topik ini dipilih agar peserta terdorong untuk bergabung dengan Forum Anak Pasir Putih bukan sekadar mengikuti teman, tetapi karena kesadaran akan pentingnya kontribusi mereka dalam forum. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai penyusunan proposal dan presentasi program kerja. Hal ini relevan dengan kebutuhan Forum Anak Pasir Putih yang diminta oleh pihak kelurahan untuk merancang program kegiatan. Proposal tersebut nantinya ditujukan baik kepada pihak kelurahan maupun dunia usaha di sekitar wilayah Pasir Putih. Dalam sesi praktik, pihak kelurahan menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk mendukung presentasi ide-ide kegiatan. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri atas enam orang. Setiap kelompok diberi waktu 20 menit untuk merancang program kerja, menuliskan Atikah | https://journal. id/index. php/bullet | Page 477 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4. No. Oktober 2025 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 474-479 gagasan mereka pada media karton, dan kemudian mempresentasikannya di hadapan peserta lain. Kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan maupun kritik sebagai bentuk pembelajaran interaktif. Berikut merupakan gambar pelaksanaan kegiatan saat diskusi kelompok di Forum Anak Pasir Putih yang dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Diskusi Kelompok Pada penutupan kegiatan, dilakukan pelatihan tambahan dengan dukungan panitia dari Forum Anak Pasir Putih. Pelatihan ini menggunakan metode simulasi dan permainan edukatif, yang dirancang untuk memperkuat materi yang telah diberikan. Meskipun semula direncanakan ada aktivitas luar ruangan, kondisi cuaca tidak memungkinkan, sehingga kegiatan simulasi dan permainan dialihkan ke dalam ruangan. Berikut merupakan kegiatan foto bersama Forum Anak dan Kasie. Kemas Pasir Putih yang dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. Foto Bersama Forum Anak dan Kasie. Kemas Pasir Putih Capaian utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya wawasan serta pengetahuan peserta Forum Anak Pasir Putih Kota Depok, khususnya terkait pemahaman mengenai kepemimpinan dan peran seorang pemimpin. Dengan bekal tersebut, diharapkan para peserta mampu menumbuhkan pola pikir kepemimpinan yang baik, serta kelak dapat menerapkan gaya kepemimpinan transformasional ketika mereka memegang tanggung jawab sebagai pemimpin di masa depan. Pelaksanaan kegiatan, sejak tahap awal hingga penutupan, berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Kondisi ini menunjukkan bahwa dukungan serta antusiasme peserta memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan program. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam mendiskusikan kasus-kasus yang disajikan selama pelatihan. Selain itu, keberhasilan kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan pihak Kelurahan Pasir Putih. Secara khusus, apresiasi diberikan kepada Bapak Umar Jaya. Sos. , selaku Sekretaris Kelurahan, dan Ibu Saiyah. Amk. , selaku Kepala Seksi Kemasyarakatan, yang berperan penting dalam menyediakan sarana serta prasarana untuk mendukung kelancaran kegiatan. Sebagai tindak lanjut, pihak Kelurahan Pasir Putih juga menyampaikan permintaan agar penulis kembali menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Anak Pasir Putih pada tahun 2025. Hal ini menjadi indikasi bahwa keberadaan program pengabdian masyarakat ini mendapat respon positif serta memberikan manfaat nyata bagi mitra. Atikah | https://journal. id/index. php/bullet | Page 478 BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4. No. Oktober 2025 ISSN 2829-2049 . edia onlin. Hal 474-479 KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang elah dilasanakan di Forum Anak Pasir Putih Kota Depok dapat iimpulkan bahwa: Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini mayoritas merupakan remaja berusia 14 hingga 18 tahun, dengan latar belakang pendidikan dominan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi komunitas, khususnya Forum Anak Pasir Putih, sangat relevan mengingat pada usia remaja terdapat rasa ingin tahu yang tinggi serta kebutuhan akan pengetahuan tambahan yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui pendidikan formal. Dengan adanya pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu berinteraksi dengan masyarakat secara lebih percaya diri sekaligus memiliki bekal untuk melindungi diri melalui pengalaman serta keterampilan yang telah diperoleh. Melalui penyuluhan dan pelatihan manajemen organisasi, peserta diharapkan memperoleh pemahaman dasar mengenai kepemimpinan serta kemampuan dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang mungkin timbul dalam pengelolaan organisasi Forum Anak. REFERENCES