Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM). November, 2025 Vol. , 93-. , 10. 51213/jmm. ISSN 2654-881X (Prin. dan ISSN 2654-9174 (Onlin. Available Online at jmm. Peningkatan Kompetensi Digital Akuntansi Siswa SMK Melalui Pelatihan Microsoft Access Mochammad Arifin1. Martinus Sony Erstiawan2*. Tri Sagirani3. Darwin Yuwono Riyanto4. Yosef Richo Adrianto5 Universitas Dinamika Surabaya martinus@dinamika. Article History: Received : 07 Ae 10 Ae 2025 Revised : 15 Ae 10 Ae 2025 Accepted : 21 Ae 10 Ae 2025 Publish : 01 Ae 11 Ae 2025 Kata Kunci: Pencatatan Databased. Microsoft Access Aplikasi. Akuntansi. Digitalisasi. Keywords: Application. Accounting Records. Database. Digitization. Microsoft Access Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa SMK di Sidoarjo dalam memanfaatkan Microsoft Access untuk pencatatan dan pelaporan akuntansi. Kondisi tersebut membatasi kemampuan mereka dalam mengelola data keuangan secara sistematis dan Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi peserta dalam menggunakan Microsoft Access sebagai perangkat lunak berbasis basis data yang mendukung pembelajaran dan praktik akuntansi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik melalui tahapan pre-test, penyampaian materi, pendampingan, dan post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen skala Likert terhadap 35 peserta untuk mengukur peningkatan kemampuan awal dan akhir. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 1,32 . ategori sangat tidak mamp. dan post-test sebesar 3,80 . ategori mamp. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan membangun relasi antara tabel dan form 2,95 poin serta pada aspek keyakinan memiliki keunggulan kompetitif 2,89 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan akuntansi berbasis teknologi sekaligus memperkuat kepercayaan diri peserta. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang akuntansi digital serta mendorong peningkatan literasi teknologi di lingkungan sekolah kejuruan. Abstract: This community service activity was motivated by the low level of understanding among vocational school students in Sidoarjo in utilising Microsoft Access for accounting recording and reporting. This condition limits their ability to manage financial data systematically and accurately. The objective of this activity was to improve participants' competence in using Microsoft Access as database-based software that supports accounting learning and practice. The implementation method used a practice-based participatory approach through the stages of pre-test, material delivery, mentoring, and post-test. The evaluation was conducted using a Likert scale instrument on 35 participants to measure the improvement in initial and final abilities. The results show a significant increase in all indicators, with a pre-test average score of 1. ery incompetent categor. and a post-test score 80 . ompetent categor. The highest increase occurred in the ability to build relationships between tables and forms . 95 point. and in the aspect of confidence in having a Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. competitive advantage . 89 point. These findings indicate that Microsoft Access training is effective in improving technology-based accounting skills while strengthening participants' confidence. This activity contributes to strengthening human resource capacity in the field of digital accounting and encourages increased technological literacy in vocational school environments. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik akuntansi saat ini. Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer tidak lagi menjadi pilihan, melainkan menjadi kebutuhan bagi entitas bisnis untuk tetap menjaga relevansi dan efisiensi operasional. Dari aplikasi akuntansi yang ada dan tersedia. Microsoft Access menjadi salah satu platform pengelola basis data relasional yang andal dan mampu mendukung siklus akuntansi mulai dari pencatatan, pengolahan data, hingga penyajian laporan akuntansi secara lebih sistematis. Tuntutan yang berkembang saat ini secara langsung berdampak pada kualifikasi yang diharapkan dari tenaga kerja bidang akuntansi termasuk lulusan dari jenjang pendidikan vokasi seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Observasi dilapangan mengidentifikasi adanya kesenjangan kompetensi yang signifikan antara kurikulum yang diterapkan di SMK dengan tuntutan kondisi kerja dilapangan . Proses pembelajaran komputer akuntansi disebagian besar SMK masih berpusat pada perangkat lunak konvensional yang fungsinya terbatas untuk pengelolaan data berskala besar yang dapat menyebabkan kurangnya keterampilan mereka dalam mengelola data akuntansi yang lebih kompleks, serta berimplikasi pada rendahnya kesiapan menghadapi tuntutan industri yang semakin berkembang berbasis teknologi . Kondisi tersebut menegaskan adanya kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan kompetensi digital akuntansi di dunia kerja . Akibatnya lulusan akuntansi hanya mahir dalam melakukan entri data pada aplikasi tertentu, namun kurang memiliki kemampuan analitis dan adaptif untuk merancang, memodifikasi, atau bahkan memecahkan masalah dalam sistem informasi keuangan yang lebih dinamis . Kesenjangan inilah yang menjadi masalah krusial, karena dapat menurunkan daya saing lulusan dan membatasi kemampuan mereka untuk memberikan nilai tambah di lingkungan kerja yang semakin terotomatisasi . Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan Microsoft Access untuk siswa kejuruan akuntansi di implementasikan sebagai solusi yang dapat memecahkan kondisi di perusahaan tempat bekerja. Selanjutnya peningkatan kompetensi digital akuntansi pada siswa SMK memiliki urgensi strategis terutama dalam mempersiapkan menghadapi era society 5. 0 (. Dunia kerja saat ini tidak lagi hanya membutuhkan teknisi akuntansi, namun mampu mengintegrasikan teknologi dalam alur kerja di perusahaan . Tanpa adanya intervensi yang tepat, resiko kesenjangan keterampilan semakin melebar yang mengakibatkan lulusan SMK sulit terserap pasar tenaga kerja . Oleh karena itu pelatihan ini menjadi jembatan yang menghubungkan konseptual akuntansi serta implementasi teknologi basis data yang menjembatani peningkatan keterampilan akuntansi menggunakan teknologi antar satu dengan yang lain . Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki kebaruan . tate of the ar. yang terletak pada pergeseran paradigma pembelajaran dimana awalnya sebagai pengguna perangkat lunak menjadi merancang sistem aplikasi . Selama ini, sebagian besar Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. pelatihan akuntansi di sekolah menengah masih terbatas pada penggunaan Microsoft Excel. MYOB atau Accurate sebagai alat bantu utama yang telah tersedia dipasar bebas dan digunakan berbagai entitas bisnis . Selain itu integrasi materi yang disampaikan berdasarkan studi kasus dilapangan pada usaha kecil yang nantinya dapat menguasai aspek teknis perangkat lunak, tetapi juga mengasah kemampuan analitis dan pemecahan masalah . roblem solvin. dalam konteks dunia nyata, sehingga secara tidak langsung memperkuat tingkat kesiapan siswa dalam menghadapi digitalisasi akuntansi secara lebih mendalam . Tujuan kegiatan pelatihan Microsoft Access pada SMK jurusan akuntansi secara spesifik dapat meningkatkan kompetensi digital sebagai perangkat lunak basis data yang relevan dengan kebutuhan industri. Selanjutnya membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam merancang, mengelola dan mengolah data akuntansi sederhana secara runtut mulai dari merancang dan mengelola aplikasi mulai dari input data, pembuatan relasi antar table, penggunaan dan memanfaatkan query. Sehingga manfaat yang diraih oleh siswa diantaranya menambah pengusaan keterampilan baru secara teknis dalam mengoperasikan Microsoft Access untuk kebutuhan pencatatan transaksi sampai pada penyajian data akuntansi setiap periode. Selanjutnya menambah kepercayaan diri dan kesiapan siswa alam menghadapi digitalisasi akuntansi di lingkungan kerja. Kemudian adanya perolehan value added skills . eunggulan kompetiti. yang membedakan siswa dengan lulusan lain yang penguasaannya terbatas pada perangkat lunak akuntansi Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang secara sistematis dan terstruktur untuk memastikan tercapainya tujuan secara efektif. Pendekatan yang digunakan adalah participatory training . elatihan partisipati. dalam format lokakarya . , di mana peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung. Gambar 1. Metode Kegiatan Metode pelaksanaan pada kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi akuntansi digital yang dihadapi oleh siswa SMK, artinya bahwa ksenjangan kompetensi ini diidentifikasi sebagai kebutuhan yang mendalam dan memiliki pemahaman yang dangkal untuk memanfaatkan Microsoft Access untuk akuntansi. Yang mana Microsoft Access adalah aplikasi yang mampu digunakan untuk pengelolaan keuangan secara sistematis, namun aplikasi ini belum familiar dipraktikan dan digunakan siswa SMK. Alur kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan utama yaitu tahap perencanaan, tahap Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan menjadi dasar awal mula kegiatan untuk menentukan arah dan keberhasilan kegiatan. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini meliputi analisis kebutuhan dan studi awal diawali dengan melakukan observasi dan diskusi mendalam dengan pihak guru di SMK Darma Siswa. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara spesifik permasalahan yang dihadapi, tingkat pemahaman awal siswa mengenai akuntansi digital, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung termasuk aplikasi yang terinstal di ruang laboratorium. Dari informasi yang diperoleh terdapat danya adanya kesenjangan kompetensi dalam perancangan basis data akuntansi, yang menjadi dasar utama melakukan kegiatan pelatihan. Pengembangan materi dan modul pelatihan, berdasarkan hasil analisis kebutuhan, tim pelaksana kegiatan menyusun Modul Pembelajaran "Microsoft Access untuk Accounting". Dimana modul ini dirancang secara sistematis, dimulai dari pengenalan konsep dasar, perancangan tabel dan relasi, pembuatan queri, desain formulir . , hingga penyusunan laporan keuangan. Koordinasi dan persiapan teknis, tim pelaksana kegiatan menjalin koordinasi intensif dengan SMK 2 Darma Siswa untuk menentukan jadwal, durasi, dan teknis pelaksanaan Persiapan teknis mencakup memastikan seluruh unit komputer di Laboratorium A telah terinstal perangkat lunak Microsoft Access yang berfungsi dengan baik, menyiapkan materi presentasi, serta menggandakan modul untuk didistribusikan kepada seluruh Tahap Pelaksanaan Tahap ini menenkankan upaya proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang dilaksanakan dilingkungan SMK Darma Siswa 2 dengan jumlah peserta sebanyak 35 anak Adapun tahapan kegiatan pelaksanaan dimulai dari: Sesi Pembukaan dan dasar konseptual aplikasi, kegiatan ini dibuka dengan sambutan dan penjelasan mengenai tujuan serta urgensi penguasaan keterampilan dan kompetensi digital akuntansi, selanjutnya narasumber memberikan paparan konseptual mengenai perbedaan antara pencatatan berbasis spreadsheet (Microsoft Exce. dengan basis Microsoft Access, selanjutnya memperkenalkan struktur dan komponen utama dalam sistem informasi akuntansi berbasis database menggunakan aplikasi. Sesi demonstrasi dan praktikum dilaksanaan dengan menggunakan metode demonstrasi yang diikuti oleh praktik langsung kepada para siswa. Narasumber secara bertahap mendemonstrasikan setiap langkah yang ada di dalam modul yang di mulai dari membuat blank database, merancang struktur tabel, mengurai primary key dan tipe data, membangun relasi antar tabel, setelah itu membuat queri sederhana. Selanjutnya setiap demonstrasi, siswa diberikan waktu untuk mempraktikkan langkah yang sama pada aplikasi masing-masing dengan panduan dari narasumber dan tim. Sesi studi kasus dan pemecahan masalah, pada sesi akhir siswa dibimbing untuk menerapkan studi kasus sederhana guna menambah keterampilan untuk mengerjakan sebuah studi kasus mini yaitu dengan membangun sistem pencatatan kas kecil Metode interakif pada sesi ini digunakan untuk bertanya dan berdiskusi jika menghadapi kendala. Pendekatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving peserta. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Tahap Evaluasi Pada tahap ini digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan dampak dari kegiatan pelatihan. Pengukuran efektivitas kegiatan dilakukan melalui beberapa pendekatan yaitu : Evaluasi Proses, melalui observasi langsung selama kegiatan berlangsung untuk menilai tingkat partisipasi, antusiasme, dan pemahaman siswa terhadap materi yang Interaksi aktif dan kemampuan siswa dalam mengikuti praktik terbimbing menjadi indikator utama keberhasilan proses pembelajaran. Evaluasi hasil & umpan balik . , di akhir acara peserta diminta untuk mengisi kuisioner umpan balik . untuk mengukur persepsi siswa terhadap relevansi materi, kualitas penyampaian narasumber, manfaat yang dirasakan, dan saran untuk perbaikan di masa depan. Data dari kuesioner ini dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skala linkert untuk mendapatkan gambaran tingkat kepuasan peserta dan sebagai masukan bagi kegiatan sejenis selanjutnya. Harapannya setelah selesai kegiatan ini siswa berhasil meningkatkan keterampilan akuntansi secara digital. Siswa memahami perbedaan microsoft excel dan basis data. Siswa dapat merancang dan mengelola tabel akuntansi, membuat relasi antar tabel, menggunakan query, merancang formulir input data dan menghasilkan laporan keuangan sederhana. Selanjutnya pelatihan ini juga meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan akuntansi digital didunia kerja. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pelatihan Microsoft Access bagi siswa jurusan Akuntansi di SMK Darma Siswa 2 dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2025 berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana. Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa yang secara aktif berpartisipasi dalam sesi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual maupun keterampilan praktis siswa dalam mengoperasikan Microsoft Access untuk kebutuhan akuntansi digital. Diawali dari sesi pembukaan, siswa memperoleh pemahaman mendasar mengenai perbedaan sistem pencatatan berbasis spreadsheet dengan sistem database, serta urgensi penerapan teknologi basis data dalam siklus akuntansi. Pada sesi demonstrasi dari narasumber dan praktik langsung ke siswa mampu mengikuti tahapan pembuatan database baru, perancangan tabel dengan primary key, pembuatan relasi antar tabel, hingga penggunaan query untuk mengolah data Sementara itu, melalui studi kasus sederhana mengenai pencatatan transaksi keuangan sederhana, menunjukkan kemampuan mengintegrasikan konsep yang dipelajari ke dalam kondisi dilapangan. Materi Materi pelatihan yang disampaikan dilakukan secara sistematis dan berjenjang, diawali dengan konsep microsoft excel (Spreadshee. ke basis data Microsoft Access. Selanjutnya, penyampian materi inti di fokus pada perancangan basis data, di mana siswa secara praktis belajar membuat desain tabel, menentukan tipe data yang tepat, serta menetapkan Primary Key untuk membangun relasi antar tabel. Setelah struktur data terbentuk, siswa diajarkan untuk memanfaatkan Query sebagai mesin analisis untuk menyaring, mengurutkan serta melakukan penjumlahan data menggunakan fungsi seperti Sum dan Group By. Bagian akhir materi yang disampaikan mencakup perancangan antarmuka pengguna yang efektif melalui pembuatan Formulir (For. untuk input data yang tervalidasi dengan report untuk menyajikan output informasi keuangan dengan Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. tampilan PDF yang profesional dan siap cetak. Gambar 2. Materi Narasumber Pre-Test dan Post-Test Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan ini terlihat adanya peningkatan kompetensi peserta yang signifikan pada seluruh indikator kemampuan. Secara umum, rata-rata skor pre-test sebesar 1,32 masuk dalam kategori sangat tidak mampu, sedangkan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 3,80 dengan kategori mampu. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan telah berhasil memberikan pemahaman dan keterampilan yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test No. Pernyataan Kemampuan Menjelaskan perbedaan Excel dan Access Merancang Tabel (Tabl. Menerapkan Primary Key & Relasi Membuat Query untuk menyaring data Menggunakan SUM & GROUP BY dalam Query Membuat Formulir (For. input data Menghasilkan Laporan (Repor. keuangan Memahami alur kerja sistem (Form ke Repor. Percaya diri membangun sistem sederhana Yakin keunggulan kompetitif Rata-Rata Keseluruhan Mean PreTest Kategori PreTest Mean Post-Test Kategori Post-Test Peningkatan Sangat Tidak Mampu Sangat Tidak Mampu Sangat Tidak Mampu Sangat Tidak Mampu Tidak Mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Sangat Tidak Mampu Sangat Tidak Mampu Tidak Mampu Mampu Mampu Mampu Sangat Tidak Mampu Sangat Tidak Mampu Sangat Tidak Mampu Mampu Sangat Mampu Mampu Tabel 1 menyajikan gambaran statistik deskriptif hasil pre-test dan post-test pada 10 indikator kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan Microsoft Access. Nilai rata-rata pre-test adalah 1,32, yang termasuk pada kategori sangat tidak mampu. Setelah pelatihan, rata-rata post-test mencapai 3,80, menunjukkan peningkatan ke kategori Hal ini menunjukkan adanya pergeseran substansial dalam penguasaan Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. keterampilan digital akuntansi siswa. Pada indikator-indikator tersebut, terlihat peningkatan skor yang signifikan, misalnya memiliki kemampuan menghasilkan report . aporan keuanga. sehingga mengalami kenaikan skor sebesar 2,95 poin, kemampuan merancang tabel akuntansi naik 2,80 poin, dan keyakinan atas keunggulan kompetitif bertambah 2,89 poin. Peningkatan ini menandakan bahwa, secara statistik, pelatihan yang dilakukan efektif dalam memperbaiki tidak hanya pemahaman konseptual tetapi juga keterampilan praktis siswa dalam mengoperasikan sistem basis data berbasis Microsoft Access. Indikator yang mengalami peningkatan paling rendah adalah pemahaman alur kerja sistem dari form ke report . ,83 poi. , yang mengindikasikan perlunya penguatan lebih lanjut melalui latihan atau pendampingan tambahan pada aspek integrasi kerja sistem. Secara keseluruhan indikator mengalami peningkatan antara 1,83 hingga 2,95 poin, sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pelatihan yang diterapkan memberikan efek nyata dalam meningkatkan kompetensi awal yang semula sangat tidak mampu menjadi mampu pada ranah keterampilan digital akuntansi. Dari sudut pandang pedagogis, temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis praktik dan pembelajaran partisipatif sangat efektif untuk meningkatkan kapasitas siswa SMK dalam menghadapi tantangan digitalisasi di bidang akuntansi. Program pelatihan berhasil menyediakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa mengalami pembelajaran bermakna, mereka tidak hanya mendapat pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung melalui praktik menyusun tabel, query, form, sampai pada tahap Hasil peningkatan nilai skor, merefleksikan perkembangan aspek afektif seperti tumbuhnya kepercayaan diri dan keyakinan diri siswa, yang sangat penting dalam membekali mereka menghadapi dunia kerja digital. Gambar 3. Perbandingan Skor Pre-Test dan Post Test Gambar di atas menunjukkan perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test peserta pelatihan Microsoft Access untuk akuntansi digital di SMK Darma Siswa 2 Sidoarjo. Grafik batang tersebut memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek kompetensi yang diukur yaitu pemahaman dasar, desain database, relasi antar tabel, form input, dan laporan query. Sebelum pelatihan, skor rata-rata peserta berada pada kisaran 55Ae62%, yang menunjukkan bahwa pemahaman terhadap konsep dasar dan penerapan database Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. management system (DBMS) masih terbatas. Setelah pelatihan, nilai rata-rata meningkat tajam menjadi 83Ae88%, menandakan peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan teknis dalam menggunakan Microsoft Access untuk pencatatan transaksi akuntansi. Peningkatan tertinggi terlihat pada aspek desain database dan relasi antar tabel, yang masing-masing meningkat sekitar 30 poin, mencerminkan keberhasilan metode pelatihan berbasis praktik langsung . ands-on trainin. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam membangun sistem akuntansi sederhana berbasis database relational. Secara keseluruhan, grafik ini menegaskan bahwa pelatihan memiliki dampak nyata dalam meningkatkan literasi akuntansi digital dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam Visualisasi Kegiatan Dokumentasi kegiatan digunkan sebagai dasar visualisasi yang dapat dipertanggungjawabkan selama proses pembelajaran berlangsung di laboratorium komputer A dengan fasilitas yang memadai, ditandai dengan ketersediaan perangkat komputer yang digunakan tiap orang . , dukungan media presentasi slide materi, serta tata ruang yang rapi dan kondusif. Kondisi ini mendukung terciptanya suasana belajar yang interaktif, di mana peserta didik tampak aktif dalam menggunakan perangkat dan berkomunikasi aktif, serta kolaborasi dengan rekan sejawat maupun pendidik. Peran pendidik dalam kegiatan ini tidak semata sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan langsung terhadap proses Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi pada peningkatan literasi digital, keterampilan kolaboratif, serta kemampuan pemecahan masalah yang relevan dengan tuntutan pembelajaran saat ini . Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan Evaluasi Narasumber Berdasarkan hasil evaluasi terhadap narasumber yang ditampilkan dalam grafik, dapat disimpulkan bahwa kinerja narasumber dalam menyampaikan materi pelatihan berada pada kategori sangat baik. Secara umum, seluruh indikator memperoleh penilaian tinggi dari peserta, dengan distribusi skor yang relatif merata pada setiap aspek. Hal ini menunjukkan konsistensi narasumber dalam memberikan kontribusi yang optimal terhadap keberhasilan kegiatan. Kemampuan narasumber merespon dan menjawab pertanyaan peserta dengan baik . mengindikasikan adanya interaksi dua arah yang efektif antara narasumber dan peserta, sehingga peserta merasa dihargai sekaligus terbantu dalam memahami materi. Interaksi ini penting dalam konteks pembelajaran guna meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif peserta. Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. Gambar 5. Evaluasi terhadap Narasumber Selanjutnya, indikator kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta . serta kejelasan penjelasan materi . juga menunjukkan hasil yang kuat. Kedua aspek ini memperlihatkan bahwa narasumber mampu menyusun materi secara relevan dengan konteks kebutuhan peserta, sekaligus menyampaikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Hal ini berdampak pada peningkatan efektivitas transfer pengetahuan selama proses pelatihan berlangsung. Sementara itu pada indikator kualitas materi obyek pembelajaran . resentasi/modu. , juga memperoleh penilaian positif meskipun dengan variasi yang sedikit lebih rendah dibandingkan aspek lainnya. Temuan ini memberikan gambaran bahwa meskipun media yang digunakan sudah cukup baik, tetapi masih tetap diperlukan penyempurnaan dari sisi penyampaian materi agar semakin menarik, sistematis, dan mudah diikuti. Secara keseluruhan narasumber memiliki kompetensi yang selaras dengan kompetensi keilmuan, dan keterampilan komunikasi yang mendukung tercapainya tujuan kegiatan pelatihan. Dengan kinerja narasumber yang cukup terampil, peserta dapat memperoleh manfaat maksimal, baik dari sisi pemahaman konseptual maupun peningkatan keterampilan praktis. Kondisi ini sekaligus mengindikasikan bahwa strategi pelaksanaan pelatihan sudah tepat dan dijadikan model pengembangan untuk kegiatan sejenis di masa mendatang. Relasi seluruh menunjukkan keterkaitan yang erat antara proses penyampaian materi, pelaksanaan kegiatan, dan hasil evaluasi dalam keseluruhan rangkaian pelatihan. Gambar 2 menampilkan substansi materi yang diberikan narasumber, yang berfokus pada penerapan Microsoft Access dalam sistem akuntansi digital. Materi tersebut kemudian diimplementasikan secara langsung oleh peserta sebagaimana tergambar pada Gambar 3, yang memperlihatkan suasana aktif dan partisipatif selama kegiatan berlangsung melalui praktik langsung dan diskusi interaktif. Selanjutnya, efektivitas penyampaian materi dan pelaksanaan pelatihan tercermin dalam Gambar 4, yang menunjukkan hasil evaluasi peserta dengan tingkat kepuasan tinggi terhadap kompetensi narasumber dan relevansi Dengan demikian, ketiga gambar tersebut secara berurutan menggambarkan kesinambungan antara aspek kognitif, afektif, dan evaluatif dalam kegiatan pelatihan, yang berkontribusi terhadap peningkatan literasi akuntansi digital guru produktif akuntansi. Monitoring Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan telah berjalan dengan baik, khususnya pada aspek kemampuan narasumber dalam merespon pertanyaan peserta. Namun Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Vol. November, 2025 DOI : 10. 51213/jmm. demikian, terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan untuk penyelenggaraan Pertama, materi obyek pembelajaran perlu diperkaya dengan contoh aplikatif dan penyajian visual yang lebih menarik agar mudah dipahami. Kedua, metode penyampaian sebaiknya lebih interaktif melalui diskusi kelompok atau praktik langsung guna meningkatkan keterlibatan peserta. Ketiga, penyesuaian materi dengan kebutuhan spesifik peserta menjadi penting agar relevansi pembelajaran semakin tinggi. Selain itu, pemanfaatan media digital interaktif dapat dioptimalkan untuk memperkaya pengalaman belajar dan keterampilan. Evaluasi berbasis kompetensi perlu dikembangkan agar keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari penyampaian narasumber, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. Pembahasan Bagian diskusi dalam kegiatan pelatihan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru produktif akuntansi dalam menggunakan Microsoft Access berkontribusi langsung terhadap penguatan literasi digital akuntansi. Pelatihan berbasis praktik memungkinkan peserta memahami tidak hanya cara menggunakan perangkat lunak, tetapi juga konsep dasar pengelolaan data akuntansi secara sistematis, terstruktur, dan efisien. eningkatan signifikan pada hasil post-test menunjukkan bahwa peserta mulai mampu menghubungkan prinsip akuntansi tradisional dengan teknologi basis data modern, yang merupakan inti dari literasi digital akuntansi. Dengan memahami konsep relasi antar tabel, form input, dan laporan otomatis, peserta menginternalisasi kemampuan analitis dan kritis dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung transparansi serta akurasi pencatatan keuangan . dan menguasai . Terjadi perubahan sikap menjadi lebih percaya diri, optimis, dan yakin terhadap kemampuan diri . Perubahan ini relevan dengan interaksi melalui observasi dan pengalaman secara individu. Dengan demikian, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya menghasilkan peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga perubahan perilaku sosial yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi . Kesimpulan Kegiatan pelatihan Microsoft Access for accounting berhasil meningkatkan kompetensi siswa dengan ditunjukkan adanya kenaikan skor rata-rata dari kategori sangat tidak mampu menjadi mampu bahkan sangat mampu. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, pemahaman sistem aplikasi, dan kepercayaan diri siswa dalam mengolah data Sebagai tindak lanjut, disarankan agar pelatihan dilaksanakan secara berjenjang dengan pendampingan pascapelatihan, serta diintegrasikan ke dalam kurikulum praktik akuntansi dengan modul Microsoft Access untuk mempermudah tenaga pendidik mempraktikan ke siswa. Selain itu, perlu adanya kolaborasi dengan dunia industri agar kompetensi digital accounting yang diperoleh termasuk microrosft access sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan SMK memiliki daya saing dengan keterampilan yang lebih baik di era digital. Daftar Pustaka