Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal. id/index. php/JAMTEKNO JAM-TEKNO ( Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol. 6 No. 92 Ae 97 |ISSN Media Elektronik: 2828-6391 Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Menjadi Lilin Aroma Terapi Di Desa Kedungwungu Moh. Fahmi Ikhwana1. Ghina Nisrina Nur Syifa2. Nabila Ayu Dwiharto3. Nazila Rizqi Ari Puspita4. Agus Prasetyono5. Setyowati Subroto6 1,2,3,4,5,6 Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasakti. Tegal. Indonesia 1fahmiikhwana@gmail. com, 2ghinanisrinanursyifa@gmail. com, 3nabilaayud330@gmail. com, 4nazilarizqi803@gmail. 5Agus_prasetyono@upstegal. id, 6setyowati@upstegal. Abstract This Community Service Program (PKM) focuses on innovative efforts to utilize household waste in the form of used cooking oil as raw material for making aromatherapy candles, while also contributing to environmental sustainability in Kedungwungu Village. Central Java. The program, implemented by students from the University of Pancasakti Tegal's Community Service Program (KKN) in July 2025, aims to raise public awareness, particularly among PKK mothers, about the negative impacts of reusing cooking oil and the importance of environmentally friendly waste management. Through socialization and hands-on training, 35 participants learned how to make aromatherapy candles from used cooking oil using a tested formula. The evaluation showed that 15 participants successfully produced candles with a stable flame, creating opportunities for sustainable home The main supporting factor was the enthusiasm of the community members who participated, while the obstacle was the skepticism of some community members towards this new innovation. This program demonstrated effective results with the use of appropriate ingredient compositions, producing candles with stable flames and long burn times. Keywords: used cooking oil, aromatherapy candles, waste management Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada upaya inovatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga berupa minyak goreng bekas sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi, sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kelurahan Kedungwungu. Jawa Tengah. Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Pancasakti Tegal pada Juli 2025 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, terhadap dampak negatif penggunaan minyak goreng berulang dan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Melalui metode sosialisasi dan pelatihan langsung, sebanyak 35 peserta mengikuti proses pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah dengan komposisi yang telah diuji coba, dan hasil evaluasi menunjukkan 15 peserta berhasil menghasilkan lilin dengan nyala stabil, serta menciptakan peluang usaha rumahan yang berkelanjutan. Faktor pendukung utama adalah antusiasme masyarakat yang hadir, sedangkan hambatan berasal dari keraguan sebagian masyarakat terhadap inovasi baru. Program ini menunjukkan hasil yang efektif dengan penggunaan komposisi bahan yang tepat, menghasilkan lilin dengan nyala yang stabil dan durasi lama. Kata kunci: minyak goreng bekas, lilin aromaterapi, pengolahan limbah proses penggorengan. Bahan ini umumnya berasal dari lemak hewani maupun nabati yang telah melalui proses Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan utama pemurnian sehingga berbentuk cair pada suhu ruang. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok Sumber . menjelaskan bahwa menurut Herlina dan dalam kegiatan memasak sehari-hari, terutama untuk Ginting, berbagai tanaman seperti biji-bijian, kedelai. Pendahuluan Diterima Redaksi : 13-11-2025 | Selesai Revisi : 30-12-2025 | Diterbitkan Online : 31-12-2025 Moh. Fahmi Ikhwana1. Ghina Nisrina Nur Syifa2. Nabila Ayu Dwiharto3. Nazila Rizqi Ari Puspita4. Agus Prasetyono5. Setyowati Subroto6 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 92 Ae 97 kacang-kacangan, jagung, kelapa, dan kanola menjadi dikenal sumber utama minyak nabati yang banyak digunakan menenangkan. Berdasarkan studi Prabandari & oleh masyarakat. Tingginya konsumsi minyak goreng Febriyanti serta Shofi yang dikutip dalam . , lilin mendorong sebagian besar rumah tangga untuk aromaterapi tidak hanya berfungsi sebagai sumber menggunakannya secara berulang sebagai upaya pencahayaan yang hemat energi, tetapi juga dapat menghemat biaya, sehingga menghasilkan minyak menciptakan suasana ruangan yang sejuk dan jelantah dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, beberapa penelitian Penggunaan minyak goreng dalam kegiatan memasak pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sehari-hari sangat umum, terutama di kalangan ibu yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi, dan rumah tangga yang mengelola kebutuhan dapur. Sumber berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat . , . menjelaskan bahwa menurut Noriko et al. , minyak . , . goreng memiliki peranan penting dalam proses pengolahan makanan, seperti menghantarkan panas Oleh karena itu, pengolahan minyak goreng bekas dengan baik, memberikan cita rasa lebih lezat, menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat menjadi menghasilkan warna kuning kecoklatan, serta alternatif solusi dalam mengurangi limbah rumah tangga meningkatkan kualitas makanan. Namun, karena alasan sekaligus ekonomi, sebagian masyarakat memilih menggunakan Kelurahan Kedungwungu terhadap pengelolaan limbah minyak goreng secara berulang agar lebih hemat. yang berkelanjutan. Selain itu, kondisi awal di Padahal, penelitian dalam . menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan bahwa sebagian besar warga penggunaan minyak goreng lebih dari empat kali dapat belum mendapatkan informasi maupun pelatihan dasar membahayakan kesehatan. Minyak yang digunakan mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, sehingga berulang mengalami kerusakan sehingga menurunkan pemahaman mereka tentang alternatif pengolahan kualitas makanan dan berpotensi memberikan dampak minyak jelantah masih sangat terbatas. buruk bagi kesehatan . Sumber . juga menyebutkan Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menurut Azizah, penggunaan minyak goreng terhadap isu lingkungan, mahasiswa peserta Program yang sudah lama dapat meningkatkan risiko kanker. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pancasakti Tegal penyempitan pembuluh darah, hipertensi, stroke, dan periode JuliAeSeptember 2025 melaksanakan program penyakit jantung koroner. Kebiasaan ini pada akhirnya edukasi mengenai pengolahan minyak goreng bekas menghasilkan limbah minyak bekas yang dikenal menjadi lilin aromaterapi. Program ini bertujuan dengan minyak jelantah. memberikan pemahaman kepada masyarakat Kelurahan Minyak jelantah berasal dari berbagai jenis minyak yang Kedungwungu terkait risiko penggunaan minyak goreng digunakan untuk menggoreng, seperti minyak kelapa, bekas serta mengenalkan praktik pengolahannya zaitun, jagung, dan minyak sawit . Limbah minyak menjadi produk yang lebih bernilai guna. Kegiatan jelantah dapat menimbulkan masalah lingkungan edukasi ini menyasar anggota Pemberdayaan dan apabila dibuang secara sembarangan. Jika minyak ini Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan dibuang ke saluran air atau sungai, lapisan minyak yang Kedungwungu. Kecamatan Jatinegara. Kabupaten terbentuk pada permukaan air dapat meningkatkan Tegal, sebagai kelompok mitra yang diharapkan dapat kebutuhan oksigen kimia (COD) dan kebutuhan oksigen menerapkan dan menyebarluaskan pengetahuan biologis (BOD), sehingga menghalangi penetrasi cahaya tersebut. matahari, mengganggu proses fotosintesis, dan pada Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi akhirnya menyebabkan kematian biota air serta merusak terhadap dampak pelatihan dan pemberdayaan keseimbangan ekosistem . Kondisi serupa juga masyarakat dalam mengolah minyak goreng bekas ditemukan di Kelurahan Kedungwungu, di mana menjadi lilin aromaterapi. Melalui program ini, sebagian masyarakat masih membuang minyak jelantah diharapkan tumbuh kesadaran kolektif mengenai ke lingkungan secara langsung karena belum pentingnya menjaga kesehatan dan kelestarian mengetahui cara pengolahan yang aman dan ramah lingkungan melalui pengelolaan limbah minyak jelantah yang tepat. Kegiatan edukasi dan pelatihan terbukti Permasalahan limbah minyak goreng bekas dapat diatasi mampu meningkatkan literasi lingkungan serta melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pelestarian mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan Salah satu strategi yang efektif adalah limbah rumah tangga . Namun, masyarakat mendaur ulang minyak tersebut menjadi produk yang Kelurahan Kedungwungu hingga saat ini belum memiliki nilai guna, sehingga dapat mengurangi dampak memiliki program khusus maupun keterampilan teknis negatif terhadap lingkungan. Salah satu bentuk untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk pemanfaatan yang potensial adalah mengolah minyak bernilai tambah. Sebagian besar limbah minyak goreng goreng bekas menjadi lilin aromaterapi. Lilin masih dibuang atau disimpan tanpa pemanfaatan lebih aromaterapi ini mengandung minyak esensial yang lanjut, dan belum terdapat pendampingan yang Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Moh. Fahmi Ikhwana1. Ghina Nisrina Nur Syifa2. Nabila Ayu Dwiharto3. Nazila Rizqi Ari Puspita4. Agus Prasetyono5. Setyowati Subroto6 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 92 Ae 97 mengarahkan masyarakat untuk mengolahnya menjadi sosialisasi dengan menyampaikan pesan budaya peduli produk kreatif seperti lilin aromaterapi. Kondisi ini lingkungan dan konsep ekonomi sirkular kepada menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi masyarakat. pemanfaatan minyak jelantah dan kemampuan Proses transformasi minyak jelantah menjadi lilin masyarakat dalam mengolahnya, sehingga diperlukan aromaterapi diharapkan dapat meningkatkan wawasan intervensi berupa program pemberdayaan yang aplikatif masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan dan mudah diterapkan. Dengan adanya kondisi tersebut, kepedulian terhadap lingkungan, khususnya terkait program KKN ini menjadi sangat relevan dan ancaman penyakit yang timbul dari pemakaian minyak dibutuhkan sebagai upaya nyata untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan, keterampilan, dan praktik goreng berulang kali. pengelolaan limbah minyak jelantah di masyarakat. Hasil dan Pembahasan Selain memberikan manfaat lingkungan, produksi lilin aromaterapi dari minyak jelantah juga berpotensi 3. 1 Tahap trial and error dikembangkan sebagai usaha rumahan. Penelitian Tahap percobaan dan kesalahan . rial and erro. sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan pembuatan menjadi produk kreatif dapat meningkatkan pendapatan lilin berdasarkan komposisi bahan yang tercantum . keluarga dan membuka peluang ekonomi bagi ibu rumah dalam Tabel 1. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari tangga . Hal ini menegaskan bahwa pengolahan sabtu, 26 juli 2025 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) minyak jelantah tidak hanya berkontribusi pada Setelah lilin dibuat dengan masing-masing komposisi, pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki nilai selanjutnya dilakukan uji coba dengan membakar sumbu ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan lilin dan mengamati durasi waktu nyalanya. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, lilin yang memiliki nyala lebih lama dan stabil adalah yang menggunakan komposisi B. Metode Pengabdian Masyarakat Kegiatan sosialisasi dan pelatihan tentang lilin Tabel 1. Komposisi bahan pembuatan lilin aromaterapi aromaterapi dilaksanakan di Desa Kedungwungu. Komposisi B Kecamatan Jatinegara. Kabupaten Tegal. Jawa Tengah. Komposisi A Minyak Jelantah Minyak Jelantah 30ml pada bulan Juli 2025. Kegiatan ini dilakukan dengan Palm Wax 100gr Palm Wax 250gr metode presentasi visual dan pelatihan langsung di Minyak Essential 10gr Minyak Essential 15gr Gedung BLK (Balai Latihan Kerj. Desa Arang Bambu Karbon Aktif Arang Bambu Karbon Aktif Kedungwungu. Tujuan dari kegiatan ini adalah 100gr meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat Pewarna lilin 5gr Pewarna Lilin 3gr lilin aromaterapi bagi lingkungan dan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan 3. 2 Kegiatan pelatihan masyarakat pengetahuan tentang cara membuat lilin serta membantu Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 26 proses produksi lilin aromaterapi secara langsung. Juli 2025 yang bertempat di Gedung Balai Latihan Kerja Bahan yang digunakan adalah minyak jelantah, yaitu (BLK) dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa limbah rumah tangga yang dimanfaatkan sebagai bahan Kedungwungu. Metode yang digunakan adalah utama pembuatan lilin aromaterapi. Pertemuan awal presentasi visual dan pelatihan langsung, dimana materi sudah dilakukan dengan pejabat desa, termasuk kepala disajikan dalam bentuk powerpoint yang interaktif agar desa dan beberapa perangkatnya, untuk mendapatkan audiens lebih tertarik dan tidak membosankan. izin memulai kegiatan ini. Kegiatan pengabdian dilakukan langsung kepada masyarakat. Sasaran 3. 1 Presentasi Visual utamanya adalah para ibu-ibu PKK Desa Kedungwungu. Sosialisasi ini diawali dengan pemaparan mengenai bahayanya limbah bekas minyak goreng bagi Teknis pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dan lingkungan. Minyak goreng menjadi salah satu sosialisasi limbah minyak goreng adalah sebagai komoditas utama bahan pangan yang penggunaannya berikut: . Pertama, melakukan survei lokasi dengan tak lepas dari kehidupan sehari-hari, sehingga setiap cara mengunjungi langsung mitra untuk menyampaikan rumah tangga pasti menghasilkan limbah bekas minyak ide pelatihan dan meminta izin masuk ke lokasi. goreng setiap harinya. Faktor yang membuat minyak itu Selanjutnya, tim pelaksana mensosialisasikan dan rusak salah satunya penggunaan minyak goreng secara memperkenalkan program dengan menjelaskan tentang berulang-ulang sebanyak . pemakaian sehingga budaya peduli lingkungan yang disampaikan melalui menyebabkan turunnya kualitas minyak . Walaupun pelatihan pembuatan lilin aromaterapi serta sosialisasi sudah digunakan berulang tetapi tetap ada sisa minyak limbah minyak goreng. Kemudian, menyiapkan goreng yang dihasilkan. Sisa inilah yang disebut limbah semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pelatihan minyak goreng. dan sosialisasi. Terakhir, mengadakan pelatihan dan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Moh. Fahmi Ikhwana1. Ghina Nisrina Nur Syifa2. Nabila Ayu Dwiharto3. Nazila Rizqi Ari Puspita4. Agus Prasetyono5. Setyowati Subroto6 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 92 Ae 97 Limbah minyak goreng yang dihasilkan biasanya hanya dengan suhu api kecil. Tahap akhir tuangkan ke dalam dibuang karena bagi sebagian besar masyarakat limbah cetakan yang telah dilengkapi sumbu lilin, dilakukan tersebut sudah tidak ada nilai guna. Pembuangan limbah dengan hati-hati agar cetakan tidak terlalu penuh. yang tidak benar akan mencemari lingkungan, terlebih Setelah itu, biarkan lilin di dalam cetakan hingga jika limbah tersebut dibuang di sungai akan mengotori mendingin dan mengeras selama beberapa jam. Pastikan air sungai dan bila dibuang didalam kantong plastik akan posisi sumbu lilin berada di tengah cetakan dan berdiri mengakibatkan sulit terurai dan mendatangkan tegak lurus. Setelah sesi praktik pembuatan lilin permasalahan baru . Maka dari itu perlu adanya aromaterapi dari minyak jelantah selesai, dilakukan sesi pengolahan lebih lanjut agar limbah bekas minyak tanya jawab terkait manfaat penggunaan lilin goreng tersebut tidak semakin mencemari lingkungan. aromaterapi itu sendiri. kegiatan ditutup dengan pembagian 3 hadiah untuk Ibu-Ibu PKK yang telah Ada berbagai macam alternatif untuk memanfaatkan menanyakan terkait pemaparan materi tersebut, dan limbah minyak goreng bekas pakai tersebut, salah selanjutnya dibagikan hasil lilin aromaterapi sebanyak satunya menjadi bahan dasar pembuatan lilin 15 orang secara acak. Sesi tanya jawab ditampilkan pada aromateraphy . Selain itu lilin aromaterapi Gambar 2. memberikan manfaat ekonomis karena menghasilkan nilai tambah dengan biaya rendah sehingga membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Kedungwungu. Sosialisasi lilin aromaterapi ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 2. Sesi Tanya Jawab Lilin Aromaterapi Gambar 1. Sosialisasi Lilin Aromaterapi Dalam menjalankan pengabdian masyarakat ini,ada dua faktor yang menjadi pendukung dan penghambat saat 2 Pelatihan Langsung melakukan pengabdian masyarakat, diantaranya : . Kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari Faktor Pendukung, dijelaskan melalui Karakteristik minyak jelantah, dilakukan oleh mahasiswa KKN Desa Peserta Pengabdian Masyarakat yang dijelaskan pada Kedungwungu Universitas Pancasakti Tegal. Kegiatan Tabel 2. dimulai dengan sosialisasi mengenai pembuatan dan manfaat lilin aromaterapi, yang selanjutnya dilanjutkan Tabel 2. Distribusi frekuensi karakteristik peserta pengabdian dengan sesi praktik pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Jumlah Proses pembuatan lilin aromaterapi ini menerapkan komposisi B sebagaimana tercantum dalam Tabel 1. Langkah-langkah pembuatannya diawali dengan persiapan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan. Kemudian, siapkan minyak jelantah dan campurkan dengan arang aktif, diamkan selama 24 jam, saring campuran tersebut, tuangkan ke dalam panci tambahkan Selanjutnya, aduk sambil mencampurkan pewarna lilin serta fragrance oil menggunakan kompor Usia . 29-39 tahun 40-50 tahun 51-61 tahun Total (Oran. Persentase (%) Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Moh. Fahmi Ikhwana1. Ghina Nisrina Nur Syifa2. Nabila Ayu Dwiharto3. Nazila Rizqi Ari Puspita4. Agus Prasetyono5. Setyowati Subroto6 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 92 Ae 97 Dukungan yang diberikan terlihat dari 35 ibu-ibu PKK maupun online. Misalnya, dari uji coba produksi, ibu di Desa Kedungwungu yang hadir dari total 50 peserta PKK mampu menghasilkan rata-rata 15 lilin aromaterapi yang diundang pada pertemuan ini menjadi elemen per sesi, dengan estimasi harga jual Rp10. 000 per unit. penting dalam pengabdian masyarakat, dilihat dari Secara keseluruhan, manfaat kesehatan dari lilin antusias mereka menunjukkan semangat tinggi untuk aromaterapi, seperti kemampuannya untuk membantu mempelajari keterampilan baru seperti membuat lilin dalam relaksasi dan mengurangi stres, semakin Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan meningkatkan ketertarikan masyarakat, menjadikan pengetahuan mereka tentang penggunaan bahan alami, kegiatan ini tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga memanfaatkan keberadaan tanaman aromatik tetapi juga memberikan dampak positif bagi lokal, kepemilikan tanaman aromatik peserta kesejahteraan keluarga di desa. Faktor Penghambat, beberapa hal dapat menghambat terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat dijelaskan pada Tabel 3. ,PKM, survei kepuasan kegiatan sosialisasi pemanfaatan Tabel 3. Tabel 3. Distribusi frekuensi kepemilikan tanaman aromatik limbah minyak goreng untuk dapat melihat faktor peserta pengabdian masyarakat penghambat yang muncul seperti di jelaskan pada Tabel Jumlah Jenis Persentase(%) (Oran. Jeruk Serai 28,57% Jeruk&serai Tidak 14,29% Total Tabel 5. Distribusi frekuensi hasil survei kepuasan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah minyak goreng. Jumlah No kategori Persentase (%) (Oran. 37,14% Kegiatan sosialisasi tidak Lilin aromaterapi tidak ada manfaat 45,71% 31,43% Berdasarkan survei internal yang dilakukan kepada 35 Sulit memasarkan produk 22,86% ibu-ibu PKK yang hadir, sebanyak 62,86% warga Desa Kedungwungu memiliki tanaman aromaterapi seperti Total serai atau daun jeruk di pekarangan rumah mereka dan sisanya sebanyak 37,14% tidak memiliki keduanya. Beberapa warga di desa mungkin memiliki keraguan Ketersediaan bahan lokal ini mendukung kegiatan terhadap inovasi seperti pembuatan lilin aromaterapi, pelatihan karena memungkinkan peserta memanfaatkan yang terlihat dari hasil survei internal terhadap 35 ibusumber daya yang sudah ada untuk membuat produk ibu PKK yang hadir di mana 45,71% responden ramah lingkungan. Selain itu, pelatihan yang menyatakan bahwa pembuatan lilin dianggap kurang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas penting dibandingkan pekerjaan utama seperti bertani. Pancasakti Tegal memberikan arahan teknis yang luas, sementara 31,43% lainnya menilai bahwa lilin mulai dari teknik pencampuran minyak essential hingga aromaterapi tidak memberikan manfaat langsung bagi produksi yang aman. Peningkatan pemahaman peserta aktivitas mereka. dan 22,86% lainnya mengatakan sulit kegiatan di jelaskan pada Tabel 4 untuk memasarkan produknya. Selain itu, waktu yang terbatas bagi para ibu PKK seperti tanggung jawab Tabel 4. Peningkatan pemahaman peserta kegiatan Sebelum Sesudah rumah tangga bisa menjadi penghalang, di mana mereka Aspek yang Dinilai (%) (%) Hal Pemahaman terhadap materi kegiatan total 50 peserta yang diundang, namun 30% ibu-ibu Kemampuan praktik PKK berhalangan hadir. Sehingga semangat sesuai materi pelatihan bagi kelompok ibu PKK menurun dan kegiatan Kesadaran pengabdian masyarakat menjadi kurang efektif dan menerapkan hasil Kesimpulan Peningkatan pemahaman peserta yang cukup signifikan Program pengolahan minyak goreng bekas menjadi lilin yaitu antara 45% - 60%, menunjukkan bahwa metode aromaterapi di Kelurahan Kedungwungu memberikan yang digunakan sangat efektif pada sosialisasi dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, terlihat dari kemampuan peserta menghasilkan lilin dengan pemanfaatan limbah minyak goreng ini. nyala stabil dan durasi bakar lama setelah menggunakan Hal ini membuka peluang bagi ibu PKK untuk komposisi bahan yang tepat. Pelatihan yang melibatkan mengubah hobi mereka menjadi sumber tambahan ibu-ibu PKK dan mahasiswa KKN Universitas pendapatan melalui penjualan lilin, baik secara lokal Pancasakti Tegal ini berhasil meningkatkan pemahaman Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Moh. Fahmi Ikhwana1. Ghina Nisrina Nur Syifa2. Nabila Ayu Dwiharto3. Nazila Rizqi Ari Puspita4. Agus Prasetyono5. Setyowati Subroto6 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 92 Ae 97 warga mengenai pentingnya pengelolaan limbah minyak . jelantah, di mana peserta menyatakan memperoleh pengetahuan baru dan langsung mencoba pembuatan lilin di rumah. Program ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga membuka peluang usaha . rumahan yang dianggap layak dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Nur Isna Inayati, 2021. Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Alternatif Tambahan Penghasilan Pada Anggota Aisyiyah Desa Kebanggan Kec Sumbang. BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, vol. 03, no. 01, pp. 160Ae166. Sutomo. Viogenta. Normaidah. Farmasi, and U. Mangkurat, 2023. Pelatihan Penjernihan dan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aroma Terapi di Guntung Paikat . Banjarbaru Selatan . Kalimantan Selatan. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggu. , vol. 2, no. 3, 2023. Bachtiar et al. , 2022. Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Meskipun demikian, sejumlah hambatan masih muncul. Pembuatan Lilin Aromaterapi sebagai Ide Bisnis di Kelurahan Kedung Badak ( The Utilization of Used Cooking Oil as terutama keraguan terhadap inovasi pembuatan lilin Aromatherapy Candles as a Business Idea in Kedung Badak ). Berdasarkan survei internal terhadap 35 Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 210Ae217. peserta, sebanyak 45,71% responden menilai bahwa . & D. B Muchamad, 2022. Pemanfaatan Minyak Jelantah pembuatan lilin kurang penting dibandingkan pekerjaan untuk Pembuatan Lilin Aromaterapi. Pus. Inov. Masyarat, 4 . , no. 2, pp. 210Ae217, 2022. utama seperti bertani, 31,43% merasa produk tersebut . Busalim, 2023. Pembuatan Lilin Aromaterapi Dari Limbah tidak memberikan manfaat langsung bagi aktivitas Minyak Jelantah Di Pesantren Quran Wanita Al Hikmah Bogor. sehari-hari, dan 22,86% menyatakan masih kesulitan JANATA, vol. 3, no. 1, pp. 30Ae36, 2023, doi: dalam memasarkan produk. Namun, dukungan teknis 35814/janata. yang diberikan serta antusiasme Masyarakat yang . Juwono et al. , 2024. Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Klaten Jawa Tengah. tercermin dari kehadiran penuh sebanyak 35 peserta Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 2, no. 2, pp. 330Ae335, 2024, doi: menjadi faktor penting yang memperkuat keberhasilan 59837/jpmba. kegiatan ini. Isjoni et al. , 2024. Pembuatan Aroma Lilin Terapi Yang Ramah Lingkungan Dengan Memanfaatkan Minyak Hasil evaluasi menunjukkan 15 peserta berhasil Jelantah Bekas. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 2, no. menghasilkan lilin dengan nyala stabil, serta 2641Ae2646, doi: 10. 59837/jpmba. Azwin. Prastyaningsih. Yelmiza, and Y. Herru, 2024. Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Alternatif Dengan kontribusi tersebut, pemanfaatan Pembuatan Lilin Aromaterapi. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi layak 2, no. 9, pp. 3988Ae3994, 2024, doi: 10. 59837/jpmba. dipandang sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan . Inayah, 2024. Pemberdayaan Ibu Pkk Pakamban Daya Dalam Pengembangan Produk Melalui Pengolahan Minyak untuk mengurangi limbah, memberdayakan masyarakat. Jelantah. ABDISUCI J. Pengabdi. dan Pemberdaya. Masy. serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih 2, no. 02, pp. 30Ae36, doi: 10. 59005/j-abdisuci. bersih dan ekonomi kreatif yang mandiri. Gustya et al. , 2024. Program Pemberdayaan Masyarakat: Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Minyak Jelanta. sebagai Daftar Rujukan Bahan Baku Lilin Aromaterapi di Desa Dukuh Dempok. Wuluhan. Jember. Pengabdi. Indones. , vol. 1, no. 4, pp. 1Ae . Fadhli. Fahimah. Widyaningsih. Sari, and A. Pratama, 2022. Edukasi Peningkatan Nilai Ekonomi Limbah 11, 2024, doi: 10. 47134/jpi. Minyak Goreng Bekas Pakai Melalui Pembuatan Lilin Aromateraphy. Jumat Ekon. Pengabdi. Masy. , vol. 2, no. 175Ae180, 2022, doi: 10. 32764/abdimas_ekon. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno.